Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Not a member yet
153 research outputs found
Sort by
Membedah Relevansi dalam Iklan “WRP”
Abstract: According to Sperber and Wilson, communication in advertisement is ostensive-inferential communication. This communication needs contextual effect and ostensive stimulus which was known to listener\u27s (market segmentation). In WRP 6 day diet pack ad, advertising agency employs some contextual effect and ostensive stimulus to make listener interested and wanted to buy the product. To explore about the communication in WRP 6 day diet pack ad, this paper employs pragmatics method, especially relevance theory. Tanaka says that relevance theory serve comprehensive account to investigate speeches in order to get speaker meaning. The result of this research is advertising agency (speaker) addressed this ad to middle high class women as market segmentation (listener). Advertising agency also employed some contextual effect such as body discourse, health discourse, and others diet program and also employed ostensive stimulus such as color and font size to make high relevance speech. Keywords: ostensive-inferencial communication; ostensive stimulus; constectual effect; theory of relevance Abstrak: Komunikasi dalam iklan menurut Sperber dan Wilson merupakan komunikasi ostensif-inferensial yang melibatkan efek kontekstual dan stimulus ostensive diketahui oleh kawan tuturnya (pangsa pasar). Begitu pula dengan iklan WRP 6 day diet pack, agensi iklan memanfaatkan efek kontekstual yang berada dalam benak pangsa pasarnya agar mereka tertarik dan membeli produk tersebut. Untuk mengeksplorasi bentuk komunikasi dalam iklan WRP 6 day diet pack, artikel ini memanfaatkan pendekatan pragmatik, khususnya teori relevansi. Teori relevansi menurut Tanaka menyediakan catatan yang paling komprehensif dalam menyelidiki tuturan berdasarkan makna penutur. Tujuan penelitian ini untuk menyelisik relevansi iklan WRP 6 day diet pack. Adapun temuan yang diperoleh dari artikel ini adalah agensi iklan WRP 6 day diet pack menujukkan iklan tersebut kepada perempuan dewasa dari golongan menengah atas sebagai kawan tutur atau pangsa pasar. Selain itu, agensi iklan memanfaatkan beberapa efek kontekstual, seperti wacana tubuh, kesehatan dan program diet lain serta memanfaatkan stimulus ostensif berupa pemilihan warna dan ukuran huruf untuk menghasilkan tuturan dengan derajat relevansi yang tinggi. Kata Kunci: komunikasi ostensif-inferensial; stimulus ostensif; efek kontekstual; teori relevansi
Representasi Kekerasan Simbolik terhadap Perempuan Betawi dalam Novel Kronik Betawi Karya Ratih Kumala
Abstract: This article is an analysis of the representation on the symbolic violence by Pierre Bourdieu against the Betawi women in Kronik Betawi Novel’s Ratih Kumala. This methode uses the qualitative methode from literature studies to analize the symbolic violence against the Betawi women in this novel. The symbolic violence in this novel occurs when the traditional values and religion that tend to patriachal system. It can infleuence the Betawi women in determining the role and the position of Betawi women in everyday life, like Juleha character in this novel. The Betawi women can not contribute freely in public area. However, the Betawi women can also contribute in the reconstruction of Betawi women identity in public area with the cultural values and religion like Edah character. Indeed, in this novel, there is the construction of identity Betawi women and the important role of Betawi women in development of country. Keywords: symbolic violence; Betawi women; patriarchal; Kronik Betawi Abstrak: Artikel ini membahas tentang representasi kekerasan simbolik oleh Pierre Bourdieu terhadap kaum perempuan Betawi dalam novel Kronik Betawi karya Ratih Kumala. