Jurnal Forum Nuklir
Not a member yet
    208 research outputs found

    PENGUJIAN SISTEM ENKRIPSI-DEKRIPSI DENGAN METODE RSA UNTUK PENGAMANAN DOKUMEN

    Full text link
    Telah diuji suatu model pengamanan dokumen yang dapat digunakan sebagai salah satu  instrumen  sistem  pengamanan  dokumen  khususnya  untuk  dokumen  teks. Adapun prinsip pengamanan dokumen ini adalah bagaimana sistem dapat mengamankan proses penyimpanan dan pengiriman dokumen. Mula-mula dokumen dalam bentuk teks dienkripsi. Sehingga dokumen tidak dapat dibaca oleh siapapun. Karena teks telah berubah menjadi susunan huruf yang teracak. Dokumen yang susunan hurufnya telah teracak tersebut jika ingin dibaca oleh pemilik dokumen, maka dokumen tersebut harus dibuka dengan dekripsi. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah metode RSA, dimana metode tersebut menggunakan perhitungan  matematika  yang  rumit  dan  disertai  dengan  kunci  pengaman  awal (dengan private key maupun dengan public key) sehingga amat sulit untuk ditembus oleh hacker. Sistem ini dibangun dengan perangkat lunak Borland Delphi 7. Hasil pengujian ini menunjukkan bahwa sistem dapat menyimpan dan mengirimkan dokumen baik pengiriman melalui internet maupun intranet dalam bentuk susunan huruf yang terenkripsi dan mengembalikan ke bentuk dokumen semula dengan cara dekripsi. Dilakukan pula pengujian proses enkripsi dan dekripsi untuk dokumen dengan ukuran memori yang bermacam-macam.

    PENURUNAN KONSENTRASI CO DAN NO PADA EMISI GAS BUANG DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA PENYISIPAN TiO2 LOKAL PADA KARBON AKTIF.

    Full text link
    Penggunaan karbon aktif sebagai media adsorpsi gas CO dan NO2 pada emisi gas buang kendaraan bermotor. Dari hasil penelitian diketahui bahwa media karbon aktif yang dipasang sepanjang 5 cm, 10 cm dan 15 cm pada tabung adsorpsi memberikan hasil penurunan konsentrasi gas CO sebesar 76,316%, 80,866% dan 82,785%. Pada konsentrasi TiO 15%, 10% dan 15% yang ditambahkan pada media karbon aktif dengan panjang media 15 cm memberikan penurunan konsentrasi CO sebesar 83,88%, 87,5% dan 92,76%. Untuk gas NO2 , karbon aktif yang dipasang sepanjang 5 cm, 10 cm dan 15 cm pada tabung adsorpsi memberikan hasil penurunan konsentrasi gas NO2 sebesar 78,897 %, 88,934 % dan 90,051 %. Pada konsentrasi TiO 5%, 10% dan 15% yang ditambahkan pada media karbon aktif dengan panjang 15 cm memberikan penurunan konsentrasi NO2 sebesar 92,720%, 93,081% dan 94,338 %. Dari hasil penelitian juga diketahui bahwa media karbon aktif yang dipasang pada panjang media 15 cm memiliki efisiensi penurunan konsentrasi CO dan NO yang lebih besar dibanding media karbon aktif yang dipasang pada panjang media 5 cm dan 10 cm. Media karbon aktif yang disisipi TiO2 berpengaruh terhadap adsorpsi gas CO dan NO, dan lebih optimal dalam menurunkan konsentrasi gas CO dan NO2, dibandingkan media karbon aktif tanpa penyisipan TiO2. Media karbon aktif dengan konsentrasi TiO 15 % yang dipasang sepanjang 15 cm pada tabung adsorpsi memiliki waktu jenuh selama 42,88 jam dengan biaya pembuatan media sebesar Rp 1358,437.

    SIMULASI SISTEM INTERLOCK PENGAMAN OPERASI MESIN BERKAS ELEKTRON (MBE) DENGAN PERANGKAT LUNAK BASCOM 8051

    Full text link
    SIMULASI SISTEM INTERLOCK PENGAMAN OPERASI MESIN BERKAS ELEKTRON (MBE) DENGAN PERANGKAT LUNAK BASCOM 8051. Telah dibuat simulasi sistem pengaman operasi Mesin Berkas Elektron (MBE) berbasis mikrokontroler. Sistem  interlock  disimulasikan  menggunakan  perangkat  lunak  BASCOM  8051.  Sebagai masukan ke mikrokontroler diatur dengan memberikan level sinyal (1 / 0 ) ke port yang terhubung dengan parameter masukan MBE pada editor BASCOM8051. Sebagai keluaran dari Sistem Interlock disimulasikan menggunakan Led Indikator. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem interlock telah berfungsi sesuai dengan prinsip-prinsip interlock.

