12755 research outputs found
Sort by
Korespondensi Penerbitan Artikel berjudul Addresing The Debate on The Eco-Friendliness of Indonesian Batik by Water Footprint approach
Artukel ini diterbitkan oleh Journal of Environmental Science and Sustainable Development - UNiversitas Indonesi
IMPLEMENTASI KERAHASIAAN REKAM MEDIS PADA RUMAH SAKIT LEVEL 1 INDO – FPU MINUSCA 5 AFRIKA TENGAH
Setiap fasilitas pelayanan pada kesehatan wajib menyelenggarakan rekam medis
yang memiliki banyak aspek kegunaan dan berisikan catatan dan dokumen penting
tentang identitas pasien, pengobatan, pemeriksaan, tindakan serta pelayanan lain
yang diberikan kepada pasien.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji pengaturan kebijakan
terkait penerapan kerahasiaan rekam medis pada Rumah Sakit di Indonesia dan
Afrika Tengah, pelaksanaan kerahasiaan data rekam medis dalam rangka
pelindungan hukum terhadap pasien di Rumah Sakit Level 1 Indo-FPU Minusca 5
Afrika Tengah, serta bentuk pelindungan hukum data pasien terkait kebijakan
kerahasiaan rekam medis di Rumah Sakit level 1 Indo-FPU Minusca 5 Afrika
Tengah.
Penelitian ini adalah jenis penelitian hukum empiris yang bersifat deskriptif analitis.
Lokasi penelitian dilakukan di RS Level 1 Indo–Fpu Minusca 5 Afrika Tengah.
Jenis data berupa data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dengan
wawancara, adapun data sekunder meliputi bahan hukum primer, sekunder dan
tersier. Data dianalisis secara kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan kebijakan penerapan kerahasiaan
rekam medis pada Rumah Sakit Level 1 Indo-FPU Minusca 5 Afrika Tengah telah
sesuai dengan Permenkes No. 24 Tahun 2022, UU No. 17 Tahun 2023 dan
KUHPerdata, serta menggunakan prinsip-prinsip dalam Deklarasi PBB meliputi
kerahasiaan, akses pasien, persetujuan informasi dan keamanan data. Implementasi
kerahasiaan data rekam medis dalam rangka pelindungan hukum terhadap pasien di
Rumah Sakit Level 1 Indo-FPU Minusca 5 Afrika Tengah yang didirikan oleh
Pemerintah Indonesia c.q. POLRI dalam rangka memelihara misi perdamaian PBB
meliputi kontrol akses yang ketat, enkripsi data, penanganan data sesuai dengan
SOP, Pelatihan rutin bagi tenaga kesehatan dan Pengawasan dan audit kepatuhan.
Bentuk pelindungan hukum data pasien terkait kebijakan kerahasiaan rekam medis
di Rumah Sakit level 1 Indo-FPU Minusca 5 Afrika Tengah berupa pembatasan
akses hanya untuk tenaga medis yang berwenang, penggunaan teknologi informasi
yang aman, pemenuhan hak pasien dan pemberlakuan sanksi bagi pelanggaran.
Rekomendasi atas saran Peneliti adalah agar Rumah Sakit level 1 Indo-FPU
Minusca 5 Afrika Tengah terus meningkatkan teknologi keamanan dan melakukan
audit eksternal secara berkala untuk melindungi data pasien dari ancaman siber.
Selain itu, penting untuk memberlakukan sanksi tegas bagi pelanggar kebijakan
kerahasiaan dan memberikan edukasi kepada pasien tentang privasi data pasien
PERANCANGAN MEDIA EDUKASI UPAYA PENCEGAHAN DIARE PADA ANAK DI LINGKUNGAN KUMUH SEMARANG
Sekitar 8.600 kasus diare terjadi pada anak di Indonesia.Lingkungan yang tidak
bersih menjadi salah satu faktor utama penyebab diare, terutama di daerah seperti
Semarang Utara. Angka kematian akibat diare pada anak di Indonesia sangat
mengkhawatirkan. Untuk mengatasi masalah ini, perlu upaya edukasi yang intensif. Buku
edukasi interaktif yang dirancang khusus terutama untuk anak-anak di Semarang Utara
diharapkan dapat meningkatkan kesadaran mereka tentang pentingnya menjaga
kebersihan dan mencegah penyakit diare. Kemudian dengan adanya merchandise
sebagai media pendukung agar para target sasaran lebih tertarik dengan media
pembelajaran yang di buat perancang
PERAN RUMAH SAKIT KETERGANTUNGAN OBAT (RSKO) JAKARTA DALAM PENANGGULANGAN KECANDUAN NARKOTIKA DENGAN PENDEKATAN RESTORATIVE JUSTICE
RSKO Jakarta memiliki kewenangan dalam rehabilitasi pelaku penyalahgunaan
narkotika, namun efektivitasnya masih terbatas karena banyak pelaku yang kembali
menyalahgunakan narkoba dan perlu rehabilitasi ulang. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis peran RSKO Jakarta dalam penanganan kecanduan narkotika dengan
pendekatan restorative justice serta hambatan-hambatan yang dihadapi dalam
implementasinya.