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif yang diambil dari kajian pustaka mengenai kekerasan simbolik terhadap kaum perempuan Betawi dalam novel Kronik Betawi. Kekerasan simbolik dalam novel ini terjadi karena adanya nilai-nilai tradisional Betawi dan religi yang cenderung patriaki yang memberikan pengaruh dalam menentukan peran dan posisi kaum perempuan Betawi dalam kehidupan sehari-hari yang bersifat termarginalisasi, subordinasi, sebagaimana karakter Juleha dalam novel tersebut. Sehingga kaum perempuan Betawi tidak dapat berkontribusi di ranah publik dengan leluasa karena adanya nilai-nilai adat dan religi. Namun, kaum perempuan Betawi dapat juga memberikan kontribusinya dalam proses rekontruksi identitas perempuan Betawi dalam nilai-nilai budaya dan agama di ranah publik sebagaimana yang diperankan Edah meskipun marginalisasi juga terjadi. Hal tersebut merupakan bentuk kontruksi identitas kaum perempuan Betawi sehingga kekerasan simbolik dapat terhindarkan. Peran perempuan Betawi dapat diperhitungkan dalam kemajuan bangsa dan negara. Kata Kunci: kekerasan simbolik; perempuan betawi; patriarki; Kronik Betawi
PENGEMIS DAN SHALAWAT BADAR; Hubungan antara Pengarang, Media dan Karya
Abstract:This article aims to describe the short story Pengemis dan Shalawat Badar in the perspective of sociology of literature. Moreover, the discussion in this paper tries to show three points: (1) the influence of a literary work to the reader; (2) the social life of the author as the creator of a literary work, and (3) the literary work as a social reality reflected by the author. This article discusses the relationship of Ahmad Tohari with various media in the process of publication of this short story, the position of Ahmad Tohari as part of a social community where he lives and lives his life, and the story itself as a reflection of social reality being discussed by the author. Based on the analysis, it can be concluded that every text has its own context. The context is always in chain with the space and time which always change and contribute to the development and changes in the meaning of a text. No exception to the meaning of the text Pengemis dan Shalawat Badar which varies according to the space and time of its presence.Abstrak: Tulisan ini bertujuan mendeskripsikan cerita pendek Pengemis dan Shalawat Badar dalam perspektif sosiologi sastra. Dengan begitu, bahasan dalam tulisan ini berusaha menunjukkan tiga hal: (1) pengaruh sebuah karya sastra terhadap pembaca; (2) kehidupan sosial pengarang sebagai pencipta karya sastra, dan (3) karya sastra sebagai rekaman dari realita sosial yang dipantulkan oleh pengarang. Dalam bahasannya, penulis membahas keterkaitan Ahmad Tohari dengan berbagai media dalam proses publikasi Pengemis dan Shalawat Badar, posisi Ahmad Tohari sebagai bagian dari masyarakat sosial tempat dia hidup dan menghayati kehidupannya, dan cerpen Pengemis dan Shalawat Badar sebagai bayangan dari realita sosial yang dibicarakan oleh Ahmad Tohari. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, dapat disipulkan bahwa setiap teks memiliki konteksnya tersendiri. Konteks itu selalu bertemali dengan ruang dan waktu yang selalu berubah dan berkontribusi dalam pembangunan dan perubahan makna sebuah teks. Tidak terkecuali makna dari teks Pengemis dan Shalawat Badar yang berbeda-beda sesuai dengan ruang dan waktu kehadirannya.Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/dialektika.v3i2.530
Obsesi Tokoh Utama terhadap Makanan dalam Novel Aruna dan Lidahnya Karya Laksmi Pamuntjak
Abstract: This study is motivated by the human changes in treating food which is caused by the displacement of society, technology, culture and time change. The aims of this study is to find the obsession on the food in the novel Aruna dan Lidahnya. The method used in this research is descriptive qualitative, in which data is collected by library research. The research result in the leading factor of the main character’s obsession to the food, single status, source of happiness, a mean of self-liberation, occupational factors, lifestyle, and educational background. Aruna’s obsession is categorized as compulsive obsession. Compulsive obsession is a repetitive behaviour that performed by someone because she thinks it ia a must. Keywords: Aruna dan Lidahnya; Laksmi Pamuntjak; Food; Obsession; Literature learning Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perubahan manusia dalam memperlakukan makanan yang disebabkan oleh adanya perpindahan masyarakat, budaya teknologi, dan perkembangan zaman. