139 research outputs found

    The Evolution of Prefabrication Based Modular Housing: Expectation and Challenge

    Full text link
    The building construction industry is on the verge of a massive transformation of construction practices caused by constant pressure to evolve and adapt to increasing global and urban challenges. The neglect of the vernacular building method in the building production process was first realized by using fairly cheap and abundant concrete and reinforced concrete as a substitute for stone and wood, which are the materials of vernacular structures. The world continues to face housing pressures caused by an insufficient inventory of housing units accessible to local residents. This study aims to explore the history of the development of modular-prefabricated construction with a qualitative-histography approach. This goal can be achieved through a series of processes ranging from reviewing relevant literature, discussing findings, and presenting contemporary research themes. The idea of prefabrication was integrated to reinterpret the contemporary sense of dwelling. However, the lack of a concept of knowledge and an understanding of well-defined prefabrications can hinder the integration of methods and theories on the subject. The results of this study show that there is ambiguity regarding the advantages of prefabricated construction practices that are developing today so it becomes a challenge for construction business actors to provide guarantees to the public of the quality of the promised products

    Model of Land Cover Change Caused by Toll Road Access Using Cellular Automata in Sumatra Island

    Full text link
    The use of land is a part of the fulfillment of human needs. The establishment of a large-scale infrastructure project often triggers an increase in land cover around its infrastructure project. Most of the increase in built up land tends to occur in areas that are traversed by or located near main accessibility routes such as toll roads. Although the construction of toll roads can improve accessibility between regions, land is a limited resource. So that it becomes the basis for researchers to identify the changes in land use in regencies and cities on the island of Sumatra that are crossed by toll roads that have been operating. The goal of land use change analysis is to give a description or explanation, predict, look at the effects, and make a decision (prescription). This research was conducted by identifying the changes in the existing land cover and predicting the land cover using cellular automata. Cellular automata have proven to be a method that is suitable for predicting the dynamics of land use through spatial simulation. The results show that there was an increase in the amount of land built from early 2017 to 2030. The covered land is developed around the toll gate after it is actively operated. In all provinces studied, deviation discrepancies were found in the conservation and cultivation areas. Deviations that occur in conservation areas need to be considered as there should be no land built in these areas, which means that there are cultivation activities in the conservation areas

    Perancangan Interior Kafe Dengan Konsep Arsitektur Tionghoa Palembang

    Full text link
    Perkembangan bisnis di dunia food and Baverages mengalami peningkatan yang cukup pesat khususnya pada bidang kafe & restaurant. Fenomena ini banyak di temui baik dikota besar maupun di kota kecil yang mana mulai bermunculan suatu tempat makan dengan konsep yang lebih kekinian dan terkonsep dengan tujuan lebih menyasar pada anak muda. Stamps Kafe adalah salah satu kafe baru di kota Palembang bergerak di bidang kuliner dengan fokus pada masakan tradisional Palembang. Stamps kafe juga menyediakan mini bar sebagai tempat bagi pecinta kopi untuk menikmati racikan kopi tradisional. Unsur yang akan diterapkan pada kafe ini adalah unsur Tionghoa Palembang yang dikemas dengan konsep yang lebih modern dan kekinian dengan tujuan menampilkan nuansa klasik dan modern yang dibalut oleh tema Tionghoa Palembang menjadi satu kesatuan yang seimbang. Hasil dari penelitian ini berupa gambar rancangan interior kafe secara umum, 3D desain dan Video Animasi Suasana interior didesain dengan dengan didominasi warna cerah dan penataan aksesoris yang didasari pada ciri khas rumah masyarakat Tionghoa Palembang. Dengan interior kafe bertema arsitektur Tionghoa Palembang diharapkan dapat memberikan nilai jual tersendiri dimana interior kafe merupakan salah satu daya tarik yang memiliki nilai komersil tersendiri yang mana dapat memberikan keuntungan pada pemilik kafe.

    Eksplorasi Pengunjung Taman Merdeka Kota Metro dalam Pengidentifikasian Fungsi Sosial di Ruang Terbuka Publik

    Full text link
    Keberadaan taman kota sebagai ruang terbuka hijau di kawasan perkotaan dapat menjadi salah satu sarana dalam membentuk interaksi sosial masyarakat perkotaan. Pemanfaatan taman kota umumnya dilakukan masyarakat dalam ragam alasan, ragam latar belakang, dan ragam waktunya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi fungsi Taman Merdeka bagi masyarakat di Kota Metro. Metode kualitatif (grounded theory) digunakan sebagai eksplorasi pendahuluan dalam pengidentifikasi fungsi taman. Pengumpulan data dilakukan secara terbuka melalui kuesioner luring terhadap responden yang mengunjungi Taman Merdeka Kota Metro. Content Analysis dilakukan untuk menemukan kata kunci yang berkaitan dengan ativitas sosial masyarakat. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa alasan masyarakat dalam pemanfaatan taman yaitu karena tujuan aktivitas, suasanan, dan kenyamanan. Aktivitas dominan yang dilakukan masyarakat meliputi aktivitas liburan (refreshing), nongkrong, dan istirahat. Sedangkan, alasan suasana dan kenyamanan yang dominan meliputi alasan keindahan (asri) dan nyaman

