12755 research outputs found
Sort by
IMPLEMENTASI STRATEGI CROSS SELLING TERHADAP INOVASI PRODUK PADA FEELBRANDED AUTHENTIC SNEAKERS SHOP
Ketatnya persaingan pada industri fashion yang ada menuntut setiap pelaku usaha
untuk melakukan adaptasi dan inovasi untuk tetap eksis. Inovasi sendiri bertujuan
untuk menciptakan sesuatu yang beda sehingga menarik perhatian konsumen.
Perusahaan yang ingin tetap eksis perlu melakukan pemasaran yang baik dengan
menggunakan media pemasaran yang kuat. Keberhasilan pemasaran suatu produk tidak
hanya dinilai dari seberapa banyak konsumen yang berhasil diperoleh namun juga
bagaimana cara mempertahankan konsumen tersebut. Produk dan jasa yang tidak
memenuhi standar harapan dapat membuat konsumen tidak akan melakukan pembelian
ulang. Sebaliknya bila produk dan jasa melebihi standar harapan konsumen, maka
konsumen tersebut akan merasa puas dan mau untuk melakukan pembelian ulang. Hal
ini menjadi tolak ukur sebuah perusahaan yang penting untuk menjalankan bisnisnya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh implementasi strategi Cross
Selling pada produk inovasi Feelbranded terhadap peningkatan omzet penjualan.
Penelitian ini menggunakan teknik analisis data Deskriptif Kualitatif, dengan
menggunakan metode purposive sampling. Sampel yang digunakan dalam penelitian
ini sebanyak 50 orang konsumen Feelbranded yang dibagi menjadi 2 kusioner.
Sebanyak 25 orang merupakan Membership Customer yang hanya membeli produk
satuan dan yang 25 orang lagi yang membeli produk bundling.
Berdasarkan survey dan analisa yang telah dilakukan, penelitian ini memperoleh
hasil inovasi produk Feelbranded yang dijual dengan implementasi Cross Selling
memiliki pengaruh yang cukup signifikan pada peningkatan omzet. Peningkatan
penjualan secara signifikan dirasakan pada periode ke-2 program bundling
dilaksanakan, yaitu mulai pada bulan Agustus 2024. Hal ini membuktikan bahwa
inovasi perlu dilakukan secara berkelanjutan oleh Feelbranded untuk memperoleh
omzet maksimal
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN PENERIMAAN DIRI PADA PELAJAR SMA KORBAN BULLYING
Penelitian ini bertujuan untuk mencari hubungan antara dukungan sosial dengan
penerimaan diri pada Pelajar SMA korban bullying di kota Semarang. Hipotesis
yang diajukan pada penelitian ini adalah “terdapat hubungan positif antara
dukungan sosial dengan penerimaan diri pada pelajar SMA korban bullying di kota
Semarang”. Subjek pada penelitian ini sejumlah 75 orang remaja korban bullying
di kota Semarang. Data diambil dengan menggunakan skala penerimaan diri dan
skala dukungan sosial. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan Teknik
incidental. Teknik analisis menggunakan korelasi Spearman Rho. Hasil penelitian
menunjukan ada korelasi sebesar ρ = 0,741 (p ˂ 0,01) yaitu terdapat hubungan
positif yang sangat signifikan antara dukungan sosial dengan penerimaan diri
pelajar SMA korban bullying di kota Semarang. Dengan demikian hipotesis
diterima
INOVASI PRODUK DESSERT F.V
Penambahan varian rasa pada produk makanan merupakan strategi inovatif untuk
meningkatkan daya tarik dan daya saing di pasar. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis dampak pengembangan varian rasa baru pada produk pudding merek
F.V terhadap preferensi dan kepuasan konsumen. Dalam penelitian ini, dilakukan
survei terhadap konsumen untuk mengidentifikasi rasa yang paling diminati, serta
uji organoleptik guna menilai aspek sensorik seperti rasa, tekstur, aroma, dan
tampilan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan varian rasa pada pudding F.V
memberikan dampak positif terhadap minat beli dan kepuasan pelanggan.
