12755 research outputs found
Sort by
KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA MINUMAN SARI BUAH PEPAYA (Carica papaya L.) DAN LEMON (Citrus limon L.) DENGAN PENAMBAHAN KOLAGEN CEKER AYAM DAN PERBEDAAN KONSENTRASI LEMON
Pangan fungsional merupakan salah satu topik yang banyak dikembangkan saat ini.
Minuman sari buah merupakan salah satu produk minuman fungsional karena kayanya
kandungan nutrisi. Pengembangan minuman fungsional dapat dilakukan dengan
penambahan bahan lain yang memiliki sifat fungsional. Salah satu bahan yang dapat
ditambahkan adalah kolagen. Sumber kolagen alami yang murah dan mudah
didapatkan adalah ceker ayam. Pepaya dan lemon memiliki sinergis antara kandungan
vitamin C yang dapat meningkatkan efektivitas penyerapan dan manfaat kolagen.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh keberadaan kolagen dengan suhu
pelarutan dan perbedaan konsentrasi sari lemon terhadap karakteristik fisik dan kimia
minuman sari buah. Perlakuan pada penelitian ini adalah keberadaan kolagen dengan
suhu (tidak berkolagen, berkolagen dengan suhu 50°C dan berkolagen dengan suhu
75°C) dan 3 konsentrasi penambahan sari buah lemon (0%, 3%, dan 5%) yang pada
tiap perlakuan dilakukan tiga kali pengulangan. Uji yang diamati pada penelitian ini
adalah total padatan terlarut (°Brix), viskositas, aktivitas antioksidan, kadar protein,
dan derajat keasaman (pH). Data analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah
uji statistik menggunakan Uji Normalitas, Homogenitas, One Way ANOVA, Uji Post
Hoc, dan Uji Korelasi (Pearson). Pada penelitian ini diperoleh hasil bahwa
penambahan konsentrasi sari buah lemon, dan keberadaan kolagen dengan suhu
memberikan efek pada karakteristik fisikokimia minuman sari buah pepaya-lemon.
Semakin banyak konsentrasi sari lemon maka akan terjadi peningkatan nilai aktivitas
antioksidan dan kadar protein serta penurunan nilai total padatan terlarut, pH, dan
viskositas. Penambahan kolagen pada minuman sari buah pepaya-lemon menyebabkan
terjadinya penurunan nilai aktivitas antioksidan serta peningkatan kadar protein, total
padatan terlarut, pH, dan viskositas. Peningkatan suhu dalam pelarutan kolagen
menyebabkan penurunan nilai aktivitas antioksidan, kadar protein, dan viskositas serta
peningkatan nilai total padatan terlarut dan pH
STRES PADA MAHASISWA AKTIVIS ORGANISASI: APAKAH SPIRITUALITAS BERPERAN?
Mahasiswa yang terlibat di dalam organisasi mengalami berbagai pengalaman
yang menimbulkan stres. Beberapa penelitian telah menunjukkan spiritualitas
memiliki keterkaitan dengan tingkat stres seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui apakah tingkat spiritualitas memiliki keterkaitan dengan tinggi dan
rendahnya stres mahasiswa yang aktif dalam organisasi kampus. Hipotesis yang
diajukan adalah ada hubungan negatif antara spiritualitas dengan stres pada
mahasiswa aktivis organisasi. Subjek yang dilibatkan adalah 108 mahasiswa yang
aktif mengikuti organisasi intra kampus atau ekstra kampus. Alat ukur yang
digunakan adalah Skala Spiritualitas yang diadaptasi berdasarkan Spiritual
Orientation Inventory dan Skala Stres dengan menggunakan aspek stres menurut
Sarafino dan Smith. Analisis data dengan korelasi Pearson Product Moment
menunjukka
PENGARUH LITERASI DAN SIKAP KEUANGAN TERHADAP PENGELOLAAN KEUANGAN PADA UMKM PERDAGANGAN FOOD AND BEVERAGE DI SEMARANG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah literasi keuangan dan
sikap keuangan berpengaruh terhadap perilaku pengelolaan keuangan. Sampel
penelitian ialah 120 pemilik UMKM food and beverage di semarang dengan
metode convenience sampling. Teknik analisis data menggunakan regresi
berganda dengan menggunakan aplikasi SmartPLS. Hasil analisis membuktikan
bahwa literasi keuangan dan sikap keuangan berpengaruh kepada perilaku
pengelolaan keuangan
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI MENGGUNAKAN PENDEKATAN METODE RAPID APPLICATION DEVELOPMENT PADA PT. KING ASRI PRATAMA
Sejalan dengan berkembangnya teknologi dan pertumbuhan perekonomian, perkembangan industri
dan sistem operasional perusahaan semakin beragam mengikuti era kini. perusahaan yang
beroperasional dan bertujuan mencari laba semaksimal mungkin perlu mengelola informasi dalam
suatu sistem yang dapat menyediakan data yang dibutuhkan oleh pemangku kepentingan seperti
pemilik, manajer, pemegang saham, dan sebagainya. Perkembangan sistem informasi akuntansi
berbasis teknologi semakin banyak berkembang dan memberikan kemudahan dalam meng-input data,
mengolah, dan menghasilkan suatu informasi laporan keuangan yang dapat dipercaya, mudah
dipahami, relevan dan tepat waktu. Penerapan sistem informasi ini menjadi penyedia pengguna
informasi keuangan untuk pihak internal dan eksternal untuk dasar pengambilan keputusan.
