Publikasi Pendidikan
Not a member yet
209 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN ANTARA MINAT DAN PERSEPSI LULUSAN SMU TERHADAP PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR (PGSD)
Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah: 1) Mendapatkan gambaran mengenai persepsi mahasiswa terhadap profesi guru. 2) memahami sejauhmana minat mahasiswa untuk menjadi guru SD. 3) menjelaskan hubungan antara persepsi terhadap profesi guru dengan minat mahasiswa menjadi guru SD. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian survey dengan teknik pengambilan data dengan cara menyebarkan koesioner dan wawancara sebagai data primer pada Fakultas Ilmu Pendidikan Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Selanjutnya data diolah dan dianalisis dengan analisis deskriptif. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Persepsi mahasiswa PGSD UNM lulusan SMU terhadap profesi guru masuk kategori Sangat Baik 56,94% dan 43,06% pada kategori Baik; 2) Minat mahasiswa PGSD UNM lulusan SMU untuk menjadi guru masuk kategori Sangat Baik 52,78% dan 45,83% pada kategori Baik. Namun demikian, terdapat 1,39% mahasiswa yang masih Ragu untuk menjadi guru; dan 3) Hubungan antara persepsi mahasiswa terhadap profesi guru dengan minat menjadi guru SD memiliki korelasi positif sebesar 0,670 yang berarti 67% minat menjadi guru SD berasal dari persepsi mereka terhadap profesi guru, sedangkan sisanya 33% bisa saja dipengaruhi oleh faktor lain.Kata kunci: persepsi terhadap profesi guru, minat menjadi guru S
PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL GROUP INVESTIGASI BAGI MAHASISWA PROGRAM STUDI PGSD SEMESTER III UPP MAKASSAR FIP UNM
Masalah dalam penelitian ini menyorot tentang apakah pembelajaran kooperatif model group investigation dapat meningkatkan keterampilan menyusun konsep / pengetahuan evaluasi hasil belajar bagi mahasiswa Prodi PGSD semester III UPP Makassar FIP UNM? Berdasarkan hal tersebut maka tujuan penelitian adalah untuk mengetahui penerapan pembelajaran kooperatif model group investigation dapat meningkatkan keterampilan menyusun konsep / pengetahuan evaluasi hasil belajar bagi mahasiswa Prodi PGSD semester III UPP Makassar FIP UNM. Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas, model desain penelitian Kemmis berdasarkan siklus-siklus. Subyek penelitian ini adalah mahasiswa Prodi PGSD semester III UPP Makassar FIP UNM yang memprogram Mata Kuliah Evaluasi Pembelajaran di SD pada semester ganjil tahun ajaran 2009/2010. Hasil penelitian menunjukan bahwa pembelajaran kooperatif model group investigasi dapat meningkatkan keterampilan menyusun konsep / pengetahuan evaluasi hasil belajar bagi mahasiswa Prodi PGSD semester III UPP Makassar FIP UNM.Kata kunci: pembelajaran kooperatif, model group investigasi
IbM ALAT BANTU DAN SUMBER BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN PKn DI SEKOLAH DASAR PADA GURU-GURU SEKOLAH DASAR YANG STUDI LANJUT DI PGSD UPP PAREPARE
Media sebagai alat telah membuka jalan untuk mencapai fungsi tujuan pembelajaran. Hal ini didasarkan pada keyakinan bahwa kegiatan pembelajaran dengan bantuan media meningkatkan kualitas kegiatan belajar siswa dalam jangka waktu tertentu. Itu berarti, kegiatan belajar siswa dengan bantuan media dan proses akan menghasilkan hasil belajar yang lebih baik daripada tanpa bantuan media. Akhirnya, dapat dipahami bahwa media adalah alat bantu dalam kegiatan pembelajaran. Dalam hal ini, gurulah yang mempergunakannya untuk pembelajaran siswa demi tercapainya tujuan pembelajaran. Hal inilah yang mendorong penulis untuk mengambil bagian dalam membangun penggunaan media pembelajaran kepada para guru yang mengikuti studi lanjut di PGSD UPP Parepare. Tujuan pembelajaran akan tercapai secara optimal jika pemilihan strategi dan metode yang tepat. Harap dicatat bahwa agar proses pembelajaran dapat dilakukan dengan baik, dalam pelaksanaan pembelajaran dapat memilih satu atau lebih metode.Kata-kata kunci: Alat Bantu, Guru Sekolah Dasar, Sumber Belaja
PEMBELAJARAN INOVATIF DALAM BELAJAR MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR
Matematika merupakan pengetahuan yang sifatnya abstrak dan bernalar deduktif, serta dalam memahaminya memerlukan pemikiran yang tinggi. Siswa SD yang masih berada dalam taraf berpikir konkret dan dalam mengambil suatu kesimpulan masih menggunakan cara berpikir induktif. Dari kedua hal yang tidak sejalan itu diperlukan jembatan penghubung (metode), yang dapat menghubungkan keduanya. Salah satu metode yang telah berhasil menghubungkan kedua keadaan di atas adalah dengan melalui pembelajaran kooperatif, namun diperlukan pemaduan dengan model-model pembelajaran lainnya. Model pembelajaran tersebut antara lain adalah model pembelajaran perubahan konseptual. Model pembelajaran konseptual berakar dari teori pemrosesan informasi dan dalam ide-ide mengenai pergeseran paradigma. Pembelajaran inovativ yang difasilitasi dengan nuansa kooperatif mengkomunikasikan kebutuhan siswa untuk belajar berinteraksi sosial secara afektif dan psikomotor dengan sesama teman di sekolah. Oleh sebab itu, pembelajaran kooperatif sangat perlu diimplementasikan karena disamping dapat memberikan kemudahan belajar, juga memfasilitasi siswa untuk memahami makna learning to live together.Kata kunci: pembelajaran inovati
KAJIAN KONSEP PENGEMBANGAN MODEL SARANA PENDUKUNG PEMBELAJARAN IPA BAGI ANAK TUNADAKSA
Berdasarkan SK Mendikbud Nomor: 0413/1981, SLB/D Pembina Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan ditetapkan sebagai sekolah model yang menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran bagi anak tunadaksa. Untuk memenuhi kualifikasi model, perlu dilengkapi sarana pendukung yang representative dan kapabel sehingga memperlancar tercapainya tujuan pembelajaran. Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 tahun 2003 pasal 36 bahwa kurikulum pada semua jenis dan jenjang pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah dan peserta didik, maka pengembangan alat/sarana pendukung Sekolah Dasar (SDLB/D) harus diberikan secara terpadu dalam arti bahwa alam di sekitar siswa perlu diperkenalkan sebagai suatu keutuhan lingkungan di mana mereka berada.Kata Kunci: Pengembangan Model Sarana Pendukung Pembelajaran IPA, Landasan Pengembangan Model, Tujuan Pengembangan Model, Prinsip Pengembangan Model, Strategi Pengembangan Model
KEMAMPUAN KETERAMPILAN PROSES IPA MAHASISWA PGSD UPP PAREPARE (IPA Process Skil Ability By the Students of PGSD UPP Parepare)
Penelitian penguasaan keterampilan proses IPA mahasiswa PGSD UPP Parepare bertujuan memperoleh informasi tentang keterampilan proses IPA yang kurang dikuasai oleh sebagian besar mahasiswa PGSD UPP Parepare. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan sasaran mahasiswa PGSD UPP Parepare kelas C4 berjumlah 56 orang. Menggunakan sampel populasi. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan dokumentasi. Observasi dilakukan untuk mengamati kemampuan keterampilan proses IPA mahasiswa dalam melaksanakan kegiatan. Sedangkan dokumentasi dimaksudkan adalah menilai laporan hasil kegiatan mahasiswa yang tertuang dalam lembar kegiatan mahasiswa. Data yang diperoleh diolah dengan statistik deskriptif berupa tabulasi, analisis, presentase dan frekuensi kumulatif. Hasil yang diperoleh adalah sebagai berikut:1) Kemampuan keterampilan proses IPA mahasiswa PGSD UPP Parepare tersebar pada rentang 1,50 sampai dengan 3,63 dari 4,00 yang merupakan nilai tertinggi yang mungkin dicapai. 2) Keterampilan proses IPA yang sukar dikuasai oleh sebagian besar mahasiswa adalah keterampilan proses IPA terpadu, rata-rata penguasaan mahasiswa adalah 1,84. 3) Keterampilan proses IPA yang pada umumnya dikuasai oleh sebagian besar mahasiswa adalalah pengamatan, rata-rata penguasaan mahasiswa adalah 3,02 sedangkan keterampilan proses IPA lainnya penguasaan di bawah 3,00. Berkaitan dengan hasil penelitian ini disarankan agar dosen IPA dapat memperbaiki strategi pembelajaran agar aspek kemampuan keterampilan proses IPA mahasiswa dapat lebih ditingkatkan, sebagai salah satu bekal mahasiswa dalam melaksanakan tugasnya sebagai guru yang berkualitas di sekolah dasar pada masa yang akan datang.Kata kunci : Kemampuan, Keterampilan Proses IP
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PENERAPAN PENDEKATAN MATEMATIKA REALISTIK (PMR) PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 5 UNGGULAN WATAMPONE
