54 research outputs found
Sort by
KOREKSI MALOKLUSI KELAS II DENGAN CANTILEVER BITE JUMPER (CBJ) DAN MANDIBULAR ANTERIOR REPOSITIONING APPLIANCE (MARA)
Cantilever Bite Jumper (CBJ), Mandibular Anterior Repositioning Appliance (MARA) merupakan alat turunan dan modifikasi dari Herbst yang sangat membantu praktisi dalam menangani kasus maloklusi skeletal yang membutuhkan distalisasi gigi molar rahang atas, mesialisasi gigi molar rahang bawah dan mengubah inklinasi incisivus ke depan/protrusi dengan tidak merubah maksila. Penggunaan dengan alat tersebut dapat menambah panjang mandibula, tinggi wajah anterior dan posterior. Selain merupakan alat fixed, tidak membutuhkan banyak kooperasi pasien, alat tersebut mudah digunakan, mampu memajukan mandibula secara bertahap, dapat digunakan bersamaan dengan alat ortodontik lain dan cukup nyaman dipakai oleh pasien.Kata kunci: Maloklusi klas II, Cantilever Bite Jumper (CBJ), Mandibular Anterior Repositioning Appliance (MARA
Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sikap Bidan tentang Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dengan Praktik Inisiasi Menyusu Dini di Puskesmas Kota Semarang
 Berdasarkan data Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2007 menyebutkan Angka Kematian Bayi (AKB) masih sangat tinggi yaitu 35 tiap 1.000 kelahiran hidup. Salah satu program terkini dalam proses pelaksanaan percepatan penurunan AKB adalah program Inisiasi Menyusu Dini (IMD). Menurut penelitian yang dilakukan Dr. Karen Edmond tahun 2006, 22 % kematian bayi baru dapat dicegah bila bayi disusui oleh ibunya dalam satu jam pertama kelahiran. Pencapaian 6 bulan ASI eksklusif bergantung pada keberhasilan inisiasi menyusu dini dalam satu jam pertama. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap bidan tentang praktik IMD di Puskesmas Kota Semarang.      Jenis penelitian korelasional menggunakan pendekatan cross sectional dengan jumlah 45 responden. Uji hubungan antar variabel dalam penelitian ini menggunakan uji Korelasi Spearman.      Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar bidan berumur 20-40 tahun sebanyak 31 orang (69%), bidan telah tamat Diploma III sebanyak 31 bidan (69%), bidan bekerja lebih dari 5 tahun di Puskesmas yang bersangkutan sebanyak 32 orang (71%), bidan mempunyai pengetahuan baik mengenai IMD sebanyak 29 bidan (64%) sebanyak 28 bidan (62%) mempunyai sikap positif atau mendukung terhadap IMD, dan melaksanakan IMD dengan baik sebanyak 34 bidan (76%). Dari Korelasi Spearman diperoleh Pvalue 0,483 > 0,05 jadi tidak ada hubungan antara pengetahuan bidan tentang IMD dengan praktik IMD dan diperoleh Pvalue 0,079 > 0,05 jadi tidak ada hubungan antara sikap bidan tentang IMD dengan praktik IMD.      Dari hasil penelitian tersebut disarankan dapat meningkatkan pengetahuan tentang Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dan mempertahankan melakukan pendidikan kesehatan pada masyarakat serta diharapkan bidan dengan pendidikan Diploma I dapat melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi sesuai standar pemerintah yaitu Diploma III Kebidanan.Kata Kunci: pengetahuan, sikap, praktik, Inisiasi Menyusu Din
PEMBERIAN ZAT BESI (Fe) DALAM KEHAMILAN