    PERANAN IPTEK NUKLIR DALAM EKSPLORASI HIDROKARBON

    Full text link
    Perkembangan iptek nuklir berpengaruh terhadap teknik eksplorasi hidrokarbon, antara lain terbukti dengan adanya penggunaan isotop radioaktif untuk menentukan umur absolute batuan. Penentuan umur batuan yang pada awalnya menggunakan fosil penunjuk umur (baik mikro  maupun  makro-fosil)  yang  menghasilkan  umur  relatif  batuan,  belakangan  ini diperkaya dengan metode perhitungan peluruhan mineral radioaktif untuk menentukan umur absolute batuan, sehingga posisi stratigrafi suatu lapisan batuan (batuan induk dan reservoir) dapat ditentukan dengan pasti. Sementara itu, aplikasi teknologi nuklir juga dipergunakan dalam survey sumur pemboran eksplorasi yang antara lain dikenal dengan Nuclear Magnetic Resonance   (NMR)   yang   membantu   ahli   geologi   dalam   mengukur   porositas   dan permiabilitas secara langsung di lapangan, sehingga dapat memprediksi keberadaan hidrokarbon. Dari sisi sedimentologi, iptek nuklir juga diaplikasikan dalam laboratorium X Ray Diffraction (XRD Laboratory) untuk menentukan jenis mineral penyusun batuan dan laboratorium Scanning Electron Microscope (SEM Laboratory) untuk mengetahui porositas batuan. Kedua hal tersebut membantu ahli eksplorasi dalam menyusun manajemen reservoir

    PEMISAHAN DAN KARAKTERISASI SPESI SENYAWA KOMPLEKS YTRIUM-90 DAN STRONSIUM-90 DENGAN ELEKTROFORESIS KERTAS

    Full text link
    PEMISAHAN    DAN    KARAKTERISASI    SPESI    SENYAWA    KOMPLEKS YTRIUM-90 DAN STRONSIUM-90 DENGAN ELEKTROFORESIS KERTAS. Telah dilakukan penelitian untuk memperoleh karakterisasi spesi senyawa kompleks 90Y dan 90Sr dengan metode elektroforesis kertas. Penelitian ini dilakukan dengan membuat variasi penyangga, konsentrasi HCl, tegangan operasi elektroforesis, waktu elektroforesis dan media migrasi elektroforesis. Dari beberapa kali percobaan diperoleh kesimpulan bahwa larutan penyangga yang sesuai adalah penyangga tartrat dan penyangga sitrat. Kedua penyangga ini dapat membentuk senyawa kompleks dengan 90Y yang ditandai terjadinya migrasi ke anoda. Sebaliknya, pada 90Sr tidak terbentuk senyawa kompleks dan terjadi migrasi ke katoda. Konsentrasi optimum, diperoleh pada HCl 2 M dengan penyangga tartrat dan pada konsentrasi HCl 8 M dengan penyangga sitrat. Selain sebagai pelarut kedua logam, HCl juga merupakan ligan pengompleks. Tegangan operasi elektroforesis yang optimum diperoleh pada 200 Volt untuk kedua larutan penyangga, waktu operasi elektroforesis optimum selama 2,5 jam dengan penyangga tartrat dan 2 jam dengan penyangga sitrat. Sebagai alternatif, media migrasi bisa diganti pelat silika geluntuk kedua larutan penyangga

    STUDI PENDAHULUAN MENGENAI DEGRADASI ZAT WARNA AZO (METIL ORANGE) DALAM PELARUT AIR MENGGUNAKAN MESIN BERKAS ELEKTRON 350 keV/10 mA

