Publikasi Pendidikan
Not a member yet
209 research outputs found
Sort by
Assistance the Packaging of Literacy Learning Materials in Digital Formats for Elementary School Teachers in Kendari City
The activity of assisting the packaging of literacy learning materials in digital format for elementary school teachers in partner schools in this community partnership program, namely: SDN 85 Kendari and SD IT Al-Kalam Kendari becomes very important, bearing in mind the two schools have implemented a school literacy program in which one of the activities is integrating the activity of reading and writing at the beginning of learning for 15-20 minutes. The main objective of the assisting activity is to improve teacher skills in packaging varied learning materials, especially those with the digital format needed in literacy activities on learning themes in elementary schools. The method used in this community partnership program was the assistance of packaging literacy learning materials in digital format for use in learning. The implementation of the community partnership program in the form of mentoring produced a product in the form of digital format literacy learning materials whose effectiveness would be evaluated through the implementation in the implementation of learning, especially in the literacy activity segment at the beginning of the core activity. The evaluation was based on the reflection of the teachers who used this product after activities were carried out. The main obstacle found in this mentoring activity was the inadequacy of the ability of some teachers to operate the main supporting applications (such as power points) as well as the low ability to find digital learning resources on the pages that have been shown at the time of mentorin
Inovasi Pembelajaran Bagi Guru Sekolah Dasar Dalam Mendesain Video Pembelajaran
Guru masa depan wajib menguasai ICT dan menggunakannya untuk mengembangkan iklim pembelajaran yang konstruktivis. Salah satu bentuk penguasaan ICT yang ditunjukkan guru adalah mengembangkan media pembelajaran dengan mengaplikasikan software tertentu. Pelatihan pembuatan video pembelajaran dengan menggunakan software sparkol videoscribe ini adalah untuk mengembangkan kompetensi pedagogis guru dalam mendesain atau membuat video pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran tematik di sekolah dasar. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah ceramah dan workshop, yang melibatkan tim sebagai narasumber. Ceramah terkait dengan konten pelatihan berupa prinsip desain perangkat pembelajaran termasuk media pembelajaran. Konten dan prosedur ini dilakukan untuk mentransmisikan pengetahuan atau wawasan peserta, sebelum dilatih, sedangkan workshop bertujuan untuk melatih keterampilan peserta untuk membuat video pembelajaran. Hasil pretes dan posttes yang dicapai oleh peserta menunjukkan adanya peningkatan kemampuan peserta dalam mendesain perangkat pembelajaran dan media pembelajaran. Terkait dengan kemampuan mendesain perangkat pembelajaran, dari yang sebelumnya 90% menggunakan desain pembelajaran pada buku guru meningkat menjadi 80% kemampuan guru dalam mendesain perangkat pembelajaran mandiri yang relevan dan benar baik dalam menentukan tujuan instruktusional maupun metode serta model pembelajaran sesuai sintaknya. Selain itu, kemampuan mendesain media pembelajaran dari yang semula 80% menggunakan media visual dari buku atau charta serta 20% menggunakan media visual dari internet, meningkat menjadi 70% yang mendesain video pembelajaran dengan menggunakan sparkol videoscribe
Peningkatan Kompetensi Guru Dalam Mengevaluasi Pembelajaran Daring Menggunakan Aplikasi Berbasis Tes Dan Penugasan Online
Peningkatan kualitas Pendidikan di era disrupsi secara signifikan berpengaruh pada peningkatan kompetensi guru. Kompetensi melaksanakan evaluasi secara daring menjadi salah satu kompetensi yang dibutuhkan untuk mengontrol kualitas pembelajaran daring. Guru perlu menguasai berbagai macam aplikasi berbasis tes dan penugasan online untuk dapat menyesuaikan penggunaan aplikasi dengan kebutuhan evaluasi. Keterbatasan pemahaman guru terhadap aplikasi berbasis tes dan penugasan online menjadi kendala pelaksanaan evaluasi pembelajaran daring untuk ranah afektif, kognitif dan psikomotor. Pelaksanaan kegiatan Pelatihan di KKG merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam mengoptimalkan