139 research outputs found

    Tinjauan Layout Stan Dan Sirkulasi Pada Bangunan Exhibition Di Jakarta

    No full text
    Salah satu promosi yang efektif dalam memperkenalkan suatu produk ke pasar adalah dengan mengikuti atau mengadakan pameran. Pameran merupakan suatu bentuk usaha jasa pertemuan yang mempertemukan antara produsen dan pembeli, Adapun macam pameran itu adalah : show, exhibition, expo, pekan raya, fair, bazaar, pasar murah. Gedung exhibition di Jakarta saat ini telah banyak bermunculan, mulai dari skala kecil hingga skala besar. Seir ing zamannya, masyarakat telah sadar pentingnya diadakan pameran. Saat Event pameran diadakan; pengunjung stan telah ramai memadati gedung exhibition hal ini berpengaruh pada kenyamanan, baik sirkulasi maupun layout/penataan stan yang ada didalam gedung exhibition. Sehingga terjadinya desak-desakan antara pengunjung. Hal ini sering terjadi karena sempitnya jarak antar stan yang tidak standar dan tidak jelasnya alur sirkulasinya. Gedung exhibition Jakarta International Exhibition (JIE) dan Jakarta Convention Center (JCC) memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing, penulis hanya mengambil 2 (dua) studi kasus menurut tingkat schedule terpadat dan event terbesar. Gedung Jakarta International Expo pada tahun 2014 memiliki agenda sebanyak 66 event baik Nasional maupun Internasional dan Jakarta Convention Center sebanyak 246 event tingkat nasional. sedangkan selain kedua gedung exhibition yang dipilih, gedung yang lainnya memiliki event dibawah JIE dan JCC.One of the effective promotions to introduce a product to market is to follow or exhibit. The exhibition is a form of the business services that bring together a meeting between producers and buyers. The kinds of exhibitions are: show, exhibition, expo, fair, and bazaar. Exhibition buildingin Jakarta today has sprung up, ranging from small scale to large scale. Nowadays, people have realized the importance of the exhibition. When the exhibition event held; crowded booth visitors have filled the exhibition and this affects the comfort for the circulation and layout / arrangement of booths that are in the exhibition building. So there is the stampede among visitors. This often happens because of the narrowness of the distance between nonstandard booth and unclear flow circulation. Exhibition buildings Jakarta International Exhibition (JIE) and the Jakarta Convention Center (JCC) have advantages and disadvantages of each. The author only takes two (2) case studies according to the level of the most populous and largest event schedule. Building Jakarta International Expo in 2014 has an agenda as much as 66 events both nationally and internationally and the Jakarta Convention Center 246 national-level events. Whereas besides the exhibition building is chosen, the other building has an event under JIE and JCC

    Saluran Drainase Dan Trotoar Sebagai Elemen Estetika Koridor Jalan

    No full text
    Elemen estetika kota diantaranya adalah trotoar dan drainase sebagai bagian dari jalan. Sayangnya, perhatian yang diberikan pada trotoar dan drainase jalan raya ini masih rendah. Trotoar dibiarkan rusak, tidak indah, dan dijadikan sebagai tempat parkir atau jalur “alternatif sepeda notor menembus kemacetan”, atau menjadi tempat berdagang pedagang kaki lima. Bahkan juga menjadi tempat menempatkan tiang listrik, telepon atau reklame. Begitu juga dengan drainase jalan raya, dibiarkan kotor, bau dan mampat. Pembersihan dilakukan pada saat musim hujan yang menimbulkan banjir. Namun menjadikannya sebagai salahsatu elemen penting estetika kota, tidak menjadi mainset pengambil Jurnal Arsitektur Universitas Bandar Lampung, Juni 2014 32 kebijakan pembangunan perkotaan. Tentu saja, hal ini harus diubah. Sehingga kebijakan apapun yang diambil terkait dengan trotoar dan drainase dalam kerangka dan sudut pandang bahwa keduanya adalah elemen penting estetika kota sehingga harus diperhatikan dan dijaga dengan baik.City aesthetic elements include sidewalks and drainage as part of the road. Unfortunately, the attention given to the pavement and highway drainage is still low. The sidewalks are left broken, bad, and used as a parking lot or alternative path for “motor bike through traffic jams", or a place for vendors. Even they are also used as a place to put electric poles, telephone or advertisement. Likewise the highway drainage is left dirty, smelly and incompressible. Cleaning is done during the rainy season causing flood. But making it as one of the essential elements of the aesthetics of the city is not the mindset for the urban development policy makers. Of course, this should be changed. Therefore, any policy in relation to the pavement and drainage as the important elements of the aesthetic city must be considered and well maintained

