139 research outputs found

    Studi Evaluasi Pasca Huni Ditinjau dari Aspek Fungsional pada Bangunan Asrama Mahasiswa Putra (TB2) Institut Teknologi Sumatera (ITERA)

    Full text link
    Keberadaan asrama bagi mahasiswa dalam suatu universitas merupakan salah satu sarana yang sangat pentingdifasilitasi oleh pihak universitas. Mahasiswa diberikan kemudahan untuk menunjang proses pembelajaran denganadanya sarana tempat tinggal yang sangat dekat dengan kegiatan perkuliahan dan tentunya tidak memerlukan biayaakomodasi yang tinggi ketika menggunakan sarana asrama universitas ini. Asrama Mahasiswa Institut TeknologiSumatera (ITERA) merupakan salah satu asrama percontohan yang baru berdiri sekitar 3 tahun lamanya. Sampaisejauh ini belum ada evaluasi mengenai dampak fisik dan psikis yang terjadi di asrama ini. Penelitian ini bertujuanuntuk mengevaluasi bangunan berdasarkan studi evaluasi pasca huni, ditinjau dari aspek fungsional. Metode yangdipakai dalam penelitian ini berupa metode kualitatif deskriptif. Data diperoleh dengan cara penyebaran kuesionerkepada 116 orang mahasiswa yang ada di asrama tersebut. Data penunjang diperoleh melalui wawancara dengan pihak manajemen dan beberapa penghuni asrama. Hasil yang diharapkan dalam penelitian ini adalah peneliti dapatmengevaluasi bangunan asrama putra berdasarkan aspek fungsional guna meningkatkan kualitas sarana danprasarana yang ada

    ALIH FUNGSI JALUR PEDESTRIAN

    Full text link
    Kota Bandar Lampung merupakan kota Madya yang ada di provinsi Lampung. Di kota ini juga masihterdapat masalah-masalah terkait dengan jalur pejalan kaki (pedestrian), seperti umumnya terjadi di kota-kotadi seluruh Indonesia. Seperti pada Jalan Raden Ajeng Kartini Bandar Lampung ini merupakan kawasankomersil dimana banyak bangunan-bangunan seperti area perbelanjaan, ruko-ruko dengan jarak yang tidakberjauhan. Jalan R A Kartini cukup strategis karena bisa dijangkau oleh semua lapisan masyarakat berbagaimedia transportasi. Berbagai aktivitas masyarakat seperti aktivitas berjalan kaki. Namun, pada Jl. R A Kartinijalur pejalan kaki (pedestrian) sudah beralih fungsi menjadi tempat perdagangan Pedagang Kaki Lima dansebagai area parkir

    Analisis Ekspektasi Mahasiswa terhadap Kota

    Full text link
    Pembangunan kota Bandarlampung merupakan rangkaian kegiatan untuk mencapai tujuan yang diinginkan yaitumasa depan yang lebih baik. Dalam rangka menetapkan tujuan pembangunan kota Bandarlampung, diperlukanvisi yang mengarahkan pandangan ke depan mengenai cita-cita kota yang disepakati bersama dan sebagaipedoman seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan kota, baik pemerintah kota, swasta, dan masyarakat(seluruh stakeholders) dalam memantapkan peran masing-masing dalam membangun kota Bandarlampung.Infrastruktur, sarana, dan prasarana yang dibangun harus memenuhi standar dan sesuai dengan kebutuhanmasyarakat serta tidak mengganggu sekitarnya. Pembangunan kota membuat masyarakat yang tinggal didalamnya merasa aman, damai, tentram, dan sejahtera. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kota sepertiapa yang diimpikan oleh masyarakat Bandarlampung dan mengetahui apakah masih banyak infrastruktur, sarana,dan prasarana yang kurang dan perlu disediakan oleh pemerintah di kota Bandarlampung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan melalui kuisioner terbukayang diberikan kepada responden. Data yang didapat dari pertanyaan terbuka dijadikan satu dan kemudian diolah.Karena data-data yang didapat memiliki cara penyampaian yang berbeda namun dengan makna sama, makadata-data tersebut dicarikan kata kunci. Kata kunci membuat data dapat dikelompokkan secara umum.Pengelompokkan dilakukan sebanyak dua kali dan hasil dari pengelompokkan disajikan dalam bentuk tabel dangrafik. Hasilnya adalah kriteria seperti apa kota impian yang diinginkan oleh mahasiswa arsitektur UniversitasBandar Lampung (UBL). Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1). Masyarakat kota Bandarlampung sebagianbesar memilih situasi dan kondisi kota sebagai faktor kota impiannya. Elemen-elemen yang mendukung faktorsituasi dan kondisi kota menurut masyarakat yaitu kebersihan, kerapihan, kenyamanan dan ketertiban. 2).Infrastruktur sarana dan prasarana yang kurang menurut masyarakat Bandarlampung yaitu transportasi umum,ketersediaan jalur sepeda, penggunaan teknologi terbarukan, bangunan ramah lingkungan, fasilitas kelengkapankota, fasilitas koneksi jaringan internet dan arsitektur kotanya