    Konsep Komunitas Arsitektur Perumahan Real Estate: Kaitannya Dengan Konsep Neighborhood dan Modal Sosial

    Full text link
    Menjauhnya jarak antara fisik pemukiman dengan karakter sosialnya merupakan cerminan dari minimnya interaksi sosial yang terjadi diantara penghuni perumahan yang dapat menciptakan hubungan sosial dalam konsep neighborhood. Penelitian ini dirancang untuk mengkaji, memahami praktik-praktik interaksi sosial yang bisa mencerminkan modal sosial dan untuk memahami apakah masyarakat real estate merupakan sebuah komunitas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif - deskriptif – eksploratif dengan pendekatan studi kasus pada salah satu perumahan menengah atas di bandung. Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya unsur konsep neighborhood pada arsitektur perumahan, menjadi pengaruh dalam menghambat perkembangan jaringan sosial penghuninya sehingga tidak menimbulkan hubungan timbal balik dalam konsep komunitas. Ruang-ruang publik belum dapat berkontribusi secara maksimal dalam mewadahi praktik interaksi sosial. Interaksi yang membentuk jaringan sosial antar penghuni terjadi berdasarkan persamaan keyakinan yang diwadahi pada fasilitas keagamaan. Karakter interaksi sosial antar penghuni belum mampu membentuk unsur-unsur modal sosial sehingga tidak dapat mewujudkan konsep komunitas yang solid. Disimpulkan beberapa unsur yang menjadi hambatan terbentuknya modal sosial bagi komunitas penghuni arsitektur perumahan, diantaranya: kepercayaan (trust), dilema waktu (time dilemma), ketergantungan sosial (Social Dependence), kepedulian sosial (Social Care), norma (Norms) dan jejaring (network). Keenam unsur tersebut menjadi faktor lemahnya proses pembentukan modal sosial pada perumahan real estate. 

    Identifikasi Pembentuk Karakter Langgam Arsitektur Klasik Pada Gereja Katolik Kelahiran Santa Perawan Maria

    No full text
    Gereja Kelahiran Santa Perawan Maria merupakan salah satu gereja tertua di Indonesia yang terletak di Jalan Kepanjen Surabaya. Gereja ini memiliki nilai sejarah dan langgam arsitektur klasik yang tersimpan pada bangunannya. Oleh karena itu, bangunan bersejarah ini hendaknya dilestarikan, dan dipertahankan di perkembangan teknologi yang semakin canggih dan modern ini. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi unsur pembentuk karakter arsitektural bangunan Gereja Katolik Kelahiran Santa Perawan Maria dengan mengacu pada penerapan arsitektur klasik pada unsur bangunan Gereja tersebut. Identifikasi yang dilakukan terhadap Gereja Katolik Kelahiran Santa Perawan Maria ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan mengenai langgam arsitektur klasik dan mengkategorikan gereja tersebut sebagai bangunan kuno atau cagar budaya. Identifikasi yang dilakukan merupakan sebuah hasil analisa yaitu tabel untuk memperlihatkan detail lima rupa yaitu perdindingan, perlindungan, perlubangan, pertiangan, dan persolekan dari Gereja Kelahiran Santa Perawan Maria. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode pengumpulan data, pengolahan data, serta penarikan kesimpulan dari analisa tabel identifikasi langgam arsitektur klasik. Metode pengumpulan data yang dilakukan dengan studi literatur, survei, yang meliputi pengamatan, dan pendokumentasian secara langsung berupa foto Gereja Kelahiran Santa Perawan Maria. Analisa selain tabel juga berbentuk prosentase langgam yang diterapkan pada gereja tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bangunan Gereja Katolik Kelahiran Santa Perawan Maria signifikan lebih menerapkan langgam arsitektur klasik. Variabel yang terlihat lebih dominan menerapkan langgam arsitektur klasik, yaitu pada ornament, bentuk jendela, façade bangunan, dan interior

    Pengembangan Permukiman Pesisir Sukolilo Menggunakan Konsep Arsitektur Kontekstual (Studi Kasus: Kampung Nelayan Sukolilo Baru, Surabaya)