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui obsesi terhadap makanan yang terdapat dalam novel Aruna dan Lidahnya. Metode yang digunakan ialah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik kajian pustaka. Teknik analisis data dilakukan dengan analisis struktural yakni membaca dan memahami kembali data yang sudah diperoleh. Berdasarkan penelitian, diperoleh hasil bahwa obsesi terhadap makanan yang terdapat dalam novel Aruna dan Lidahnya karya Laksmi Pamuntjak disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya faktor status yang masih sendiri, sumber kebahagiaan, sarana pembebasan diri, faktor pekerjaan, gaya hidup, dan latar belakang pendidikan. Obsesi yang dialami oleh Aruna tergolong ke dalam obsesi kompulsif yaitu perilaku yang dilakukan berulang-ulang oleh seseorang karena merasa harus melakukannya. Kata Kunci: Aruna dan Lidahnya, Laksmi Pamuntjak, Makanan, Obsesi, Pembelajaran Sastra
“Deiksis” dalam Puisi Perlawanan dari Persantren Nazam Tarekat Karya K.H. Ahmad ar-Rifai Kalisalak Tinjauan Pragmatik
Abstract: This study attempted to describe the use of deixis in Puisi Perlawanan dari Pesantren. Deixis understood as part of a pragmatic study therefore, deixis is one object of the field of study pragmatics. The problems in this study are namely: 1) what types of deixis are there in this poetry; 2) what is the intention of using social deixis. The purposes are going to be achieved by this study are such as: 1) to describe the various types of deixis, 2) to describe the intention of using social deixis. The object of this study are namely: the various types of deixis, intention and relationship of social deixis. The subject of this research is the poem which is written by K.H. Ahmad ar-Rifai Kalisalak that is edited and translated from Jawi to Java by M. Adib Misbachul Islam. The data in this study are namely: words, phrases, sentences, in the form of couplet in which there are different types and intention of using social deixis. There are two data resources, namely: primary data source in the form of peom and secondary data sources related literature. Data collection techniques in this study using documentation. The results of this study indicate that there are 4,864 couplets, which is divided into 24 Tanbih ‘note or warning’. In this article there are three types of deixis. There are 25 deixis place, and there are 11 persona deixis, then there are 10 social deixis. It consists 3 types of titles, 2 types of social deixis positions, and 5 nicknames social deixis.Abstrak: Penelitian ini berupaya untuk menggambarkan pemakaian deiksis dalam Puisi Perlawanan dari Persantren. Deiksis dipahami sebagai bagian dari studi pragmatik, dengan begitu deiksis merupakan objek bidang kajian dari pragmatik. Masalah dalam penelitian ini: 1) jenis-jenis deiksis apa saja yang terdapat di dalam puisi ini ; 2) bagaimanakah maksud dibalik penggunaan deiksis sosial. Tujuan yang hendak dicapai adalah: 1) untuk mendeskripsikan aneka jenis deiksis, 2) mendeskripsikan maksud penggunaan deiksis sosial. Objek yang dikaji adalah jenis, maksud serta hubungan deiksis sosial. Subjek penelitiannya adalah puisi karya K.H. Ahmad ar-Rifai Kalisalak yang sudah disunting dan diterjemahkan oleh M. Adib Misbachul Islam dari aksara Jawi berbahasa Jawa ke dalam bahasa Indonesia. Data dalam penelitian ini adalah kata, frase, kalimat, dalam bentuk bait-bait puisi yang di dalamnya terdapat jenis dan maksud penggunaan deiksis sosial. Sumber data dalam penelitian ini terdiri dari sumber data primer berupa puisi dan sumber data sekunder literature yang terkait. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menggunakan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebanyak 4.864 bait, yang dibagi dalam 24 tanbih ‘catatan atau peringatan’. Dalam artikel ini dikemukakan hanya ada tiga jenis deiksis yaitu deiksis tempat berjumlah 25, deiksis persona berjumlah 11 dan 10 deiksis sosial, terdapat 3 deiksis sosial jenis gelar, 2 deiksis sosial jenis jabatan, dan terdapat 5 deiksis sosial jenis julukan.Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/dialektika.v3i2.518
GLOSARIUM KOSAKATA BAHASA INDONESIA DALAM RAGAM MEDIA SOSIAL
