Jurnal Forum Nuklir
Not a member yet
    208 research outputs found

    KOMPARASI UNJUK KERJA SPEKTROMETRI GAMMA DETEKTOR BICRON 2M2 DENGAN LUDLUM 44-62

    No full text
    KOMPARASI UNJUK KERJA SPEKTROMETRI GAMMA DETEKTOR BICRON 2M2 DENGAN LUDLUM 44-62.Telah dilakukan uji komparasi spektrometri gamma menggunakan detektor Bicron 2M2 dengan spektrometri gamma menggunakan detektor Ludlum 44-62. Spektrometri Gamma adalah komponen utama pencacah radiasi gamma pada instrumentasi nuklir di bidang kedokteran dan industri. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh kelebihan dan kekurangan unjuk  kerja masing-masing spektrometri gamma yang menggunakan transduser yang berbeda. Metoda pengujiannya adalah dengan membandingkan beberapa parameter unjuk kerja spektrometri gamma antara lain bentuk pulsa, bentuk spektrum energi, FWHM, resolusi dan efisisensi detektor dengan sumber yang digunakan adalah Cs- 1 37 dan Ba-133. Selain itu di uji pula unjuk kerja detektor dengan variasi jarak dan uji tingkat presisi pencacahan dengan menggunakan uji chi square. Dari pengujian diperoleh hasil bahwa resolusi spektrometri gamma menggunakan detektor Ludlum 44-62 lebih tinggi dibandingkan resolusi detektor Bicron 2M2. Sehingga kemampuan detektor Bicron 2M2 untuk memisahkan 2 pulsa yang berdekatan lebih baik dari pada detektor Ludlum 44-62. Selain itu, efisiensi detektor Bicron 2M2 lebih tinggi dibandingkan efisiensi detektor Ludlum 44-62. Pada pengujian jarak diperoleh bahwa interaksi detektor Bicron 2M2 terhadap radiasi sinar gamma lebih baik dibandingkan detektor Ludlum 44-62. Dari hasil uji chi square data hasil pencacahan sistem spektrometri gamma dengan menggunakan detektor Bicron 2M2 maupun detektor Ludlum 44-62 sesuai dengan kriteria sehingga dapat dinyatakan bahwa alat memenuhi syarat kestabilan

    PEMISAHAN RENIUM-188 DARI SASARAN WOLFRAM-188 DENGAN METODE EKSTRAKSI MENGGUNAKAN PELARUT METIL ETIL KETON

    Get PDF
    PEMISAHAN RENIUM-188 DARI SASARAN WOLFRAM-188 DENGAN METODE EKSTRAKSI MENGGUNAKAN PELARUT METIL ETIL KETON. Pemisahan renium-188 dari sasaran wolfram-188 secara ekstraksi dilakukan untuk pengembangan produksi radioisotop renium-188 yang memenuhi kemurnian secara radionuklida dan radiokimia. Pemisahan kedua unsur ini disimulasikan terhadap unsur yang tidak aktif untuk mengurangi risiko paparan radioaktif. Pemisahan renium dari wolfram ini menggunakan metode ekstraksi dengan pelarut metil etil keton (MEK). Parameter yang berpengaruh terhadap pemisahan ini ditentukan melalui kondisi optimum proses ekstraksi berdasarkan pengaruh waktu pengocokan, volume MEK, pH larutan, serta menentukan nilai koefisien distribusi. Penentuan konsentrasi renium dan wolfram hasil ekstraksi dilakukan dengan metode spektrofotometer UV-Vis dengan pengompleks KSCN dalam suasana asam dan pereduktor SnCl2. Hasil percobaan menunjukkan bahwa kondisi optimum proses ektraksi dengan umpan masing-masing 10 ppm yaitu pada waktu pengocokan selama 10 menit, volume MEK sebanyak 20 mL, dan kondisi larutan pada pH 5. Diperoleh konsentrasi maksimum renium yang terambil pada fase organik sebanyak 9,54 ppm dan nilai Kd sebesar 2,75 dan Kd maksimum wolfram sebesar 0,08. Kondisi optimum proses ekstraksi ini selanjutnya dapat di gunakan untuk cara pemisahan renium dari wolfram yang radioaktif

