Soegijapranata Catholic University

Unika Repository
Not a member yet
    12755 research outputs found

    ANALISIS EARNED VALUE PADA PROYEK KONSTRUKSI DENGAN PENERAPAN BUILDING INFORMATION MODELING 4D DAN 5D (Studi Kasus: Gedung X Kota Semarang)

    Full text link
    Sektor konstruksi memiliki kontribusi sebesar 9% - 10% terhadap PDB Indonesia dalam rentang tahun 2019-2023. Kontribusi sektor konstruksi terhadap PDB Indonesia menghadapi banyak tantangan. Salah satunya adalah proses pengendalian proyek menjadi lebih kompleks dan menantang untuk diukur dan dianalisis. Building Information Modeling (BIM) dan Earned Value Analysis (EVA) merupakan tools pengendalian proyek yang umum digunakan pada proyek konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja biaya dan waktu pada proyek konstruksi serta menganalisis pengendalian biaya dan waktu pada proyek konstruksi. Analisis kinerja biaya dan waktu dilakukan dengan menggunakan Earned Value Analysis. Pemodelan BIM 4D dan 5D menggunakan aplikasi Autodesk Revit dan Naviswork. Pada minggu ke- 22 nilai Cost Performance Index (CPI) adalah 0,757 dan nilai Schedule Performance Index (SPI) adalah 0,576. Hal ini mengindikasikan adanya keterlambatan dan overbudget. Keterlambatan dan overbudget terjadi karena rendahnya produktivitas pekerjaan. Rapat koordinasi dilakukan untuk mencari upaya pengendalian. Rapat koordinasi menghasilkan beberapa langkah pengendalian proyek seperti pembukaan akses jalan tol untuk mobilisasi peralatan dan material. Selain itu, rapat koordinasi juga dilakukan untuk meningkatkan produktivitas dengan penambahan tenaga kerja dan jam kerja untuk meningkatkan kinerja waktu. Pengendalian proyek yang dilakukan berhasil menurunkan overbudget dengan nilai Variance at Completion (VAC) pada minggu ke- 40 sebesar -Rp 266.660.543,51 dari nilai -Rp 5.766.829.984,44 pada minggu ke- 22. Penggunaan BIM memudahkan proses koordinasi dan komunikasi antar pihak yang terlibat dalam proyek sehingga dapat memperbaiki kinerja proyek. Nilai CPI dan SPI pada minggu – minggu selanjutnya meningkat. Pada minggu ke- 40, nilai CPI sebesar 0,985 dan nilai SPI sebesar 1,0, menandakan bahwa proyek berhasil dikendalikan dengan baik dari segi waktu, sedangkan segi biaya tidak berhasil dikendalikan

    PROYEK PEMBANGUNAN REFINERY PLAN JL. NUSANTARA, SEMARANG (KONSENTRASI STRUKTUR ATAS)

    No full text

    KEBIJAKAN PENUTUPAN LOKALISASI/RESOSIALISASI ARGOREJO SUNAN KUNING SEBAGAI UPAYA PENANGGULANGAN TINDAK PIDANA PROSTITUSI DI KOTA SEMARANG

