Publikasi Pendidikan
Not a member yet
    209 research outputs found

    PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN

    Get PDF
    Dalam konteks pendidikan Anak Usia Dini,  Pendidik dan tenaga kependidikan merupakan salah satu faktor utama dalam menentukan keberhasilan pendidikan anak usia dini yang memerlukan perhatian khusus dari pemerintah dan masyarakat. Untuk pendidik PAUD formal dan non formal (TK,RA, TPA, KB, atau sederajat) terdiri atas guru, guru pendamping dan pengasuh. Guru pada umumnya  disyaratkan memiliki empat kompetensi  sebagai berikut. (1) Kompetensi pedagogik,; (2) Kompetensikepribadian; (3) Kompetensi Sosial; (4) Kompetensi Profesional.  Mengenai tenaga kependidikan (Pengawas PAUD, Kepala PAUD, dan Staf administrasi) harus melakukan manajemen tenaga kependidikan yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan pengembangan dalm rangka membina, melatih dan mentraining satf-staf yang ada di lembaga PAUD. Anak usia dini berada pada fase yang sangat fundamental sehingga perlu pembinaansecara menyeluruh agar anak tumbuh dan berkembang dengan baik

    EFEKTIVITAS PENDEKATAN HUMANISTIK DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI DI SD

    No full text
    Salah satu faktor penting dalam menunjang keberhasilan belajar Pendidikan Jasmani di sekolah dasar adalah pendekatan pembelajaran, karena dengan pemilihan pendekatan secara tepat dapat menghasilkan proses pembelajaran yang optimal. Tidak semua materi pelajaran cocok menggunakan pendekatan tertentu, dengan kata lain dapat dinyatakan tidak ada sebuah pendekatan yang dapat digunakan untuk semuua materi pembelajaran, sehingga materi tetentu perlu pendekatan dengan tertentu pula yang efektif. Dalam pembelajaran pendidikan jasmani guru harus dapat memilih suatu pendekatan pembelajaran  secara lunak dan tidak memaksa, sehingga siswa dengan kemauan sendiri ingin melakukan gerak (olahraga). Salah satu pendekatan yang mengarah kepada pemberdayaan dan mendorong siswa untuk senang melakukan gerak adalah pendekatan pembelajaran humanistik. Dan proses pembelajaran dapat dikatakan mengarah kepada pembelajaran humanistik, jika interaksi keterampilan dan interaksi prilaku, serta korektif yang dilakukan oleh guru dalam pembelajaran, siswa terjalin dengan baik. Kata Kunci: Pendekatan Humanistik, Pembelajaan Pendidikan Jasman

    ANALISIS KEBUTUHAN UNTUK PENINGKATAN MUTU KINERJA PENGAWAS SEKOLAH DI MAKASSAR

    Get PDF
    Permasalahan dalam penelitian ini adalah Bagaimana gambaran analisis kebutuhan  pengawas  sekolah untuk meningkatkan mutu kinerja pengawas sekolah di Kota Makassar?. Tujuan dalam penelitian adalah untuk memperoleh gambaran kebutuhan pengawas sekolah  untuk meningkatkan mutu kinerja pengawas sekolah di Kota Makassar. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, dengan populasi seluruh pengawas sekolah dan anggota sampel penelitian hanya 45 orang pengawas sekolah dari berbagai tingkatan sekolah, Data dikumpulkan dengan menggunakan angket, dokumentasi dan wawancara. Kemudian data tersebut dianalisis dengan menggunakan analisis persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi yang dimiliki oleh pengawas sekolah rata-rata termasuk sedang atau hanya mempunyai kompetensi cukup yaitu dalam kompetensi kepribadian rata-rata termasuk sedang, kompetensi manajerial rata- rata termasuk kategori baik, kompetensi Supervisi Akademik  terindikasi termasuk kategori sedang, kompetensi evaluasi pendidikan termasuk kategori baik, kemudian kompetensi penelitian dan pengembangan rata-rata termasuk kategori sedang dan kompetensi sosial rata –rata termasuk kategori sedang. Berdasarkan fakta ini menunjukkan bahwa mutu kinerja pengawas dapat dikembangkan melalui kegiatan pelatihan dan pendidikan formal khusus kepengawasan.Kata kunci : kebutuhan pengawas,  mutu kinerja, pengawas sekola

