Jurnal Forum Nuklir
Not a member yet
208 research outputs found
Sort by
ANALISIS KESELAMATAN RADIASI KOLIMATOR BAHAN NIKEL PADA BEAMPORT TEMBUS RADIAL REAKTOR KARTINI
ANALISIS keSELAMATAN RADIASI KOLIMATOR BAHAN NIKEL PADA BEAMPORT TEMBUS RADIAL REAKTOR KARTINI. Iradiasi adalah meletakan materi tertentu di dalam medan neutron sehingga akan terjadi reaksi antara inti atom dengan neutron. Reaksi tersebut akan menyebabkan materi menjadi radioaktif sehingga memancarkan radiasi. Analisis keselamatan radiasi berupa penentuan laju dosis gamma yang dihasilkan kolimator jika dimasukkan ke dalam beamport tembus radial reaktor Kartini selama enam jam. Hasil analisis menunjukan laju dosis gamma yang dihasilkan kolimator pada jarak 50 cm dari ujung kolimator sebesar 1,5328E-03 mR/jam. Laju dosis tersebut masih dibawah nilai batas dosis yang ditetapkan oleh BAPETEN sebesar 1 mR/jam
SINTESIS DAN KARAKTERISASI MATERIAL HIBRIDA Mg/AL-LDH TERIMOBILISASI ASAM PARA HIDROKSIBENZOAT
SINTESIS DAN KARAKTERISASI MATERIAL HIBRIDA Mg/AL-LDH TERIMOBILISASI ASAM PARA HIDROKSIBENZOAT. Telah dilakukan sintesis dan karakterisasi material hibrida Mg/Al-LDH terimobilisasi APHB. Mg/Al-LDH terimobilisasi APHB disintesis melalui sintesis tidak langsung dimana APHB diadsorpsikan pada material Mg/Al-LDH. Optimasi sintesis material hibrida dilakukan dengan mengamati pengaruh konsentrasi molar APHB dan pH sintesis. Padatan hibrida hasil sintesis dikarakterisasi dengan spektrometer XRD dan FTIR.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sintesis Mg/Al-LDH terimobilisasi APHB optimum dilakukan pada pH 7. Berdasarkan model non linear isoterm Langmuir, diperoleh kapasitas Mg/Al-LDH untuk mengibolisasi APHB adalah 62,16 mg g-1, yang artinya per gram Mg/Al-LDH mengandung 62,16 mg g-1 APHB, dengan nilai konstanta Langmuir (Ka) sebesar 0,31 L mg-1. Hasil karakterisasi menggunakan XRD menunjukkan bahwa nilai parameter kisi a, kisi c dan basal spacing d003 hibrida Mg/Al-LDH terimobilisasi APHB masing-masing 3,06; 23,70 dan 7,09 Å, dimana APHB berada di permukaan luar lapisan hibrida. Hal ini juga didukung oleh hasil identifikasi melalui spektroskopi FTIR bahwa terdapat terdapat gugus-gugus fungsi spesifik asam para hidroksibenzoat di material hibrida tersebu
Growth of AlN Crystal Using Reactive Sputtering Method With Variation of Nitrogen Gas Pressure and Substrate Temperature
Today’s semi-conductor technology continues to develop, both in terms of material discovery, manufacturing technique, as well as implementation and the development. In this research, the researcher will utilize the AlN synthesis with a reactive sputtering method on the substrate SiO2 that has done with variation substrate temperature of (200, 250, 300oC), and the nitrogen gas pressure of 10, 15 and 20 mBar. This study successfully synthesize nanomaterial AlN with a hexagonal crystal system and shows the wurtzite phase is formed. While morphology AlN formed composed of particles - spherical shaped particles. From this research it is known that raising the temperature of the substrate produces more uniform morphology and homogeneous, the surface roughness is formed from 15,4 to 84 nm and obtained the crystal size is 64-87 nm. While the addition of nitrogen gas pressure causes the better crystallinity. The research obtained AlN with Optical Transversal wave type at a wavenumber of 600-670 cm-1. While the growth of AlN crystal growth of AlN is best obtained on the parameters of the substrate temperature 290 °C and nitrogen gas pressure of 20 mbar