Salah satu masalah gizi yang banyak terjadi pada ibu hamil adalah anemia gizi, yang merupakan masalah gizi mikro terbesar dan tersulit diatasi di seluruh dunia.2 World Health Organization (WHO)  melaporkan bahwa terdapat 52% ibu hamil mengalami anemia di negara berkembang. Di Indonesia (Susenas dan Survei Depkes-Unicef) dilaporkan bahwa dari sekitar 4 juta ibu hamil, separuhnya mengalami anemia gizi dan satu juta lainnya mengalami kekurangan energi kronis.Anemia sering terjadi akibat defisiensi zat besi karena pada ibu hamil terjadi peningkatan kebutuhan zat besi dua kali lipat akibat peningkatan volume darah tanpa ekspansi volume plasma, untuk memenuhi kebutuhan ibu (mencegah kehilangan darah pada saat melahirkan) dan pertumbuhan janin.Hal ini telah dibuktikan di Thailand bahwa penyebab utama anemia pada ibu hamil adalah karena defisiensi besi (43,1%. Demikian pula dengan studi di Tanzania memperlihatkan bahwa anemia ibu hamil berhubungan dengan defisiensi zat besi (p = 0,03), vitamin A (p =0,004) dan status gizi (LILA) (p = 0,003).7 Terdapat korelasi yang erat antara anemia pada saat kehamilan dengan kematian janin, abortus, cacat bawaan, berat bayi lahir rendah, cadangan zat besi yang berkurang pada anak atau anak lahir dalam keadaan anemia gizi.Kata Kunci: Kehamilan, Anemia, Zat Bes
PENTINGNYA MOTIVASI DAN PERSEPSI PIMPINAN TERHADAP PERILAKU PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA IBU BEKERJA
Dalam kondisi pembangunan ke arah industrialiasasi dimana persaingan pasar semakin ketat, masih banyak dijumpai wanita pekerja belum mendapatkan hak menyusui. Keberhasilan menyusui di tempat kerja sangat dipengaruhi oleh lingkungan kerja yang diciptakan oleh perusahaan.Pimpinan yang mempunyai pengetahuan dan kemampuan yang baik dalam mempertimbangkan pemberian biaya yang tinggi saat penerimaan dan pemberian training pada karyawan, pimpinan akan berkeinginan untuk melakukan negosiasi kepada ibu bekerja yang akan menyusui. Pimpinan perusahaan yang mempunyai pengalaman tentang ASI eksklusif akan mempertimbangkan kebutuhan dan harapan ibu bekerja di perusahaannya. Kebutuhan dan harapan pimpinan terhadap produktivitas dan kualitas ibu bekerja sangat besar karena mempengaruhi hasil dan biaya produksi yang harus dikeluarkan oleh perusahaan.Faktor lingkungan yang sangat mempengaruhi perilaku menyusui pada ibu bekerja berasal dari pimpinan perusahaan yang mempunyai kekuasaan untuk membuat kebijakan dan menyediakan fasilitas menyusui selama bekerja. Kata kunci : motivasi pimpinan, persepsi pimpinan, ibu bekerja, ASI eksklusi
MENGENAL POTENSI RUMPUT LAUT : KAJIAN PEMANFAATAN SUMBER DAYA RUMPUT LAUT DARI ASPEK INDUSTRI DAN KESEHATAN
Rumput laut atau lebih dikenal dengan sebutan seaweed merupakan salah satu sumber daya hayati yang sangat melimpah di perairan Indonesia. Keanekaragaman rumput laut di Indonesia merupakan yang terbesar dibandingkan dengan negara lain. Namun demikian, pemanfaatan rumput laut di Indonesia, terutama untuk keperluan industri dan kesehatan masih belum optimal. Review ini bermaksud memberikan informasi mengenai kajian pemanfaatan sumber daya rumput laut dari aspek industri dan kesehatan, sehingga diharapkan dapat menambah khasanah keanekaragaman makanan fungsional yang bermanfaat bagi kesehatan dan memantapkan pemanfaatannya di bidang industri di Indonesia. Optimalisasi upaya penggalian potensi sumber daya rumput laut di Indonesia perlu dikembangkan dalam rangka mendukung upaya pemecahan persoalan bangsa ini khususnya mengahadapi krisis ekonomi global dan meningkatnya kasus gizi buruk di Indonesia.Kata Kunci: rumput laut, pemanfaatan, industri, kesehata
TEORI MAQASHID AL-SYARI'AH DALAM HUKUM ISLAM
Pembicaraan tentang maqashid al-syari'ah atau tujuan hukum Islam merupakan suatu pembahasan penting dalam hukum Islam yang tidak luput dari perhatian ulama serta pakar hukum Islam. Sebagian ulama menempatkannya dalam bahasan ushul fiqh, dan ulama lain membahasnya sebagai materi tersendiri serta diperluas dalam filsafat hukum Islam. Bila diteliti semua perintah dan larangan Allah dalam Al-Qur'an, begitu pula suruhan dan larangan Nabi SAW dalam sunnah yang terumuskan dalam fiqh, akan terlihat bahwa semuanya mempunyai tujuan tertentu dan tidak ada yang sia-sia. Semuanya mempunyai hikmah yang