12755 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN ANTARA WELAS ASIH DIRI DENGAN STRES AKADEMIK PADA MAHASISWA DI SEMARANG
Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara welas asih diri dengan
stres akademik pada mahasiswa, mengingat tingginya tuntutan akademik yang
dapat memicu konsekuensi psikologis yang negatif. Pendekatan penelitian ini
adalah kuantitatif korelasional dengan melibatkan total 120 responden mahasiswa
angkatan 2022-2023 yang berkuliah di Semarang. Responden juga dikategorikan
menjadi rumpun ilmu sainstek (N = 31) dan sosial (N = 89). Variabel welas asih diri
diukur menggunakan skala welas asih diri (Neff) dan stres akademik diukur
dengan skala stres akademik (Bedewy dan Gabriel). Data dianalisis menggunakan
uji korelasi Spearman Rho dan uji-T Sampel Independen. Hasil menunjukkan jika
terdapat korelasi negatif yang signifikan antara skor total welas asih diri dengan
skor total stres akademik (r = -0,588, p<0,000). Penelitian juga menemui hasil juga
aspek mengasihi diri memiliki korelasi signifikan dengan aspek persepsi diri
akademik. Kesimpulan menunjukkan bahwa keberadaan welas asih diri dapat
membantu mahasiswa dalam menghadapi stres akademik dan mengurangi
dampak negatif dari stres tersebut.
Kata Kunci : Mahasiswa, Welas Asih Diri, Stres Akademi
HUBUNGAN CITRA TUBUH DENGAN KECEMASAN SOSIAL PADA REMAJA PEREMPUAN
Hubungan antara kecemasan sosial dan ketidakpuasan terhadap citra tubuh dapat
berpengaruh besar terhadap kesehatan mental serta kualitas hidup seseorang.
Hasil penelitian sebelumnya, di Indonesia terdapat 15,8% kecenderungan
kecemasan sosial yang cukup tinggi dialami oleh remaja. Salah satu faktor yang
menyebabkan kecemasan sosial adalah ketidakpuasan terhadap penampilan fisik.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara citra tubuh dengan
kecemasan sosial pada remaja perempuan serta berusaha memahami sejauh
mana citra tubuh memengaruhi tingkat kecemasan sosial. Hipotesis yang diajukan
yaitu adanya hubungan negatif antara citra tubuh dan kecemasan pada remaja
perempuan di Jawa Tengah. Semakin rendah citra tubuh yang dirasakan maka
akan semakin tinggi kecemasan sosial yang dialami. Penelitian ini merupakan
penelitian kuantitatif dengan teknik pengumpulan data berupa kuesioner yang
disebarkan kepada 102 remaja perempuan yang ada di Jawa Tengah. Alat ukur
yang digunakan yaitu Skala Citra Tubuh dan Kecemasan Sosial yang sudah
melalui uji reabilitas dan uji validitas. Metode analisis data menggunakan teknik
analisis korelasi non-parametrik oleh Spearman-rho. Hasil penelitian menunjukan
adanya tidak ada hubungan yang signifikan antara citra tubuh dan kecemasan
sosial (r=−0,046, p=0.647), dimana semakin rendah citra tubuh seorang remaja,
maka semakin tinggi kecemasan sosial yang dialaminya.
Kata Kunci : kecemasan sosial, citra tubuh, remaja perempua
HUBUNGAN MINDFUL PARENTING DAN ADIKSI SMARTPHONE PADA REMAJA AWAL
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara mindful parenting dan
adiksi smartphone pada remaja awal. Mindful parenting merupakan pola
pengasuhan yang menekankan pada kehadiran penuh orang tua dalam interaksi
dengan anak, dengan kesadaran dan tanpa menghakimi, sedangkan adiksi
smartphone menggambarkan penggunaan smartphone yang berlebihan hingga
mengganggu aktivitas sehari-hari. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif
dengan pendekatan korelasional. Subjek penelitian terdiri dari 121 remaja berusia
12–15 tahun yang dipilih menggunakan teknik convenience sampling. Instrumen
yang digunakan adalah Mindful Parenting Inventory for Children (MPIC) dari Acet
dan Oliver (2023) dan Smartphone Addiction Scale–Short Version (SAS–SV) dari
Kwon et al. (2013). Analisis data dilakukan dengan uji korelasi Spearman
menggunakan SPSS versi 22. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan
negatif yang signifikan antara mindful parenting dan adiksi smartphone pada
remaja awal (r = –0,550; p < 0,01). Hal ini berarti semakin tinggi mindful parenting
yang diterapkan orang tua, semakin rendah kecenderungan remaja mengalami
adiksi smartphone. Aspek hadir sepenuhnya bersama anak menjadi faktor yang
paling kuat dalam menekan risiko adiksi. Penelitian ini memiliki keterbatasan
karena mayoritas responden berasal dari kelompok usia 12 tahun, distribusi
gender yang tidak seimbang, serta penggunaan teknik convenience sampling yang
membatasi generalisasi hasil penelitian.
