Soegijapranata Catholic University

Unika Repository
Not a member yet
    12755 research outputs found

    PERLINDUNGAN HAK ATAS RAHASIA MEDIS PENDERITA HIV/AIDS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MOROWALI

    No full text
    Kabupaten Morowali terdapat salah satu kawasan pengolahan nikel terbesar di Indonesia dan bahkan di kawasan ASEAN saat ini. Praktik pertambangan di Indonesia umumnya identik dengan budaya prostitusi, narkoba dan kasus lainnya. Peningkatan praktik prostitusi berdampak pada meningkatnya angka penyakit menular seksual seperti HIV/AIDS. Meningkatnya kasus HIV/AIDS di Morowali merupakan salah satu tanggung jawab Rumah Sakit Umum Daerah Morowali (RSUD Morowali) merupakan Rumah Sakit Milik Pemerintah Daerah yang menjadi pusat rujukan di Kabupaten Morowali, dalam hal ini RSUD Morowali bertanggung jawab atas kerahasian pasien namun pada kenyataannya Loket pendaftaran penderita HIV/AIDS di RSUD Morowali masih bergabung dengan poli lain. Demikian juga dengan Ruang Poli HIV/AIDS sehingga Penderita merasa rahasia penyakitnya kurang terjaga. Maka, peneliti hendak mengkaji permasalahan tentang Perlindungan Hak Atas Rahasia Medis Terhadap Penderita HIV/AIDS di Rumah Sakit Umum Daerah Morowali. Tujuan penelitian tersebut yaitu Untuk mengetahui perlindungan hak atas rahasia medis terhadap penderita HIV/AIDS di Rumah Sakit Umum Daerah Morowali, dan mengetahui upaya hukum yang dapat dilakukan oleh penderita HIV/AIDS di Rumah Sakit Umum Daerah Morowali apabila terjadi pelanggaran hak atas rahasia medis. RSUD Morowali memfasilitasi perjanjian tindakan medis antara dokter dan pasien HIV/AIDS. Dalam hal rekam medis, RSUD Morowali melakukan perlindungan data rahasia medis pasien berdasarkan Standar Operasional Prosdur (SOP). Upaya hukum yang dapat dilakukan oleh penderitaHIV/AIDS di Rumah Sakit Umum Daerah Morowali apabila terjadi pelanggaran hak atas rahasia medis yaitu upaya hukum secara administratif, perdata maupun pidana. Kata Kunci : Perlindungan HAK, Rekam Medis, Penderita HIV/AID

    TANGGUNG JAWAB PEMERINTAH KOTA SEMARANG DALAM PENGENDALIAN EKSPLOITASI ANAK JALANAN UNTUK MEWUJUDKAN PELINDUNGAN HAK ANAK

    No full text
    Penelitian dengan judul “Tanggung Jawab Pemerintah Kota Semarang Dalam Pengendalian Eksploitasi Anak Jalanan Untuk Mewujudkan Pelindungan Hak Anak” ini membahas bagaimana bentuk tanggung jawab Pemerintah Kota Semarang dalam pengendalian eksploitasi anak jalanan. Fenomena anak jalanan di Kota Semarang masih menjadi persoalan sosial yang kompleks. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis empiris. Spesifikasi penelitian ini adalah deskriptif analitis. Objek penelitian dari skripsi ini yaitu tanggung jawab pemerintah Kota Semarang yang terdiri dari bentuk tanggung jawab beserta peraturannya, kemudian permasalahn yang dihadapi beserta dengan solusi dalam pengendalian eksploitasi anak jalanan untuk mewujudkan pelindungan hak anak. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Dan metode analisis data yang digunakan yaitu metode kualitatif . Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan tanggung jawab Pemerintah Kota Semarang belum berjalan optimal. Dinas Sosial masih terkendala pada keterbatasan sarana dan fasilitas serta program pembinaan yang belum berkelanjutan. Satpol PP cenderung menekankan aspek ketertiban umum semata tanpa memperhatikan aspek hak anak dan perlindungan anak. DP3A masih belum maksimal dalam menjalankan tugasnya dalam pemenuhan hak-hak anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanggung jawab Pemerintah Kota Semarang dalam pengendalian eksploitasi anak jalanan telah dilaksanakan melalui berbagai program penertiban, pembinaan, dan pemulihan sosial. Dari sisi faktor hukum (substansi hukum), peraturan yang digunakan sudah baik dan tidak menimbulkan tumpang tindih antarperaturan, mulai dari UUD 1945, Undang-Undang Perlindungan Anak, hingga Peraturan Daerah dan Peraturan Wali Kota. Namun, efektivitas pelaksanaan kebijakan masih belum optimal karena faktor penegak hukum, sarana-prasarana, masyarakat, dan budaya hukum belum berjalan sinergis. Koordinasi antarinstansi masih lemah, serta partisipasi masyarakat dalam upaya perlindungan anak jalanan belum maksimal. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kerja sama lintas instansi dan pembentukan SOP terpadu agar pengendalian eksploitasi anak jalanan di Kota Semarang dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan

    PENERAPAN PIDANA TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA YANG MENYEBABKAN LUKA (STUDI KASUS NOMOR: 418/PID.B/2022/PN SMG)

    No full text
    Salah satu jenis tindak pidana yang di dalam masyarakat adalah tindak pidana Pengeroyokan dan/atau Penganiayaan yang mana keduanya adalah tindak pidana yang dapat menyebabkan luka. Penelitian dengan judul: PENERAPAN PIDANA TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA YANG MENYEBABKAN LUKA (STUDI KASUS NOMOR: 418/PID.B/2022/PN. SMG) ini bertujuan untuk mengetahui pertimbangan hakim dalam menerapkan pidana terhadap Pelaku tindak pidana yang menyebabkan luka dan mengetahui kendala yang dihadapi Hakim dalam menerapkan pidana terhadap Pelaku tindak pidana yang menyebabkan luka. Metode pendekatan yang digunakan adalah metode kualitatif. Spesifikasi penelitiannya adalah deskriptif analitis. Data yang digunakan diperoleh dari studi pustaka dengan mempelajari putusan pengadilan dan wawancara dengan hakim. Analisis dilakukan secara kulaitatif. Berdasarkan hasil penelitian, pertimbangan Hakim dalam menerapkan pidana terhadap pelaku tindak pidana yang menyebabkan luka adalah pertimbangan fakta dan pertimbangan yuridis. Dalam memutus Hakim juga mempertimbangkan isi surat dakwaan, tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), dan hal-hal yang meringankan dan memberatkan. Dalam Kasus Nomor: 418/Pid.B/2022/ PN.SMG, Hakim memutus dan menerapkan sanksi pidana kepada terdakwa masing-masing selama 1 (satu) tahun penjara karena telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan kekerasan yang mengakibatkan orang lain terluka sesuai dengan ketentuan Pasal Pasal 170 ayat 2 ke-1 Kitab Undang Undang Hukum Pidana (KUHP). Dalam kasus yang diteliti, tidak terdapat kendala yang spesifik bagi hakim dalam menerapkan pidana terhadap pelaku, namun secara umum dalam memutus suatu perkara kendala Hakim harus memperhatikan banyak faktor, dimana dalam suatu kasus, tidak semua pihak dapat dipuaskan, entah pelaku atau korban. Saran Penulis adalah agar dalam menerapkan pidana, Hakim harus melihat secara lebih mendalam terkait berbagai faktor agar putusan yang dijatuhkan sesuai dengan rasa keadilan baik bagi korban maupun pelaku. Bagi masyarakat, jika mendapatkan suatu masalah, tidak menggunakan kekerasan secara fisik untuk menyelesaikan masalah dan seyogyanya semua hal bisa dibicarakan baik-baik, jangan menggunakan emosi, karena jika menggunakan emosi maka akan menimbulkan perkelahian sehingga akan berakibat fatal dan mengakibatkan jatuhnya korban, karena pelaku tidak bisa menghindar dari hukum yang berlaku. Kata Kunci: Pertimbangan Hakim, Penerapan Pidana, Pengeroyokan atau Penganiayaa

