12755 research outputs found
Sort by
Turnitin_Hipotiroidisme Pada Proses Penuaan Dan Estetika
Penuaan merupakan proses biologis yang mempengaruhi berbagai fungsi
tubuh, dengan sistem endokrin, khususnya hormon tiroid, memainkan peran
penting dalam proses ini. Deregulasi hormon tiroid, terutama hipotiroidisme,
yang sering ditemukan pada usia lanjut, dapat mempercepat tanda-tanda
penuaan baik secara fisiologis maupun estetika. Penurunan fungsi kelenjar
tiroid menyebabkan berkurangnya produksi hormon tiroid, yang mengarah
pada lambatnya metabolisme, kulit kering dan kasar, rambut rapuh, serta
penurunan elastisitas kulit. Meskipun gejala hipotiroidisme sering tumpang
tindih dengan tanda-tanda penuaan umum, terapi penggantian hormon
tiroid dapat membantu memperbaiki fungsi tubuh dan memperlambat efek
penuaan. Penulisan ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara
regulasi hormon tiroid, terutama hipotiroidisme, dengan proses penuaan
dan dampaknya terhadap penampilan fisik. Tinjauan ini menunjukkan bahwa
pengobatan hipotiroidisme dapat meminimalkan dampak negatif terhadap
estetika tubuh dan meningkatkan kualitas hidup lansia
PENGARUH KUALITAS LAYANAN, KUALITAS PRODUK, DAN STORE ATMOSPHERE TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN DI STARBUCKS GAJAH MADA SEMARANG
Persaingan ketat dalam bisnis coffee shop membuat para pelaku bisnis berlomba-lomba
untuk menciptakan sesuatu yang berbeda dari coffee shop lainnya. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui pengaruh kualitas layanan, kualitas produk, dan store atmosphere terhadap
kepuasan konsumen di Starbucks Gajah Mada Semarang. Penelitian ini menggunakan metode
kuantitatif dengan desain sampling non probability sampling dan teknik purposive sampling.
Adapun total responden dalam penelitian ini sebanyak 96 orang. Hasil dari penelitian ini
menunjukkan bahwa kualitas layanan, kualitas produk, dan store atmosphere berpengaruh
secara positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen di Starbucks Gajah Mada Semarang.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diharapkan Starbucks Gajah Mada Semarang
dapat terus memberikan nilai atau manfaat yang melebihi harapan konsumen agar konsumen
dapat selalu merasa puas
TANGGUNG JAWAB PELAKU USAHA IKUMI SPRING BED TERHADAP KONSUMEN YANG DIRUGIKAN (Studi Kasus: UD Kencana Semarang)
Tanggung jawab pelaku usaha terhadap konsumen telah diatur dalam
KUHPerdata dan Undang-Undang nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan
Konsumen. Secara normatif terdapat perbedaan pengaturan tentang tanggung jawab
pelaku usaha yang diatur dalam Pasal 1365 KUHPerdata dan dalam Pasal 19, 27
dan 28 UUPK. Pelaku usaha UD Kencana menolak tuntutan ganti rugi konsumen
sebagaimana diatur dalam Pasal 19 UUPK. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui dan menganalisis pengaturan dan pelaksanaan tanggung jawab pelaku
usaha serta upaya penyelesaian sengketa terhadap konsumen pada UD Kencana
Semarang.
Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis sosiologis. Metode
yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah melalui studi lapangan dan studi
kepustakaan. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data
primer dikumpulkan melalui wawancara dan observasi serta data sekunder
diperoleh dari peraturan perundang-undangan, buku, jurnal dan artikel ilmiah.