    Motivasi Tindakan Penelantaran Tanah (Kasus di Kota Bandar Lampung)

    Full text link
    Tanah terlantar menjadi salah satu isu penyimpangan masalah pertanahan di Indonesia. Agar penyimpangan tersebut tidak terjadi maka perlu tindakan pengendalian pertanahan berupa pemantauan dan evaluasi terhadap penggunaan dan pemanfaatan hak atas tanah. Penyimpangan masalah pertanahan salah satunya terjadi di Kota Bandar Lampung dimana Hak Guna Bangunan yang melanggar penggunaan dan pemanfaatan tanahnya mencapai 23 % dari 133 jumlah bidang Hak Guna Bangunan. Dengan mengambil kasus di Kota Bandar Lampung, penelitian ini bertujuan untuk mengungkap motif-motif pemegang hak belum menggunakan dan memanfaatkan tanahnya sesuai peruntukan tanah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan induktif kualitatif dengan analisis kategorisasi. Data penelitian diperoleh dari pengumpulan data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil observasi di lapangan, wawancara dengan stakeholder, dan dokumentasi lapangan, serta data sekunder diperoleh dari studi pustaka dan data dari instansi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif penelantaran tanah oleh pemegang hak diakibatkan 1) Pertimbangan Pemegang Hak, 2) Pertimbangan Pengelola Pertanahan, dan 3) Pertimbangan Pemegang Hak, Pengelola Pertanahan dan Pemerintah

    Kode Biner sebagai Konsep Gubahan Perancangan Fasad Bangunan Studi Kasus: Redesign Gedung B Fakultas Teknik Universitas Lampung

    Full text link
    Fasad atau tampak depan dari suatu bangunan adalah unsur pertama yang teramati dan diapresiasi, sehinggamerupakan unsur penting dalam suatu produk desain arsitektur. Fasad dapat memberi gambaran akan fungsi daribangunan tersebut, selain itu fasad merupakan ekspresi visual bangunan, sehingga penilaian terhadap fasad identikdengan penilaian terhadap suatu bangunan. Fasad juga mengungkap kriteria tatanan dan penataan, serta memberikankemungkinan dan kreatifitas dalam ornamentasi dan dekorasi. Perlengkapan visual bentuk yang menjadi objektransformasi dan modifikasi bentuk elemen pada fasad bangunan dikaji dengan membuat klasifikasi melalui prinsipprinsipgagasan formatif yang menekankan pada geometri, simetri, kontras, ritme, proporsi dan skala. Gagasanmenggunakan sistem kode biner sebagai konsep gubahan dalam perancangan fasad bangunan didasarkan atastampilan visual sistem kode biner yang terdiri atas 2 simbol, 0 dan 1 yang disusun secara repetitif dan terorganisirdalam proporsi tertentu. Hal ini bisa diaplikasikan dalam desain perancangan fasad dengan melakukan modifikasi pada elemen fasad berdasarkan prinsip tampilan visual dari kode biner sebagai alternatif gagasan dalam merancangfasad bangunan yang tidak hanya memberi tampilan estetis, namun juga sebagai identitas karya arsitektur yangmerepresentasikan karakteristik serta keunikan gaya/langgam arsitektur. Untuk itu, dilakukan tahapan-tahapanpengumpulan data dan analisis hingga dapat merumuskan konsep perancangan yang tepat berdasarkan kajianliteratur dan landasan teori hingga dapat menghasilkan desain rancangan yang diinginkan. Melalui penelitian inidiharapkan terciptanya landasan pertimbangan ilmiah sebagai arahan yang diperlukan bagi perancangan ulang fasadGedung B Fakultas Teknik Universitas Lampung, serta diperoleh wawasan mengenai sistem kode biner sebagaialternatif gagasan konsep dalam perancangan arsitektur

