Jurnal Forum Nuklir
Not a member yet
208 research outputs found
Sort by
Penggunaan meotde elektrodialisis dalam pemisahan uranium dari efluen proses
Penggunaan meotde elektrodialisis dalam pemisahan uranium dari efluen proses. Percobaan pemisahan uranium dari efluen melalui proses elektrodialisis telah dilakukan. Pada pemisahan uranium tersebut digunakan membran tukar ion. Tujuan percobaan ini dilakukan untuk mengambil uranium dari efluen yang masih memiliki kadar uranium cukup tinggi yaitu di atas 50 ppm. Percobaan dilakukan di dalam sel elektrolitik dua bilik anoda dan katoda yang terbuat dari bahan flexiglass. Membram tukar ion diselipkan di antara dua bilik. Uranium dapat dipisahkan dari efluen proses hingga 100% pada tegangan 3,5 volt selama 3,67 jam. Pada proses elektrodialisis untuk memisahkan uranium berkandungan hasil berupa penurunan Fluor hingga 78%
Analisis tegangan tembus dan flashover resin bahan feedthrough tegangan tinggi untuk iradiator elektron 300KV/20mA.
Analisis tegangan tembus dan flashover resin bahan feedthrough tegangan tinggi untuk iradiator elektron 300KV/20mA. Analisis ini bertujuan untuk menganalisis bahan resin yang akan digunakan sebagai bahan untuk membuat feedthrough tegangan tinggi iradiator elektron 300kV/20 mA. Analisis yang dilakukan adalah menguji ketahanan bahan resin terhadap tegangan tembus dan flashover. Berbagai penelitian bahan terus dilakukan dan dikembangkan dengan tujuan meningkatkan unjuk kerja dan kwalitas dari bahan isolator. Penelitian dengan cara membuat variasi komposisi perbandingan sampel uji antara bahan pematangan dan bahan utama resin. Variasi perbandingan yaitu sampel A = 1:400; B=1:600; C = 1: 800; D=1:1000; E=1:1250 dan dicetak dengan ukuran 200 x 200 x 2 (mm). Dari hasil pengujian dan analisa data diperoleh bahwa semakin besar konsentrasi bahan pengeras menjadikan bahan mudah tembus tegangan dan bersifat getas sedang konsentrasi bahan pengeras yang kecil bahan juga mudah tembus tegangan serta bersifat lembek. Tegangan flashover yang timbul dipengaruhi oleh besarnya tegangan tinggi serta jarak elektrode
Innovative Molten Salt Reaktor (IMSR), Pengembangan MSR untuk Memenuhi Semua Persyaratan Reaktor Maju
Innovative Molten Salt Reaktor (IMSR), Pengembangan MSR untuk Memenuhi Semua Persyaratan Reaktor Maju. Teknologi reaktor nuklir pada masa mendatang mengarah pada peningkatan aspek keselamatan, peningkatan pendayagunaan bahan bakar, reduksi limbah radioaktif, ketahanan terhadap proliferasi bahan bakar nuklir serta peningkatan aspek ekonomi. IMSR adalah reaktor nuklir yang menggunakan bahan bakar cair berupa garam lebur flouride (7LiF-ThF4-UF4- MaFx). IMSR didesain sebagai reaktor pembiak termal, yaitu membiakkan U-232 dari Th-232. Hal ini untuk menjawab permasalahan pendayagunaan bahan bakar dan reduksi limbah radioaktif. Dalam aspek keselamatan, desain IMSR memiliki sifat inherent safe serta memiliki fitur-fitur keselamatan pasif, sistem pendingin pasif pasca shutdown serta sistem pendingin pasif untuk produksi fisi
Evaluasi pembuatan iodium 125 menggunakan sasaran gas xenon-124 diperkaya 99,98%
Evaluasi pembuatan iodium 125 menggunakan sasaran gas xenon-124 diperkaya 99,98%. Salah satu radioisotop yang digunakan di kedokteran nuklir di Indonesia adalah radioisotop I-125. Radioisotop I-125 digunakan untuk pembuatan kit radioimmunoassay (RIA) dan untuk pembuatan seed brachytherapy kanker prostat. Pembuatan I-125 dapat dilakukan dengan cara mengiradiasi gas xenon-124, 125 Xe selajutnya akan terjadi peluruhan menjadi radioisotop I-125. Dalam kegiatan ini dipakai sasaran gas xenon-124 dengan pengkayaan sebesar 99,98%. Iradiasi dilakukan di posisi S1 di teras RSG GA Siwabessy selama 24 jam. Telah dilakukan tiga kali proses pembuatan I-125 dan diperoleh produk dengan radioaktivitas masing-masing sebesar 8,367 mC, 9,738 mCi dan 6,825 mCi dan pengotor radionuklida I-126 sebesar 0,11%, 0,63% dan 2,84% pada saat pelarutan (7 hari setelah iradiasi)
Pengaruh unsur AI dan Mo terhadap hasil analisis uranium dalam pelat elemen bakar U-Mo/AI.