Penelitian ini menggunakan metode yuridis sosiologis dengan pendekatan deskriptif
analitis. Data penelitian meliputi data primer dan sekunder, serta tiga jenis bahan
hukum seperti bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa RSKO berlandaskan pada berbagai regulasi
hukum, seperti KUHAP, Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, ,
Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan dan Peraturan Pemerintah
No. 28 Tahun 2024, yang memberikan dasar hukum dalam menyediakan layanan
rehabilitasi medis dan sosial bagi pengguna narkotika. Kemudian, RSKO memainkan
peran yang sangat penting dalam sistem peradilan pidana terkait penyalahgunaan
narkotika, dengan memberikan layanan rehabilitasi medis dan sosial bagi para
tersangka yang mengalami ketergantungan narkotika. Tidak hanya itu, RSKO
bertanggung jawab untuk melakukan asesmen medis dan psikologis, menentukan
tingkat ketergantungan, serta memberikan perawatan yang diperlukan guna
memulihkan kondisi fisik dan mental para tersangka. RSKO tidak hanya berfungsi
sebagai fasilitas medis, tetapi juga sebagai bagian integral dari pendekatan rehabilitatif
dalam sistem peradilan pidana, yang sejalan dengan prinsip keadilan restoratif.. pada
pelaksanaan peran ini, RSKO menghadapi beberapa hambatan terkait faktor hukum,
penegakan hukum, sarana prasarana, masyarakat, dan budaya. Beberapa hambatan
termasuk konflik norma dalam peraturan yang menyebabkan pelaku tidak selalu
mendapat rehabilitasi, kurangnya koordinasi antara institusi terkait, serta stigma sosial
terhadap pecandu narkotika yang menghambat proses rehabilitasi.
Penelitian ini merekomendasikan untuk dilakukan revisi regulasi terkait restorative
justice dalam perkara narkotika, serta peningkatan koordinasi antara lembaga terkait
dan alokasi dana yang lebih besar untuk meningkatkan kualitas pelayanan rehabilitasi
di RSKO Jakarta
HUBUNGAN KADAR KOLESTEROL TOTAL DENGAN DERAJAT TEKANAN DARAH PADA PASIEN DI PUSKESMAS KEBONAGUNG KABUPATEN DEMAK
Berdasarkan Riskedas tahun 2018 prevalensi hipertensi di Indonesia adalah
sebanyak 34,1% dan pada tahun 2022 Kabupaten Demak menjadi peringkat 10 dari
seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah dengan penderita hipertensi tertinggi.
Dislipidemia (peningkatan kadar kolesterol total) menjadi salah satu faktor risiko
penyebab hipertensi yang dapat diubah. Untuk mengetahui seseorang menderita
hipertensi satu-satunya cara yang dapat dilakukan adalah melalui pengukuran
tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar
kolesterol total dengan derajat tekanan darah pada pasien di Puskesmas
Kebonagung Kabupaten Demak. Penelitian ini merupakan penelitian observasional
analitik dengan metode penelitian studi cross-sectional yang dilakukan di posbindu
Puskesmas Kebonagung Kabupaten Demak dengan jumlah sampel penelitian
sebanyak 85 responden. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman’s.
Karakteristik subjek penelitian sebagian besar berjenis kelamin perempuan
sebanyak 69 (81,2%) orang dan rentang usia 60-69 tahun sebanyak 27 (31,8) orang.
