Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Not a member yet
    153 research outputs found

    GAYA BAHASA DALAM KUMPULAN PUISI HUJAN BULAN JUNI KARYA SAPARDI DJOKO DAMONO

    No full text
    Abstract: This paper describes the language style in the collection of poetry of Hujan Bulan Juni by Sapardi Djoko Damono. With descriptive method and analytic approach, the poems’s Sapardi Djoko Damono are interpreted based on its language styles. The results of this study show that overall there are nineteen kind of language styles which is used by Sapardi, namely metaphor, personification, allegory, hyperbole, litotes, paradox, climax, anticlimactic, hypalase, erotesis, ellipsis, sinekdoke, alliteration, asonansi, epizeukis, anafora, mesodiplosis, and epanalepsis. The style of language that often appears in this collection of poetry is the style of comparison that includes personification, metaphor, and allegory. The effect of using the language style is to make writer ideas and emotions more real.   Abstrak: Tulisan ini mendeskripsikan gaya bahasa pada kumpulan puisi Hujan Bulan Juni karya Sapardi Djoko Damono. Dengan metode deskriptif serta pendekatan analitik, puisi-puisi karya Sapardi Djoko Damono ini dimaknai dan ditafsirkan berdasar gaya bahasanya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Secara keseluruhan terdapat sembilan belas gaya bahasa, yaitu metafora, personifikasi, alegori, hiperbola, litotes, paradoks, klimaks, antiklimaks, hipalase, erotesis, elipsis, sinekdoke, aliterasi, asonansi, epizeukis, anafora, mesodiplosis, dan epanalepsis. Adapun gaya bahasa yang sering muncul dalam kumpulan puisi ini adalah gaya bahasa perbandingan yang mencakup personifikasi, metafora, dan alegori. Efek yang ditimbulkan dari penggunaan gaya bahasa tersebut adalah membuat gagasan dan emosi lebih nyata. Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/dialektika.v4i2.7451

    MODEL KOMUNIKASI POLITIK RIDWAN KAMIL DI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM: KAJIAN SOSIOLINGUITIK

    No full text
    Abstract: Political communications can be done by using the selection of speech code in accordance with  its purposes and functions. This study aims to find and describes instances, functions, and patterns of speech code which is selected  by Ridwan Kamil in his Instagram\u27s political communication as mayor of Bandung . The data are collected via observation method and other advanced techniques such as uninvolved conversation observation technique, documentation technique, and writing technique. The data are analyzed using Miles and Huberman analysis model, contextual method, and comparative method. The instance of  Ridwal Kamil’s speech code selection in political communication in Instagram were 1) intra-code in English, formal Indonesian, and Sundanese; 2) code switching in the form of code switching, register switching , and variety switching ; 3) code mixing in the form of  interpolation of word, phrase, clause, word-idiom, and word-phrase. The patterns of speech code selection of Ridwan Kamil in political communication was vertical pattern. The function of speech code selection were  individual, cultural, communal and educational. Abstrak: Komunikasi politik dapat dilakukan dengan menggunakan pilihan kode tutur sesuai dengan tujuan dan fungsinya. Tujuan penelitian ini menganalisis wujud, pola, dan fungsi pilihan kode tutur Ridwan Kamil sebagai Wali kota Bandung dalam komunikasi politik di Instagram. Data dikumpulkan dengan metode simak menggunakan teknik simak bebas  libat cakap (SBLC), teknik dokumentasi, dan teknik catat. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model analisis Miles dan Huberman, metode padan, dan metode kontekstual. Wujud pilihan kode tutur Ridwan Kamil dalam komunikasi politik di Instagram meliputi 1) tunggal kode dan variasinya yang berupa kode  Inggris, kode Indonesia ragam formal, dan kode Sunda; 2) alih kode yang berupa alih bahasa, alih register, dan alih ragam; serta 3) campur kode yang berupa penyisipan kata, frasa, klausa, kata-idiom, dan kata-frasa. Pola pilihan kode tutur Ridwan Kamil dalam komunikasi politik adalah pola vertikal. Fungsi pilihan kode tutur meliputi fungsi personal, kebudayaan, kemasyarakatan, dan pendidikan. Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/dialektika.v4i2.5540.

    NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM NOVEL BERTOKOH DAHLAN ISKAN DAN PEMANFAATANNYA SEBAGAI BAHAN AJAR TEKS NOVEL

    No full text
    Abstract: This paper shows the intrinsic elements that construct the novels Dahlan Iskan as main character; the educational value of the character in the novels Dahlan Iskan as main character; and utilization as a teaching materials of novel in High School. Methods used in this research is qualitative of content analysis with structural literary approach. The main data source is novel “Sepatu Dahlan” and “Surat Dahlan” by Khrisna Pabichara. Based on analysis the intrinsic elements of the novel form a coherent unity; the educational value of the character in the novel consisted of 16 values; and the results of the analysis used to compile teaching materials of novel in High School in the form of enrichment book of knowledge.   Abstrak: Tulisan ini memperlihatkan tiga hal, yakni unsur yang membangun novel bertokoh Dahlan Iskan; nilai pendidikan karakter dalam novel bertokoh Dahlan Iskan; dan pemanfaatannya sebagai bahan ajar teks novel di SMA/MA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif analisis isi dengan pendekatan sastra struktural. Sumber data utama dalam penelitian ini adalah novel Sepatu Dahlan dan Surat Dahlan karya Khrisna Pabichara. Hasil analisis menunjukkan unsur pembangun novel membentuk kesatuan yang padu; nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam novel terdiri atas 16 nilai; dan hasil analisis dimanfaatkan untuk menyusun bahan ajar novel di SMA/MA dalam bentuk buku pengayaan pengetahuan. Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/dialektika.v4i1.700

    BIDADARI DAN SI PENGGODA REPRESENTASI TOKOH-TOKOH PEREMPUAN DALAM NOVEL STUDENT HIDJO

    No full text
    Abstract: This paper examines the representation of women characters in the novel “Student Hidjo” (SH) and how the world of movement affects Mas Marco Kartodikromo in creating his female characters. In his depiction of the female character, Marco uses the European (Dutch) and the Javanese, or in post colonial terms the West (Dutch) and East binary opposition. By re-reading this literary work, it appears that Marco portrayed the native female character as angel while the Dutch female character as vampish. Marco also shows that European woman is not always perfect, independent, and superior, while the native woman is not always weak, ignorant, left behind, dan only thinking about the affairs of love (household).   Abstrak: Tulisan ini akan mengulas bagaimana representasi tokoh-tokoh perempuan dalam novel Student Hidjo (SH) dan bagaimana dunia pergerakan mempengaruhi Mas Marco Kartodikromo dalam menciptakan tokoh perempuan. Dalam menggambarkan tokohnya, Marco menggunakan oposisi binner Eropa (Belanda) dan Jawa atau dalam istilah pascakolonial Barat/Timur. Melalui hasil re-reading terhadap karya tersebut tampak bahwa Marco mencitrakan perempuan pribumi sebagai bidadari sedangkan perempuan Belanda sebagai si penggoda. Lewat Student Hidjo Marco memperlihat bahwa perempuan Eropa tak selamanya sempurna, mandiri, dan superior sedangkan perempuan pribumi tak selalu lemah, bodoh, tertinggal, dan hanya memikirkan urusan cinta (rumah tangga). Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/dialektika.v4i1.700

    AWALAN ME-/MEN-/MENG- + S- ATAU MENG-?

