Soegijapranata Catholic University

Unika Repository
Not a member yet
    12755 research outputs found

    THE STUDY OF SYAWALAN RITUAL BY MUSLIM PEOPLE IN PEKUNCEN VILLAGE, PEKALONGAN, CENTRAL JAVA

    Get PDF
    Syawalan is a tradition that is carried out by people in various regions of Java. In Java, it is performed annually, one week after Eid-Mubarak. The name Syawalan itself comes from the Arabic language "Shawwal", which is then given the affix "an" to become Syawalan. The tradition is highly popular in Java and cannot be separated from Javanese society, especially among Muslim people. The objectives of this study are to describe the ritual procedure of the Syawalan tradition in Pekuncen Village and explain the functions of the given ritual and why people still maintain it. In this research, the writer uses interviews, observation, and documentation as methods to collect data. The research reveals that the procedures of this ritual are preparations, first step is preparing all the materials, food, and people involved. The second is to make sure that the place is ready to perform the ritual. The performance itself is to start praying with people who join the ritual. After that, start to get ready for all the air balloons. Last step, after all of the ritual performances have been done, the committees distribute food. People from various beliefs can follow and enjoy the course of this ritual without any "barriers" between them. The functions of Syawalan are teaching life values, such as, maintaining social harmony, supporting conflict resolution, entertaining people, and displaying how we should behave in social life. People maintain Syawalan ritual because people believe that it is still important preserve the culture of their ancestors. Also, this ritual teaches people, especially Muslims, to always have a fear of God. Many issues are related to different beliefs among communities, and this research reveals that the Syawalan ritual can be a suitable medium to accommodate diversity. It unites people

    HUBUNGAN ANTARA SELF ESTEEM DENGAN KECANDUAN SMARTPHONE PADA MAHASISWA

    Get PDF
    Self-esteem yang rendah membuat individu ingin selalu tetap terkoneksi dengan kehidupan orang lain. Smartphone memberikan kemudahan bagi penggunanya sehingga saat ini seseorang dapat berkomunikasi dengan banyak orang tanpa batas. Berbagai fitur yang ditawarkan membuat tidak sedikit mahasiswa dapat mengakses selama berjam-jam. Individu yang melebihi batas wajar tidak mampu mengontrol penggunaannya cenderung akan mengalami kecanduan smartphone. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mencari apakah terdapat hubungan antara Self-esteem dengan kecanduan media sosial pada mahasiswa. Responden dalam penelitian ini berjumlah 101 mahasiswa aktif di salah satu universitas di Kota Semarang yang memiliki kriteria aktif menggunakan smartphone. Penelitian ini menggunakan alat ukur Smartphone Addiction Scale (SAS) dan Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES). Analisis data dilakukan dengan analisis Pearson Product Moment dengan nilai koefesiensi korelasi r=-0.779**dan Sig. (2-tailed) sebesar p=0.000 dimana p < 0.01. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa terdapat hubungan negatif antara Self-esteem dengan kecanduan smartphone pada mahasiswa. Dengan demikian hipotesis yang diajukan diterima. Kata kunci: kecanduan smartphone, Self-esteem, mahasisw

    EVALUASI KINERJA SEISMIC PADA GEDUNG YANG DIPERKUAT DENGAN SELF-CENTERING ENERGY DISSIPATING ROCKING WALL DITINJAU TERHADAP DISPLACEMENT (Studi Kasus: Proyek Pembangunan Gedung X di Banda Aceh)

