Jurnal Forum Nuklir
Not a member yet
    208 research outputs found

    KEBUTUHAN SDM UJI TAK RUSAK UNTUK INSPEKSI PRESERVICE PADA PEMBANGUNAN PLTN PERTAMA DI INDONESIA

    Get PDF
    KEBUTUHAN SDM UJI TAK RUSAK UNTUK INSPEKSI PRE-SERVICE PADA PEMBANGUNAN PLTN PERTAMA DI INDONESIA. Peraturan Presiden Nomor 5 tahun 2006 tentang “kebijakan energi nasional” menyebutkan bahwa Indonesia telah memasukkan opsi nuklir ke dalam energi mix nasional untuk mendukung kebutuhan energi di masa mendatang. Artinya pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) sudah menjadi salah satu pilihan bangsa Indonesia untuk memenuhi kebutuhan energi. Pembangunan PLTN tidak bisa terlepas dari kebutuhan sumber daya manusia (SDM) termasuk SDM uji tak rusak yang penting pada tahap pabrikasi komponen PLTN yaitu untuk melakukan pemeriksaan/inspeksi komponen hasil fabrikasi atau yang biasa disebut dengan inspeksi pre-service. Data pemeriksaan komponen hasil dari fabrikasi digunakan sebagai informasi data awal kondisi komponen PLTN sebelum dioperasikan. Makalah ini membahas kebutuhan SDM uji tak rusak untuk inspeksi pre-service pada pembangunan PLTN pertama di Indonesia khususnya untuk memeriksa/inspeksi hasil pabrikasi komponen. Metode dengan cara melakukan identifikasi komponen-komponen yang berada di dalam sistem primer reaktor PWR (Pressurized Water Reactor), identifikasi bagian dari komponen yang harus diperiksa, metode uji tak rusak dan tekniknya serta kebutuhan SDM nya. Tujuannya adalah diperolehnya kebutuhan SDM uji tak rusak untuk melakukan inspeksi pre-service pada pembangunan PLTN I di Indonesia. Dari studi yang dilakukan disimpulkan bahwa SDM dengan kompetensi uji tak rusak metode visual, volumetrik dan permukaan diperlukan untuk inspeksi pre-service komponen-komponen hasil fabrikasi. Kebutuhan SDM berdasarkan volume pekerjaan adalah  untuk kompetensi UTR visual level 1: 10  orang, level 2 :8 orang, level 3 : 5 orang. Kompetensi UTR volumetrik level 1: 22 orang, level 2 : 13 orang, level 3 : 9 orang. Kompetensi UTR permukaan level 1: 8  orang, level 2 :7 orang, level 3 : 4  orang

    Penerapan Sistem Seifgrad Nuklir dan Tantangannya

    No full text
    dalam uji cob

    PENGUKURAN KUALITAS BERKAS CITRA RADIOGRAFI NEUTRON PASCA PENAMBAHAN SISTEM TOMOGRAFIDIFASILITAS RN1 BATAN-SERPONG

    No full text
    PENGUKURAN KUALITAS BERKAS CITRA RADIOGRAFI NEUTRON PASCA PENAMBAHAN SISTEM TOMOGRAFI DI RN1 BATAN SERPONG. Pengukuran kuatitas berkas citra radiografi neutron pasca penambahan sistem tomografi di RN1 BATAN Serpong, telah dilakukan. Pengukuran bertujuan untuk menentukan kualitas berkas neutron berdasarkan standar ASTM E-545-05. Pengukuran dilakukan dengan metode langsung (film radiografi) menggunakan cuplikan standar Sensitivity Indicator (SI) dan Beam Purity Indicator (BPI), serta film AGFA D3. Kualitas berkas neutron yang keluar dari tabung berkas ditentukan oleh karakteristik kolimator yang digunakan. Pada saat film radiografi neutron dioperasikan bersamaan dengan sistem tomografi, kualitas berkas yang didapat secara kuantitatif dari hasil pengukuran densitas citra dari cuplikan BPI menggunakan densitometer, mendapat jumlah neutron termal: 40,20 %; neutron terhambur: 0,70 %; gamma: 1,50 %; produksi pasangan: 3,30 %; jumlah garis dan yang terlihat masing-masing: 6 dan 4. Sedangkan apabila film radiografi neutron saja yang dioperasikan, mendapatkan jumlah neutron termal: 62,20 %; neutron terhambur: 0,50 %; gamma: 1,80 %; produksi pasangan: 2,30 %; jumlah garis dan yang terlihat masing-masing: 7 dan 4. Kualitas citra radiografi neutron pada saat film radiografi dioperasikan bersamaan dengan sistem tomografi, tidak baik (buram). Kualitas citra radiografi neutron apabila film radiografi neutron saja yang dioperasikan menjadi lebih baik (terang dan kontras), berdasarkan standar ASTM E-545-05 diklasifikasikan ke dalam kategori II. Dapat disimputkan bahwa untuk mendapatkan kualitas citra radiografi neutron yang lebih baik, maka film radiografi tidak dioperasikan bersamaan dengan sistem tomografi