Hasil pemeriksaan kadar kolesterol total mayoritas pada kadar yang diinginkan
sebanyak 36 (42,4%) dan pengukuran tekanan darah mayoritas mengalami
hipertensi derajat 2 sebanyak 59 (69,4%). Hasil uji korelasi antara kadar kolesterol
total dan derajat tekanan darah menggunakan Spearman’s diperoleh nilai p-value
sebesar 0,506 (p>0,05) yang menunjukkan tidak terdapat hubungan antara kadar
kolesterol total dengan derajat tekanan darah pada pasien di Puskesmas
Kebonagung Kabupaten Demak
HUBUNGAN TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT DENGAN KADAR GULA DARAH PUASA PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS KEDUNGMUNDU SEMARANG
Pendahuluan: Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronik yang
mengancam jiwa. Diabetes melitus ditandai dengan tingginya kadar gula darah
yang diakibatkan karena resisten terhadap insulin, maka pasien diabetes melitus
perlu untuk mengendalikan kadar gula darah dengan cara mengkonsumsi obat
antidiabetik, namun masih banyak pasien yang kurang memperhatikan pada
kepatuhan minum obat sehingga menyebabkan kadar gula darah puasa tidak
terkendali.
Tujuan: Mengetahui hubungan antara tingkat kepatuhan minum obat dengan kadar
gula darah puasa pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Kedungmundu
Semarang.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain Cross-sectional. Sampel yang
digunakan 100 orang pasien diabetes melitus tipe II di Puskesmas Kedungmundu
Semarang yang mengikuti prolanis. Instrumen yang digunakan dalam penelitian
yaitu MMAS-8 untuk mengukur kepatuhan mengonsumsi obat dan pengambilan
darah vena untuk mengukur gula darah puasa.
Hasil: Hasil penelitian menunjukan 31% pasien memiliki tingkat kepatuhan rendah
dan kadar gula darah puasa tidak terkendali. Hasil analisis statistik uji Spearman
menunjukkan bahwa terdapat hubungan bermakna (p< 0,001) antara tingkat
kepatuahn minum obat dengan kadar gula darah puasa.
Kesimpulan: Terdapat hubungan bermakna antara tingkat kepatuhan minum obat
dengan kadar gula darah puasa pada pasien diabetes melitus tipe 2 dimana semakin
tinggi tingkat kepatuhan minum obat maka kadar gula darah puasa terkendali
RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI PEMESANAN BAHAN BANGUNAN BERBASIS WEB PADA TOKO SUMBER BANGUNAN RAJAWALI
Toko Sumber Bangunan Rajawali menghadapi kendala dalam proses
pemesanan bahan bangunan secara manual, seperti keterlambatan pemrosesan,
kesulitan memantau stok real-time, dan terbatasnya metode pembayaran. Penelitian
ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan website pemesanan bahan
bangunan untuk meningkatkan pengalaman pelanggan. Metode pengembangan sistem
menggunakan Waterfall dengan tahapan analisis kebutuhan, perancangan,
implementasi, pengujian, dan pemeliharaan. Teknologi utama meliputi PHP, HTML,
CSS, MySQL, Composer, serta integrasi Midtrans API untuk pembayaran digital.
Hasil pengujian black-box testing menunjukkan semua fitur berfungsi optimal,
seperti manajemen produk, pemesanan online, pembayaran digital, dan laporan
penjualan. Sistem ini juga meningkatkan kepuasan pengguna melalui katalog digital,
akses multi-perangkat, dan Payment notification URL untuk memperbarui status
pemesanan. Evaluasi dari pemilik toko dan admin menyatakan sistem membantu
mengatasi masalah manual, dengan saran pengembangan tambahan seperti fitur
pelacakan pengiriman dan integrasi aplikasi mobile.
Kata Kunci: Sistem Informasi Pemesanan, Berbasis Web, Bahan Bangunan, Midtrans
API, Waterfall
GREEN HUMAN CAPITAL SUATU KAJIAN DESKRIPTIF KUANTITATIF DI CV. DUTA FRUTINDO BEVERAGE
Green Human Capital (GHC) didefinisikan sebagai banyaknya pengetahuan,
keterampilan, kapabilitas, pengalaman, sikap, kebijaksanaan, kreativitas dan
komitmen tentang perlindungan lingkungan yang tertanam pada diri karyawan. Tujuan
dari penelitian ini adalah untuk mengetahui deskripsi penerapan green human capital
di CV. Duta Frutindo Beverage. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif.