    Full text link
    Telah dilakukan penelitian mengenai degradasi zat warna azo jenis metil orange menggunakan mesin berkas elektron 350 keV/10mA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh radiasi berkas elektron, yaitu pengaruh dosis radiasi, pH, dan konsentrasi awal cuplikan. Selain itu dilakukan analisis kualitatif terhadap senyawa hasil degradasi. Proses iradiasi ini menggunakan dosis radiasi 5, 10, 20, 30 dan 40 kGy dengan energi operasi 300 keV dan kecepatan konveyor 2.7 cm/detik. Terhadap cuplikan ini diamati variasi pH dan variasi konsentrasi awal. pH metil orange diatur menjadi 2, 7, dan 12 dengan penambahan H2SO6N atau NaOH6N. Konsentrasi awal divariasi menjadi 10, 50, dan 100 ppm. Efisiensi degradasi dihitung dengan mengukur pengurangan intensitas warna cuplikan setelah iradiasi menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Untuk analisis kualitatif senyawa hasil degradasi digunakan alat High Performance Liquid Chromatography, HPLC Hasil penelitian ini menunjukkan, bahwa semakin besar dosis radiasi semakin besar pula efisiensi degradasi. Pada variasi pH, efisiensi degradasi tertinggi diperoleh pada pH 2 dengan efisiensi 37.74 %. Pada variasi konsentrasi awal, diperoleh efisiensi tertinggi pada konsentrasi awal 10 ppm dengan efisiensi 21.54%. Lama waktu iradiasi adalah kira-kira 2-5 detik

    PENURUNAN KANDUNGAN RESIDU INSEKTISIDA DIMETOAT DALAM CABAI MERAH(Capsicum annum L.) AKIBAT IRADIASI GAMMA

    Full text link
    PENURUNAN KANDUNGAN RESIDU INSEKTISIDA DIMETOAT DALAM CABAI MERAH (Capsicum annum L.) AKIBAT IRADIASI GAMMA. Produk sayuran, seperti cabai merah, dipersyaratkan untuk mendapat perlakuan karantina sebelum diekspor, misalnya dengan cara iradiasi gamma yang ditujukan untuk membunuh hama dan penyakit tanaman yang mungkin dikandungnya. Selain mengandung hama dan penyakit, cabai yang dipanen sering pula mengandung residu insektisida, sehingga perludiamati pengaruh iradiasi gamma terhadap residu insektisida yang dikandungnya. Cabai merah keriting (Capsicum annum L) direndam dengan insektisida dimetoat pada konsentrasi 100; 200; dan 300 ppm. Kandungan residu insektisida kemudian dianalisis menggunakan kromatografi gas pada cabai merah sebelum penyimpanan, setelah penyimpanan selama 7 hari, serta setelah perlakuan iradiasi sinar gamma pada dosi 0,5; 1,0; dan 1,5 kGy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan residu insektisida dimetoat pada cabai merah keriting dengan perlakuan penyimpanan pada suhu 5 C selama 1 minggu menunjukkan penurunan sebesar antara 3,94 % - 24,13 %. Jika diiradiasi dengan sinar–γ pada dosis 0,5 kGy terjadi penurunan sebesar antara 6,61 % -28,18%, dan jika diiradiasi pada dosis 1,0 kGy maka penurunan menjadi antara 10,20 % - 43,26 %, dan pada dosis 1,5 kGy penurunan menjadi antara 18,57 % - 54,00

    PENGGUNAAN GRAFIT BATU BATERAI SEBAGAI ALTERNATIF ELEKTRODA SPEKTROGRAFI EMISI

    Full text link
    KEMUNGKINAN PENGGUNAAN GRAFIT BATU BATERAI SEBAGAI ALTERNATIF ELEKTRODA SPEKTROGRAFI EMISI. Telah dilakukan analisis boron (B) dan kadmium (Cd) di dalam U3O8 dengan menggunakan elektroda grafit baterai bekas  pada  spektrografi  emisi.  Analisis  dilakukan  dengan  metode  DC-Arc,  arus  10Ampere, tegangan 220 Volt, waktu exposure 25 detik, jarak elektroda 2 mm. Cuplikan diekstraksi menggunakan TBP-Kerosin dengan perbandingan 70 : 30 sebanyak 200 ml. Fasa air hasil ekstraksi diteteskan pada elektroda dan dieksitasi. Intensitasnya dibandingkan dengan standarnya, maka diperoleh konsentrasi boron dan kadmium terukur dengan elektroda grafit spex industries masing-masing 0,07 ppm dan 0,15 ppm, yang terukur dengan elektroda grafit baterai bekas adalah 0,21 ppm dan 0,14 ppm. Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa elektroda grafit batu baterai tidak dapat digunakan sebagai alternatif elektroda pengganti pada spektrografi emisi

    118

    full texts

    208

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Forum Nuklir
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