    PENGEMBANGAN MATERIAL BERBASIS ZIRKONIUM (MBZ) SEBAGAI ADSORBEN PADA GENERATOR 99MO/99MTC

    No full text
    PENGEMBANGAN  MATERIAL BERBASIS  ZIRKONIUM  (MBZ) SEBAGAI ADSORBEN PADA GENERATOR 99Mof9mTc. Material berbasis zirkonium (MBZ) memiliki daya serap Mo yang tinggi sehingga berpotensi  mengganti alumina sebagai adsorben pada  generator 99Mo/99MTc. Akan tetapi material berbasis zirkonium masih memiliki kekurangan yakni material ini masih rapuh dan mudah pecah. Telah berhasil dilakukan sintesis material adsorben berbasis zirconium yang memiliki kapasitas serap tinggi mencapai 193 mg Mo tiap 1 g MBZ. Partikel MBZ hasil sintesis dengan perlakuan campuran TEOS : metanol sehingga meningkatkan kekerasan partikel MBZ. Berdasarkan hasil pemeriksaan SEM dengan melapisi permukaan MBZ dengan menggunakan campuran TEOS:metanol, retakan-retakan yang terdapat pada permukaan MBZ dapat dihilangkan sehingga butiran-butiran MBZ tidak mudah pecah. Hasil spektrum EDS pada permukaan material berbasis zirkonium yang telah dialiri dengan campuran TEOS:metanol terdiri atas 44,24 % Zr; 39,35 % O; 10,78 % Cl; dan 5 % Si. Hasil spektrum XRD menunjukkan tidak terdapatnya puncak-puncak kristal sehingga bentuk dari MBZ berupa amorphous

    SEMI OTOMATISASI KARIOTIPE UNTUK DETEKSI ABERASI KROMOSOM AKIBAT PAPARAN RADIASI

    No full text
    SEMI OTOMATISASI KARIOTIPE UNTUK DETEKSI ABERASI KROMOSOM AKIBAT PAPARAN RADIASI. Proses analisis citra kromosom dilakukan dengan mengklasifikasikan kromosom berdasarkan panjang dan bentuknya sehingga dihasilkan ideogram. Proses tersebut dinamakan kariotipe. Kariotipe umumnya dilakukan dengan cara mengambil citra sel pada saat metafase sehingga kromosom terlihat jelas terlebih dahulu, kemudian menggunting setiap citra kromosom dan mengidentifikasi masing­masing kromosom untuk dibuat ideogramnya. Proses kariotipe dapat digunakan untuk mendeteksi aberasi kromosom akibat paparan radiasi. Proses pembuatan kariotipe sangat menyita waktu dan tenaga sehingga telah banyak dikembangkan perangkat lunak untuk membantu kariotipe kromosom baik yang otomatis maupun semiotomatis. Salah satu perangkat lunak tersebut adalah Cytovision 3.6. Selain perangkat lunak yang bersifat komersil terdapat perangkat lunak lain yang dapat di unduh dan digunakan secara bebas uotuk membantu proses kariotipe yaitu SmartType Express. Tujuan kegiatan yang dilakukan adalah untuk membandingkan kemampuan perangkat lunak semi otomatis komersil dan yang bersifat bebas dalam membantu proses pembuatan ideogram untuk mendetek si aberasi kromosom akibat paparan radiasi. Metode yang digunakan adalah membandingkan waktu yang dibutuhkan oleh Cytovision 3.6 dan SmartType Express untuk menghilangkan kesepuluh background citra dan meningkatkan intensitas warna gelap pada pita kromosom juga pemisahan citra kromosom tumpang tindih hingga terbentuk citra kromosom yang lebih mudah untuk diklasifikasi dan dibuat ideogramnya. Data yang didapat kemudian diolah secara statistik menggunakan Uji Wilcoxon dengan hipotesis bahwa H0 adalah tidak terdapat perbedaan waktu secara nyata menggunakan kedua perangkat lunak untuk menghasilkan citra kromosom yang lebih baik dan H1 terdapat perbedaan secara nyata menggunakan kedua perangkat lunak untuk menghasilkan citra kromosom yang lebih baik. Taraf nyata yang digunakan (a) adalah 0,05. Hasil pengolahan secara statistik menunjukkan bahwa pengolahan citra kromosom mengunakan SmartType Express cukup baik dan tidak berbeda dengan perangkat lunak komersil Cytovision 3.6