PENILAIAN SAFETY INTEGRITY LEVEL IRADIATOR GAMMA KATEGORI-IV PADA KEGAGALAN SISTEM CRANE PENGONTROL SUMBER ZAT RADIOAKTIF
PENILAIAN SAFETY INTEGRITY LEVEL IRADIATOR GAMMA KATEGORI-IV PADA KEGAGALAN SISTEM CRANE PENGONTROL SUMBER ZAT RADIOAKTIF. Penelitian penilaian Safety Integrity Level (SIL) telah dilakukan di fasilitas iradiasi kategori-IV pada sistem crane pengontrol pergerakan sumber zat radioaktif Cobalt-60. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan tingkatan SIL pada iradiator gamma kategori-IV pada simulasi kegagalan sistem pergerakan crane sumber zat radioaktif. Safety integrity level merupakan cara untuk menunjukkan tingkat kegagalan yang masih dapat diterima dari fungsi keselamatan tertentu. Metode pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah metode probabilistic risk assessment (PRA) dan initial protection layer (IPL). Nilai frekuensi risiko terhadap paparan sumber zat radioaktif Cobalt-60 saat instalasi iradiator gamma beroperasi adalah bernilai 1,7 x 10-2 fail/year. Nilai sil dari simulasi kegagalan yang dilakukan adalah SIL-4 dengan nilai frekuensi kegagalan sebesar 7x10-7 dengan mengoptimalkan sistem perlindungan high alarm dan interlock systems. Presentase pengurangan risiko yang didapatkan adalah sebesar 99,99%
ANALISIS UNSUR PENGOTOR DI DALAM AIR PENDINGIN PRIMER REAKTOR RSG-GAS
Air pendingin primer dialirkan untuk menjamin suhu di dalam teras reaktor dan reflektor sesuai dengan batas operasi yang diijinkan. Kualitas air pendingin primer reaktor selalu dijaga supaya selalu berada dalam kondisi yang dipersyaratkan. Pada saat kegiatan pemindahan bahan bakar untuk pembentukan Teras 96 terlihat secara visual adanya pengotor yang melayang disekitar bahan bakar, sehingga diputuskan untuk melakukan pengambilan pengotor tersebut dan dilakukan analisis unsur yang terkandung di dalamnya. Analisis pengotor air pendingin primer telah dilakukan secara kualitatif menggunakan alat pencacah Multi channel analyzer (MCA) Ortec A65-B32 Maestro-32 dengan detektor HPGe. Pengukuran aktivitas dilakukan menggunakan metode perbandingan dengan sumber standar yang sudah diketahui aktivitasnya dari Amersham. Hasil analisis nuklida beserta aktivitasnya yang diperoleh sebagai berikut 51Cr (982,43Bq), 124Sb (325,25Bq), 181Hf (1941,01Bq), 95Zr (194,03 Bq), 58Co (207,96 Bq), 60Co (2646,77 Bq), 46Sc (1322,98 Bq), 59Fe (877,83 Bq), 65Zn (4865,53 Bq), 99Mo (71,26 Bq), 141Ce (47,06 Bq), dan 122Sb (475,24 Bq). Aktivitas tertinggi dimiliki oleh 65Zn (4865,53 Bq). Namun demikian hal ini tidak berdampak pada keselamatan operasi reaktor karena kinerja sistem penukar ion dan filter mekanik dalam sistem purifikasi terjaga dengan baik. Unsur 181Hf dan 95Zr terdeteksi dalam pengotor disekitar bahan bakar. Perlu dilakukan penelitian lanjutan dengan menggunakan teknik analisis yang memiliki tingkat akurasi dan presisi yang tinggi
PELINDIAN LEBURAN PASIR ZIRKON KALIMANTAN MENGGUNAKAN AIR PANAS BANCH SCALE
PELINDIAN LEBURAN PASIR ZIRKON KALIMANTAN MENGGUNAKAN AIR PANAS BANCH SCALE. Telah dilakukan pengambilan silikat menggunakan cara pelindian air panas banch scale dengan bahan baku pasir zirkon Kalimantan. Perangkat ini terdiri atas bejana sebagai reaktor dengan kapasitas 800 ml, dilengkapi pemanas dan pengaduk. Mula-mula dimasukkan pelarut (air bebas mineral) sebanyak 600 ml, kemudian dipanaskan sambil diaduk. Setelah temperatur tercapai, dimasukkan umpan. Temperatur proses dan kecepatan pengadukan tetap. Apabila kondisi tercapai, proses pelindian dihentikan, kemudian hasil dipisahkan. Si dalam padatan maupun filtrat dianalisis menggunakan AAS. Penelitian ini mempelajari pengaruh temperatur, waktu dan kecepatan pengadukan pelindian. Hasil penelitian membuktikan bahwa temperatur pelindian optimum pada 80oC kecepatan pengadukan 200 rpm dan lama pelindian 60 menit. Pada kondisi tersebut silikat terambil 84,60 %. Kata kunci: pelindian, pasir zirkon, temperatur, wakt