    Eksplorasi Arsitektur Sebagai Salah Satu Metode Dalam Proses Belajar Mengajar Mahasiswa Aktif Di Jurusan Arsitektur Universitas Muhammadiyah Jakarta

    Full text link
    Berkembangnya teknologi dan juga adanya perubahan jaman dari waktu ke waktu tentunya membentuk perubahan yang signifikan dalam berbagai aspek. Salah satunya adalah aspek manusia yang terkait dengan psikologisnya. Manusia yang secara naluriah memiliki sifat penerima segala sesuatu yang dilihat, dirasakan dan juga didengar, tentunya berkembang seiring waktu. Hal ini dikaitkan dengan manusia sebagai makhluk yang selalu haus akan ilmu pengetahuan. Manusia yang dahulunya memang terbentuk hanya untuk mendapatkan ilmu pengetahuan secara searah, saat ini manusia sudah berkembang menjadi lebih kritis, aktif, inovatif, kreatif dan produktif. Secara khusus dalam tulisan ini akan dibahas mengenai manusia secara khusus yaitu mahasiswa, atau siswa yang duduk di bangku perkuliahan. Saat metode monolog sudah dirasa tidak efektif lagi dalam proses belajar mengajar, maka seorang tenaga pendidik atau dikenal dengan dosen harus lebih aktif, kreatif dan inovatif saat menciptakan metode baru yang dirasa lebih menarik dan menantang bagi subyek utamanya yaitu mahasiswa. Pada saat metode monolog mahasiswa berfungsi sebagai obyek yang menerima segala bentuk materi yang diajarkan, maka metode belajar aktif yang lebih cenderung pada metode dialog/ diskusi akan merubah paradigma yaitu mahasiswa tidak lagi menjadi obyek tetapi berubah menjadi subyek utama dalam proses belajar mengajar tersebut.The development of technology and also the change period from time to time, of course, form a significant change in various aspects. One is the psychological aspects of humans. Humans are instinctively recipient for everything seen, felt and heard, certainly evolve over time. This is attributed to humans as beings who are always thirsty for knowledge. Humans who used to gain knowledge in the same direction, this time humans have evolved to become more critical, active, innovative, creative and productive. Specifically, this paper will discuss the students attending lectures. When the monologue method has been found to be ineffective again in the learning process, the lecturers should be more active, creative and innovative when they create new methods more interesting and challenging. In the monologue method, the student serves as an object which accepts all forms of the material being taught, but in the active learning methods using dialogue / discussion will change the paradigm that the student is no longer the object but turned into a subject in the teaching and learning process

    Pengembangan Kawasan Kampung Ikan Ramah Lingkungan Untuk Mendukung Penguatan Ekonomi Kerakyatan

