Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF)
Not a member yet
769 research outputs found
Sort by
PEMODELAN PENINGKATAN KUALITAS SISTEM INFORMASI AKADEMIK DENGAN MENGGUNAKAN STANDAR ISO 9126
Sistem Informasi Akademik (SIA) dirancang sebagai layanan olah data kegiatan akademik di Perguruan Tinggi yang dapat dipergunakan dari, oleh dan untuk civitas akademika. Dengan penerapan layanan SIA, berbagai tugas dan pekerjaan civitas akademika yang dilakukan secara manual, sekarang bisa dikerjakan oleh komputer secara otomatis. Namun demikian, penerapan SIA di Perguruan Tinggi mengalami berbagai permasalahan. Permasalahan penerapan SIA adalah masih lemahnya kualitas SIA itu sendiri. Lemahnya kualitas SIA memberi dampak terhadap penurunan pemanfaatan SIA sebagai layanan olah data. Identifikasi dari permasalahan SIA adalah belum tersedianya cara yang tepat dalam peningkatan kualitas SIA. Penelitian ini membangun sebuah model peningkatan kualitas SIA dengan menggunakan standar kualitas. Model peningkatan kualitas SIA menyediakan basis yang sangat penting sebagai dasar peningkatan layanan olah data kegiatan akademik di Perguruan Tinggi berdasar standar kualitas. Standar kualitas merupakan kesepakatan berbagai pakar sebagai acuan kerja/pola kerja meningkatkan kualitas, salahsatunya adalah ISO 9126. Standar ISO 9126 dikembangkan dalam usaha identifikasi atribut-atribut kualitas SIA. Pelaksanaan atribut-atribut kualitas dipercaya sebagai solusi peningkatan kualitas SIA
PENGEMBANGAN MODEL INFORMATION TECHNOLOGY (IT) GOVERNANCE PADA ORGANISASI PENDIDIKAN TINGGI MENGGUNAKAN COBIT4.1 DOMAIN DS DAN ME
Pentingnya peran teknologi informasi, terbatasnya sumber daya teknologi informasi (Information Technology /IT) yang tersedia serta relatif besarnya biaya yang dibutuhkan untuk memanfaatkan teknologi informasi dalam organisasi menjadi latar belakang perlunya panduan/tata pamong yang mengatur pengelolaan teknologi informasi agar keberadaan teknologi informasi tersebut tidak menjadi beban bagi organisasi tetapi mampu memberikan manfaat dan dukungan yang optimal bagi proses bisnis organisasi.Penelitian ini akan dilakukan kajian bagaimana seharusnya desain tata kelola IT dengan menggunakan framework COBIT 4.1, domain Deliver and Support (DS) serta domain Monitor and Evaluate (ME). DS merupakan salah satu dari empat domain pada COBIT yang menitikberatkan pada area delivery layanan IT, dan ME adalah domain yang berfokus pada masalah monitoring dan evaluasi layanan IT. Proses desain tata kelola IT dimulai dengan menentukan critical success factor (CSF) dari sasaran IT institusi, pengukuran tingkat kematangan pengelolaan IT saat ini (current), analisa gap serta analisa resiko untuk mengidentifikasi prioritas dari tiap proses IT. Berdasarkan seluruh rangkaian proses tersebut akan dibuat rekomendasi perbaikan proses IT sesuai dengan pencapaian tingkat kematangannya. Hasil penelitian ini adalah desain tata kelola untuk proses-proses IT pada domain DS dan ME pada framework COBIT, yang diharapkan cukup sesuai bagi organisasi Pendidikan Tinggi X
DESAIN PARAMETER SISTEM OPTICAL TRACKING UNTUK ROKET LAPAN
