Jurnal Forum Nuklir
Not a member yet
208 research outputs found
Sort by
Pengkajian teknologi imobilisasi limah radioaktif aktivitas tinggi dan limbah alfa umur panjang menggunakan bahan matriks synroc
Pengkajian teknologi imobilisasi limah radioaktif aktivitas tinggi dan limbah alfa umur panjang menggunakan bahan matriks synroc. Pengkajian teknologi imobilisasi limbah cair radioaktif aktivitas tinggi (LCAT) dan limbah alfaumur panjang menggunakan bahan matriks synroc dilakukan untuk menyiapkan penyimpanan akhir di fasilitas penyimpanannlestari tanah dalam. Synroc adalah bentuk limbah kristalin yang tersusun dari gabungan fase-fase titanat yang stabil dan dipilih karena kestabilan geokimia dan kemampuan kolektif untuk imobilisasi semua unsur radioaktif dalam limbah radioaktif aktifitas tinggi. Pengembangan komposisi synroc untuk imobilisasi limbah tergantung pada kandungan radionuklida, untuk LCAT tipe purex yang mengandung aktinida dikembangkan synroc kaya zirconolite, CaZrTi2O7, untuk limbah uranium dan plutonium dikembangkan synroc kaya pyrocchlore, CaATi2O7 dengan penambahan unsur0unsur absorber netron (Hf dan Gd) untuk mencegah kritikalitas, dan untuk limbah yang mengandung Tc, Cs dan Sr (dari produk proses pemanasan LAT) dikembangkan synroc kaya fase hollandite/pirovskite, Ba(Al,Ti)2Ti6O16/CaTiO3. Laju pelindihan untuk unsur-unsur dalam synroc adalah jauh lebih kecil dari pada tipe gelas borosilikat limbah. Bahan matriks synroc untuk imobilisasi LCAT lebih baik daripada menggunakan matriks gelas borosilikat, dan juga lebih baik untuk imobilisasi limbah alfa umur panjang daripada menggunakan aspal dan plastik polimer
Simulasi Pengasutan Motor DC Menggunakan Simulink Untuk Diapilkasikan Sebagai Penggerak Pintu Radiasi Sinar- X.
Simulasi Pengasutan Motor DC Menggunakan Simulink Untuk Diapilkasikan Sebagai Penggerak Pintu Radiasi Sinar- X.Telah dilakukan penelitian simulasi pengasutan motor DC menggunakan Matlab/Simulink yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh tahanan asut terhadap arus dan torsi pada saat menjalankan motor dc yang diaplikasikan sebagai penggerak pintu penahan radiasi sinar-X dan sebagai alat peraga sarana pendidikan. Penelitian simulasi pengasutan motor dc dengan Matlab/Simulink ini menggunakan model motor dc dengan daya 2 hp, 220 volt, arus kumparan medan 1 ampere. Model motor dc tersebut selanjutnya dibuat simulasi komputer dengan program Simulink. Hasil simulasi program Matlab/Simulink menunjukkan bahwa pada penggunaan tahanan asut terjadi penurunan arus start yang sangat signifikan yaitu sebesar 18 Ampere dan 33 Ampere bila dihubung langsung dengan arus nominal 8 ampere dan torsi elektromagnet yang dihasilkan motor dc saat start jua mengalami penurunan dari 74 Nm menjadi 42 Nm bila menggunakan tahanan asut dengan torsi nominal 18 Nm
Penentuan kandungan logam di dalam sedimen waduk Gajah Mungkur dengan metode analisis aktivasi neutron cepat.
