Jurnal PENELITIAN
Not a member yet
    101 research outputs found

    Strategi Etnografi dalam Implementasi KMA 183 Tahun 2019 pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Madrasah

    Get PDF
    National education has a function of developing cognitive, affective and psychomotor aspects, as well as the formation of noble personality as a dignified nation's identity. Global changes that are very quick to demand the world of education to respond and adjust to compiling a curriculum that is able to adopt these changes, one that must adjust to the madrasa curriculum. In the KMA regulates graduation standards, core competencies (KI), and basic competencies (KD) for the field of Hadith Qur'an Studies, Akidah Akhlak, Fiqh, SKI, and Arabic which are the peculiarities of madrasas. The purpose of this study was to analyze the application of the application of ethnographic methods in the implementation of KMA 183 of 2019. One aspect that can be measured using an ethnographic approach is an aspect of attitude. To get valid data quality, ethnographic studies have stages 1) selecting community groups (class), 2) investigating to obtain information, 3) processing and interpreting data, and 4) Finalization of data and compiling reports. This research has implications for the application of ethnography in the implementation of KMA 183 of 2019 in PAI learning in madrasah. It is expected that more madrassas are expected to use ethnography to do the size of the quality of attitude. 

    Implementasi Pendidikan Multikultural sebagai Adaptasi Pesantren Bali Bina Insani di Daerah Minoritas Muslim

    Get PDF
    There are non-Muslim teachers in the formal education institutions of the BBI Islamic Boarding School. Non-Muslim (Hindu) teachers pass their knowledge on to their students, all of whom are farmers, because the students live in boarding schools. So, in terms of human resources, these farmers do have a multicultural education in various religions. This multicultural education practice is clearly reflected in the management of human resources of the faculty, staff and other educational components. This research is a field study and the author uses a qualitative approach in this research. The authors set the research location in Tabanan, a boarding school in Bina Insani, Bali. The author chose this location because the Bina Insani Islamic Boarding School in Bali is an example of interfaith multicultural education. Based on an analysis of all available literature data, our results show that multicultural education at the Bina Insani Bali Islamic Boarding School aims to instill tolerant attitudes and behaviors among religious people. Pesantren also want to teach students the beauty of tolerance for other religions. Multicultural education at Pesantren Bina Insani (PBBI) Bali is characterized by the presence of elements of education that rely on students and educators as individuals or groups to represent (represent) the community. multiple cultures. Identity is related to the attitude of a person or group of people. They influence each other based on their identity, which includes interactions between different and different cultures

    Harmonisasi Sosial Perkotaan: Telaah Probabilitas Konflik pada Tradisi Bangun Sahur atas Regulasi Pengeras Suara Masjid

    Get PDF
    Realitas masyarakat urban dengan heterogenitas tinggi memunculkan probalititas polemik horizontal yang beragam, seperti topik mengenai terusiknya ruang privasi individu. Representasi fenomena tersebut tercermin pada salah satu aktivitas tradisi komunitas muslim, yakni membangunkan sahur pada bulan Ramadan. Pergeseran nilai substansial yang terjadi dalam habituasi ini, yang awalnya sarat dengan nilai kultural menjadi cenderung serampangan, akibat penggunaan pengeras suara (loudspeaker), khususnya di masjid secara berlebihan. Topik menarik ini memancing Penulis untuk mengulik bagaimana akseptasi regulasi pengeras suara masjid oleh Bimas Islam Kemenag RI di masyarakat perkotaan terhadap pelaksanaan tradisi bangun sahur Ramadan. Penelitian ini dilakukan dengan analisis kualitatif dengan orientasi kajian literatur. Penulis akan mengeksplorasi fenomena terkait eksistensi budaya bangun sahur dari masa ke masa, yang dikoneksikan dengan realitas multikultural masyarakat perkotaan. Tulisan ini bertujuan untuk memaparkan probabilitas konflik yang terjadi seputar operasional pengeras suara masjid secara eksesif, khususnya pada aktivitas bangun sahur Ramadan di lingkup spektrum perkotaan. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa resolusi konflik yang terjadi seputar problem ini dapat diatasi dengan dialog secara inklusif antar elemen masyarakat. Temuan interaksi yang proporsional dan tepat akan mengarahkan publik perkotaan pada bilik kesepahaman kordial dan harmonisasi sosial

    REALITAS KEBERAGAMAAN GURU MADRASAH DI KUDUS (Respon Guru Madrasah di Kudus dalam Menyikapi Fenomena Guru non-Muslim Mengajar di Madrasah)

