Jurnal Forum Nuklir
Not a member yet
208 research outputs found
Sort by
ANALISIS KENDALI PD PLUS GRAVITY UNTUK PERANGKAT PENGATUR POSISI SUMBER ION DECY-13
ANALISIS KENDALI PD PLUS GRAVITY UNTUK PERANGKAT PENGATUR POSISI SUMBER ION DECY-13. Arus proton DECY-13 yang optimal dapat tercapai dengan salah satu cara yaitu dengan mengatur posisi sumber ion yang akurat. Untuk itu dibutuhkan sebuah perangkat pengatur posisi yang mampu menggerakkan seluruh bagian sumber ion (termasuk tangkai dan kelongsong tangkai). Konstruksi dari perangkat pengatur posisi ini memiliki kesamaan dengan manipulator yang memiliki dua buah link. Pada penelitian ini disimulasikan kendali posisi menggunakan pengendali PD plus gravity untuk perangkat pengatur posisi sumber ion DECY-13 yang akan dibandingkan dengan pengendali PD. Simulasi dilakukan menggunakan program Simulink Matlab. Penelitian ini ditekankan pada penalaan nilai dan yang sederhana yaitu dengan cara memvariasi frekuensinya. Jangkauan frekuensi dibatasi antara 0,025 Hz hingga 10 KHz. Dengan membandingkan frekuensinya, dapat dilihat tanggapan kendali dari perangkat tersebut berupa overshoot, rise time serta settling time dan kinerjanya yang diwakili oleh nilai ISE, IAE dan ITAE. Dari hasil simulasi dapat disimpulkan bahwa, secara umum perangkat pengatur posisi sumber ion DECY-13 dengan pengendali PD plus gravity memiliki tanggapan dan kinerja yang relatif lebih baik dibandingkan dengan pengendali PD, khususnya parameter IAE dan ITAE. Frekuensi 500 Hz dipilih untuk menaladan . Frekuensi ini dipilih, karena dianggap optimal untuk mendapatkan tanggapan yang paling cepat dan kinerja yang paling baik
OTOMASI PROSES PENIMBANGAN BAHAN PADA REAKTOR PELARUTAN CERIUM STABILIZED ZIRCONIUM NITRAT DENGAN AIR
Suatu kontrol untuk mengatur sistem dalam menuang bahan serbuk cerium stabilized zirconium (Ce-Zr) nitrat dan air bebas mineral (ABM) ke dalam reaktor pelarutan telah dibuat dengan menggunakan sensor load cell . Hal ini untuk memperoleh ketepatan konsentrasi, sehingga menghasilkan kualitas bahan bakar nuklir yang baik serta mengurangi resiko kontak langsung operator pada proses pencampuran bahan. Perancangan alat terdiri dari hardware dan software. Perancangan hardware terdiri dari hopper, rangkaian kontrol load cell, dan mekanis alat. Perancangan software pada simulasi pembacaan sensor beban load cell menggunakan program komputer dengan pemrograman bahasa BASIC. Sistem otomasi berbasis load cell yang telah dibuat memiliki jangkauan ukur maksimal 2000 gram dengan nilai skala terkecil (SSV) 1 gram. Hasil pengujian sistem otomasi berjalan baik dengan penerapan variasi massa anak timbangan terstandar pada alat, kesalahan relatif yang terjadi rata-rata 0.296%, tingkat akurasi load cell 99.704%
PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM ANALISIS AKTIVASI NEUTRON DI BATAN
ABSTRAKPENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM ANALISIS AKTIVASI NEUTRON DI BATAN. Analisis Aktivasi Neutron (AAN) memiliki sensitivitas tinggi dan merupakan kompetensi BATAN. Pemetaan pengembangan sumber daya manusia yang sudah dilakukan untuk personel AAN diperlukan sebagai dasar untuk mempertahankan dan mengembangkan kompetensi BATAN. Kelompok AAN di BATAN terdiri dari 3 kelompok utama dan 6 kelompok pendukung. Pengembangan SDM AAN dilakukan melalui Pelatihan, Sertifikasi Personel, Uji Banding, Seminar, Workshop, Pertemuan Teknis, dan e-learning. Sejak tahun 2003 telah diselenggarakan 9 Pelatihan AAN. Pada tahun 2009 diluncurkan Standar BATAN No. 007-BATAN: 2009 tentang Pedoman Kualifikasi dan Sertifikasi Petugas AAN. Pelatihan untuk Petugas AAN dirangkai dengan sertifikasi personel mensertifikasi petugas baru dan sertifikasi ulang untuk 21 Teknisi Preparasi Sampel, 23 Teknisi Spektrometer Gamma, dan 8 Penyelia. Uji banding AAN secara internal diselenggarakan