Dalam penelitian ini menggunakan sumber data primer yang mana terdapat 4 informan
yaitu top manager, kepala produksi, supervisor accounting, dan supervisor marketing.
Penerapan green human capital pada CV. Duta Frutindo Beverage yaitu pelatihan
reboisasi, pelatihan pengolahan limbah produksi, kegiatan “jum’at bersih”, kegiatan
reboisasi, berupaya dalam operasi bisnis ramah lingkungan, dan proses pengolahan
limbah produksi. Hasil dari tanggapan informan menunjukan bahwa green human
capital pada CV. Duta Frutindo Beverage mendapatkan hasil kategori tinggi.
Walaupun kategori tinggi akan tetapi pada indikator pengalaman dan kreativitas
mendapatkan hasil kategori rendah
STRATEGI PENGEMBANGAN BISNIS TOKO ONLINE PELITA GROSIR
Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan bisnis bagi Pelita
Grosir, sebuah toko grosir online di Semarang yang mengalami fluktuasi penjualan
akibat meningkatnya persaingan di platform e-commerce. Pelita Grosir dikenal sebagai
salah satu penjual utama minyak angin roll-on aromaterapi, namun menghadapi
tantangan dalam mempertahankan omzet dan bersaing dengan toko-toko besar yang
memiliki modal dan promosi lebih kuat. Penelitian ini menggunakan pendekatan
deskriptif kualitatif dengan metode analisis SWOT (Strengths, Weaknesses,
Opportunities, Threats), matriks IFAS, EFAS, IE, dan SWOT untuk mengidentifikasi
faktor-faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi kinerja bisnis. Data
dikumpulkan melalui kuesioner dan wawancara terhadap pemilik, karyawan, dan
konsumen Pelita Grosir. Hasil analisis menunjukkan bahwa Pelita Grosir memiliki
kekuatan dalam harga produk yang kompetitif, pengemasan aman, dan status star seller
di marketplace, tetapi masih memiliki kelemahan seperti ketergantungan terhadap satu
platform dan kurangnya promosi yang optimal. Strategi pengembangan yang
disarankan mencakup perluasan saluran penjualan, penguatan promosi digital,
diversifikasi produk, dan peningkatan pelayanan pelanggan. Implementasi strategi yang
tepat diharapkan dapat membantu Pelita Grosir memperkuat posisi di pasar dan
meningkatkan omzet secara berkelanjutan
PERBANDINGAN PENGHITUNGAN PPH 21 BERDASARKAN PMK 101/2016 DENGAN PMK 168/2023 UNTUK PEGAWAI TETAP PADA YAYASAN PENDIDIKAN MSD
Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 merupakan pajak yang dikenakan atas penghasilan
yang diterima oleh Wajib Pajak orang pribadi dalam negeri terkait pekerjaan, jasa, atau
kegiatan. Regulasi terkait PPh Pasal 21 telah mengalami berbagai perubahan untuk
menyesuaikan dengan dinamika ekonomi dan administrasi perpajakan. Salah satu perubahan
signifikan terdapat pada peraturan yang diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.
101/PMK.010/2016 yang digantikan oleh PMK No. 168/2023 yang mulai berlaku pada tahun
2024. Perubahan ini mencakup penyesuaian tarif pajak, penghitungan Penghasilan Tidak Kena
Pajak (PTKP), pengenalan metode penghitungan baru berupa Tarif Efektif Rata-rata (TER),
serta penyederhanaan prosedur administrasi perpajakan. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis perbedaan antara PMK 101/2016 dan PMK 168/2023 serta dampaknya terhadap
proses pemotongan dan pelaporan PPh Pasal 21 di yayasan pendidikan. Pendekatan kualitatif
deskriptif digunakan dalam penelitian ini, dengan studi kasus yang mengumpulkan data
melalui studi literatur, wawancara, dan analisis dokumen perpajakan. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa perubahan peraturan ini memberikan tantangan baru bagi yayasan
pendidikan dalam mengelola kewajiban perpajakan, terutama dalam penyesuaian sistem
administrasi dan prosedur pelaporan pajak yang baru. Diharapkan, hasil penelitian ini dapat
memberikan pemahaman yang lebih mendalam bagi yayasan pendidikan untuk mengelola
kewajiban perpajakan sesuai ketentuan PMK 168/2023 serta memberikan rekomendasi
strategis untuk memudahkan transisi dan meningkatkan kepatuhan serta efisiensi administrasi
perpajakan