Publikasi Pendidikan
Not a member yet
209 research outputs found
Sort by
Penerapan Pendidikan Karakter di Era Digital Melalui Kegiatan Bazar Bulanan (Monthly Bazaar)
This study aims to make students have an independent character, discipline and responsibility in the digital era through the Monthly Bazaar. The method used in this research was Mixed Method with a sequential exploratory strategy. The sequential exploratory strategy involves collecting and analyzing quantitative data in the second stage based on the results of the first stage. Weights / priorities are more likely to be in the first stage, and the mixing process between these two methods occurs when the researcher makes a connection between qualitative data analysis and quantitative data collection. The results of the study were obtained from qualitative data analysis in the first stage and quantitative data in the second stage. The results of the first stage were obtained from educators' observations of students after completing the monthly bazaar. The results of the second stage are obtained through calculations using a Likert scale and it is obtained the data of 43.75% (ever) if it is categorized in interpretation of scores based on intervals. This data was obtained before the implementation of the monthly bazaar. After implementing the monthly bazaar for two times, the data is 72.75% (often). From the two stages, the relevant results obtained between qualitative and quantitative data analysis showed that there was an independent character, discipline and responsibility embedded in students after the implementation of the monthly bazaar activities
Upaya Membangun Karakter Anak Melalui Lagu
Lagu anak-anak semakin langka. Akibatnya, Anak-anak lebih banyak menyanyikan lagu dengan lirik orang dewasa. Penulis dan pembina Sanggar Ar-Rosyid merasa prihatin dan peduli dengan kondisi tersebut. Ar-Rosyid adalah tempat pendidikan non-formal yang memiliki berbagai kegiatan yang menunjang kreativitas anak-anak di Purwokerto. Berdasarkan kondisi tersebut, tujuan PKM ini untuk membangun karakter anak melalui lagu. Penulis menciptakan lima buah lirik lagu dengan iringan keyboard. Di masa pandemi Covid-19, penulis bersama mahasiswa dan pembina sanggar Ar-Rosyid memasyarakatkan lagu-lagu tersebut melalui beberapa tahapan. Pertama, penulis mengadakan audisi penyanyi cilik di Purwokerto melalui video. Kedua, dari audisi tersebut dipilih sepuluh anak untuk menyanyikan lima buah lagu. Ketiga, lagu yang dinyanyikan anak-anak tersebut direkam dan divideokan, kemudian diajarkan melalui siswa Ar-Rosyid, video yang diunggah di AMPU-TV, dan disebarkan melalui media sosial seperti WhatsApp, Instagram, dan Facebook. Berdasarkan evaluasi, pelaksanaan pengabdian masyarakat ini mendapat apresiasi baik dari pendiri Sanggar Ar-Rosyid, orang tua siswa yang anaknya berkegiatan di Sanggar Ar-Rosyid maupun di luar Ar-Rosyid. Selain itu disambut baik oleh seluruh peserta yang terlibat dalam proses rekaman dan sosialisasi lagu. Menurut para pendidik, lagu yang diciptakan dengan lirik yang mengandung nilai-nilai moral, ajakan dan nasihat membantu memotivasi dan menjadi pengingat anak-anak untuk berperilaku baik. Selain itu, menyanyikan lagu yang liriknya baik dapat membangun kepercayaan diri anak dan karakter
Implementasi Workshop Blended Learning Menggunakan E-Book Lesson Plan Berbasis Hypercontent Dalam Meningkatkan Kompetensi Guru
Peningkatan kualitas Pendidikan di Indonesia berdampak pada kebutuhan peningkatan kualitas guru. Sebagai pendidik professional, guru berperan dalam keberhasilan penyelenggaraan pendidikan. Rencana pembelajaran (lesson plan) menjadi strategi guru memanajemen proses pembelajaran. Kompetensi guru dalam mengembangkan RPP dibutuhkan khususnya dalam menerapkan pembelajaran berbasis pendekatan saintifik dan berkarakter. Guru perlu menguasai konsep pengembangan RPP saintifik berkarakter untuk pembelajaran daring maupun luring. Guru perlu selalu difasilitasi dalam meningkatkan kompetensinya.Tersedianya e-book sebagai bahan pelatihan, perlu diuji efektivitasnya agar tepat guna dalam pemanfaatannya meningkatkan kompetensi guru. E-book berbasis hypercontent dipilih karena memenuhi kriteria bahan pelatihan yang fleksibel, dan efisien untuk dapat digunakan secara daring dan luring karena memiliki beragam fitur (hypercontent). Oleh karena itu, diharapkan melalui penelitian ini mampu mengetahui implementasi workshop blended learning menggunakan e-book lesson plan berbasis hypercontent dalam meningkatkan kompetensi guru mengembangkan RPP saintifik berkarakter. Penelitian pre-experimental jenis One-Group Pretest-Posttest Design ini dikemas dalam bentuk kegiatan workshop blended learning dengan subjek penelitian salah satu kelompok guru MGMP di Kota Jambi. Hasil evaluasi dengan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji n-gain menujukkan bahwasanya terjadi peningkatan kompetensi guru dalam mengembangkan RPP saintifik berkarakter berdasarkan hasil analisis data kualitas RPP guru sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) implementasi workshop blended learning menggunakan e-book leasson plan berbasis hypercontent
