139 research outputs found

    Studi Komparatif Ornamen Rumah Adat Lampung Studi Kasus: Rumah Adat Lampung Saibatin Lampung Barat

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan material yang ada pada rumah adat Lampung Saibatin, mengetahui perbedaan bentuk ornamen yang ada pada rumah adat Lampung Saibatin dan untuk mengetahui perbedaan tata ruang yang digunakan pada rumah adat Lampung Saibatin. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan metode pengumpulan data, yaitu: studi literatur, pengamatan atau observasi, dokumentasi dan wawancara. Penelitian ini menggunakan Analisis komperatif, yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu dengan membandingkan setiap rumah yang telah diteliti. Cara membandikan penelitian yang di dapat yaitu dengan cara mengurutkan usia rumah, lalu membuat keterangan gambar analisis yang di bandingkan. Hasil penelitian menemukan bahwa ornamen rumah adat Lampung Barat memiliki bentuk fauna, flora, perlambangan, wajik dan terdapat juga kaligrafi. Ornamen bentuk fauna biasanya digunakan pada bagian tangga dan penutup balok lantai, hewan yang digunakan berbentuk seperti kadal yang berjumlah dua ekor. Ornamen bentuk flora yang paling sering di gunakan setiap rumah, bentuknya seperti kembang teratai dan jenis kembang yang lain, jenis ornamen ini digunakan pada Lamban Gedung Dalom, Lamban Pesagi dan Lamban kejayaan. Ornamen perlambangan digunakan pada Lamban Gedung Dalom bentuknya melamangkan mahkota kerajaan, ornamen ini digunakan baik pada bagian atau maupun pada bagian interior dan alat-alat musik yang digunakan. Bentuk ornamen wajik ditemukan pada Lamban Dalom dan Lamban Pesagi, namun pada Lamban Dalom perwujudannya masih seperti motif tumbuhan namun bentukya wajik dan pada Lamban Pesagi menggunakan bentuk wajik pada bagian ornamen ujung ander. Ornamen bentuk kaligrafi ditemukan pada Lamban Gedung Dalom, lamban ini juga di temulan motif matahari dan bintang

    Studi pada Lay-out Fasilitas RPTRA berdasarkan Kenyamanan dan Pedoman Teknis

    Full text link
    RPTRA atau Ruang Publik Terbuka Ramah Anak, adalah fasilitas ruang terbuka yang disediakan oleh pemdaDKI untuk memfasilitasi warga Jakarta utamanya anak-anak dengan hiburan gratis. Telah banyak RPTRA yangterdapat di Jakarta, namun di penelitian ini dipilih RPTRA Bendungan Hilir yang terletak di area perumahandan RPTRA Kalijodo yang terletak di ruas jalan koridor Jakarta Barat. Penelitian dilakukan dengan metodewawancara dengan anak-anak sebagai pengguna fasilitas dan pencocokan ukuran lay-out kondisi eksistingdengan pedoman teknis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa walaupun kondisi eksisting masih belum sesuaidengan pedoman teknis, mayoritas pengguna telah merasa nyaman dalam memanfaatkan fasilitas RPTRA

    Desain Fasad Bangunan Terkait Kenyamanan Termal

    No full text
    The Green Kosambi Trade Mall and Apartment merupakan sarana hunian vertikal dan pusat perbelanjaandi Bandung, dimana kenyamanan termal yang baik dan konsisten sangat diperlukan untuk menunjang aktivitaspengguna. Kenyamanan termal diupayakan dengan menghambat radiasi panas matahari melalui desain fasaduntuk mengurangi beban peghawaan udara buatan (AC).Penelitian ini menggambarkan sejauh mana bangunan TGK menerapkan persyaratan Bangunan GedungHijau (BGH). Kenyamanan termal dipengaruhi oleh orientasi bangunan, bentuk fasad, serta jenis, dimensi,dan warna material yang dapat dievaluasi menggunakan tools OTTV dan IKE. Sedangkan faktor-faktoreksternal yang memengaruhi kenyamanan termal pada bangunan adalah suhu udara, kecepatan udara,kelembapan udara, dan radiasi termal.Metode yang digunakan adalah metode kualitatif, kuantitatif, dan kualitatif dikuantitatifkan. Hasil akhirpenelitian merupakan pembobotan data kuantitatif dan kualitatif yang dikuantitatifkan. Hasil penelitiandiharapkan dapat menunjukkan apakah desain fasad bangunan The Green Kosambi Trade Mall and Apartmenttelah menghasilkan rancangan yang nyaman dari segi termal dalam bangunannya serta dapat dijadikan rujukandalam mendesain fasad apartemen dan trade mall yang mendukung konsep Bangunan Gedung Hija

