Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian
Not a member yet
    256 research outputs found

    Formulasi Handbody Lotion (Setil Alkohol dan Karagenan) dengan Penambahan Ekstrak Delima Merah

    Full text link
    Delima merah mengandung antioksidan vitamin C yang berfungsi untuk mencegah oksidasi, penuaan, dan regenerasi sel. Ekstrak delima merah dapat dimanfaatkan sebagai bahan alami dalam handbody lotion. Handbody lotion merupakan kosmetik yang mengandung banyak air berbentuk emulsi tipe minyak dalam air yang diaplikasikan pada kulit bagian tangan dan tubuh. Salah satu bahan penyusun handbody lotion adalah setil alkohol yang berfungsi sebagai pengemulsi, pengental, dan penstabil yang dapat digantikan oleh karagenan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi terbaik dari setil alkohol dan karagenan serta penambahan ekstrak delima merah pada handbody lotion. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental laboratorium dengan analisis statistik One-Way ANOVA dan uji lanjutan Duncan serta analisis data secara deskriptif. Tahapan penelitian terdiri dari pembuatan handbody lotion menggunakan setil alkohol (0,5%; 0,7%; 1,0%) dan karagenan (1,0%; 2,0%; 3,0%) serta penambahan ekstrak delima merah sebesar 0,2% dan 2,5% pada handbody lotion terbaik yang didapatkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa handbody lotion memenuhi SNI 16-4399-1996 (penampakan, pH, viskositas) dimana handbody lotion terbaik dibuat menggunakan setil alkohol 1,0% (rendemen 92,8%; homogen; pH 8,0; viskositas 4950,0 cP) dan karagenan 3,0% (rendemen 92,5%; homogen; pH 8,0; viskositas 9262,5 cP). Handbody lotion dengan setil alkohol 1,0% dan ekstrak delima merah 0,2% memiliki rendemen 92,5%; homogen; pH 7,0; dan viskositas 4550,0 cP. Handbody lotion dengan karagenan 3,0% dan ekstrak delima merah 2,5% memiliki rendemen 92,5%; homogen; pH 7,0; dan viskositas 5233,3 cP. Penambahan ekstrak delima merah menghasilkan handbody lotion yang memenuhi SNI 16-4399-1996

    Hubungan Karakteristik Kewirausahaan dengan Kinerja Usaha Pembudidaya Ikan Nila di Kecamatan Padakembang Kabupaten Tasikmalaya

    Full text link
    Subsektor perikanan memiliki peran dalam menunjang perkembangan ekonomi nasional, seperti penciptaan lapangan pekerjaan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta diharapkan mampu meningkatkan asupan gizi masyarakat. Seperti sektor-sektor lainnya di bidang pertanian, sektor perikanan juga memiliki tingkat resiko dan ketidakpastian yang tinggi, karena selain skill dan pengetahuan, alam juga merupakan salah satu penentu keberhasilan suatu usaha.  Untuk itu, seorang petani harus memiliki jiwa kewirausahaan agar mampu menjalankan usahanya dengan baik. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis karakteristik kewirausahaan, kinerja usaha, dan hubungan antara karakteristik kewirausahaan dengan kinerja usaha pembudidaya ikan nila yang ada di Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya. Penelitian dilakukan bulan Februari hingga Agustus 2021. Menggunakan metode survei dengan instrumen kuesioner, sampel responden sebanyak 31 pembudidaya ikan nila. Alat analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis korelasi Rank Spearman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana karakteristik kewirausahaan pembudidaya ikan nila, bagaimana kinerja usaha pembudidaya ikan nila dan apakah ada hubungan antara karakteristik kewirausahaan dengan kinerja usaha pembudidaya ikan nila di Kecamatan Padakembang Kabupaten Tasikmalaya. Hasil menunjukkan bahwa karakteristik kewirausahaan pembudidaya ada pada kategori tinggi, hal tersebut berarti secara keseluruhan pembudidaya telah memiliki karakteristik kewirausahaan yang baik. Kinerja usaha pembudidaya ada pada kategori tinggi, hal tersebut berarti secara keseluruhan pembudidaya ikan telah memiliki kinerja usaha yang baik. Hubungan antara karakteristik kewirausahaan dengan kinerja usaha memiliki hubungan yang positif dan signifikan dengan koefisien korelasi sebesar 0,564. Hal ini berarti ketika karakteristik kewirausahaan meningkat maka kinerja usaha cenderung akan meningkat