Tulisan ini membahas desain parameter sistem optical tracking untuk peluncuran roket. Desain parameter ini meliputi jarak optic atau kamera dengan titik peluncuran, kecepatan awal roket, dan kecepatan sudut untuk sumbu pitch dan yawing system kamera. Hasil simulasi yang diperoleh menunjukkan nilai minimum kecepatan sudut pitch motor kamera adalah 25 deg/sec dengan jarak ke titik peluncuran 50 m. Pembesaran optik kamera diasumsikan satu kali, kecepatan sudut kamera ini dapat direduksi dengan memperjauh jarak ke titik luncur. Hasil desain dan simulasi ini akan digunakan sebagai acuan untuk rancangbangun prototype system optical tracking roket
REALTIME DATA AKUISISI BERBASIS USB-FIFO UNTUK SISTEM DOPPLER TRACKING ROKET
Tulisan ini membahas hasil pengembangan data akuisisi untuk prototipe sistem radio Doppler tracking roket. Signal radio Doppler pada frekuensi band UHF yang diukur mempunyai frekuensi hingga 3 KHz, sehingga memerlukan akuisisi data secara realtime dengan kecepatan tinggi untuk dapat mengukur kecepatan roket. Analog-to-digital converter adalah ADC0820 8 bit parallel yang digunakan untuk akuisisi data dan melalui USB-FIFO dapat langsung dikirim ke PC dengan cepat. Hasil yang diperoleh menunjukkan prototipe ini mempunyai kecepatan sampling 400 KHz secara realtime ke PC. Spesifikasi ini cukup untuk memproses signal Doppler dan telah dimanfaatkan untuk sistem pengukur kecepatan peluncuran roket.
ROADMAP IMPLEMENTASI KNOWLEDGE MANAGEMENT
Dalam konteks menjaga eksistensi organisasi, manajemen pengetahuan (Knowledge Management-KM) merupakan kebutuhan bagi setiap organisasi. KM sendiri sejatinya dapat diartikan sebagai sebuah tindakan sistematis untuk mengidentifikasi, mendokumentasikan, dan mendistribusikan segenap pengetahuan yang relevan kepada setiap anggota organisasi tersebut, dengan tujuan meningkatkan daya saing organisasi. Ikujiro Nonaka membuat formulasi yang terkenal dengan sebutan SECI atau Knowledge Spiral. Konsepnya bahwa dalam siklus perjalanan kehidupan anggota organisasi, pengetahuan itu mengalami proses yang kalau digambarkan berbentuk spiral, proses itu disebut dengan Socialization - Externalization - Combination – Internalization. KM adalah kegiatan yang kompleks, dan implementasinya tidak dapat membawa dampak positif bagi organisasi jika tanpa perencanaan yang sempurna. Paper ini memperkenalkan metode perencanaan, yaitu 10-langkah knowledge management roadmap. Kesepuluh langkah tersebut adalah: 1) analisis keberadaan infrastruktur; 2). kesejajaran KM dan strategi bisnis; 3). desain infrastruktur KM; 4). audit keberadaan aset pengeathuan dan sistem; 5). desain tim KM; 6). membuat KM blueprint; 7). membangun sistem KM; 8). menggunakan metodologi yang tepat; 9). mengelola perubahan, budaya dan struktur reward; dan 10).evaluasi kinerja, mengukur return of investment. Kesepuluh langkah tersebut dikategorikan dalam empat fase, yaitu: 1). evaluasi infrastruktur; 2). analisis, desain dan pengembangan KM system; 3). sistem penyebaran dan 4).evaluasi. Diharapkan dengan memahami roadmap ini, organisasi akan menerapkan seluruh proses sebagai panduan tahapan strategi manajemen pengetahuan. Perubahan yang terjadi diharapkan berjalan secara soft sehingga tidak terjadi resistensi dari anggota organisasi, dan secara eksternal mampu meningkatkan keunggulan kompetitif
PERANCANGAN SISTEM PAKAR NEURO FUZZY UNTUK PENGENALAN TOKOH WAYANG KULIT PURWA