Abstract: This research is tangent to the variety of social media. Social Media is a social media services on the internet that are very popular today in the world, including in Indonesia. The aims this study to describe how the vocabulary in a variety of social media came at once and agreed on by social media users. Vocabulary that affect the development of the Indonesian in the spoken language, especially obtained glossary of terms that developed in social media. This research method uses qualitative research methods as a scientific research. The goal is to understand a phenomenon in the social context naturally with the advanced process of interaction between researchers in-depth communication with the phenomenon under study. The results of this study is the vocabulary used in social media there are based on its creativity without any previous origins. However, there are also derived from foreign languages (English, Korean, Japanese), Indonesian, local language, vocabulary inverted structure, vocabulary already in the dictionary slang and slang that already exists.Abstrak: Penelitian ini bersinggungan dengan ragam media sosial. Media sosial merupakan layanan media sosial di internet yang sangat populer saat ini di dunia, termasuk di Indonesia. The Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana kosakata dalam ragam media sosial muncul seketika dan disepakati bersama oleh pengguna media sosial. Kosakata itu berpengaruh terhadap perkembangan bahasa Indonesia dalam ragam lisan, khususnya glosarium yang diperoleh dari istilah-istilah yang berkembang di media sosial. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif sebagai suatu penelitian ilmiah.Tujuannya adalah untuk memahami suatu fenomena dalam konteks sosial secara alamiah dengan mengedepankan proses interaksi komunikasi yang mendalam antara peneliti dengan fenomena yang diteliti. Hasil penelitian ini adalah kosakata yang digunakan dalam media sosial ada yang berdasarkan kreativitas penggunanya tanpa ada asal-usul sebelumnya. Akan tetapi, ada juga yang berasal dari bahasa asing (Inggris, Korea, Jepang), bahasa Indonesia, bahasa daerah, kosakata yang dibolak-balik susunannya, kosakata yang memang sudah ada dalam kamus bahasa gaul, dan bahasa slang yang sudah ada sebelumnya.Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/dialektika.v3i2.518
PENGEMBANGAN MODUL MEMBACA KRITIS DENGAN MODEL INSTRUKSI LANGSUNG BERBASIS NILAI KARAKTER
Abstract: The aims of this study to develop character-based module to improve critical reading skill integrated into a direct instruction model. According to the result of interview with teachers and students quesionnaire, there are no learning materials that taught critical reading explicitly in class X, SMAN 1 Lembang. The critical reading materials are developed on the module by direct instruction model, who presented in four phase: (1) orientation, (2) description of the material, (3) activity, (4) self-exercise. The methods of this study are adapted from Dick, Carey, and Carey method (2009), who presented nine phase. The result of judgement expert is 96%, one-to-one trials judgement is 92%, and field trials is 89%. The other result with used onegrup pretest-posttest stated that the module could raise the critical reading skill of student.Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan bahan ajar modul berbasis nilai karakter untuk meningkatkan kemampuan membaca kritis siswa dengan menggunakan model pembelajaran instruksi langsung. Berdasarkan hasil wawancara dan angket kebutuhan, tidak tersedia bahan ajar yang secara khusus meningkatkan keterampilan membaca kritis di kelas X, SMAN 1 Lembang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian hasil adaptasi dari metode Dick, Carey, dan Carey (2009). Bahan ajar yang dikembangkan menghasilkan produk modul dengan penyajian materi membaca kritis menggunakan model instruksi langsung hasil adaptasi, yang mencakup empat tahapan, antara lain: (1) orientasi, (2) uraian materi, (3) aktivitas, dan (4) latihan mandiri. Hasil validasi ahli dan praktisi menunjukkan rata-rata skor 96%, uji coba perseorangan dengan skor 92%, dan uji coba lapangan sebesar 89%. Hasil pengujian lain menggunakan onegrup pretest-posttest menunjukkan bahwa modul membaca kritis model instruksi langsung berbasis karakter mampu meningkatkan kemampuan membaca kritis siswa.Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/dialektika.v3i2.518
