Jurnal Forum Nuklir
Not a member yet
    208 research outputs found

    SIMULASI OPERASI ABWR MENGGUNAKAN SOFTWARE DCS CENTUM VP BERBASIS DATA SIMULATOR ABWR IAEA

    No full text
    SIMULASI OPERASI ABWR MENGGUNAKAN DCS CENTUM VP BERBASIS DATA SIMULATOR ABWR IAEA. Simulasi operasi ABWR yang dibuat adalah simulasi dari beberapa parameter pada ABWR menggunakan perangkat lunak DCS CENTUM VP. Parameter yang dikendalikan adalah Rod Position  yang mempengaruhi parameter-parameter Dome Steam Temperature, Steam Flow from Core, Thermal Power, Average Fuel Temperature, Coolant Flowrate, Coolant Temperature, Coolant Quality, Turbine Governor Valve, Generator Power, Feedwater Flowrate, and Feedwater Temperature. Simulasi ini dibuat berdasarkan data yang diambil dari IAEA Simulator ABWR. Data yang dihasilkan kemudian diproses untuk mendapatkan persamaan matematisnya. Perancangan simulasi dilakukan menggunakan DCS CENTUM VP, dengan membuat tampilan simulasi pada Human Interface Station (HIS) dan program pada Field Control System (FCS)

    BAND-PASS FILTER CIRCUIT DESIGN FOR MULTI-FREQUENCY ELECTRICAL IMPEDANCE TOMOGRAPHY SYSTEM

    Full text link
    BAND-PASS FILTER CIRCUIT DESIGN FOR MULTI-FREQUENCY ELECTRICAL IMPEDACE TOMOGRAPHY SYSTEM. Electrical Impedance Tomography (EIT) is one of the emerging imaging technologies recently. The principle of EIT system is inject electric current into impedance object and measure the voltage based on the electrodes array. The current source that precise, stable, and wide-bandwidth is required to obtain voltage measurements accurately. The current source used for this EIT system is Voltage-Controlled Current Source (VCCS). The VCCS block circuit consists of several circuits, one of them is a filter circuit. The suitable filter for multi-frequency EIT system is band-pass filter. This research has been designed and fabricated a band-pass filter with cut-off frequency 1 and 250 kHz, which is using Butterworth coefficient, unity gain, and Sallen-Key topology

    SINTESIS SILIKA XEROGEL DARI ABU DAUN BAMBU UNTUK ADSORPSI LIMBAH SIMULASI URANIUM

    No full text
    SINTESIS SILIKA XEROGEL DARI ABU DAUN BAMBU UNTUK ADSORPSI LIMBAH SIMULASI URANIUM. Telah dilakukan penelitian tentang sintesis silika xerogel dari abu daun bambu dengan metode sol gel menggunakan prekursor natrium silikat untuk adsorpsi limbah simulasi uranium. Abu daun bambu mangandung sekitar 58% silika yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan silika xerogel. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pH dan waktu aging serta mengetahui karakter silika xerogel, model isoterm adsorpsi dan termodinamika adsorpsi uranium oleh silika xerogel . Karakterisasi silika xerogel yang dilakukan adalah menentukan gugus fungsi, uji kristalinitas dan luas permukaan. Identifikasi gugus fungsi dan struktur kristal menggunakan FTIR dan XRD. Luas permukaan silika xerogel ditentukan dengan metode metilen biru. Hasil penelitian menunjukan bahwa sintesis silika xerogel terjadi pada pH optimum 7 dengan waktu aging optimum 3 jam. Hasil karakterisasi silika xerogel pada keadaan optimum menunjukkan luas permukaan sebesar 177,2858 m2/g . Spektra Infra Red silika xerogel hasil sintesis mengandung gugus silanol (Si-OH) dan siloksan (Si-OSi) serta data XRD memperlihatkan silika xerogel berstruktur amorf. Hasil percobaan menunjukkan bahwa adsorpsi uranium dengan silika xerogel mengikuti model isoterm Langmuir. Dari hasil evaluasi parameter termodinamika, adsorpsi uranium dengan silika xerogel merupakan adsorpsi kimia dan bersifat endoterm