    Get PDF
    Penelitian ini timbul dari fenomena guru non-Muslim mengajar di Madrasah yang sedang viral di media sosial, tujuan dari penelitian ini adalah dalam rangka mengetahui secara empiris bagaimana paradigma keberagamaan guru Madarsah di Kudus serta respon mereka terhadap fenomena guru non-Muslim mengajar di Madrasah. Adapun dalam penelitian ini menggunakan metode survei deskriptif yang berusaha mengungkapkan makna dari fenomena atau gejala yang terjadi. Pengumpulan data yang dilakukan menggunakan kuesioner/angket yang berisikan mengenai paradigma keberagamaan yaitu: Ekslusivisme, Inklusivisme dan Pluralisme, serta respon terhadap fenomena apabila terdapat guru non-Muslim mengajar di Madrasah. Kemudian angket disebar melalui google form kepada guru yang mengajar di Madrasah kota Kudus. Terdapat 100 responden yang telah berpartisipasi dalam survei ini. Setelah melakukan analisis data dengan pendekatan kuantitaif ditemukan fakta bahwa paradigma Inklusivisme menjadi paradigma dengan urutan paling banyak mendapat persetujuan, setelah itu paradigma Ekslusivisme dan yang terakhir paradigma Pluralisme. Meskipun guru madrasah di Kudus memiliki paradigma Inklusivisme yang tinggi akan tetapi mereka sebagian besar menolak apabila terdapat guru non-Muslim mengajar di Madrasah. Hal tersebut sungguh mengejutkan peneliti sendiri, karena seharusnya paradigma inklusivisme dapat menghantarkan sikap menerima apabila terdapat guru non-Muslim mengajar di Madrasah

    Sedekah Bumi : Model Kebersyukuran dan Resiliensi Komunitas pada Masyarakat Pesisir Utara Jawa Tengah

    Get PDF
    Sedekah bumi merupakan salah satu tradisi tahunan masyarakat petani di pesisir utara Jawa Tengah yang dilaksanakan setelah panen raya, tepatnya di bulan Dzulqo’dah pada hari weton Kliwon. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui model kebersyukuran dan resiliensi komunitas pada masyarakat Rembang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi melalui wawancara mendalam, observasi dan studi pustaka. Untuk mengantisipasi adanya distorsi data dalam pengumpulan data, dilakukan crosscek data melalui pencocokan hasil interview antar informan dan antara hasil observasi dan kajian pustaka dengan hasil interview. Dari pengkroscekan data, dilanjutkan dengan menganalisis data mana yang memiliki keakuratan yang paling tinggi. Selain itu, analisis juga menggunakan teori resiliensi dan kebersyukuran perspektif psikologi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perayaan sedekah bumi dapat menjadi model untuk meningkatkan kebersyukuran dan resiliensi komunitas. Upacara sedekah bumi memicu peningkatan keyakinan spiritualitas dan kepasrahan kepada Tuhan, kebersyukuran dan resiliensi komunitas. Sedekah bumi merupakan strategi yang dilakukan oleh masyarakat untuk mengantisipasi dan beradaptasi dalam menghadapi trauma, kesulitan, tragedy, ancaman dan semua hal yang menimbulkan stress. Sedekah bumi juga dilakukan sebagai ungkapam syukur masyarakat kepada Tuhan. Bersyukur adalah ungkapan terima kasih setelah seseorang memperoleh kebaikan yang dianggap berharga dan bersifat altruistik

    Penerapan Metode Yanbu’a dalam Meningkatkan Kefasihan Membaca Al Qur’an di Pondok Pesantren Darul Rachman Kudus

