Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Not a member yet
153 research outputs found
Sort by
PENERAPAN STRATEGI CATALISTING DALAM MENULIS PARAGRAF PROSESUAL
Abstract:: Writing is one of language competencies that must be mastered by students. The basic type of writing is paragraph. But there are still many students who have not been able to write their ideas into procesual paragraph. This paper shows the research, which is conducted to know significant differences between writing procesual paragragh of students who use catalisting strategy and conventional strategy. This study is a quasy-experimental research using Nonequivalent Control Group Design. The data about writing procesual paragraph is collected with rubric assessment. Based on research and discussion that have been held, the average score of experiment class is 86,5 and the average score of control class is 72,5. It shows that the average score of group using catalisting strategy is higher than the average of group with conventional strategy.Abstrak: Menulis merupakan salah satu kemampuan berbahasa yang harus dikuasai oleh mahasiswa. Adapun jenis tulisan yang paling dasar adalah menulis paragraf. Namun masih banyak mahasiswa yang belum mampu menuangkan ide dan gagasannya ke dalam bentuk paragraf salah satunya paragraf prosesual. Tulisan ini merupakan penjabaran dari penelitian yang bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan antara menulis paragraf prosesual yang diajarkan dengan menggunakan strategi catalisting dengan mahasiswa yang diajarkan melalui strategi konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan menggunakan ancangan Nonequivalent Control Group Design. Data tentang menulis paragraf prosesual diperoleh dengan menggunakan rublik penilaian menulis paragraf. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, diperoleh skor rata-rata kelas eksperimen adalah 86,5 dan skor rata-rata kelas kontrol adalah 72,5. Hal ini menunjukkan bahwa skor rata-rata kelompok yang diajarkan dengan strategi catalisting lebih tinggi dari skor rata-rata kelompok yang diajarkan dengan strategi konvensional. Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/dialektika.v3i2.518
Tipe-Tipe Kalimat Majemuk Setara dalam Bahasa Jawa Ngoko
Abstract: This study aims to describe the types of the structure and relationship between clause of compound sentences in the lowest level Javanese. Compound sentence is a sentence that has parallel clause relationship, equal, or not having a subordinate clause. Data are obtained from the intuition of researcher as Javanese speakers and listening to Javanese conversations. Data analysis was performed by the distributional techniques to identify the structures and identity techniques to clarify the constituents. The results obtained is that the compound sentence consists of two main things. The ones which based on its structure consist of four types, namely: (1) Subject Predicate (Object) (Complement) (Adverb) + SP(O) (C) (A) + SP(O)(C)(A), (2) SP1 + P2 + P3, (3) P1 + S1P2 (+ P3), and (4) S1P1 + S2. While the others which based on the relationship clause, consist of five types, namely: (1) the sum relationship, (2) the choice relationship, (3) the resistance relationship, (4) the excessive relationship, and (5) the continuous relationship. Keywords: clauses relationship, compound sentence, distributional techniques, identification techniques, the lowest level of Javanese Abstrak: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tipe-tipe struktur dan hubungan antarklausa kalimat majemuk dalam bahasa Jawa ngoko. Kalimat majemuk adalah kalimat yang hubungan klausanya paralel, sama atau tidak memiliki klausa bawahan. Data diperoleh dari intuisi peneliti sebagai penutur bahasa Jawa serta menyimak percakapan yang berlangsung dalam bahasa Jawa. Data dianalisis menggunakan teknik distribusi untuk mengidentifikasi struktur dan teknik identitas untuk memperjelas konstituen. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah pada kalimat majemuk terdapat dua hal yang utama, yang berdasarkan struktur terdiri atas empat jenis, yaitu: (1) Subyek Predikat (Obyek) (Pelengkap) (Keterangan) + SP(O) (Pel) (Ket) + SP(O)(Pel)(Ket), (2) SP1 + P2 + P3, (3) P1 + S1P2 (+ P3), and (4) S1P1 + S2. Sementara itu, yang berdasarkan hubungan klausa, terdiri dari lima jenis, yaitu: (1) hubungan penjumlahan, (2) hubungan pilihan, (3) hubungan perlawanan, (4) hubungan berlebihan, dan (5) hubungan yang terus menerus atau berkesinambungan. Kata Kunci: hubungan klausa, kalimat majemuk, teknik distribusi, teknik identifikasi, bahasa Jawa ngoko
Analisis Gaya Bahasa dan Latar Belakang Sosial Budaya dalam Cerita Lisan Refleksi Karya Prie G.S.