    GAMMA SCANNING TECHNIQUE FOR INVESTIGATING DE-ETHANIZER COLUMN: ON FIELD EXPERIMENTAL AT NGL PLANT

    Full text link
    GAMMA SCANNING TECHNIQUE FOR INVESTIGATING DE-ETHANIZER COLUMN: ON FIELD EXPERIMENTAL AT NGL PLANT. De-ethanizer column is part of fractionators series at natural gas liquid (NGL) plant. During the production process, there are several common problems happen such as displaced or damaged trays, dry or flooding trays, unequal liquid level on trays, weeping or dumping trays, foaming on trays, etc. Therefore, investigation of column’s internal condition without interupting production process is needed to maintain the production level. Gamma scanning technique has been chosen to investigate 01-C-3401 de-ethanizer column. The column has two segments, the lower (ID: 1900 mm) and the upper (ID: 3200 mm) segments. Total column height (TL to TL) is 36710 mm. The scanning was conducted by positioning collimated gamma source (Co-60, 2.59 GBq) and detector (NaI(Tl)) flanking the column. The collimators move up in parallel by 50 mm and detector counted radiation that penetrated column for 3 seconds every scanning step. The scanning process were performed automatically using winch with AC motor, microcontroller module, computer with LabVIEW as graphical user interface (GUI). The results show mechanical structures of tray #1 - #38 were in good condition. There were no collapsed or flooded trays in the column.  The demister was in its position. Chimneys above tray #38 and tray #8 were observed exist. The liquid level during the scanning process were in normal liquid level (NLL) approaching to high liquid level (HLL). Gamma scanning technique has been succesfull to provide the internal structure condition information of the column

    PLANTS COVERING INFLUENCE TO THE RADIOISOTOPES EXISTENCE OF Cs-137 AND Pb-210 IN THE SOIL

    No full text
    PLANTS COVERING INFLUENCE TO THE RADIOISOTOPES EXISTENCE OF 137Cs and 210Pbex IN THE SOIL. Cs-137 and Pbex-210 of environmental radioisotope content in the soil can be useful to estimate the rate of erosion/deposition in an area, by comparing the inventory value of Cs-137 or Pbex-210 in observed site with those in a stable reference site. Cs-137 and Pbex-210 stick very strongly at the surface of the soil (clay), so it can use as a tracer for the movement of soil. Plants very influence the existence of Cs-137 and Pbex-210 environmental radioisotopes as a cover. If without a plant cover, then this environmental radioisotope at the soil would be gone by rain off. This experiment aims to observe the effect of plant cover on the existence of Cs-137 and Pbex-210 at the soil in uncultivated land. Sampling had been done in two uncultivated lands when the land still covering by plants (2016) and after becoming vacant land (2018), using coring (10 cm) for the surface layer and coring (7 cm) for the depth of 20 cm. The result showed that the activity of 137Cs and 210Pbex environmental radioisotopes at the surface layer decreased very significantly, and total inventory values until the depth of 20 cm decreased quite significantly at a vacant land condition. The corrosion rate for the vacant land is higher than the planted land. The value of erosion rate using the 137Cs method is 44.1 t/ha.y (CBG); -4.3t/ha.y (BMC) and 4 t/ha.y (CBG); -27.1 t/ha.y (BMC) for planted land and vacant land, respectively. Meanwhile, using the 210 Pb ex method is -8 t/ha.y (CBG); -36.9 t/ha.y (BMC) for planted land and -58 t/ha.yrs (CBG), -79.9 t/ha.yrs (BMC) for vacant land

    STRATEGI NASIONAL UNTUK PENDIDIKAN DAN PELATIHAN DI BIDANG PROTEKSI DAN KESELAMATAN RADIASI

    Full text link
    STRATEGI NASIONAL UNTUK PENDIDIKAN DAN PELATIHAN DI BIDANG PROTEKSI DAN KESELAMATAN RADIASI. Aplikasi tenaga nuklir untuk tujuan peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat telah berkembang dengan pesat di Indonesia. Mengingat tenaga nuklir juga memberikan risiko kesehatan yang cukup tinggi, setiap aplikasi tersebut perlu dikelola dengan baik dan hati-hati. Salah satu upaya untuk mengelola kegiatan pemanfaatan radiasi agar tidak menimbulkan risiko atau bahaya adalah dengan melakukan tindakan proteksi dan keselamatan radiasi di setiap kegiatan pemanfaatan tersebut. Untuk itu setiap instalasi atau fasilitas yang menggunakan tenaga nuklir harus memiliki sumber daya manusia yang trampil dan ahli dalam bidang proteksi dan keselamatan radiasi. Makalah ini membahas tentang strategi nasional untuk pendidikan dan pelatihan (diklat) di bidang proteksi dan keselamatan radiasi yang perlu disusun agar ketersediaan tenaga proteksi dan keselamatan radiasi tersebut dapat tersedia sesuai kebutuhan. Pembahasan meliputi analisis kebutuhan diklat, rancangan program diklat nasional, pengembangan dan penerapan program diklat, dan evaluasi program diklat. Penyusunan strategi nasional dapat diawali oleh institusi nasional yang memiliki tugas di bidang ketenaganukliran seperti Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) atau Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN), namun juga dapat dilakukan oleh institusi universitas atau perguruan tinggi yang memiliki kepedulian terhadap pengembangan sektor ketenaganukliran secara umum dan bidang proteksi dan keselamatan radiasi secara khusus di Indonesia