    Model Matematis Prediksi Laju Pengeringan Manisan Pepaya pada Alat Pengering Tipe Rak

    No full text
    Pengeringan secara konvensional masih banyak kekurangan, salah satunya sangat tergantung dengan cuaca. Sehingga perlu dilakukan suatu penanganan alternatif yaitu dengan menggunakan alat pengering mekanis menggunakan tambahan panas dan memerlukan energi untuk memanaskan bahan dan menguapkam air yaitu dengan menggunkan alat pengering seperti alat pengering tipe rak. Penelitian ini fokus pada penentuan konstanta laju pengeringan manisan pepaya baik hasil eksperimen ataupun prediksi menggunakan pengering tipe rak yang diberikan blower. Variabel yang digunakan adalah kecepatan aliran udara blower 3.43 m/detik dan 4.55 m/detik. Diperoleh hasil bahwa konstanta laju pengeringan prediksi memiliki nilai determinansi mencapai lebih dari 90% dengan nilai RMSE sangat kecil, masing-masing 0.065 dan 0.125. Penggunaan kecepatan aliran udara tidak terlalu mempengaruhi nilai konstanta laju pengeringan

    Analisis Perubahan Penggunaan Lahan di Kabupaten Bandung Barat

    Full text link
    Kebutuhan hidup pada Kabupaten Bandung Barat akan bertambah seiring dengan tingginya pertumbuhan jumlah penduduk. Oleh karena itu, pembangunan akan bertambah seiringnya meningkatnya jumlah penduduk, sehingga perlu adanya pertimbangan keseimbangan lingkungan agar memenuhi kebutuhan yang diperlukan oleh masyarakat. Perubahan tataguna lahan menjadi konsekuensi dengan adanya pembangunan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pola perubahan penggunaan lahan dan menganalisis penggunaan lahan wilayah Kabupaten Bandung Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis deskriptif, dengan menggunakan fakta-fakta yang ada dengan menggunakan data hidroklimatologi, tataguna lahan, dan jenis tanah. Software ArcGis 10.3 digunakan untuk mengolah data spasial, melakukan analisis spasial, mencakup pembuatan peta, penentuan luas daerah, overlay peta dan penyajian peta. Selama dalam kurun waktu 7 tahun terdapat banyak perubahan tataguna lahan yang ada pada wilayah Kabupaten Bandung Barat berbentuk hutan, perkebunan, pertanian lahan kering dan basah, serta lahan terbangun. Terdapat beberapa pola perubahan penggunaan lahan yang terjadi. Terdapat 11.000 ha lebih perubahan yang ada pada wilayah Kabupaten Bandung Barat. Penggunaan yang berubah terdapat pada Tanaman Pertanian Lahan kering dan basah, Perkebunan, Hutan, dan lahan terbangun. Perkebunan mengalami perubahan yang cukup banyak, dikarenakan banyaknya profesi dari masyarakat Kabupaten Bandung Barat yang menjadi petani, dan mengsumberkan mata pencarian dari hasil kebun

    Analisis Pindah Panas Pada Pengeringan Tepung Singkong (Manihot utilissima) Menggunakan Pneumatic Flash Dryer

    Full text link
    Singkong merupakan tanaman yang dapat mudah kita jumpai di Indonesia, bahan pangan ini juga merupakan salah satu yang memiliki jumlah karbohidrat tinggi. Beberapa permasalahan pada pengolahan tepung singkong ini, antara lain: proses pengeringan parutan singkong, teknologi pembuatan tepung singkong, dan parameter kualitas tepung singkong. Metode pengeringan secara mekanis diharapkan dapat lebih baik dibandingkan dengan metode penjemuran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui performa dari alat pengering flash dryer paa pengeringan tepung singkong. Pengeringan dengan menggunakan langkah tradisional membutuhkan 3-5 jam, sehingga dapat menghambat untuk proses selanjutnya. Pada penelitian ini dilakukan pengeringan dengan memanfaatkan pengering tipe pneumatic (flash) dryer. Pengeringan pada debit udara bukaan 50% (14,63 m3/s) mampu menghasilkan suhu pengeringan yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan pengeringan pada debit udara bukaan 75% (20,57 m3/s). Kadar air akhir bahan setelah proses pengeringan sudah sesuai dengan SNI tepung singkong yaitu kurang dari 15 %. Efisiensi pengeringan berkisar antara 47 – 53 %