    No full text
    Abstract: Description of morphological processes involving the verbal prefix me-/meN- in the Indonesian grammars have a long story. Traditionally, me- was described as changing in its form into meng- when followed by a base which begins with vowels, k, g, h, and kh; into mem- when folllowed by t and d; into men(y) when followed by s, sy, c, and j; remaining as me- when followed by m, n, ny, ng, l, r, w, and y. In the process, the initial p, t, l, and s are lost and the fate of the bases is no longer discussed. In this presentation it will be argued that not only prefixes but bases also entitled to more than one allomorph, changing the initial p, t, k, and s of the base into their respective homorganic nasals. This argument is supported by the occurrence of allomorphs like –masang, -nulis, -nguras, dan –nyapu in reduplication. Hypenation in written words like me-masang, me-nulis, me-nguras, and me-nyapu are also proofs of the allomorphic existence. Abstrak: Deskripsi proses morfologi yang bersangkutan dengan awalan verba me-/meN- dalam tata bahasa Indonesia mempunyai sejarah yang cukup panjang. Secara tradisional, me- diperikan sebagai awalan yang berubah bentuknya menjadi meng- ketika diikuti bentuk dasar yang berawal vokal, k, g, h, dan kh; menjadi mem- jika diikuti p, b, dan f; menjadi men- jika diikuti t dan d, menjadi men(y) ketika diikuti s, sy, dan j; tetap sebagai me- ketika diikuti m, n, ny, ng, l, r, w, dan y. Dalam proses itu p, t, k, dan s awal hilang atau luluh dan nasib kata/bentuk dasar tidak dihiraukan lagi. Dalam paparan di bawah ini diajukan argumen bahwa tidak hanya awalan tetapi juga kata/bentuk dasar mempunyai kemungkinan untuk memiliki lebih dari satu kata/bentuk dasar menjadi sengauan homorgan masing-masing. Argumen ini ditopang, misalnya, oleh kahadiran alomorf atau bentuk seperti –masang, -nulis, -nguras, dan nyapu dalam kata ulang. Penggunaan tanda hubung (-) dalam kata tertulis pada akhir baris seperti me-masang, me-nulis, me-nguras, dan me-nyapu juga menjadi bukti adanya alomorf-alomorf tersebut.   Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/dialektika.v4i2.7681

    PEMBELAJARAN MEMBACA PEMAHAMAN DENGAN STRATEGI THE COGNITIVE ACADEMIC LANGUAGE LEARNING APPROACH (CALLA) BERBASIS KEARIFAN LOKAL SISWA

    No full text
    Abstract: The reading ability of Indonesian society is still low due to the low interest and reading habit. CALLA-based strategy of cognition by not forgetting aspects of metacognition can make students more precise in understanding a text in depth. Materials, media, and tests based on local wisdom are also expected to improve reading comprehension. This type of research is mixed methods with explanatory design. The sample of this research is taken with purposive purpose of two class, that is VII. 1 for the experimental class and VII.2 control class. The results of this study indicate that the implementation of CALLA strategy based on local wisdom in learning to read comprehension shows can increase student\u27s interest to improve comprehension of reading. Similarly, the students\u27 reading comprehension test results also show a significant improvement in the experimental class with CALLA strategies based on local wisdom. A significant level of effectiveness of reading comprehension learning with CALLA strategy based on local wisdom is 0.000 which means> α 0.05. That is, learning comprehension reading with CALLA strategy based on local wisdom is effective. The results of interviews and observations of teacher and student activities seen the influence of CALLA strategy based on local wisdom that makes students more enthusiastic and active in learning. Thus, CALLA strategy based on local wisdom is effective in improving students\u27 reading comprehension skills. Abstrak: Kemampuan membaca masyarakat Indonesia masih rendah karena minat dan kebiasaan membaca yang rendah. Strategi CALLA berbasis kognisi tanpa melupakan aspek metakognisi dapat menjadikan siswa lebih tepat dalam memahami teks secara mendalam. Materi, media, dan tes yang diberikan berbasis kearifan lokal juga diharapkan dapat meningkatkan kemampuan membaca pemahaman. Penelitian ini memanfaatkan metode campuran dengan rancangan explanatory design. Sampel penelitian diambil dengan teknik purpose sampling dua kelas, yaitu VII.1 sebagai kelas eksperimen dan VII.2 sebagai kelas kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan stategi CALLA berbasis kearifan lokal dapat meningkatkan minat siswa untuk meningkatkan pemahaman. Hasil tes kemampuan membaca pemahaman siswa juga menunjukkan peningkatan yang signifikan pada kelas eksperimen. Tingkat signifikan keefektifan pembelajaran membaca pemahaman dengan strategi CALLA berbasis kearifan lokal mencapai 0,000 yang berarti > α 0,05. Artinya, pembelajaran membaca pemahaman dengan strategi CALLA berbasis kearifan lokal efektif. Hasil wawancara dan observasi aktivitas guru dan siswa pun menunjukkan bahwa metode ini membuat siswa lebih antusias dan aktif dalam pembelajaran. Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/dialektika.v4i2.6152.