    Full text link
    Pemerintah Indonesia pada tahun 2015 melalui Kementerian Sosial mencanangkan kebijakan mengenai Penanganan Tuna Susila, dengan salah satu rumusannya berbunyi, “Pencanangan Gerakan Nasional Bebas Lokalisasi/Lokasi Prostitusi Tahun 2015 Menuju Indonesia Bebas Prostitusi Tahun 2019. Sebagai bentuk implementasi kebijakan “Indonesia bebas prostitusi tahun 2019”, Kementrian Sosial melakukan penutupan beberapa lokalisasi yang kemudian diikuti oleh beberapa pemerintah daerah dengan mengeluarkan Peraturan Daerah (PERDA) anti prostitusi salah satunya Kota Semarang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh melalui wawancara dan data sekunder yang diperoleh melalui studi kepustakaan. Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif dengan menggunakan peraturan perundang-undangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam proses implementasi kebijakan penutupan lokasi resosialisasi Argorejo Sunan Kuning sebagai upaya penanggulangan kejahatan tindak pidana prostitusi di Kota Semarang telah dilaksanakan pada Bulan Oktober Tahun 2019 oleh Pemerintah Kota Semarang. Langkah pertama yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Semarang adalah sosialisasi penutupan, kedua melakukan pendataan dan verifikasi penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) serta penganggaran dana tali asih bagi WPS dan warga yang terdampak, ketiga melaksanakan kegiatan pemberdayaan atau pelatihan, keempat melakukan penutupan Lokasi resosialisasi Argorejo Sunan Kuning, dan yang terakhir kelima melakukan evaluasi serta monitoring pasca penutupan. Hambatan dalam implementasi kebijakan penutupan Lokasi Resosialisasi Argorejo Sunan Kuning sebagai upaya penanggulangan tindak pidana prostitusi di Kota Semarang adalah kurangnya keterlibatan warga lokasi resosialisasi dan Pengurus RW, kurangnya kejelasan informasi tentang kebijakan penutupan, dam adanya penolakan dari beberapa stakeholder. Dalam upaya penegakan hukum terkait penanggulangan prostitusi di Argorejo Sunan Kuning, masih terdapat beberapa kendala yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain: aspek hukum, aspek penegak hukum, aspek sarana dan fasilitas, aspek masyarakat, aspek budaya. Adapun saran yang diberikan Penulis adalah agar Pemerintah juga menjamin kebutuhan warga karena ditutupnya Lokalisasi, karena berdampak pada pemenuhan kebutuhan hidup dan keberlangsungan ekonomi. Pemerintah melalui SATPOL PP juga harus tetap menjalankan proses evaluasi dan monitoring sebagai jaminan pemenuhan kebutuhan ekonomi para WPS yang sudah tidak bekerja disana serta warga yang terdampak dari kebijakan tersebut dengan bekerja lebih tegas namun tidak melupakan rasa kemanusiaan dalam menyikapi persoalan penanggulangan prostitusi tersebut

    PERTIMBANGAN HAKIM DALAM MENENTUKAN HAK ASUH DALAM PERKARA PERCERAIAN (STUDI KASUS PUTUSAN NOMOR: 230/PDT.G/2024/PN SMG)

    Full text link
    Penelitian ini membahas pertimbangan hakim dalam menentukan hak asuh dalam perkara perceraian studi kasus putusan nomor: 230/Pdt.G/2024/PN SMG. Putusan verstek dijatuhkan ketika tergugat tidak hadir di persidangan, yang berdampak tidak hanya pada status perkawinan tetapi juga pada hak asuh anak. Tingginya angka perceraian di Kota Semarang menunjukkan bahwa banyak kasus perceraian disertai permasalahan hak asuh, di mana tergugat yang tidak hadir kehilangan kesempatan membela haknya. Rumusan masalah penelitian adalah: 1) Bagaimana pertimbangan hakim dalam menetapkan hak asuh anak dalam putusan verstek perkara nomor: 230/Pdt.G/2024/PN SMG? 2) Apa akibat hukum putusan verstek dalam perkara perceraian terhadap hak asuh anak dalam perkara nomor: 230/Pdt.G/2024/PN SMG? Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan kualitatif, menganalisis peraturan hukum, doktrin, dan putusan pengadilan terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa putusan verstek memberikan kepastian hukum bagi penggugat, tetapi kurang menjamin keseimbangan hak kedua belah pihak. Tergugat sering tidak menyadari haknya untuk mengajukan perlawanan (verzet), dan eksekusi hak asuh serta nafkah anak sering mengalami hambatan. Oleh karena itu, diperlukan mekanisme hukum yang lebih efektif untuk melindungi hak anak dan memastikan kepatuhan terhadap putusan pengadilan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa putusan verstek dalam perkara perceraian memberikan kepastian hukum bagi penggugat, namun tetap memiliki kelemahan dalam menjamin keseimbangan hak kedua belah pihak. Tergugat yang tidak hadir seringkali tidak menyadari haknya untuk mengajukan perlawanan (verzet), sehingga putusan dapat berjalan tanpa pembelaan dari pihak tergugat. Selain itu, dalam praktiknya, pelaksanaan hak asuh dan kewajiban nafkah anak berdasarkan putusan verstek sering mengalami hambatan terutama dalam eksekusi. Oleh karena itu, diperlukan mekanisme hukum yang lebih efektif untuk memastikan perlindungan hak-hak anak serta kepatuhan terhadap putusan pengadilan