    Get PDF
    AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui Implementasi Metode Yanbu’a Dalam Meningkatkan Kefasihan Membaca Al-Qur’an Di Pondok Pesantren Darul Rachman Kajan Krandon Kudus. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah: pertama, Implementasi metode Yanbu’a di Pondok Pesantren Darur Rachman sesuai dengan Visi dan Misi Pondok Pesantren yaitu, Terciptanya santri yang sholeh dan alim dalam masalah diniyyah serta intelek dan adaptif terhadap perkembangan zaman serta dengan misi Menempa santri dalam hal penguasaan diniyyah. Kedua, faktor pendukung keberhasilan implementasi metode Yanbu`a adanya dukungan dari pihak pondok pesantren dalam menerapkan metode Yanbu’a; faktor Keinginan serta motivasi santri untuk bisa dan menguasai bacaan Al-Qur’an secara baik dan benar; lingkungan yang menunjang terlaksananya penerapan metode Yanbu’a di pondok pesantren Darul Rachman. Faktor penghambatnya yaitu pihak pesantren ketika menerima santri baru tidak ada seleksi atau tes baca Al-Qur’an untuk menjadi tolak ukur apakah santri baru itu layak masuk atau bisa diterima atau tidak; kurangnya kegiatan tadarus rutin yang bertujuan sebagai sarana santri dalam mendalami dan memperlancar bacaan Al-Qur’an; faktor dari pribadi santri yang belajar Al-Qur’an tanpa diawasi oleh ustad atau guru yang kompeten; dan santri kurang memiliki kesadaran  bahwa untuk bisa membaca Al-Qur’an merupakan kewajiban bagi seorang muslim. AbstractThis study aims to determine the implementation of the Yanbu'a method in increasing fluency in reading the Qur'an at the Darul Rachman Kajan Krandon Kudus Islamic boarding school. This research was conducted using a qualitative approach. Data collection techniques using the method of observation, interviews and documentation. The results of this study are: first, the implementation of the Yanbu'a method at Darur Rachman Islamic Boarding School in accordance with the Vision and Mission of the Islamic Boarding School, namely, the creation of sholeh and pious santri in the problem of diniyyah and intellect and adaptive to the times and with the mission of forging students in terms of Diniyyah mastery. Second, the supporting factors for the successful implementation of the Yanbu`a method are the support from the boarding schools in implementing the Yanbu'a method; the desire and motivation factor of the students to be able to and master the recitation of the Al-Qur'an properly and correctly; an environment that supports the implementation of the Yanbu'a method in Darul Rachman Islamic boarding school. The inhibiting factor is that when the pesantren accepts new students, there is no selection or reading test of the Al-Qur'an to become a benchmark for whether new students are eligible to enter or can be accepted or not; the lack of routine tadarus activities which aim as a means for students to deepen and expedite the reading of the Al-Qur'an; the personal factor of the santri who learns the Qur'an without being supervised by a cleric or a competent teacher; and students lack the awareness that being able to read the Al-Qur'an is an obligation for a Muslim

    Wisata Halal Trend Baru Industri Pariwisata Korea Selatan

    Get PDF
    Sekarang, pengembangan dan peningkatan industri pariwisata dimulai karena permintaan pasar yang besar untuk menciptakan daya saing yang kuat di dunia internasional. Ini tidak jauh dari industri pariwisata internasional yang semakin kompetitif dengan basis dalam memahami minat dan kebutuhan masyarakat. Selain itu, banyak negara non-Muslim telah memicu pariwisata halal. Makalah ini ditulis untuk memeriksa dan menilai perkembangan industri pariwisata berdasarkan Travel Halal dan ramah Muslim di Korea Selatan, yang menjadi saingan industri di dunia internasional. Selain itu, Korea Selatan adalah negara non-halal yang pada dasarnya memiliki kebutuhan minimal komunitas non-Muslim, seperti kuliner, hotel ramah Muslim, fashion, dan atraksi dan tujuan yang memiliki unsur halal atau sesuai dengan gaya Muslim. Data dalam artikel ini diperoleh dari tinjauan literatur dari jurnal ilmiah, manuskrip yang diterbitkan, situs web resmi organisasi, dan artikel berita sesuai dengan penelitian yang akan dibuat. Industri pariwisata harus memperhatikan beberapa aspek gaya hidup halal seorang Muslim. Yaitu makanan di restoran halal, akomodasi halal yang termasuk hotel atau resor halal, termasuk transportasi halal. Fasilitas halal dengan tempat ibadah atau ruang sholat di setiap hotel, bandara atau tempat umum lainnya. Negara gingseng membuktikan dengan meningkatnya keberadaan negaranya melalui bidang pariwisata. Spesifikasinya adalah pariwisata ramah Muslim atau Perjalanan Halal. Maka dengan ini, tentu saja membuka jendela untuk menjadi lebih baik, yaitu dengan Pemerintah banyak kerja sama dengan warga negara Muslim untuk meluncurkan pengembangan wisata halal

    Pendidikan Nilai dalam Pembelajaran PAI dan Implikasinya terhadap Perkembangan Moral Siswa (Studi Kasus di SMA I Bae Kudus)

    Get PDF
    Penelitian ini difokuskan pada implemntasi pendidikan nilai dalam mata pelajaran PAI di SMA Negeri I Bae Kudus dan implikasinya terhadap perkembangan moral siswa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Metode kualitatif digunakan karena metode ini dapat menjawab permaslahan yang telah ditentujan secara komprehensif. Selain itu dengan metode ini akan diperoleh data yang lebih lengkap, lebih mendalam, kredibel dan bermakna. Adapun hasil penelitiannya adalah bahwa Pembelajaran PAI di SMA I Bae Kudus diarahkan untuk mencapai standar kompetensi yang mencakup aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Dan Pembelajaran nilai melalui mata pelajaran PAI memberi dampak bagi perkembangan moralitas siswa yang tercermin dalam perilaku keberagamaan mereka. Salah satu indikator yang dapat diukur adalah adanya perubahan dan kemajuan dalam perilaku keberagmaan siswa, seperti peningkatan komitmen keberagamaan siswa, tumbuhnya kepedulian social kepada sesama serta ketaatan dalam menjaga etika pergaulan

