12755 research outputs found
Sort by
ANALISIS INTEGRATEG MARKETING COMMUNICATION ( IMC ) AWANNCOSTA TERHADAP PRILAKU KONSUMENDI KOTA SEMARANG (SURVEY TERHADAP PENGUNJUNG AWANNCOSTA PERIODE NOVEMBER 2024 - JANUARI 2025
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Integrated Marketing
Communications (IMC) terhadap perilaku konsumen AwannCosta Semarang
dalam memilih layanan waterfront eco tourism. AwannCosta merupakan destinasi
wisata berbasis ekowisata tepi air yang memanfaatkan kegiatan komunikasi
pemasaran terpadu pada periode grand opening dan berbagai event promosi. IMC
sebagai strategi komunikasi yang terintegrasi mencakup dimensi periklanan,
penjualan perseorangan, promosi penjualan, serta hubungan masyarakat dan
publisitas.
Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode survei. Populasi
penelitian berjumlah 1.000 konsumen AwannCosta, dengan penentuan sampel
menggunakan rumus Cochran. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang terdiri
atas 22 item pernyataan untuk variabel IMC dan 34 item pernyataan untuk variabel
perilaku konsumen yang mencakup faktor budaya, sosial, dan pribadi. Analisis data
dilakukan menggunakan uji regresi linier sederhana.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Integrated Marketing Communications
berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku konsumen AwannCosta
Semarang. Penerapan komunikasi pemasaran terpadu terbukti mampu
meningkatkan kesadaran merek, mendorong minat kunjungan, menciptakan
loyalitas, serta memperkuat pengalaman berkunjung wisatawan terhadap
AwannCosta sebagai destinasi waterfront eco tourism di Semarang.
Kata kunci: Integrated Marketing Communications, perilaku konsumen,
komunikasi pemasaran, AwannCosta, eco touris
TANGGUNG JAWAB HUKUM RUMAH SAKIT TERHADAP PERALATAN ANESTESI YANG TIDAK LAYAK DIGUNAKAN TERHADAP PASIEN DI INSTALASI BEDAH SENTRAL RSUD KOTA MATARAM
Penggunaan peralatan medis yang layak dan sesuai standar merupakan
salah satu aspek penting dalam menjamin keselamatan pasien di rumah sakit,
terutama pada Instalasi Bedah Sentral (IBS) yang memerlukan alat anestesi
dalam setiap tindakan operasi. Permasalahan muncul ketika peralatan anestesi
yang digunakan tidak layak pakai, yang dapat menimbulkan risiko medis serta
menimbulkan konsekuensi hukum bagi rumah sakit sebagai penyedia layanan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji (1) Bagaimana pengaturan tanggung
jawab hukum rumah sakit terhadap peralatan anestesi yang tidak layak
digunakan di Instalasi Bedah Sentral RSUD Kota Mataram; dan (2) Bagaimana
tanggung jawab hukum rumah sakit terhadap peralatan anestesi yang tidak layak
digunakan di Instalasi Bedah Sentral RSUD Kota Mataram.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis
sosiologis. Pendekatan yuridis dalam penelitian ini digunakan untuk
menganalisis aspek hukum yang terkait dengan tanggung jawab hukum rumah
sakit terhadap peralatan anestesi yang tidak layak digunakan. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa pengaturan tanggung jawab hukum rumah sakit telah diatur
dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 15 tahun 2023 tentang Pemeliharaan
Alat Kesehatan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Pasal 2 ayat 1 menerangkan
bahwa Setiap Alat Kesehatan yang digunakan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan
harus berfungsi dengan baik sesuai dengan standar pelayanan, persyaratan mutu,
keamanan, manfaat, keselamatan, dan laik pakai. RSUD Kota Mataram juga
bertanggung jawab secara hukum atas penggunaan peralatan anestesi yang tidak
layak. Jika kelalaian tersebut merugikan pasien, rumah sakit dapat dikenai sanksi
perdata, pidana, administratif, dan etik. Oleh karena itu, rumah sakit wajib
memastikan semua alat medis aman, layak, dan sesuai standar demi menjaga
keselamatan pasien
Penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan sistem manajemen
peralatan medis, peningkatan kompetensi teknisi medis, serta penegakan standar
operasional prosedur (SOP) untuk menjamin kelayakan alat anestesi. Dengan
demikian, tanggung jawab hukum rumah sakit dapat diimplementasikan secara
optimal demi perlindungan pasien dan kepatuhan terhadap hukum kesehatan.
