12755 research outputs found
Sort by
ANALISIS RISIKO TERJADINYA COST OVERRUN PADA PROYEK KONSTRUKSI (Studi Kasus: Proyek Konstruksi X di Jawa Barat)
In its implementation, a construction project is always exposed to various risks. The
inability to manage risks in a project can lead to multiple problems, one of which
is cost overrun. Cost overrun refers to a situation where the actual cost of a project
exceeds the initial estimated cost. The occurrence of cost overrun is caused by
various types of risks and uncertainties in the project. Therefore, proper risk
management efforts are necessary to control project costs and reduce the likelihood
of cost overruns. Risk management includes risk identification, risk classification,
risk analysis, and risk response. This study aims to identify risk factors and
mitigation efforts for the risks causing cost overruns in construction projects,
specifically in project X in West Java. The analytical method used in this study is
the probability and impact matrix. The results identify 39 risk factors contributing
to cost overruns in construction projects in West Java, with three dominant risk
factors: low labor productivity, contracts awarded to the lowest bidder, and
additional work
HUBUNGAN ANTARA SMARTPHONE ADDICTION DAN KECEMASAN AKADEMIK PADA MAHASISWA
Mahasiswa saat ini menghadapi tantangan unik yaitu kehadiran smartphone
secara terus-menerus. Meskipun perangkat ini menawarkan banyak informasi dan
koneksi, penggunaan berlebihan dapat memperburuk kecemasan akademis.
Fenomena lain yang terjadi pada mahasiswa dengan penggunaan smartphone
yang tinggi, membuat aktivitas dan pola perilaku keseharian juga berubah. Hal ini
terlihat dari karena mereka cenderung asik dengan kehidupan dunia maya dan
berkurangnya perhatian pada kehidupan nyata termasuk pada mahasiswa fakultas
psikologi Universitas Katolik Soegijapranata Semarang. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui secara empiris hubungan antara smartphone addiction dan
kecemasan akademik pada mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan dalam
penelitian ini adalah kuantitatif. Sampel penelitian ini adalah mahasiswa
Universitas Katolik Soegijapranata Semarang yang masih aktif dan menggunakan
smartphone. Teknik analisis data adalah dengan analisis korelasi Spearman. Hasil
penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan positif antara smartphone
addiction dengan kecemasan akademik
MEMAAFKAN DAN BANGKIT: HUBUNGAN PEMAAFAN DAN RESILIENSI TERHADAP KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS REMAJA AKHIR KORBAN KEKERASAN BERPACARAN
Berpacaran merupakan tahap untuk saling mengenal satu sama lain dan
wajar jika timbul permasalahan, banyak pasangan yang menggunakan
kekerasan dalam menyelesaikan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk
melihat hubungan antara pemaafan dengan kesejahteraan psikologis dan
resiliensi dengan kesejahteraan psikologis pada remaja akhir korban
kekerasan berpacaran. Pengambilan sampel menggunakan metode
accidental sampling. Penelitian melibatkan 62 responden dengan kriteria
wanita maupun laki-laki berusia 19-21 tahun yang sedang maupun pernah
menjadi kekerasan berpacaran. Pemaafan diukur dengan menggunakan
skala Transgression-Related Interpersonal Motivations Inventory (TRIM).
Resiliensi diukur dengan menggunakan skala Resillience Quotient (RQ),
dan Kesejahteraan psikologis diukur dengan menggunakan skala Ryff’s
Psychological Well-Being Scale (RPWB) medium version. Uji Korelasi
menggunakan uji korelasi Karl Pearson dan menunjukkan hasil korelasi
pemaafan dengan kesejahteraan psikologis sebesar (r=0,455, p < 0,05) dan
korelasi resiliensi dengan kesejahteraan psikologis sebesar (r=0,815, p <
0,05). Hasil ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara
pemaafan dengan kesejahteraan psikologis dan resiliensi dengan
kesejahteraan psikologis pada remaja akhir korban kekerasan berpacaran.