Penentuan kandungan logam di dalam sedimen waduk Gajah Mungkur dengan metode analisis aktivasi neutron cepat. Penelitian mengenai kandungan logam pada sedimen waduk Gajah Mungkur kabupaten Wonogiri telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kandungan unsur logam di dalam waduk Gajah Mungkur kabupaten Wonogiri dengan metode AANC. Pencuplikan sedimen dilakukan di 3 (tiga) lokasi di daerah waduk tersebut. Pencuplikan pada bulan April 2008 dengan waktu pencuplikan pada jam 10.00-14.00 WIB. Kandungan unsur logam di waduk ditentukan dengan menggunakan Generator Neutron SAMES J-25 serta peralatan spektrometer gamma dengan detektor NaI(Tl) serta standar pembanding SRM 2704 (buffalo river sediment, BRS) dari NIST. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi kandungan unsur logam yang tersebar di dalam waduk pada lokasi 1 hingga 3 untuk Fe:7,4-32% Al: 12-16%; Si: 40% dan Cr total : 3-16 ppm. Adapun akurasi untuk unsur logam Fe, Al, Si dan Cr total mempunyai kisaran: 5,25 -10,75%; presisi : 10,99-14,25% dan batas deteksi untuk Al=1%, Na=0,14%, Mg=0,05%, Si=2%, Fe=1 % dan Cr=0,01 ppm. Didasarkan data penelitian menunjukkan bahwa di dalam sedimen waduk telah mengalami pencemaran unsur logam berat, utamanya unsur Cr total
Rancang bangun pemilih arus dan pewaktu pada pesawat sinar-X berbasis mikrokontroler AT89S51
Telah dilakukan penelitian rancang bangun pemilih arus dan pewaktu pada pesawat sinar-X berbasis mikrokontroler AT89S51. Pesawat sinar-X adalah suatu alat yang digunakan untuk melakukan diagnosa medis dengan menggunakan sinar-X. Pada pengoperasian pesawat sinar-X perlu dilakukan pengaturan parameter yaitu tegangan tinggi (kV), arus tabung (mA) dan waktu paparan (s). Pemilih arus dan pengatur waktu pesawat sinar-X konvensional memiliki sedikit variasi dengan hasil pengaturan terbatas. Perekayasaan dilakukan untuk menambah jumlah variasi arus yang dapat digunakan dengan menggunakan mikrokontroler AT89S51 sebagai pengendalinya. Perekayasaan menghasilkan pemilih arus dan pengatur waktu yang memiliki leboh banyak variasi pilihan arus yaitu sebanyak 6 pilihan meliputi 50 mA, 60 mA, 70 mA, 80 mA, 90 mA dan 100 mA
Rancang bangun sistem monitor radiasi nirkabel
Rancang bangun sistem monitor radiasi nirkabel. Telah dibangun suatu pemantau radiasi menggunakan teknologi transmisi nirkabel. Radiasi yang memiliki intensitasi tinggi tidak memungkinkan untuk dideteksi dari jarak dekat karena dapat membahayakan keselamatan. Pembuatan sistem monitor radiasi nirkabel ini dapat memantau radiasi dari jarak jauh sehingga dapat meningkatkan keselamatan radiasi. Sistem ini terdiri dari beberapa bagian antara lain detektor Geiger Muller (GM), pembalik pulsa, pembentuk pulsa, catu daya tegangan tinggi, pengubah frekuensi ke tegangan dan pengirim data analog. Untuk menampilkan hasil pengukuran, menggunakan Personal Computer (PC) dengan program visual basic 6.0. Berdasarkan kotak positif standar TTL. Pengubah frekuensi ke tegangan memiliki linieritas yang baik dengan nilai penyimpangan sebesar 4,17%. Dengan menggunakan sumber radioaktif Co-60 aktivitas 20,81 uCi pada 1 Agustus 2006, sistem mampu memantau radiasi dari jarak jauh yaitu 150 m dari sumber radiasi dan besaran radiasi ditampilkan dalam bentuk grafik serta dapat disimpan dalam komputer
REKAYASA SISTEM MONITORING DAN ANALISIS TEMPERATUR MOTOR LISTRIK BERBASIS KOMPUTER