    PENEGAKAN HUKUM DI TINGKAT PENYIDIKAN TERHADAP TINDAK PIDANA PENGEROYOKAN DALAM AKSI TAWURAN ANTAR GENG (STUDI KASUS NOMOR:LP/B/194/VI/2024/SPKT/ POLRESTABES SEMARANG/POLDAJATENG)

    Full text link
    indak pidana pengeroyokan dalam aksi tawuran antar geng masih menjadi fenomena yang terjadi di Kota Semarang, hal ini mengindikasikan bahwa penegakan hukum yang dilakukan terhadap pelaku pengeroyokan dalam aksi tawuran antar geng belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penegakan hukum yang dilakukan penyidik terhadap kasus pengeroyokan dalam aksi tawuran antar geng Nomor: LP/B/194/VI/2024/SPKT/POLRESTABES SEMARANG/POLDAJATENG, dan untuk mengetahui hambatan yang dihadapi penyidik dalam melakukan penegakan hukum terhadap perkara tersebut. Metode yang digunakan yaitu metode kualitatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analisis. Dalam penelitian ini, pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan penyidik Unit 1 Jatanras Polrestabes Semarang guna memperoleh data primer, serta melalui studi kepustakaan untuk memperoleh data sekunder. Penyidik melakukan penegakan hukum secara preventif dan represif. Upaya preventif yang dilakukan berupa patroli rutin, sosialisasi ke sekolah, bersinergi dengan masyarakat, serta melakukan deklarasi pembubaran gangster, sedangkan upaya penegakan hukum represif berupa serangkaian proses penyelidikan dan penyidikan. Penyidik mengalami hambatan yuridis yaitu kurangnya jangka waktu penahanan anak akibat penerbitan visum et repertum, serta hambatan non-yuridis yaitu keterlambatan Balai Pemasyarakatan (Bapas) dalam mengirimkan hasil Litmas kepada penyidik, dan tidak diketahuinya keberadaan 2 pelaku pengeroyokan. Penegakan hukum melalui upaya preventif masih kurang efektif, karena upaya pencegahan baru diintensifkan setelah fenomena banyak terjadi. Upaya represif yang dilakukan telah sesuai dengan peraturan yang berlaku. Hambatan yuridis yang dialami penyidik yaitu habisnya jangka waktu penahanan anak yang diatur undangundang karena menunggu terbitnya visum et repertum, sehingga pelaku anak harus menjalani pembinaan di Polrestabes Semarang. Hambatan non-yuridis meliputi keterlambatan Bapas dalam mengirimkan hasil Litmas dan tidak diketahuinya keberadaan dua pelaku pengeroyokan, sehingga berimplikasi pada penegakan hukum yang tidak bisa dilakukan secara total terhadap seluruh pelaku pengeroyokan. Saran dalam penelitian ini yaitu penegakan hukum preventif sebaiknya dilakukan secara berkelanjutan tidak hanya saat ada pelanggaran. Apabila jangka waktu penahanan anak telah habis, pelaku anak sebaiknya dibebaskan demi hukum, karena mempertahankan pelaku anak dalam pembinaan di lingkungan kepolisian tidak memiliki dasar hukum yang sah

    PEMENUHAN HAK PENDIDIKAN BAGI ANAK BERKONFLIK DENGAN HUKUM DI LEMBAGA PENYELENGGARAAN KESEJAHTERAAN SOSIAL (LPKS) PONDOK PESANTREN RADEN SAHID MANGUNAN LOR DEMAK

