12755 research outputs found
Sort by
UPAYA PREVENTIF, REPRESIF, DAN KURATIF DP3A KOTA SEMARANG DALAM MENCEGAH DAN MENANGANI KASUS KEKERASAN FISIK TERHADAP PEREMPUAN DAN ANAK
Skripi dengan judul “UPAYA PREVENTIF, REPRESIF, DAN KURATIF DP3A
KOTA SEMARANG DALAM MENCEGAH DAN MENANGANI KASUS
KEKERASAN FISIK TERHADAP PEREMPUAN DAN ANAK” bertujuan yakni
guna menyelidiki pengupayaan preventif, represif, serta kuratif DP3A Kota
Semarang guna mencegah dan melakukan penanganan kasus kekerasan fisik yang
dialami perempuan dan anak serta mengetahui hambatan yang dihadapi oleh DP3A
Kota Semarang.
Metode pendekatan yang dipakai yakni metode pendekatan kualitatif yang
memfokuskan terhadap wawasan mendalam mengenai kasus yang terjadi serta
peraturan yang mengatur tentang kekerasan fisik dengan spesifikasi penelitian yaitu
deskriptif analitis. Objek penelitian yaitu dokumen kasus kekerasan fisik tahun
2020-2025 yang diperoleh di DP3A Kota Semarang terhadap perempuan dan anak,
staff Subkoordinator Bidang PPA DP3A Kota Semarang dan staff UPTD PPA Kota
Semarang, dan peraturan perundang-undangan yang terkait. Jenis data yang
digunakan adalah data primer dan data sekunder, dengan teknik pengumpulan data
yaitu studi kepustakaan dan wawancara. Teknik pengolahan data dan penyajian data
adalah dengan cara deskriptif naratif. Metode analisis yang digunakan adalah
analisa kualitatif.
Hasil penelitian dan pembahasan menjelaskan bahwa upaya preventif dilakukan
dengan edukasi, sosialisasi, serta memiliki program JPPA dan GARPU PERAK.
Upaya represif dilakukan DP3A Kota Semarang melalui UPTD PPA Kota
Semarang dengan bekerja sama dengan pihak Polrestabes, sekolah, perguruan
tinggi, RT/RW, dan tokoh masyarakat. Sedangkan upaya kuratif yang merupakan
pemulihan memberikan penanganan berupa pendampingan psikologis, serta
memberikan rumah aman atau shelter pada korban selama proses pemulihan.
Dalam melaksanakan upaya upaya tersebut, DP3A Kota Semarang mengalami
hambatan yaitu proses hukum, stigma sosial terhadap korban, serta keterbatasan
SDM.
Dalam hal ini, solusi yang dapat Penulis berikan adalah dengan peningkatan SDM,
mengubah stigma sosial terhadap korban, dan dapat memperbaiki sistem dalam
DP3A Kota Semarang dan UPTD PPA Kota Semarang.
Kata Kunci: Upaya Preventif, Upaya Represif, Upaya Kuratif, DP3A Kota
Semarang, Kekerasan Fisik
LAPORAN MAGANG KERJA PROYEK PEMBANGUNAN TWIN TOWER UNIVERSITAS DIPONEGORO PLEBURAN TAHAP 1 JALAN IMAM BARDJO S.H. NO. 5, PLEBURAN SEMARANG (KONSENTRASI MATERIAL)
PENERAPAN SANKSI PIDANA DALAM TINDAK PIDANA PENCEMARAN NAMA BAIK MELALUI MEDIA SOSIAL (STUDI KASUS PUTUSAN NOMOR: 419/PID.SUS/2019/PN.SMG)
Media sosial dianggap sebagai tempat yang paling mudah untuk mengakses beritabahkan sebagian orang mulai memilih menulis berita menggunakan salah satu darijejaring situs pada media sosial yang mana tidak membutuhkan alat yang mahal
dan biaya yang besar. Semua pengguna media sosial juga bisa mengedit atau
menambahkan baik itu tulisan, gambar atau video dan lainlainnya.Kita sebagaipengguna media sosial dimudahkan dengan ketika mau membuat opini atau
pendapat tentang suatu hal tidak perlu untuk memuatnya di koran ataupun majalahkarena media sosial sudah mewadahi itu semua. Akan tetapi dengan mudahnyamemberikan opini yang menjadikan penyalahgunaan bagi sebagian orang mulai
dari menyebarkan berita bohong, pencemaran nama baik ataupun untuk
menjatuhkan orang lain.
Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Data dan analisis dilakukan secarakualitatif tanpa menggunakan suatu perhitungan secara matematis. Sumber data
diperoleh dari hasil pencarian data di lapangan melalui teknik wawancara dengan
narasumber dan studi pustaka.
Hasil penelitian dan pembahasan menunjukan bahwa penerapan sanksi pidanapenting untuk melindungi harkat individu dan etika komunikasi di duniadigital. Pencemaran nama baik di media sosial bisa menyebar cepat dan berdampakluas, sehingga penegakan hukum yang adil diperlukan. Namun, sanksi harusproporsional dan tidak mengurangi kebebasan berekspresi. Penegak hukum harusmemastikan semua unsur tindak pidana terbukti sah agar tidak ada kriminalisasi
terhadap ekspresi yang sah. Putusan Nomor: 419/Pid. Sus/2019/PN. Smgmenunjukkan hukuman enam bulan tidak sebanding dengan dampak padakorban. Keputusan ini juga tidak memberikan kepastian hukum yang cukup dan
dikhawatirkan bisa dijadikan acuan di kasus lain. Ini menunjukkan perlunyapendekatan hukum yang lebih komprehensif, mempertimbangkan keadilan,kepastian hukum, dan manfaat bagi masyarakat.
Simpulan Putusan Nomor: 419/Pid. Sus/2019/PN. Smg menunjukkan penerapan
sanksi pidana untuk pencemaran nama baik di media sosial. Terdakwa Loekito
Rahardjo Hidajat dihukum penjara 6 bulan dan denda Rp. 5. 000. 000, yang tidakakan dilaksanakan jika tidak ada tindak pidana lain dalam satu tahun. Namun,hukuman ini dinilai tidak adil bagi korban, mengingat dampak psikologis dan
sosial yang dialami. Ada kekhawatiran bahwa keputusan ini bisa menjadi contoh
buruk untuk kasus serupa dan tidak memberikan efek jera. Diperlukan pendekatan
hukum yang lebih baik untuk memastikan keadilan dan kepastian hukum. Saran
untuk Hakim di Pengadilan Negeri Semarang perlu menegakkan prinsipproporsionalitas, keadilan substantif, dan tujuan pemidanaan. Keputusan yang baikharus mengembalikan rasa keadilan bagi korban dan masyarakat. Hakim harusintrospeksi profesional, menunjukkan empati, dan meningkatkan kompetensi sertatransparansi dalam putusan.
Kata Kunci: Sanksi Pidana, Pencemaran Nama Baik, Media Sosia
IMPLEMENTASI PEMASARAN ONLINE MELALUI TIKTOK UNTUK MENINGKATKAN PENJUALAN HOLIGRELS SKINCARE
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi pemasaran online melalui
aplikasi Tiktok untuk meningkatkan penjualan Holigrels. Metode pengumpulan
data menggunakan kuesioner yang dibagikan kepada 30 konsumen Holigrels.
Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian
menunjukkan implementasi pemasaran online berupa social media marketing
(content creation, content sharing, connecting, community building) termasuk
dalam kategori sangat setuju sehingga faktor ini dapat meningkatkan penjualan.
Kata Kunci : social media marketing, content creation, content sharing, connecting,
community building, penjualan
HUBUNGAN RELIGIUSITAS DENGAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS PADA MAHASISWA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara religiusitas dengan
kesehjateraan psikologis pada mahasiswa di Soegijapranata Catholic University.
Hipotesis yang diajukan pada penelitian ini adalah “terdapat hubungan positif
antara religiusitas dengan kesejahteraan psikologis pada mahasiswa”. Penelitian
ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan subjek 114
mahasiswa aktif dari semester 5 - 9 tahun ajaran 2021-2023 sejumlah 3388
mahasiswa di 10 fakultas Soegijapranata Catholic University. Teknik sampling
yang digunakan snowball sampling. Alat Ukur yang digunakan adalah skala
religiusitas dan skala kesehjateraan psikologi telah diuji validitas dan realibilitasnya.
Data dianalisis menggunakan teknik korelasi Spearman Rho. Hasil analisis
menunjukan adanya hubungan positif sangat signifikan antara religiusitas dengan
kesejahteraan psikologis pada mahasiswa (ρ = 0,502; p ˂ 0,01). Artinya, semakin
tinggi religiusitas maka semakin meningkat kesehjateraan psikologis dan
sebaliknya. Dengan demikian hipotesis yang diajukan diterima.