Wayang kulit purwa merupakan seni pertunjukan tradisi Indonesia yang berjaya pada masa lampau. Seiring dengan perkembangan teknologi hiburan, pertunjukan wayang kulit mulai tergeser. Kecanggihan teknologi tersebut kemudian dianggap lebih modern dan praktis dijangkau oleh masyarakat. Kurangnya ahli dan sedikit sumber informasi tentang wayang kulit purwa menjadi penyebab lain kurangnya minat masyarakat terhadap budaya sendiri. Kondisi ini menjadi masalah bagi perkembangan warisan budaya Jawa karena dapat mengakibatkan kepunahan tradisi. Berdasarkan permasalahan tersebut akan lebih baik jika ada sistem pakar yang dapat memberikan informasi dan mengidentifikasi tentang wayang kulit purwa. Penelitian ini bertujuan untuk membantu menangani masalah tersebut. Sitem pakar ini akan dibangun dengan tujuan mengenali tokoh wayang purwa berdasarkan variabel ciri jenis mata, bentuk hidung, mulut wayang, bentuk mahkota, dan kaki. Sistem pakar ini menerapkan metode neuro-fuzzy dalam basis aturan. Output dari sistem ini adalah menampilkan identifikasi tokoh wayang berdasakan ciri-cirinya. Sistem ini dibangun berbasis website untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses aplikasi ini dimanapun dan kapanpun
SISTEM PAKAR BERBASIS WEB UNTUK MENDIAGNOSA PENYAKIT EPILEPSI DAN PENANGANANNYA MENGGUNAKAN THEOREMA BAYES
Diagnosa penyakit yang dilakukan oleh seorang pakar memiliki kelemahan seiring dengan kelemahan biologis sang pakar. Salah satu teknologi yang dapat menjadi solusi adalah sistem pakar. Sistem pakar adalah sistem yang berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer, agar komputer dapat menyelesaikan masalah seperti yang biasa dilakukan oleh pakar. Penelitian ini berhasil membangun sebuah sistem pakar untuk diagnosa penyakit epilepsi beserta cara penanganannya. Penyakit epilepsi memiliki 18 jenis penyakit dengan jumlah gejala sebanyak 92 gejala. Metode inferensi yang digunakan adalah Forward Chaining dan Theorema Bayes. Metode ini dipilih untuk mengatasi masalah ketidakpastian dalam proses pelacakan. Sistem pakar yang dibangun berbasis web agar memudahkan dalam distribusi sistem. Kinerja sistem diuji dengan membandingkan data rekam medis sebanyak 30 data dengan hasil keluaran sistem. Dari pengujian tersebut dihasilkan 76,67% data rekam medis hasil diagnosanya cocok dengan keluaran sistem, sehingga dapat disimpulkan sistem ini layak untuk digunakan.
APLIKASI DIGITAL MATTING MENGGUNAKAN METODE BAYESIAN APPROACH
Penggunaan aplikasi image processing semakin diminati oleh banyak orang untuk berbagai keperluan. Dari sebuah gambar yang sederhana dapat dibuat gambar yang menarik. Proses matting bertujuan untuk mengambil sebuah atau beberapa bagian dalam gambar yang akan digabungkan dengan gambar lainnya.Dalam penelitian ini dikembangkan aplikasi untuk melakukan proses matting. Proses awal pada aplikasi adalah color quantization untuk membentuk kelompok-kelompok warna yang kemudian akan diproses dengan metode Bayesian dan akan menghasilkan alpha matte dari gambar. Alpha matte ini yang kemudian dipakai untuk menggabungkan gambar asal dengan gambar yang baru. Dari hasil pengujian yang dilakukan, hasil gambar composite sangat dipengaruhi oleh trimap yang dibuat. Kecepatan proses bergantung pada banyaknya unknown region dan juga neighborhood. Untuk ketegasan gambar hasil dipengaruhi oleh minimum variance