PEMANFAATAN QUANTUM DOT SEBAGAI DETEKTOR SINAR-X DALAM UPAYA MENGURANGI DOSIS PENYINARAN
Quantum Dot merupakan material semikonduktor dengan ukuran kurang dari 10 nm yang memilikisifat khas yakni dapat memancarkan gelombang elektromagnetik pada panjang gelombang yang bervariasibergantung dari ukuran partikelnya. Dengan sifat tersebut, Quantum Dot dimanfaatkan dalam beberapabidang seperti untuk pencitraan biomedis, label dokumen hingga detektor. Dalam pencitraan yangmemanfaatkan sinar-X, bahan fosfor umumnya digunakan sebagai transduser yang mengkonversi sinar-Xmenjadi cahaya tampak. Selain menggunakan bahan fosfor, sinar-X juga dapat dideteksi menggunakansemikonduktor. Pemanfaatan semikonduktor khususnya Quantum Dot juga dapat disandingkan dengan bahanfosfor sebagai detektor sinar-X. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa dengan kombinasi antara bahanfosfor dengan Quantum Dot dapat menghasilkan peningkatan pendaran cahaya tampak yang dihasilkan olehtransduser tersebut. Berkaitan dengan upaya optimisasi proteksi radiasi dalam pemanfaatan radiasi pengion yangmemegang prinsip ALARA (As Low As Reasonably Achievable), maka adanya kombinasi bahan fosfor danQuantum Dot sebagai detektor sinar-X dapat mendukung prinsip proteksi radiasi dengan mengurangi dosisradiasi yang diterima, baik untuk pasien, pekerja dan masyarakat. Peningkatan intensitas pendaran yangdihasilkan menunjukkan peningkatan efisiensi detektor dalam mengubah sinar-X menjadi cahaya tampak.Dengan efisiensi detektor fosfor-Quantum Dot yang lebih tinggi, maka dibutuhkan sinar-X dengan dosisyang lebih rendah untuk menghasilkan citra dengan kualitas yang sama dari hasil penyinaran menggunakandetektor fosfor bias
GAMMA-RAY COMPUTED TOMOGRAPHY (CT) TECHNIQUE FOR TREE STEM INVESTIGATION
TEKNIK COMPUTED TOMOGRAPHY (CT) SINAR GAMMA UNTUKINVESTIGASIBATANG POHON. Pepohonan memiliki peran yang penting dalam kehidupan manusia. Pohon-pohon dapat meningkatkan kualitas udara, menstabilkan temperatur, dan lain sebagainya. Akhir-akhir ini terdapat beberapa insiden pohon tumbang dan mengakibatkan korban jiwa. Investigasi batang pohon telah dilakukan dengan menggunakan teknik computed tomography (CT) sinar gamma untuk mempelajari kondisi bagian dalam dari batang pohon tersebut. Batang tersebut dipindai menggunakan tomografi generasi pertama yang disebut metode pemindaian parallel beam. 137Cs dengan aktivitas 80 mCi memancarkan foton gamma yang menembus batang pohon dan diterima oleh detektor sintilasi Nal(Tl) pada sisi lainnya. Kedua sumber radiasi gamma dan detektor dikolimasi menggunakan timah hitam dengan diameter celahnya sebesar 5 mm. Terdapat 128 data proyeksi yang kemudian direkonstruksi menjadi citra. Dibutuhkan waktu sekitar 522 menit untuk mendapatkan 128 data proyeksi tersebut. Citra hasil rekonstruksi menunjukkan bahwa terdapat variasi densitas dan dua lubang pada batang pohon tersebut dengan jelas. CT sinar gamma menjadi salah satu teknik yang menjanjikan untuk investigasi pohon. Pengembangan lebih lanjut dibutuhkan untuk mengurangi waktu pemindaian dan meningkatkan kualitas citra
ANALISIS DAMPAK INDUSTRI 4.0 TERHADAP SISTEM PENGAWASAN KETENAGANUKLIRAN DI INDONESIA