Responden menyatakan bahwa inovasi rasa baru memberikan pengalaman
konsumsi yang lebih menarik dan meningkatkan loyalitas terhadap merek. Selain
itu, uji organoleptik mengindikasikan bahwa varian rasa baru memiliki kualitas
sensorik yang baik dan sesuai dengan preferensi pasar.
Dengan adanya inovasi ini, diharapkan produk pudding F.V dapat bersaing lebih
baik dan memenuhi selera konsumen yang semakin beragam. Strategi ini juga
berpotensi meningkatkan pangsa pasar dan memperkuat posisi merek di industri
makanan ringan. Oleh karena itu, pengembangan produk berbasis riset konsumen
perlu terus dilakukan untuk memastikan keberlanjutan daya saing dan pertumbuhan
bisnis
HUBUNGAN ANTARA RELIGIUSITAS DENGAN PSYCHOLOGICAL WELL-BEING PADA MAHASISWA UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA
Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara religiusitas dan
psychological well-being pada mahasiswa Universitas Katolik Soegijapranata.
Hipotesis penelitian ini menyatakan bahwa terdapat hubungan positif antara
religiusitas dan psychological well-being. Penelitian ini menggunakan metode
kuantitatif dengan teknik convenience sampling, melibatkan 71 mahasiswa
sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan menggunakan Ryff ’s Psychological
Well-Being (PWB) Scale dan The Centrality of Religiosity Scale (CRS). Uji
reliabilitas menunjukkan bahwa PWB Scale memiliki koefisien reliabilitas 0,834
(dua item gugur) dan CRS memiliki koefisien reliabilitas 0,842, yang
menunjukkan bahwa kedua skala reliabel (Cronbach’s Alpha > 0,60). Analisis
data dilakukan dengan uji normalitas Kolmogorov-Smirnov, uji linearitas ANOVA,
dan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
religiusitas berhubungan positif signifikan dengan psychological well-being (r =
0,428, p < 0,001). Religiusitas memberikan kontribusi 18,3% terhadap
psychological well-being, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain.
Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa semakin tinggi religiusitas
seseorang, semakin tinggi psychological well-being. Implikasi hasil ini
menunjukkan pentingnya dukungan spiritual bagi kesejahteraan psikologis
mahasiswa
UNIVERSITAS MARITIM AMNI SEMARANG JALAN RAYA CANGKIRAN-GUNUNGPATI, BUBAKAN KOTA SEMARANG (KONSENTRASI STRUKTUR BAWAH)
PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG KAMPUS UNIVERSITAS MARITIM AMNI SEMARANG JALAN RAYA CANGKIRAN-GUNUNGPATI, BUBAKAN, MIJEN, KOTA SEMARANG (KONSENTRASI PERALATAN)
ANALISIS PERBANDINGAN PENJADWALAN PADA PROYEK KONSTRUKSI MENGGUNAKAN METODE KONVENSIONAL DAN METODE LAST PLANNER SYSTEM DENGAN TOOLS PULL PLANNING (Studi Kasus: Proyek Pabrik X di Kota Demak)
Proyek konstruksi sering menghadapi tantangan besar dalam hal manajemen waktu
dan sumber daya. Penelitian ini mengeksplorasi perbandingan antara metode
penjadwalan konvensional berbentuk Kurva S dan metode lean construction berupa
Last Planner System (LPS) menggunakan tools pull planning. Studi kasus pada
penelitian ini yaitu Proyek Pembangunan Pabrik X di Kota Demak. Melalui analisis
secara menyeluruh terhadap data proyek yang didapat berupa Kurva S, bill of
quantity, shop drawing, serta wawancara dengan mandor serta manajer proyek