dari tahun 2008 sampai dengan 2015. Pada tingkat nasional dan internasional, beberapa laboratorium mengikuti Uji Banding yang diselenggarakan oleh KAN, ANSTO, dan IAEA. Hasil Uji Banding menunjukkan peningkatan kinerja secara signifikan, setelah diselenggarakan Pelatihan dan Sertifikasi Personel. Pada tahun 2016 IAEA meluncurkan e-learning AAN yang bisa dimanfaatkan baik dalam Pelatihan AAN, maupun pengembangan kompetensi Petugas AAN. Seminar, pertemuan teknis dan workshop diselenggarakan untuk meningkatkan pemahaman terhadap topik tertentu. Pengembangan SDM melalui pelatihan, sertifikasi personel, uji banding, seminar, pertemuan teknis secara berkesinambungan dapat mempertahankan dan meningkatkan kompetensi yang sudah ada.Kata kunci:analisis aktivasi neutron, e-learning, pelatihan, sumber daya manusi
Simulator Design of Kartini Reactor Based on LabVIEW
Kartini's Reactor simulator design based on LABVIEW. Kartini’s reactor simulator design has been done to provide a system that can be used as a traning hardware for reactor operator by applying PLC Siemens S7 as a control modul and LabVIEW software as a data processor. The purpose of this research is to design a simulator system to operate Kartini’s Reactor based on reactor kinetics modeling using PLC Siemens S7 as a CRDM controller. LabVIEW software is use as data acquisition and data information processing using reactor kinetics formula to convert the change of height position of control Rod into power information. Control Rod position that obtained from CRDM control will be sent to PC and being processed by software to obtain power. Power that obtained from simulation at 100 kW operation are 100% safety Rod, 60% SHIM Rod, and 37.05% regulator Rod
RANCANG BANGUN SIMULATOR SISTEM INTERLOCK PADA IRADIATOR MERAH PUTIH BERBASIS LABVIEW
RANCANG BANGUN SIMULATOR SISTEM INTERLOCK PADA IRADIATOR MERAH PUTIH BERBASIS LABVIEW. Sistem interlock merupakan suatu fasilitas pengaman untuk mewujudkan aspek keselamatan pada iradiator merah putih (IMP). Sebuah simulator yang dapat merepresentasikan cara kerja dari sistem interlock IMP dibutuhkan untuk mempelajari sistem interlock IMP. Diharapkan simulator sistem interlock dapat menjadi sebuah media pembelajaran, penunjang, dan pelatihan bagi mahasiswa maupun calon operator iradiator dalam mempelajari sistem interlock IMP.Sistem interlock IMP memiliki 2 kategori kegagalan, yaitu kategori A dan kategori B serta memiliki 17 tipe deteksi kegagalan. Terdapat 3 kondisi operasi yang mungkin terjadi saat proses operasi IMP, yaitu kondisi normal, kondisi terjadi gangguan saat sumber masih di dasar kolam penyimpanan, dan kondisi terjadi gangguan saat sumber telah diangkat naik dari dasar kolam penyimpanan. Simulator dibuat dengan menggunakan perangkat lunak LabVIEW.Simulator yang dibangun telah dapat merepresentasikan sistem kerja interlock IMP yang sebenarnya. Waktu yang dibutuhkan untuk mengangkat sumber iradiasi dari dasar kolam penyimpanan hingga sampai ke permukaan kolam penyimpanan adalah 10 detik, begitu pula untuk waktu penurunan sumber dari permukaan kolam hingga ke dasar kolam adalah 10 detik dengan tinggi kolam penyimpanan sumber sedalam 6 meter. Diharapkan simulator mampu memberikan pengertian tentang sistem kerja dari sistem interlock IMP
STUDI PARAMETER DESAIN TERAS INTEGRAL PRESSURIZED WATER REACTOR DENGAN BAHAN BAKAR MIXED OXIDE FUEL MENGGUNAKAN PROGRAM SRAC
