JA! UBL
Not a member yet
139 research outputs found
Sort by
Wujud Kebertahanan Kampung Kota Surabaya Pada Masa Pandemi Covid 19
Keberadaan kampung-kampung sebagai area permukiman turut mengisi peruntukan tata guna lahan di kawasan perkotaan Surabaya. Kampung-kampung lama yang padat menempati area strategis diantara kawasan perdagangan dan jasa maupun peruntukan lainnya, mampu menunjukkan jati diri dan bertahan pada era perkembangan kota saat ini. Terlebih saat ini pada masa Pandemic Covid 19, sebagai kawasan permukiman yang berpenduduk padat, dituntut untuk dapat melindungi diri, baik dari sisi lingkungan fisik kampungnya maupun masyarakatnya, untuk mampu bertahan dalam situasi yang penuh keterbatasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana perilaku masyarakat dalam lingkungan perkampungan di beberapa wilayah perkotaan, untuk dapat mampu bertahan, beradaptasi dan mengembangkan diri dalam menghadapi situasi pandemic Covid 19, yang serba terbatas dan tidak menentu. Masyarakat dituntut untuk mampu menyesuaikan diri dengan kondisi dan situasi yang telah mengubah kebiasaan sehari hari menjadi sebuah kebiasaan baru dalam era New Normal. Penelitian ini termasuk dalam kategori diskriptif kualitatif, yakni menganalisa kemampuan bertahan pada masyarakat di kampung kota, baik ditinjau dari aspek fisik lingkungannya maupun non fisik (perilaku & budaya masyarakatnya), sehingga dapat dikaji wujud kebertahanannya. Metode penelitian menggunakan teknik observasi lapangan dan interview pada beberapa responden secara purpose sampling. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan untuk bertahan, baik secara fisik maupun non fisik, akan mampu meningkatkan rasa memiliki terhadap tempat (sense of place)
Kajian Pendekatan Kontemporer pada Galeri Seni Selasar Sunaryo Art Space
Perancangan bangunan galeri ditujukan sebagai wadah kegiatan komunikasi visual seni dari para seniman untuk penikmat seni maupun masyarakat, sebagai kebutuhan apresiasi seni untuk keberlanjutan bidang kesenian. Di sisi lain, bangunan sendiri memiliki peranan pembawa citra terhadap kegiatan yang dinaungi. Sehingga, dalam mewujudkan bangunan yang representatif terkait seni kontemporer, galeri seni yang mewadahi karya-karya seni kontemporer seyogiyanya juga memiliki fasad atau sistem bangunan yang mencitrakan unsur kontemporer pula. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan mengkaji unsur kontemporer yang ada pada bangunan Galeri Seni Selasar Sunaryo Art Space (SSAS) yang memamerkan karya-karya seni kontemporer. Metode penelitian ini akan mengujikan dan menilai tingkat unsur kontemporer yang terwujudkan pada SSAS dengan mengidentifikasi dan mendeskripsikan variabel pendekatan kontemporer pada bangunan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel-variabel pendekatan arsitektur kontemporer nampak pada sebagian besar bangunan SSAS. Dari kajian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa bangunan SSAS memiliki citra kontemporer yang dapat merepresentasikan karya-karya seni kontemporer yang tersimpan di dalamnya
Studi Peluang Pengembangan Ekowisata Untuk Mendukung Keberlanjutan Kota (Studi Kasus: Kelurahan Medokan Ayu, Surabaya)