Kemudian data tersebut dianalisis secara kualitatif.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tanggung jawab pelaku usaha
diatur oleh ketentuan khusus yaitu UUPK. Konsep tanggung jawab ganti rugi dalam
UUPK diatur dalam Pasal 19, 27 dan 28 UUPK. Pasal 28 mengatur bahwa
konsumen dibebaskan dari kewajiban untuk membuktikan unsur kesalahan. Namun
kerugian konsumen UD Kencana merupakan kesalahan dari konsumen sendiri
sehingga menurut ketentuan Pasal 27 UUPK pelaku usaha dibebaskan dari
tanggung jawab atas kerugian konsumen. Konsumen UD Kencana tidak dapat
menuntut ganti rugi karena kerugian yang diderita merupakan kesalahan dari
konsumen itu sendiri. Sehingga kedua belah pihak melakukan upaya penyelesaian
sengketa melalui musyawarah melalui negosiasi. Hasil dari negosiasi adalah pelaku
usaha tetap bertanggung jawab untuk memberikan fasilitas purna jual sebagaimana
diatur dalam Pasal 25 UUPK. Hal tersebut dilakukan karena konsumen telah
melaksanakan kewajibannya untuk mengikuti upaya penyelesaian sengketa hukum
secara patut. Hal ini sesuai dengan ketentuan Pasal 4 huruf d UUP
HUBUNGAN ANTARA KONFORMITAS DENGAN PROKRASTINASI AKADEMIK PADA SISWA SMA DI KOTA SEMARANG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konformitas
dengan prokrastinasi akademik pada siswa di SMA kota semarang, dengan
metode kuantitatif korelasional. Peneliti menggunakan teknik cluster
sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan
Questioner atau menggunakan skala likert. Pada skala Prokrastinasi
Akademik, terdapat 30 pernyataannya yang terdiri dari pernyataan
mendukung (favorabel) dan yang tidak mendukung (unfavorable), untuk
Skala Konformitasi terdapat 24 pernyataannya yang terdiri dari pernyataan
mendukung (favorabel) dan yang tidak mendukung (unfavorable). Ada
sebanyak 160 responden yang didapatkan. Peneliti melakukan uji korelasi
antara dua variabel penelitian. Berdasarkan hasil uji korelasi yang peneliti
lakukan hasil yang didapatkan adalah Non Parametric correlation 0,680 dan
sig 2 tailded 0,000. Dengan demikian hipotesis dapat diterima artinya
hipotesis yang peneliti rumuskan yaitu “terdapat hubungan positif antara
konformitas teman sebaya dengan prokrastinasi akademik”
DESAIN IMPLEMENTASI SISTEM PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA DENGAN MENGGABUNGKAN SCADA, PLC, DAN IoT
Pada perkembangan teknologi yang terus berkembang, telah menciptakan
banyak sekali teknologi yang inovatif dan bermanfaat bagi seluruh manusia. Salah satu
perkembangan teknologi yang saat ini menjadi terkenal yaitu, panel surya seperti yang
kita pahami yaitu panel surya digunakan untuk menghasilkan energi listrik yang ramah
akan lingkungan. Teknologi ini sangat dipandang baik karena membantu dunia ini
menjadi lebih baik, karena dapat membantu mengurangi efek rumah kaca yang
dihasilkan oleh segala mesin pembakaran dalam yang membuang gas karbon dioksida
pada atmosfer dunia ini. Maka dari itu banyak yang mengembangkan sistem pada
Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), agar dapat bekerja dengan efisien, memiliki
sistem yang aman, dan dapat dikendalikan atau dikontrol dalam jarak jauh. Pada
penelitian ini merupakan perancangan dan implementasi dari sistem PLTS yang
memiliki keamanan yang baik dengan sistem yang dapat berjalan secara otomatis,
efisien, dan dapat dikendalikan dan pantau dalam jarak jauh. Dalam keamanan
digunakan lah sistem Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA) digunakan
lah sistem ini agar dapat melihat data dari setiap komponen yang digunakan, seperti
pada panel surya menghasilkan berapa banyak energi listrik, inverter mengubah
tegangan baterai berapa banyak yang digunakan, dan masih banyak lagi. Lalu pada
sistem yang kedua yaitu Programmable Logic Controller (PLC) yang digunakan untuk
pengoperasian pada alat dan pengelola sistem kontrol yang digunakan pada sistem
PLTS yang diteliti pada penelitian ini. Dan untuk sistem yang terakhir yaitu digunakan