ANALISIS DAMPAK INDUSTRI 4.0 TERHADAP SISTEM PENGAWASAN KETENAGANUKLIRAN DI INDONESIA. Telah dilakukan suatu kajian mengenai pengaruh gelombang Industri 4.0 terhadap sistem pengawasan ketenaganukliran di Indonesia. Industri 4.0 adalah istilah yang diterapkan pada berbagai transformasi yang demikian cepat dalam desain, manufaktur, operasi, serta layanan produk dan sistem produksi. Penggunaan 4.0 menandakan bahwa ini adalah revolusi industri keempat di dunia, meneruskan tiga lompatan besar sebelumnya, yatu: Manufaktur mesin uap dan air, produksi massal bertenaga listrik berbasis pembagian kerja, dan zaman elektronika dan teknologi informasi dengan otomatisasi tugas-tugas rumit. Berbagai penelitian menyebutkan bahwa Industri 4.0 mengubah banyak hal, termasuk: meningkatnya fleksibilitas produksi, kustomisasi massal, produktivitas, mutu produk, keterlibatan pelanggan dalam proses desain, semakin mendekatnya lokasi produksi ke pelanggan, dan model bisnis. Semua perkembangan ini tentunya harus diantisipasi oleh Badan Pengawas. Dengan demikian, tujuan dari kajian ini adalah untuk mengevaluasi hal-hal yang sudah atau perlu dilakukan oleh BAPETEN dalam rangka menyongsong era Industri 4.0. Kajian dilakukan dengan metode deskriptif, analitik dan kualitatif yang dilengkapi dengan studi literatur dan pengamatan praktik-praktik yang ada di BAPETEN. Kajian ini menyimpulkan bahwa BAPETEN sebagian telah melakukan antisipasi akan datangnya era Industri 4.0, namun masih ada banyak peluang untuk peningkatan
Rona Awal Lingkungan Calon Tapak PLTN Sebagin, Bangka Selatan
Evaluasi tapak adalah penting dalam penentuan penerimaan tapak PLTN, dan kelayakan calon tapak PLTN di Pulau Bangka dipublikasi tahun 2013. Penelitian rona awal lingkungan dari calon tapak Sebagin, Kabupaten Bangka Selatan ini bertujuan mendokumentasikan data dasar bagi diskusi tentang keberlanjutan pembangunan PLTN di masa mendatang. Penelitian ini dilakukan melalui wawancara masyarakat di 53 desa / kelurahan di Kabupaten Bangka Selatan, Bangka Tengah, dan Bangka untuk memperoleh data lama aktivitas dan laju inhalasi penduduk, produksi pertanian dan peternakan beserta luas tanam, umur panen, frekuensi penyiraman, jangka waktu tanam dan hold-up time, konsumsi karbohidrat, sayuran, daging, ikan, telur, susu, minyak goreng, kebutuhan air. Selain itu, data dilengkapi dengan hasil studi literatur dari berbagai sumber. Wilayah studi berupa lahan pertanian, berpenduduk 160.290 jiwa, dengan kelompok umur di atas 15 tahun 78,6% dan laju pertumbuhan 3,14%. Dari topografi, Sebagin dipandang aman dari potensi banjir akibat tsunami dan luapan sungai. Sebagian besar kebutuhan beras dan sebagian sayuran dan sebagian besar minyak goreng dipasok dari luar provinsi. Separuh kebutuhan buah berasal dari luar kabupaten. Waktu tanam berbagai tanaman pertanian rata-rata 101 hari, dengan frekuensi tanam 2 kali setahun dan hold-up time 1-4 hari. Berbeda dengan daging ayam, sebagian besar daging sapi dan kambing dipasok dari luar provinsi, sementara sebagian kebutuhan telur dan daging ayam buras disuplai dari luar kabupaten. Sebagian besar kebutuhan ikan laut berasal dari tangkapan di provinsi. Sumur adalah sumber air minum utama, yang memiliki tinggi muka air tanah bervariasi sekitar 7-15 m. Irigrasi lebih bertumpu pada air hujan, dan air kolong bekas penambangan timah. Dosis maksimum radioaktif diperkirakan terletak di daerah huni 4 km sebelah Utara Sebagin, sementara konsentrasi maksimum terletak di Selat Bangka. Dosis radioaktif efektif tahunan maksimum untuk kelompok kritis adalah 1,71 µSv/a, jauh di bawah batas lepasan 300 µSv/a. Hasil pengukuran dosis radiasi latar bervariasi antara 0,64 mSv dan 2,25 mSv