    PENENTUAN TEBAL PERISAI RADIASI PERANGKAT RADIOTERAPI EKSTERNAL Co-60 UNTUK POSISI PENYINARAN

    Get PDF
    PENENTUAN TEBAL PERlSAI RADlASI PERANGKAT RADIOTERAPI EKSTERNAL Co-60 UNTUK POSISI PENYINARAN. Telah dilakukan perhitungan tebal perisai radiasi pada kepala gantri perangkat radioterapi eksternal Co-60 untuk posisi penyinaran. Posisi penyinaran adalah ketika sumber Co-60 dikeluarkan untuk melakukan terapi ke pasien. Perisai radiasi dimaksudkan untuk melindungi bagian tubuh pasien yang tidak diterapi sehingga bagian tersebut terlindungi dari paparan radiasi sesuai dengan ketentuan keselamatan radiasi. Perhitungan ini bertujuan untuk menentukan tebal perisai radiasi serta jenis bahan yang digunakan. Perhitungan berdasarkan prinsip pelemahan berkas radiasi gamma () dan ketentuan keselamatan radiasi yang diatur BAPETEN. Dari hasil perbincangan didapatkan bahwa pada saat penyinaran dilakukan, perisai radiasi untuk bagian atas dan samping menggunakan bahan timbal (Lead/Plumbum-Pb) dengan tebal 21 cm, sedangkan untuk bagian bawah menggunakan bahan tungsten (Wolfram-W) dengan tebal 13 cm, dan kolimator dari Pb dengan tebal 21 cm. Dengan perhitungan perisai radiasi ini, paparan yang diterima bagian tubuh pasien yang tidak diterapi adalah kurang dari setengah dari nilai batas dosis (0,5 mSv). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hasil perhitungan perisai radiasi pada posisi penyinaran ini memenuhi ketentuan keselamatan yang dipersyaratkan.Kata kunci: Radioterapi eksternal, perisai radiasi, tebal, timbal, tungste

    PERLAKUAN PERMUKAAN PADA ROLLER RANTAI DENGAN METODE PLASMA CARBURIZING DARI CAMPURAN GAS He DAN CH4 PADA TEKANAN 1,8 mbar

    Get PDF
    PERLAKUAN PERMUKAAN PADA ROLLER RANTAI DENGAN METODE PLASMA CARBURIZING DARI CAMPURAN GAS He DAN CH4 PADA TEKANAN 1,8 mbar. Transmisi daya mekanik antara dua roda gigi dapat menggunakan rantai. Bagian dari mata rantai yang bergesekan langsung dengan roda gigi adalah roller rantai. Permukaan roller rantai harus memiliki sifat yang keras agar tidak mudah aus. Pengerasan permukaan roller rantai dapat dilakukan dengan pembentukan lapisan DLC pada permukaan tersebut. Lapisan DLC dapat dibentuk dengan metode plasma carburizing. Plasma carburizing dalam penelitian ini memanfaatkan lucutan pijar DC dari campuran gas helium dan gas metana pada tekanan 1,8 mbar dan temperatur 573 K, sedangkan waktu perlakuan bervariasi 1, 2, 3, 4, dan 5 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekerasan permukaan roller rantai naik dari 276,05 VHN menjadi 403,56 VHN atau terjadi kenaikan sebesar 46,19% setelah dilakukan perlakuan plasma carburizing selama 4 jam

    EKSTRAKSI DAN STRIPPING URANIUM DARI HASIL PELARUTAN TOTAL MONASIT BANGKA

    No full text
    EKSTRAKSI DAN STRIPPING URANIUM HASIL DARI PELARUTAN TOTAL MONASIT BANGKA. Penelitian pengolahan monasit di PTBGN-BATAN telah berhasil memisahkan logam tanah jarang dari unsur radioaktif dengan kemurnian yang tinggi namun menghasilkan limbah berupa campuran logam tanah jarang, uranium, thorium, dan unsur lain yang tidak terambil. Proses pengolahan limbah dapat dilakukan dengan memisahkan uranium terlebih dahulu dengan metode ekstraksi menggunakan trioktil amin. Dalam penelitian ini dilakukan ekstraksi uranium dengan trioktil amin dan stripping uranium dengan H2SO4 untuk menentukan nilai koefisien distribusi (Kd) U, Th, LTJ2O3, dan PO4. Nilai Kd yang diperoleh digunakan untuk menentukan jumlah tingkat ekstraksi-stripping yang dibutuhkan untuk mengambil 95% uranium dari limbah umpan dengan ekstraksi dan stripping dari kondisi yang telah diperoleh. Nilai Kd dihitung berdasarkan persamaan Nernst, sedangkan jumlah stage ekstraksi stripping dihitung berdasarkan nilai Kd uranium dengan metode McCabe Thiele. Penelitian ini menghasilkan nilai Kd pada ekstraksi dengan komposisi ekstraktan TOA:Kerosen:isodekanol=5:92:3 adalah U=3,42; Th=0,02; LTJ2O3=0,07; dan PO4=0,10, Kd pada stripping uranium menggunakan H2SO4 3 M adalah U=0,13 dan Th=2,21. Berdasarkan nilai Kd ini, jumlah tingkat teoritis ekstraksi dan stripping untuk memperoleh uranium sebanyak 95% adalah 7 tingkat ekstraksi pada A/O=2 dan 6 stingkat stripping pada A/O=1/5