    KONTRIBUSI PERMAINAN HITAM HIJAU TERHADAP KETERAMPILAN LARI SPRIN MURID SMP NEGARI 11 KOTA JAMBI

    Get PDF
    Generally this research is for knowing the contribution of hitam hijau and sentuh batu games on the ability to sprints for female student of SMPN 11 jambi, specificially this research is for knowing : (1) the contribution of hitam hijau games on the ability to sprints. (2) the contribution of sentuh batu games on the ability to sprints. (3) differences in the contribution of hitam hijau and sentuh batu games on the ability to sprint. And the advantage of this research are (1) for the physical education teacher is as the information form of the game that can be used as a learning media  in order to achieve the indicator skills to run sprints . (2) For the trainers, is for building the ability to sprint for athlete can be done with the hitam hijau and sentuh batu games. The research method that used in this research is the experimental method, using the two groups pretest post test design. The variable in this research is the ability to sprint as the binding variable and the hitam hijau and sentuh batu games as  the free variable . The data that we collected were analyzed with the t test, but before that we conducted the normality and homogenity test. The hypothesis testing result are (1) t hitung (9,35) > t table (1,69). (2) t hitung (6,44) > t table (1,69). (3) t hitung (4,54) > t tabel (2,24).  Thus it can be concluded that (1) hitam hijau games gives the significant contribution for the ability to sprint. (2) sentuh batu games gives the significant contribution for the ability to sprint. (3) there are significant differences  in the contribution of hitam hijau and sentuh batu games for the ability to sprint. Hitam hijau game is far better than sentuh batu games.Keywords : Hitam hijau, Sentuh batu, The ability to sprin

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN MIND MAPPING DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL SISWA KELAS IV SDN 54 KOTA PAREPARE

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui proses penerapan model pembelajaran Mind Mapping pada mata pelajaran IPS tentang perkembangan teknologi di kelas IV SDN 54 Kota Parepare dan untuk meningkatkan hasil belajar IPS tentang perkembangan teknologi siswa kelas IV SDN 54 Kota parepare melalui penerapan model pembelajaran Mind Mapping. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah peneliti dan siswa kelas IV SDN 54 Kota Parepare, sebanyak 26 orang yang terdiri dari 11 laki-laki dan 15 perempuan dan peneliti. Data diperoleh melalui teknik tes, observasi, dan dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan analisis data deskriptif kualitatif dengan cara mengelompokan data aspek guru dan aspek siswa. Tiap siklus dilaksanakan dalam 2 kali pertemuan. Pada siklus I hasil belajar  masih dalam kategori cukup. Pada siklus II hasil belajar telah mencapai indikator keberhasilan dengan kategori baik. Kesimpulan hasil penelitian yaitu terjadi peningkatan hasil belajar IPS melalui penerapan model pembelajaran Mind Mapping pada siswa kelas IV SDN 54 Kota Parepare.Kata kunci : Model Mind Mapping, Ilmu Pengetahuan Sosial, Hasil Belaja

    MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN MELALUI METODE SURVEY, QUESTION, READ, RECITE, REVIEW (SQ3R) PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 46 PAREPARE

    Get PDF
    Berbagai studi internasional menunjukkan bahwa kemampuan membaca pemahaman siswa di Indonesia bergategori rendah. Kemampuan membaca pemahaman di sekolah dasar terutama di kelas lanjut sering diabaikan sehingga hasilnya rendah. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menelaah penerapan metode SQ3R untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa Kelas IV SD Negeri 46 Parepare. Pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan kualitatif. Jenis Penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Subyek penelitianyaitu siswa dan guru kelas IV SD Negeri 46 Parepare. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak 3 siklus. Data diperoleh dengan tehnik observasi dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualifikasi proses pembelajaran membaca pemahaman dengan metode SQ3R di siklus I, II dan III semakin baik. Seiring dengan itu, kemampuan membaca pemahaman siswa juga semakin meningkat di siklus I, II dan III. Kesimpulan penelitian ini adalah penerapan metode Survey, Question, Read, Recite, Review (SQ3R) mampu meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa kelas IV SD Negeri 46 Parepare.Kata Kunci: metode SQ3R, membaca pemahama

    PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD PADA SISWA KELAS IV SD INPRES BTN IKIP II MAKASSAR

    Get PDF
    Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas, bertujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan proses pembelajaran yang mengarah kepada peningkatan hasil belajar matematika. Subyek siswa sebanyak 32 orang semester I 2012. Penelitian dilaksanakan sebanyak 2 siklus, masing-masing siklus dilakukan sebanyak dua kali pertemuan pembelajaran. Data kuantitaf diperoleh melalui tes untuk hasil belajar dan data kualitatif tentang kegitan guru dan siswa melalui lembaran observasi. Hasil analisis kuantitatif menunjukkan bahwa skor rata-rata hasil belajar matematika siswa mengalami peningkatan. Pada siklus I skor rata-rata hasil belajar matematika berada pada kategori “cukup” dan pada siklus II terjadi peningkatan hasil belajar berada pada kategori “baik”. Secara kualitatif terjadi peningkatan motivasi, minat, dan aktivitas siswa, serta kegiatan guru dalam proses pembelajaran matematika dengan pembelajaran kooperatif tipe STAD meningkat. Berdasarkan hasil penelitian ini disimpulkan bahwa dengan penerapan pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar matematika pecahan siswa kelas IV SD Inpres BTN IKIP II Makassar. Kata Kunci: hasil belajar, pembelajaran kooperatif tipe STAD

