54 research outputs found
Sort by
Manajemen Natal Teeth (Laporan Kasus)
Natal teeth merupakan gigi yang tumbuh pada awal masa klehiran dan hampir seluruhnya kasus terjadi pada masa gigi desidui. Walaupun beberapa kasus tidak menunjukkan Natal teeth menimbulkan masalah komplikasi yang serius, kompikasi yang sering terjadi yaitu adanya iritasi pada lidah bayi dan piting ibu saat menyusui.yang perlu jadi perhatian yaitu tertelannya gigi yang dapat menyebabkan gangguan pada bayi. Dilaporkan seorang ibu baru melahirkan normal seorang bayi laki-laki 1 hari dan terdapat benjolan keras pada regio anterior mandibulla. Pada pemeriksaan intraoral terdapat gigi insisifus yang tumbuh diregio mandibula yang masih tertutupi olej gingival dan gigi lainnya belum erupsi. Dilakukan observasi dan evalusi secara rutin untuk memantau perkembangan dari natal teeth sebelum terjadi komplikasi lain. Dapat disimpulkan dengan management penanganan yang baik akan memberikan hasil yang baik bagi ibu dan bayi.Kata kunci: manajemen, natal teet
OPTIMALISASI KEPEMILIKAN SAHAM PERUSAHAAN OLEH SERIKAT PEKERJA UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN PEKERJA DI PT. FISCOUS SOUTH PACIFIC
Research on the optimization of company stock ownership by unions backed by the implementation of industrial relations between employers and workers do not realize the welfare of workers. Construction labor laws by providing wage workers are single and minimum wage provisions of Regency / City have made a minimum wage of workers in Indonesia. The research problems are three: First, what are the factors that inhibit the ownership shares of the company by the union? Second, what steps should be taken to improve oversight  stock ownership by the community against the company by the union? Third, the model of share ownership by unions how to improve the welfare of workers?. The research method used is a qualitative research method kualitatif with normative juridical approach and study of law as the law in action, which is the study of social sciences that are non doctrinal and empirical. Research results, first the factors that hinder the implementation of share ownership by unions is a normative juridical (concerning the statutory rulemaking invitation), enforcement (the employers and the government's role), juridical and sociological factors (related to economic considerations as well as culture business legal occupant of the rule) that the employer always wants to benefit as much as possible. Second, a variety of legislation mandates the participation in ownership of company shares by trade unions, but there are several factors that hinder the participation of these communities, namely: lack of institutional opening of business, government and law enforcement in providing information about a case of industrial relations. Third, a model program of share ownership by workers through the ESOP is one policy that can be taken by management and workers in Indonesia. Through the ESOP program is an effort to save the company from the possibility of bankruptcy can be avoided.Keywords: Ownership of shares, trade unions, workers' welfar
Efektivitas Ekstrak Daun Dewa (Gynura Pseudochina (Lour.) Dc) Terhadap Pertumbuhan Candida Albicans Pada Plat Dasar Gigi Tiruan Resin Akrilik
