Publikasi Pendidikan
Not a member yet
209 research outputs found
Sort by
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR ENERGI GERAK MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL STAD (STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS) PADA SISWA KELAS IV SDN 142 BORONG AMPIRIE I KABUPATEN SINJAI
Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah peningkatan hasil belajar energi gerak pada siswa kelas IV SDN 142 Borong Ampirie I dengan menggunakan pembelajaran kooperatif model STAD? Penelitian ini dilaksanakan pada di SDN 142 Borong Ampirie I. Subjek penelitian ini adalah semua siswa kelas IV SDN 142 Borong Ampirie I. Data dikumpulkan dengan tes, observasi dan catatan lapangan. Prosedur pelaksanaan penelitian tindakan ini meliputi: (1) diagnosis masalah, (2) perencanaan, (3) pelaksanaan tindakan, (4) observasi, dan (5) refleksi dalam setiap siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar energi gerak siswa kelas IV SDN 142 Borong Ampirie I mengalami peningkatan dengan menggunakan pembelajaran kooperatif model STAD dan mencapai indikator keberhasilan yang ditetapkan yaitu 7,0. Kata kunci: pembelajaran kooperatif model STAD, hasil belaja
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENERAPAN METODE DISKUSI TIPE JIGSAW PADA PELAJARAN IPS DI SMP NEGERI 2 PAREPARE
Masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah bagaimana proses penerapan metode diskusi tipe Jigsaw dalam pembelajaran IPS sehingga dapat meningkatkan hasil belajar di SMP Negeri 2 Parepare. Tujuan yang akan dicapai adalah mengetahui bagaimana partisipasi dan hasil belajar siswa sebelum dan sesudah penerapan metode diskusi tipe jigsaw dalam kegiatan belajar mengajar. Dalam Penulisan ini menggunakan metode deskriptif, yaitu data yang diperoleh dianalisis melalui proses deskripsi yang lebih mendalam sehingga diperoleh sebuah gambaran nyata mengenai hasil dari penanganan masalah yang terjadi. Hasil Penulisan ini menunjukkan bahwa tingkat partisipasi danhasil belajar siswa dalam kegiatan belajar mengajar pada mata pelajaran IPS masih kurang sebelum penerapan metode diskusi Tipe Jigsaw. Selanjutnya hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS setelah menggunakan metode diskusi tipe jigsaw meningkat. Hal tersebut menunjukkan bahwa metode diskusi tipe jigsaw mampu meningkatkan hasil belajar siswa dalam bidang studi IPS di SMP Negeri 2 ParepareKata kunci: Penerapan metode diskusi Tipe Jigsaw, Hasil Belajar dan Pembelajaran IPS
PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 1 PINRANG
Permasalahan penelitian ini yaitu apakah penerapan pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together dapat meningkatkan hasil belajar matematika pada siswa kelas V SD Negeri 1 Pinrang. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui penerapan pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SD Negeri 1 Pinrang. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Jenis Penelitian yang dilakukan adalah penelitian tindakan kelas yang berdaur ulang/siklus. Tindakan dalam penelitian ini dilakukan dua siklus yang mana setiap siklus melalui empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data diperoleh melalui tes, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh data pada siklus I berada pada kategori kurang, siklus II pada kategori cukup dan siklus III pada kategori sangat baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together dapat meningkatkan proses dan hasil belajar siswa tentang sifat operasi hitung bilangan bulat pada kelas V SD Negeri 1 Pinrang.Kata Kunci: Model Numbered Head Together, hasil belajar