    PEMODELAN MEKANISME UMPAN BALIK REAKTIVITAS PADA SIMULATOR REAKTOR KARTINI

    Full text link
    PEMODELAN MEKANISME UMPAN BALIK REAKTIVITAS PADA SIMULATOR REAKTOR KARTINI. Pengendalian reaktor dilakukan dengan beberapa tahapan seperti mengubah jumlah atau posisi bahan bakar, mengubah moderator atau reflektor serta menambah atau mengurangi bahan penyerap neutron di dalam teras reaktor. Ketiga tahapan tersebut mempengaruhi daya reaktor melalui perubahan nilai reaktivitas yang dikenal sebagai efek umpan balik reaktivitas. Untuk mengetahui efek umpan balik reaktivitas terhadap daya reaktor maka dilakukan Pemodelan Mekanisme Umpan Balik Reaktivitas pada Simulator Reaktor Kartini berbasis LabVIEW. Nilai reaktivitas bahan bakar dan pendingin didapatkan dari data operasi reaktor Kartini mengenai suhu bahan bakar dan pendingin terhadap daya reaktor. Nilai reaktivitas bahan penyerap neutron didapatkan melalui konversi posisi batang kendali penyerap neutron menjadi reaktivitas dengan memanfaatkan data kalibrasi terakhir batang kendali reaktor Kartini. Ketiga nilai reaktivitas tersebut dijumlahkan dan dihitung dalam persamaan kinetika reaktor titik, dan dikonversi menjadi besaran daya reaktor. Efek umpan balik akan mengubah parameter dalam persamaan kinetika, terutama pada nilai reaktivitas total. Model umpan balik reaktivitas telah berhasil dibuat dan menghasilkan daya konstan. Model umpan balik reaktivitas sudah dimasukkan dalam simulator reaktor Kartini. Namun demikian hasil perhitungan daya belum divalidasi dengan daya reaktor Kartini. Kata kunci: umpan balik reaktivitas, simulator reaktor Kartini, pemodelan reaktor titi

    PENGATURAN POSISI CONTROL RODS UNTUK MELANJUTKAN OPERASI HTGR PASCA SCRAM DENGAN SIMULATOR PCTRAN-HTR

    Full text link
    PENGATURAN POSISI CONTROL RODS UNTUK MELANJUTKAN OPERASI HTGR PASCA SCRAM  DENGAN SIMULATOR PCTRAN-HTR. Reaktivitas pada reaktor HTGR diatur dengan batang kendali (CR) yang terdiri dari 16 pasang yang terbagi menjadi dua bagian, yaitu 7 pasang di tengah teras reaktor dan 9 pasang di bagian tepi moderator. Ketika  kondisi abnormal terjadi CR secara otomatis akan jatuh tersisip ke dalam teras reaktor sehingga reaktor SCRAM dan berada pada kondisi subkritis. Untuk melanjutkan operasi reaktor pasca SCRAM diperlukan analisis terkait pengaruh reaktivitas negatif dari Xenon dan suhu. Pada penelitian ini telah berhasil dilakukan simulasi penentuan posisi CR yang optimal menggunakan PCTRAN-HTR untuk melanjutkan operasi reaktor dalam dua tingkat daya, yaitu daya rendah (RDE) dengan daya 10 MWth dan daya tinggi 200 MWth. Kedua tingkat daya tersebut dicapai dengan menarik CR ke posisi tertentu sampai  kondisinya kritis lagi. Hasil yang telah diperoleh menunjukkan bahwa dengan posisi CR 52 % naik sudah bisa menghasilkan kondisi superkritis untuk daya RDE  dan dengan posisi 57 % dan 58 % naik, untuk daya tinggi  sehingga status operasi dari start (S) bisa diganti power (P)