    RANCANG BANGUN MODUL ELECTRICAL POWER DEMAND UNTUK SIMULATOR INSTALASI PLTN

    No full text
    RANCANG BANGUN MODUL ELECTRICAL POWER DEMAND UNTUK SIMULATOR INSTALASI PLTN. Telah dilakukan kegiatan rancang bangun modul electrical power demand yang berfungsi untuk mensimulasikan perubahan beban listrik. Modul electrical power demand merupakan bagian dari simulator instalasi PLTN. Bagian lainnya adalah simulator teras reaktor dan simulator turbin generator, yang setelah diintegrasikan akan menjadi simulator instalasi PLTN. Bagian utama electrical power demand simulator instalasi PLTN adalah modul beban, modul summing amplifier, modul data akuisisi NI 6212, modul kendali PLC T100MD series, dan modul perangkat tampilan informasi proses dan perangkat lunak kendali. Modul perangkat lunak tampilan informasi proses dibangun dengan program Lab View 2009 Evaluation Version dan untuk modul kendali digunakan perangkat lunak Trilogi Versi 6. 13. Dari hasil pengujian electrical power demand yang diintegrasikan, dapat difungsikan sebagai sarana pembelajaran pengoperasian sebuah instalasi PLTN dengan fluktuasi dan dinamika perubahan beban listrik

    KAJlAN TEKNO EKONOMI APLIKASI NITRIDASI PLASMA UNTUK PENGUATAN LAPISAN PERMUKAAN KOMPONEN OTOMOTIF

    No full text
    KAJIAN  TEKNO EKONOMI APLIKASI NITRIDASI PLASMA UNTUK PENGUATAN LAPISAN PERMUKAAN KOMPONEN OTOMOTIF. Telah diselesaikan rancang bangun Perangkat Nitridasi Ion untuk penguatan lapisan permukaan komponen mesin dengan bantuan dana oleh Kementerian Riset dan Teknologi. Pemanfaatan hasil litbangyasa ini di bidang industri perlu didahului dengan kajian ekonomi teknik untuk mendukung kelayakannya. Telah dilakukan kajian tekno-ekonomi pemanfaatan Perangkat Nitridasi Ion untuk perbaikan kualitas permukaan komponen mesin di bidang otomotif.  Kajian ekonomi/kelayakan finansial yang meliputi biaya modal tetap, modal kerja, biaya produksi dan analisis Break Event Point, Payback Period dan Rate of Return telah dilakukan. Hasii anal isis ekonomi menunjukkan bahwa aplikasi Perangkat Nitridasi Ion untuk meningkatkan mutu permukaan komponen otomotif cukup potensial dan mempunyai prospek positif, dimana nilai perhitungan BEP untuk estimasi keuntungan dari 10% s/d 75% berkisar antara 52% sampai dengan 12,9% atau Payback Period antara 137 buIan sampai dengan 23,5 bulan. Analisis Rate of Return menunjukkan pencapaian tingkat suku bunga proyek (i*) sebesar 17,75%/tahun jauh lebih besar dari tingkat suku bunga simpanan di Bank sebesar 7,2%/tahun. Jika mengambil tingkat keuntungan bisnis yang wajar (50%), diperoleh nilai BEP 17,9% dan PP = 34,5 bulan, nilai yang sangat bagus. Dengan demikian dapat disimpulkan Teknologi Nitridasi Ion sangat prospektif secara ekonomi dan diharapkan mampu memacu pertumbuhan ekonomi lndustri Kecil Menengah di Indonesia

