Jurnal Forum Nuklir
Not a member yet
208 research outputs found
Sort by
HJSTOPATOLOGI HATI DAN LIMPA MENCIT PASCA IMUNISASI BERULANG DAN UJI TANTANG DENGAN Plasmodium berghei IRADIASI GAMMA STADIUM ERITROSITIK
HISTOPATOLOGI HATI DAN LIMPA MENCIT PASCA IMUNISASI BERULANG DAN UJl TANTANG DENGAN Plasmodium berghei IRADIASI GAMMA STADIUM ERITROSITIK. Pengembangan vaksin malaria merupakan hal yang cukup penting saat ini seiring dengan meningkatnya resistensi plasmodium terhadap obat anti malaria. Salah satu cara untuk melemahkan plasmodium sebagai parasit penyebab malaria dalam pengembangan vaksin malaria adalah dengan menggunakan radiasi sinar gamma. Beberapa penelitian sebelumnya memperlihatkan bahwa dosis radiasi sinar gamma 175 Gy lebih efektif dalam melemahkan Plasmodium berghei stadium eritrositik dibandingkan dengan dosis 150 Gy. Tujuan penelitian yang dilakukan adalah untuk mengetahui efektivitas dosis irradiasi 175 Gy berdasarkan pemeriksaan gambaran histologi organ hati dan limpa mencit pasca imunisasi berulang (booster) dan uji tantang dengan menggunakan P. berghei irradiasi 175 Gy. Sebanyak 10 ekor mencit (satu ulangan) diinfeksi dengan P. berghei 1x107 stadium eritrositik iradiasi 175 Gy. Hari ke 7 dan 14 mencit diinfeksikan kembali dengan 1x107 P. berghei stadium eritrositik yang telah diiradiasi 175 Gy. Hari ke 8 dan ke 16 mencit dibunuh dan diambil organ hati dan limpa untuk dibuat preparat histologinya. Mencit yang tersisa kemudian dipelihara hingga hari ke 40 (satu hari sebelum uji tantang) dan dibunuh satu ekor mencit dan diambil organ hati dan limpanya untuk dibuat preparat histologinya. Hari ke 41 dilakukan uji tantang yaitu dengan menginfeksikan P. berghei yang tidak diiradiasi sebanyak 1x105 terhadap dua ekor mencit yang tersisa. Enam hari pasca uji tantang satu mencit dibunuh untuk dibuat preparat hitologi hati dan limpa. Terakhir pada dua puluh satu hari pasca uji tantang mencit dibunuh untuk dibuat preparat histologi hati dan limpanya. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa terjadi perbaikan pada struktur hati dan limpa mencit pasca uji tantang. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa imunisasi berulang (booster) dengan P.berghei stadium eritrositik iradiasi 175 Gy memberikan respon imun yang lebih baik pada mencit
STUDI PENDAHULUAN PEMBUATAN FOTOREAKTOR
STUDI PENDAHULUAN PEMBUATAN FOTOREAKTOR. Telah dilakukan studi pendahuluan pembuatan fotoreaktor yang digunakan untuk melakukan reaksi fotokimia photobiological dengan sistem panas dan penyinaran ultra violet (IN). Sistem ini terdiri dari mikrokontroler ATMega 16, keypad matriks 3 xx 4, pemanas dan pcnampil LCD (Liquid Crystal Display). Suhu dibangkitkan dengan pemanas dapat diatur waktunya dengan menggunakan keypad. Tegangan analog yang dihasilkan oleh sensor suhu SHT11 dan sensor cahaya LOR (Light Dependent Resistor) diolah ADC (Analog to Digital Converter) pada mikrokontroler untuk dikonversikan menjadi nilai suhu dan intensitas cahaya yang terukur. Tampilan pada LCD 16 x 2 untuk mempermudah pembacaan. Hasil pengujian alat digunakan sampel akrilamida cair dengan perlakuan panas dan penyinaran berubah menjadi gel.Kata kunci: Fotoreaktor, suhu dan sensor, reaksi fotokimia, photobiologica