Peningkatan Keterampilan Mengajar Guru SD/MI melalui Pelatihan Media Pembelajaran Edugames Berbasis Teknologi: Quizizz dan Baamboozle
The Covid-19 pandemic has changed many things, included learning methods in schools. All learning activities switch to an online system. This change raised several teaching obstacles faced by SD/MI teachers in Indonesia. The obstacle faced was the lack of mastery of technology for teachers so that the learning media used was less attractive. Based on a survey conducted, as many as 79.2% of parents stated that teachers mostly provide explanations of material through videos in WhatsApp groups and 45.8% of teachers provide video links from Youtube. Boredom was experienced by students during learning. Therefore, the community service team collaborates with partner schools to organize educational media training activities. In this case, the edugames taught are Quizizz and Baamboozle. This activity was attended by nine teachers from MI Asshibyan Dampaan, Cerme District, Gresik Regency. Activities taken place in a hybrid (offline and online). Quizizz materials were conducted offline at school on the first day, while bamboozle materials were conducted online through Zoom Meetings on the second day. After the presentation of the material by the team, the teacher also practiced compiling his own learning media with team assistance and then applied it in their respective classes. After the training activities, participants were able to arrange practice questions using the Quizizz learning media. The bamboozle media has not been implemented because the class does not take place via Zoom Meeting. The team hopes that this learning media can be applied continuously in online and offline classes
Peningkatan Kreativitas Mahasiswa PGSD dalam Mendesain Media Pembelajaran
Kreativitas merupakan salah satu kunci kesuksesan seseorang. Sebagai calon pendidik, mahasiswa harus memiliki kreativitas, salah satunya kreativitas dalam mendesain media pembelajaran. Media pembelajaran yang dirancang sendiri oleh guru, diharapkan akan lebih efektif dan efesien dalam memprasaranai proses pembelajaran sehingga terjadi pembelajaran yang bermakna dan mendukung tercapainya tujuan pembelajaran. Melalui penerapan metode pembelajaran Project Based Learning (PjBL), mahasiswa PGSD mampu meningkatkan kreativitasnya dalam mendesain media pembelajaran bagi siswa SD. Hal ini terlihat dari data hasil obervasi kreativitas mahasiswa yang mengalami peningkatan, dimana pada pra siklus sebesar 51,2%, pada siklus I meningkat menjadi 63,4%, dan pada siklus II meningkat menjadi 74,1%. Pada siklus I mahasiswa menghasilkan media pembelajaran yang berupa media konvensional. Sedangkan pada siklus II proyek yang dikerjakan mahasiswa yaitu media pembelajaran digital (video). Adapun kualitas media pembelajaran yang dihasilkan mendapakan kategori layak (baik) dengan rerata skor 3,34. Peningkatan kreativitas mahasiswa PGSD dalam mendesain media pembelajaran berhasil karena dengan penerapan metode pembelajaran Project Based Learning (PjBL) mahasiswa dituntut untuk memecahkan permasalahan terkait pentingnya mendesain media pembelajaran yang mendukung tercapainya tujuan pembelajaran, mahasiswa terlibat aktif, terlihat senang, mampu bekerjasama dalam tim, serta mampu memberikan ide maupun pendapat selama proses pembelajaran
Pemanfaatan Teknologi Dalam Pembelajaran Sebagai Upaya Peningkatan Kompetesnsi Pedagogik
Proses pembelajaran yang efektif dan efisien membutuhkan strategi pembelajaran yang tepat. Seorang guru, harus mampu merancang dan melaksanakan pembelajaran yang baik sehingga mampu mencapai tujuan yang ditetapkan. Untuk dapat merancang dan melaksanakan pembelajaran dibutuhkan pemahaman terkait strategi mengajar serta penguasaan terhadap media ajar. Pembelajaran yang efektif terlihat dari bagaimana pembelajaran tersebut dapat menjawab kebutuhan siswa, serta tuntutan kemajuan jaman. Pelatihan pemanfaatan teknologi dalam mengajar menjadi hal yang tepat mengingat pendidikan di Indonesia harus dapat menyesuaikan dengan kemajuan teknologi, terlebih lagi di tengah situasi saat ini yang tidak memungkinkan untuk melakukan pembelajaran secara tatap muka langsung karena merebaknya virus Covid-19. Pemanfaatan teknologi dalam mengajar akan mendorong guru untuk menciptakan proses pembelajaran berbasis teknologi. Pelatihan ini dilakukan pada guru di SDN Wulungsari dengan fokus pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran yang dilakukan secara daring. Melalui kegiatan pelatihan ini, ada peningkatan kemampuan pada para guru di SDN Wulungsari dalam hal pengelolaan pembelajaran berbasis teknologi di mana kemampuan tersebut berada pada kompetensi pedagogik