    PENERAPAN KEADILAN RESTORATIF DALAM PENANGANAN TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN STUDI KASUS : LP/B/80/II/2025/SPKT/POLRESTABES SEMARANG/POLDA JATENG

    No full text
    Tindak pidana penganiayaan banyak terjadi di Kota Semarang. Dengan banyaknya perkara tersebut, menyelesaikan semua perkara melalui litigasi tidak akan berjalan dengan maksimal, menyelesaikan dengan mekanisme restorative justice adalah salah satu solusi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan keadilan restoratif dalam penanganan tindak pidana penganiayaan di Unit Pidum II JATANRAS Polrestabes Semarang pada LP / B / 80 / II / 2025 / SPKT / POLRESTABES SEMARANG / POLDA JATENG dan faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaanya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan spesifikasi penelitian menggunakan pendekatan deskriptif analitis. Data yang digunakan dalam penelitian yakni data primer dengan menghubungkan data sekunder melalui wawancara dengan Kanit di Unit Pidum II JATANRAS. Berdasarkan pembahasan dari hasil penelitian pada LP / B / 80 / II / 2025 / SPKT / POLRESTABES SEMARANG / POLDA JATENG, penyelesaian perkara penganiayaan tersebut dengan mekanisme restorative justice berjalan dengan lancar. Pihak pelapor dan terlapor sepakat untuk berdamai yang kemudian dituangkan pada surat kesepakatan dan telah memenuhi syarat formil dan materiil pada Perpol No. 8 Tahun 2021, sehingga dalam perkara tersebut dapat dihentikan proses penyelidikannya. Dalam pelaksanaannya penyidik tidak menemukan kendala yang menghambat pelaksanaan restorative justice pada perkara tersebut. Selain itu penyidik dalam proses restorative justice terbantu dengan adanya faktor pendukung seperti Kultur Lokal Warga Indonesia Yang Mengedepankan Musyawarah, Komitmen Dari Polrestabes Semarang Adanya Dukungan Regulasi Hukum, dan Pelapor dan Telapor Kooperatif Untuk Berdamai. Kesimpulannya pelaksanaan restorative justice pada tindak pidana penganiayan tersebut dapat dilakukan dengan lancar. Pelaksanaan restorative justice pada kasus ini tidak mengalami kendala berarti dan didukung oleh beberapa faktor sehingga perkara dapat diselesaikan secara damai. Saran bagi Penyidik Polrestabes Semarang dalam penerapan restorative justice yaitu pertahankan pelaksanaan yang sudah bagus. Dan untuk para pihak yang berperkara diharapkan untuk mempertahankan juga faktor pendukung dalam pelaksanan restorative justice. . Kata kunci: Restorative justice, Tindak pidana, Penganiayaa

    PENGARUH LEVERAGE, KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL, DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP PENGHINDARAN PAJAK (TAXAVOIDANCE) PADA PERUSAHAAN SEKTOR FOOD AND BEVERAGEYANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA 2021-2024

    No full text
    Penelitian ini untuk melihat fenomena penghindaran pajak yang terjadi di perusahan - perusahaan sektor makanan dan minuman pada variabel leverage, kepemilikan institusional, dan ukuran perusahaan. Hasil akhir dari penelitian ini menunjukan bahwa leverage berpengaruh negatif pada penghindaran pajak, kepemilikan institusional berpengaruh positif pada penghindaran pajak, dan ukuran perusahaan berpengaruh positif pada penghindaran pajak Kata kunci : [leverage, kepemilikan institusional, ukuran perusahaan, tax avoidance

    PENGARUH SIKAP KESADARAN DAN PENGETAHUAN WAJIB PAJAK TERHADAP KEPATUHAN PEMBAYARAN PBB DI KECAMATAN SUSUKAN KABUPATEN SEMARANG