Kata Kunci: Religiusitas, Kesehjateraan Psikologis , Mahasisw
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN KECEMASAN DALAM MENGHADAPI UJIAN NASIONAL PADA SISWA KELAS IX DI SMP X
Ketika menghadapi ujian nasional, siswa seringkali dihadapkan pada situasi yang
menimbulkan tekanan dan kecemasan. Kecemasan dapat dikategorikan berat
apabila dapat mengganggu siswa dalam melakukan kegiatan sehari-hari, misalnya
berkurangnya konsentrasi pada saat belajar. Siswa yang menerima dukungan
sosial dari lingkungannya, cenderung memiliki tingkat kecemasan yang rendah,
karena ada perasaan tenang dan nyaman pada saat menghadapi ujian. Penelitian
ini bertujuan menguji secara empirik hubungan antara dukungan sosial dengan
kecemasan dalam menghadapi ujian nasional pada siswa kelas IX di SMP X.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah
seluruh siswa kelas IX SMP X dengan total siswa 113 siswa, dan menggunakan
teknik non-probability sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam
penelitian ini adalah skala. Skala yang digunakan adalah skala kecemasan dan
skala dukungan sosial. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah adanya
hubungan negatif antara dukungan sosial dengan kecemasan dalam menghadapi
ujian nasional pada siswa kelas IX di SMP X. Semakin tinggi dukungan sosial yang
dirasakan atau diterima siswa maka semakin rendah kecemasan yang dialami oleh
siswa dalam menghadapi ujian nasional dan sebaliknya. Analisis data penelitian
menggunakan korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa terdapat korelasi rxy sebesar (-0,261) dengan nilai signifikansi 0,003
(p<0,01). Dengan demikian hipotesis yang diajukan diterima. Dapat disimpulkan
bahwa ada hubungan negatif yang sangat signifikan antara dukungan sosial
dengan kecemasan dalam menghadapi ujian nasional pada siswa kelas IX di SMP
X.
Kata kunci: kecemasan siswa, dukungan sosial, siswa SM
HUBUNGAN ANTARA KETERAMPILAN KOMUNIKASI DENGAN HUBUNGAN INTERPERSONAL PADA MAHASISWA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara keterampilan
komunikasi dengan hubungan interpersonal pada mahasiswa. hipotesis yang
diajukan pada penelitian ini adalah terdapat hubungan positif antara keterampilan
komunikasi dengan hubungan interpersonal pada mahasiswa. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Pengumpulan
data menggunakan media Google Form yang disebarkan melalui sosial media.
Subjek penelitian terkumpul sebanyak 113 mahasiswa dengan menggunakan
teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan dua
skala, yaitu skala keterampilan komunikasi sebanyak 21 item dan skala
hubungan interpersonal sebanyak 19 item. Analisis data dilakukan menggunakan
uji korelasi Spearman’s rho melalui SPSS. Hasil penelitian menunjukkan nilai
koefisien korelasi (r) sebesar 0,427 dengan signifikansi P = 0.001 (<0.01), yang
berarti terdapat hubungan positif yang sangat signifikan antara keterampilan
komunikasi dan hubungan interpersonal pada mahasiswa. Nilai koefisien
determinasi (R²) sebesar 0,182 menunjukkan bahwa keterampilan komunikasi
memberikan kontribusi sebesar 18,2% terhadap hubungan interpersonal,
sedangkan 81,8% dipengaruhi oleh faktor lain. Hasil analisis deskriptif
menunjukkan bahwa keterampilan komunikasi mahasiswa berada pada kategori
sedang, sedangkan hubungan interpersonal berada pada kategori rendah.
Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi keterampilan komunikasi
mahasiswa, maka semakin tinggi pula kualitas hubungan interpersonal yang
dimiliki.
