Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian
Not a member yet
    256 research outputs found

    Karakteristik Berbagai Jenis Nuget Pada Penyimpanan Suhu Dingin

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya perubahan kadar air dan tekstur dari berbagai jenis nuget selama penyimpanan suhu dingin (10°C). Nuget pada penelitian ini terbuat dari daging ayam/sapi/udang, tepung tapioka, bawang putih, merica, dan garam, yang berbentuk persegi panjang dengan dimensi panjang 4,5 cm, lebar 2 cm, dan tinggi 1 cm, dan dikemas  dalam plastik PE dan disealer. Nuget disimpan pada suhu 10°C selama 3 hari untuk mengetahui perubahan karakteristiknya dari segi tekstur dan kadar air sebelum nuget mengalami kerusakan. Analisis kadar air dan tekstur dilakukan 24 jam sekali dari hari ke-0 sampai hari ke-3 dan dilakukan 3 kali ulangan. Dari hasil penelitian yang dilakukan diketahui bahwa nuget daging memiliki selisih penurunan kadar air terbesar yaitu 7,3% dengan nilai kadar air awal 62,46% dan nilai kadar air akhir sebesar 55,16%. Nuget udang memiliki selisih penurunan kadar air terkecil yaitu 1,26% dengan nilai kadar air awal 56,64% dan nilai kadar air akhir sebesar 55,38%. Nilai tekstur dari ketiga produk nuget cenderung naik yang artinya semakin lama penyimpanan maka teksturnya akan semakin keras. Selisih nilai kekerasan terbesar yaitu pada nuget daging dengan selisih 130,8 (g) dengan nilai awal tekstur 294,13 (g) dan nilai akhir tekstur sebesar 434,93 (g). Nuget ayam memiliki selisih nilai tekstur terkecil yaitu sebesar 90,8 (g) dengan nilai awal tekstur 280,37 (g) dan nilai akhir tekstur sebesar 371.17 (g).Kata kunci: Frozen Food, Nuget, Penyimpanan Suhu Dingi

    Pengaruh Variasi Konsentrasi Starter dan NPK terhadap Kadar Etanol Hasil Fermentasi dan Destilasi Nira Aren

    Get PDF
    Kebutuhan bahan bakar selalu meningkat seiring dengan peningkatan jumlah kendaraan bermotor, sehingga dibutuhkan alternatif energi pengganti bahan bakar yang ramah lingkungan. Tanaman aren (Arenga pinnata MERR) memiliki sumber gula yang dapat diolah menjadi etanol dengan proses fermentasi. Faktor pembentuk kadar etanol adalah penambahan starter dan nutrisi. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah melakukan variasi konsentrasi starter dan NPK untuk mengetahui pengaruhnya terhadap kadar etanol hasil fermentasi dan destilasi nira aren. Starter yang digunakan adalah Saccharomyces Cerevisiae dengan variasi 2,5; 5,0; dan 7,5 ml dengan penambahan NPK 19 gram. Fermentasi dilakukan selama 3 dan 6 hari, kemudian didestilasi menggunakan suhu kondensor 25oC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fermentasi hari ke-3 diperoleh kadar etanol tertinggi 45,67% pada konsentrasi starter 2,5% dan terendah 40,66% pada starter 5,0%, sedangkan untuk fermentasi hari ke-6 kadar etanol tertinggi 45,70% pada konsentrasi starter 7,5 mL dan terendah 41,27% pada starter 5,0%. Pada perlakuan penambahan NPK, kadar etanol tertinggi 45,00% dan terendah 41,67%. Sedangkan pada perlakuan tanpa penambahan NPK diperoleh kadar etanol tertinggi 68,33% dan terendah 51,67%. Hal ini menunjukkan bahwa penambahan NPK pada proses fermentasi tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kadar etanol

    PENENTUAN TINGKAT BAHAYA EROSI DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI SUB DAS CIKERUH KABUPATEN BANDUNG-SUMEDANG