    Full text link
    Penelitian ini merupakan penelitian multi tahun (Tahun 2012 dan 2013) dan dilaksanakan selama 8 (delapan) bulan yakni bulan April sampai November. Pada tahun pertama (tahun 2012) penelitian ditujukan untuk: 1) Mengindentifikasi potensi sumber daya perikanan di Kabupaten Klaten yang dapat dikembangkan untuk pembangkit perekonomian masyarakat. 2) Mengidentifikasi potensi pembudidaya ikan yang terdapat di Kabupaten Klaten. 3) Mengkaji kebijakan dan program Pemerintah Kabupaten Klaten dalam mengembangkan potensi sumber daya wilayah, khususnya potensi perikanan budidaya.4) Menganalisis faktor pendukung dan faktor penghambat Pengembangan Kawasan Kampung Ikan Ramah Lingkungan Untuk Mendukung Penguatan Ekonomi Kerakyatan. 5) Merumuskan draf model Pengembangan Kawasan Kampung Ikan Ramah Lingkungan Untuk Mendukung Penguatan Ekonomi Kerakyatan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui beberapa metode termasuk pengamatan lapangan ( ), site observation wawancara mendalam (indepth interview), diskusi kelompok terarah (focus group discussion), metode simak (documment study) dan metode super impose. Teknik pengambilan sampel akan dilakukan dengan metode purposive sampling dan snowball. Data dianalisis dengan menggunakan metode analisis, yakni: 1) Analisis Sumber Daya Alam untuk menganalisis potensi SDA minapolitan; 2) Analisis Kebijakan menganalisis kebijakan dan program pemerintah dalam pengembangan kawasan minapolitan berbasis UMKM; 3) Analisis Interaktif digunakan pada proses pengumpulan data, reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan (verifikasi). Lokasi penelitian adalah Kabupaten Klaten yang memiliki potensi SDA dan UMKM yang mendukung untuk pengembangan kawasan minapoli penelitian adalah Kawasan Kampung Ikan di Kabupaten Klaten memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai kawasan Budidaya ikan yang meliputi 8 Desa yaitu Desa Daleman, Desa Janji, Desa Jumus, Desa Jeblog, Desa Nganjat, Desa Ponggok, Desa Sidowayah dan Desa Wunut. Dalam pengelolaan kawasan kampung ikan melibatkan masyarakat, pemerintah dan swasta. Upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah terkait dengan kebijakan dan program yang ada di Kabupaten Klaten selama 5 tahun terakhir telah diarahkan pada pengembangan budidaya ikan berbasis masyarakat dan ramah lingkungan. Beberapa faktor yang menjadi pendukung dalam pengembangan kawasan kampung ikan diantaranya upaya pemerintah, kesadaran masyarakat dan adanya peluang kerjasama. Meski demikian masih ada beberapa kendala sebagai faktor penghambat adalah kualitas benih dan hasil budidaya ikan yang belum memenuhi standart pasar internasional dan belum adanya pengendalian harga pakan. Sebagai langkah awal draft Model Pengembangan Kawasan Kampung Ikan Ramah Lingkungan Mendukung Penguatan Ekonomi Kerakyatan yang dirumuskan ENVIRONMENTALLY FRIENDLY INTENSE FISHERIES (EFIF) MODEL atau model perikanan baik dan tepat yang ramah lingkungan.This study is a multi-year (2012 and 2013) and held for 8 (eight) months, i.e. from April to November. In the first year (in 2012), the study aimed to: 1) Identify the potential fishery resources in Klaten that can be developed as a generator of economic activities; 2) Identify the potential fish farmers who are in Klaten; 3) Review the policies and programs of Klaten regency government in developing the potential of the resources area, in particular the potential of cultivation fishery; 4) Analyze the factors supporting and inhibiting factors of the development of sustainable fishing village for supporting the strengthening of people's economy; 5) Formulate a draft model of the development of sustainable fishing village for supporting the strengthening of economic democracy. It is a descriptive study using a qualitative approach. Data collected through several methods includes observation sites, in-depth interviews, focus group discussions, document study, and super impose methods. The sampling technique will be done by the method of purposive sampling and snowball. Data were analyzed by using the analysis method, namely: 1)Natural resources analysis on the potential natural resources; 2) Policy analysis on the government policies and programs in the development of SMEs; 3) Interactive analysis on the process of data collection, data reduction, data display, and conclusion (verification). The location of research is Klaten that have the potential of natural resources and support for the development of SMEs. The results of the study are of fishing villages in Klaten district having the potential to be developed as fish cultivation area covering 8 Jurnal Arsitektur Universitas Bandar Lampung, Juni 2014 10 villages, namely Desa Daleman, Desa Janji, Desa Jumus, Desa Jeblog, Desa Nganjat, Desa Ponggok, Desa Sidowayah and Desa Wunut. The fishing village area management involves the public, government and private sectors. Efforts by the relevant government policies and programs that exist in Klaten district during the last 5 years have been directed towards the development of the community and sustainability-based fish farming. Some of the factors supporting the development of the fishing village area are the government's efforts, public awareness and collaboration opportunities. Yet there are still some obstacles as an inhibiting factor, i.e. the seed quality and the fish cultivation do not meet the international market standards and there is lack of control of feed prices. As a first step the draft of Model Village Area Development Sustainable Fish to Support Strengthening Economic Democracy is ENVIRONMENTALLY FRIENDLY INTENSE FISHERIES (EFIF) MODEL

