Publikasi Pendidikan
Not a member yet
209 research outputs found
Sort by
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make a Match Terhadap Hasil Belajar Matematika
Tujuan Penelitian ini adalah menelaah Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make A Match Terhadap Hasil BelajarMatematika. Pendekatan yang digunakan adalah Pre Experimental Design dengan tipe One-Shot Case Study dimana peneliti hanya mengadakan treatment satu kali yang diperkirakan sudah mempunyai pengaruh. Kemudian diadakan post test. Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa SDN 149 Tungke dengan sampel kelas VA sebagai Kelas Eksperimen dan VB sebagai Kelas Kontrol. Teknik analisis data terdiri dari Uji Normalitas, Uji Homogenitas dan Uji Hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make A Match pada mata pelajaran matematika memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan hasil belajar siswa yang meningkat sehingga memberikan pengaruh yang signifikan
Peningkatkan Kompetensi Guru Kelas dalam Melaksanakan Pembelajaran Melalui Metode Peer Teaching pada Kelompok Kerja Guru (KKG) SD Negeri 44 Rampoang Palopo
Permasalahan penelitian tindakan sekolah ini adalah 1) Guru belum memahami langkah-langkah penerapan PPK melalui pembelajaran terintegrasi dalam kurikulum 2013; 2) Sebagian besar guru belum bisa melaksanakan pembelajaran sesuai skenario dalam RPP; 3) Sebagian besar guru masih menerapkan cara konfensional dalam mengajar. Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru melaksanakan pembelajaran sesuai skenario dalam RPP terintegrasi PPK dengan menggunakan metode peer teaching pada kelompok kerja guru (KKG) SD Negeri 44 Rampoang Palopo Tahun Pelajaran 2018/2019. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Penelitian Tindakan Sekolah (PTS). Subjek penelitian yaitu guru SD Negeri 44 Rampoang Kota Palopo.dengan jumlah gurusebanyak 8 (delapan) orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi dan pengamatan.Penelitian ini dilakukan 2 siklus yaitu siklus pertama dilakukan metode Bimbingan dan pelatihan metode feer teachingdapat meningkatkan kompetensi guru dalam proses mengajar . Guru menunjukkan keseriusan dalam memahami dan melakukan peer teaching dengan bimbingan dan pelatihan dari peneliti. Informasi ini peneliti peroleh dari hasil pengamatan pada saat bimbingan dan latihan metode feer teaching meningkatkan kompetensi guru melaksanakan pembelajaran sesuai skenario dalam RPP terintegrasi PPK dalam pembelajaran. Kesimpulan akhir dari penelitian ini adalah dengan Bimbingan dan pelatihan metode feer teaching dapat meningkatkan kompetensi guru dalam proses mengajar. Hal itu dapat dibuktikan dari hasil observasi/pengamatan yang memperlihatkan bahwa terjadi peningkatan kompetensi guru dari siklus ke siklus . yaitu terjadi peningkatan sebesar 16,86% untuk kompetensi guru dalam melakukan peer teaching melaksanakan pembelajaran sesuai skenario dalam RPP terintegrasi PPK dari siklus pertama kesiklus kedua
Pelatihan Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Teknologi Informatika dengan Bercirikan Joyful Learning
Perangkat pembelajaran merupakan salah satu materi pada Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang menuntut peserta PPG, dalam hal ini adalah guru, mengembangkan perangkat pembelajaran tersebut sesuai dengan Kurikulum 2013. Fasilitas yang lengkap di SMP Muhammadiyah Jombang memiliki peluang yang sangat baik untuk mengembangkan pembelajarannya, akan tetapi sebagian besar guru masih memilih untuk mengunakan media pembelajaran cetak daripada menggunakan media berbasis teknologi informasi. Tujuan diadakannya pelatihan ini yaitu guru dapat mengembangkan perangkat pembelajaran berbasis Teknologi Informatika dengan bercirikan Joyful Learning. Program pelatihan ini dilakukan dengan mengadakan workshop terlebih dahulu dengan pemaparan materi perangkat pembelajaran yang sesuai kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan pendampingan. Pendampingan dilaksanakan secara online dengan bantuan aplikasi Edmodo. Hasil pelaksanaan workshop yaitu guru telah menyepakati template RPP sehingga terdapat keseragaman template RPP untuk setiap guru di SMP Muhammadiyah 2 Mojoagung. Selain itu, guru mempunyai gambaran dan rencana penyusunan pembelajaran yang menyenangkan (Joyful Learning) dengan memanfaatkan website “Kahoot!”. Workshop telah dilaksanakan dengan hasil yang memuaskan ditinjau dari testimoni dari peserta workshop dan kepala sekolah. Peserta workshop sangat antusias dengan kuis online yang diakses melalui handphone. Program pendampingan telah dilaksanakan selama satu minggu dengan hasil RPP dari setiap guru
Upaya Guru dalam Menangani School Bullying Siswa di Sekolah Dasar