EXPERT SYSTEM DENGAN BEBERAPA KNOWLEDGE UNTUK DIAGNOSA DINI PENYAKIT-PENYAKIT HEWAN TERNAK DAN UNGGAS
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan lebih lanjut sistem pakar dengan beberapa knowledge yang pernah dikembangkan sebelumnya, Domain penelitian dikembangkan diharapkan dapat membantu peternak dalam mendiagnosa penyakit pada hewan ternak dan unggas dengan satu buah sistem. Sistem pakar yang dirancang memiliki beberapa basis pengetahuan yang dapat menjadi solusi bagi para peternak karena umumnya para peternak memiliki beberapa jenis binatang ternak secara bersama-sama dalam satu lokasi peternakan.. Target penelitian adalah terwujudnya model sistem pakar yang lebih baik yang memiliki beberapa basis pengetahuan (knowledge) untuk mendiagnosa secara dini penyakit pada hewan ternak dan unggas, diantaranya membantu diagnosa penyakit kambing, ikan lele, dan ayam. Karena diagnosa dilakukan untuk masa dini maka sistem pakar diberi kemampuan untuk menalar penyakit apakah yang terjadi pada seekor ternak dan unggas walaupun belum semua gejala penyakit tersebut dapat terlihat jelas.Hasil penelitian adalah sebuah sistem pakar yang lebih sempurna dengan beberapa knowledge. Metode inferensi menggunakan pendekatan forward chaining. Sistem pakar dilengkapi dengan manajemen ketidak pastian menggunakan Probabilitas Bayes sehingga sistem tetap dapat memberikan hasil kesimpulan walaupun fakta yang dimasukkan oleh pengguna tidak lengkap
OPTIMASI PENGARAHAN PANCARAN KE SATELIT KOMUNIKASI BERBASIS ANTENA ARRAY 10 X 10 ELEMEN DENGAN PENGATURAN PENCATU FASA MENGGUNAKAN ALGORITMA GENETIKA
Pada malakah ini, dikembangkan konsep dasar antena array fasa 10 x 10 elemen dengan mengoptimasi arah pancaran utamanya (elevasi dan azimuth) ke satelit komunkasi yang dituju, dan sekaligus menekan adanya sinyal gangguan yang datang dari arah-arah lain, menggunakan algoritma genetika (AG). Algoritma ini berfungsi untuk mencari nilai koefisien beda fasa pencatu pada setiap elemen antena array, sehingga menghasilkan pola pancaran yang mengoptimasi kualitas sinyal, yakni perbandingan antara level sinyal pada arah satelit komunikasi dan jumlah level-level sinyal pada arah-arah gangguan.Dalam simulasi, elemen antena array diasumsikan sebagai antena isotropis dengan konfigurasi berbentuk planar 10 x 10 elemen, dan jarak antar elemen setengah panjang gelombang. Parameter AG ditentukan: jumlah populasi 100; jumlah generasi 100; probabilitas pindah-silang (cross over) 0,85 dan probabilitas mutasi 0,1.Sebagai ilustrasi, berturut-turut pancaran utama antena diarahkan ke arah satelit (elevasi=0o, azimuth=0o) dengan arah gangguan (40o, 40o); pancaran utama (-30o, -30o) dengan arah gangguan (10o, 10o); pancaran utama (30o, 30o) dengan arah gangguan (-20o, -20o) dihasilkan kualitas sinyal optimal 61,60 dB; 64,55 dB; 64,94 dB.Dari hasil analisa diperoleh kesimpulan, bahwa telah dikembangkan konsep dasar antena array fasa 10 x 10 elemen sebagai pangarahan arah optimum ke satelit komunikasi dan masing-masing menghasilkan kualitas sinyal 61,60 dB; 64,55 dB dan 64,94 dB (di atas 50 dB). Bila diimplementasikan, perlu dipertimbangkan tentang karakteristik propagasi sinyal RF sebenarnya, juga banyaknya elemen antena array yang digunakan dan sistem kontrol pencatuan fasa yang handal