Kata kunci: mindful parenting, adiksi smartphone, remaja awa
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN ATASAN DENGAN WORK LIFE BALANCE PADA KARYAWAN PT X YANG SUDAH MENIKAH
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan
atasan dengan work life balance karyawan PT X yang sudah menikah. Penelitian
menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional. Hipotesis yang
diajukan adalah terdapat hubungan positif antara dukungan atasan dengan work
life balance pada karyawan PT X yang sudah menikah. Penelitian dilaksanakan di
PT X dengan melibatkan 57 karyawan yang sudah menikah dan dipilih
menggunakan teknik purposive sampling. Alat ukur menggunakan skala dukungan
atasan yang berjumlah 12 item dan skala work life balance yang berjumlah 16 item.
Data dianalisis menggunakan teknik korelasi Spearman Rho dengan IBM SPSS
31. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan positif yang sangat signifikan
antara dukungan atasan dengan work life balance pada karyawan PT X yang
sudah menikah (ρ = 0,442, p < 0,001), yang berarti semakin tinggi dukungan
atasan maka semakin tinggi pula work life balance nya, begitupun sebaliknya.
Dukungan atasan memberikan kontribusi sebesar 18% terhadap work life balance,
dengan kesediaan mendengarkan sebagai aspek yang paling berpengaruh.
Penelitian ini menyarankan pentingnya ruang aman bagi karyawan dan atasannya
dalam berbagi cerita, bahkan terkait non-pekerjaan untuk membantu karyawan
menyeimbangkan kehidupan pekerjaan dan pribadinya.
Kata kunci: Dukungan atasan, work life balance, karyawan menikah
TurnItin Jurnal InterAct : Praktik Community Relationsdalam Membangun Hubungan dan Advokasi Merek pada Komunitas Somethinc Town
This study aims to analyze the role of community relations practices implemented by Somethinc through its digital community, Somethinc Town, in building relationships between the brand and consumers and in contributing to the formation of brand advocacy. The research employs a descriptive qualitative approach, with data collected through in-depth interviews, digital observation, and documentation of community activities. Data analysis is conducted using the framework of Relationship Management Theory, which emphasizes five relational dimensions: trust, openness, involvement, commitment, and control mutuality.
The findings indicate that Somethinc Town functions not merely as a communication or product promotion channel, but as a relational space that facilitates the ongoing construction of social interactions, shared experiences, and collective values. Community relations practices carried out through various online and offline activities encourage participatory two-way communication, enabling community members to move beyond passive message recipients to become actively involved in discussions, community activities, and brand development processes. The relational bonds formed through the five dimensions of RMT generate a level of support that exceeds brand loyalty, manifesting as brand advocacy. This is reflected in community members’ voluntary willingness to defend, recommend, and promote Somethinc products without financial incentives, as well as their contributions to public education regarding cosmetic safety and industry ethics.