Penelitian ini membahas tentang bagaimanakah upaya guru kelas VI dalam menangani school bullying di SD Negeri Bung. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya guru wali kelas VI dalam menangani school bullying di SD Negeri Bung. Peneltian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian dilakukan di kelas VI SD Negeri Bung dengan sumber data ialah wali kelas VI, korban bullying, pelaku bullying, teman kelas korban dan pelaku bullying, wali korban bullying dan kepala sekolah SD Negeri Bung. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, display data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Pengujian keabsahan data dilakuakan dengan perpanjangan pengamatan, meningkatkan ketekunan, dan triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya yang dilakukan guru kelas VI dalam menangani bullying fisik seperti di kelas VI SD Negeri Bung ialah menasehati dan menjauhkan bangku korban bullying dari pelaku bullying. Upaya ini tidak berjalan dengan efektif, sehingga bullying fisik masih terjadi. Sedangkan upaya yang dilakukan guru wali kelas VI dalam menangani bullying nonfisik di kelas VI SD Negeri Bung ialah mendiskusikan masalah bullying dengan guru, kepala sekolah, dan orangtua murid. Upaya ini tidak menunjukkan perubahan terhadap bullying nonfisik yang dialami korban bullying. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa upaya guru kelas VI dalam menangani school bullying belum berjalan dengan baik
Peran Kepala Sekolah Sebagai Leader dalam Meningkatkan Disiplin Kinerja Guru di SDN 02 Josenan Kota Madiun
Artikel ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran kepala sekolah sebagai leader dalam meningkatkan disiplin kinerja guru di SDN 02 Josenan Kota Madiun. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif model studi kasus dengan teknik pengumpulan data secara wawancara langsung, Analisis data dilakukan dengan mereduksi data, display data, dan mengambil kesimpulan. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa peran kepala sekolah sebagai leader dalam meningkatkan disiplin kinerja guru di SDN 02 Josenan Kota Madiun mengacu pada perannya untuk mewujudkan visi, misi, dan tujuan sekolah, mengembangkan inovasi, membangun motivasi kerja, melakukan komunikasi, menangani konflik, maupun mengambil keputusan
Mitigasi Bencana Gunung Meletus di Sekolah Rawan Bencana
MI Muhammadiyah Gandatapa secara geografis berada di lereng Gunung Slamet, sedangkan Gunung Slamet sendiri merupakan gunung berapi yang tidak menutup kemungkinan sewaktu-waktu dapat terjadi erupsi. Sehingga wilayah yang berada di lereng gunung tersebut memiliki kerentanan terkena dampak erupsi gunung. Selama ini guru MI Muhammadiyah Gandatapa belum memiliki pengetahuan dan pemahaman mengenai upaya untuk mengurangi resiko bencana atau mitigasi bencana. Melalui pelatihan mitigasi bencana, maka diharapkan para guru dapat memiliki pengetahuan dan pemahaman mengenai mitigasi bencana sesuai dengan langkah-langkahnya. Pelatihan dilakukan melalui empat tahapan yaitu: 1) Persiapan; 2) Memberikan materi pelatihan dan simulasi; 3) Monitoring dan pendampingan; 4) Evaluasi hasil kegiatan. Hasil kegiatan yaitu secara teoritis guru mengetahui tentang mitigasi bencana. Selanjutnya guru memahami langkah-langkah yang ditempuh dalam menghadapi ancaman bencana gunung meletus, melalui tahapan 1) Sebelum terjadi bencana; 2) Pada saat terjadi bencana; 3) Pasca terjadi bencana. Pengetahuan dan pemahaman dalam mitigasi bencana yang telah didapatkan, dapat diimplementasikan di sekolah yang merupakan wilayah rawan terkena dampak dari gunung meletus dan menjadikan sekolah tanggap bencana
E-Learning Module Music In PGSD FIP UNM
This research was conducted to design and test on a small scale the results of the design of the art learning module Music at the PGSD FIP UNM. In particular, this study aims to describe the description of the design of music e-learning modules in the UNM FIP PGSD Study Program. The research method used research development (R & D), the test subjects were the PGSD FIP UNM students who had programmed the Music Arts course. Sampling is done by using a simple random sampling technique with a number of sample members of 30 people, the data collection techniques using a closed questionnaire, analysis of data using the data analysis descriptive and inferential statistics. The results Showed that there was an Increase in participation and student learning outcomes classically after learning to use e modules, the weakness of e modules was that they were not Able to encourage students who had the ability more towards Reviews their maximum potential in terms of learning the art of music.