    Tipologi Grid Kolom Pada Lamban Pekon Hujung di Lampung Barat

    Full text link
    Lamban merupakan sebutan untuk rumah tinggal vernakular di Pekon Hujung yang saat ini telah mengalamiperubahan bentuk. Perubahan yang terjadi dipengaruhi oleh perkembangan zaman, tuntutan kebutuhan hidup sertapola kebiasaan pemilik rumah yang telah berubah. Perubahan bentuk lamban di Pekon Hujung menjadipermasalahan utama sehingga perlu dikaji terutama dari tipologi bentuk lamban yang ada di Pekon Hujung bertujuanuntuk mengetahui perubahan yang terjadi, persamaan dan perbedaan bentuk, serta mengklasifikasikan tipe darisetiap jenis perubahan lamban di Pekon Hujung, dimana perbedaan dan persamaan yang paling terlihat secara fisikadalah besar-kecilnya massa dan ukuran bangunan berdasarkan pola grid kolom. Penelitian dilakukan denganmetode kualitatif berupa survey, observasi dan wawancara mendalam untuk mendapatkan pola dan bentuk gridkolom dari setiap lamban. Hasil penelitian menunjukkan 5 tipe rumah dengan 14 jenis pola grid kolom yang masihdapat terus bertambah. Hal tersebut menarik dimana biasanya perbedaan massa setiap rumah tradisional dipengaruhi kasta atau peraturan adat tertentu, sedangkan pada lamban Pekon Hujung ini hanya terbatas pada kemampuanfinansial setiap penghuninya untuk membangun rumah sesuai dengan kebutuhannya

    Kajian Genius Loci Pada Kampoeng Heritage Kajoetangan Malang

    Full text link
    Kampoeng heritage Kajoetangan merupakan salah satu kampoeng tematik di kota Malang. Kampoeng heritage Kajoetangan lebih ditonjolkan pada aspek kesejarahan, dimana kampoeng ini memiliki peranan penting dalam perkembangan Kota Malang pada masa kolonial Belanda. Sehingga pada saat ini masih banyak ditemukan rumah-rumah yang memiliki langgam kolonial dan jengki. Pada tahun 2018 Pemkot Kota Malang mencanangkan kampoeng tersebut menjadi kampoeng wisata yang lebih menonjolkan karakter kesejarahannya. Dalam penelitiain ini berusaha untuk mengupas potensi genius loci yang tidak hanya pada aspek kesejarahan. Kesimpulan dari penelitian ditemukan bahwa genius loci di kampoeng Kajoetangan meliputi aspek tangible, intangible dan makna. Sehingga makna kampoeng Kajoetangan tidak hanya menonjol dari aspek kesejarahan tetapi karakter kampoeng kota juga menonjol aspek ekonomi, social dan budaya menjadi bagian yang menarik untuk dikembangkan juga.pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan Genius Loci sebagai parameter dalam analisa data

    Perencanaan dan Desain Lanskap Embung Mekar Sari Kabupaten Tulang Bawang Barat berbasis budaya Lampung