Pengaruh unsur AI dan Mo terhadap hasil analisis uranium dalam pelat elemen bakar U-Mo/AI. Telah dilakukan analisis kadar uranium dalam larutan uranil nitrat hasil pelarutan pelat elemen bakar (PEB) U- Mo/AI. Penentuan kadar uranium menggunakan metode potensiometri titrasi reduksi oksidasi dengan fero sulfat sebagai reduktor dan kalium bikromat sebagai oksidator. Pengaruh aluminium di dalam uranil nitrat diteliti pada konsentrasi 500, 1000, 1500, 2000, 2500,3000 dan 5000 ppm, sedangkan pengaruh Mo diteliti pada konsentrasi 50, 100, 200, 300, 400, 500 dan 1000 ppm dengan konsentrasi uranium 1000 ppm. Pengukuran kadar uranium dalam larutan PEB U-Mo/AI dianalisis dengan teknik pemanasan dan ditambahkan asam perklorat, tanpa pemanasan dan pemisahan dengan cara ekstraksi menggunakan TBP/Heksan. Hasil analisis uranium dalam larutan PEB U-Mo/AI dengan teknik pemanasan, tanpa pemanasan dan dalam fase organil berturut-turut sebesar 3,216%, 5,876% dan 2,391%. Unsur pengotor AI berpengaruh terhadap ketelitian analisis uranium pada konsentrasi 5000 ppm, sedangkan pada konsentrasi <= 3000 ppm tidak berpengaruh terhadap ketelitian maupun akurasi analisis. Unsur pengotor Mo dengan konsentrasi 50 ppm sampai dengan 1000 ppm tidak berpengaruh pada hasil analisis uranium baik terhadap ketelitian maupun akurasi analisis
Pengolahan limbah radioaktif cair yang mengandung deterjen dengan ozon diikuti penjerapan.
Pengolahan limbah radioaktif cair yang mengandung deterjen dengan ozon diikuti penjerapan. Ozon merupakan oksidator kuat untuk mendegradasi senyawa organik dan zeolit mempunyai karakter sebagai penjerap, kombinasi dari kedua proses mempunyai potensi untuk mengolah limbah radioaktif cair yang mengandung deterjen. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan efektivitas pengolahan limbah radioaktif cair dengan metode ozonasi diikuti penjerapan dengan menghitung nilai faktor dekontaminasi (FD) dan efisiensi pengolahan (EP). Selain itu juga memperoleh persamaan kecepatan penurunan COD pada proses penjerapan setelah proses ozonasi. Penelitian dilakukan secara batch dengan variabel waktu. Laju produksi ozon mesin ozonizer yang digunakan pada penelitian ini adalah 1,0175 x 10^-5 g O3/detik. Hasil penelitian menunjukkan nilai COD dan TS turun seiring dengan semakin lamanya proses ozonasi, reakto berlangsung pada orde satu. Nilai FD dan EP dari proses penjerapan sebesar 145,773 dan 99,314%
Optimasi jumlah tanah liat, tawas dan kapur pada proses pengendapan limbah cair tahu dengan metode perunut I-131
Optimasi jumlah tanah liat, tawas dan kapur pada proses pengendapan limbah cair tahu dengan metode perunut I-13
Simulator Untuk Optimisasi Sumber Daya Laser Pulsa Jenis TEA CO2
Simulator Untuk Optimisasi Sumber Daya Laser Pulsa Jenis TEA CO2. Cahaya laser Co2 telah digunakan untuk banyak aplikasi, terutama laser tipe TEA (Transverse Excited Atmospheric). Makalah ini membahas simulator untuk mengoptimalkan sumber daya laser tipe TEA CO2 sehingga keluaran LAser optimal. Metode optimisasi dengan mensimulasikan dan menganalisis rangkaian listrik sumber daya dengan menggunakan tool simulink. Hasil penelitian merekomendasikan penggunaan konfigurasi yang sesuai untuk mencapai pulsa arus yang stabil dan maksimum, yaitu tegangan masukan pemicu 15 kV, tegangan breakdown spark gap (SGI) 22,8 kV, tegangan SG2 19,5 kV, tegangan SG3 134 kV, dan tegangan pemicu 8 kV. Periode pemicuan 0,05 s dan kapasitansi kapasitor C1=C2=(0,1-1)uF. Optimisasi sumber daya dimaksudkan untuk mendapatkan lebar pulsa lebih tinggi dari waktu hidup pulsa, yaitu pada rentang (109-106) detik dan lebar pulsa arus laser diperoleh (0,7-1) uS