    STUDI KOMPARASI PENGGUNAAN KUNYIT DENGAN IRADIATOR SEBAGAI PENGAWET TAHU DENGAN PENDEKATAN LIFE CYCLE ASSESSMENT

    Full text link
    STUDI KOMPARASI PENGGUNAAN KUNYIT DENGAN IRADIATOR SEBAGAI PENGAWET TAHU DENGAN PENDEKATAN LIFE CYCLE ASSESSMENT. Kontaminasi mikroba pada makanan menimbulkan masalah selama penyimpanan, pengangkutan, dan pemasaran. Dalam mengatasi masalah ini dilakukan pengawetan terhadap makanan, beberapa cara yang dapat dilakukan yaitu pengawetan secara konvensional dan iradiasi. Dalam penerapannya, teknik pengawetan makanan secara konvensional dan iradiasi memiliki kelemahan, sehingga perlu dilakukan studi komparasi menggunakan Life Cycle Assessment (LCA). Salah satu produk pangan yang dapat dilakukan studi LCA adalah tahu. Tujuan penelitian ini untuk menentukan dan membandingkan dampak lingkungan yang ditimbulkan dari penggunaan kunyit dengan iradiator sebagai pengawet tahu dengan pendekatan LCA. LCA dilakukan dengan menggunakan software OpenLCA dengan unit fungsional 41,8335 kg tahu. Data produksi tahu diperoleh dari produsen tahu yang berbasis di Kotagede Yogyakarta dan PAIR BATAN untuk data pengawetan tahu menggunakan iradiator. Sistem batas LCA mulai dari proses pembuatan tahu sampai menjadi produk jadi (cradle to gate). Dampak lingkungan yang disebabkan dari pengawetan tahu menggunakan kunyit maupun iradiator berupa acidification potential, climate change, eutrophication, freshwater aquatic ecotoxicity, human toxicity, marine aquatic ecotoxicity, photochemical oxidation, dan terrestial ecotoxicity. Kontribusi dampak terhadap lingkungan yang paling dominan terjadi pada pengawetan tahu menggunakan kunyit dan iradiator adalah climate change, dengan kontribusi sebesar 16,67136 dan 14,51325 kg CO2 eq. Berdasarkan studi komparasi yang telah dilakukan, pengawetan tahu menggunakan iradiator lebih ramah lingkungan, sehingga teknologi pengawetan ini dapat dijadikan teknologi alternatif pengawetan makanan

    PRARANCANG UNIT PENGOLAHAN LIMBAH CAIR PABRIK JEANS DENGAN TEKNOLOGI IRADIASI GAMMA

    Full text link
    Prarancang Unit Pengolahan Limbah Cair Pabrik Jeans dengan Teknologi Iradiasi Gamma. Penggunaan zat warna untuk pewarna tekstil menimbulkan masalah pencemaran lingkungan khususnya air tanah. Masalah pencemaran ini muncul karena zat warna menghambat sinar matahari untuk menembus permukaan air sehingga menganggu proses fotosintesis. Teknologi radiasi gamma hadir sebagai solusi permasalahan tersebut. Radiasi gamma ketika bereaksi dengan air akan menghasilkan spesi-spesi radikal yang sangat reaktif seperti radikal hidroksil, elektron terhidratasi, dan radikal hidrogen. Spesi-spesi radikal ini akan menyerang senyawa zat warna sehingga akan terjadi degradasi senyawa zat warna. Degradasi senyawa zat warna ini ditandai dengan semakin beningnya air dan merupakan fokus dari penelitian ini. Tingkat absorbansi sampel untuk penelitian ini dikarakterisasi dengan UV-Vis. Nilai konstanta kecepatan reaksi didapatkan sebesar 0,8568 /jam dan merupakan reaksi orde satu. Unit pengolahan beroperasi selama 330 hari dalam 1 tahun dengan jumlah tenaga kerja 97 orang. Unit pengolahan limbah cair zat warna ini beroperasi secara kontinu. Limbah cair zat warna akan didegradasi di reaktor iradiasi dengan aktivitas sumber radioaktif yang digunakan sebesar 38778,44 Ci dengan massa 34,37 gram. Analisis ekonomi diperlukan untuk menentukan kelayakan proyek ini. Untuk memulai proyek ini dibutuhkan biaya investasi total sebesar Rp. 302.214.868.272 dan total biaya produksi sebesar Rp. 60.192.080.967 dengan harga pegolahan limbah cair zat warna Rp. 1000 per kg. Dari analisis ekonomi didapatkan nilai BEP 29,97 % atau Rp. 39.515.210.597, ROI 17,60 %, Payback Time 5,68 tahun, dan DCFROR 17,799786 %. Proyek ini layak dan menarik untuk dibangun

    118

    full texts

    208

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Forum Nuklir
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