INTERAKSI TERMOKIMIA BAHAN BAKAR U3SI2 TMU 2,96 GU/CM3 DENGAN MATRIKSS AL DAN KELONGSONG ALMG2
INTERAKSI TERMOKIMIA BAHAN BAKAR U3Si2 TMU 2,96 gU/cm3 DENGAN MATRIKS Al DAN KELONGSONG AlMg2. Sebelum melakukan pengujian interaksi kelongsong AlMg2 dengan inti elemen bakar U3Si2-Al pasca iradiasi, terlebih dahulu dilakukan pengujian interaksi kelongsong AlMg2 dengan U3Si2-Al pra iradiasi. Hal ini bertujuan untuk mengetahui dan menguasai metode uji untuk selanjutnya digunakan dalam pengujian interaksi kelongsong AlMg2 dengan inti elemen bakar U3Si2-Al pelat elemen bekar (PEB) pasca iradiasi di hotcell. Pengujian pra iradiasi dilakukan dengan pemanasan PEB U3Si2-Al di dalam tungku DTA (Differential Thermal Analysis) dengan variasi temperatur sebagai simulasi proses radiasi di dalam reaktor. PEB U3Si2-Al dengan tingkat muat uranium (TMU) 2,9 gU/cm3 berukuran 10x10 mm dipanaskan di dalam tungku DTA pada temperatur 450, 550; 650; 900 dan 1350oC dengan waktu tunda selama 1jam. Analisis mikrostruktur diamati menggunakan SEM/EDS. Interaksi termokimia antara bahan bakar U3Si2 dengan matriks Al maupun kelongsong AlMg2 mulai terjadi pada temperatur 550oC yang ditunjukkan dengan adanya interaksi unsur Al dengan uranium serta migrasi unsur Mg ke batas frame bahan bakar. Pada pemanasan 630oC terjadi peleburan matriks Al dan kelongsong AlMg2. Lelehan matriks Al dan kelongsong AlMg2 secara langsung berinteraksi dengan U3Si2 membentuk aglomerat dan senyawa baru U(Al,Si)x serta UAlx pada pemanasan 900oC dan 1350oC. Pembentukan aglomerat terjadi semakin besar dengan meningkatnya temperatur pemanasan. Interaksi termokimia dan pembentukan senyawa U(Al,Si)x dan UAlx teridentifikasi pada termogram DTA
PENGGUNAAN PARAMETER BARU POTENSIAL WOODS - SAXON UNTUK PERHITUNGAN SPEKTRUM TENAGA INTI 208Pb
PENGGUNAAN PARAMETRISASI BARU POTENSIAL WOODS-SAXON UNTUK PERHITUNGAN SPEKTRUM TENAGA INTI 208Pb. Telah dihitung aras-aras tenaga partikel-tunggal dan lubang-tunggal untuk inti 208Pb menggunakan potensial Woods-Saxon dengan parametrisasi baru dalam ruang koordinat dengan algoritma Numerov. Dibandingkan parametrisasi lama, parametrisasi baru potensial Woods-Saxon berhasil meningkatkan ketelitian deviasi rms tenaga terhadap eksperimen hanya sejauh menyangkut deviasi rms tenaga partikel-tunggal saja, namun gagal untuk deviasi rms (root mean square) tenaga lubang-tunggal. Dalam hal struktur aras tenaga, parametrisasi baru justru menunjukkan lebih banyak kesalahan urutan aras daripada parametrisasi lama
GANGGUAN OPERASI RSG-GAS PADA SIKLUS OPERASI 61-75