lah sistem Internet of Things (IoT) sistem ini digunakan agar PLTS yang digunakan
dapat dipantau dan dikendalikan dalam jarak yang jauh sehingga dapat lebih efisien
dalam penggunaan nya. Maka dari penelitian merupakan sebuah perancangan akan
sistem PLTS yang menggunakan gabungan dari tiga sistem yaitu SCADA, PLC, dan
IoT, lalu diimplementasikan dalam bentuk perangkat keras agar dapat disimpulkan
dalam data yang akurat. Dan sesuai data yang telah di dapat kan dapat dikatakan bahwa
gabungan antara tiga sistem tersebut dapat membuat sistem PLTS yang lebih efisien
dalam mengolah daya yang dihasilkan, keandalan sistem yang terbukti dapat
mengubah tegangan yang cukup besar, dan dapat memudahkan dalam pemantauan
daya dan pemantauan kondisi alat yang digunakan agar dapat diketahui kondisi setiap
komponen yang ada
COMPARATIVE YOLO VERSION N-X IN REAL-TIME OBJECT DETECTION AT CASA DEL CAFE
To address the challenge of real-time table management in café environments, this study
investigates the performance of various YOLO (You Only Look Once) models in detecting empty
and occupied tables. The research evaluates five YOLO versions (N, S, M, L, and X) based on three
key criteria: FPS (Frames Per Second), Precision, and F1 Score. The Analytic Hierarchy Process
(AHP) was employed to rank the models according to the weighted importance of these criteria.
The results show that YOLO-N is the most effective model, offering the highest FPS, which ensures
real-time performance in dynamic café settings. While YOLO-S performed best in terms of
Precision and F1 Score, its lower FPS made it less suited for real-time table detection. The findings
highlight the balance between speed and accuracy when selecting a model for real-time object
detection. The research provides valuable insights for optimizing table management systems in
cafés and offers a framework for evaluating YOLO models based on specific application needs.
Future research could focus on improving both speed and accuracy through model refinement and
dataset expansion
PLANT DISEASE DETECTION IN INDONESIAN STAPLE CROPS
Plant diseases are one of the main challenges in the agricultural sector, especially in staple
crops such as rice, corn, soybeans and cassava. This disease can cause significant economic losses
if not detected early. This research aims to develop a plant disease detection system using
Convolutional Neural Network (CNN). The dataset used includes 15,000 images of plants in
healthy and diseased conditions, obtained from various online sources.
The CNN model was designed with three convolution layers, ReLU activation function, and
Nadam optimization, resulting in a validation accuracy of 85.02%. The system is implemented in
a simple user interface-based application, allowing users to upload plant images and receive
diagnostic results instantly, including relevant solution recommendations.
The research results show that CNN-based technology can be an effective tool for detecting
plant diseases with high accuracy. This research makes a significant contribution in supporting
precision agricultural innovation. Suggestions for future research include collecting richer local
datasets, optimizing model architecture, and integrating with IoT technology for real-time
monitoring
A COMPARATIVE ANALYSIS OF PRE- PROCESSING TECHNIQUES FOR OPTICAL MUSIC RECOGNITION: ASSESSING THE EFFICACY OF STAFFLINE REMOVAL
Standard Optical Music Recognition (OMR) systems use staff-line removal as part of
the pre-processing step to improve detection accuracy for the symbols. However, with the
emergence of deep learning, this step started to seem somewhat unnecessary. In this study, we
present a comparative study of three pre-processing scenarios, namely, staff-line removal via
Projection Profile Analysis (PPA) subject to morphological operations (morphological), RunLength
Encoding
(RLE), and no
staff-lines
removal.