kompetensi guru mengevaluasi pembelajaran daring. Kegiatan pelatihan dilaksanakan dengan 3 tahapan utama, yakni pendahuluan, pelaksanaan dan evaluasi (hasil). Pendahuluan dilakukan dengan pendekatan dan sosialisasi untuk menjalin kerjasama dengan pihak mitra (KKG). Pelaksanaan dilakukan dengan mempertimbangkan protokol kesehatan dan kebutuhan guru. Pelatihan secara langsung dilaksanakan dengan pemberian materi pelatihan secara bertahap dan membagi peserta kedalam 4 kelompok belajar. Peningkatan kompetensi guru dalam mengevaluasi pembelajaran daring menjadi fokus utama pelaksanaan evaluasi. Hasil evaluasi menujukkan bahwasanya terjadi peningkatan kompetensi guru dalam mengevaluasi pembelajaran daring didasarkan pada peningkatan pemahaman guru terhadap menggunakan berbagai aplikasi berbasis tes dan penugasan online
Pelatihan Pembuatan Google Form bagi Guru SD Sebagai Media Evaluasi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) Masa Pandemi
Distance Learning (PJJ) began to be applied by all teachers in Indonesia during the Covid Pandemic including teacher who taughtat the Elementary School (SD) level. The application of this learning is not as easy as what many people talk about, because teachers must be able to select and design instrucctional media using technology. The problem ezperienced by teacher, especially in the regions, is the lack of knowledge in making technology-based learning media, especially learning media that can be used as an evaluation material for Distance Learning (PJJ). As a solution tothis problem, our team conducted training on making google forms for elementary teachers as a medium for evauating Distance Learning (PJJ) during the pandemic. The ethod we provide for this community service activity is by providing direct training to elementary school teachers, making simole modules, and providing assitance in making google form evaluation media. The result of this services activity is that as many as 20 teachers who participated in the training were able to create and design their own google form according to the needs of each subject as a media for evaluation of Distance Learing (PJJ. In addition, based on the results of the questionnaire filled out by the teachers who attended the training, it shows that 90% of the teachers understand how to make google forms themselves and 100% of the teachers are happy with the training acivities that have been held.Keyword: google form, pjj, evaluation learnin
PKM Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah dan Submission pada Jurnal Ilmiah Nasional bagi Guru SD di Kab. Gowa
Pengabdian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan guru sekolah dasar dalam menulis Artikel Ilmiah. Tujuan pengabdian ini adalah untuk melatih guru mengembangkan keterampilan guru dalam menulis artikel ilmiah dan melakukan publikasi pada Jurnal Ilmiah Nasional. Metode pengabdian ini menggunakan metode seminat dan pelatihan. Hasil pengabdian ini adalah guru mampu menulis artikel ilmiah dan submission dengan baik. Implikasi pengabdian ini adalah sebagai acuan oleh praktisi pendidikan untuk meningkatkan keterampilan guru dalam menulis Artikel Ilmiah dan Publikasi Artikelnya
Pendampingan Model Pembelajaran Inovatif menggunakan Kahoot sebagai Digital Game Based Learning Di KKG Sekolah Dasar
ABSTRAKMita PKM adalah KKG 066 Kecamata Lengkong Kota Bandung yang memiliki permasalahan dalam menciptakan pembelajaran inovatif dan minimnya pemahaman guru dalam pembelajaran digital. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu KKG dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan menggunakan model pembelajaran inovatif dengan menggunakan literasi digital sehingga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran. Metode kegiatan ini dilakukan dengan workshop dan pendampingan yang mencakup dua pendekatan yaitu pendekatan teoretis dan praktis. Pendekatan teoretis dengan menjelaskan mengenai model pembelajaran inovatif dan penggunaan kahoot dalam pembelajaran. Pendekatan praktis dilakukan dengan menyiapkan rencana pembelajaran (RPP) menggunakan model pembelajaran inovatif dengan menggunakan kahoot. Hasil yang diperoleh melalui kegiatan ini adalah 1) meningkatkan pengetahuan guru tentang model pembelajaran inovatif dan menggunakan kahoot dalam pembelajaran, 2) meningkatkan pengetahuan guru dalam membuat rencana pembelajaran (RPP) dan 3) meningkatkan