GANGGUAN OPERASI RSG-GAS PADA SIKLUS OPERASI 61-75. Belakangan ini sering terjadi gangguan operasi Reaktor Serba Guna G A Siwabessy (RSG-GAS) yang mengakibatkan pemadaman atau penurunan daya reaktor yang berpengaruh terhadap proses dan jadwal operasi reaktor. Kondisi ini tentu sangat mengganggu program kerja RSG-GAS dan pengguna reaktor. Untuk mengurangi dan atau menghilangkan gangguan tersebut maka perlu dilakukan kajian dengan cara mengamati. mempelajari asal dan jenis gangguan, kemudian mengevaluasi untuk mendapatkan solusi yang terbaik. Dari kajian ini diperoleh data bahwa gangguan penyebab pemadaman/penurunan daya reaktor sebanyak 57 kali oleh terjadinya trip listrik dari PLN, sebanyak 39 kali oleh kegagalan komponen/sistem, dan 7 kali oleh kesalahan operator. Kerusakan pada komponen & sistem tetapi tidak mengganggu jalannya operasi reaktor berjumlah 1063 kasus, hampir 99% dari gangguan tersebut dapat diperbaiki kembali. Antisipasi untuk mengatasi gangguan ini dilakukan dengan mengkomplain PT.PLN agar memperbaiki pelayanannya, meningkatkan kinerja sistem perawatan dan perbaikan, serta memberikan pelatihan yang cukup kepada operator reaktor. Dari pengamatan data gangguan secara rinci diperoleh kesimpulan bahwa sistem perawatan/perbaikan RSGGAS telah berlangsung relatif baik
PENGUKURAN TEGANGAN SISA PLAT BAJA STRUKTUR NON STANDAR A-2 ROL PANAS DENGAN TEKNIK DIFRAKSI NEUTRON
PENGUKURAN TEGANGAN SISA PLAT BAJA STRUKTUR NON STANDAR A-2 ROL PANAS DENGAN TEKNIK DIFRAKSI NEUTRON. Pengukuran tegangan sisa bahan struktur plat baja austenitiik (A-2) (FeCrNi) hasil mekanisasi rol panas telah dilakukan di PTBIN- BATAN. Studi ini dilatarbelakangi oleh pemanfaatan proses pengerolan pada komponen bahan struktur konstruksi yang sangat diminati karena menawarkan rasio kekuatan beban sangat baik, dan dalam rangka penerapan bahan viral yang memerlukan persyaratan khusus ketika faktor keselamatan menjadi prioritas utama. Empat buah specimen disiapkan dalam kegiatan ini; satu sebagai bahan referensi yang tidak dirol (A2D0n), dan tiga buah specimen lain (A2D2n, A2D3n dan A2D5n) diberi perlakuan rol panas dengan kuantitas reduksi berbeda, yakni: 71%, 81% dan 87%. Hasil memperlihatkan bahwa: pengerolan hingga reduksi 71% membangkitkan peregangan kisi sebesar 0.25% dan tegangan sisa tarik sebesar 9,7 MPa sedangkan peregangan kisi sebesar 0,27% dan tegangan sisa terbesar 10,2 MPa terjadi pada reduksi 81%. Selanjumya peregangan kisi dan tegangan sisa meluruh kembali bertururan hingga 0,23% dan 8,3 MPa terjadi pada reduksi pengerolan panas sebesar 87%. Disimpulkan bahwa: peningkatan peregangan baban baja austenitik-2 terjadi akibat pergeseran bidang-bidang kristal (slip plane) oleh mekanisme pengerolan yang mampu meningkatkan kekuatan mekanik bahan berupa pengerasan regangan (strain hardening), dan fenomena kecenderungan distribusi tegangan sisa bahan struktur auslenitik-2 adalah tegangan tarik (tensile stress).Kata Kunci : plat baja FeCrNi, rol panas, tegangan sisa, difraksi neutron
SINTESIS SENYAWA 5'-O-(4,4'-DIMETOKSI TRIFENILMETIL)-2, 3' ANHIDROTIMIDIN:BAHA N UNTUK PEMBUATAN RADIOFARMAKA 18FLT