    Full text link
    Anak yang berkonflik dengan hukum yang sedang menjalani masa rehabilitasinya berhak untuk mendapatkan hak-haknya, salah satunya adalah hak pendidikan. Pada kenyataannya pemnuhan hak pendidikan belum berjalan secara optimal dikarenakan ketidakjelasan standar dan mekanisme dalam pemenuhan hak pendidikan yang spesifik untuk anak yang berkonflik dengan hukum, serta kurangnya koordinasi antara pihak LPKS dan pemerintah, sehingga penyebabakan hak pendidikan anak yang berkonflik dengan hukum menjadi hal utama menjadi terabaikan. Untuk mengetahui sejauh mana pemenuhan hak pendidikan yang diberikan kepada anak yang berkonflik dengan hukum, maka rumusan masalah yang diambil dalam penulisan skripsi ini adalah: 1. Bagaimana bentuk pemenuhan hak pendidikan bagi ABH di LPKS Pondok Pesantren Raden Sahid Mangunan Lor Demak? 2. Bagaimana kendala pemenuhan hak pendidikan bagi ABH di LPKS Pondok Pesantren Raden Sahid Mangunan Lor Demak? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah mendapat data primer dan menghubungkan data sekunder melalui wawancara dengan pengurus Pondok Pesantren Raden Sahid dan 3 orang ABH yang sedang menjalankan masa rehabilitasinya. Hasil penelitian menunjukan bahwa Lembaga Kesejahteraan sosial (LPKS) Pondok Pesantren Raden Sahid menyediakan pendidikan formal dan nonformal, namun pada pendidikan formal belum berjalan secara optimal dikarenakan bersifat pilihan yang diberikan kepada masing-masing anak dan banyak dari mereka yang tidak melanjutkan pendidikan karena telah merasakan dunia kerja. Kendala yang terjadi dalam pemenuhan hak pendidikan berasal dari faktor internal dan eksternal. Faktor internal yaitu dari dari ABH sendiri, dari pihak Pondok pesantren, dan sifat ABH yang sulit untuk berubah. Faktor eksternal yang dialami yaitu kurangnya dukungan dari orang tua dan pemerintah dalam proses rehabilitasi ABH

    PENERAPAN PERSETUJUAN TINDAKAN MEDIK (INFORMED CONSENT) KEGAWATDARURATAN SEBAGAI PERLINDUNGAN HUKUM TENAGA MEDIS DAN TENAGA KESEHATAN PADA LAYANAN AMBULANS 118 DI TANGERANG SELATAN

    Full text link
    Penerapan informed consent dalam kegawatdaruratan medis masih menghadapi dilema hukum dan etika. Tenaga kesehatan sering kali dihadapkan pada pilihan menyelamatkan nyawa pasien tanpa persetujuan atau menghadapi risiko hukum karena tidak memenuhi prosedur standar. UU No. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan serta Permenkes No. 290/Menkes/Per/III/2008 mengatur bahwa informed consent diperlukan sebelum tindakan medis, kecuali dalam kondisi darurat. Perumusan masalah dalam penelitian adalah, pertama, bagaimana pengaturan informed consent dalam layanan Ambulans 118 Tangerang Selatan. Kedua, bagaimana pelaksanaan perlindungan hukum bagi tenaga medis; dan ketiga, apakah faktor pendukung dan faktor penghambat dalam penerapan informed consent pada layanan Ambulans 118. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode yuridis sosiologis dengan menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh langsung melalui wawancara dan data sekunder diperoleh dari studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara normatif informed consent telah diatur dalam UU No. 17 Tahun 2023 dan Permenkes terkait, namun belum diimplementasikan secara optimal pada Ambulans 118. SOP dan formulir consent sudah tersedia di Ambulans 118, namun belum didukung legalitas formal seperti tanda tangan pejabat berwenang atau pengesahan organisasi. Faktor pendukung pelaksanaan informed consent di Ambulans 118 berupa pelatihan terhadap tenaga medis/kesehatan dan fasilitas yang memadai, sedangkan hambatannya meliputi: rendahnya literasi hukum masyarakat, perbedaan regulasi antar rumah sakit, serta minimnya dukungan regulatif terhadap ambulans swasta. Oleh karena itu, diperlukan standardisasi nasional dan sosialisasi hukum kesehatan untuk menjamin perlindungan hukum bagi tenaga medis dalam situasi darurat