    Produktifitas Nilai Tambah dan Titik Impas Pada Usaha Pengolahan Ikan Asin

    Full text link
    Produktifitas merupakan salah satu indikator di bidang ekonomi yang sangat penting untuk menilai posisi dari suatu jenis usaha jika dibandingkan dengan jenis usaha jenis lainnya. Posisi ini dapat lebih tinggi, setara atau lebih rendah, sehingga dapat menjadi bahan pembanding untuk menentukan jenis usaha mana yang lebih produktif. Tingkat produktifitas yang lebih tinggi menunjukkan usahanya lebih menguntungkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produktifitas nilai tambah dan titik impas pada usaha pengolahan ikan asin di Kecamatan Gunung Jati Kabupaten Cirebon Provinsi Jawa Barat. Desain penelitian adalah kuantitatif berbasis survei. Waktu penelitian pada bulan April - Juli 2020. Populasi dalam penelitian ini adalah pelaku usaha pengolahan ikan asin di Kecamatan Gunung Jati Kabupaten Cirebon yang berjumlah 17 orang. Adapun teknik pengambilan sampel dilakukan secara sensus. Analisis data penelitian menggunakan metode Hayami, penghitungan titik impas dan penghitungan produktifitas. Hasil penelitian menunjukkan nilai tambah pada usaha pengolahan ikan asin di Kecamatan Gunung Jati sebesar Rp 11.560,-/kg dan rasio nilai tambahnya adalah 52,54 %, nilai tambah ini berkategori tinggi. Nilai titik impas atas produksinya adalah 26,38 kg atau 35,6 % dan titik impas atas harganya adalah Rp 19.576/kg atau 35,6 %, nilai tersebut relatif lebih produktif jika dibandingkan dengan usaha pengolahan produk pertanian lainnya. Hasil penelitian ini dapat memberikan rekomendasi kepada Pemerintah Kabupaten Cirebon agar dapat mendorong dan memfasilitasi masyarakat setempat dan sekitarnya untuk menggalakkan atau meningkatkan usaha pengolahan ikan asin karena menguntungkan guna meningkatkan pendapatan/kesejahteraannya

    Pengaruh Kombinasi Biochar Sekam Padi dan Pupuk Organik Berbasis Mikroba Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Sayuran

    Full text link
    Pemanfaatan biochar sekam padi merupakan salah satu upaya pengelolaan limbah pertanian untuk memperbaiki karakteristik dan kesuburan tanah. Penelitian penggunaan biochar sekam padi sebagai bahan pembenah tanah sudah banyak dilakukan, tetapi penggunaan biochar sekam padi yang dikombinasikan dengan pupuk organik berbasis mikroba belum banyak dilakukan. Biochar sekam padi dapat menyediakan habitat bagi mikroba tanah, kombinasi biochar sekam padi dengan pupuk organik berbasis mikroba diharapkan dapat memperbaiki karakteristik fisik dan kimia tanah, serta meningkatkan kesuburan tanah sekaligus mengurangi penggunaan pupuk anorganik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi penggunaan biochar dan pupuk organik berbasis mikroba terhadap pertumbuhan dan hasil produksi sayuran. Penelitian ini menggunakan 4 perlakuan, yaitu (1) tanpa biochar tanpa pupuk, (2) menggunakan pupuk organik berbasis mikroba, (3) menggunakan biochar dan (4) menggunakan biochar dan pupuk organik berbasis mikroba. Parameter yang diamati dalam penelitian adalah pertumbuhan dan produksi tanaman, serta karakteristik fisik dan kima tanah sebagai pendukung. Pengukuran parameter pertumbuhan tanaman dilakukan secara periodik selama pertumbuhan tanaman, produksi tanaman diukur setelah panen. Hasil penelitian menyatakan bahwa pemberian pupuk organik berbasis mikroba atau biochar pada tanah subsoil berpengaruh meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, luas kanopi dan total brangkasan tanaman sawi. Kombinasi pupuk berbasis mikroba dan biochar arang sekam menghasilkan rata-rata tinggi tanaman dan total brangkasan lebih besar dibanding pemberian pupuk organik berbasis mikroba saja atau biochar saja

    Prediction Model of Basal Stem Rot (BSR) Based on Ganoderma Boninense Using UV/Vis Diffuse Reflectance Spectroscopy