Aplikasi PLC dalam simulasi proses pencucian film radiografi
Aplikasi PLC dalam simulasi proses pencucian film radiografi. Telah dilakukan penelitian untuk menerapkan Programmable Logic Controller (PLC) dalam simulasi proses pencucian film radiografi. PLC yang digunakan adalah PLC merk OMROM Sysmac Series CPM1A dengan bahasa pemrograman Ladder diagram yang menggunakan program Syswin 3.4. Pada pengujian menggunakan simulasi lampu lcd dan dapat diketahui bahwa pencucian film pada larutan developer berhasil dilakukan yaitu dengan waktu 1020 bed (1,7 menit) dalam waktu sebenarnya, selanjutnya pencucian film pada larutan stopbath dengan waktu 510 bed (0,85 menit) dalam waktu sebenarnya, pencucian di larutan fixer dengan waktu 2040 bed atau selama 4 menit dalam waktu sebenenarnya. Penelitian yang bertujuan untuk menerapkan PLC dalam proses pencucian film radiografi berhasil dilakukan. Akan tetapi penelitian ini belum dapat diterapkan dalam proses pencucian filam radiografi sebenarnya dan dipakai sebagai prototype alat pencuci film radiografi
Studi aberasi kromosom pada pekerja radiasi di rumah sakit
Studi aberasi kromosom pada pekerja radiasi di rumah sakit. Pekerja radiasi di rumah sakit merupakan kelompok pekerja yang beresiko menerima paparan dari radiasi pengion seperti sinar-X dan Cobalt 60 secara terus menerus yang dapat menyebabkan kerusakan materi genetik. Studi sitogenetik memperlihatkan bahwa paparan radiasi dosis rendah secara terus menerus dapat meningkatkan frekuensi kerusakan (aberasi) kromosom. Aberasi kromosom berkaitan erat dengan perubahan genetik yang dapat memicu perkembangan kanker sehingga meningkatnya frekuensi aberasi kromosom juga berarti meningkatnya resiko kecenderungan kanker.Oleh karena hal tersebut maka deteksi aberasi kromosom dapat digunakan untuk memprediksi resiko paparan radiaso ionosasi pada pekerja radiasi di rumah sakit. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui apakah kondisi tingkat kerusakan kromosom pada sel darah yang diinduksi oleh paparan radiasi akibat kerja pada para pekerja radiasi di rumah sakit. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui apakah kondisi tingkat kerusakan kromosom pada sel darah yang diinduksi oleh paparan radiasi akibat kerja pada para pekerja radiasi di rumah sakit. Sebanyak 1 mL sampel darah masing-masing dari 4 non pekerja radiasi dan 34 pekerja radiasi rumah sakit yang bertugas sebagai operator radioterapi dan radiodiagnostik serta dokter dan perawat dan juga fisikiawan medis dikultur selama 48 jam dan dipanen kemudian dibuat preparatnya untuk diamati keberadaan aberasi kromosom dengan mikroskop sebanyak 250-500 sel metafase tiap sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tipe aberasi kromosom yang ditemukan adalah fragmen asentrik. Hal tersebut kemungkinan karena dosis radiasi yang diterima para pekerja belum cukup untuk menginduksi terbentuknya disentrik maupun ring