sebagai data penunjang, ditemukan bahwa penggunaan metode lean construction
berupa Last Planner System (LPS) dengan tools pull planning mampu mengurangi
durasi proyek hingga 15 hari dibandingkan dengan metode konvensional. Dalam
pemodelan menggunakan metode pull planning terdapat beberapa tantangan yang
diidentifikasi meliputi penumpukan pekerjaan pada satu hari kerja dan kebutuhan
peningkatan jumlah tenaga kerja. Meskipun demikian, metode lean construction
berupa Last Planner System dengan tools pull planning terbukti lebih efektif dalam
mengelola waktu kerja, serta mengurangi risiko keterlambatan dan pemborosan
(waste)
EVALUASI KINERJA BUNDARAN MENGGUNAKAN PEDOMAN KAPASITAS JALAN INDONESIA 2023 DENGAN PERMODELAN PROGRAM PTV VISSIM (STUDI KASUS BUNDARAN TUGU KARTASURA)
Bundaran Tugu Kartasura di Kabupaten Sukoharjo memiliki peran penting sebagai
jalur yang menghubungkan Kota Solo, Jogja dan Semarang. Bundaran Tugu
Kartasura berperan sebagai akses utama keluar dan masuk kota, dengan area
sekitarnya yang terdiri dari lembaga pendidikan, perumahan, dan pusat
perbelanjaan. Seiring bertambahnya populasi, volume lalu lintas yang melintasi
Bundaran Tugu Kartasura meningkat. Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja
bundaran dan perbaikan yang harus dilakukan. Kinerja bundaran dianalisis
menggunakan metode PKJI 2023 dan simulasi menggunakan software PTV
VISSIM. Hasil analisis kondisi eksisting menunjukkan nilai derajat kejenuhan
sebesar 0,958 dan tundaan sebesar 16,77 detik dengan tingkat pelayanan (LOS) C
sehingga perlu dilakukan pembenahan terhadap kondisi bundaran eksisting.
Berdasarkan kondisi eksisting bundaran, dilakukan proyeksi 5 dan 10 tahun ke
depan dengan laju pertumbuhan 4,8% per tahun. Berdasarkan proyeksi tersebut,
upaya peningkatan kinerja bundaran berupa pembangunan underpass. Hasil dari
analisis penerapan solusi perbaikan pada Bundaran Tugu Sukoharjo menunjukkan
penurunan tundaan signifikan, yaitu 2,97 detik(LOS A) pada 2024, 4,72 detik (LOS
A) pada 2029 dan 8,88 detik (LOS C) pada 2034
IMPLEMENTASI PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KARYA CIPTA FILM YANG PENYEBARANNYA DILAKUKAN SECARA ILEGAL DI MEDIA SOSIAL TELEGRAM
Skripsi ini berjudul ”IMPLEMENTASI PERLINDUNGAN HUKUM
TERHADAP KARYA CIPTA FILM YANG PENYEBARANNYA DILAKUKAN
DI MEDIA SOSIAL TELEGRAM”. Penelitian ini mengkaji mengenai
perlindungan hukum terkait tindakan yang melanggar hak cipta bagian
sinematografi di media sosial telegram baik dari segi pengaturannya dan segi
implementasinya.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pengaturan
perlindungan hukum terhadap karya film yang diedarkan secara ilegal di media
sosial telegram? Bagaimana implementasi perlindungan hukum terhadap karya film
yang diedarkan secara ilegal melalui media sosial telegram?
Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis sosiologis. Objek
penelitian ini adalah seluruh informasi terkait hak cipta sinematografi.
Penggumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan data
secara langsung di lapangan (primer) dan penelitian kepustakaan (data sekunder).
Kemudian menggunakan metode kualitatif sebagai metode analisis data dan
penyajian data.