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat bahaya erosi yang terjadi di Sub DAS Cikeruh. Metode penelitian yang dilaksanakan adalah metode deskriptif, yaitu mendeskripsikan parameter-parameter Tingkat Bahaya Erosi (TBE) di SubDAS Cikeruh Kabupaten Bandung-Sumedang, dengan model prediksi erosi USLE (Universal Soil Loss Equation) dan kedalaman solum tanah yang dianalisis menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sub DAS Cikeruh memiliki Tingkat Bahaya Erosi yang bervariasi yaitu, sangat ringan 43,57 %; ringan 17,82 %; sedang 6,11 %; berat 31,96 %; dan sangat berat 0,54 % dari luas total Sub DAS Cikeruh dan laju erosi rata-rata di Sub DAS Cikeruh adalah sebesar 10,30 ton/ha/tahun.Kata kunci: Tingkat Bahaya Erosi, Sub DAS Cikeruh, Sistem Informasi Geografis (SIG

    Antioksidan Pada Produk Tahu Hasil Koagulasi Menggunakan Biji Kelor (Moringa oleifera L.)

    Get PDF
    Saat ini Indonesia menjadi salah satu negara pengekspor biji kelor. Terkait manfaatnya yang besar di pasaran, minyak kelor memiliki harga jual yang tinggi terutama di pasar bebas internasional. Nilai ekspor minyak biji kelor sebesar 129.839 ton dan mengalami pertumbuhan rata-rata 15% setiap tahunnya. Selain pemanfaatan biji kelor yang dijadikan minyak nabati, bagian biji dari tanaman kelor ini juga dapat dimanffaatkan sebagai bahan koagulan alami yang membantu proses koagulasi. Riset ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan biji kelor sebagai koagulan alami dengan nilai tambah antioksidan. Metode yang digunakan dalam pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH dengan metode ekstraksi maserasi menggunakan tiga pelarut berbeda. Metode ekstraksi ini dipilih karena memiliki tingkat kemurnian ekstrak yang sangat tinggi. Perlakuan yang diberikan berupa perbedaan kosentrasi koagulan. Berdasarkan hasil perhitungan nilai IC50, maka didapatkan nilai IC50 tertinggi adalah sampel D dan nilai IC50 terendah adalah sampel B ( B < A < C < D). Nilai IC50 yang rendah menunjukkan bahwa sampel tersebut memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi, nilai IC50 yang paling rendah adalah sampel B, yaitu 722,01 ppm sehingga dapat dikatakan jika sampel B memiliki aktivitas antioksidan yang paling tinggi dibandingkan dengan ketiga sampel lainnya. Sampel B adalah tahu yang dibuat dengan konsentrasi biji kelor 50 % untukproses koagulasi tahu.Kata Kunci: antioksidan, DPPH, biji kelo

    EVALUASI KESESUAIAN LAHAN TANAMAN UBI CILEMBU (Ipomoea batatas) DI KABUPATEN SUMEDANG MENGGUNAKAN APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG)

    No full text
    Potensi pasarubi Cilembu (Ipomoea batatas) sangat menjanjika, baik di pasar regional maupun internasional. Namun produksi ubi Cilembu aktual tidak dapat memenuhi permintaan pasar, sehingga, perluasan area tanam perlu dilakukan untuk meningkatkan produksinya. Untuk mengevaluasi kesesauian lahannya, SIG telah digunakan dalam penelitian ini, agar sebaran dan luasan lahan yang sesuai untuk ekstensifikasi pengembangan budidaya ubi Cilembu dapat diidentifikasi. Metode deskriptif digunakan melalui proses analisis tingkat kesesuaian lahan tanaman ubi Cilembu berdasarkan syarat tumbu yang meliputi, suhu, curah hujan, dan tekstur tanah tanaman ubi Cilembu. Dari data temperatur rerata tahunan, curah hujan rata-rata tahunan dan peta jenis tanah didapatkan masing-masing peta kesesuaian suhu, peta kesesuaian lahan untuk budidaya ubi Cilembu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lahan yang sesuai untuk perluasan kawasan budidaya ubi Cilembu adalah 8.623,56 ha atau 5,52 persen dari luas Kabupaten Sumedang.Kata kunci: evaluasi kesesuain lahan, SIG, peta kesesuaia