Peningkatan Hasil Belajar Matematika Melalui Penerapan Pendekatan Matematika Realistik (PMR) Pada Siswa Kelas V SD Negeri 5 Unggulan Watampone. Masalah penelitian ini, yaitu Apakah melalui penerapan pendekatan matematika realistik dalam proses pembelajaran, hasil belajar pada operasi hitung bilangan bulat siswa kelas V SD Negeri 5 Unggulan Watampone dapat meningkat? Untuk meningkatkan hasil belajar pada operasi hitung bilangan bulat siswa kelas V SD Negeri 5 Unggulan Watampone dengan menerapkan pendekatan matematika realistik. jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (action research). Rancangan tindakan ini meliputi persiapan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Prosedur pelaksanaan penelitian direncanakan 2 siklus. Subjek penelitian ini adalah 35 orang, dan seorang guru. Teknik pengambilan data penelitian ini tes, observasi dan dokumentasi. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan Pengoperasian hitung bilangan bulat melalui pendekatan matematika realistik sangat berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar matematika murid Kelas V SD Negeri 5 Unggulan Watampone dengan skor rata-rata hasil belajar matematika pada Siklus I masuk pada kategori sedang pada Siklus II masuk pada kategori tinggi.Kata kunci: hasil belajar matematika, pendekatan matematika realistik
IbM PELATIHAN PENGEMBANGAN MOTORIK HALUS MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU ANAK USIA DINI FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
Tujuan: (a) Memberikan pengetahuan dasar mengenai cara pengembangan motorik halus untuk pembelajaran di Taman Kanak-Kanak. (b) Memberikan dasar pengetahuan tentang jenis permainan yang dapat meningkatkan motorik halus pada anak usia dini dan penerapannya di Taman Kanak-Kanak. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode ceramah bervariasi dan sekilas praktek dalam cara peningkatan motorik halus pada anak dengan cara bermain. Kesimpulan: (1) Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang kami lakukan, mendapat sambutan dan tanggapan positif dari guru taman kanak-kanak dan atau calon guru taman kanak-kanak di kota Makassar. Hal ini terlihat dengan kesungguhan para peserta untuk mengikuti penyajian materi dan pelatihan pengembangan motorik halus yang kami lakukan, mulai dari awal hingga akhir pertemuan. Saat penyajian materi dan pelatihan terjadi diskusi dan tanya jawab yang mendalam antara pembimbing dan peserta, yang hasilnya sangat memuaskan antara keduanya. (2) Pelatihan atau bimbingan tentang pelatihan pengembangan motorik halus anak usia dini, merupakan suatu kegiatan yang sangat menunjang program pendidikan kreativitas khususnya kreativitas anak untuk pembelajaran pada taman kanak-kanak untuk mengembangkan potensi anak usia dini. Saran: (1)Memperbanyak belajar sendiri tentang pengembanagn motorik halus pada anak usia dini. Seperti mengikuti pelatihan dan membaca buku-buku tentang pengembangan motorik halus .(2) Mengaplikasikan kegiatan-kegiatan pengembangan motorik halus dalam pembelajaran disekolah.(3) Sarana dan prasarana yang mendukung dalam penyajian kegiatan pengembangan motorik halus.(4) Kegiatan yang berkesinambungan tentang pelatihan pengembangan motorik halus pada anak.Kata kunci: motorik halus, otorik kasar, bermai
IbM PENDEKATAN KONTEKSTUAL (CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING/CTL) DALAM PEMBELAJARAN BAGI GURU-GURU DI SDN INPRES BIRA 2 BONTOA MAKASSAR
Permasalahan utama dalam kegiatan ini adalah rendahnya pemahaman guru-guru tentang pendekatan kontekstual (Contextual Teaching and Learning/CTL) dalam pembelajaran dan rendahnya kemampuan guru-guru dalam menerapkan pendekatan kontekstual (Contextual Teaching and Learning/CTL) dalam pembelajaran. Metode pelaksanaan adalah mengadakan penyuluhan, yaitu ceramah dan diselingi dengan diskusi, mengadakan bimbingan dan latihan penerapan CTL, dan praktek CTL yang sesuai dengan pokok bahasan mata pelajaran. Hasil yang dicapai adalah pada umumnya peserta pelatihan sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Pelatihan penerapan pendekatan kontekstual ini membuka wawasan baru bagi guru-guru tentang metode dan pendekatan dalam pembelajaran untuk meningkatkan kemampuannya dalam mengajar.Kata kunci: Pendekatan Kontekstual
PENERAPAN MODEL DIRECTED INQUIRY ACTIVITY (DIA) DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA KELAS V SDN 228 LABILI-BILI PINRANG
Pembelajaran membaca pemahaman merupakan salah satu kompetensi dasar yang perlu dimiliki oleh siswa kelas V Sekolah Dasar. Namun demikian, dalam kenyataannya kompetensi membaca pemahaman tersebut masih kurang memadai. Kompetensi membaca pemahaman tersebut perlu terus diupayakan peningkatannya optimal. Salah satu model yang dapat meningkatkan kompetensi membaca pemahaman siswa Sekolah Dasar kelas V adalah dengan menerapkan model Directed Inquiry Activity ( DIA). Kata Kunci : kompetensi, membaca pemahaman, model Directed Inquiry Activit