NASKAH USADA SEBAGAI KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT BALI
Abstract: Bali has a long tradition of usada, also known as Balinese traditional healing. This practice continues until today. Since ago, usada is very famous and popular in Balinese life. It is proved by a number of manuscripts which written in palmleaf using Balinese language and script, called lontar usada. This article aimed at researching the usada treatment and knowing the type and system of Balinese medical knowledge as expressed in usada Bali. To support the understanding about the topic, data gathered through observation and qualitative method with inventarisation, description, and study of contents. In this article, we will discuss primary data of usada, especially collections of lontar usada in the Faculty of Letters of Universitas Udayana, Bali and Gedong Kirtya. From the result of this study obtained some important items. First, the Balinese as the owner of tradition continues to maintain Bali usada, both the manuscripts and science, as prosperity of local knowledge. Second, there are many types of usada treatment depending on the kind of sickness involved. Thus highlighting our belief that the knowledge of traditional medicines and herbal cures in Bali preserved very well. Third, usada treatment was done for diseases suffered by children and adults, including the treatment for pregnant women and childbirth. There are also usada to treat the mental illnesses, leprosy, and black magic. In sum, usada becomes the reference system for the people of Bali in maintaining health and the local wisdom of traditional medicines and cures because the medicine were mostly using flora, fauna, and spells.Abstrak: Masyarakat Bali memiliki tradisi usada sebagai tradisi pengobatan. Praktik pengobatan ini berlanjut hingga kini. Sejak dahulu usada sangat terkenal dan populer di dalam kehidupan masyarakat Bali. Hal itu dibuktikan oleh banyaknya manuskrip yang ditulis di atas lontar dalam bahasa dan aksara Bali yang disebut dengan lontar usada. Tujuan artikel ini mengungkap perobatan dalam usada, mengetahui jenis, dan sistem pengetahuan perobatan masyarakat Bali. Untuk mendukung pemahaman dalam kajian ini digunakan metode kualitatif dengan inventarisasi, deskripsi, dan kajian isi. Dalam artikel ini dibahas data primer usada, terutama koleksi lontar Fakultas Sastra Universitas Udayana dengan tambahan data dari Gedong Kirtya. Dari hasil kajian ini diperoleh beberapa hal penting. Pertama, usada Bali sebagai kekayaan pengetahuan lokal dipelihara masyarakat Bali sebagai pemilik tradisi, baik lontarnya maupun pengetahuannya. Kedua, khazanah usada merupakan sistem pengobatan yang sangat beragam. Oleh sebab itu, masyarakat Bali memelihara kekayaan pengetahuan lokal ini dengan baik. Usada ini sangat beragam jenisnya tergantung jenis penyakitnya. Ketiga, pengobatan penyakit diperuntukkan bagi anak-anak dan orang dewasa, termasuk pengobatan perempuan hamil dan melahirkan. Ada juga usada untuk penyakit jiwa, penyakit lepra, dan penyakit orang yang terkena black magic. Kesimpulannya bahwa usada menjadi sistem acuan bagi masyarakat Bali dalam menjaga kesehatan dan menjadi kearifan lokal dalam pengobatan penyakit yang sebagian besar menggunakan flora, fauna, dan mantra.Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/dialektika.v3i2.518
WAHDATUL WUJUD DALAM PUISI INDONESIA MODERN: MENDISKUSIKAN PUISI-PUISI EMHA AINUN NADJIB
Absract: By the early of the 17th century, the Malay-Indonesian poetry began with a controversial issue of tasawuf, that of the wahdatul wujud concept. In the Malay-Indonesian literature, the issue has been reproduced ever since with all the controversy, to the Indonesian literature in modern times, one of which is articulated by Emha Ainun Nadjib. This writing discusses the articulation of that concept in the poetry of Emha Ainun Nadjib, by researching the forms of articulation and answering the question of original and novelty about this concept in his poems. Furthermore, it will also be discussed whether the concept contains speculative ideas or mystical experience. Finally, it is concluded that in Nadjib’s poems, speculative ideas mingled with the expression of mystical