    No full text
    Basal Stem Rot (BSR) disease was considered as the most destructive disease in oil palm tree. Ganoderma boninense. fungi causing BSR on oil palm tree, could release cell wall degrading enzymes (CWDE) which responsible to degrade polysaccharide on oil palm tree cell wall such as cellulose and lignin into reducing sugar. In this research optical measurement using UV/Vis Diffuse Reflectance Spectroscopy (DRS) was utilized to qualify and quantify BSR level based on its reducing sugar. Several stages were conducted to qualify and quantify reducing sugar comprising sample preparation, spectral data acquisition and chemometrics analysis. Health Stem (HS) and Infected Stem (IS) were prepared. The two stem condition were dried and powdered separately then mixed into 5 mixtures from both stems (100% HS, 75% HS + 25% IS + 50% HS + 50% IS, 25% HS +75% IS and 100% IS) and duplicated to produce 10 total sample. Reducing sugar was measured for each sample. Other than that, spectrum acquisition data was conducted using UV/Vis DRS. In the final stage, chemometrics analysis was performed where reducing sugar was set as response and spectral data was set as predictor. The result showed that Principal Component Analysis (PCA) could well classify 4 group of mixtures. While for quantitative analysis, Partial Least Square (PLS) and Support Vector Machine Regresion (SVR) were used to develop prediction model of reducing sugar. PLS showed low performance with the highest R2 val and R2 cal accounting for 0.218 and 0.019 and RMSEC and RMSECV were 0.019 and 0.023, respectively. Besides, SVMR using first derivative savitzky-golay (DG1) preprocessing showed high R2 cal and R2 val accounting for 0.823 and 0.701 with RMSEC and RMSECV were 0.012 and 0.028, respectively

    Pengaruh Edible Coating Ekstrak Daun Cincau Hitam Terhadap Umur Simpan Buah Anggur Hitam (Vitis vinivera)

    Full text link
    Buah anggur hitam adalah buah yang dengan kandungan air relatif tinggi dan mudah rusak, sehingga tidak dapat bertahan lama jika disimpan dalam keadaan segar. Untuk mengatasi permasalahan ini, upaya yang dapat dilakukan ialah dengan pengaplikasian edible coating yang terbuat dari ekstrak daun cincau hitam. Dalam daun cincau hitam, terkandung senyawa pektin yang merupakan bahan utama untuk membuat edible coating. Tujuan dari penelitian ini ialah menganalisa perubahan mutu buah anggur hitam yang dilapisi dengan edible coating dari ekstrak daun cincau hitam. Serta menentukan umur simpannya dengan menggunakan metode ASLT (Accelerated Shelf Life Testing) melalui pendekatan Arrhenius, yang disimulasikan pada tiga kondisi suhu penyimpanan yaitu 80C±30C, 160C±30C, dan 250C±30C. Parameter yang diamati selama proses penyimpanan adalah susut bobot, kadar air, tekstur, total padatan terlarut, dan  vitamin C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi edible coating ekstrak daun cincau hitam, mampu mengurangi penyusutan, menghambat turunnya kadar air, dan timbulnya keriput pada permukaan kulit buah, serta mampu mempertahankan kekerasan buah anggur hitam. Buah anggur hitam yang dilapisi dengan edible coating dan disimpan pada suhu 80C, 160C, dan 250C umur simpannya mencapai 26,3 hari, 26 hari, dan 25,3 hari. Sedangkan buah anggur tanpa edible coating yang disimpan pada suhu 80C, 160C, dan 250C umur simpannya mencapai 14,3 hari, 14 hari, dan 13,2 hari

    Pengering Tenaga Surya dengan Sistem Bekap Tenaga Biomassa untuk Pengeringan Hasil Pertanian

    Full text link
    Tulisan ini memaparkan sistem pengering tenaga surya yang dibekap dengan panas dari pembakaran biomassa. Alat ini digunakan untuk pengeringan hasil pertanian. Alat pengering tersebut telah dibangun, dan performansinya diuji dan dievaluasi. Dari hasil experiment diketahui bahwa pengering tenaga surya tersebut sangat efektif untuk mengeringkan berbagai jenis hasil pertanian seperti cabe rawit, kemiri, kacang kedelai, kacang hijau, dan kopi dimana temperatur pengeringan berkisar 40 – 65oC. Pengering tenaga surya diharapkan dapat dikembangkan dan dimanfaatkan untuk meningkatkan kuantitas dan kulaitas produk pertanian gabi para petani

    113

    full texts

    256

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