    Get PDF
    Struktur bangunan di wilayah rawan gempa seperti Banda Aceh membutuhkan sistem yang mampu menahan gaya lateral akibat gempa dengan kerusakan minimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja struktur gedung lima lantai menggunakan sistem Self-Centering Energy Dissipating Rocking Wall (SCEDRW) yang dimodelkan menggunakan perangkat lunak ETABS. Sistem SCEDRW dirancang untuk meminimalkan displacement dan kerusakan struktural permanen melalui mekanisme rocking yang dikendalikan serta integrasi tendon pasca-tegang dan energy dissipator. Penelitian dilakukan melalui tahapan identifikasi data bangunan eksisting, pemodelan struktur dengan dan tanpa SCEDRW, serta analisis beban gempa berdasarkan SNI 1726:2019. Ditinjau dari nilai displacement struktur konvensional memiliki nilai maksimum sebesar 53,358 mm arah X dan 64,035 mm pada arah Y. Struktur dengan SCEDRW mengalami nilai displacement maksimum sebesar 47,200 mm arah X dan 45,011 mm arah Y, yang lebih kecil dibandingkan dengan struktur konvensional. Hal ini membuktikan bahwa penggunaan SCEDRW dapat mengurangi perpindahan lateral dan meningkatkan stabilitas struktur saat mengalami beban gempa. Kinerja seismic yang ditinjau terhap level kinerja struktur berdasarkan drift ratio menggunakan pushover struktur konvensional memiliki drift ratio 0,743% sedangkan struktur dengan SCEDRW memiliki drift ratio 0,713% keduanya berada dalam kategori Life Safety sesuai dengan FEMA 356. Drift ratio menggunakan time history struktur konvensional memiliki drift ratio maksimum adalah 1,48% sedangkan drift ratio maksimum pada struktur dengan SCEDRW adalah 0,79%. SCEDRW terbukti lebih efektif dalam mengurangi simpangan lateral akibat gempa. Kata kunci: Self centering energy dissipating rocking wall, SCEDRW, drift ratio

    PENGEMBANGAN PARIWISATA DI LINGKUNGAN KAWASAN SITUS MASJID MENARA DAN MAKAM SUNAN KUDUS, KUDUS, JAWA TENGAH

    No full text
    Peninggalan Sunan Kudus berupa Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus sebagai Situs Cagar Budaya telah menjadi salah satu objek wisata andalan di Kudus, karena ikut menyumbangkan peningkatan Pendapatan Asli Daerah dan pertumbuhan perekonomian masyarakat di sekitarnya. Untuk memanfaatkan potensi warisan budaya, baik yang berwujud tak benda maupun benda di lingkungan sekitar kawasan tersebut, maka perlu dioptimalkan pemanfaatannya sebagai pendukung pariwisata di kawasan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan dan menyusun konsep pengembangan pariwisata di lingkungan kawasan Situs Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus yang mendukung pelestarian warisan budayanya. Untuk penelitian ini, metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggabungkan antara metode observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi literatur. Hasil penelitian ini adalah konsep pengembangan pariwisata warisan budaya yang selaras dan mendukung pelestarian warisan budayanya, dengan memanfaatkan objek-objek peninggalan bersejarah sebagai objek wisata dengan akses yang memadai, amenitas yang mendukung, fasilitas umum yang nyaman, dan manajemen pengelolaan kawasan yang mendukung keberlangsungan pariwisata di kawasan tersebut, dengan konsep melihat, melakukan, dan membeli/berbelanja. Kata Kunci: Situs Cagar Budaya, Menara Kudus, Pariwisata, Sunan Kudus, Warisan Buday