Implementasi Integrated Learning Berbasis Saintifik-Religius Bagi Guru Madrasah di Kota Malang
Sekolah berjenis madrasah di dalamnya terdapat dua macam kurikulum umum dan agama sementara jumlah jam pelajaran terbatas. Perlu pemahaman guru di madrasah dalam memahami bagaimana memadukan muatan kurikulum dengan kurikulum berbasis agama dalam aktivitas pembelajaran. Kegiatan pengabdian ini bertujuan membantu guru di madrasah agar dapat memilih strategi pembelajaran yang lebih efektif dan efisien. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih guru madrasah agar memiliki keterampilan tentang integrated learning dan mengimplementasikannya dengan mengintegrasikan sejumlah matapelajaran yang berbasis saintifik dan religious. Metode pengabdian adalah workshop yang diikuti oleh kepala sekolah dan guru. Pelatihan melibatkan 30 orang guru di dua madrasah tsanawiyah di Kota Malang, Jawa Timur. Kegiatan dilakukan melalui empat tahap yaitu refleksi dan persiapan, sosialisasi materi, workshop, dan peer teaching. Hasil kegiatan pengabdian adalah pemahaman guru tentang integrated learning masih rendah. Beberapa matapelajaran dapat diintegrasikan dengan model pembelajaran connected dan threaded. Dua di antaranya (Akidah Akhlak yang bermuatan religious dan IPA yang bermuatan saintifik) dipilih sebagai contoh penerapan integrated learning oleh peserta dalam peer teaching
Kajian Program, Implementasi, dan Evaluasi Kurikulum 2013 pada SD Di Kecamatan Cina Kabupaten Bone
Tujuan penelitian adalah (1) mengetahui gambaran program pembelajaran berbasis K.13 bagi guru SD, (2) mengetahuigambaran implementasi program pembelajaran berbasis K.13 bagi guru SD, (3) mengetahui gambaran evaluasi proses dan hasil penerapan K.13 bagi guru SD. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif (descriptif research). Penelitian ini dilaksanakan dengan maksud untuk memahami masalah-masalah dalam pengembangan program pembelajaran, implementasi program, dan penilaian pelaksanaan program pembelajaran berbasis kurikulum 2013. Desain penelitian adalah memadukan pendekatan kuantitatif dan kualitatif (mixed research design). Data kuantitatif adalah data tentang dimensi-dimensi setiap program dan implementasi, dan evaluasi program pembelajaran dengan menggunakan lembar kajian. Sebagai sumber informasi adalah guru dan kepala sekolah. Data kualitatif adalah yang dikumpulkan dengan menggunakan tiga pendekatan, yaitu pengamatan dan wawancara, dan dokumentasi. Dapatan kajian digunakan sebagai data empiris tentang kondisi riil tentang program, pelaksanaan, dan evaluasi program berbasis K.13. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pengembangan program pembelajaran berbasis K.13 berada pada kategori “baik”, (2) gambaran penerapan program berbasis K.13 bervariasi, yaitu masih terdapat beberapa guru menggunakan program pembelajaran dengan buatan KKG, Diknas, dan yang bersumber dari internet. Implementasi kurikulum dalam pelaksanaan pembelajaran, yaitu berkategori “kurang”. (3) Gambaran proses dan hasil belajar penerapan K.13 bagiguru SD, berkategori “kurang”. Dengan demikian disarankan kepada para pengambil kebijakan hendaknya melakukan pembinaan dan pengembangan kearah penyempurnaan dalam pelaksanaan kurikulum tahun 2013
Peningkatan Kompetensi Guru Sekolah Dasar dalam Mengembangkan Bahan Ajar Digital di Kabupaten Gowa
Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dengan bermitra guru-guru SD yang tergabung dalam KKG Gugus 1, Kecamatan Palangga Kabupaten Gowa. Adapun permasalahan yang dihadapi oleh mitra pengabdian yaitu: (1) kurangnya kompetensi mitra dalam mengembangkan bahan ajar digital yang kekinian sesuai dengan perkembangan teknologi, (2) bahan ajar yang selama ini digunakan oleh mitra dalam kegiatan pembelajaran adalah hanya sebatas dari buku siswa dan buku guru, (4) kurangnya pengadaan kegiatan pelatihan yang mengasah kemampuan guru SD mitra dalam mengembangkan bahan ajar terutama bahan ajar digital, (5) mitra belum memiliki kemampuan IT yang memadai dalam mengembangkan bahan ajar digital. Melihat pentingnya pengembangan bahan ajar sesuai perkembangan teknologi sekarang ini maka diperlukan pelatihan yang mampu meningkatkan kemampuan teknologi mitra dalam mengembangkan bahan ajar digital kekinian. Jika mitra memiliki kemampuan dalam mengembangkan bahan ajar digital kekinian, maka pembelajaran sesuai dengan pembelajaran pada era digital dengan memperhatikan karakteristik peserta didik yang merupakan digital native. Adapun metode kegiatan pengabdian dilaksanakan secara blended, yaitu secara tatap muka dan secara virtual melalui zoom meeting. Hasil yang dicapai adalah adanya peningkatan kemampuan mitra dalam mengembangkan bahan ajar digital yang kekinian yang memadukan berbagai platform yaitu canva, youtube, dan quizziz