    Penguatan Sinergi Antara Pasar Tradisional Dan Modern Dalam Rangka Mewujudkan Pemerataan Pembangunan Ekonomi Kerakyatan

    Full text link
    Penelitian ini dilakukan di Kota Surakarta dengan tujuan: 1). Melakukan pemetaan persebaran lokasi pasar tradisional dan modern; 2).Mengkaji klasifikasi pasar tradisional dan pasar modern; 3). Mengkaji lingkup pelayanan pasar tradisional dan pasar modern; 4). Menganalisis manfaat yang akan diperoleh stakeholders pasar tradisional dan pasar modern; 5). Menyusun rekomendasi kebijakan tentang penguatan sinergi antara pasar tradisional dan modern. Berdasarkan tujuan tersebut maka penelitian ini ditargetkan menghasilkan luaran berupa: 1). Menciptakan teknologi tepat guna (TTG); 2). Menyusun Buku ajar berbasis riset; 3). Menyusun artikel di jurnal ilmiah terakreditasi nasional. Penelitian ini menggunakan beberapa metode analisis, yakni: 1) Analisis Spasial untuk pemetaan persebaran pasar tradisional dan pasar modern di Kota Surakarta, 2) Category Based Analysis (CBA) untuk mengklasifikasikan pasar tradisional dan pasar modern di Kota Surakarta. Metode ini menggunakan konsep berdasarkan kategori dan klasifikasi dari obyek yang diteliti, 3) Metode analisis Geographic Information System (GIS), 4) Metode Analisis interaktif yang dikemukakan oleh Miles & Huberman, 2002. Hasil penelitian bahwa persebaran pasar tradisional merata di seluruh Kota Surakarta, meski komoditas dan lingkup layanan berbeda beda. Demikian pula dengan pasar modern, memiliki persebaran yang merata di seluruh kota Surakarta, namun sepanjang Jalan Slamet Riyadi sebagai jalan protokol Kota Surakarta ditempati oleh 5 buah pasar modern dari jumlah keseluruhan 86 pasar tradisional dan modern sebagai fasilitas perbelanjaan. Sedangkan Lingkup pelayanan pasar tradisional dan pasar modern di Kota Surakarta sebagian besar adalah pasar daerah dengan lingkup pelayanan Kota Surakarta dan sekitarnya. Ada beberapa yang mencapai lingkup nasional dan internasional. Rekomendasi kebijakan tentang penguatan sinergi antara pasar tradisional dan modern di Kota Surakarta adalah: 1) Mengubah konfigurasi pelaku-pelaku ekonomi di dalam pasar tradisional; 2) Penyetaraan biaya distribusi barang pada pasar tardisional dan pasar modern, 3) Perlindungan hukum bagi para pedagang pasar tradisional, 4) Monitoring dan evaluasi peraturan daerah yang telah ditetapkan.This research was conducted in Surakarta with the aims of: 1) Mapping the distribution of traditional and modern markets; 2)Assessing the classification of traditional and modern markets; 3) Assessing the scope of services of traditional and modern markets; 4) Analyzing the benefits of traditional and modern market stakeholders; 5)Formulating policy recommendations on strengthening the synergy between the traditional and the modern markets. Based on these objectives, this research is expected to: 1) Create appropriate technology; 2) Compile the research-based teaching book; 3)Develop a scientific article for a national accredited journal. This study uses several methods of analysis, namely: 1) Spatial analysis for mapping the distribution of traditional and modern markets in Surakarta, 2) Category-based analysis (CBA) to classify traditional and modern markets in Surakarta. This method uses the concept by category and classification of the object studied, 3) Methods analysis of Geographic Information System (GIS), 4) Interactive analysis method proposed by Miles &Huberman, 2002. The results show that traditional markets spread evenly throughout the city of Surakarta, although they have different commodities and different services. Similarly, the modern markets spread evenly throughout the city of Surakarta, but along Jalan Slamet Riyadi as a city main street in Surakarta there are 5 modern markets of the total 86 traditional and modern markets as shopping facilities. While the scope of services of traditional and modern markets in Surakarta are Jurnal Arsitektur Universitas Bandar Lampung, Juni 2014 22 mostly local market with the scope of services for Surakarta and surrounding areas. There are some with national and international scope. Policy recommendations on strengthening the synergies between traditional and modern markets in Surakarta are: 1) Change the configuration of economic actors in the traditional markets; 2) Equalization charge distribution of goods on the traditional and modern markets, 3) Legal protection for traditional market traders, 4) Monitoring and evaluation of local regulations that have been issued