    KAJIAN LAIK FUNGSI ASPEK KENYAMANAN PADA RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT HASTUTI SRAGEN

    No full text
    Surat Laik termasuk persyaratan harus dipenuhi serta dimiliki oleh pemilik gedung sebelum digunakan sesuai dengan fungsi perijinannya. Merupakan tanggung jawab pemilik atau pengguna untuk menggunakan gedung sesuai dengan fungsinya untuk memastikan bahwa bangunan beroperasi dengan baik secara administrasi serta teknis tanpa merusak bahan bangunan atau orang atau lingkungan di sekitarnya. Bangunan kesehatan harus memenuhi persyaratan teknis, termasuk aspek fisik bangunan, fasilitas penunjang, serta faktor kesehatan penghuni. Faktor ventilasi yang memadai, pencahayaan yang cukup, kelembaban yang terkendali, dan kualitas udara dan air yang baik dapat memengaruhi kesehatan penghuni. Aspek-aspek ini sangat penting untuk menjaga kenyamanan dan juga kesehatan penghuni gedung, yang pada gilirannya akan memastikan kinerja pelayanan publik yang bisa optimal. Penelitian ini bertujuan mengetahui Keandalan aspek kenyamanan dari segi Pencahayaan, suhu dan kelembaban serta kebisingan di Ruang Rawat Inap. Metode menggunakan analisis kuantitatif serta kumulatif, dengan menggunakan alat ukur. Hasilnya Kenyamanan pencahayaan dinyatakan kurang andal. Pengukuran yaitu rerata = 280 lux tidak kurang dari = 100 lux, dari responden : Petugas RS pada saat tidur = 80 % nyaman, 20 % sangat nyaman, pada saat tidak tidur = 100 % menyatakan nyaman. Responden Pengunjung / penunggu / Pasien 5 % tidak nyaman, 95 % , 5 % sangat nyaman, pada saat tidak tidur 95 % menyatakan nyaman dan 5 % menyatakan sangat nyaman. Temperatur/suhu dan kelembaban dinyatakan andal, hasil pengukuran nilai suhu rata rata = 22,4 °C, Pernyataan kuesioner dari Petugas RS : 80 % nyaman, 20 % sangat nyaman. kuesioner dari pengunjung, penunggu serta pasien: 95 % nyaman, 5 % menyatakan sangat nyaman. Untuk kelembaban udara hasil rerata = 50 %, Dari Pernyataan kuesioner Petugas RS 80 % nyaman, 20 % sangat nyaman. Pengunjung/penunggu dan pasien 90 % nyaman, 10 % menyatakan sangat nyaman. Tingkat kebisingan dinyatakan andal/laik. Hasil pengukuran rerata = 52,2 dBA memenuhi dari standart yang di syaratkan tidak melebihi dari 55 dBA. pernyataan petugas RS 80 % nyaman 20 % sangat nyaman. Penyataan Pengunjung/penunggu dan pasien 90 % responden nyaman dan 10 % menyatakan sangat nyaman. Kata kunci : laik fungsi, rawat inap, kenyamana

    PEDOMAN IMPLEMENTASI SANGA MANDALA PADA TATA RUANG BANGUNAN PUBLIK DI BALI

    No full text
    Sanga Mandala merupakan sebuah konsep kosmologi Bali yang membagi ruang ke dalam sembilan arah dan tiga zonasi berdasarkan nilai sakral, orientasi dan spiritual. Dalam Peraturan Daerah Bali dijelaskan bahwa bangunan Bali wajib memiliki pakem Arsitektur Tradisional Bali, namun seiring zaman berkembang kebudayaan semakin dilupakan, sehingga hal ini menyebabkan identitas bangsa yang menurun dan memudar pada kualitas lingkungannya. Hal ini diakibatkan karena adanya desain modern yang lebih fleksibel dan mengutamakan fungsi ekonomi yang membuat konsep Sanga Mandala tidak lagi dipertahankan dalam pembangunan komersial. Tujuan dari penelitian ini untuk menyusun panduan bangunan yang berlandaskan aturan tradisional. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif – deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, dokumentasi visual, studi literatur yang mendalam, serta studi pustaka yang sistematis terhadap jurnal-jurnal ilmiah relevan untuk menilai sejauh mana prinsip Sanga Mandala diimplementasikan pada ruang Gedung Diklat. Hasil penelitian menunjukan bahwa Gedung Diklat Keuangan Denpasar memiliki prinsip Sanga Mandala secara konseptual dan dapat disimpulkan bahwa filosofi Sanga Mandala masih relevan dan dapat diimplementasikan dalam peracangan arsitektur bangunan fungsional. Kata Kunci : Sanga Mandala, Gedung Diklat, Arsitektur Tradisional Bal

    ANALISIS PENGARUH CLASH DETECTION TERHADAP WAKTU DAN BIAYA PADA PROYEK KONSTRUKSI DENGAN MENGGUNAKAN BIM 3D, 4D, DAN 5D (Studi Kasus: Proyek Gedung X di Kota Semarang)