    BENTUK TUGAS DAN EVALUASI EMPAT KETERAMPILAN BERBAHASA PADA BAHASA INDONESIA UNTUK PENUTUR ASING (BIPA)

    No full text
    Abstract : This paper is a part of research and development. The result, for listening skills, forms of duties and tests can be listened to elections, listening comprehensively and listening broadly. For speech skills, the tasks and tests are imitative, intensive, listening, responsive, interpersonal and broader speaking. For reading skills, the form of tasks and tests are intensive reading of short text. For writing skills, the form of the task and the test is to write an artificial, intensive or controlled, self-writing, literary display, and actual writing. To assess the tasks and tests of listening and reading, can use the assessment based on the number of correct answers. Conversely, to determine the aspects to be assessed and job scoring and speaking test can be used Brown and Ur concepts, namely accents, structure, vocabulary, pity, and understanding. To determine the aspects to be assessed and job scoring and writing tests can be used the concept of Brown and Jacob et al, namely content, organization, discourse, language, and mechanics. In conclusion, the task form can be aligned with the test form.   Abstrak : Penelitian ini membahas bentuk-bentuk tugas  dan evaluasi empat keterampilan berbahasa BIPA. Hasilnya, untuk keterampilan menyimak, bentuk tugas dan tesnya dapat menyimak pemilihan, menyimak menyeluruh, dan menyimak luas sedangkan  keterampilan berbicara, bentuk tugas dan tesnya  adalah tiruan, intensif, mau mendengarkan, tanggapan, antarperseorangan dan berbicara lebih luas.  Bentuk tugas dan tes untuk keterampilan membaca adalah membaca intensif yang teksnya singkat dan untuk keterampilan menulis, bentuk tugas dan tesnya  adalah menulis tiruan, intensif atau terkontrol, menulis sendiri, mempertontonkan tulisan, dan menulis sebenarnya. Untuk menilai tugas dan tes menyimak dan membaca, dapat menggunakan penilaian berdasarkan jumlah jawaban yang benar. Sebaliknya, untuk penilaian  dan penskoran tugas dan tes berbicara dapat digunakan konsep Brown dan Ur, yakni aksen, struktur, kosakata, kepasihan, dan pemahaman sedangkan untuk  menulis dapat digunakan konsep Brown dan Jacob et al, yakni isi, organisasi, wacana, bahasa, dan mekanik. Kesimpulannya, bentuk tugas dapat diselaraskan dengan bentuk tes. Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/dialektika.v4i2.6260