    Austronesian Houses: The Architectural Characteristics Linkage Between Batanghari Hulu Traditional Houses with Tanah Datar's Rumah Gadang

    Full text link
    The region of Central Sumatra (West Sumatra, Eastcoast of Sumatra, Bengkulu, and Jambi) has shared history from the kingdom periods of Kantoli (Akhandalapura), Srivijaya, Dharmasraya, Malayupura, Pagaruyung, Johor-Riau, and Jambi-Palembang. The houses in the Batang Hulu region seem to have similarities with the Rumah Gadang in the Rantau and Darekof Tanah Datar areas. There is no research that has tried to study the linkage among them. Therefore, this study tried to investigate theirarchitectural characteristics linkage.The qualitative method is used by the houses characteristics comparing from the data collected in the field. The study resulted a strong indicationofcharacteristics linkage between the houses, in term of space, shape-form, and style

    Pengaruh Perubahan Fungsi Ruang Terbuka Publik Terhadap Kualitas Kawasan Pemukiman Di Sekitarnya

    Full text link
    The public open space is a vital element in a city space, indirectly gives influence towards in surrounding area. It is similar, the presence passive public open space in an area indirectly effects to the area it, so if a change happens the fuction of passive public open hall becomes active public open space there will be also a change in the effect towards the surrounding area. This research focuses on Parang Kusumo Park, one of public open space which its function has changed considerably. It is located in Tlogosari Kusumo village. The increase of people activities in Parang Kusumo Park has evoked many issues in society such as traffic jam and other problem so much disturbs the communities living around the park. This research aims to know how of the changing function of passive public open space into active public open space in Parang Kusumo Park Semarang toward the quality of residential area around it. In this analysis process, the variables that are constructed from the literature review, that will be analyzed by rationalistic quantitative method.This research will show changes the qualities of residential area around Parang Kusumo Park, after the function of Parang Kusumo Park gives most significant influence based on the process, then the conclusion will be drawn. -----Ruang terbuka publik merupakan elemen vital dalam sebuah ruang kota, keberadaannya tidak langsung berpengaruh pada kawasan di sekitarnya. Begitu pula dengan keberadaan ruang terbuka publik pasif dalam suatu kawasan yang secara tidak langsung berpengaruh pada kawasan tersebut, sehingga apabila terjadi perubahan fungsi ruang terbuka publik pasif menjadi ruang terbuka publik aktif maka akan terjadi pula perubahan pada pengaruh yang ditimbulkan pada kawasan di sekitarnya.Penelitian ini berfokus pada taman Parang Kusumo, salah satu ruang terbuka publik yang mengalami perubahan fungsi, berlokasi di Kelurahan Tlogosari Kulon Semarang. Meningkatnya aktivitas masyarakat di taman Parang Kusumo menimbulkan banyak isu yang berkembang di masyarkat yaitu timbulnya kepadatan lalu lintas, masalah kebisingan dan masalah lainnya yang mengganggu kenyamanan masyarakat yang bermukim di sekitar taman tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh yang ditimbulkan oleh adanya perubahan fungsi ruang terbuka publik pasif menjadi ruang terbuka publik aktif pada taman Parang Kusumo Semarang terhadap kualitas kawasan pemukiman di sekitarnya. Dalam proses analisis, terdapat variabel penelitian yang dibangun dari kajian teori, yang dianalisis menggunakan metode kuantitatif rasionalistik.Temuan studi menunjukkan perubahan kualitas kawasan pemukiman di sekitar taman Parang Kusumo pasca perubahan fungsi dan variabel fungsi taman Parang Kusumo yang berpengaruh paling signifikan terhadap perubahan tersebut, yang kemudian akan ditarik menjadi kesimpulan