    No full text
    Proyek konstruksi adalah kegiatan untuk menciptakan sebuah produk yang melibatkan beberapa disiplin ilmu yang berbeda. Dengan banyaknya disiplin ilmu memunculkan potensi yang lebih tinggi terhadap adanya clash pada desain. Menurut Anugerah., dkk., (2022), kondisi rencana desain yang tidak sempurna, dan memiliki kesalahan desain dapat menyebabkan peningkatan biaya pelaksanaan pekerjaan konstruksi lebih dari 3% dari kontrak awal. Selain itu clash mempengaruhi adanya peningkatan biaya akibat dari adanya pekerjaan rework. Oleh karena itu, perlu meminimalisir adanya kesalahan desain dengan melakukan pengujian clash dengan menggunakan BIM. Penelitian ini membahas terkait dengan manfaat BIM 3D dalam melakukan identifikasi dan analisis clash pada for construction drawing. Selain itu pada penelitian ini akan membahas pengaruh dari clash terhadap waktu dan biaya pelaksanaan dengan menggunakan BIM 4D dan BIM 5D. Penelitian dilakukan pada Proyek X yang berlokasi di Kota Semarang. Penelitian dilakukan untuk mendeteksi clash antara elemen pekerjaan struktur atas, pekerjaan plumbing, dan pekerjaan hydrant. Hasil deteksi clash ditemukan 82 clash antara struktur atas dengan pipa plumbing, 209 clash antara struktur atas dengan pipa hydrant, dan 17 clash antara elemen pipa plumbing dan pipa hydrant. Clash menyebabkan adanya rework yang akan berdampak pada peningkatan biaya dan jadwal. Dampak peningkatan waktu pelaksanaan pekerjaan sebanyak 19,51% dan peningkatan biaya sebanyak 11,66% untuk pekerjaan plumbing dan untuk pekerjaan hydrant peningkatan biaya sebesar 2,63%. Oleh karena itu, pengujian clash sangat diperlukan pada tahap perencanaan dan desain. Hal ini dilakukan untuk dapat memastikan bahwa gambar yang dijadikan sebagai acuan dalam pelaksanaan tidak akan terjadi clash yang nantinya dapat menyebabkan adanya pekerjaan ulang. Penelitian selanjutnya dapat dikaji pada pekerjaan critical path, dan dapat dilakukan kajian lebih lanjut terkait kesulitan pekerjaan untuk mengestimasi waktu pekerjaan ulang. Kata Kunci: Building Information Modelling (BIM), clash detection, pekerjaan ulan

    PEMBUATAN SISTEM KEUANGAN DI SMP SUDIRMAN SEMARANG BERBASIS WEB

    No full text
    Pesatnya perkembangan teknologi informasi telah mendorong lembaga pendidikan untuk beralih dari sistem manual ke sistem berbasis digital, termasuk dalam pengelolaan keuangan. SMP Sudirman Semarang sebelumnya mengandalkan pembukuan manual, yang seringkali menyebabkan kesalahan, keterlambatan pelaporan, dan lemahnya pengendalian internal. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem informasi akuntansi berbasis web untuk meningkatkan akurasi, efisiensi, dan transparansi pelaporan keuangan sekolah. Penelitian ini menggunakan metode Waterfall, dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Temuan menunjukkan bahwa sistem yang dikembangkan menggunakan kerangka kerja Laravel dan basis data MySQL ini efektif mendukung pencatatan arus kas masuk, arus kas keluar, pembayaran siswa, dan penyusunan laporan keuangan secara real-time. Sistem ini terbukti mengurangi kesalahan pencatatan, mempercepat proses pelaporan, dan meningkatkan keamanan data. Kesimpulannya, implementasi sistem keuangan berbasis web di SMP Sudirman Semarang efektif dalam mendorong transparansi, akuntabilitas, dan pengambilan keputusan manajerial. Temuan ini menyiratkan bahwa sistem serupa dapat diadopsi oleh sekolah lain untuk meningkatkan efektivitas tata kelola keuangan. Kata Kunci: [Pengembangan, Waterfall, Berbasis Web, Keamanan Data