Abstract: There are many traditional oral literature which is nuanced of reflection is no longer known by people, eventhough this kind of literature anthropologicaly was formed by people tradition. It means that in the oral literature there are values which had been embraced by the owners. Even, many of the oral literature form have myth. The reflective text of an Indonesian humanist, Prie GS, can be categorized as spoken literary discourse by the author through the well known radiobroadcasts such as “Smart” in Jakarta, Manado, Palembang, Medan, Surabaya, Makasar, Jaya Pura, Banjarmasin, Samarinda, Balikpapan, and “Sindi Kasih Semarang”. This study used qualitative method. Qualitative method is known as a research prosedure to result description analysis in the form of words from thr reflection text of Prie GS whis is the research object. The result shows that (a) The story is simply and not simply expressed whic can be seen from the forming of the figure of speech.. (b) The most dominant figure of speeches used are personification, allution, and methaphore. Keywords: reflection; figure of speech act; historical value; social value Abstrak: Banyak sastra tradisi lisan yang bernuansa refleksi tidak lagi dikenal masyarakat, padahal bentuk sastra ini dipandang secara antropologis dibentuk oleh tradisi masyarakat. Ini berarti sastra lisan di dalamnya terdapat nilai-nilai yang pernah dianut oleh masyarakat penciptanya. Bahkan, banyak di antara bentuk sastra lisan itu yang memiliki mitos. Teks reflektif hasil karya budayawan Indonesia bernama Prie GS dapat dikategorikan sebagai wacana susastra yang dilisankan oleh pengarangnya melalui siaran-siaran radio terkenal seperti pemancar radio Smart di Jakarta, Manado, Palembang, Medan, Surabaya, Makasar, Jaya Pura, Banjarmasin, Samarinda, Balikpapan dan Radio Sindi Kasih Semarang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Metode kualitatif dipahami sebagai suatu prosedur penelitian untuk menghasilkan uraian deskriptif berupa kata-kata dari teks refleksi karya Prie GS yang menjadi objek penelitian ini. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini adalah (a) Kisah cerita diungkapkan dengan cara yang lugas dan tak lugas hal itu tampak dalam penciptaan gaya bahasa; (b) Penggunaan gaya bahasa yang menonjol adalah gaya bahasa personifikasi, alusi, dan metafora. Kata Kunci: refleksi; gaya bahasa; nilai budaya; nilai sosial
Pengaruh Penggunaan Media Gambar Berseri terhadap Kemampuan Menulis Narasi Peserta Didik Sekolah Menengah Pertama (SMP)
Abstract: The purpose of this study was to determine how the use of media images influence on the ability to write narrative series. This research is a quantitative experiment using a single experimental class and the control class as a comparison. Subjects were students of class VIII SMP IT Darus-Sholihin Sawangan as many as 32 students. Collecting data in this study using a test instrument board. Conclusions from this research that the use of media images affect the ability to write narrative series learners class VIII SMP IT Darus-Sholihin sawangan. In testing the hypothesis at the 5% significance level obtained t > t table (2.27> 1.75), so Ho refused and H1 accepted. So the hypothesis significantly verified and accepted. Thus concluded there are significant media use picture series on narrative writing skills of students. Average narrative writing skills of students who use the media image series (73.43) is higher than that using the conventional method (64.68) Keywords: Media Image Serial; Narrative Writing; Influence Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan media gambar seri terhadap kemampuan menulis narasi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif eksperimen dengan menggunakan satu kelas eksperimen dan satu kelas kontrol sebagai pembanding. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas VIII SMP IT Darus-Sholihin Sawangan Depok sebanyak 32 siswa. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan instrument tes tulis. Simpulan dari hasil penelitian ini bahwa penggunaan media gambar seri mempengaruhi kemampuan menulis narasi peserta didik kelas VIII SMP IT Darus-Sholihin Sawangan Depok. Dalam pengujian hipotesis pada taraf signifikansi 5% diperoleh thitung > ttabel (2,27 > 1,75) , dengan demikian Ho ditolak dan H1 diterima. Sehingga hipótesis teruji kebenarannya dan secara signifikan diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan terdapat pengaruh penggunaan media gambar seri terhadap kemampuan menulis narasi siswa. Rata-rata kemampuan menulis narasi siswa yang menggunakan media gambar seri (73,43) lebih tinggi dari pada yang menggunakan metode konvensional (64,68). Kata Kunci: media gambar berseri; menulis narasi; pengaruh