    Analisis Energi Pada Proses Pembuatan Kerupuk Udang (Studi Kasus di PD. Sri Tanjung, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat)

    Get PDF
    Energi menjadi kebutuhan vital bagi berbagai aspek kehidupan terutama pada aspek agroindustri. Belum adanya analisis energi yang dilakukan di PD. Sri Tanjung sehingga dibutuhkan data penggunaan energi pembuatan kerupuk udang. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis penggunaan energi, mensubsitusi energi langsung dalam konservasi energi, dan menentukan strategi agar meningkatkan efisiensi. Perhitungan penggunaan energi dilakukan pada setiap kegiatan proses pembuatan kerupuk udang, yakni meliputi energi manusia, energi langsung, dan energi tak langsung. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan energi dalam proses pembuatan kerupuk udang di PD.Sri Tanjung sebesar 7312,148 MJ/ton kerupuk udang. Penggunan total energi manusia sebesar 151,154 MJ/ton kerupuk udang. Penggunaan total energi langsung sebesar 1992,062 MJ/ton kerupuk udang. Penggunaan total energi tak langsung sebesar 5168,932 MJ/ton kerupuk udang. Besarnya penggunaan energi ditentukan oleh tingkat penggunaan sarana produksi dan jumlah produksi yang dihasilkan, semakin tinggi masukan energi dalam proses produksi dan rendahnya hasil produksi yang diperoleh maka akan semakin efektif dan efisien energi yang digunakan.Kata Kunci: Analisis energi; kerupuk udang; penghematan energ

    Rancang Bangun Pemberi Pakan Ikan Otomatis

    Get PDF
    Pemberian pakan ikan pada sistem budidaya ikan umumnya masih dilakukan dengan cara ditaburkan menggunakan tangan yang memyebabkan takaran pakan yang diberikan kurang tepat. Salah inovasi yang dilakukan adalah melalui rancang bangun alat pemberi pakan ikan otomatis. Metode yang dilakukan pada penelitian ini adalah melalui pendekatan perancangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat pemberi pakan ikan otomatis dilengkapi dengan alarm sebagai petanda pakan ikan pada hopper akan habis. Hasil pengujian alat menunjukkan ketepatan pemberian pakan secara otomatis sebesar 95,90%, ketepatan penambahan jumlah pemberian pakan sebesar 99,46% dan banyaknya pellet yang hancur kurang dari 1%.Kata kunci: budidaya, ikan nila, pemberi pakan otomatis, rancang bangun, mode

    Analisis Struktur dan Fungsional Greenhouse (Studi Kasus Kebun Percobaan dan Rumah Kaca Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran)

    Get PDF
    Bangunan greenhouse digunakan untuk menciptakan kondisi optimal dalam kegiatan budidaya tanaman dengan lingkungan terkendali. Kondisi bangunan greenhouse harus dapat memenuhi persyaratan teknis struktur maupun syarat tumbuh optimal tanaman sehingga diperlukan analisis struktur dan fungsional untuk menentukan kelayakan bangunan dengan menggunakan metode analisis deskriptif. Hasil penelitian analisis struktur bangunan greenhouse menunjukkan bahwa tegangan tarik yang terjadi pada struktur atap, kuda-kuda, dinding tembok dan dinding plastik secara berurutan sebesar 1404 kg/m2, 571900 kg/m2, 1283 kg/m2, dan 2832 kg/m2. Tegangan lentur yang terjadi pada struktur gording sebesar 319100 kg/m2 dan pada kolom berkisar antara 1041000-42710000 kg/m2 serta lendutan yang terjadi pada kasau, gording, dan dinding relatif sangat kecil. Tegangan tekan pada pondasi akibat pembebanan keseluruhan bangunan mencapai 14392 kg/m2 yang mana daya dukung tanah dapat mencapai 20119 kg/m2 dengan begitu menunjukkan bangunan dalam kondisi yang layak terhadap pembebanan maupun evaluasi. Hasil analisis fungsional menjukkan bahwa suhu rata-rata di dalam bangunan mencapai 28 oC dengan kelembaban relatif sebesar 73% menunjukkan bahwa kondisi tersebut cukup memenuhi syarat optimal pertumbuhan tanaman tomat cherry pada fase vegetatif.Kata Kunci: analisis fungsional, analisis struktur, greenhouse, kelayaka