Penelitian ini bertujuan untuk perancangan desain sistem informasi akuntansi pada PT. King
Asri Pratama Semarang dengan pendekatan metode Rapid Application Development(RAD).
PT. King Asri Pratama belum dapat menentukan harga pokok produksi dengan tepat sesuai dengan
biaya bahan baku yang dipakai untuk memenuhi permintaan customer yang berbeda-beda karena
bagian produksi yang menentukan takaran bahan baku belum terintegrasi dengan sistem informasi
akuntansi yang memadai. Berdasarkan penelitian ini, perusahaan King Asri Pratama dapat
meningkatkan penggunaan sistem informasi akuntansi yang lebih efisien dan efektif serta akurat dalam
kegiatan operasional sehari-hari
GENDER CLASSIFICATION BASED ON EYE IMAGES USING CONVOLUTIONAL NEURAL NETWORK (CNN) ALGORITHM
The eyes are one of the most important parts of the human
senses. Generally, human eyes differ in shape and color. Through
the eyes, it is sometimes also used to differentiate male or fema le
gender. In this study the author conducted research on
distinguishing human gender through the eyes using the CNN
algorithm and using the "Orange" application. After conducting
research using the CNN a lgorithm and the "Orange" application, the
author obta ined very satisfying results. The figures obta ined by the
author when using the CNN algorithm were 95% compared to
previous research which only managed to get a va lue of 92.5%.
During the research, the author a lso compared it with the Na ïve
Bayes algorithm as a comparison algorithm. When the author
conducted research using the Naïve Bayes algorithm, the author
only got a score of 85%. In this study the author conc luded that the
CNN algorithm is very capable and very good at recognizing and
classifying human gender through the eyes
PEMAJAKAN ATAS PENYERAHAN JASA KEPADA BENDAHARAWAN PEMOTONG PPH PASAL 23
Penelitian ini menganalisis pemotongan PPh 23 atas jasa konsultan oleh CV ABC
pada 2019, termasuk identifikasi masalah, solusi, dan pelaporan pajaknya.
Ditemukan kesalahan tarif pada masa Juli dan November. Solusinya meliputi
verifikasi, klarifikasi, dan pembetulan bukti potong untuk kredit pajak dalam SPT
PPh Badan
ANALISIS KEWAJIBAN PERPAJAKAN ATAS PAJAK PENGHASILAN PASAL 23 STUDI KASUS PADA PT XYZ
Dalam pelaksanaan kewajiban perpajakan, wajib pajak tidak lepas dari
potensi kesalahan, baik pada tahap penghitungan, penyetoran, maupun pelaporan.
Salah satu kesalahan umum yang terjadi adalah pemilihan Kode Jenis Setoran (KJS)
yang tidak sesuai, yang umumnya disebabkan oleh human error. Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis penyebab kesalahan pemilihan KJS PPh Pasal 23 oleh
PT XYZ, klien Kantor Jasa Akuntan Edy Susanto-Hendra dan Rekan, dampaknya
bagi perusahaan, serta mengidentifikasi solusi dan langkah-langkah
penanganannya. Data diperoleh melalui wawancara dan studi dokumentasi. Pada
Agustus 2024, PT XYZ menggunakan KJS 100 (PPh 23 Masa) dalam proses
penyetorannya, padahal seharusnya menggunakan KJS 104 (PPh 23 atas Jasa).