Daun dewa is tradional medicine plants, containts flavonoid, saponin alkaloid, tannin and atsiri oil. The aim of this research is to know the effect of daun dewa extract to the growth of candida albicans on acrylic resin denture base.The research used 31 heat cured acrylic resin discuses with 10 mm in diameter and 2 mm in thickness. The subjects were incubated in 10 ml candida albicans suspension for 24 hours at 37â°C. the subjects were divided into 3 groups . each group consisted of 10 acrilic resin discuses soaked in daun dewa extract with different concentration , 25%, 5%, 10%. The control was soaked in sterile aquades. The duration of soaking was 8 hours at room temperature. The solution 0.,01 ml from serial dilutions 10⻳ were planted in sabouraund dextrose Agar Media. They were incubated. Four 48 hours at 37â° and the colonies of candida albicans were counted. The collected data were analyzed by using one way Analysis varian and t-test.The result showed that there was a significant difference of daun dewa extract among 2,5%, 5% and 10% concentrations to the growth of candida albicans (p<0.05). the conclution of this research was that the daun dewa extrac has an effect to reduce the growth of candida albicans on acrylic resin denture base. 10% concentrations of daun dewa extract is the most effective in reducing to the growth of candida albicans.Keyword : daun dewa, candida albicans, acrylic resin denture bas
PENGARUH RIGHT ISSUE TERHADAP TINGKAT KEUNTUNGAN DAN LIKUIDITAS SAHAM EMITEN DI BURSA EFEK JAKARTA
The efficient market hypotheses state that security prices intaneously reflect all relevant available information. The purpose of this study is to investigate the investor reaction is proxied by abnormal return surrounding announcement day. The sample are the right issue by firms listed in Jakarta Stock Exchange during the period 2003-2007. Event study with 11 event window (from day -5 to day +5) is used to investigate the investors reaction. Abnormal return was calculated by market model. Generally, we find that there is not any different stock return significantly, either before, after, or arround right issue announcement, this means that right issue does not have an information content. There is no change of stock return, caused by possibility of insider information which received by investor or there is another information that is more important than right issue announcement. In 2003-2007, the condition of Jakarta Stock Exchange did not include a semi market efficiency.Finally, we conclude that right issue announcement was not a good news for investor, the information of right issue hasn’t been received together by investor yet.Kata kunci : Right issue, profit , liquidity stoc
Analisis Hubungan Kualitas Hidup Yang Berhubungan Dengan Kesehatan Mulut (OHRQoL) Dan Status Kecemasan Dengan Status Nutrisi Pada Masyarakat Usia Lanjut
WHO (1948) mendefinisikan sehat sebagai keadaan yang utuh dari keadaan fisik, mental, dan sosial yang baik dari seorang individu, tidak hanya dari ada atau tidaknya penyakit. Maka pengukuran dilakukan dengan mengukur kualitas hidup dan pengukuran tingkat nutrisi serta dari sisi sosial dapat mengukur tingkat kecemasan individu karena pada masyarakat lanjut usia biasanya mengalami kecemasan.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi yang dipakai dalam penelitian ini adalah lansia di Panti Wredha Pucang Gading Semarang dan  jumlah sampel untuk metode kuantitatif adalah 50 orang lansia. Variabel pengaruh adalah OHRQoL dengan instrumen GOHAI, status kecemasan dengan instrumen HAM-A serta variabel terpengaruh adalah status nutrisi dengan instrumen MNA.Hasil penelitian menunjukkan bahwa  OHRQoL pada lansia di Panti Jompo Pucang Gading, Semarang termasuk kategori rendah, tingkat kecemasan pada lansia termasuk kategori tinggi, status nutrisi pada lansia termasuk kategori tinggi, tidak terdapat hubungan antara OHRQoL dengan tingkat kecemasan pada lansia serta tidak terdapat hubungan antara OHRQoL dengan status nutrisi pada lansia. Kata kunci : OHRQoL, kecemasan, status gizi, lansiaÂÂ
PENDIDIKAN ISLAM, MENUJU GENERASI KHAIRA UMMAH