Kata kunci: tanggung jawab hukum, rumah sakit, peralatan anestesi, Instalasi
Bedah Sentral, kelayakan alat medi
PENGARUH LIKUIDITAS, PROFITABILITAS, DAN PENGUNGKAPAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY TERHADAP NILAI PERUSAHAAN PADA PERUSAHAAN PERBANKAN YANG TERDAFTAR DI BEI TAHUN 2019 – 2023
Persaingan usaha di Indonesia semakin meningkat seiring peningkatan
Indeks Persaingan Usaha (IPU) yang menunjukkan dinamika kompetisi
perusahaan. Kondisi ini mendorong perusahaan perbankan untuk meningkatkan
nilai perusahaan melalui pengelolaan likuiditas, profitabilitas, dan pengungkapan
Corporate Social Responsibility (CSR). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
pengaruh likuiditas, profitabilitas, dan CSR terhadap nilai perusahaan pada
perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2019–
2023. Jenis penelitian ini adalah penelitian dengan sampel penelitian mencakup
perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI pada tahun 2019–2023. Variabel
independen dalam penelitian ini adalah likuiditas yang diukur dengan current ratio
(CR), profitabilitas yang diukur dengan return on assets (ROA) atau return on
equity (ROE), dan pengungkapan CSR yang diukur dengan indeks pengungkapan
CSR. Variabel dependen adalah nilai perusahaan yang diukur dengan Price to Book
Value (PBV) yang diukur dengan PBV Analisis data dilakukan menggunakan
regresi data panel dengan bantuan perangkat lunak Eviews. Hasil penelitian
mengatakan bahwa hanya ROE yang berpengaruh secara signifikan terhadap nilai
perusahaan .
Kata kunci: Likuiditas, Profitabilitas, Corporate Social Responsibility,
Nilai Perusahaan, Perbankan, Indeks Persaingan Usaha (IP
TINJAUAN YURIDIS TERHADAP BLACK CAMPAIGN YANG DILAKUKAN OLEH BRAND CARASUN KEPADA BRAND SKIN GAME MELALUI MEDIA SOSIAL
Hukum bisnis di era digital ini, banyak membuat pelaku usaha menggunakan sosial
media menjadi sarana promosi dalam usahanya. Hal tersebut menyebabkan banyak
terjadi praktik black campaign. Di Indonesia sudah terdapat tiga peraturan
perundang-undangan yang mengatur mengenai black campaign, namun belum
terdapat instrumen hukum khusus yang mengatur. Untuk menjaga kepastian hukum,
maka diperlukan sebuah instrumen hukum yang secara khusus mengatur black
campaign.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mengenai pengaturan yang berkaitan
dengan praktik black campaign dalam hukum positif Indonesia dan juga melakukan
tinjauan yuridis terhadap kasus praktik black campaign oleh brand Carasun
berdasarkan tiga perspektif hukum. Metode penelitian yang digunakan oleh penulis
yakni metode pendekatan yuridis normatif dengan menggunakan Teknik
pengumpulan data studi pustaka lalu dilakukan analisis secara kualitatif terhadap
setiap peraturan perundang-undangan yang berkaitan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Indonesia belum memiliki instrumen
hukum yang secara khusus mengatur mengenai praktik black campaign. Namun,
beberapa peraturan perundang-undangan di Indonesia telah memiliki ketentuan
yang berkaitan dengan praktik black campaign oleh brand Carasun. Ketentuan
hukum yang berlaku ialah Pasal 19 huruf a, b, dan c serta Pasal 24 UU Anti
Monopoli, Pasal 27A dan Pasal 28 ayat (1) UU ITE, dan juga Pasal 9 ayat (1) huruf
i UUPK. Dengan begitu, praktik black campaign oleh Carasun terhadap Skin game
memenuhi unsur dan ketentuan dalam ketiga perspektif hukum tersebut serta dapat
dikenakan sanksi baik sanksi administratif maupun sanksi pidana. Dengan
demikian, pemerintah perlu membuat sebuah instrumen hukum yang secara khusus
mengatur mengenai black campaign untuk memberikan kepastian hukum serta
perlindungan bagi pelaku usaha serta konsumen di era digital.