Kegiatan pariwisata harus mampu menjaga dan mengedapankan kelestarian lingk ungan, memperhatikan kondisi sosial dan perekonomian masyarakat. Seharusnya k egiatan pariwisata harus mampu menjaga keseimbangan alam sekitar tidak hanya mempertimbangan keuntungan secara ekonomi saja. Ekowisata adalah ke giatan wisata alam dengan mempertimbangkan unsur pendidikan, dan upaya konservasi sumberdaya alam, serta mendukung perekonomian masyarakat. Ekowisata dianggap sebagai salah satu solusi untuk mendukung keberlanjutan kota yang meliputi 3 aspek yaitu lingkung an, ekonomi dan sosial. Medokan Ayu merupakan salah satu Kelurahan di Kota Surabay a yang lokasinya berdekatan dengan pesisir Timur . Wilayahnya berupa tambak, mangrove dan permukiman. Tambak di Medokan Ayu menghasilkan ikan Bandeng terbaik di Surabaya. Sehi ngga Medokan Ayu memiliki banyak potensi (wisata tambak, kuliner dan wisata mangrove) yang bisa dikembangkan untuk mendukung konsep ekowisata. Penelitian ini berusaha untuk mengkaji peluang Kelurahan Medokan Ayu untuk dapat dikembangkan menjadi ek owisata sebagai pendukung keberlanjutan kota. P enelitian ini dapat dipetakan potensi yang dapat dikembangkan menjadi ekowisata dan dapat memberikan keuntungan bagi warga sekit ar dan mendukung keberlanjutan K ota Surabaya. Hasil analisa diketahui bahwa potensi (aspek fisik dan non fisik) yang dimiliki Medokan Ayu mampu dikembangkan menjadi ekowisata yang mendukung keberlanjutan kota
Kajian Sirkulasi Ruang Koleksi pada Perpustakaan Universitas Lampung (Unila)
Ruang koleksi merupakan salah satu ruang penunjang perpustakaan yang paling penting. Kuantitas dan kualitas koleksi mempengaruhi minat pengguna perpustakaan untuk membaca. Di sisi lain, ruang koleksi terdiri dari perabot, buku, manusia dan aktivitas manusia yang ada di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sirkulasi ruang koleksi perpustakaan Unila dan membandingkannya dengan standar. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui studi lapangan. Data denah dan dimensi perabot didapatkan dengan menggambar ulang berdasarkan ukuran lapangan. Data dianalisis dengan cara membandingkan hasil pengukuran dengan standar. Hasil penelitian didapat: 1) Sirkulasi ruang gerak pada ruang koleksi lantai 1 perpustakaan Universitas Lampung memiliki dimensi antar rak koleksi yang tidak sesuai dengan standar, dan dimensi antar rak koleksi ke meja baca tanpa adanya kursi juga tida
Optimasi Komponen Fasad Menggunakan Generative Algorithm Studi kasus: ITERA Lampung
Sektor konstruksi dan bangunan, terutama hunian dan bangunan komersil, berkontribusi hampir 40% dalammempercepat proses pemanasan global. Hal ini disebabkan oleh konsumsi energi berlebih oleh penghuni bangunandalam upaya beradaptasi dengan perubahan suhu pada tempat tinggalnya. Walaupun demikian, hal ini dapatdiantisipasi oleh stakeholder terutama arsitek dan desainer dengan menerapkan model desain yang berorientasi padaperfoma bangunan pada saat tahap awal desain. Perancangan arsitektur masa kini banyak mengalami perubahandikarenakan pengaruh dari perkembangan komputer. Digital design salah satu cabang yang berkembang dalamarsitektur memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk pola pikir desain arsitektur masa kini. Sebut sajaParametric Design dan Generative Algorithm, yang merupakan suatu pendekatan desain yang mengandalkankemampuan komputer dalam mengambil alih perhitungan-perhitungan matematis yang komplek dalam prosesperancangan arsitektur. Penelitian ini akan membahas penggunaan platform tersebut dalam menginvestigasi peran dan fitur dari komponen fasad diantaranya panjang kanopi jendela, luas permukaan bukaan, tinggi ambang atas danbawah dari jendela dan derajat perputaran orientasi bangunan dengan studi kasus Institut Teknologi Sumatera,dengan iterasi secara generative untuk mengukur target goal dari proses perancangan seperti Operative Temperature,View Percentage, Daylight Simulation, Surface Temperature, Sun Hours Simulation. Hasil yang didapatkan dariproses iterasi pada 34 generasi menggambarkan preferred solution adalah individual yang memiliki sudut perputaran6 derajat, Panjang cantilever jendela 0.9 meter, glazing ratio 0.2%, tinggi ambang atas dan bawah jendela adalah3,5-meter dan 10 cm