keterampilan menggunakan model pembelajaran inovatif dengan penggunakan media pembelajaran digital berbasis game. Kata Kunci : kahoot, model pembelajaran inovatif, pembelajaran berbasis game ABSTRACTMita PKM is a KKG 066 in Lengkong Sub-District of Bandung which has problems in creating innovative learning and the lack of understanding of teachers in digital learning. This activity aims to assist the KKG in increasing knowledge and skills using innovative learning models by using digital literacy so as to improve the quality of learning. This activity method is carried out with workshops and mentoring which includes two approaches namely theoretical and practical approaches. Theoretical approach by explaining about innovative learning models and the use of kahoot in learning. A practical approach is carried out by preparing a learning plan (RPP) using an innovative learning model using kahoot. The results obtained through this activity are 1) increasing teacher knowledge about innovative learning models and using kahoot in learning, 2) increasing teacher knowledge in making learning plans (RPP) and 3) improving skills using innovative learning models by using game-based digital learning. Keywords: kahoot, innovative earning model, games based learnin
Hubungan Pendidikan dan Pelatihan Terhadap Efektivitas Kerja Tenaga Kependidikan di SMA Negeri 12 Makassar
Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahuai Apakah Terdapat Hubungan yang signifikan Pendidikan dan Pelatihan Terhadap Efektivitas Kerja Tenaga Kependidikan di SMA Negeri 12 Makassar. Tempat dan waktu dalam penelitian ini adalah SMA Negeri 12 Makassar, pada bulan September 2019 tahun Pelajaran 2019/2020. Populasi adalah Tenaga Kependidikan di SMA Negeri 12 Makassar yang telah mengikuti pendidikan dan pelatihan sebanyak 48 orang yang terdiri dari 15 laki-laki dan 33 perempuan. Sampel yang digunakan adalah sampel jenuh. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket dan dokumentasi dengan teknik analisis data menggunakan uji product moment. Hasil penelitan menunjukkan bahwa Pelaksanaan pendidikan dan pelatihan mempunyai hubungan signifikan terhadap efektivitas kerja tenaga kependidikan di SMA Negeri 12 Makassar. Hasil perhitungan uji p-value pada taraf signifikansi α = 0.05 dan n = 12 dengan pengujian 2 pihak dk = n-2 = 48-2 = 46, diperoleh 0,02 < 0,05. Faktor yang mempengaruhi efektifitas kerja adalah (a) Waktu, (b) Tugas, (c) Produktivitas, (d) Motivasi, (e) Evaluasi Kerja, (f) Perlengkapan dan Fasilitas, (g) Lingkungan Kerja, dan (h) Kemampuan Intelektual, dan (i) Pengawasan
Analisis Karakteristik Siswa Melalui KuesionerAngket Cinta Damai di kelas VII SMP 02 Muaro Jambi
ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik cinta damai dari siswa yang ada di kelas VII SMP 02 Muaro Jambi dengan menggunakan sebuah kuesioner/angket yang berisi 25 pertanyaan, dimana disetiap pertanyaan telah disediakan poin 1-4. Penelitian ini dilakukan dengan cara observasi langsung ke sekolah yang akan dituju. Metode penelitian yang digunakan yaitu dengan pendekatan kuantitatif. Teknik analisis dari data tersebut dilakukan dengan perhitungan menggunakan aplikasi yang disebut SPSS. Data hasil dari penelitian ini menunjukkan jika data tersebut berdistribusi normal, yaitu nilai probabilitas 0,2>0,05. Hasil penelitian adalah : 1) Berdasarkan klasifikasi dari penghitungan data angket melalui SPSS dikelas VII C yaitu pada skor 62,51-81,25 ada 29 dari 30 siswa yang termasuk dan berada pada kategori “Sesuai”. Namun sayangnya hanya 1 siswa yang berada pada rentang skor 81,26-100 dan bisa dibilang termasuk kategori “Sangat Sesuai”. 2) Pada kelas VII F berdasarkan klasifikasi dari penghitungan data angket melalui SPSS dikelas VII F yaitu pada skor 43,76-62,5 terdapat 4 siswa yang termasuk kedalam kategori “Kurang sesuai”, pada skor 62,51-81,25 ada 24 siswa yang termasuk dan berada pada kategori “Sesuai”. Dan ada 2 siswa yang berada pada rentang skor 81,26-100 dan bisa dibilang termasuk kategori “Sangat Sesuai”. Kata kunci: Karakteristik siswa, Angket cinta damai ABSTRACTThe purpose of this study was to find out the characteristics of peace-loving students who were in class VII of Muaro Jambi Middle School 02 by using a questionnaire / questionnaire containing 25 questions, in which points 1-4 were provided. This research was conducted by direct observation to