Kata kunci: Memaafkan, Resiliensi, Kesejahteraan Psikologis, Remaja
Akhir, Kekerasan Berpacaran
Dinamika Kedukaan Pasca Kematian Ayah pada Laki-laki: Sebuah Studi Fenomenologi
Kematian ayah dapat berdampak besar terhadap kehidupan anak,
terutama pada anak laki-laki. Hilangnya sosok ayah yang biasanya mengisi peran
sebagai panutan, pelindung, dan penyedia bagi keluarga, berpotensi memperumit
perjalanan kedukaan anak laki-laki selepas kematian ayah, hal tersebut kemudian
diperparah lagi dengan stigma bahwa laki-laki harus menunjukkan ketahanan
ditengah mengahadapi situasi kritis seperti kedukaan. Penelitian ini bertujuan
untuk mengungkap dinamika kedukaan anak laki-laki, dibedakan berdasarkan
jenjang pendidikan (stratifikasi pendidikan). Hasil menunjukkan bahwa kematian
ayah berdampak negatif, baik secara jangka pendek maupun jangka panjang pada
anak laki-laki. Pada anak laki-laki yang mengalami kematian ayah di jenjang
pendidikan yang lebih awal, ditemukan dampak negatif yang lebih besar
dibandingkan dengan anak laki-laki yang mengalami kematian ayah di jenjang
pendidikan atas. Hal tersebut dipengaruhi oleh usia, ketahanan diri (resiliensi)
serta dukungan sosial. Penelitian ini memberikan sumbangsih pada disiplin ilmu
psikologi, secara khusus terkait dengan dinamika kedukaa
PUSAT KEGIATAN MAHASISWA SCU DI SEMARANG
Fenomena gig economy menyebabkan peningkatan pesat pekerja lepas, terutama di
kalangan generasi muda, karena fleksibilitas dan efisiensi yang tinggi. Oleh karena itu,
mahasiswa perlu mengembangkan keterampilan luas dan kemampuan adaptasi tinggi untuk
menghadapi pasar kerja saat ini. Soegijapranata Catholic University, perguruan tinggi swasta
di Semarang dengan misi mengembangkan pendidikan berkualitas, perlu menyediakan Pusat
Kegiatan Mahasiswa yang mendorong pengembangan keterampilan, interaksi, hingga
kolaborasi antar mahasiswa agar siap menghadapi tantangan gig economy. Bangunan ini
diharapkan menjadi pusat kehidupan kampus yang mencerminkan identitas dan nilai-nilai
SCU.
Dalam proyek ini, terdapat dua permasalahan utama yakni; bagaimana mendesain tata
ruang Pusat Kegiatan Mahasiswa SCU yang mempengaruhi aktivitas pengguna dan
mencerminkan nilai-nilai SCU, serta bagaimana merancang bangunan yang nyaman dengan
lingkungan mendukung untuk meningkatkan produktivitas pengguna. Laporan ini bertujuan
merancang Pusat Kegiatan Mahasiswa SCU yang mendorong potensi, interaksi, dan kolaborasi
mahasiswa dalam lingkungan yang kondusif.
Desain tata ruang dengan arsitektur perilaku bersirkulasi radial yang mendorong
interaksi dan eksplorasi. Dimana pada setiap lantai bangunan menerapkan Soegijapranata
Learning Model yang terdiri dari; kritis, kreatif, visioner, peduli, dan tangguh dengan jalur yang
menghilang dalam ruang sehingga suasana ruang yang tercipta berbeda-beda. Dilengkapi
dengan durnitur yang fleksibel sehingga emndorong kolaborasi pengguna. Identitas bangunan
diperkuat melalui alur pengalaman ruang mulai dari penyambutan, pengenalan, karakteristik,
hingga pengenangan. Untuk menciptakan kenyamanan pada bangunan maka diterapkan
arsitektur biofilik yang berfokus pada pola koneksi visual dan material dengan alam, serta
keberagaman suhu dan aliran udara. Pendekatan ini menjamin kenyamanan fisik dan
psikologis, sehingga dapat meningkatkan suasana hati dan produktivitas pengguna.