REKAYASA SISTEM MONITORING DAN ANALISIS TEMPERATUR MOTOR LISTRIK BERBASIS KOMPUTER. Kerusakan motor listrik dapat dideteksi secara dini dari temperaturnya. Temperatur motor listrik yang abnormal yang terjadi disebabkan karena adanya kerusakan diantaranya kerusakan pada bearing, ketidak seimbangan beban, misalignment, kegagalan isolasi pada lilitan motor dan lain-lain. Penelitian ini bertujuan untuk merancang alat monitoring dan analisis temperatur motor listrik berbasis komputer. Penelitian ini dapat digunakan untuk membantu mendeteksi secara dini terjadinya kerusakan awal pada motor listrik yang dapat menyebabkan pola temperatur dan amplitudo yang cenderung naik, sehingga dapat medukung program pemeliharaan pada motor listrik. Alat tersebut terdiri dari tiga sensor temperatur yaitu sensor temperatur A, B dan C, penguat sensor menggunakan Opamp, ADC, kartu antarmuka ke komputer dengan komunikasi serial serta komputer yang diprogram dengan bahasa Borland Delphi. Setelah melakukan pengujian maka didapat bahwa alat telah dapat bekerja sesuai dengan yang diinginkan. Pengujian pola temperatur motor yang dilakukan diantarannya saat motor tanpa beban, motor berbeban seimbang dan berbeban tidak seimbang. Pada pengujian terlihat bahwa monitoring temperatur akan dapat terdeteksi jika terdapat kejanggalan pada motor yang akan menyebabkan kenaikan temperatur, jika kenaikan tersebut melebihi batas yang telah diseting maka alat akan menyalakan alarm dan lampu tanda bahaya
ADSORPSI RADIONUKLIDA AM-241, CS-137 DAN SR-90 MENGGUNAKAN HASIL IMOBILISASI BENTONIT-ASAM HUMAT
ADSORPSI RADIONUKLIDA AM-241, CS-137 DAN SR-90MENGGUNAKAN HASIL IMOBILISASI BENTONIT-ASAM HUMAT. Telahdilakukan adsorsi Am-241, Cs-137 dan Sr-90 menggunakan hasil proses imobilisasi asam humat dengan bentonit (bentonit-asam humat). Tujuan penelitian ini adalah (1) melakukan pembuatan bahan adsorben dari hasil imobilsasi asam humat kedalam mineral bentonit, beserta karakterisasinya dengan spektroskopi infra merah dandifraktometer sinar-X dan (2) aplikasi adsorpsi Am-241, Cs-137, dan Sr-90 pada berbagai pH. Hasil percobaan menunjukan bahwa imobilisasi bentonit-asam humat yang dilakukan dengan umpan 100 gr bentonit optimum pada berat asam humat 60 g, kuat ion 0,1 M NaNO3, dan pH 2,5. Pada kondisi optimum bentonit dapat mengikat gugus COOH maksimum sebesar 75,2 %. Berdasarkan data spektroskopi infra merah dan difraktometer sinar-X, asam humat dapat termobilisasi kedalam mineral bentonit membentuk bahan paduan bentonit-asam humat. Aplikasi adsorpsi radionuklida Am-241, Cs-137 dan Sr-90, menunjukan bahwa bentonit-asam humat dapat mengadsorpsi padarentang pH 3 hingga pH 10. Melalui umpan masing-masing0,001 mMol/l, kuat ion 0,1 M NaNO3 dan pH 5 ternyata bentonit-asam humat dapat mengadsorpsi 98,50% - 99,1% radionuklida Am-241, Cs-137 dan Sr-9
EVALUASI UNJUK KERJA REAKTOR ALIR TANGKI BERPENGADUK MENGGUNAKAN PERUNUT RADIOISOTOP
EVALUASI UNJUK KERJA REAKTOR ALIR TANGKI BERPENGADUK MENGGUNAKAN PERUNUT RADIOISOTOP. Penelitian evaluasi unjuk kerja reaktor alir tangki berpengaduk (RATB) menggunakan perunut radioisotop telah dilakukan. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengkaji kebenaran penganggapan bahwa pengadukan atau pencampuran dalam reaktor alir tangki berpengaduk adalah sempurna. Untuk dapat menyelidiki dinamika proses aliran fluida dalam reaktor digunakan radioisotop I-131. Fluida/air yang keluar dari reaktor dicuplik pada waktu13 detik sampai dengan 1373 detik dan dianlisis kadar I-131nya. Unjuk kerja reaktor alir tangki berpengaduk dinyatakan dalam bilangan dispersi (D/uL) dan mengikuti model dispersi aksial sebagai fungsi waktu tinggal rata-rata dan bilangan Reynold. Hasil penelitian menunjukkan bahwa D/uL = 9X10-4(ts*)2 – 6,9X10-1(ts*) + 148 dan D/uL = 65,7 e0,0003/Re. Nilai bilangan dispersi berkisar antara 11,08 sampai 21,4,selalu jauh di atas 0,01 ini berarti pencampuran yang terjadi dalam reaktor alir berpengaduk yang dievaluasi dapat dianggap ideal