Kenyamanan Termal pada Obyek Wisata Berkembang (Studi Kasus: Obyek Wisata Blue Lagoon Yogyakarta)
Perubahan fisik yang terjadi dari adanya perkembangan pembangunan sebuah desa berpengaruh terhadap iklim mikro sebuah kawasan dan menimbulkan pengaruh juga terhadap kondisi termal kawasan. Tak terkecuali sebuah desa wisata. Perkembangan pembangunan tersebut ditujukan untuk mengakomodir kebutuhan para pengunjung. Kabupaten Sleman memiliki potensi wisata yang besar untuk dikembangkan. Objek wisata Blue Lagoon yang berlokasi di Desa Dalem, Widodomartani, Ngemplak, Sleman masuk dalam klasifikasi desa wisata berkembang yang memiliki potensi alam berupa pemandian. Object wisata ini sedang dalam tahap mengembangkan daya tarik selain pemandian, sehingga perkembangan pembangunan sedang digalakkan. Pengembangan pembangunan yang dilakukan dapat berdampak pada lingkungan sekitar, terutama yang menyangkut aspek kenyamanan. Kenyamanan termal merupakan kondisi yang mempengaruhi kenyamanan lainnya, seperti kenyamanan spasial, kenyamanan psikologis dan kenyamanan visual. Metoda penelitian yang digunakan adalah metode eksploratif untuk mengetahui tingkat kenyamanan termal, khususnya pada obyek wisata yang sedang berkembang. Setelah mengetahui tingkat kenyamanan termal pada obyek wisata berkembang, diharapkan dapat memberi masukan untuk pengembangan pembangunan yang dapat menciptakan kenyamanan termal pada obyek wisata lainnya
Museum Lampung Landasan Konseptual Perencanaan dan Perencangan Museum Lampung dengan Pendekatan Arsitektur Kontekstual
Indonesia adalah negara yang indah yang kaya akan kekayaan alam dan budaya. Provinsi Lampung inidibentuk berdasarkan Undang Undang Nomor 14 Tahun 1964 tepatnya pada tanggal 8 Maret 1964. Secarageografis Lampung termasuk provinsi yang strategis, karena letaknya yang strategis Lampung dijadikan salahsatu daerah tujuan transmigrasi di Indonesia. Lampung memiliki keunikan, ciri khas dan budaya yang berbedadari provinsi lain. Agar kekayaan budaya Lampung tetap terjaga maka hasil kekayaan budaya Lampung harusdilestarikan di Museum. Museum merupakan lembaga tempat penyimpanan, perawatan, pengamanan danpemanfaatan benda-benda bukti material hasil budaya manusia serta alam dan lingkungannya guna menunjangupaya perlindungan dan pelestarian kekayaan budaya bangsa. (Peraturan Pemerintah RI Nomor 19 Tahun1995).Museum Lampung merupakan salah satu museum negeri yang berlokasi di jalan H. Zainal Abidin PagarAlam No. 64 Gedung Meneng Bandar Lampung. Museum Lampung menyajikan berbagai koleksi zamanprasejarah dan masa sejarah sebagai bukti dari masa lalu kuno, diantaranya geologi, biologi, etnografi,arkeologi, koleksi bersejarah, numismitik/heraldik, philological, ceramological, seni dan teknologi.Adapun sasaran yang ingin dicakup adalah perencanaan Museum Lampung adalah memberikan gagasanMuseum Lampung dengan Pendekatan Arsitektur Kontekstual yang dapat memenuhi kebutuhan sesuai denganbidang konteks dalam arsitektur dapat berhubungan dengan site dari lingkungan, kondisi bangunan sekitar,masyarakat, budaya, area, dan material di daerah setempat. Untuk menghidupkan dan memiliki daya tarikkarena nilai wisata masyarakat yang kurang apresiasi terhadap museu
UNDUH COVER & KELENGKAPAN LAINNYA
Cover depan, tim redaksi, daftar isi, panduan penulisan, dan cover belakan
Konsep Desain Ekologis Pada Zonasi Taman Tematik Bambu Di Kebun Raya Institut Teknologi Sumatera