Kesalahan ini menimbulkan kewajiban perusahaan untuk mengajukan permohonan
pemindahbukuan agar setoran pajak dapat dialihkan ke KJS yang benar. Namun,
proses tersebut telah melewati batas waktu yang ditetapkan DJP, sehingga
berdampak pada keterlambatan pelaporan SPT Masa PPh 23. Akibatnya, PT XYZ
dikenakan sanksi administrasi berupa denda sebesar Rp 100.000 sesuai Pasal 7 Ayat
1 UU KUP. Ke depannya, PT XYZ disarankan untuk menyiapkan daftar KAP dan
KJS yang valid serta melakukan pengecekan ulang di setiap proses yang dilakukan
guna menghindari kesalahan dan sanksi pajak
A COMPARATIVE ANALYSIS OF GAUSSIAN NAIVE BAYES, MULTINOMIAL NAIVE BAYES, AND K-NEAREST NEIGHBOR PERFORMANCE TO ANALYZE RAIN PREDICTION IN THE SEMARANG CITY AREA
Semarang, known for its heavy rainfall, faces a significant impact on the daily lives of its
residents. Given the erratic rainfall patterns and frequent changes, accurate predictions have
become crucial for disaster response and preparedness. While various algorithmic methods have
been used, implementing Gaussian Naive Bayes, Multinomial Naive Bayes, and K-Nearest
Neighbor (KNN) remains less than optimal, often being perceived as having lower accuracy than
other algorithms. However, several studies indicate that Naive Bayes methods are widely
employed and have even achieved up to 84.26% accuracy. This research aims to explore and
compare the performance of these three algorithms in predicting rainfall in Semarang. By utilizing
historical weather data from 2013 to 2024 obtained from dataonline.bmkg.go.id, this study
evaluates the performance of each algorithm. Through data processing and analysis with
Gaussian Naive Bayes, Multinomial Naive Bayes, and KNN, the expected outcome is to identify
which algorithm provides the most precise and reliable rainfall predictions based on precision,
accuracy, recall, and F1 score metrics
COMPARING LOGISTIC REGRESSION AND NAÏVE BAYES ALGORITHM FOR DEPRESSION IDENTIFICATION FROM SOCIAL MEDIA USAGE
Social media has changed how people live today, bringing positive and negative effects
on their mental health. It can get the user addicted, anxious, feeling alone, and depressed which
affects their relationships and responsibilities in real life. A Lot of studies use the Naïve Bayes
Algorithm for detecting mental health problems but the Logistic Regression Algorithm is used
the least. Some studies show that Naïve Bayes has a high accuracy, reaching 92.5%. This study
aims to compare both the Naive Bayes Algorithm and Logistic Regression to detect mental health
problems through social media usage. The datasets this study uses are 481 user data obtained
from Kaggle containing their use of social media patterns and mental health conditions. By
using both Naïve Bayes and Logistic Regression, this study hopes to analyze depression signs by
the users’ social media usage and to find which algorithm performs the best in terms of
accuracy, precision, recall, and F1 scores
KARAKTERISTIK SPASIAL PERMUKIMAN BANTARAN SUNGAI KAMPUNG PAJALA KABUPATEN TOLITOLI
Permukiman Kampung Pajala di bantaran Sungai Tuweley, Kabupaten
Tolitoli, merupakan kawasan permukiman pesisir yang terbentuk secara organik
melalui proses migrasi, kekerabatan, dan adaptasi terhadap lingkungan fisik.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola kawasan dan hunian
berdasarkan kelompok penghuni, menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi
terbentuknya pola kawasan, serta mendeskripsikan karakteristik spasial bangunan
dan permukiman yang berkembang di kawasan ini. Pendekatan kualitatif-deskriptif
digunakan dalam penelitian ini, melalui observasi lapangan, wawancara mendalam,
dokumentasi visual, dan analisis spasial kawasan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola permukiman di Kampung Pajala
merupakan kombinasi antara pola linear dan clustered, yang terbentuk mengikuti
urutan kedatangan, jaringan kekerabatan, dan kondisi fisik lahan. Permukiman ini
tidak tumbuh secara terencana, melainkan berlapis sesuai perkembangan keluarga
dan dinamika ruang. Faktor utama yang memengaruhi pembentukan pola kawasan
adalah kondisi topografi dan risiko banjir, status legalitas tanah, struktur ekonomi
berbasis maritim, serta relasi sosial berbasis keluarga besar. Karakter spasial
bangunan menunjukkan variasi yang kompleks pada orientasi bangunan, tata letak
dan zonasi ruang, tingkatan lantai, keterbukaan ruang, serta besaran ruang. Warga
secara adaptif memanfaatkan ruang secara vertikal dan horizontal untuk menunjang
fungsi domestik dan sosial.
Penelitian ini menegaskan bahwa karakter spasial permukiman di Kampung
Pajala merupakan refleksi dari interaksi antara faktor sosial, budaya, ekonomi, dan
lingkungan yang saling terkait. Pendekatan sosial-spasial yang digunakan
menunjukkan bahwa struktur permukiman tidak semata ditentukan oleh desain
fisik, tetapi juga oleh praktik ruang yang dibentuk secara dinamis oleh
penghuninya. Temuan ini diharapkan dapat menjadi kontribusi dalam upaya
penataan kawasan permukiman informal berbasis karakter lokal, khususnya di
wilayah bantaran sungai.
Keywords : Masyarakat Pesisir, Kampung Pajala, Permukiman di Bantaran
Sungai, Pola Spasial, Sosial-Budaya