    PENGARUH INFLUENCER DR. TIRTA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN CUSTOMER SHOES AND CARE SEMARANG

    No full text
    Penelitian ini membahas pengaruh influencer dr. Tirta terhadap keputusan pembelian customer Shoes and Care Semarang. Latar belakang penelitian berangkat dari meningkatnya persaingan bisnis jasa cuci sepatu di Semarang serta meningkatnya penggunaan media sosial sebagai sarana promosi. Teori yang digunakan adalah Expectancy Violations Theory (EVT) yang menjelaskan bagaimana pelanggaran atau pemenuhan harapan konsumen dapat mempengaruhi perilaku mereka. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sampel penelitian berjumlah 99 responden yang ditentukan melalui rumus Slovin dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner online yang dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, regresi linear sederhana, korelasi, koefisien determinasi, serta uji t dengan bantuan SPSS 24. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan antara influencer dengan keputusan pembelian terdapat pada hasil analisis dan nilai yang didapatkan dalam penelitian ini, ditunjukkan oleh nilai korelasi sebesar 0,827. Regresi linear sederhana menghasilkan koefisien sebesar 0,655, menandakan bahwa peningkatan pengaruh influencer berdampak positif pada keputusan pembelian. Nilai koefisien determinasi sebesar 59,2% menunjukkan keputusan pembelian dipengaruhi oleh faktor influencer, sementara 40,8% dipengaruhi faktor lain di luar penelitian. Uji t membuktikan adanya pengaruh signifikan dengan nilai thitung 11,869 > ttabel 1,98472. Kesimpulan penelitian ini adalah influencer, khususnya Dr. Tirta, berperan signifikan dalam mempengaruhi keputusan pembelian customer Shoes and Care Semarang. Temuan ini menegaskan relevansi teori pelanggaran harapan, dimana ekspektasi konsumen yang dibentuk melalui figur influencer mampu mendorong perilaku pembelian. Kata Kunci: Influencer, dr. Tirta, Shoes and Care, Keputusan Pembelian, Teori Pelanggaran Harapa

    ANALISIS PERTIMBANGAN HAKIM TERHADAP TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN BERENCANA YANG DILAKUKAN OLEH PENDERITA SKIZOFRENIA PARANOID (Studi Putusan Nomor 150/Pid.B/2024/PN Jkt.Brt)

    No full text
    Penelitian berjudul “Analisis Pertimbangan Hakim Terhadap Tindak Pidana Pembunuhan Berencana yang Dilakukan oleh Penderita Skizofrenia Paranoid (Studi Putusan Nomor 150/Pid.B/2024/PN Jkt.Brt)” ini bertujuan untuk mengetahui pertimbangan hakim dalam menilai pertanggungjawaban pidana terdakwa yang menderita skizofrenia paranoid dalam kasus pembunuhan berencana, serta menilai kesesuaian pemidanaan terhadap terdakwa dengan prinsip pertanggungjawaban pidana. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan yuridis normatif dan spesifikasi deskriptif analitis. Objek penelitian meliputi Putusan Nomor 150/Pid.B/2024/Pn Jkt.Brt beserta dokumen persidangan, termasuk keterangan saksi, pendapat ahli psikiatri, barang bukti, dan pengakuan terdakwa. Analisis difokuskan pada penerapan ketentuan KUHP, asas-asas hukum pidana, dan fakta hukum di persidangan. Data dikumpulkan melalui studi pustaka terhadap peraturan perundang-undangan, literatur, putusan pengadilan terkait dan juga wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Majelis Hakim dalam Putusan Nomor 150/Pid.B/2024/PN Jkt.Brt menilai seluruh unsur Pasal 340 KUHP telah terpenuhi. Diagnosis skizofrenia paranoid dianggap muncul setelah peristiwa pembunuhan terjadi, sehingga pada saat kejadian terdakwa dinilai sadar dan mampu mempertanggungjawabkan perbuatannya. Pertimbangan hakim didasarkan pada adanya persiapan matang, pemilihan waktu dan tempat, serta pelaksanaan yang terencana yang mencerminkan kesengajaan dan kehendak bebas. Dengan berpegang pada asas geen straf zonder schuld, hakim menolak penerapan Pasal 44 KUHP. Penelitian ini menemukan bahwa meskipun terdapat visum et repertum psychiatricum dan keterangan ahli yang menunjukkan indikasi gangguan jiwa, pertimbangan medis tersebut belum dijadikan landasan utama. Hal ini mencerminkan kecenderungan praktik peradilan yang masih memposisikan bukti medis sebagai faktor pelengkap, bukan sebagai dasar substantif dalam menilai pertanggungjawaban pidana. Kata Kunci: Pertimbangan Hakim, Pembunuhan Berencana, Skizofrenia Paranoid, Pertanggungjawaban Pidana, Pasal 44 KUHP, Visum Et Repertum Psychiatricum

    9,811

    full texts

    12,755

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Unika Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