mendalam, yaitu sebagai rahmat bagi umat manusia, sebagaimana yang ditegaskan dalam beberapa ayat Al-Qur'an, di antaranya dalam surat Al-Anbiya' :107, tentang tujuan Nabi Muhammad diutus. Rahmat untuk seluruh alam dalam ayat tersebut diartikan dengan kemaslahatan umat. Sedangkan, secara sederhana maslahat itu dapat diartikan sebagai sesuatu yang baik dan dapat diterima oleh akal sehat. Diterima akal mengandung pengertian bahwa akal itu dapat mengetahui dan memahami motif di balik penetapan suatu hukum, yaitu karena mengandung kemaslahatan untuk manusia, baik dijelaskan sendiri alasannya oleh Allah atau dengan jalan rasionalisasi.Kata kunci : Maqashid al-syari'ah, maslahat, taklif hukum, 'illa
PENGARUH PEMBERIAN MINYAK JINTEN HITAM (Nigella sativa) TERHADAP INDEKS APOPTOSIS ADENOKARSINOMA MAMMAE SECARA in vivo Studi Eksperimental Mencit galur C3H yang Diinokulasi Sel Adenokarsinoma Mammae
Jinten hitam (Nigella sativa) merupakan salah satu dari genus nigella yang termasuk dalam family Ranunculaceae. Kandungan utamanya yaitu thymoquinone (TQ). Penelitian sebelumnya menunjukan minyak Jinten hitam (Nigella sativa)  meningkatkan indeks apoptosis pada adenokarsinoma mammae secara invitro. Namun, saat ini belum ada yang menjelaskan tentang pemberian minyak Jinten hitam (Nigella sativa)  terhadap indeks apoptosis adenokarsinoma mammae secara invivo. Tujuan penelitian ini membuktikan bahwa adanya pengaruh minyak Jinten hitam (Nigella sativa)  terhadap indeks apoptosis adenokarsinoma mammae secara invivo.Penelitian eksperimental laboratorik dengan rancangan penelitian post test only control group design, menggunakan hewan coba mencit C3H sebanyak 24 ekor yang telah diinokulasi jaringan tumor, kemudian bagi menjadi 4 kelompok secara random. Kelompok kontrol diberikan pakan standart, kelompok perlakuan 1 ditambahkan minyak Jinten hitam (Nigella sativa)  0,1 ml/hari, kelompok perlakuan 2 ditambahkan 0,2 ml/hari, kelompok perlakuan 3 ditambahkan 0,3 ml/hari. Penilaian indeks apoptosis dengan metode Aihara et al. Untuk membedakan indeks apoptosis antar berbagai kelompok perlakuan digunakan uji oneway annova.Hasil rerata indeks apoptosis pada kelompok kontrol (1,00+0,237), kelompok perlakuan 1 (1,28+0,117), kelompok perlakuan 2 (1,56+0,055),  dan kelompok perlakuan 3 (1,86+0,163). Terdapat perbedaan secara bermakna indeks apoptosis adenokarsinoma mammae antar berbagai kelompok (p=0,000). Untuk membedakan indeks apoptosis antar 2 kelompok perlakuan digunakan Uji Post-hoc Tukey HSD didapat (p<0,05) yang menunjukkan bahwa adanya perbedaan secara bermakna.Pemberian minyak Jinten hitam (Nigella sativa) secara invivo meningkatkan indeks apoptosis adenokarsinoma mammae. Terdapat peningkatan indeks apoptosis yang signifikan pada kelompok perlakuan 3 dengan dosis 0,3 ml/hari. Kata Kunci   :          Adenokarsinoma Mammae, minyak Jinten hitam (Nigella sativa) , Indeks apoptosis
KB SUNTIK 3 (TIGA) BULAN DENGAN EFEK SAMPING GANGGUAN HAID DAN PENANGANANNYA
Kontrasepsi suntik adalah kontrasepsi hormonal jenis suntikan yang dibedakan menjadi dua macam yaitu DMPA (depot medroksiprogesterone asetat) dan kombinasi. Suntik DMPA berisi depot medroksiprogesterone asetat yang diberikan dalam suntikan tunggal 150 mg/ml secara intramuscular (IM) setiap 12 minggu (Baziad, 2002). Efek samping penggunaan suntik DMPA adalah gangguan haid, penambahan berat badan, kekeringan vagina, menurunkan libido, gangguan emosi, sakit kepala, nervotaksis dan jerawat. Gangguan haid yang sering ditemukan berupa siklus haid yang memendek atau memanjang, perdarahan banyak atau sedikit, perdarahan yang tidak teratur atau perdarahan bercak (spotting), tidak haid sama sekali (amenore)Kata kunci : Suntik KB, DMPA, Gangguan haid, Penanganannya