EKSTRAKSI CIRI CACAT PENGELASAN PADA CITRA DIGITAL FILM RADIOGRAFI MENGGUNAKAN GEOMETRIC INVARIANT MOMENT DAN STATISTICAL TEXTURE
EKSTRAKSI CIRI CACAT PENGELASAN PADA CITRA DIGITAL FILM RADIOGRAFI MENGGUNAKAN GEOMETRIC INVARIANT MOMENT DAN STATISTICAL TEXTURE. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan ekstraksi ciri cacat pengelasan pada citra digital film radiografi dengan menggunakan metode geometric invariant moment dan statistical texture. Nilai ekstraksi ciri ini dapat dimanfaatkan sebagai nilai yang digunakan dalam melakukan klasifikasi dan pengenalan pola cacat pada interpretasi cacat pengelasan citra digital film radiografi secara otomatis oleh komputer. Jenis cacat yang digunakan dalam penelitian ini adalah longitudinal crack, transversal crack, distributed porosity, clustered porosity, wormhole dan tanpa cacat (no defect). Sebagai bahan penelitian digunakan citra digital film radiografi dengan keenam jenis defektologi tersebut. Langkah yang dilakukan yaitu dengan membuat program untuk membaca citra digital, kemudian melakukan pemotongan citra (cropping) untuk melokalisasi letak cacat kemudian menghitung nilai momen dengan persamaan metode geometric invariant moment dan statistical texture. Hasil penelitian berupa nilai-nilai ekstraksi ciri yang telah diuji dengan perlakuan RST(rotation, scale, transformation) dan diperoleh nilai momen yang paling invariant terhadap RST yaitu momen f3, f4, f5 dari metode geometric invariant moment . Sedangkan dari metode statistical texture digunakan seluruh nilaisebagai hasil ekstraksi ciri yaitu intensitas rerata , kontras rerata, smoothness, 3rdmoment, uniformity, dan entrop
PENINGKATAN UNJUK KERJA ANTENA UNTUK TRANSMISI DATA
PENINGKATAN UNJUK KERJA ANTENA UNTUK TRANSMISI DATA. Pada pengukuran radiasi jarak jauh yang sedang dikembangkan di Jurusan Teknik Fisika, Fakultas Teknik UGM, mempunyai kendala pada kualitas sistem komunikasinya. Di antara masalah yang perlu dipecahkan adalah pada sistem antena yang digunakan. Unjuk kerja antena yang optimal berpotensi meningkatkan kualitas komunikasi jarak jauh yang efektif dan meminimumkan kesalahan dalam sistem komunikasi data. Dari berbagai pengukuran parameter pada antena yang dipakai pada penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa antena yg ditala pada frekuensi 141,6 MHz (kondisi A) jauh lebih baik dibanding ketika ditala pada frekuensi 145,0 MHz (kondisi B). Antena pada kondisi A dapat mencapai nilai r minimal sebesar 0,01 sehingga return-loss terukur sebesar 53,98 dB dan field strength meter menunjukkan1,95 volt , dibandingkan dengan antena dengan kondisi B, di mana r minimal hanya bisa mencapai 0,19 sehingga return- loss terukur hanya sebesar 20,44 dB danpengukuran dengan field strength meter hanya sebesar 1,2 volt pada jarak yang samadengan antena pada kondisi A. Pada penelitian ini antena yang sama telah ditala pada berbagai frekuensi, tetapi hasil yang maksimal diperoleh pada antena yang ditala pada frekuensi 141,6 MHz. Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa setiap antenahanya memiliki satu frekuensi kerja yang optimal pada suatu band (bukan pada band harmonisnya). Informasi ini penting dan dapat digunakan sebagai referensi bagi para praktisi di bidang sistem telemetri dan telekontrol maupun bagi para praktisi di bidang komunikasi radio