    Full text link
    Kebutuhan akan lahan hunian merupakan masalah yang sering dijumpai pada masa kini. Salah satu faktor utamanya adalah semakin terbatasnya keberadaan lahan, terutama di kawasan pesisir yang penyelesaiannya sering di wujudkan dengan menambah luas lahan permukiman melalui reklamasi pada batas-batas pantai. Seperti halnya pada kampung nelayan Sukolilo, dikarenakan keterbatasan lahan di permukiman, berdampak pada kurangnya fasilitas penunjang seperti ruang terbuka. Konversi lahan juga banyak dijumpai di jalan lingkungan kampung, jalan dan teras  rumah di alih fungsi menjadi tempat penunjang ekonomi. Solusi yang dilakukan oleh masyarakat yaitu reklamasi dalam skala kecil dan bertahap pada bibir pantai pesisir tersebut. Namun, reklamasi belum tergolong solutif bagi permukiman pesisir ini. Reklamasi secara massif dan spontan menimbulkan trauma pada ekosistem lingkungan eksisting. Maka, penulis berusaha untuk menghadirkan solusi dengan menerapkan metode perancangan kontekstual pada kawasan pesisir dengan harapan agar terciptanya lingkungan dan cara hidup yang baru bagi masyarakat pesisir Sukolilo. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif – kualitatif dengan metode rancang arsitektur kontekstual. Penulis menggunakan metode pengumpulan data kualitatif dengan langkah observasi, pengumpulan data visual, dan wawancara dengan warga asli dari kampung nelayan Sukolilo, serta pengumpulan data dari dokumen literatur dan teori yang telah ada. Hasil dari perancangan adalah pengembangan kawasan pesisir dalam bentuk permukiman terapung yang memertahankan konteks lokal sebagai alternatif dari upaya reklamasi wilayah pesisir

    Karakteristik Termal Rumah Suku Dayak di Kalimantan Tengah (Studi Kasus: Rumah Betang Buntoi, Rumah Betang Toyoi, dan Rumah Betang di TMII)

    Full text link
    Masyarakat Suku Dayak pada masa lalu membangun rumah didasarkan kondisi saat perang, sebagai salah satu faktor selain dari pengaruh akar budaya dan agama. Ancaman perang membentuk bangunan menjadi bersifat panggung, jendela yang minim, termasuk pengaruh orientasi yang didasarkan atas kepercayaan. Satu rumah terdiri dari banyak keluarga, dengan tujuan lebih mudah bekerja sama ketika melakukan aktivitas bertahan maupun menyerang. Kegiatan ini tentunya berpengaruh terhadap pemanasan suhu ruangan, yang dicurigai mengakibatkan peningkatan suhu akibat dari banyaknya individu di dalam rumah tersebut. Dari dasar tersebut penelitian ini dibuat untuk mencari karakteristik termal yang terjadi, dengan metode pendekatan Kuantitatif untuk menguji teori kenyamanan termal yang telah ada (pengukuran di dasari atas angka

    Tipologi Ruang Dalam Rumah Lamin Berdasarkan Sistem Adat Pada Masyarakat Suku Dayak

    Full text link
    Rumah merupakan bangunan yang dibangun dengan tujuan untuk dijadikan tempat tinggal oleh manusia. Proses pembuatan rumah tak lepas dari penyesuaian antara kebiasaan dan kegiatan dari manusia yang akan menghuninya dari waktu ke waktu. Di Indonesia, rumah - rumah adat yang diturunkan oleh nenek moyang dapat dikatakan sebagai arsitektur nusantara. Rumah-rumah tersebut memiliki ciri khas tersendiri sesuai dengan tata letak geografisnya, sumber daya, adat, kepercayaan, kebiasaan dan budaya masyarakatnya. Masyarakat Dayak memiliki sistem tersendiri dalam mengorganisir kelompok suku mereka dalam hunian mereka. Suku Dayak pada umumnya menganut prinsip kekerabatan ambilineal. Prinsip kekerabatan ini mengharuskan seseorang untuk tinggal bersama dengan kerabat - kerabatnya dalam sebuah rumah. Studi ini difokuskan untuk mengidentifikasi pembagian ruang pada rumah Lamin, yang mana pembagian ruang ini sangat dipengaruhi oleh sistem adat yang berlaku. Tujuan artikel ini adalah untuk mengetahui Tipologi ruang dalam rumah tradisional Lamin. Hasil studi tentang tipologi ruang dalam rumah Lamin dapat dijadikan sebagai esensi pedoman bentuk Arsitektur rumah Lamin, yang akan memberikan kontribusi terhadap keilmuan arsitektur nusantara

    Pengaruh Kondisi Lingkungan Terhadap Bentuk Bangunan Arsitektur

    Full text link
    Bangunan arsitektur memiliki fungsi dalam menciptakan kebutuhan ruang dari penggunanya (manusia). Dalam perwujudannya tidak lepas dari pengaruh kondisi fisik lingkungan yang membentuk iklim mikro di sekitarnya. Bentuk bangunan di Indonesia yang beriklim tropis lembab jika diamati dengan bentuk bangunan di daerah Eropa akan berbeda karena perbedaan iklim dari kedua lokasi. Tetapi, kebanyakan orang kurang memperhatikan hal tersebut. Penelitian ini akan mengkaji tentang seberapa besar pengaruh kondisi fisik lingkungan terhadap bentukan bangunan arsitektur. Metode yang digunakan adalah metode korelasi dengan membandingkan bentuk bangunan khususnya perumahan di daerah Surabaya Timur dengan di Surabaya Barat, yang mana kedua lokasi ini memiliki karakteristik fisik lingkungan yang berbeda. Pengambilan data dilakukan dengan observasi langsung serta dari beberapa sumber literatur dan internet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh lingkungan dapat berdampak terhadap bentuk atau ide dalam suatu bangunan arsitektur walaupun dalam hal sekecil apapun

    126

    full texts

    139

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JA! UBL
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