Kata Kunci:
Kegiatan, Mahasiswa, SCU
PENGARUH GREEN TRANSFORMATIONAL LEADERSHIP TERHADAP EMPLOYEE GREEN BEHAVIOR MELALUI MEDIASI VALUE CONGRUENCE KARYAWAN STAFF QUEST HOTEL SEMARANG
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh Green Transformational
Leadership (GTL) terhadap Employee Green Behavior (EGB) melalui mediasi Value Congruence
(VC). Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya perilaku ramah lingkungan di dunia kerja
dalam mendukung tujuan keberlanjutan perusahaan. Metode penelitian menggunakan pendekatan
kuantitatif dengan penyebaran kuesioner kepada 31 karyawan staff Quest Hotel Semarang dan
teknik analisis data menggunakan Partial Least Squares (PLS). Hasil penelitian menunjukkan
bahwa Green Transformational Leadership (GTL) berpengaruh positif dan signifikan terhadap
Employee Green Behavior (EGB), serta terhadap Value Congruence (VC). Namun, Value
Congruence (VC) tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap Employee Green Behavior
(EGB), serta Value Congruence (VC) tidak memediasi hubungan antara Green Transformational
Leadership (GTL) dan Employee Green Behavior (EGB). Penelitian ini memberikan kontribusi
baik secara teoritis untuk pengembangan literatur terkait kepemimpinan dan perilaku ramah
lingkungan, maupun secara praktis bagi perusahaan dalam upaya meningkatkan perilaku ramah
lingkungan karyawan
HUBUNGAN ANTARA EFIKASI DIRI AKADEMIK DENGAN RESILIENSI AKADEMIK PADA MAHASISWA
Resiliensi akademik berperan penting untuk memacu mahasiswa memiliki
sikap optimis dalam menghadapi tantangan akademik. Salah satu faktor
yang mempengaruhi resiliensi akademik adalah efikasi diri akademik.
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat hubungan
antara efikasi diri akademik dengan resiliensi akademik. Hipotesis penelitian
yaitu terdapat hubungan antara efikasi diri akademik dengan resiliensi
akademik pada mahasiswa Soegijapranata Catholic University Semarang.
Penelitian melibatkan mahasiswa aktif Soegijapranata Catholic University
Semarang angkatan 2021 dan 2022 dari fakultas ilmu komputer (program
studi sistem informatika, e-commerce, game technology serta gabungan
program studi akuntansi dan sistem informatika) dan fakultas teknik
(program studi teknik elektro serta teknik sipil). Metode penelitian yang
digunakan adalah kuantitatif korelasional. Skala yang digunakan adalah
modifikasi General Academic Self Efficacy Scale (GASES) yang berfungsi
sebagai pengukur keyakinan mahasiswa dalam menyelesaikan tugas
akademik dan modifikasi The Academic Resilience Scale (ARS-30) sebagai
pengukur ketahanan mahasiswa dalam menghadapi tantangan akademik.
Adapun pengambilan data dilakukan melalui google form. Teknik analisa
data dalam penelitian adalah spearman’s rho. Hasil analisis data yang
didapatkan bahwa koefisien korelasi kedua variabel yaitu 0.826. Maka,
hipotesis awal diterima dan disimpulkan bahwa memiliki efikasi diri
akademik dapat meningkatkan resiliensi akademik
Hubungan Sense of Humor dan Romantic Jealousy dengan Romantic Relationship pada Dewasa Awal di Kota Semarang
Manusia cenderung berkomunikasi dengan manusia lain untuk mencukupi
kebutuhannya. Salah satu kebutuhan manusia adalah kebutuhan akan cinta, yang
direalisasikan melalui Romantic Relationship. Romantic Relationship merupakan
hubungan yang berlandaskan cinta. Terdapat berbagai faktor yang mempengaruhi
Romantic Relationship, dua diantaranya yang penting yaitu Sense of Humor dan
Romantic Jealousy. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Sense of
Humor dan Romantic Jealousy terhadap Romantic Relationship pada masa
dewasa awal di Kota Semarang. Hipotesis pertama penelitian ini adalah terdapat
hubungan positif antara Sense of Humor dengan Romantic Relationship. Hipotesis
kedua penelitian ini adalah terdapat hubungan negatif antara Romantic Jealousy
dengan Romantic Relationship. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif
korelasional, dengan teknik pengambilan data menggunakan accidental sampling.
Alat ukur yang digunakan adalah Short Version of the Triangular Love Scale (TLS15),
Multidimensional
Sense
of
Humor
Scale
(MSHS),
dan
Italian
Short
Form
of
Multidimensional
Jealousy Scale (ISF-MJS) yang telah dimodifikasi peneliti.