    Full text link
    Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) merupakan kabupaten baru pengembangan dari Kabupaten Tulang Bawang. Kabupaten ini diresmikan pada tahun 2008. Dengan status kabupaten baru, Tulang Bawang Barat perlu melakukan penataan ruang dan wilayahnya agar dapat mendukung sosial perekonomian daerah. Berdasarkan peraturan daerah Kabupaten Tulang Bawang Barat Nomor 2 tahun 2012 tentang tata ruang, salah satu yang dikembangkan adalah kawasan wisata, baik wisata buatan, alam maupun budaya. Keberadaan beberapa embung yang ada di daerah ini turut menjadi fokus pengembangan obyek wisata. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dan merancang Site Plan dan desain kawasan wisata Embung Mekar Sari Kabupaten Tulang Bawang Barat dengan mengambil ciri budaya Provinsi Lampung. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan perencanaan dan perancangan arsitektur lanskap. Hasil dari penelitian ini berupa gambar rancangan Site Plan kawasan Wisata embung secara umum, 3D desain dan Video Animasi kawasan wisata Embung Mekar Sari. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pengembangan wilayah Kabupaten Tulang Bawang Barat

    Konsep Penataan Jalur Pejalan Kaki di Kawasan Taman Gajah, Kota Bandar Lampung

    Full text link
    Kawasan Taman Gajah merupakan guna lahan dikembangkan menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan ruang publik yang mampu mengakomodir kebutuhan masyarakat. Untuk mendukung aksesibilitas pengguna ruang terbuka ini, prasarana transportasi perkotaan menjadi penting untuk diperhatikan terutama prasarana pejalan kaki. Perencanaan prasarana jalur pejalan kaki harus dilakukan berdasarkan kebutuhan pengguna ruang. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui kinerja jalur pejalan kaki dengan mempertimbangkan preferensi dan karakteristik pengguna. Pada sebagian besar ruas jalur pejalan kaki di Kawasan Taman Gajah terdapat hambatan samping yang terdapat pada jalur pejalan kaki diantaranya adalah kerusakan jalur pejalan kaki, parkir kendaraan pada jalur, serta keberadaan pedagang kaki lima (PKL). Hal ini menyebabkan masih banyak pejalan kaki yang melakukan perjalanannya di badan jalan. Juga diketahui dari perspektif pengguna, bahwa sebagian besar pengguna jalur pejalan kaki melakukan perjalanan dengan tujuan rekreasi. Pengguna jalur pejalan kaki di kawasan Taman Gajah juga ternyata merupakan pejalan kaki dengan perjalanan turunan yang sebelumnya menggunakan sepeda motor. Penataan jalur pejalan kaki di Kawasan Taman Gajah harus memperhatikan pedagang kaki lima (PKL) sebagai daya tarik kegiatan yang tidak mengganggu lalu lintas pejalan kaki juga lebih mendorong penggunaan kendaraan umum

    Kajian Penempatan Furniture dan Pemakaian Warna Kamar Hotel (Studi Kasus: Hotel Sheraton & Hotel Horison di Bandarlampung)

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penempatan furniture dan pemakaian warna pada hotel Sheraton dan hotel Horison di Bandar Lampung. Penelitian ini dilakukan pada kamar hotel yang terdapat di Hotel Sheraton dan hotel Horison Bandar Lampung. Tujuan penelitian pada penelitian ini ialah untuk untuk mengetahui penempatan furniture pada kamar hotel Sheraton dan Horison terhadap sirkulasi berdasarkan standar dan Untuk mengetahui pengaruh pemakaian warna terhadap suasana kamar. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan teknik analisis dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penempatan ruang tidur kamar Hotel Sheraton dan Hotel Horison mempunyai bentuk penataan furniture yang berorientasi pada standar kenyamanan gerak, sirkulasi terhadap aktivitas pergerakan manusia dan standar penempatan furniture. Pemakaian warna pada ruang tidur hotel Sheraton dan Horison menggunakan warna-warna natural. Ekspresi ruang – ruang tidur yang ada memiliki kesamaan dalam memunculkan kesan ruang tidur yang memakai kesan hangat, nyaman, dan luas. Untuk penelitian selanjutnya diharapkan dapat menganalisis penempatan furniture dan pemakaian warna tidak hanya pada kamar tidur hotel, supaya penempatan furniture dan pemakaian warna dapat diaplikasikan dengan baik pada setiap bangunan

    126

    full texts

    139

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JA! UBL
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