In
order to assess its effects on recognition
performance using Symbol Error Rate (SER), a CNN+LSTM model was trained on the PrIMuS
dataset—a collection of 87,678 high-quality monophonic score images—under each of these
circumstances. In this study we found that the scenario without removing staff lines leads to the
lowest validation SER (0.62) compared with PPA+Morphological (SER: 0.75) and RLE
scenarios (SER: 0.82). Although staff lines removal approaches such as PPA (0.01s/sample)
and RLE (0.1s/sample) decreased computational costs, they were associated with artifacts
resulting in more degraded models. The results make a case for prioritizing symbol integrity
over pre-processing efficiency in deep learning-based OMR systems, and may help mitigate
pre-processing issues in future work towards streamlined workflows and model optimization
PEMAHAMAN JEMAAT TENTANG GNEWS PADA KEGIATAN IBADAT DI GBI GAJAH MADA SEMARANG BERDASARKAN TEORI SEMIOTIKA CHARLES SANDER PEIRCE
Understanding media can vary among individuals, depending on their ability to
interpret the meaning of signs. The study of these signs and their meanings falls
under the field of Semiotics. Charles Sanders Peirce's Semiotic Theory explains that
semiotics is the study of signs, where everything that humans think or express is
conveyed through signs. Peirce's Semiotic Theory categorizes signs into three
components: Representamen, Object, and Interpretant. This study was conducted
through a systematic process involving observation, interviews, and literature
review. The observation was carried out by capturing screenshots of three posters
from GNEWS during a live-streamed worship service on YouTube. The research
findings reveal that the congregation's understanding of GNEWS in the worship
activities at GBI Gajah Mada Semarang, as represented in the posters Revival
@Home, Rumah Doa, and Sega Kids, reflects profound meanings embedded within
each design element, based on Charles Peirce's Semiotic Theory. The Revival
@Home, Rumah Doa, and Sega Kids posters are rich with symbols that invite the
congregation to experience God's presence through various forms of worship, such
as prayer, praise, and hope. Each visual element and textual component plays a
crucial role in delivering a strong spiritual message, encouraging the congregation
to engage more deeply in fellowship and spiritual revival
PENGATURAN PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS PADAT DI RUMAH SAKIT UMUM ISLAM MUTIARA BUNDA SEBAGAI SALAH SATU BENTUK PERLINDUNGAN HUKUM BAGI TENAGA KESEHATAN
Manusia dengan lingkungan mempunyai hubungan yang sangat dinamis. Perpubahan dalam lingkungan hidup yang dapat menyebabkan perubahan dalam kondisi fisik maupun psikis manusia untuk beradaptasi dengan keadaan dan kondisi yang baru. Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk tanggung jawab Rumah Sakit Umum Islami Mutiara Bunda dalam pengelolaan limbah medis padat sebagai salah satu bentuk perlindungan hukum bagi tenaga Kesehatan serta bagaimana akibat hukum yang harus ditanggung dan berisiko terhadap tenaga Kesehatan apabila Rumah Sakit tidak melakukan pengelolaan limbah medis padat secara tepat. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan yuridis sosiologi dengan mengumpulkan data primer dan data sekunder. Hasil penelitian selanjutnya dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk tanggung jawab Rumah Sakit Umum Islami Mutiara Bunda dalam pengelolaan limbah medis padat yaitu melakukan tahap pengelolaan yaitu pengurangan, pemilahan, penyimpanan dan serifikasi. Dan akibat hukum yang harus ditanggung dan resiko yang dialami tenaga Kesehatan apabila rumah sakit tidak melakukan pengelolaan limbah medis padat secara tepat pastinya yaitu cacat fisik, infeksi dan penyakit menular. Tuntutan hukum atas insiden yang diakibatkan oleh pengelolaan limbah B3 yang buruk. Biaya litigasi, kompensasi kepada korban, dan denda dari regulasi dapat menjadi beban finansial yang signifikan. Reputasi rumah sakit akan berpengaruh sehingga secara tidak langsung menyebabkan premi asuransi Kesehatan atau tanggungjawab hukum meningkat, yang akan menambah biaya operasional rumah sakit. Diharapkan tenaga Kesehatan harus dengan seksama memperhitungkan resiko yang diakibatkan kecelakaan kerja yang mungkin belum diatur dan belum diaudit sehingga bisa mencegah dan memberikan kepada manajemen rumah akit pbila ada prosedur limbah yang belum terregulasi dengan tepat