Validitas skala akan diuji menggunakan teknik uji Pearson product-moment dan
reliabilitasnya dengan menggunakan uji Alpha Cronbach. Hasil pertama
menunjukkan terdapat hubungan positif antara Sense of Humor dengan Romantic
Relationship (r=0,438; p=0,00). Hasil kedua menunjukkan terdapat hubungan
negatif antara Romantic Jealousy dengan Romantic Relationship (r=-0,419;
p=0,00). Kedua hipotesis penelitian ini diterima
POLA RUANG DAN HIRARKI RUANG DALAM PELAKSANAAN RITUAL SANG SIN DI KELENTENG TAY KAK SIE SEMARANG
Kelenteng Tay Kak Sie merupakan salah satu kelenteng bersejarah yang memiliki peran
penting sebagai pusat spiritual, budaya, dan sosial bagi masyarakat Tionghoa di Semarang.
Kelenteng ini menjadi lokasi pelaksanaan berbagai ritual keagamaan, termasuk ritual Sang Sin
yang khas. Meskipun Kelenteng Tay Kak Sie telah dikenal luas sebagai situs warisan budaya,
namun belum ada penelitian mendalam yang secara spesifik membahas bagaimana pengaruh
pola ruang dan hirarki ruang di kelenteng ini terhadap pelaksanaan ritual Sang Sin. Penelitian
bertujuan untuk melihat hubungan antara pola ruang, hirarki ruang, dan pelaksanaan ritual Sang
Sin. Kelenteng Tay Kak Sie dipilih karena memiliki kelengkapan tertinggi dengan 29 dewa,
yang mencerminkan kekayaan budaya dan spiritual dibandingkan kelenteng lainnya.
Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Responden pada penelitian
ini adalah pengelola kelenteng Tay Kak Sie. Alat yang digunakan untuk mengumpulkan data
adalah wawancara dan observasi. Metode analisis penelitian dengan mengidentifikasi pola
ruang, analisis hirarki ruang. Identifikasi dilakukan dengan memperhatikan dengan pola
pergerakan jemaah pada Ritual Sang Sin, pembagian ruang publik-privat, pelaku dan aktivitas,
profan-sakral dan dianalisis dengan isometri superimpose.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola ruang dan sirkulasi dalam ritual Sang Sin di
Kelenteng Tay Kak Sie tidak hanya berfungsi secara fungsional sebagai jalur pergerakan
jemaah, tetapi juga memiliki makna simbolik yang mendalam dalam konteks spiritual dan
kosmologis budaya Tionghoa. Struktur ruang dalam kelenteng ini bersifat dinamis dan
kompleks, dipengaruhi oleh dimensi waktu, aktivitas ritual, serta nilai simbolik yang melekat
pada tiap ruang. Struktur ruang kelenteng mencerminkan keterkaitan erat antara aspek fisik dan
makna spiritual yang dijalankan secara linier, simbolik, dan fungsional. Ketidaktertiban zonasi
antara ruang profan dan sakral, seperti keberadaan toko di area tengah dan pemanfaatan ruang
belakang sebagai gudang, menunjukkan perlunya reorganisasi fungsi ruang agar sesuai dengan
prinsip hirarki spiritual dan mendukung kekhusyukan ritual
HUBUNGAN KETERLIBATAN AYAH DALAM PENGASUHAN TERHADAP PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH PADA REMAJA MADYA BERPACARAN DI SEMARANG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara keterlibatan ayah
dalam pengasuhan terhadap perilaku seksual pranikah pada remaja madya yang
berpacaran di Semarang. Hipotesis yang diajukan adalah “Ada hubungan antara
keterlibatan ayah dalam pengasuhan dengan perilaku seksual pranikah”. Subjek
dalam penelitian ini adalah remaja berusia 15 tahun hingga 17 tahun yang pernah
atau sedang berpacaran di Semarang. Jumlah subjek dalam penelitian ini adalah
125 subjek. Terdapat dua alat ukur yang digunakan, yaitu skala keterlibatan ayah
dalam pengasuhan dan skala perilaku seksual pranikah yang dibuat oleh peneliti.
Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang negatif antara
keterlibatan ayah dalam pengasuhan dengan perilaku seksual pranikah pada
remaja madya yang berpacaran dengan r= 0.176 dan sig= 0.000. variabel
keterlibatan ayah dalam pengasuhan memberikan sumbangan sebesar 11,1%
terhadap terbentuknya perilaku seksual pranikah remaja madya berpacaran,
sedangkan 88,9% sisanya berasal dari faktor-faktor lain yang memengaruhi
perilaku seksual pranikah