STUDI PARAMETER DESAIN TERAS PWR INTEGRAL DENGAN BAHAN BAKAR MOXMENGGUNAKAN PROGRAM SRAC. PWR Integral menggunakan bahan bakar MOX dapat menjadi solusi untuk mengatasi permasalahan elektrifikasi di negara kepulauan dan mengakomodasi pergantian bahanbakar dari UO2 menuju MOX. PWR Integral merupakan reaktor nuklir modular dengan daya 160 MWt untuksatu modulnya. Saat ini, PWR Integral menggunakan bahan bakar UO2 sebagai bahan bakar utama. Penelitianini bertujuan untuk mengetahui perubahan performa teras reaktor dari yang sebelumnya menggunakan bahanbakar UO2 menjadi bahan bakar MOX. Penelitian ini dilakukan dengan cara memvariasikan rasio PuO2 dalambahan bakar MOX, jumlah bahan bakar, dan jenis kelongsong dengan menggunakan sistem kode SRAC2006.Studi parameter dilakukan dengan memperhatikan nilai keff, rasio konversi, dan jumlah aktinida, serta akandilakukan pula perbandingan dengan teras reaktor yang menggunakan bahan bakar UO2. Hasil penelitianmenunjukkan performa teras reaktor dengan bahan bakar MOX lebih baik daripada UO2. Desain teras PWRIntegral yang paling optimum adalah teras dengan rasio PuO2 dalam MOX 12%, diameter teras 165 cm, danjenis kelongsong Zircalloy-4. Hal ini dapat dilihat dari periode kekritisan teras reaktor yang mencapai 1521hari dengan nilai CR paling rendah adalah 0,622004. Excess reactivity yang dimiliki juga lebih rendah yaitu1,0745932 dimana desain UO2 bernilai 1,1035821. Aktinida yang dihasilkan mengalami tren penurunan seiringreaktor beroperasi
VALIDASI PENGUKURAN OSMOLALITAS DENGAN MENGGUNAKAN LARUTAN STANDAR PADA ALAT AUTOMATIC OSMOMETER
VALIDASI PENGUKURAN OSMOLALITAS DENGAN MENGGUNAKAN LARUTAN STANDAR PADA ALAT AUTOMATIC OSMOMETER. Salah satu syarat sediaan farmasi khususnya sediaan injeksi intravena yaitu penentuan nilai osmolalitas. Alat yang digunakan untuk menentukan nilai osmolalitas yaitu automatic osmometer. Sebelum digunakan secara rutin untuk menentukan osmolalitas sediaan radiofarmaka, diperlukan validasi terhadap alat automatic osmometer yaitu untuk memastikan apakah hasil pengukuran alat tersebut valid atau tidak. Validasi pengukuran osmometer dilakukan dengan tiga parameter yaitu akurasi, presisi, dan linieritas. Sebagai obyek pengukuran diambil larutan standar 100 mOsm/kg, 290 mOsm/kg, dan 500 mOsm/kg yang masing-masing diukur sebanyak 20 kali dan dibuat tabel akurasi, grafik presisi, dan grafik linieritas. Prosentase akurasi pada standar 100 mOsm/kg=100,05%, 290 mOsm/kg=100,05% dan 500 mOsm/kg =100,42%. Validasi presisi pengukuran standar 100mOsm/kg menunjukkan nilai ±1SD=50%, ±2SD=50%, standar 290 mOsm/kg ±1SD=80%, ±2SD=15%, dan ±3SD=5%, dan standar 500 mOsm/kg ±1SD=75%, ±2SD=25%. Nilai linieritas pada rerata hasil pengukuran yaitu a = 1,00520, b = 0,77533 dan r2 = 0,99999. Dari hasil validasi pengukuran nilai osmolalitas larutan standar dengan alat automatic osmometer dinyatakan alat tersebut valid untuk digunakan dalam pengukuran osmolalitas sediaan radiofarmaka
UJI BANDING ANTAR LABORATORIUM DALAM PENGUKURAN RADIOAKTIVITAS MENGGUNAKAN SPEKTROMETER GAMA
UJI BANDING ANTAR LAB0RATORIUM DALAM PENGUKURAN RADIOAKTIVITAS MENGGUNAKAN SPEKTROMETER GAMA. Laboratorium Uji Radioisotop dan Radiofarmaka (LUR2) adalah laboratorium uji milik Pusat Radioisotop dan Radiofarmaka BATAN yang telah memperoleh akreditasi ISO/JEC 17025 dari KAN (Komite Akreditasi Nasional). Sesuai aturan ISO/IEC tersebut, maka laboratorium secara berkala harus melakukan validasi metode dan salah satu caranya melalui uji banding antar laboratorium. Pada tahun 2012, LUR2 telah mengikuti uji banding antar laboratorium di BATAN yang dikoordinir PTKMR tentang pengukuran radioaktivitas menggunakan spektrometer gama. Sampel berupa radionuklida Eu-152. Uji Banding diikuti oleh 16 peserta yang berasal dari laboratorium di BATAN dan hasil pengukuran menunjukkan mayoritas laboratorium mempunyai penyimpangan <10% dibanding nilai acuan. Pada awalnya LUR2 melakukan pengukuran menggunakan perbandingan net area sampel dan sumber standar Eu-152. Hasil pengukuran ternyata selisih 5 kali lebih besar dari nilai acuan. Untuk pembanding maka dilakukan pengukuran ulang menggunakan sumber standar lain (kombinasi Ba-133, Co-60, dan Cs-137) ternyata hasil pengukuran mempunyai selisih mendekati nilai