Hasil penelitian menunjukan bahwa perlindungan hak cipta saat ini diatur
dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Dalam upaya
melindungi karya cipta, pemerintah telah melakukan upaya preventif dan upaya
represif. Upaya preventif dilakukan dengan ditetapkannya Undang-Undang Nomor
28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dan memberikan edukasi mengenai pentingnya
menghormati karya ciptaan orang lain kepada masyarakat. Serta upaya represifnya
yaitu melakukan penegakan hukum terhadap pelanggaran atas hak cipta terkhusus
pembajakan yang diatur dalam Pasal 9 ayat 3 UUHC, Pasal 25 ayat (3) UUHC, dan
Pasal 113 ayat (4) UUHC. Namun dalam implementasinya, undang-undang hak
cipta belum cukup melindungi karya cipta terhadap tindak pelanggaran pembajakan
yang terjadi di media sosial telegram karena tidak ada aturan yang memfokuskan
pada pelanggaran yang terjadi di media sosial Telegram. Tak hanya itu yang
menjadi hambatan utama pemerintah Indonesia dalam menangani kasus terjadinya
penyebaran film secara ilegal di media sosial Telegram adalah telegram tidak
bekerjasama dengan pemerintah Indonesia sehingga pemerintah tidak bisa meminta
pemblokiran secara khusus pada Telegram untuk satu atau dua grup yang
menyebarkan film secara ilegal pada telegram dan hanya bisa memblokir
aplikasinya
PEMELIHARAAN, PENGAMANAN, DAN PENGELOLAAN BARANG BUKTI KASUS TINDAK PIDANA PENCURIAN BERUPA PERHIASAN (STUDI DI SATUAN PERAWATAN TAHANAN DAN BARANG BUKTI POLRESTABES SEMARANG)
Perlindungan terhadap kepemilikian benda dijamin oleh konstitusi dan peraturan
perundang-undangan yang diatur dalam Pasal 28 H ayat (4) Undang-Undang Dasar
1945 yang berisi “Setiap orang mempunyai hak milik pribadi dan hak milik tersebut
tidak boleh diambil alih secara sewenang-wenang oleh siapa pun”.Barang-barang
hasil dari suatu tindak pidana disita aparat penegak hukum sebagai bahan
pembuktian di tingkat penyidikan, penuntutan, persidangan di pengadilan termasuk
barang yang dirampas berdasarkan putusan hakim. Barang sitaan dan Barang
Rampasan diamankan di tempat yang telah ditunjuk berdasarkan Undang-Undang
Nomor 8 Tahun 1981 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana
(KUHAP).
Metode pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
kualitatif, yaitu suatu pendekatan yang dilakukan untuk menganalisis tentang
sejauh mana Pemeliharaan, Pengamanan, dan Pengelolaan Barang Bukti Kasus
Tindak Pidana Pencurian Berupa Perhiasan (Studi di Satuan Perawatan Tahanan
dan Barang Bukti Polrestabes Semarang).
Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa, Peran Satuan Perawatan
Tahanan dan Barang Bukti Polrestabes Semarang dalam pemeliharaan,
pengamanan, dan pengelolaan barang bukti tindak pidana pencurian berupa
perhiasan, yakni pemeliharaan Barang Bukti Tindak Pidana Pencurian berupa
Perhiasan yang dilakukan oleh Sattahti di Polrestabes Semarang dengan melakukan
pemeriksaan secara rutin dan membersihkan barang bukti. Pengamanan dan
pengawasan barang bukti hasil tindak pidana pencurian berupa perhiasan di Sattahti
Polrestabes Semarang dibagi menjadi 2 (dua) kategori secara umum dan secara
khusus. Cara pengelolaan terhadap barang bukti tindak pidana pencurian berupa
perhiasan yang dilakukan oleh Sattahti di Polrestabes Semarang dengan
mencocokkan barang bukti yang dititipkan sesuai dengan data dan melakukan
pengengecekan secara rutin mulai dari diterima sampai dengan diserahakan kepada
penyidik, dan Hambatan yang dialami oleh Sattahti Polrestabes Semarang dalam
pemeliharaan, pengamanan, dan pengelolaan barang bukti tindak pidana pencurian
berupa perhiasan, yakni hanya terdapat hambatan internal berupa tempat
penyimpanan barang bukti tindak pidana pencurian berupa perhiasan yang minim.
Saran Penulis untuk Petugas di Satuan Tahanan dan Barang Bukti di Polrestabes
Semarang, yakni harus selalu bekerja dengan profesional dalam melakukan
pemeliharaan, pengamanan, dan pengelolaan barang bukti tindak pidana pencurian
berupa perhiasan, dan saran Penulis untuk Petugas di Satuan Tahanan dan Barang
Bukti di Polrestabes Semarang, yakni selalu melakukan pengecekan kondisi barang
bukti tindak pidana pencurian berupa perhiasan secara berkala