    Rancang Bangun Sistem Informasi Laboratorium Studi Kasus di Laboratorium Jasa Uji FTIP - Universitas Padjadjaran

    Get PDF
    Pengelolaan data dengan menggunakan media kertas akan menimbulkan masalah pada ruang simpan yang dibutuhkan. Bantuan penggunaan aplikasi Microsoft Excel di Laboratorium Jasa Uji FTIP dalam pengelolaan data selama ini tidak dapat dilakukan secara optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membangun sebuah sistem aplikasi manajemen proses pengujian dan pengelolaan alat dan bahan kimia serta meningkatkan sistem pengelolaan data di Laboratorium Jasa Uji FTIP dengan DBMS (Database Management System). Penelitian ini menggunakan metode rekayasa dalam membuat rancangan sistem informasi dan menggunakan metode analisis deskriptif dalam mengumpulkan kebutuhan informasinya.Hasil dari penelitian ini adalah sebuah aplikasi berekstensi *.accdb berukuran 25.808 KB (25 MB) yang dapat dibuka dengan aplikasi Microsoft Access minimal versi 2007.Sistem informasi ini memiliki setidaknya 6 fitur tambahan yang tidak terdapat pada sistem di Laboratorium Jasa Uji FTIP saat ini diantaranya pembatasan akses dengan sistem login, pencarian order berdasarkan nama konsumen dan tanggal penyerahan sampel, pelacakan status pengujian, notifikasi bahan kimia yang akan habis, penyimpanan data identitas konsumen, dan integrasi data order dengan data stok bahan kimia. Tingkat kesesuaian hasil pengujian blackbox dari 68 item bentuk pengujian pada sistem informasi ini dengan hasil yang diharapkan adalah sebesar 98,53%.Kata kunci: DBMS, laboratorium, Microsoft Access, sistem informas

    Rancang Bangun Sistem Sortasi Kematangan Buah Semi Otomatis Berbasis Arduino

    Get PDF
    Paprika (Capsicum annuum L.) adalah tumbuhan penghasil buah yang berasa manis dan sedikit pedas. Akhir-akhir ini paprika menjadi tanaman sayuran berpotensi karena semakin banyak masyarakat yang mengkonsumsi paprika sebagai pelengkap bahan masakan. Perubahan pola konsumsi memberikan peluang besar bagi pasar lokal maupun ekspor. Salah satu daerah penghasil paprika adalah Nusa Tenggara Barat, dimana paprika menjadi komoditi andalan bagi hotel dan restoran yang jumlahnya semakin meningkat sehingga kebutuhan juga semakin bertambah. Kualitas paprika untuk hotel dan restoran tentunya harus memenuhi standar yang telah ditetapkan seperti tingkat kematangan buah. Tujuan penelitian ini adalah merancang bangun alat sortasi kematangan buah semi otomatis berbasis arduino. Metode penelitian ini adalah eksperimental dengan menganalis rancangan struktural dan rancangan fungsional dari sistem sortasi. Alat yang digunakan adalah mikrokontroller arduino UNO REV3, sensor warna TCS 3200, LCD 16x2, power supply, motor servo. Sistem sortasi dirancang dengan prinsip mendeteksi nilai Red Green Blue (RGB) buah paprika menggunakan sensor, data nilai selanjutnya diolah oleh mikrokontroller untuk ditampilkan di LCD dan secara bersamaan menggerakkan portal yang terhubung dengan motor servo. Portal bergerak jika buah matang dan sebaliknya tetap tertutup jika buah mentah. Hasil yang diperoleh bahwa alat sortasi semi otomatis mampu memberikan tingkat keberhasilan 93,3% dalam membedakan buah paprika matang (merah dan kuning) dari buah mentah (hijau).Kata kunci: arduino, paprika, sistem sortasi, tingkat kematanga

    113

    full texts

    256

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