    MODEL MATERI AJAR BERBICARA BAHASA SUNDA UNTUK PENUTUR NON-SUNDA MELALUI PENDEKATAN KOMUNIKATIF

    No full text
    Abstract: This study aims to profoundly examine about: (1) Sundanese speaking teaching materials for non-Sundanese speakers in accordance with the needs of teachers and learners of Sundanese, at Seventh grade of Junior High School (Sekolah Menengah Pertama, SMP) in SMP Negeri 1 Depok, West Java, Indonesia; (2) the design of Sundanese language teaching materials that suit to the needs of teachers and learners by adapting the A1 level of European Common Reference Framework. The result of this paper is the design model of teaching material that reflecting the needs of teachers and learners, including the topic needed in each chapter.   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara mendalam tentang: (1) materi ajar Berbicara Bahasa Sunda bagi penutur non-Sunda yang sesuai dengan kebutuhan pengajar dan pemelajar Bahasa Sunda di kelas VII SMP Negeri 1 Depok dan (2) rancangan materi ajar Berbicara Bahasa Sunda yang sesuai kebutuhan pengajar dan pemelajar dengan mengadaptasi Kerangka Umum Acuan Eropa level A1. Penelitian ini menggunakan pendekatan komunikatif dengan metode penelitian pengembangan. Hasil penelitian berupa pengunitan model materi ajar Berbicara Bahasa Sunda untuk kelas VII berdasarkan hasil analisis kebutuhan pengajar dan pemelajar di SMPN 1 Depok. Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/dialektika.v4i1.699

    TIPE PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA)

    No full text
    Abstract: This study aimed to describe the type of Indonesian language learning implemented in SMA Negeri 1 Ciawi, Social Class X. Qualitative method is employed in this research in order to describe the research object. The technique used to collect data was questionnaire, observation or direct observation in the classroom, and conduct interviews. The results showed that the type of Indonesian language learning that took place at SMA Negeri 1 Ciawi, Social Class X is integrative type. Integrative type is a type of language learning in which students do not just learn the language, but everything they learned in school are applied in everyday life. Through the questionnaire knows as much 67% students show a positive attitude towards Indonesian language. In addition, strengthened by the result of observations show seven teachers\u27 activities also led to a positive attitude towards Indonesian. Abstrak: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tipe pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas X IPS SMA Negeri 1 Ciawi. Metode deskriptif kualitatif digunakan dalam penelitian ini bertujuan untuk memaparkan objek penelitian tanpa memanipulasi data. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah penyebaran angket, pengamatan atau observasi di kelas, dan melakukan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tipe pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas X IPS SMA Negeri 1 Ciawi yaitu tipe integratif.  Tipe integratif mengarah pada pembelajaran bahasa yang membentuk sikap positif bahasa. Melalui angket diketahui bahwa 67% siswa menunjukkan sikap positif terhadap bahasa Indonesia. Demikian juga dengan angket guru, yakni sebanyak tujuh guru melakukan proses pembelajaran bahasa yang mengaraj pada tipe integratif. Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/dialektika.v4i1.700

    KONSTRUKSI GENDER PADA NOVEL PEREMPUAN BERKALUNG SORBAN KARYA ABIDAH EL KHALIEQI

    No full text
    Abstract: This paper shows the gender construction in the novel “Perempuan Berkalung Sorban” (PBS) – The Veil Neck Woman (VNW) by Abidah El Khalieqi. The method used in this paper is a qualitative description. Based on the analysis, there are two gender constructions in the text, namely the religion and community constructions. Both are interconnected so that it makes biased between religion and society. The gender construction and patriarchal culture make women vulnerable to the violence, which are in the novel VNW including rape, sexual abuse/sexual and emotional harassment, veiled violence, acts of beating, and physical attacks that occurred in the household. Abstrak: Tulisan ini memperlihatkan konstruksi gender dalam novel Perempuan Berkalung Sorban (PBS). Metode yang dipakai dalam tulisan ini ialah deskripsi kualitatif. Berdasarkan analisis terdapat dua kontsruksi gender yang terdapat dalam teks, yaitu konstruksi yang dibangun agama dan konstruksi yang dibangun oleh masyarakat. Keduanya saling berhubungan sehingga konstruksi tersebut menjadi bias antara agama dan masyarakat. Konstruksi gender dan budaya patriaki tersebut membuat perempuan rentan terhadap kekerasan, yang dalam novel PBS diantaranya tindak perkosaan, pelecehan seksual/sexual and emotional harassment, kekerasan terselubung, tindakan pemukulan, dan serangan fisik yang terjadi dalam rumah tangga. Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/dialektika.v2i2.3629

    0

    full texts

    153

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