LEGENDA KBO IWA : ASAL-USUL DANAU BATUR DI BALI
Abstract: This paperstudies the Bali legend that is the former of Lake Batur. The background story of this legend is the story of Kbo Iwa. Based on the study f Olrix Epic Law, the story of Kbo Iwa is found in all laws except the fifth and sixth i.e. the opposing state law and the legal skeleton of twin brothers. Typically the name "batur" refers to something early and holy related to the source of living water. Geography Lake Batur is associated with Tirta Empul Pool providing the holy water, the largest water source in Bali Island. The sanctity of the lake is marked with the oral tradition of Bhakti Pakelem which obliges local communities to implement a regular basis. The tradition is carried out on the lake and in the mountains to keep the balance of life because the word "batur" in addition to marking the lake is also to mark the mountain and marking Pura Ulun Danu Batur. Thus, the former of the lake cannot be separated from the meaning of the mountain and temple positions. Although, the nature of the legend as other legends does not relate to things that are sanctified, the story of Kbo Iwa can be said to be a rationale importance of the water resources. Abstrak: Tulisan ini mencoba mengakaji legenda di pulau Bali yaitu asal-usul Danau Batur. Kisah yang menjadi latar legenda ini adalah kisah Kbo Iwa. Berdasarkan kajian Hukum Epik Olrix, Kisah Kbo Iwa terdapat semua hukum kecuali hukum kelima dan keenam yakni hukum keadaan yang berlawanan dan hukum anak kembar kerangka. Secara khas nama “batur” mengacu pada sesuatu yang awal dan suci yang berhubungan dengan sumber air kehidupan. Geografi Danau Batur berhubungan dengan pemandian Tirta Empul yang mengeluarkan air suci, sumber air terbesar di pulau Bali. Kesucian danau tersebut ditandai tradisi lisan Bhakti Pakelem yang mewajibkan masyarakat sekitar melaksanakannya secara rutin. Tradisi itu dilaksanakan di danau dan di gunung untuk menjaga keseimbangan kehidupan karena kata “batur” selain untuk menandai danau juga untuk menandai gunung dan menandai Pura Ulun Danu Batur. Dengan demikian, asal usul danau Batur tidak dapat dilepaskan dari pemahaman terhadap posisi gunung dan posisi pura tersebut. Walaupun, sifat legenda sebagaimana legenda lainnya tidak berhubungan dengan hal-hal yang disucikan, kisah Kbo Iwa dapat dikatakan menjadi latar belakang pemikiran pentingnya sumber air. Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/dialektika.v2i2.3628
Membangkitkan Motivasi Belajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) Melalui Media Komik
Abstract: This research used a qualitative method with case study approach. The aim of this research is to describe the use of media comic to raise the motivation to learn in learning Indonesian for Foreign Speakers (BIPA) at Trisakti University Language Center. One of the biggest problems facing the BIPA learning is learning motivation of participants. There are many reasons the participants are less motivated to learn BIPA, one of which is a boring classroom atmosphere. One thing we know to raise the motivation to study participants is to give something extraordinary and new in BIPA learning, especially among participants adolescence and early adulthood. The results showed that comics can be used efficiently to generate motivation to learn BIPA participants. Therefore, the use of comics into learning will have the same impact with the use of the method of learning the game in BIPA. It provides a pleasant atmosphere in the classroom. Comics are not just entertaining and engaging participants, but also there are many reasons to use it in teaching BIPA. Keywords: universal pragmatism; motivation; comic; media; BIPA Abstrak: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan penggunaan media komik untuk membangkitkan motivasi belajar pada pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di Pusat