    The Improvement of Architecture Studio Classroom with Daylighting

    Full text link
    Architecture studio classroom is the primary facility for an architecture major, where the most activity isdrawing. It needs illumination extra compared other activities such as writing and reading. Most of studentsspend more time in studio classroom and used it more than seven hours per day. It means a good design of astudio classroom is very important to fullfill the need of architecture student, such as illumination level. Someresearches shown that using daylight in classroom is a good solution for keeping the health, psychology, andproductivity of the student. So, the implementation of daylight is very important to be considered. Moreover,another reason of using daylight is for saving the energy for electrical consumption.This research strengthen about the importance of daylight in an architecture studio classroom against theactivity of a student and to showed the daylight condition by taking a case study of Architecture Department,Faculty of Engineering, Pancasila University. There are several stages in this reasearh. First, is evaluatingthe daylight condition of architecture studio classroom. The evaluation contained observation, daylightcalculation, and interview of architecture student. Second, is about the discussion based on the result ofevaluation of daylight condition and theories of daylight. The last stage, is design concept that will become asolid foundation for the improvement of studio classroom.1) Kwok Alison, Grondzik Walter,2007 . The Green Studio Handbook.Oxford UK. Elsevier Inc2) Karlen Mark, Benya James, 2004. Lighting Design Basics. NewJersey. John Wiley & Son.3) Edward, L., Torcellini, P.,2002. A Literature Riview of the Effects ofNatural Light on Building Occupants. Colorado. NREL.4) Andre, Erik., Schade, Jutta., 2002. Daylighting by Optical Fiber.Lulea University Of Tecnology. Department of EnvironmentalEngineering.5) Garcia, Veronica, H., 2006. Innovative Daylighting Systems forDeep-Plan ommercial Buildings. School of Design. QuenslandUniversity of Technology.6) Dr. Apple Lok Shun Chan. DAYLIGHT CALCULATION7) Deepa Ananthakrishnan., Jason Degaesteker. Alculating theDaylight Factor.8) Wulfinghoff, D.R, 1999. Control And Use of Sunlight

    Pembacaan Wujud Fisik Arsitektur Nusantara Sebagai Perwujudan Perilaku Bermukim Overt dan Covert

    Full text link
    Arsitektur Nusantara yang tersebar di seluruh daerah, memiliki keunikan dan keberagaman bentuk atap,penataan ruang, konstruksi, material, dan filosofinya. Terkadang sering terlupakan bahwa wujud arsitekturtidak hanya diciptakan hanya sebagai “tempat” bagi user, tetapi diciptakan dari hasil perilaku masyarakatsetempat. Sehingga, menghasilkan asumsi bahwa wujud fisik arsitektur nusantara dapat diciptakan dariperilaku masyarakat setempat (perilaku bermukim). Dalam penelitian ini akan dilakukan pembacaan terhadapwujud fisik arsitektur nusantara khususnya Toraja dan Batak Karo, ditinjau dari perilaku bermukim overt dancovert. Overt behavior merupakan perilaku yang dapat diamati orang lain secara jelas, sedangkan covertbehavior merupakan perilaku yang tidak tampak. Metode penelitian yang digunakan untuk pembacaan wujudfisik arsitektur Toraja dan Batak Karo ini, yaitu metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan psikologilingkungan arsitektur. Obyek penelitian berdasarkan literatur dan dokumentasi. Penelitian ini pentingdilakukan untuk mengetahui wujud fisik arsitektur Nusantara dapat terbentuk dari perilaku bermukim overtdan cover atau sebaliknya, dengan studi kasus Toraja dan Batak Karo. Hasil penelitian ini diharapkan dapatmenambah wacana dan wawasan yang berkaitan dengan pembacaan wujud fisik arsitektur nusantara dari sudutpandang psikologi lingkungan arsitektur

    BANDAR LAMPUNG CREATIVE VILLAGE PERENCANAAN KAWASAN WISATA KREATIF DI PESISIR PANTAI WAY TATAAN BANDAR LAMPUNG DENGAN PENDEKATAN SUSTAINABLE ARCHITECTURE

    Full text link
    Di kota Bandar Lampung salah satu wilayah yang memiliki permukiman kumuh adalah kawasan bantaran sungai Way Kuripan kelurahan Kota Karang yang berada kecamatan Teluk Betung Selatan. Permasalahan kekumuhan yang dihadapi pada permukiman bantaran sungai Way Kuripan kelurahan Kota Karang ini adalah ketidakteraturan bangunan, minimnya sarana prasarana, Persoalan sampah, terbatasnya ketersediaan sumber air bersih, buruknya layanan sistem anitasi dan drainase Dibalik semua permasalahan tersebut sebenarnya permukiman bantaran sungai Way Kuripan kelurahan Kota Karang mempunyai potensi yang baik dilihat dari masyarakatnya sendiri. Masyarakat kelurahan kota Karang mempunyai keahlian sebagai pembuat kapal nelayan dan kerjinan daur ulang sampah. Oleh karena itu jika dilihat dari potensi SDA kawasan permukiman bantaran sungai Way Kuripan kelurahan Kota Karang perlu perencanaan penataan sebagai kawasan wisata kreatif. Wisata kreatif disini yaitu suatu kegiatan  pariwisata yang menawarkan tiga hal yaitu something to see, something to do, something to buy. Maksud dari tiga hal tersebut yaitu wisata yang bukan hanya menawarkan keindahan, tetapi juga menawarkan kegiatan belajar yang memanfaatkan kreativitas, keterampilan, bakat serta menawarkan wisata belanja hasil produk masyarakat setempat

    STASIUN MRT BANDAR UDARA RADIN INTEN II - PERANCANGAN STASIUN MRT DENGAN PENDEKATAN ARCHITECTURE HYBRID

    Full text link
    Kereta api merupakan transportasi yang dipilih sebagai alat angkut yang mampu mengangkut hasil bumi dan penumpang dalam jumlah banyak, bebas hambatan serta memiliki tingkat keamanan yang tinggi. Meningkatnya pengguna tranportasi pada tahun 2016 yakni 66,114 orang, naik 6,6 persen dari 2015. Maka beban pada sistem transportasi kota dan antar kota Bandar Lampung ini menuntut diadakannya suatu pemecahan, terutama yang berkaitan dengan sistem transportasi massal MRT (Mass Rapid Transportation). Sasaran Perancangan, Faktor Penentu Perancangan, Kegiatan dan Pelaku Kegiatan, serta Dasar Filosofi. Dari rumusan di atas diharapkan terwujud perancangan sebuah Stasiun Kereta api Terpadu Bandar Udara Radin Inten II yang mampu memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana transportasi angkutan massal yang cepat, aman, lancar

    126

    full texts

    139

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JA! UBL
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