Dampak Kekerasan Pada Istri Dalam Rumah Tangga Terhadap Kesehatan Reproduksi
Komnas Perempuan (2001) menyatakan bahwa kekerasan terhadap perempuan adalah segala tindakan kekerasan yang dilakukan terhadap perempuan yang berakibat atau kecenderungan untuk mengakibatkan kerugian dan penderitaan fisik, seksual, maupun psikologis terhadap perempuan, baik perempuan dewasa atau anak perempuan dan remaja. Termasuk didalamnya ancaman, pemaksaan maupun secara sengaja meng-kungkung kebebasan perempuan. Tindakan kekerasan fisik, seksual, dan psikologis dapat terjadi dalam lingkungan keluarga atau masyarakat.Sebagian besar perempuan sering bereaksi pasif dan apatis terhadap tindak kekerasan yang dihadapi. Ini memantapkan kondisi tersembunyi terjadinya tindak kekerasan pada istri yang diperbuat oleh suami. Kenyataan ini menyebabkan minimnya respon masyarakat terhadap tindakan yang dilakukan suami dalam ikatan pernikahan. Istri memendam sendiri persoalan tersebut, tidak tahu bagaimana menyelesaikan dan semakin yakin pada anggapan yang keliru, suami dominan terhadap istri. Rumah tangga, keluarga merupakan suatu institusi sosial paling kecil dan bersifat otonom, sehingga menjadi wilayah domestik yang tertutup dari jangkauan kekuasaan publik.Dampak kekerasan terhadap istri yang bersangkutan adalah: mengalami sakit fisik, tekanan mental, menurunnya rasa percaya diri dan harga diri, mengalami rasa tidak berdaya, mengalami ketergantungan pada suami yang sudah menyiksa dirinya, mengalami stress pasca trauma, mengalami depresi, dan keinginan untuk bunuh diri. Dampak kekerasan terhadap pekerjaan si istri adalah kinerja menjadi buruk, lebih banyak waktu dihabiskan untuk mencari bantuan pada Psikolog ataupun Psikiater, dan merasa takut kehilangan pekerjaan. Dampaknya bagi anak adalah: kemungkinan kehidupan anak akan dibimbing dengan kekerasan, peluang terjadinya perilaku yang kejam pada anak-anak akan lebih tinggi, anak dapat mengalami depresi, dan anak berpotensi untuk melakukan kekerasan pada pasangannya apabila telah menikah karena anak mengimitasi perilaku dan cara memperlakukan orang lain sebagaimana yang dilakukan oleh orang tuanya.Menurut Suryakusuma (1995) efek psikologis penganiayaan bagi banyak perempuan lebih parah dibanding efek fisiknya. Rasa takut, cemas, letih, kelainan stress post traumatic, serta gangguan makan dan tidur merupakan reaksi panjang dari tindak kekerasan. Namun, tidak jarang akibat tindak kekerasan terhadap istri juga meng-akibatkan kesehatan reproduksi terganggu secara biologis yang pada akhirnya meng-akibatkan terganggunya secara sosiologis. Istri yang teraniaya sering mengisolasi diri dan menarik diri karena berusaha menyembunyikan bukti penganiayaan mereka.Kata kunci : istri, kesehatan reproduksi, kekerasasan dalam rumah tangg
HEMORRHOID
Hemorrhoid adalah varikositis akibat dilatasi (pelebaran) pleksus vena hemorrhodialis interna yang fisiologis, sehingga tidak begitu berbahaya. Meskipun hemorrhoid tidak berbahaya, akan tetapi bila pelebaran pembuluh darah vena bertambah luas, maka kita tetap perlu mencegahnya. Pencegahan dengan cara memperbanyak makan makanan yang berserat tinggi, seperti buah-buahan dan sayur-sayuran segar. Selain itu juga minum air putih yang banyak (1 jam 1 gelas air putih). Dengan minum air putih yang banyak dan makan makanan yang berserat dapat mempermudah defekasi. Apabila buang air besar lancar, maka hemorrhoid kemungkinan besar tidak akan terjadi. Selain mengonsumsi makanan yang berserat dan banyak minum air putih, hemorrhoid dapat dicegah dengan cara olah raga teratur, perbanyak jalan kaki, kurangi berdiri terlalu lama dan duduk terlalu lama, serta istirahat yang cukup.Kata kunci: Pelebaran pembuluh darah vena, Defekasi, Makanan berserat