Kebun Raya Institut Teknologi Sumatera (ITERA) direncanakan memiliki taman tematik bambu. Perancangan taman tersebut membutuhkan analisis dari perspektif sains dan sosial yang saling berhubungan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis konsep desain ekologis taman tematik bambu di Kebun Raya ITERA berdasarkan persepsi masyarakat. Penelitian ini dilakukan dengan metode concurrent triangulation strategy atau strategi campuran (data kuantitatif dan kualitatif). Tahapan pertama, penyebaran kuesioner pada 120 responden dengan cara purposive sampling atau pengambilan sampel terpilih. Tahapan kedua, dilakukan dengan cara sintesis konsep desain ekologis dari data persepsi masyarakat dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan persepsi masyarakat, yaitu 95,1% responden mengetahui bahwa bambu memiliki nilai estetika yang bagus, 40,8% responden menyebutkan fungsi paling penting dari bambu adalah mencegah erosi dan pengikisan permukaan tanah. Persepsi masyarakat terhadap pola taman tematik bambu yaitu 49,5% yang dominan terhadap pola taman gabungan geometris dan organik. Zona taman tematik yang menjadi pilihan prioritas responden adalah 62,1% zona penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan, disusul perolehan 39,8% zona estetika bambu. Konsep desain taman ekologis dari presepsi responden adalah 55,4% penggunaan sistem daur ulang (reduce, reuse, dan recycle). Konsep desain yang diimplementasikan di dalam taman tematik bambu adalah dengan konsep biomimetika dengan mengambil inspirasi dari alam yaitu bentuk batang bambu dan percabangannya agar pola khas taman tematik bambu muncul. Pengembangan konsep diwujudkan ke dalam tiga ruang, yaitu penerimaan, pemanfaatan, dan ruang pendukung. Selain itu, aplikasi desain ekologis dalam taman fokus pada berbagai aspek yaitu efisiensi air, konservasi tanah dan air, pengelolaan limbah, keanekaragaman bambu lokal, preservasi budaya masyarakat bersama bambu. Luaran dari penelitian ini adalah rencana zonasi
Studi Komparasi Tipologi Arsitektur Rumah Limas di Provinsi Lampung dengan Rumah Limas di Sumatera Selatan
Arsitektur nusantara pada umumnya identik dengan suatu suku dan lokasi di mana suku tersebut tinggal. Namun, ada beberapa suku di Indonesia yang mempunyai karakter nomadik atau suka berpindah-pindah, salah satunya adalah Suku Semende dari Sumatera Selatan. Kepindahan mereka ke Provinisi Lampung turut membawa warisan budaya berupa rumah tradisional yang bernama Rumah Limas. Sehingga Sumatera Selatan yang awalnya sangat identik sebagai tempat asal Rumah Limas tidak lagi menjadi satu-satunya tempat di mana Rumah Limas bisa ditemukan. Sejak peresmian Provinsi Lampung yaitu pada tahun 1947 dan akibat dari berpisahnya Lampung dari Provinsi Sumatera Selatan, Lokasi yang menjadi tempat Suku Semende tinggal masuk ke dalam wilayah Provinsi Lampung. Hal ini menjadi cikal bakal bermukim dan menyebarnya Suku Semende di Provinsi Lampung tepatnya di Kecamatan Pulau Panggung, Kabupaten Tanggamus. Dengan adanya fenomena tersebut, maka muncul pertanyaan apakah Rumah Limas di Lampung sama dengan Rumah Limas yang ada di Sumatera Selatan. Oleh karena itu, penelitian ini akan membahas ciri khas Rumah Limas yang terdapat di daerah asalnya yaitu di Sumatera Selatan kemudian membandingkannya dengan Rumah Limas yang dibangun oleh Suku Semende di Kecamatan Pulau Panggung, Tanggamus, Provinsi Lampung. Dengan menggunakan metode komparatif, arsitektur Rumah Limas akan dibahas secara terperinci dari berbagai variabel elemen arsitekturnya seperti atap, dinding, jendela, pintu, lantai, pagar dan tangga. Terdapat empat desa di Kecamatan Pulau Panggung yang akan diteliti yaitu Desa Muara Dua, Desa Gunung Meraksa, Desa Tanjung Begelung dan Desa Gunung Megang. Rumah Limas yang ditemukan di keempat desa ini akan dianalisis persamaan dan perbedaan karakternya dengan Rumah Limas yang berada di Sumatera Selatan.