    PENGARUH PENAMBAHAN KOLAGEN CEKER AYAM DAN KONSENTRASI SARI BUAH TERHADAP KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA MINUMAN SARI BUAH JAMBU BIJI MERAH (Psidium guajava)

    Full text link
    Minuman fungsional merupakan produk minuman tanpa alkohol dan diformulasikan menggunakan buah-buahan sehingga memberikan manfaat kesehatan tertentu. Kolagen dari ceker ayam yang ditambahkan ke dalam minuman merupakan inovasi baru. Minuman kolagen terus berkembang dan dikombinasikan dengan buah-buahan salah satunya buah jambu biji. Minuman sari buah jambu biji bila ditambahkan kolagen dapat meningkatkan nilai fungsional minuman tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan kolagen dan variasi konsentrasi penambahan sari buah jambu biji merah terhadap karakteristik fisik (viskositas dan Total Soluble Solids) serta kimia (aktivitas antioksidan, kadar protein, dan pH) pada minuman sari buah. Terdapat tiga variabel bebas berupa penambahan konsentrasi buah jambu biji (40%, 60%, dan 80%), penambahan kolagen yang dilarutkan pada suhu 25°C dan 50°C, serta komposisi air. Kemudian minuman sari buah jambu biji berkolagen dan non kolagen dilakukan uji fisik yaitu viskositas dan Total Soluble Solids dan kimia yaitu aktivitas antioksidan, protein, dan derajat keasaman. Akan diperoleh data berupa data parametrik yang diolah dalam Microsoft Excel dan dilanjutkan dengan pengujian normalitas, homogenitas, One Way ANOVA, Uji Beda, dan korelasi Pearson menggunakan software SPSS. Penelitian ini diperoleh hasil bahwa terjadi secara signifikan yaitu, peningkatan viskositas, kadar protein, Total Soluble Solids, nilai pH dan penurunan aktivitas antioksidan pada penambahan kolagen dalam minuman sari buah jambu biji merah dan secara tidak signifikan pada variasi suhu. Terjadi peningkatan viskositas, aktivitas antioksidan, kadar protein, Total Soluble Solids dan penurunan nilai pH pada variasi konsentrasi sari buah jambu biji merah dalam minuman berkolagen dan non kolagen

    HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL TEMAN SEBAYA DENGAN KEPERCAYAAN DIRI PADA MAHASISWA YANG AKTIF

    Full text link
    Dalam perkuliahan, mahasiswa yang aktif memerlukan kepercayaan diri baik dalam bidang akademik maupun non – akademik. Kepercayaan diri mendorong mahasiswa untuk menjadi lebih berani, yakin dengan kemampuan diri, dan bertanggung jawab dalam aktivitas. Salah satu faktor yang dapat meningkatkan kepercayaan diri pada mahasiswa yang aktif adalah dukungan sosial teman sebaya. Dukungan dapat memberikan kenyamanan, motivasi, informasi, dan pandangan lebih luas akan konsep diri dan orang lain. Penelitian memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan dukungan sosial teman sebaya dengan kepercayaan diri pada mahasiswa yang aktif. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan populasi angkatan 2020 hingga 2024 mahasiswa yang aktif Universitas Katolik Soegijapranata Semarang. Teknik sampling snowball mengumpulkan 126 responden. Penelitian menggunakan analisis data korelasi Product Moment Pearson. Penelitian ini menggunakan skala dukungan sosial teman sebaya dan skala kepercayaan diri. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan sangat signifikan antara dukungan sosial teman sebaya dengan kepercayaan diri pada mahasiswa yang aktif (rxy = 0.440, p < 0.01), dengan sumbangan efektif sebesar 19.3%. Hasil ini mengindikasikan bahwa varians kepercayaan diri dapat dijelaskan sebesar 19.3% oleh varians dukungan sosial teman sebaya

    9,811

    full texts

    12,755

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Unika Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