Pendidikan Islam adalah ikhtiar sadar untuk memberdayakan umat Islam dalam kerangka pengembangan peradaban Islam. Setiap muslim, utamanya para pemikir dan pakar pendidikan Islam harus merasa terpanggil untuk mengembangkan dan memajukan pendidikan Islam. Pendidikan Islam yang diharapkan adalah pendidikan yang berorientasi pada kebutuhan nyata masyarakat Islam saat ini dan saat mendatang dengan tetap berpijak pada pendidikan Islam masa kejayaan Islam. Apa yang dibutuhkan oleh umat Islam saat ini dan mendatang adalah pengembangan integritas diri dalam segala dimensinya (dzikir, pikir, dan amal) dengan berpedoman pada konsep tauhid yang benar. Generasi muslim yang memiliki integritas diri harus dirancang, didesain dalam koridor khaira ummah. Blueprintnya mengacu pada Islamic Worldview.Kata Kunci : Pendidikan Islam, Islamic worldview, generasi spiritual,dzikir (iman), pikir (ilmu), amal
Pengaruh Metode Menggosok Gigi Sebelum Makan Terhadap Kuantitas Bakteri Dan Ph SALIVA
Waktu kegiatan menyikat gigi yang selama ini sering dilakukan adalah adanya anjuran menyikat gigi setelah makan dan sebelum tidur tetapi dewasa ini mulai ditelaah kerugian dari waktu tersebut karena ditemukan banyak keluhan nyeri secara primer diawali dengan adanya nyeri karena abrasi atau erosi gigi. Dan juga tidak dapat diabaikan karena keluhan tersebut akan sampai pada tahap perawatan jaringan pulpa karena keluhan yang meningkat dari pasien.Metode Penelitian ini adalah eksperimental semu atau quasi experimental. Rancangan penelitian yang dipergunakan adalah post test only group design. Dalam penelitian ini 3 unsur utama dalam penelitian eksperimental terpenuhi yaitu : peneliti melakukan intervensi kepada sampel dengan cara meminta sampel melakukan sikat gigi dengan waktu tertentu yaitu dilakukan sebelum makan, pengambilan sampel dilakukan dengan cara random ( acak) dimana masing- masing subyek penelitian mendapat kesempatan yang sama untuk menjadi sampel dan ada kelompok kontrol yaitu kelompok yang melakukan metode menyikat gigi setelah makan. Karena jumlah populasi berjumlah kurang dari 100 orang maka pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dimana jumlah populasi yang ada digunakan sebagai sampel. Sedangkan sampel yang digunakan untuk uji kuantitas bakteri sebanyak 16 saliva yang diambil dari 8 dari masing- masing kelompok menyikat gigi sebelum makan dan kelopok menyikat gigi setelah makan.Hasil penelitian adalah Tidak ada perbedaan pengaruh menyikat gigi sebelum makan dengan menyikat gigi setelah makan terhadap pH saliva. Tidak ada beda kuantitas bakteri di permukaan gigi pada tindakan menyikat gigi sebelum makan dan setelah makan. pH saliva 5 menit setelah makan belum banyak terjadi perubahan dibanding pH awal sebelum sikat gigi pada metode menyikat gigi sebelum makan. pH saliva 15 menit dan 30 menit setelah makan menunjukkan perubahan pH lebih menurun (asam) dibandingkan pH awal sebelum menyikat gigi pada metode menyikat gigi sebelum makan. pH saliva 5 menit setelah makan belum banyak terjadi perubahan dibanding pH awal sebelum sikat gigi pada metode menyikat gigi setelah makan. pH saliva 15 menit setelah makan menunjukkan perubahan pH lebih menurun (asam) dibandingkan pH awal sebelum menyikat gigi pada metode menyikat gigi setelah makan. pH saliva 15 menit setelah makan hampir serupa dengan pH awal sebelum menyikat gigi pada metode menyikat gigi setelah makan. Kata Kunci : metode menyikat gigi, pH saliva, waktu menyikat gig
Pengaruh Merokok Terhadap Kesehatan Gigi Dan Rongga Mulut
Merokok merupakan faktor resiko terjadinya beberapa jenis penyakit, baik lokal maupun sistemik. Tar, nikotin, dan karbonmonoksida merupakan tiga macam bahan kimia yang paling berbahaya dalam asap rokok. Berbagai penelitian terdahulu membuktikan adanya pengaruh rokok terhadap kesehatan gigi dan rongga mulut. Tujuan penulisan studi pustaka ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh rokok terhadap gigi, jaringan periodontal, dan jaringan lunak rongga mulut, serta proses terjadinya kelainan dalam rongga mulut akibat merokok. Efek lokal merokok terhadap gigi danrongga mulut antara lain menyebabkan terjadinya radang gusi, penyakit periodontal, karies akar, alveolar bone loss, tooth loss, serta berhubungan dengan munculnya lesi-lesi khas pada jaringan lunak rongga mulut. Sebagai dokter gigi, kita hendaknya dapat mengambil peranan penting dalam mengedukasi dan memotivasi masyarakat untuk menghindari rokok, dengan memberikan gambaran tentang berbagai bahaya merokok, terutama yang berhubungan dengan kelainan gigi dan rongga mulut. Kata kunci: merokok, tar, nikotin, kelainan rongga mulut akibat meroko