Peningkatan Kemampuan Menulis Karya Ilmiah Guru Melalui Pelatihan Penelitian Tindakan Kelas bagi Guru SD
Penelitian tindakan kelas merupakan salah satu bentuk penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Didalam penelitian tindakan kelas guru berperan subagai peneliti itu sendiri karena guru dipandang sebagai orang yang paling tahu mengenai permaslahan yang terjadi didalam kelas yang dapat menghambat tercapainya tujuan pembelajaran secara optimal. Melalui penelitian kelas guru merumuskan masalah apa saja yang terjadi didalam kelas untuk kemudian dicari strategi pembelajaran alternatif sebagai upaya untuk memecahkan masalah tersebut. Mengingat pentingnya penelitian tindakan kelas, maka seorang guru wajib untuk memiliki kemampuan melakukan penelitian tindakan kelas. Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun proposal, melakukan penelitian tindakan kelas dan melaporkannya. Melalui kegiatan pelatihan ini dapat menumbuhkan minat guru untuk melakukan penelitian tindakan kelas sehingga diharapkan dapat menjadikan budaya meneliti lebih melekat pada diri seorang guru
Pelatihan Pengembangan Perangkat Pembelajaran Abad 21 Dengan Model Pembelajaran Project Based Learning Berbasis STEM Bagi Guru IPA
Pelatihan ini bertujuan untuk melatih guru IPA yang tergabung sebagai anggota MGMP IPA wilayah Barat Kabupaten Tasikmalaya tentang cara pembuatan perangkat pembelajaran (RPP dan LKPD) dengan menggunakan model Project Based Learning (PjBL) berbasis STEM. Kendala yang biasa dihadapi oleh guru IPA dalam implementasi pembelajaran adalah selalu terbiasa menggunakan format lama dan model pembelajaran discovery learning yang memang dianggap selalu relevan dengan seluruh konsep. Padahal beberapa kompetensi dasar menuntut untuk diterapkannya model pembelajaran seperti PjBL berbasis STEM untuk diimplementasikan di dalam kelas sehingga guru IPA perlu melakukan kegiatan penyegaran dengan mengikuti kegiatan pelatihan ini. Selain itu, cara dan teknik mengimplementasikan model pembelajaran PjBL berbasis STEM ini pun dilatihkan pada guru-guru IPA. Metode yang digunakan adalah pelatihan dan mini workshop. Pelatihan dilaksanakan di kegiatan awal sebagai pendahuluan yang dilanjutkan dengan kegiatan workshop penyusunan dan pengembangan perangkat pembelajaran abad 21 dengan PjBL berbasis STEM. Hasil atau capaian dari kegiatan ini disajikan secara deskriptif dengan menunjukkan bahwa kemampuan guru-guru IPA dalam menyusun perangkat pembelajaran berupa RPP dan LKPD adalah sebagai berikut: 1) format perangkat pembelajaran 90%. 2) kesesuaian KD dan Model PjBL 50%, 3) ketepatan sintaks PjBL 70%, dan 4) kesesuaian dengan LKPD 60%
Pelatihan Penulisan Penelitian Tindakan Kelas Untuk Guru Sekolah Dasar
Pengabdian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan guru sekolah dasar dalam menulis penelitian tindakan kelas. Tujuan penelitian ini adalah untuk melatih guru mengembangkan keterampilan guru dalam menulis penelitian tindakan kelas. Metode pengabdian ini menggunakan metode seminar dan pelatihan. Hasil pengabdian ini adalah guru mampu menulis penelitian tindakan kelas sesuai dengan baik. Implikasi pengabdian ini adalah sebagai acuan oleh praktisi pendidikan untuk meningkatkan keterampilan guru dalam menulis penelitian tindakan kela
Membangun Kesadaran Bernegara Di Sekolah Dasar
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui usaha membangun kesadaran bernegara di Sekolah Dasar. Metodologi penelitian menggunakan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian adalah siswa-siswi kelas VI C SDN Jagir I/393, Surabaya Tahun Ajaran 2019/2020. Pengambilan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan Miles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi pembelajaran membangun kesadaran bernegara Di SDN Jagir I/393, Surabaya dilakukan dalam perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Faktor penghambat pembelajaran membangun kesadaran bernegara Di SDN Jagir I/393 Surabaya adalah penyiapan pembelajaran, kemampuan mengendalikan kelas dan lingkungan peserta didik. Faktor pendukung pembelajaran membangun kesadaran bernegara di SDN Jagir I/393 Surabaya adalah curah pendapat antar guru di di SDN Jagir I/393 Surabaya, penyediakan sarana belajar, dan kepemimpinan, kebijakan kepala sekolah