    Contingent Valuation Choice Modelling dan dalam Menilai Preferensi Penggunaan Energi Bangunan

    Full text link
    Contingent Valuation and Choice Modeling is a method for assessing preferences which relates withcost. Based on the hierarchical methodology Willingness to pay, both methods are in method Preference is Stated preference research method in which respondents are not in the condition stated. Broadly speaking, these methods have in common that it is difficult to distinguish, but despite being in the same hierarchy, both methods have different implications in research, especially research on building energy consumption. This article attempts to explain the differences and the use of methods of Contingent Valuation and Choice Modeling in the study of building energy consumption preferences. Contingent Valuation dan Choice Modelling merupakan metode untuk menilai preferensi yang berkaitan dengan cost. Berdasarkan hirarki metodologi Willingness to pay, kedua metode tersebut berada pada metode Stated Preferenceyaitu metode penelitian preferensi di mana responden tidak berada pada kondisi yang dinyatakan. Secara garis besar metode tersebut memiliki kesamaan yang sulit untuk dibedakan, namun walaupun berada pada hirarki yang sama, kedua metode tersebut memiliki implikasi yang berbeda dalam penelitian, khususnya penelitian mengenai konsumsi energi bangunan. Artikel ini mencoba untuk memaparkan perbedaan serta penggunaan metode dan Contingent Valuation  Choice Modelling dalam penelitian preferensi konsumsi energi bangunan

    Kenyamanan Thermal pada Masjid Al Irsyad Kotabaru Parahyangan, Jawa Barat

    Full text link
    Mosque of Al Irsyad which located in Kotabaru Parahyangan, West Java [is] a mosque which [in] desain by one of [the] so called Indonesia architect [of] Ridwan Kamil. This Mosque have unique architecture desain. Especial form [of] mosque in form of square which taken away from [by] form of KaBah [in] Illicit Masjidil. This Mosque [do] not have dome like mosques in general. With desain which [do] not like mosques in general, Al Irsyad have obtained various international appreciation. Therefore require to be performed [a] [by] a[n research how building with the unique architecture can adapt with climate [in] damp trop., so that [all] consumer of building can feel freshment at the (time) of residing in [at] building. From understanding of that interaction architecture should be able to with environment, hence crossed ventilation found on most of all room side of salat especial influence volume movement of air which come into especial building which later give influence which strong enough to condition of freshment of thermal felt by [all] consumer of building.Masjid Al Irsyad yang terletak di Kotabaru Parahyangan, Jawa Barat adalah sebuah masjid yang di desain oleh salah satu arsitek Indonesia bernama Ridwan Kamil. Masjid ini memiliki desain arsitektur yang unik. Bentuk utama masjid berbentuk persegi yang diambil dari bentuk Kabah di Masjidil Haram. Masjid ini tidak memiliki kubah seperti masjid-masjid pada umumnya. Dengan desain yang tidak sepertiJurnal Arsitektur Universitas Bandar Lampung, Desember 3 201 37masjid-masjid pada umumnya ini, Al Irsyad telah memperoleh berbagai penghargaan internasional. Oleh karena itu perlu diadakan suatu penelitian bagaimana bangunan dengan arsitektur yang unik tersebut dapat beradaptasi dengan iklim di daerah tropis lembab, sehingga para pengguna bangunan dapat merasakan kenyamanan pada saat berada pada bangunan tersebut. Dari pemahaman bahwa arsitektur harus bisa berinteraksi dengan lingkungan, maka ventilasi silang yang terdapat pada hampir semua sisi ruang salat utama mempengaruhi volume pergerakan udara yang masuk ke dalam bangunan utama yang nantinya memberikan pengaruh yang cukup kuat terhadap kondisi kenyamanan thermal yang dirasakan oleh para pengguna bangunan tersebut

    126

    full texts

    139

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JA! UBL
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