SINTESIS SENYAWA 5'-O-(4,4'-DIMETOKSI TRIFENILMETIL)-2,3' ANHIDROTIMIDIN: BAHAN UNTUK PEMBUATAN RADIOFARMAKA 18FLT. Positron Emmission Tomography (PET) adalah suatu teknik pencitraan menggun akan radiofarmaka pemancar positron untuk mengidentifikasi kanker dan mengevaluasi respon obat pada terapi kanker dengan mengukur aktivitas metabolisme sel sel di dalam tubuh. Radiofarmaka PET adalah radiofarmaka biomolekul yang mengandung radionuklida pemancar positron misalnya 18FLT (Florotimidin) yang dapat digunakan untuk deteksi dini penyakit kanker berdasarkan metabolisme DNA. Telah dilakukan kegiatan penelitian tentang sintesis dan karakterisasi senyawa 5'-O-(4,4'-di metoksitrifenilmetil)-2,3' anhidrotimidin suatu prekursor dalam pembuatan radiofarmaka 18FLT. Sintesis dilakukan dengan metode sesuai literatur yang telah di kembangkan oleh Blocher, A. dan kawankawan melalui reaksi antara senyawa 5'-O-(4,4'-d imetoksitrifenilmetil)-2,3' timidin dengan metansulfonil klorida sehingga terbentuk senyawa mesiltimidin yang kemudian dikondisikan dalam suasana anhidrat sehingga diperoleh 5'-O-(4,4'-dimetoksitrifenilmetil)-2,3' anhidrotimidin. Pemurnian dilakukan dengan cara kromatografi menggunakan kolom silika gel dan diperoleh produk berupa kristal hablur (yield 32,4 %) dengan kemurnian kimia lebih dari 95 % (H PLC). Karakterisasi dilakukan dengan mengamati hasil pengujian Kromatografi Cair-Spektrofotometri Massa (LC-MS) dan menunjukkan bahwa produk hasil sintesis mempunyai berat molekul m/z: 527 (MH+, 30%) ; 303 (C21H19O2+, 100%) dan tidak jauh berbeda dengan hasil yang diperoleh dari literatur, sedangkan penentuan 1H-NMR menunjukkan pergeseran kimia sesuai dengan posisi proton dalam struktur kimia dari senyawa 5'-O-(4,4'-dimetoksitrifenilmetil)-2,3' anhidrotimidin atau DMTr-2,3' anhidrotimidin serta hampir sama dengan hasil yang diperoleh dari literatur
UJI BANDING KIT RIA T3 PRODUK PRR-BATAN SISTEM "COATED TUBE" DENGAN PRODUK IZOTOP-HUNGARIA
UJJ BANDING KIT RIA T3 PRODUK PRR-BATAN SISTEM "COATED TUBE" DENGAN PRODUK IZOTOP-HUNGARlA. Radioimunoassay (RIA) merupakan teknik analisis yang didasarkan pada prinsip immunologi dan menggunakan perunut radioaktif sehingga cuplikan dalam jumlah kecil mudah dideteksi serta spesifik karena didasarkan pada reaksi imunologi yaitu ketika terjadi ikatan antigen antibodi yang spesilik hanya untuk antigen tertentu saja. Teknik ini dapat digunakan untuk penemuan kadar T3 dalam serum yang mempunyai matriks yang komplek dan kadar yang sangat bervariasi. Triiodotironin (T3) adalah salah satu hormon yang diekskresikan oleh kelenjar tiroid. Telah dilakukan penelitian tentang uji banding Kit RIA T3 produk PRR-BATAN sistem "coated tube” dengan produk lzotop-Hungaria sebagai Gold Standard, tujuannya untuk melihat kesesuaian pengukuran kadar T3 dengan cara membandingkan hasil analisis menggunakan kit RIA T3 produk PRR-BATAN sistem “coated tube” dengan produk lzotop Hungaria terhadap 273 sampel yang berasal dari poliklinik PTKMR-BATAN Pasar Jum’at. Hasil uji assay dari kedua kit tersebut diperoleh 185 sampel negatip hipotiroid (true negative), 30 sampel positip hipotiroid (true positive), 17 sampel false positip hipotiroid dan 41 sampcl