Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Not a member yet
    153 research outputs found

    ANALISIS TINDAK TUTUR KASUS PENCEMARAN NAMA BAIK DAN PENGHINAAN DI SUMATERA BARAT

    No full text
    Penelitian ini dilakukan untuk mendekripsikan tuturan yang dinyatakan sebagai pencemaran nama baik dan penghinaan. Penelitian ini diwujudkan dengan memakai teori tindak tutur. Tujuan penelitian ini ialah untuk membuktikan benar atau tidaknya tuturan yang dinyatakan sebagai pencemaran nama baik dan penghinaan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Metode penyediaan data tertulis yang dipakai dalam penelitian ini ialah metode simak dengan teknik simak bebas libat cakap. Sementara itu, Metode yang digunakan untuk menganalisis data dalam penelitian ini ialah metode padan dengan teknik dasar dan teknik lanjutan. Berdasarkan hasil analisis terhadap data 1 ditemukan bahwa (1) penutur mencemarkan nama baik Kodim X melalui tuturan bermuatan kecurigaan bahwa uang hasil komersialisasi lahan diselewengkan atau dikorupsi, (2) tuturan penutur tidak memenuhi kondisi persiapan dan kondisi ketulusan berdasarkan kondisi felisitas Searle. Sementara itu, dalam data 2 ditemukan bahwa (1) penutur menghina mitra tutur dengan kata-kata kasar dan berkonotasi negatif, (2) tuturan penutur memenuhi kondisi kondisi felisitas sebagai tuturan kritikan terhadap kebijakan mitra tutur

    PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS ANDROID SMART APPS CREATOR PADA MATA KULIAH BAHASA INDONESIA

    No full text
    AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menghasilkan media pembelajaran interaktif Teroka Bahasa Indonesia berbasis android dengan menggunakan Smart Apps Creator yang valid dan efektif agar dapat diterapkan sebagai media pembelajaran Bahasa Indonesia interaktif. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan Research and Development (R&D) dengan desain model ADDIE yang yaitu analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Subjek penelitian adalah mahasiswa semester satu yang mendapatkan mata kuliah Bahasa Indonesia di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Mahasiswa yang berjumlah 134 orang  berasal dari 4 kelas berbeda dari berbagai jurusan dan fakultas.  Jenis data pada penelitian ini berupa data kuantitatif dan kualitatif. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner validasi ahli materi dan ahli media, uji lapangan yang merupakan respon dari mahasiswa setelah menggunakan media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kevalidan media pembelajaran interaktif Teroka Bahasa Indonesia berbasis android dengan menggunakan Smart Apps Creator berdasarkan ahli materi dan ahli media mendapatkan rata-rata persentase sebesar 96,8% dengan kriteria “sangat baik atau sangat valid”. (2) Keefektifan media pembelajaran interaktif Teroka Bahasa Indonesia berbasis android dengan menggunakan Smart Apps Creator berdasarkan respon mahasiswa setelah menggunakan media mendapatkan rata-rata persentase 94,8% yang termasuk kriteria “sangat praktis”.  Kata Kunci: media pembelajaran interaktif; smart apps creator; teroka bahasa Indonesi

    KEBUTUHAN BUKU AJAR BAHASA SEJARAH SASTRA INDONESIA PERSPEKTIF ISLAM DI LINGKUNGAN PERGURUAN TINGGI ISLAM

    No full text
    Abstrak: Distingsi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI)  dengan  perguruan tinggi lainnya adalah  integrasi keilmuan, keislaman, dan keindonesiaan. Ketiga hal tersebut harus dapat diimplementasikan dalam pembelajaran sehingga perlunya buku ajar sejarah sastra perspektif Islam di PTKI. Kajian  ini  menggunakan  penelitian dan pengembangan (Research and Developtment) dengan Teori Borg dan Gall untuk mengetahui kebutuhan tersebut. Data penelitian berupa hasil diskusi terpumpum (FGD) dan hasil angket yang diberikan kepada dosen dan mahasiswa PTKI serta guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya kebutuhan buku ajar sejarah sastra Indonesia perspektif Islam. Buku ajar tersebut disusun secara kronologis dan tematik yang mencakup pengarang dan karyanya, persoalan Islam, peristiwa terkait Islam dan lembaga atau komunitas Islam

    PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BAGI PENUTUR ASING (BIPA) MELALUI PERMAINAN SOSIODRAMA DI SANGGAR KAMPUNG INDONESIA TULUNGAGUNG

    No full text
    AbstrakArtikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan sosiodrama dalam pembelajaran BIPA di Sanggar Kampung Indonesia, Tulungagung yang meliputi pelaksanaan sosiodrama, keterampilan berbahasa, dan nilai-nilai yang diajarkan. Data diperoleh dari kegiatan pembelajaran BIPA dengan menggunakan metode sosiodrama di Sanggar Kampung Indonesia, Tulungagung. Data tersebut dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Observasi digunakan untuk mendapatkan data pelaksanaan bermain sosiodrama. Wawancara digunakan untuk mengetatahui keterampilan dan nilai-nilai yang diajarkan melalui permainan sosiodrama. Kedua teknik tersebut dilengkapi dengan dokumen naskah sosiodrama yang diperankan oleh mahasiswa. Data  dianalisis dengan model interaktif yang diadaptasi dari Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, verifikasi, dan simpulan akhir. Hasil analisis data menemukan bahwa dalam pelaksanaan sosiodrama, seluruh karakter diperankan oleh mahasiswa BIPA. Permainan sosiodrama tersebut bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berbicara sesuai dengan konteks sosial budaya yang meliputi keterampilan mengungkapkan perasaan suka, tidaksuka, bahagia, sedih, dan kecewa. Nilai-nilai yang diajarkan melalui sosiodrama meliputi nilai budaya dan nilai religious. Kata Kunci: Sosiodrama, keterampilan berbahasa, BIPA, nilai budaya, nilai                   religiousAbstractThis artikel aims to describe the implementation of playing sociodrama, language skills, and values taught through playing sociodrama in teaching Indonesian for Foreign Speakers (BIPA) at Sanggar Kampung Indonesia, Tulungagung. The data were collected through technique of observation, interview, and documentation.   The data were analyzed by interactive model adopted from Miles and Huberman, consisted of collecting data, reducing data, displaying data, verifying data, and drawing conclusion. The data analysis revealed some findings as follow: (1) students were divided into four groups and each group played as actors of sociodrama, (2) sociodrama aimed to improve language skills such as expressing like and dislike, happiness, sadness, and disappointed, (3) sociodrama taught cultural values, pragmatics values, and religious values. Keywords: Sociodrama, language skills, BIPA, culture value, religious valu

    MAKNA VERBA MEMASAK BAHASA BANJAR: KAJIAN METABAHASA SEMANTIK ALAMI

    No full text
    Abstract: The purpose of this study is to find the meaning of the verb cooking in Banjarese. The data in this study were obtained through interviews with native speakers of the Banjarese. The researcher did the interviews which followed by the note-taking technique in collecting the data. Then, the researcher used the theory of Natural Semantic Metalanguage (MSA) by Wierzbicka (1996) to analyze the data. The result of the data analysis shows that cooking in Banjarese consists of 13 lexicons, which are categorized based on cooking techniques, facilities and tools used. The 13 lexicons of cooking verbs in Banjarese are tumis, oseng, jarang, sangging, gangan, sumap, tumpi, tu\u27up, pais, banam, ubar, samgrai, sanga. Keywords: Banjarese; Natural Semantic Metalanguage; Cooking Verb Abstrak: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan tujuan untuk untuk mengungkapkan makna yang ada dalam verba memasak dalam bahasa Banjar. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui wawancara dengan penutur asli bahasa Banjar. Dalam mengumpulkan data, peneliti melakukan wawancara yang dilanjutkan dengan teknik catat yang digunakan untuk mencatat jawaban dari informan Kemudian, peneliti menggunakan teori Metabahasa Semantik Alami (MSA) oleh Wierzbicka (1996). Hasil dari analisis data menunjukkan bahwa memasak dalam bahasa Banjar terdiri atas 13 leksikon, yang dikategorikan berdasarkan teknik memasak, sarana dan alat yang digunakan. 13 leksikon verba memasak dalam bahasa Banjar antara lain tumis, oseng, jarang, sangging, gangan, sumap, tumpi, tu’up, pais, banam, ubar, sangrai, sanga. Kata Kunci: Bahasa Banjar; Metabahasa Semantik Alami; Verba Memasa