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sikap, kesadaran, dan pengetahuan wajib pajak terhadap kepatuhan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner kepada 100 responden wajib pajak, serta analisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap, kesadaran, dan pengetahuan wajib pajak berpengaruh positif dan signifikan baik secara parsial maupun simultan terhadap kepatuhan pembayaran PBB, sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin baik sikap, kesadaran, dan pengetahuan wajib pajak, maka tingkat kepatuhan dalam membayar PBB juga meningkat. Kata kunci: Sikap, Kesadaran, Pengetahuan, Kepatuhan, Pajak Bumi dan Banguna

    PERENCANAAN BISNIS PADA USAHA KULINER BOLA KETAN SUSU MOOTAN DI KOTA TEGAL

    No full text
    Mootan merupakan inovasi makanan dari ketan susu yang berbentuk bola-bola kecil dengan 3 varian manis,asin, dan buah. Yang berlokasi di Tegal City Walk Jl. Ahmad Yani, Tegal. Dalam perkembangan bisnis, mootan sudah melakukan uji coba usaha dengan melakukan penjualan diberbagai tempat seperti car free day, titip jual dan kerja sama. Dalam penelitian ini dilakukan analisis Aspek pemasaran Segmenting, Targeting, Positioning, bauran pemasaran 4P melalui pembagian sampel dan kuesioner. aspek SDM, aspek operasi, aspek hukum dan aspek keuangan. Melalui uji coba yang telah dilakukan, Upaya perencanaan bisnis Mootan di Tegal dikatakan layak dengan hasil Payback Period selama 1,3 bulan, NPV sebesar Rp Rp115.002.963,68 dan IRR sebesar 87% dibandingkan dengan suku bunga 5,5%. Mengenai legalitas, Mootan berencana melakukan pendaftaran izin berusaha dan sertifikasi halal. Kata Kunci : Perencanan Bisnis, Usaha Kuline

    PREFERENSI PENGGUNAAN TUNAI ATAU QRIS DALAM TRANSAKSI HARIAN (STUDI KASUS MAHASISWA UNIKA SOEGIJAPRANATA SEMARANG)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preferensi penggunaan tunai atau QRIS dalam transaksi harian (studi kasus mahasiswa UNIKA Soegijapranata Semarang). Dalam konteks ini, objek penelitian adalah preferensi penggunaan metode pembayaran tunai atau QRIS di kalangan mahasiswa UNIKA Semarang. Populasi dalam studi ini adalah mahasiswa UNIKA Semarang Tahun 2024. Sampel yang digunakan dalam penelitian yaitu berjumlah 96 responden. Pemilihan responden dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Untuk mendapatkan informasi yang mendukung pembahasan, penulis menggunakan metode pengumpulan data melalui kuesioner. Jenis data yang digunakan yaitu data primer. Adapun skala yang akan digunakan dalam penelitian ini yaitu skala Semantic Differential. Analisis data yang digunakan yaitu Analisis deskriptif dalam skala semantik. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, diketahui bahwa mayoritas mahasiswa UNIKA Soegijapranata Semarang menunjukkan preferensi yang lebih tinggi terhadap penggunaan QRIS dibandingkan dengan tunai dalam transaksi harian. Hal ini tercermin dari persepsi responden pada tiga kategori utama, yaitu efisiensi, keuntungan, dan keamanan, di mana seluruh item pernyataan dalam masing-masing kategori secara konsisten didominasi oleh pilihan penggunaan QRIS. Kata Kunci: Preferensi Mahasiswa, Pengunaan Tunai, Penggunaan QRI

    PEMBENTUKAN PORTOFOLIO OPTIMAL SINGLE INDEX MODEL DAN ANALISIS KINERJANYA MENGGUNAKAN METODE INDEKS SHARPE, TREYNOR, DAN JENSEN (STUDI PADA SAHAM PERUSAHAAN INDUSTRI MANUFAKTUR DI INDONESIA PERIODE 2019-2023)