    SINTESIS DAN KARAKTERISASI HIDROKSIAPATIT UNTUK APLIKASI SINOVEKTOMI RADIASI

    No full text
    SINTESIS DAN KARAKTERISASI HIDROKSIAPATIT UNTUK APLIKASI SINOVEKTOMl RADIASI. Sinovektomi radiasi adalah teknik terapi dengan cara penyuntikan sediaan radiofarmaka ke daerah persendian. Radiofarmaka harus efektif menempatkan radionuklida mencapai sel target in-vivo dalam jumlah optimal dan mempunyai sifat fisik ukuran partikel yang stabil untuk tinggal dalam persendian selama waktu paruh radionuklida. Hidroksiapatit (HAp) mempunyai kemiripan dengan fasa mineral pada matrik tulang dapat dimodifikasi menjadi berbagai jenis sediaan radiofarmaka sebagai pembawa unsur radionuklida untuk aplikasi terapi rheumatoid anhritis. Sintesis hidroksiapatit menggunak:an metode presipitasi telah berbasil dilakukan, yaitu dengan mencampurkan asam dan basa yang menghasilkan kristal dan air. Parameter proses yang dikontrol adalah pH 9 dan 11 dari larutan, sedangkan variabel yang dibandingkan adalah suhu perlakuan panas pada rentang 150-1100 °C. Karakterisasi hidroksiapatit hasil sintesis dilakukan dengan XRD diperoleh ukuran kristalit antara 19-55 nm. Kristalinitas hidroksiapatit didekati menggunakan perhitungan Metode Landi dan didapatkan kristalinitas antara 59 - 97%. Hasil SEM menunjukkan bentuk partikel hidroksiapatit adalah spherical menuju granular. Pengotor utama dalam hidroksiapatit adalah karbonat yang diidentifikasi dari hasil FTIR. Sintesis hidroksiapatit dengan metode reaksi  pengendapan dapat mengontrol ukuran partikel, komposisi kimia dan sifat morfologi yang diinginkan untuk terapi dengan teknik sinovektomi radiasi

    Hubungan AntaraLaju Dosis Serap Air dengan Lapangan Radiasi Berkas Elektron

    No full text
    Makalah ini sedang uji cob

    KERANGKA PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN PROGRAM PEMBANGUNAN PLTN

    Get PDF
    KERANGKA PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN PROGRAM PEMBANGUNAN PLTN. Pengembangan program PLTN harus didasarkan pada komitmen untuk menggunakan tenaga nuklir hanya untuk tujuan damai, dengan cara yang aman dan selamat, yang mengharuskan adanya infrastruktur nasional yang berkelanjutan yang melibatkan berbagai aspek, seperti kerangka peraturan perundangundangan. Kerangka tersebut berkaitan dengan pembentukan badan regulator independen dan penyusunan peraturan tentang nuklir, yaitu proteksi radiasi, bahan radioaktif dan sumber radiasi, keamanan instalasi nuklir, kesiapsiagaan kedaruratan dan tindakan tanggap darurat, penambangan dan pengolahan, transportasi, limbah radioaktif dan bahan bakar bekas, pertanggungjawaban kerugian nuklir dan kompensasi, proteksi, kontrol ekspor dan impor, dan proteksi fisik, sesuai konvensi dan standar internasional. Untuk itu, pemerintah telah menerbitkan berbagai peraturan perundang-undangan di bidang nuklir guna menjamin keamanan dan keselamatan pekerja, masyarakat maupun lingkungan hidup dari bahaya radiasi yang mungkin timbul.

    PENGGUNAAN TEKNIK RADIOGRAFI NEUTRON UNTUK MENDETEKSI SECARA CEPAT TOLERANSI TANAMAN PADI TERHADAP CEKAMAN KEKERINGAN

    No full text
    PENGGUNAAN TEKNIK RADIOGRAFI NEUTRON UNTUK MENDETEKSI SECARA CEPAT TOLERANSI  TANAMAN PADI TERHADAP CEKAMAN KEKERINGAN. Telah dilakukan penggunaan teknik radiografi neutron untuk  mendeteksi  secara  cepat  toleransi  tanaman  padi  terhadap  cekaman kekeringan. Dua jenis padi yaitu padi gogo dan padi sawah  dipilih sebagai obyek penelitian. Tanaman padi gogo yang diketahui lebih toleran terhadap cekaman kekeringan dibanding padi sawah diamati perkembangan akarnya setelah mengalami cekaman kekeringan dengan mengurangi kandungan air tanahnya hingga 50% dan 25%. Pengamatan perkembangan akar tanaman diamati untuk usia tanaman 2, 3, 4, serta 10 minggu. Pengamatan dengan fasilitas radiografi neutron, RN1 di reaktor  RSG-GAS  secara  in-situ  menunjukkan bahwa untuk usia padi di bawah 4 minggu perkembangan akar tidak teramati dan  akar  mulai teramati dengan jelas pada usia tanaman 10 minggu. Hasil awal menunjukkan babwa padi gogo terbukti lebih toleran terhadap cekaman kekeringan dengan profil  akar yang relatif  lebih  besar  dan  mampu  bertahan  lebih lama terhadap cekaman kekeringan dibanding dengan padi sawah. Hasil ini  menunjukkan  bahwa  teknik radiografi neutron dapat  menjadi metode alternatif untuk mendeteksi toleransi tanaman padi terhadap cekaman  kekeringan

    118

    full texts

    208

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Forum Nuklir
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