experience. With this conclusion, the sustainability of the concept in the modern Indonesian poetry is also an effort to further expand and enrich the depth of its meaning.Abstrak: Puisi Melayu-Indonesia dimulai dengan isu tasawuf yang kontroversial di awal abad ke-17, yaitu faham wahdatul wujud. Dalam sastra Melayu-Indonesia, isu ini direproduksi dari abad ke abad dengan segala kontroversinya, sampai sastra Indonesia di zaman modern yang salah satunya diartikulasikan Emha Ainun Nadjib. Tulisan ini mendiskusikan artikulasi faham wahdatul wujud dalam puisi-puisi Emha Ainun Nadjib, dengan melihat bentuk-bentuk artikulasinya berikut apa yang orisinal dan apa pula yang baru dalam puisi-puisinya menyangkut isu ini. Selain itu, didiskusikan apakah wahdatul wujud dalam puisi Emha Ainun Nadjib mengandung gagasan spekulatif ataukah pengalaman mistis? Tulisan ini menunjukkan bahwa dalam artikulasi wahdatul wujud Emha Ainun Nadjib, gagasan spekulatif berbaur dengan ekspresi pengalaman mistis. Dengan itu semua, kesinambungan isu tersebut dalam puisi Indonesia modern adalah juga usaha untuk lebih memperluas dan memperkaya kedalaman maknanya. Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/dialektika.v3i2.530
ISTILAH-ISTILAH DALAM EKONOMI ISLAM : UPAYA MEMPERKAYA KHAZANAH KOSA KATA BAHASA INDONESIA
Abstrac: Indonesia\u27s relationship with Arab countries has existed since long ago. The relationship is well established in the field of trade and religious matters. Through its relationship, many benefits have been obtained to both Indonesia and Arab countries. Moreover, in the current time the Islamic economy has grown in Indonesia. The Islamic economy is developed from the Islam believes. The Islamic believes are mostly used Arabic. That is why many terms in the Islamic economics is derived from Arabic. Those terms some of them are absorbed in the Indonesian language. Therefore, the absorption of Arabic into Indonesian language course can be enriched Indonesian vocabulary. Some terms in the Islamic economics among them are a contract (agreement), “murābahah” (buying and selling), “musyārakah” (trade unions), “istisnā’” (buying and selling but the goods did not exist). Besides ‘aqad” (contract), there is also a term “ijrah” which has the same meaning, namely agreements. Although it has the same meaning, both are used in a different context. The word “akad” (contract) is an agreement between two or more persons with “ijab kabul” (agreement) based on the “syarak” provisions impacting object. Meanwhile, word “ijarah” is an agreement in terms of the lease. Finding those terms, it can be said that the decision of absorbing the Islamic economics terms attempting to enrich the Indonesian vocabulary. Abstrak: Hubungan Indonesia dengan negara Arab telah terjalin sejak dahulu. Hubungan tersebut terjalin baik dalam bidang perdagangan maupun keagamaan. Hubungan tersebut memberikan manfaat yang diperoleh baik oleh Indonesia maupun negara Arab. Terlebih lagi pada saat ini telah berkembang perekonomian Islam di Indonesia. Perekonomian Islam berkembang dari ajaran agama Islam. Ajaran Islam banyak yang menggunakan bahasa Arab. Untuk itu, banyak istilah dalam ekonomi Islam yang berasal dari bahasa Arab. Istilah-istilah tersebut beberapa diantaranya diserap di dalam bahasa Indonesia. Dengan begitu, terjadi penyerapan dari bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia yang tentu saja dapat memperkaya khazanah kosa kata bahasa Indonesia. Beberapa istilah tersebut ialah akad (perjanjian), murābahah (jual beli), musyārakah (serikat dagang), istisna’ (jual beli tetapi barang belum ada). Selain kata akad, terdapat juga istilah ijrah yang memiliki makna yang sama, yakni perjanjian. Meskipun memiliki makna yang sama, keduanya digunakan dalam konteks yang berbeda. Kata akad adalah perjanjian antara dua orang atau lebih dengan ijab kabul berdasarkan ketentuan syarak yang berdampak pada obyeknya. Sementara itu, kata ijarah adalah perjanjian dalam hal sewa menyewa. Melihat istilah-istilah tersebut, dapat dikatakan bahwa langkah penyerapan dalam bidang ekonomi Islam merupakan sebuah upaya untuk memperkaya khazanah kosa kata bahasa Indonesia. Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/dialektika.v2i2.3625