Perubahan pada Sendi Temporo-Mandibula dan Otot-Otot Pengunyahan Setelah Perawatan Ortodonti dengan Pencabutan Premolar
Pencabutan premolar dapat menyebabkan Temporo Mandibular Disorder (TMD) masih diperdebatkan kemungkinan terjadinya karena kesalahan diagnostik atau kesalahan pada mekanoterapi saat dilakukan perawatan. Sebagian besar literature menyatakan bahwa tidak terdapat bukti ilmiah bahwa pencabutan premolar merupakan risiko TMD. Namun ortodontis tetap harus mewaspadai kontak gigi anterior selama perawatan ortodontik dilakukan yang terjadi karena retroklinasi gigi insisif, pendalaman gigit dan interferensi insisal. Penggunaan low force masih menjadi andalan untuk retraksi anterior agar tidak terjadi penurunan dimensi vertikal karena loss anchorage.Operator harus berhati-hati terhadap posisi kaninus yang tegak dan miring ke distal agar tidak terjadi ekstrusi gigi posterior. Beberapa cara telah dikemukakan untuk mengantisipasi hal tersebut. Diagnosis kelainan Temporo Mandibular Joint (TMJ) dianjurkan untuk dilakukan setiap kunjungan pasien dengan lebih akurat untuk mewaspasai timbulnya kelainan TMJ karena kesalahan perawatan yang dilakukan.Tercapainya relasi sentrik merupakan tujuan ideal perawatan ortodontik, sehingga penentuan relasi sentrik pra perawatan merupakan hal yang esensial. Perawatan ortodontik secara umum cenderung memperbaiki daripada memperburuk kondisi TMJ.Kata Kunci : Pencabutan premolar, TMJ, TMD, otot pengunyahan, perawatan ortodonti
KANKER PARU MERUPAKAN FAKTOR RISIKO TERJADINYA EFUSI PLEURA DI RUMAH SAKIT Dr. MOEWARDI SURAKARTA
Insiden kanker paru meningkat di seluruh dunia, angka kematian akibat kanker paru meningkat dengan cepat. Kanker paru telah diketahui dapat menyebabkan efusi pleura. Efusi pleura pada penyakit keganasan biasanya mempunyai prognosis yang buruk, dengan harapan hidup kurang dari satu tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kanker paru merupakan faktor risiko terjadinya efusi pleura di Rumah Sakit Dr. Moewardi, Surakarta periode 1 Januari – 31 Desember 2007.Sampel pada penelitian ini adalah pasien rawat inap pemyakit paru di bangsal paru di rumah sakit Dr. Moewardi Surakarta, periode 1 Januari 2007-31 Desember 2007 yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 1264 orang. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Data yang diambil berupa data sekunder dari catatan medik pasien rawat inap penyakit paru di rumah sakit Dr. Moewardi Surakarta. Analisis data yang digunakan adalah uji statistik rasio prevalensi.           Pada penelitian ini, didapatkan 1264 sampel yang memenuhi kriteria, dikelompokkan menjadi 2 yaitu penderita kanker paru berjumlah 152 orang dengan 114 orang mengalami efusi pleura dan 38 pasien tidak mengalami efusi pleura, sedangkan kelompok bukan penderita kanker paru berjumlah 1112 orang dengan 93 pasien mengalami efusi pleura dan 1019 pasien tidak mengalami efusi pleura. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji statistik rasio prevalensi, dari hasil perhitungan didapatkan nilai RP 11,25 sedangkan IK95% antara 1,057 sampai 1,187 selalu diatas 1.           Berdasarkan uji statistik rasio prevalensi dapat disimpulkan bahwa kanker paru merupakan faktor risiko terjadinya efusi pleura, dimana risiko terjadinya efusi pleura 11,25 kali lebih besar pada penderita kanker paru.* kata kunci : kanker paru, efusi pleur