Bahasa Universitas Trisakti Jakarta. Salah satu masalah terbesar yang dihadapi dalam pembelajaran BIPA ialah motivasi belajar peserta. Banyak alasan peserta kurang termotivasi dalam belajar BIPA, salah satunya adalah suasana kelas yang membosankan. Salah satu yang dapat membangkitkan motivasi belajar peserta adalah dengan memberikan suatu hal yang luar biasa dan baru di dalam pembelajaran BIPA, terutama di antara peserta usia remaja dan dewasa awal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komik dapat digunakan secara efisien untuk membangkitkan motivasi belajar peserta BIPA. Oleh karena itu, penggunaan komik ke dalam pembelajaran akan memiliki dampak yang sama dengan penggunan metode permainan di dalam pembelajaran BIPA. Hal tersebut memberikan atmosfer yang menyenangkan di dalam kelas. Komik tidak hanya menghibur dan menarik peserta, tetapi banyak manfaat menggunakannya di dalam pembelajaran BIPA. Kata Kunci: motivasi; komik; media; BIPA
KETAATAN DAN PELANGGARAN IKLAN TELEVISI TERHADAP PRINSIP KERJA SAMA
Abstract: Speech is always based on a specific purpose. It happens on an ad. Ads will not exist without a message. The message can be showed in the blended form of verbal and nonverbal messages. Verbal messages in the television advertising are in the form of conversation, while the nonverbal messages can include images, color, and sound. Each speech can be assumed that there is cooperation between the speaker and the opponent. The cooperation in speech by Grice-called principles of cooperation. However, in practice it is common the speaker violating the principle. The Television ads are also violating the maxim agreed by the principles of cooperation. However, the television advertising for the certain restriction also remains obedient to the maxims. The Violations in television advertising are actually implied by the advertiser so that the potential customers are interested in and believe in their products with the hope of taking them. Abstrak: Tuturan selalu dilandasi maksud tertentu. Demikian halnya dengan sebuah iklan. Iklan tidak akan ada tanpa adanya pesan. Pesan yang disampaikan dapat berbentuk perpaduan antara pesan verbal dan pesan nonverbal. Dalam iklan televisi pesan verbal berupa percakapan, sedangkan pesan nonverbal dapat berupa gambar, warna, dan bunyi. Setiap pertuturan dapat diasumsikan terdapat kerja sama antara penutur dan lawan tutur. Kerja sama dalam pertuturan oleh Grice disebut prinsip kerja sama. Namun, dalam pelaksanaannya tidak jarang penutur melanggar prinsip kerja sama tersebut. Iklan televisi juga banyak melanggar maksim yang dicanangkan oleh prinsip kerja sama. Namun, iklan televisi dalam batas-batas tertentu juga tetap taat pada maksim-maksimnya. Pelanggaran dalam iklan televisi sebenarnya ada yang diimplikasikan oleh pengiklan agar calon konsumen tertarik dan percaya kepada produknya dengan harapan akan mengkonsumsinya. Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/dialektika.v2i2.3624
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS NARASI (EKSPERIMEN PADA SISWA KELAS V MI TAUFIQURRAHMAN 1 DEPOK)
Abstract: This paper attempts to look at the effect of the use of learning media on the ability to write narrative . Instructional media used is the projected media and media image series. The method used is the experimental method of data analysis using t-test . The findings based on the analysis of data using normality test and homogeneity test , followed by calculation of the t test at significance level = 0.05 and degrees of freedom (df ) = n1 + n2 - 2 , obtained t ttable of 7.469 and 2.001 . This suggests that thitung greater than ttable ( 7.469 > 2.001 ) . Thus , it was concluded that the working hypothesis ( Ha ) is accepted , which means there is a significant difference between the use of learning media to the ability to write narrative. Abstrak:Tulisan ini mencoba melihat pengaruh penggunaan media pembelajaran terhadap kemampuan menulis narasi. Media pembelajaran yang digunakan adalah media yang diproyeksikan dan media gambar seri. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan analisis data menggunakan Uji t. Hasil temuan berdasarkan analisis data menggunakan uji normalitas dan uji homogenitas yang dilanjutkan dengan perhitungan Uji t pada taraf signifikansi = 0,05 dan derajat kebebasan (dk) = n1 + n2 – 2, diperoleh thitung sebesar 7,469 dan ttabel sebesar 2,001. Hal ini menunjukkan bahwa thitung lebih besar dari ttabel (7,469 > 2,001). Berdasarkan itu, hipotesis kerja (Ha) diterima sehingga dapat disimpulkan terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara penggunaan media pembelajaran terhadap kemampuan menulis narasi. Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/dialektika.v2i2.362