false negatip hipotiroid. Sedang untuk sampel hipetiroid diperoleh hasil 207 sampel negatip hipertiroid (true negative), 41 sampel positif hipertiroid (true positive), 20 sampel false positip hipertiroid, dan 5 sampel false negatip hipertiroid. Hasil uji banding kit RIA T3 didapatkan nilai diagnostic sensitivity sebesar 42.25% dan diagnostic specivicity sebesar 91.58 % untuk pengukuran sampel hipotiroid, didapatkan diagnostic sensitivity sebesar 89,13% dan diagnostic specivicity sebesar 91,18 % untuk pengukuran sampel hipertiroid sehingga kualitas Kit RIA T3 produk PRR-BATAN sistem "coated tube" belum sama dengan produk dari Izotop Hungaria.Kaw Kunci: Kit, T3, RIA, uji bandin
PEMANTAUAN KEBERSIHAN UDARA PADA DAERAH PENGOPERASIAN INSTALASI SEL PANAS RADIOMETALURGI
PEMANTAUAN KEBERSIHAN UDARA PADA DAERAH PENGOPERASIAN INSTALASI SEL PANAS RADIOMETALURGl. Pemantauan kebersihan udara pada daerah pengoperasian lnstalasi Sel Panas Radiometalurgi (IRM), telab dilakukan. Tujuan pemantauan adalah menentukaa tingkat kebersihan udara dan tingkat radioaktivitas a di udara daerah peagoperasian sel panas IRM. Metoda pemantauan yang digunakan adalah menghitung jumlah partikel debu berukuran 5 dan 1 mikron, serta pemantauan tingkat radioaktivitas-a secara tidak langsung menggunakan pencuplik udara. Basil pemantauan menunjukkan bahwa jumlah partikel debu yang berdiameter 5 dan 1 mikron berturul turut adalah 27 ± 2,) dan 815 ± 6,50 partikel/m3 udara, serta tingkat radioaktivitas-a di udara tanpa penundaan pencacahan sebesar 17,58 Bq/m3 udara. Kesimpulanya adalah tingkat kebersihan udara pada daerah pengoperasian set panas IRM adalab kelas 5 (menurut ISO 14644-1) atau kelas 100 (menurut FS209E) .Dari sudut pandang keselamatan radiasi tingkat radioaktivitas-a di udara (tanpa penundaan pencacahan) lebih rendah dari batasan yang di izinkan yaitu di bawah 20 Bq/m3 udara
ANALISIS TEKANAN ALIRAN PADA SISI HISAP POMPA PRIMER RSG-GAS
ANALISA TEKANAN ALIRAN PADA SISI HISAP POMPA PRIMER RSG-GAS. Kondisi tekanan pada sisi hisap pompa pendingin primer RSG-G AS merupakan parameter penting dalam pengoperasian sistem pendingin. Parameter tekanan ini memiliki karakteristik yang perlu diperhatikan. Teori yang terkait dengan tekanan aliran ini adalah sifat fisik dan termodinamika pendingin yang mencakup hubungan temperatur-tekanan, rugi tekanan aliran, dan sifat termodinamika sistem uap-air. Makalah ini bertujuan menganalisis hubungan antara tekanan dan temperatur pada aliran pendingin sisi hisap pompa primer. Metoda yang digunakan adalah menarik kurva saturasi dari diagram termodinamika air dan mengevaluasi data untuk mendapatkan kondisi operasi normal. Hasilnya menunjukkan bahwa batas tekanan rendah (-)0,15 bar (mengakibatkan kavitasi) bilamana temperatur pendingin dari teras reaktor mencapai 52oC. Untuk itu dengan mempertimbangkan aspek keselamatan reaktor, pengoperasian sistem pendingin yang aman harus menghindari garis kurva saturasi diantaranya dengan cara menurunkan temperatur atau mengurangi rugi tekanan alira