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membentuk portofolio optimal dengan menggunakan single index model (SIM) pada saham perusahaanperusahaan industri manufaktur yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia selama periode 2019-2023; mengetahui berapa proporsi dana, return ekspektasi, dan tingkat risiko dari masing-masing saham pembentuk portofolio optimal; menganalisis serta membandingkan kinerja dari portofolio optimal yang telah dibentuk menggunakan metode indes Sharpe, Treynor, dan Jensen pada tahun penelitian dengan tahun 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 65 saham perusahaan manufaktur yang dijadikan sampel penelitian, terdapat 19 saham kandidat penyusun portofolio optimal. Kandidat-kandidat tersebut beserta proporsi dananya adalah PT Toba Pulp Lestari Tbk. (INRU) sebesar 6,86%, PT Mustika Ratu Tbk. (MRAT) sebesar 5,72%, PT Cahayaputra Asa Keramik Tbk. (CAKK) sebesar 3,86%, PT Pelangi Indah Canindo Tbk. (PICO) sebesar 1,35%, PT Asiaplast Industries Tbk. (APLI) sebesar 16,19%, PT Tembaga Mulia Semanan Tbk. (TBMS) sebesar 12,41%, PT Pantai Indah Kapuk Dua (PANI) sebesar 3,15%, PT KMI Wire and Cable Tbk. (KBLI) sebesar 1,13%, PT Pyridam Farma Tbk. (PYFA) sebesar 6,96%, PT SLJ Global Tbk. (SULI) sebesar 2,42%, PT Akasha Wira Internasional Tbk. (ADES) sebesar 16,63%, PT Alakasa Industrindo Tbk. (ALKA) sebesar 9,03%, PT Wismilak Inti Makmur Tbk. (WIIM) sebesar 1,98%, PT Sariguna Primatirta Tbk. (CLEO) sebesar 3,74%, PT Samator Indo Gas Tbk. (AGII) sebesar 4,57%, PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk. (SIPD) sebesar 2,57%, PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk. (ISSP) sebesar 0,81%, PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA) sebesar 0,53%, dan PT Sumi Indo Kabel Tbk. (IKBI) sebesar 0,08%.. Expected return yang didapatkan oleh investor dari portofolio adalah 0,039 atau 3,9% dengan risiko portofolio sebesar 0,016%.. Portofolio optimal tersebut kemudian dianalisis kinerjanya menggunakan tiga metode penialaian kinerja portofolio yaitu metode Sharpe, Tryenor, dan Jensen. Dari ketiga metode penilaian kinerja tersebut, metode Sharpe menunjukan kinerja yang terbaik yaitu sebesar 87,55 dibandingkan dengan dua metode lainnya yaitu Treynor dan Jensen masing-masing sebesar 0,24 dan 0,031. Kinerja portofolio tersebut mengalami pertumbuhan pada tahun selanjutnya (2024), terlebih melalui metode kinerja Treynor dan Jensen yang masing-masing menghasilkan kinerja sebanyak 23,2 dan 0,06. Kata Kunci : Portofolio Optimal, Model Indeks Tunggal, Sharpe, Treynor, Jense

    HUBUNGAN ANTARA KONTROL DIRI DENGAN PERILAKU SEKSUAL PADA MAHASISWA DI KOTA SEMARANG

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara kontrol diri dengan perilaku seksual pada mahasiswa di Kota Semarang. Hipotesis yang diajukan yaitu terdapat “hubungan antara kontrol diri dengan perilaku seksual pada mahasiswa”. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa yang berusia 18 hingga 23 tahun, dengan kriteria secara aktif sedang menempuh pendidikan di Universitas Negeri dan Swasta di Kota Semarang. Jumlah keseluruhan subjek penelitian adalah 105 mahasiswa di Kota Semarang. Alat ukur yang digunakan skala kontrol diri dan skala perilaku seksual. Alat ukur yang digunakan uji validitas dan reliabilitas. Teknik analisis data yang digunakan adalah korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan uji korelasi diperoleh nilai koefisien korelasi rho sebesar 0,562 dengan nilai signifikansi p = 0,000 (p< 0,01). Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubunցan yanց siցnifikan antara kontrol diri denցan perilaku seksual pada mahasiswa. Kata Kunci: Kontrol Diri, Perilaku Seksua

    9,811

    full texts

    12,755

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Unika Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