ARNOLD GESELL DAN MODEL PEMATANGAN
Arnold Gesell adalah psikolog dan dokter anak pionir di bidang perkembangan anak. Pertumbuhan dan perkembangan menurut Gesell dipengaruhi oleh dua faktor utama. Pertama, anak adalah produk dari lingkungannya. Kedua adalah perkembangan anak berasal dari dalam, yaitu dari aksi gen-gen tubuhnya. Kedua proses di atas disebut “kematangan”Kata Kunci: Arnold Gesell, Pertumbuhan dan perkembangan, dan Kematanga
LANGGAM SAMBORITTA SEBAGAI SALAH SATU MEDIA APRESIASI MUSIK AKADEMIK DI PROGRAM STUDI PENDIDIK SENI DRAMA, TARI DAN MUSIK FAKULTAS SENI DAN DESAIN UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
Musik Langgam Samboritta mulai dikenal masyarakat luas ketika mulai muncul pada siaran TVRI Sulawesi Selatan dalam acara Daeng Mampo dan beberapa acara di UNM. Sejak terbentuknya pada tahun 2009, Musik Langgam Samboritta mengalami perkembangan luar biasa dalam segi instrumentasi dan orkestrasi, sampai sekarang.Fakultas Seni dan Desain sebagai salah satu fakultas dalam lingkungan UNM adalah fakultas pemekaran dari Fakultas Bahasa dan Seni sejak tahun 2008. Fakultas ini dibentuk untuk membina bidang-bidang Ilmu Seni seperti Seni Rupa, Sendratasik (Seni Drama, Tari dan Musik), Seni Tari dan Desain Komunikasi Visual (DKV), baik yang bersifat kependidikan maupun non kependidikan sesuai dengan visi dan misinya.Anggota langgam Samboritta terdiri dari pimpinan fakultas, dosen, pegawai dan beberapa mahasiswa juga sering dilibatkan. Merujuk dari latar belakang, bahwa yang melandasi terbentuknya kelompok musik Langgam Samboritta di Fakultas Seni dan Desain UNM yaitu ketika beberapa dosen seni musik setiap kali berkumpul bersama pimpinan Fakultas bernyanyi diiringi musik electone yang berlangsung setiap hari Jum’at sehabis shalat Jum’at. Proses itu berlangsung beberapa bulan, kemudia timbul ide dari teman-teman untuk menggabungkan musik electon dengan alat musik keroncong yang memang sudah ada di prodi sendratasik sebagai program mata kuliah pilihan. Dari ide tersebut kemudian disepakati untuk dijadikan sebagai kelompok yang diberi nama oleh pimpinan fakultas FSD Dr. Karta Jayadi, M.Sn dengan nama Kelompok Musik Langgam Samboritta, artinya kelompok musik Langgam keluarga Sivitas Akademika FSD-UNM. Dari proses yang terus berlangsung, kemudian dilihat oleh beberapa pimpinan Universitas ketika tampil disetiap acara-acara hiburan baik di tingkat Fakultas ataupun Universitas. Kata kunci: Musik Langgam Samboritta, Media Apresiasi Musik
CEMARAN AIR DAN TERCAPAINYA LINGKUNGAN SUMBER DAYA ALAM YANG BERKELANJUTAN
Seperti di banyak negara lain, kondisi sumber daya air di Indonesia telah sampai pada tahap di mana tindakan terpadu diperlukan untuk membalikkan tren yang terjadi saat ini yaitu pencemaran air, penggunaan air yang berlebihan, dan meningkatnya ancaman kekeringan dan banjir. Proses terjadinya pencemaran air, apabila air tersebut sudah terkontaminasi dengan bahan pencemar air seperti bahan organik, anorganik, radioaktif, asam/basa, sebagai akibat dari aktifitas manusia. Pencemaran air sangat mempengaruhi kehidupan manusia dalam hal ini kesehatannya. Pencemaran air itu banyak membawa penyakit bahkan wabah bagi manusia. Disamping itu manusia juga akan kekurangan pasokan air bersih. Keadaan lingkungan pun akan terganggu. Dalam keseharian kita, kita dapat mengurangi pencemaran air, dengan cara mengurangi jumlah sampah yang kita produksi setiap hari (minimize), mendaur ulang (recycle), mendaur pakai (reuse). Kata Kunci: Pencemaran air, Lingkungan, Sumber Daya Ala
KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS VI SD INPRES 12/79 BIRU 1 WATAMPONE
Hasil penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan pembelajaran kooperatif terhadap peningakatan hasil belajar IPS siswa kelas VI SD Inpres 12/79 Biru 1 Watampone. Berdasarkan hasil analisis data dan hasil penelitian,maka dapat ditarik kesimpulan bahwa; 1) hasil belajar IPS siswa kelas VI SD Inpres 12/79 Biru 1 Watampone yang diajar dengan pembelajaran kooperatif dikategorikan sedang degan skor rata-rata 11,45, 2) Hasil belajar IPS siswa kelas VI SD Inpres 12/79 Biru 1 Watampone yang diajar dengan pembelajaran non-kooperatif dikategorikan rendah dengan skor rata-rata 10.10,dan 3) terdapat perbedaan hasil belajar IPS siswa kelas VI SD Inpres 12/79 Biru 1 Watampone yang diajar dengan pembelajaran kooperatif dengan siswa yang diajar dengan pembelajaran nonkooperatif,baik bedasarkan kategori rata-rata. Kata kunci: Efektif, kooperatif, hasil belajar
PENERAPAN QUANTUM TEACHING DI SD TIMBUSENG MAKASSAR IBM QUANTUM TEACHING ON TIMBUSENG ELEMENTARY TEACHERS MAKASSAR
Belajar mengajar di sekolah merupakan serangkaian kegiatanyang secara sadar telah terencana. Dengan adanya perencanaan yang baik akan mendukung keberhasilan pengajaran. Usaha perencanaan pengajaran diupayakan agar peserta didik memiliki kemampuan maksimal dan meningkatkan motivasi, tantangan dan kepuasan sehingga mampu memenuhi harapan baik oleh guru sebagai pembawa materi maupun peserta didik sebagai penggarap ilmu pengetahuan.Kata Kunci: Pelatihan, Pembelajaran inovatif, Quantum Teaching
PENGGUNAAN ALAT PERMAINAN EDUKATIF (APE) DI TAMAN KANAK-KANAK PAUD POLEWALI KECAMATAN TANETE RIATTANG BARAT KABUPATEN BONE
Keberhasilan pelaksanaan suatu program pendidikan untuk anak Taman Kanak-kanak sangat tergantung pada pengelolaan sumber belajar. Guru hendaknya mempunyai kemahiran dalam mengelola pembelajaran. Pengelolaan adalah merupakan hal yang sangat penting dilakukan dalam setiap kegiatan. Pentingya penggunaan media pembelajaran merupakan salah satu factor yang senantiasa mendapatkan perhatian dari pengelola taman kanak-kanak. Hal ini dikarenakan keberhasilan guru dalam mengembangkan aspek yang dimiliki anak tidak lepas dari kemampuannya dalam mengelola alat permainan khususnya alat permainan edukatif. Pelaksanaan pengajaran yang ada pada taman kanak-kanak di Kabupaten Bone sudah menjadikan alat permainan edukatif sebagai pelengkap keberlangsungan dari proses pembelajaran. Adapun jenis-jenis APE yang digunakan dalam pelaksanaan pengajaran antara lain, balok cruissenaire, Puzzle besar, kotak alfabet, kartu lambang bilangan, kartu pasangan, lotto warna, lotto bentuk. Penggunaan beberapa APE bertujuan sebagai sarana dalam membantu guru mengembangkan kompetensi anak didik. Akan tetapi, dalam penggunaannya terkadang masih diperhadapkan pada ketidakseimbangan antara jumlah ketersediaan alat permainan khususnya dalam bentuk APE dengan jumlah anak didik yang ada, sehingga diperlukan kemampuan guru yang lebih untuk menyesuaikan antara keterbatasan alat permainan dengan kegiatan yang akan dilakukan. Karena, tidak menutup kemungkinan tidak maksimalnya pelaksanaan pembelajaran di taman kanak-kanak dikarenakan keterbatasan alat permainan dan kurangnya kemampuan guru dalam mengelola alat permainan yang terbatas. Begitu pula, ketepatan penggunaan APE ini senatiasa menunjang keberhasilan pembelajaran yang mana penggunaannya disesuaikan dengan tingkat perkembangan dan kemampuan setiap anak sehingga dapat berkembang secara maksimal.Kata Kunci: Bermain, alar permainan edukati