    Strategi Penyuluhan Berbasis Scientific Approach sebagai Upaya Preventif Pernikahan Dini (Studi Deskriptif pada Siswa MA Sultan Fattah Sukosono Kedung Jepara)

    Get PDF
    Tujuan dari penelitian ini adalah : 1) untuk mengetahui strategi penyuluhan berbasis scientific approach sebagai upaya preventif Pernikahan Dini; dan 2) untuk mengetahui respon siswa mengenai praktik Pernikahan Dini. Objek penelitian dalam studi ini adalah berupa proses pembelajaran berbasis saintifik pada siswa MA Sultan Fatah Jepara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analisis. Instrument penelitian yang digunakan yaitu observasi dan kuisioner. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) tahapan penyuluhan berbasis scientific approach mengenai Pernikahan Dini dan dampaknya  adalah; observing, questioning, experimenting; dan communicating. Hasil kuisioner tentang perspektif remaja/siswa MA Sultan Fatah Jepara atas fenomena Pernikahan Dini dan dampak negatifnya menunjukkan prosentase 84,3%  yang berarti siswa sangat setuju bahwa praktik Pernikahan Dini sangat  merugikan dan berimbas pada segala aspek kehidupan pasangan remaja. Dampak negatif praktik pernikahan dini juga  berimbas pada seluruh aspek kehidupan pasangan remaja termasuk aspek kesehatan, ekonomi, sosial, dan pendidikan

    Implikasi Paedagogis Alquran Surat Luqman Ayat 13-19 Tentang Materi Dasar Pendidikan Agama Islam

    Get PDF
    AbstractAl-Quran Surah Luqman Verses 13-19 has the scientific signals related to the basic material of Islamic education. This study aimed to determine the pedagogical implications about the material of Islamic education, which existed in Al-Quran Surah Luqman Verses 13-19. This research is a qualitative descriptive/literature review based on the revelatory approach of the Al-Quran Surah Luqman Verses 13-19. This study has two types of data called the primary data from Al-Quran and the interpretation of Surah Luqman Verses 13-19. The secondary data are taken from various written sources such as papers, magazines, educational literature, and several sources which closely related to this research. The data analysis techniques are carried out by processing, categorizing, interpreting and drawing conclusions. The primary material of Islamic education in Al-Quran Surah Luqman verses 13-19 includes faith education about the prohibition of committing syiriq to Allah, the morals towards parents, and others, the worship education which concerns the command to perform prayers, the social education includes orders to love kindness, to hate the badness, and must always be patient in life. The basic material of Islamic education can be applied in family education to form the development of the spiritual, emotional, and social intelligence of the children. Keywords: Al-Quran Surah Luqman, The Basic Material of Islamic EducationAbstrakAl-Quran Surat Luqman Ayat 13-19 mengandung isyarat ilmiah tentang materi pendidikan agama islam. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana implikasi paedagogis tentang materi dasar pendidikan agama islam yang terkandung dalam Al-Quran Surat Luqman Ayat 13-19.  Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif/telaah kepustakaan berdasar pada pendekatan kewahyuan dari Al-Quran Surat Luqman Ayat 13-19. Terdapat dua jenis data dalam penelitian ini yakni data primer berupa ayat Al-Quran dan kitab-kitab tafsir Al-Quran Surat Luqman Ayat 13-19, dan data sekunder dari berbagai sumber tertulis seperti makalah, majalah, literatur pendidikan, dan beberapa sumber pendukung yang terkait dengan penelitian ini. Teknik pengolahan data dilakukan dengan pemrosesan, pengkategorian, penafsiran dan penarikan kesimpulan. Materi dasar pendidikan agama islam yang terkandung dalam Al-Quran Surat Luqman Ayat 13-19 meliputi materi pendidikan keimanan berupa larangan berbuat syirik kepada Allah, adab terhadap orang tua, akhlak terhadap orang lain, pendidikan ibadah yang menyangkut perintah mendirikan shalat dengan sempurna, pendidikan sosial yang meliputi perintah untuk beramar makruf nahi munkar dan perintah untuk senantiasa bersikap sabar. Materi dasar pendidikan islam tersebut dapat diterapkan dalam pendidikan keluarga untuk membentuk perkembangan kecerdasan spiritual, emosional, sosial anak secara ideal. Kata Kunci:  Al-Quran Surat Luqman, Materi Dasar  Pendidikan Isla

    92

    full texts

    101

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal PENELITIAN
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