    To’on: Mitos Masyarakat Madura dalam Menghadapi Wabah

    No full text
    ABSTRAKSejarah mengenai wabah yang dialami oleh masyarakat Madura ditandai dengan adanya kepercayaan mereka terhadap mitos To’on. Dari sekian banyaknya wabah yang merebak dalam sejarah peradaban masyarakat Madura, mereka hanya mengidentifikasi wabah tersebut sebagai wabah To’on. Keyakinan terhadap mitos To’on tersebut membuktikan bahwa masyarakat Madura tetap mempertahankan pewarisan cerita lisan antar generasi. Kepercayaan masyarakat Madura terhadap mitos To’on membuktikan bahwa aspek sosio-kultural lebih dipertimbangkan dibandingankan aspek kesehatan dalam menghadapi wabah. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menjabarkan mitos tentang wabah yang diyakini oleh masyarakat Madura. Penelitian ini bertolak belakang dengan penelitian mengenai mitos yang dilakukan oleh beberapa peneliti terutama dari aspek kesehatan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap narasumber terkait serta studi pustaka mengenai wabah. Langkah analisis dalam penelitian ini adalah 1) mengidentifikasi mitos To’on yang ada pada masyarakat Madura, 2) menganalisis mitos To’on dalam sejarah lisan masyarakat madura mengenai wabah, dan 3) mengungkap makna dan fungsi mitos To’on dalam masyarakat Madura dalam menghadapi wabah.

    BENTUK BAHASA DAN SIKAP BAHASA DI MEDIA SOSIAL UNTUK MENANGGULANGI COVID-19: PENELITIAN PRAGMATIK

    No full text
    Penelitian ini merupakan studi kasus mengenai bentuk bahasa dan sikap masyarakat dalam menanggulangi covid-19. Penelitian ini menggunakan pendekatan pragmatik, jenis penelitiannya deskriptif kualitatif dengan tujuan (a) mendeskripsikan  bentuk bahasa dan (b) sikap masyarakat terhadap penanggulangan covid-19.  Metode penelitiannya mencakup (a) sumber data berupa penggunaan  bahasa dalam twitter dan Instagram, (b) data penelitiannya berupa tuturan pengguna twitter dan instagram selama bulan Januari - Maret 2021, (c) pengumpulan data dilakukan melalui simak, baca dan catat, (d)  prosedur penelitiannya mengunduh, kemudian disimak, dibaca, dan dicatat, diinventarisasi dan dikodifikasi, (e) teknik analisis data dengan cara mengidentifikasi data, mengklasifikasi, dan menginterpretasi. Hasil penelitian adalah (1) bentuk penyingkatan tidak jelas kriterianya, dan kesalahan penulisan kata yang berulang-ulang, (2) sikap penutur ada yang pro dan kontra. Sikap yang pro ditunjukkan melalui sikap setuju dengan penuh harapan, kesadaran, ajakan, dan rasa prihatin. Sikap kontra diungkapkan dalam bentuk kritikan, sindiran, sikap sinis, sikap menghasut/ memprovokasi, dan sikap menghujat

    Rekonstruksi Instrumen Tes Perbuatan Teks Hikayat pada Siswa Kelas X Bermuatan Literasi Membaca (Assesmen Kompetensi Minimum)