Kata Kunci: Keterampilan Komunikasi, Hubungan Interpersonal,
Mahasisw
HUBUNGAN PAPARAN KONTEN MEDIA SOSIAL TERHADAP KECENDERUNGAN PERILAKU SELF HARM PADA MAHASISWA KELOMPOK EMERGING ADULTHOOD
Fenomena kecenderungan perilaku self-harm pada mahasiswa emerging
adulthood di Indonesia semakin marak terjadi, salah satunya dipengaruhi oleh
paparan konten media sosial yang menampilkan perilaku tersebut. Penelitian ini
bertujuan mengetahui hubungan antara paparan konten media sosial dan
kecenderungan perilaku self-harm pada mahasiswa kelompok emerging
adulthood. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional
pada 71 mahasiswa berusia 18–29 tahun yang diperoleh melalui teknik incidental
sampling. Instrumen berupa skala paparan konten media sosial berdasarkan
aspek Rosengren (1972) dan skala kecenderungan perilaku self-harm
berdasarkan aspek Klonsky dan Glenn (2009). Analisis data dilakukan dengan uji
Spearman’s rho menggunakan SPSS 23.0. Hasil menunjukkan adanya hubungan
positif signifikan antara paparan konten media sosial dan kecenderungan perilaku
self-harm (r = 0,208; p < 0,05). Paparan konten media sosial berkontribusi sebesar
4,1% terhadap kecenderungan perilaku self-harm.
Kata kunci: Paparan konten media sosial, kecenderungan perilaku self-harm,
emerging adulthoo
KORELASI ANTARA SELF ESTEEM DAN RELASI PARASOSIAL PADA MAHASISWI PENGGEMAR K-POP
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara selfesteem
dan
relasi
parasosial
pada
mahasiswi
penggemar
K-Pop
di
kota Semarang. Relasi parasosial merupakan bentuk
hubungan satu arah yang dirasakan individu terhadap tokoh
media seperti idola K-Pop yang bersifat semu, tetapi dapat
mempengaruhi aspek psikologis dan sosial. Sementara itu, selfesteem
merujuk
pada
penilaian
individu
terhadap
dirinya
sendiri
baik
itu
positif
ataupun
negatif.
Hipotesis
penelitian
adalah
selfesteem
memiliki hubungan negatif terhadap relasi parasosial
pada mahasiswi penggemar K-Pop. Penelitian ini menggunakan
pendekatan kuantitatif korelasional dengan teknik pengambilan
sampel insidental. Partisipan berjumlah 127 mahasiswi
penggemar K-Pop di kota Semarang. Hasil uji korelasi
menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara
self-esteem dan relasi parasosial dengan nilai koefisien korelasi
(rs) sebesar -0,094 dan nilai signifikansi 0,293 (p > 0,05). Artinya,
hipotesis penelitian ini ditolak yang menyebutkan self-esteem
memiliki hubungan negatif terhadap relasi parasosial pada
mahasiswi penggemar K-Pop. Meskipun demikian, ditemukan
hubungan yang signifikan antara beberapa aspek, seperti selfrespect
dan social attraction (rs = 0,929; p < 0,01), serta selfacceptance
dan
social
attraction
(rs
=
0,442;
p
<
0,01).
Kata
kunci:
Self-esteem,
Relasi
parasosial,
K-Pop,
Mahasiswi,
Semarang
FAKTOR KEBERHASILAN IMPLEMENTASI SISTEM ERP DENGAN PENDEKATAN INSTITUTIONAL LOGIC STUDI KASUS CV KURNIA JAYA PERKASA
Penelitian ini bertujuan menemukan faktor keberhasilan implementasi sistem ERP dari
aspek teknologi informasi dan aspek non teknologi informasi di perusahaan manufaktur
CV Kurnia Jaya Perkasa menggunakan pendekatan teori institutional logic. Dalam era
digitalisasi, perusahaan dituntut untuk beradaptasi dengan teknologi yang mampu
meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses bisnis. Salah satu sistem yang digunakan
adalah Enterprise Resource Planning (ERP). Penelitian ini menggunakan pendekatan
kualitatif studi kasus, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam kepada
enam informan yang mewakili berbagai divisi perusahaan. Menurut hasil penelitian, dari
sudut pandang teknologi informasi, keberhasilan sistem ERP ditentukan oleh
kesesuaiannya dengan kebutuhan organisasi, teknis dan infrastruktur yang memadai. Dari
sudut pandang non teknologi informasi, faktor budaya organisasi yang fleksibel, komitmen
manajemen puncak, pelatihan berkelanjutan, dan penerapan prosedur operasi standar
(SOP) yang konsisten adalah faktor yang berkontribusi pada keberhasilan ERP.
Keberhasilan CV Kurnia Jaya Perkasa dalam menerapkan ERP didorong oleh logika
institusional, yang membantu perusahaan menyeimbangkan antara logika pasar, logika
profesional, dan logika budaya organisasi.
Kata Kunci : Institutional logic theory, aspek teknologi informasi, aspek non teknologi
informasi, ERP, perusahaan manufaktu