    PEMBINAAN NARAPIDANA ANAK DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN ANAK SEI. BULU MUARA BULIAN

    Get PDF
    This research is a multi-years research that is planned to be completed in 2 (two) years.  In this year this research aims to see the implementation of child offender in The Children Penitentiary  Sei. Bulu Muara Bulian Jambi. This research is an “Empirical Research”, that conducted  field research on The Child Penitentiary Sei. Bulu Muara Bulian, and conduct interviews to Children Inmates and   observations tothe implementation of the development ofthe children inmates, in addition this research also conducted on The Law and Human Rights Ministry of Jambi. The result of the research shows in The Children Penitentiary Sei. Bulu Muara Bulian Jambi not only populated by children in mates, but also combined with adult female in mates. The result of the field research on the 27 may 2015 the number ofadult female in mates reached47 (Forty-seven) people, the number ofchildinmatesare36 (thirty six) people. The results offield research hasserious problems: 1) from Goal of Development aspect ofthere isa big differences, the purpose of fosteringa child in mates are education and training while the fostering goal of adult women in mates are correctional. 2) From the practical aspectsof the available labor builder is a builder who should have the power (tupoksi) to foster in mates child obtains heavier burden than duties that are supposed, the obligation to implement the guidance to adult female in mates. 3) From the aspect of facilities there is no additional facilities relating with the increasing of the work load. 4) from the aspects of employee resources builder also there is no special addition.The head of the law Ministry and Human Rights Jambi province says the consideration of the merger because of the proximity characteristic still possible to combine. Seeing the empirical condition shows the needs  for the application of Law No.11 of 2012 concerning Juvenile Justice System where the children criminals tries to avoid a child in the punishment imprison ment through the efforts diversion andrestorative justice. The research on the effectiveness of restorative justice through the application of this diversion will be continued in the research studyon the second year. Keywords: Inmates Children, Children Penitentiary, Development of Inmates Children

    THE USE OF FOLKTALES IN TEACHING LISTENING COMPREHENSION

    Get PDF
    The objectives of this research are: (1) To find out whether or not the use of folktales in teaching listening comprehension is effective to improve the students’ listening comprehension ability and (2) To elaborate the students motivation toward the use of folktales in teaching listening comprehension is effective to improve the students’ listening comprehension ability.This research is a quasi experimental research and it employed a cluster random sampling technique. The researcher randomly select two class from six class of the tenth years students. Group A was as experimental group and group B became control group. The data were collected by using test and questionnaire. The data of the students’ learning outcomes on listening were collected by using listening test while the data on the students’ motivation were collected by using questionnaire. Those data were then analyzed descriptively and inferentially using SPSS 16.0 and Likert Scale.The result of data analysis indicated that: (1)the learning outcomes on listening of the tenth years students of SMA Negeri 1 Parepare taught by using folktales in teaching listening significantly increased after the treatment. “The use of folktales in teaching listening comprehension” effective in improving listening comprehension achievement of the students better than conventional activity as indicated by the t-test value 7.571 and the p-value (2-tailed) .000 which was not greater than .05 level of significance; (2) the students were motivated in learning listening by using folktales, as indicated by the mean score 83.83 from the questionnaire. It means that the students were classified strongly motivated students.Key words: folktales and listening comprehensio

    PERKEMBANGAN MORAL ANAK USIA SEKOLAH DASAR

    Get PDF
    Perkembangan moral berkaitan dengan aturan dan konvensi tentang apa yang harus dilakukan oleh manusia dalam interaksi dengan orang lain dan perkembangan moral memiliki dimensi intrapersonal yang mengatur aktivitas seseorang ketika ia tidak terlibat dalam interaksi sosial dan dimensi antarpribadi yang mengatur interaksi sosial dan lingkungan. Pada saat anak telah memasuki sekolah dasar, anak-anak serius mulai mengekspresikan ide lebih obyektif keadilan. Pemahaman ini melibatkan prinsip keadilan (equality), kinerja (prestasi), dan kebajikan (kebaikan). Keadilan berarti bahwa setiap orang harus diperlakukan sama. Prestasi berarti pahala ekstra untuk kerja keras, kinerja yang berbakat, atau perilaku yang terpuji. Kebajikan berarti memberikan pertimbangan khusus kepada mereka yang berada dalam kondisi yang tidak menguntungkan. Oleh karena itu perkembangan moral anak-anak usia sekolah dasar harus diperhatikan bahwa dalam proses pembelajaran di pendidikan moral sekolah diberikan kepada siswa disesuaikan dengan tahap perkembangan mereka.Kata kunci: perkembangan, mora

    185

    full texts

    209

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Publikasi Pendidikan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