Conceptually, this study affirms that community relations operates as a relational mechanism that facilitates the transformation of consumers from mere buyers into engaged and empowered social actors. However, the findings also reveal potential challenges, including loyalty bias and unequal participation within the community, which require brands to maintain a balance between social closeness and member independence to sustain healthy relationships. The study contributes theoretically by reinforcing the relevance of Relationship Management Theory in understanding digital consumer communities, and practically by offering guidance for local brands in designing authentic, participatory, and sustainable relationship strategies within Indonesia’s beauty industry
Bukti Korespondensi Jurnal InterAct : Praktik Community Relationsdalam Membangun Hubungan dan Advokasi Merek pada Komunitas Somethinc Town
IMPLEMENTASI HAK ANAK ATAS PENDIDIKAN DI SD YPK OTTOUW DAN GEISSLER KABUPATEN SORONG SELATAN, PAPUA BARAT DAYA
Latar belakang dari penelitian adalah kurangnya perhatian pemerintah
dalam pemerataan fasilitas pendidikan dan tenaga pendidik, khususnya di daerah
terpencil seperti di Kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat Daya. Selain itu,
rendahnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya pendidikan anak, yang
dipengaruhi oleh kondisi sosial ekonomi dan budaya, juga menjadi kendala utama.
Fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui 1) Implementasi hak anak atas
pendidikan di SD YPK Ottouw dan Geissler, 2) Hambatan dalam melaksanakan
hak anak atas pendidikan di SD YPK Ottouw dan Geissler.
Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu yuridis empiris
dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Data dikumpulkan melalui
observasi, wawancara, dan studi dokumentasi terhadap pihak sekolah, Dinas
Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sorong Selatan, serta masyarakat sekitar.
Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder.
Metode analisis data yang digunakan yaitu metode kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Implementasi hak anak atas
pendidikan di SD YPK Ottouw dan Geissler belum optimal. (2)Faktor penghambat
utama meliputi keterbatasan sarana dan prasarana sekolah, kurangnya tenaga
pendidik yang berkualitas, serta rendahnya partisipasi orang tua dalam mendukung
pendidikan anak. Kondisi sosial ekonomi masyarakat yang masih rendah
menyebabkan motivasi belajar anak menjadi kurang, sementara aksesibilitas ke
sekolah yang berada di daerah terpencil juga menjadi kendala signifikan
Model Terapi Eko-Spiritual-Psikiatrik Untuk Perbaikan Fungsi Dan Peran Pada Skizofrenia Akut
SEKOLAH INKLUSI BERBASIS MULTIPLE INTELLIGENCES DI KOTA SALATIGA
Tugas akhir ini bertujuan untuk mengkaji implementasi sekolah inklusi berbasis multiple
intelligences di Kota Salatiga. Inklusi merupakan pendekatan pendidikan yang mengintegrasikan
peserta didik reguler dengan peserta didik berkebutuhan khusus (ABK) dalam satu lingkungan
belajar yang sama. Sementara itu, multiple intelligences menawarkan research tentang
kecerdasan jamak yang dapat membantu penggolongan rombongan belajar sesuai kecenderungan
kecerdasan dan potensi setiap individu.
Permasalahan yang diangkat adalah merancang sarana fisik yang representatif pada bangunan
fisik sekolah serta landscape yang merespon ABK dan peserta didik reguler secara universal
dengan memperhatikan 9 jenis kecerdasan, minat dan bakat yang berbeda-beda sehingga mampu
menyediakan fasilitas yang memandai sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Topik yang diangkat mencangkup perancangan sekolah inklusi berbasis multiple intelligences
dengan mempertimbangkan aspek-aspek sarana fisik bangunan dan lingkungan sekolah yang
memperhatikan kebutuhan peserta didik baik peserta didik reguler dan peserta didik
berkebutuhan khusus (ABK), serta merencanakan fasilitas-fasilitas yang dapat menjangkau
minat dan bakat peserta didik. Pendekatan arsitektur yang digunakan adalah universal design
merupakan pendekatan desain dengan tujuan menciptakan lingkungan, produk, serta jasa yang
bisa diakses oleh semua orang tanpa memandang usia, kemampuan, ataupun disabilitas.
Strategi pendekatan melibatkan studi preseden terkait sekolah inklusi yang telah mampu dan
sukses menerapkan multiple intelligences disekolahnya, juga didukung oleh penerapan teori-teori
arsitektur yang relevan terkait perancangan sekolah serta fasilitas yang mendukung
memudahkan ABK. Tujuan utama dari Tugas akhir ini adalah menciptakan lingkungan sekolah
ideal ramah anak yang mewadahi peserta didik reguler dan peserta didik ABK, serta terwujudnya
layanan pendidikan yang menghargai keanekaragaman dan tidak diskriminatif bagi ABK