    ANALISIS RADIONUKLIDA 235U DALAM PELAT ELEMEN BAKAR U3Si2-Al PASCA IRADIASI MENGGUNAKAN METODE SPEKTROMETRI ALFA

    No full text
    ANALISIS RADIONUKLIDA 235U DALAM PELAT ELEMEN BAKAR U3Si2-Al PASCA IRADIASI MENGGUNAKAN METODE SPEKTROMETRl ALFA. Telah dilakukan Analisis Radionuklida 235U dalam Pelat Elemen Bakar (Peb) U3Si2-Al Pasca lradiasi. PEB di samping mengandung sisa uranium juga mengandung bahan lain, seperti hasil belah dan hasil biak serta bahan kelongsong elemen bakar nuklir. Kandungan uranium di dalam bahan bakar pasca iradiasi tersebut dianalisis menggunakan metode spektrometri-α . Agar aualisis memberikan hasil yang akurat maka uranium tersebut perlu dipisahkau dari unsur lain yang dapat menyerap radiasi-α dan akan berpengaruh pada pengukuran radioaktivitasnya. Uranium dalam larutau asam kuat HCI membentuk komplek anion sedangkan bahan yang tercampur lainnya bersifat kation. Uranium dapat dipisahkan menggunakan kolom penukar anion dengan menggunakan resin dowex 1x8 Cl-, dan larutan HCI digunakan sebagai eluen. Uranium yang terikat dalam koJom diambil dengan cara mengelusi kolom menggunakan aquadest hangat. Efektifitas pemisahan uranium didasarkan pada parameter berat resin dan volume serta konsentrasi HCl dalam eluen. Berat resin dowex 1x8 Cl- yang digunakan dengan variasi 1; 1,2; 1,5 dan 2 g, sedangkan konsentrasi asam kuat HCI 4; 6; 8; 10 M. Radionuklida 235U yang masih berada dalam resin dielusi menggunakan aquadest hangat suhu 50C. Uranium dalam efluen HCl dan air hangat dianalisis menggunakan spektrometer-α . Hasil analisis menunjukkan bahwa kondisi optimum yang diperoleh untuk konsentrasi HCl adalah 6 M, dan berat resin dowex 1x8 Cl- yang digunakan sebesar 1,2 g. Kandungan radionuklida 235U yang di dalam sampel larutan uranil nitrat bebas isotop Cs diperoleh sebesar 0,1966 μg atau setara dengan 743,4 μg didalam 0,036 g sampel PEB U3Si2-Al densitas 2,96 gU/cm3 pasca iradiasi.Kata kunci : analisis radionuklida 235U, spektrometer-α, PEB U3Si2-A

    PENGEMBANGAN SISTEM KENDALI SPEKTROMETER SMALL ANGLE NEUTRON SCATTERING (SANS) BERBASIS JARINGAN

    Get PDF
    PENGEMBANGAN SISTEM KENDALI SPEKTROMETER SMALL ANGLE NEUTRON SCATTERING (SANS) BERBASIS JARlNGAN. Optimalisasi sistem kendali spektrometer SANS sangat diperlukan mengingat penggunaan SANS yang begitu luas. Salah satunya dengan menggunakan jaringan pada sistem kendali, karena memudahkan upgrade komputer dan dapat dikendalikannya spektrometer SANS pada jarak jauh, maka pada penelitian ini dikembangkan sistem kendali spektrometer small angle neutron scattering (SANS) berbasis jaringan. Sistem ini menggunakan terminal konektor yang menghubungkan motion cotroller PMX-4ET-SA-TBS dengan motor driver Vexta 5 phasa yaitu dengan motion controller yang dihubungkan dcngan jaringan ethernet. Sistem ini dilengkapi dengan sensor magnetic switch sebagai pengaman pergerakan motor stepper dan juga software visual basic 6.0 untuk menggerakkan motor stepper. Melalui hasil pengujian, motor stepper bergerak menuju posisi yang diinginkan, sehingga pengembangan sistem kendali spektrometer small angle neutron scattering (SANS) telah berfungsi dengan baik.Kata Kunci: Sistem Kendali, small angle neutron scattering (SANS), PMX-4ET-SA-TB

    ATW (ACCELERATOR DRIVEN TRANSMUTATION WASTE) SEBAGAI TEKNOLOGI ALTERNATIF PENUTUPAN DAUR BAHAN BAKAR NUKLIR

    Get PDF
    AbstrakATW SEBAGAI TEKNOLOGI ALTERNATIF PENUTUPAN DAUR BAHAN BAKAR NUKLIR. Telah dilakukan pengkajian ATW (accelerator-driven  transmutation waste) sebagai alternatif penutupan daur bahan bakar nuklir. ATW adalah perangkat reaktor nuklir subkritis dengan sumber neutron berasal dari akselerator berdaya tinggi, yang dimanfaatkan untuk memfasilitasi proses transmutasi bahan bakar bekas. Proses transmutasi dilakukan terhadap unsur-unsur aktinida minor dan produk fisi umur panjang. Produk dari proses transmutasi adalah unsur-unsur produk fisi yang lebih stabil dengan umur paruh yang pendek, dan listrik. Konsep ATW mempengaruhi sistem daur bahan bakar nuklir yang diadopsi selama ini. Untuk sistem daur terbuka, konsep ATW bisa menjadi alternatif untuk melakukan penutupan daur, yaitu olah ulang bahan bakar bekas untuk diumpankan pada sistem reaktor subkritis. Pada sistem daur tertutup, aplikasi ATW menawarkan sistem daur dobel strata, yaitu suatu sistem daur yang melibatkan daur tertutup konvensional pada strata pertama, dan daur tertutup berbasis teknologi ATW pada strata kedua

    118

    full texts

    208

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Forum Nuklir
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