PERBANDINGAN GAYA BAHASA PADA PUISI “IBU” KARYA MUSTOFA BISRI DENGAN LIRIK LAGU “KERAMAT” KARYA RHOMA IRAMA
Abstract: This study was aimed to describe the comparison of the figurative language of the poetry “Ibu” (Mother) by Mustafa Bisri and the lyric of the song "Keramat” (Sacred) by Rhoma Irama. The method used in this study was qualitative, namely researchers involved in the situation and the phenomenon being studied. The results showed the similarities and differences of the figurative language in the poetry "Ibu” (Mother) and the song "Keramat” (Sacred). It could be seen from the figurative language on each selection word – both of the poet and song composer used the natural expression. The difference lies in the function of the using of the natural expression. If Mustafa Bisri used the natural expression to describe the sacrifice of a mother or a picture of a mother admiration, while Rhoma Irama used its natural expression on refusing r criticizing to the wrong social behavior This research also explained the structure that built the poem (ibu)and the lyric (Keramat). Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan gaya bahasa dari puisi “Ibu” karya Mustofa Bisri (MB) dan lirik lagu “Keramat” karya Rhoma Irama (RI). Metode yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah kualitatif, yaitu peneliti dilibatkan dalam situasi dan fenomena yang sedang dipelajari. Selain menjelaskan struktur yang membangun kedua puisi itu, hasil penelitian menunjukkan adanya persamaan dan perbedaan gaya bahasa pada puisi “Ibu” dan lirik lagu “Keramat”. Kesamaannya terlihat dari gaya bahasa pada tiap pilihan katanya, keduanya sama-sama banyak menggunakan istilah alam sedangkan perbedaannya terletak pada fungsi dari istilah alam yang digunakan. Jika MB menggunakan istilah alam untuk menggambarkan pengorbanan seorang ibu atau sebagai gambaran kekaguman akan keagungan seorang ibu, sedangkan RI memposisikan istilah alam yang digunakannya sebagai bentuk penolakan atau kritikannya kepada perilaku masyarakat yang keliru. Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/dialektika.v2i2.362
UNIVERSAL PRAGMATICS: MEMPERTIMBANGKAN HABERMAS DALAM PENELITIAN LINGUISTIK
Abstract: The aim of this writing was to describe the Habermas theoretical dimension named the universal pragmatics and its contribution in linguistic-especially, critical linguistic-research. In this research, this writer used the library research concerning to the Habermas philosophical and critical ideas. The result showed that, firstly, the universal pragmatics was part of Frankfurt School critical theory which influenced almost all of Habermas social and philosophical thinking. Secondly, the universal pragmatics was the new epistemological basis of pragmatics as science. And thirdly, Habermas tried to enlarging the pragmatics as not the only historical-hermeneutics, but also critical-reflective science. Abstrak: Tulisan ini bertujuan mendeskripsikan dimensi teoretis teori Pragmatik Universal yang dikembangkan oleh Habermas dan sumbangan yang diberikannya bagi penelitian linguistik terutama linguistik kritis. Dalam mewujudkan tujuan tersebut, penulis mengkaji sejumlah literatur yang terkait dengan ide pemikiran filosofis dan pemikiran kritis dari Habermas. Hasil penelitian ini menunjukkan tiga hal. Pertama, teori pragmatik universal merupakan bagian dari Teori Kritis yang dikembangkan Mazhab Frankfurt yang mempengaruhi hampir seluruh pemikiran sosial dan filsafat dari Habermas. Kedua, teori pragmatik universal merupakan usaha Habermas untuk memberikan dasar epistemologis dari disiplin pragmatik sebagai sebuah ilmu. Ketiga, melalui teori pragmatik universal ini, Habermas mencoba mengembangkan pragmatik tidak lagi sebagai ilmu yang semata-mata bersifat historis-hermeneutis, melainkan juga bersifat kritis-emansipatoris. Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/dialektika.v2i2.3623