acuan. Untuk konfirmasi lebih lanjut, maka sumber standar Eu-152 diukur aktivitasnya menggunakan sumber standar lain (kombinasi Ba-133. Co-60, dan Cs-137) dan ternyata hasilnya 1/5 dari aktivitas yang tertera di sertifikat. Hasil ini menunjukkan bahwa sumber penyimpangan besar bukan pada alat melainkan karena radioaktivitas yang tertera di sertifikat sumber standar Eu· 152 tidak sesuai dengan radioaktivitas yang sebenarnya. Dari hasil kegiatan ini, disimpulkan bahwa uji banding antar laboratorium sangat penting karena dapat mengetahui dengan segera jika ada penyimpangan pada alat maupun sertifikat sumber standar.Kata Kunci: Uji banding, pengukuran radioaktivitas, sumber standar, spektrometer gama x-coole
STRUKTUR MIKRO DAN KARAKTERISTIK MEKANIK PEB U3Si2-AI TMU 2,96 g/cm3 DAN PASCA PERLAKUAN PANAS SUHU 500°C
STRUKTUR MIKRO DAN KARAKTERISTIK MEKANIK PEB U3Si2-AI TMU 2,96 g/cm3 PASCA PERLAKUAN PANAS SUHU 500°C. Telah dilakukan karakterisasi struktur mikro dan kekerasan terhadap PEB U3Si2-Al TMU 2,96 g/cm3 yang dikenakan perlakuan panas pada suhu 500°C selama 1, 3, 5 dan 7 jam. Pengamatan struktur mikro dilakukan menggunakan mikroskop optik dan SEM serta pengujian kekerasan terhadap baban kelongsong PEB U3Si2-Al menggunakan alat kekerasan makro vickers pada beban 2 Kgf. Mikrograf yang dihasilkan memiliki kualitas cukup baik yaitu bersih dari endapan pengotor baik pada kelongsong maupun inti elemen bakar bakar nuklir dan goresan amplas relatif sedikit sehingga interpretasi atau analisis hasil struktur mikro dapat dilakukan secara benar. Struktur mikro PEB U3Si2/Al kondisi aspolished memperlihatkan adanya deformasi plastis pada bagian tepi akibat pemotongan sedangkan pada bagian inti elemen bakar tidak ada perubahan signifikan. Dispersan U3Si2 memiliki bentuk tidak beraturan dengan ukuran bervariasi dari (21,2-115) µm dan tersebar relatif merata pada matrik Al. Pada dispersan teramati retakan mikro dan kenaikan waktu pemanasan tidak menyebabkan pembesaran retakan tersebut. Pengamatan struktur mikro PEB U3Si2-Al pada bagian kelongsong yang telah di etsa menunjukkan adanya perubahan ukuran butir. Semakin lama waktu pemanasan maka ukuran butir relatif semakin membesar dan berdampak pada menurunnya nilai kekerasan kelongsong AlMg2 . Hasil uji kekerasan PEB U3Si2-Al yang telah diberi perlakuan panas pada suhu 500°C selama 0, 1, 3, 5 dan 7 jam berturut-turut 44,62 HV, 34,05 HV, 34,05 HV, 31,47 HV dan 32,07 HV.
RANCANG BANGUN SISTEM MONITORING RADIASI BERBASIS WEBSITE
RANCANG BANGUN SISTEM MONITORING RADIASI BERBASIS WEBSITE. Sistem monitoring radiasi sangat penting dalam suatu fasilitas nuklir, karena melalui kegiatan monitoring radiasi maka potensi bahaya radiasi dapat dikontrol dan dikurangi. Sistem monitoring radiasi jarak jauh merupakan salah satu cara, untuk meminimalkan resiko potensi bahaya radiasi, dengan cara berada jauh dari sumber radiasi dan tetap bisa melakukan monitoring sumber radiasi tersebut. Selama kegiatan monitoring, data monitoring radiasi merupakan hal yang penting untuk diketahui secara cepat dan dapat diakses dimanapun. Penelitian ini bertujuan mengembangkan perangkat lunak sistem monitoring radiasi dengan penampil LabVIEW menggunakan state machine jenis arsitektur Queue State Machine, dan membuat database menggunakan XAMPP yang hasilnya dapat diakses melalui website dengan waktu komputasi pemrograman yang optimum. Hasil pengujian menunjukkan bahwa, sistem telah berhasil menampilkan data monitoring radiasi pada LabVIEW dan membuat database menggunakan XAMPP yang hasilnya dapat diakses melalui website. Data laju paparan yang dikirimkan menggunakan SMS melalui Modem Wavecom dari Alat Monitoring Radiasi, dapat ditampilkan pada LabVIEW dengan waktu komputasi minimal 1053 ms jika tidak ada delay SMS.Kata kunci: monitoring radiasi, modem, SMS, Lab VIEW, database, websit