    No full text
    The development of the education system in the 21st century demanded change in all aspects. Determination of Minimum Competency Assessment (AKM) has the impact of changes in the implementation of the learning evaluation process. The implementation of AKM in the education system applies to all subjects, including Bahasa Indonesia. One of the components related to the learning of Bahasa Indonesia precisely the learning of Expression Of Writing Literature is AKM Literacy. The limitation of the resources and test instruments in the implementation of learning evaluation becomes a problem that needs to be addressed wisely and immediately because it will affect the achievement of learning objectives. The purpose of this study is 1) describe the analysis of the error of the instrument of the test of deeds in the Indonesian Language Student Book Grade XI SMA which is charged with AKM reading literacy, and 2) describe the reconstruction of the error of the test instrument in the Book of Indonesian Language Students grade XI high school loaded with AKM reading literacy. The method used is descriptive qualitative with the model of literature and literature studies as well as strengthening through documentation and field observation. The results of this study showed that based on the results of the analysis of the test instrument there are several components that are not yet appropriate which include material aspects, construction aspects, and language aspects. As well as attaching the reconstruction results by making improvements to the test of the act of developing the text of the saga on the aspects of material, construction, language and improving reading literacy on the question

    PENGALAMAN DIASPORAN PEREMPUAN INDONESIA DALAM NOVEL METROPOP WANDER WOMAN KARYA NINA ADDISON DKK

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan pengalaman dan identitas diaspora perempuan Indonesia dalam novel metropop berjudul Wander Woman(2016) yang ditulis oleh Nina Addison dan tiga penulis perempuan lain. Landasan teoretis yang digunakan dalam penelitian ini di antaranya berasal dari Cohen, Clifford, dan Bhabha. Penelitian ini menerapkan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan kajian budaya. Penelitian ini mengapropriasi Model Alir dari Miles dan Hubberman, yaitu pengolahan data dengan tiga tahap alur yang berlangsung secara bersamaan, yaitu tahap reduksi data, tahap penyajian data, dan tahap penarikan simpulan dan verifikasi data.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam membangun identitas diasporan dan mengatasi gegar budaya, para tokoh perempuan dalam novel tersebut menggunakan penguatan akar etnis dengan mempertahankan aspek budaya asal, membangun jejaring dengan komunitas asal, dan menguatkan relasi sosial dengan masyarakat setempat. Mereka juga bernegosiasi dengan menerima budaya baru dengan tetap mempertahankan budaya sebelumnya. Dengan negosiasi, mereka dapat hidup dengan lebih baik di tempat baru

    Afiksasi Pada Karangan Pemelajar BIPA

    No full text
    Pembentukan kata baru sangat diperlukan sebagai upaya menyampaikan ilmu kebahasaan, terutama bagi pemelajar BIPA. Tujuannya agar pikiran atau gagasan manusia dapat disampaikan dan dipahami dengan baik. Untuk itu, perlu adanya pembentukan kata yang secara tata Bahasa dapat dilakukan melalui cabang morfologi yaitu afiksasi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kesalahan afiksasi, mendeskripsikan jenis afiksasi, pengelompokan kelas kata yang mengalami afiksasi yang ada dalam karangan pemelajar BIPA. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Prosedur pengumpulan data dengan cara pengumpulan karangan, pembacaan karangan, penandaan, pengklasifikasian dengan tabel, dan pendeskripsian. Data penelitian ini diambil dari karangan pemelajar BIPA 4 di kelas daring BIPA 4 PPB UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tahun 2020. Terdapat 24 karangan yang digunakan sebagai data dalam penelitian ini. Berdasarkan analisis dapat disimpulkan bahwa ketepatan penulisan afiksasi terbilang tinggi. Kemudian afiksasi yang paling sering digunakan yaitu berjenis prefiks me-. Dan kelas kata yang produktif yaitu kelas kata verba

    0

    full texts

    153

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