the school to be addressed. The research method used is a quantitative approach. The analysis technique of the data is done by calculating using an application called SPSS. Data from the results of this study indicate if the data is normally distributed, namely a probability value of 0.2> 0.05. The results of the study are: 1) Based on the classification of the questionnaire data calculation through SPSS in class VII C which is in the score 62.51-81.25 there are 29 out of 30 students who are included and are in the "Appropriate" category. But unfortunately only 1 student is in the range of a score of 81.26-100 and arguably includes the category "Very Appropriate". 2) In class VII F based on the classification of the questionnaire data calculation through SPSS in class VII F which is a score of 43.76-62.5 there are 4 students who fall into the category of "Less suitable", in the score 62.51-81.25 there are 24 students who are included in the "Appropriate" category. And there are 2 students in the score range of 81.26-100 and can be categorized as "Very Appropriate". Keywords: Student Characteristics, The Peace-loving Questionnair
Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat melalui Pengajaran Calistung bagi Warga Distrik Bamusbama, Kabupaten Tambrauw, Papua Barat
Kabupaten Tambrauw sebagai kabupaten dengan jumlah buta aksara tertinggi di Papua Barat menjadikan kegiatan Pembelajaran dan Pemberdayaan masyarakat melalaui pembelajaran Calistung perlu dilakukan. Kampung Bano menjadi lokasi pembelajaran karena jaraknya dengan Kota Kabupaten yang cukup jauh. Berdasar pada data terbaru distrik Bamusbama, 72% masyarakat kampung Bano tidak mengenyam pendidikan. Hal tersebut tentunya berbanding sama dengan kemampuan calistung yang dimilki masyarakat. Untuk mengatasi hal tersebut, KKN-PPM dengan 20 mahasiswa UM-Sorong melalui hibah Kemenristek Dikiti dilakukan dengan kegiatan pembelajaran Calistung. Sebelum pembelajaran dimulai, sosialisasi kepada masyarakat dilakukan. Setelah itu dilakukan pemetaan potensi lokal guna mendukung pembelajaran calistung. Selanjutnya kontrak belajar dilakukan guna menyepakati jadwal kegiatan. Setelah itu dilakukan pre-test guna mengetahui kemampuan awal masyarakat. Pembelajarn selama lima kali seminggu disesuaikan dengan kegiatan rutin masyarakat. Sebelum proses pembelajaran berakhir, dilakukan post-test untuk mengetahui peningkatan pengetahuan masyarakat setelah pembelajaran. Hasil pre-test dan post-test menunjukan peningkatan pengetahuan masyarakat, dari 17% hingga 89% untuk membaca, kemampuan memnulis dari 28% menjadi 89%, dan untuk kemampuan berhitung meningkat dari 17 % hingga 44 %. Kemampuan Calistung yang dimiliki oleh masyarakat masih tergolong kemampuan dasar hingga masih perlu keberlanjutan pembelajaran. Hingga melalui KKN-PPM ini telah dipilih dua peserta sebagai tutor yang akan melanjutkan kegiatan pembelajaran Calistung di Kampung Bano
Pengaruh Penggunaan Media Sosial (Medsos) Secara Positif Terhadap Motivasi Belajar Siswa SD Negeri Perumnas Kecamatan Rappocini Kota Makassar
Penelitian ini mengkaji mengenai pengaruh penggunaan media sosial (medsos) secara positif terhadap motivasi belajar siswa SD Negeri Perumnas Kecamatan Rappocini Kota Makassar. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah pengaruh penggunaan media sosial secara positif terhadap motivasi belajar siswa SD Negeri Perumnas Kecamatan Rapocini Kota Makassar. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan media sosial secara positif terhadap motivasi belajar siswa SD Negeri Perumnas Kecamatan Rappocini Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian ex-postfacto. Penelitian ini menggunakan desain penelitian causal comparative research dengan teknik purpossive sampling. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV dan V dengan jumlah siswa sekitar 51 orang pada SD Negeri Perumnas Kecamatan Rappocini Kota Makassar. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian kuisioner, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis statistik penggunaan media sosial berada pada kategori tinggi sedangkan motivasi belajar siswa berada pada kategori sangat tinggi. Hasil analisis statistik inferensial menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan penggunaan media sosial secara positif terhadap motivasi belajar siswa SD Negeri Perumnas Kecamatan Rappocini Kota Makassar