Kata Kunci: Black Campaign, Persaingan Usaha Tidak Sehat, Informasi dan
Transaksi Elektronik, Perlindungan Konsumen
PELINDUNGAN HUKUM TERHADAP KORBAN KEKERASAN FISIK DALAM RUMAH TANGGA (STUDI KASUS DI POLRESTABES DAN UPTD PPA KOTA SEMARANG)
Penelitian dengan judul “Pelindungan Hukum Terhadap Korban Kekerasan Fisik
Dalam Rumah Tangga (STUDI KASUS DI POLRESTABES DAN UPTD PPA
KOTA SEMARANG)” bertujuan untuk mengetahui bentuk pelindungan hukum
terhadap korban kekerasan fisik dalam rumah tangga (KDRT) di Polrestabes
Semarang, serta hambatan yang ditemui oleh Penyidik dalam memberikan
pelindungan hukum terhadap korban kekerasan fisik dalam rumah tangga (KDRT)
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif-analitis dengan data primer
dari wawancara (UPTD PPA) dan data sekunder studi kepustakaan untuk
menganalisis perlindungan hukum korban KDRT di Polrestabes Semarang. Objek
dalam penelitian ini merupakan seluruh informasi yang berkaitan tentang
perlindungan hukum tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang
ditangani oleh Polrestabes Semarang
Perlindungan hukum terhadap korban KDRT di Polrestabes Semarang dilakukan
melalui Unit PPA berdasarkan UU No. 2 Tahun 2002, UU PKDRT, dan Peraturan
Kapolri. Bentuk perlindungan meliputi pendampingan hukum dan psikologis,
visum untuk bukti, penyediaan rumah aman, serta pemberian informasi hak korban
dan perkembangan perkara, guna menjamin rasa aman serta akses pada proses
hukum yang adil dan transparan.
Unit PPA Polrestabes Semarang menghadapi hambatan berupa korban enggan
melapor karena takut aib keluarga terbongkar atau khawatir suami dipenjara. UPTD
PPA tidak mengalami hambatan dalam memberi layanan, namun terkendala pada
proses hukum yang sering terhenti atau berjalan lambat. Hal ini menjadi tantangan
bagi UPTD PPA yang hanya berperan sebagai pendamping, sementara kewenangan
penanganan pidana sepenuhnya berada pada Polrestabes sesuai standar dan SOP.
Kata Kunci: Pelindungan hukum, korban KDRT, kekerasan fisik, penegakan
hukum
PENGARUH KEPUASAN PELANGGAN DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN DI CV. TANI MAJU BERSAMA DI KOTA SEMARANG
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepuasan
pelanggan dan kualitas pelayanan terhadap loyalitas pelanggan pada CV.
Tani Maju Bersama. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada
pentingnya menjaga hubungan jangka panjang dengan pelanggan dalam
menghadapi persaingan bisnis yang semakin ketat. Metode yang
digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan survei melalui
penyebaran kuesioner kepada 70 responden yang merupakan pelanggan
CV. Tani Maju Bersama.
Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data dengan
menyebarkan kuesioner secara fisik, dan data dianalisis menggunakan
regresi linier berganda untuk menguji pengaruh variable independent
(Kepuasan pelanggan dan Kualitas pelayanan) terhadap variable
dependen (Loyalitas pelanggan). Hasil penelitian menunjukan bahwa
baik kepuasan pelanggan maupun kualitas pelayanan berpengaruh
signifikan terhadap loyalitas pelanggan.
Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan kepuasan dan
pelayanan yang berkualitas dapat meningkatkan loyalitas pelanggan
terhadap perusahaan. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan
pentingnya perusahaan untuk terus meningkatkan mutu pelayanan dan
memahami kebutuhan pelanggan guna mempertahankan loyalitas
mereka dalam jangka panjang.
Kata kunci : Kepuasan Pelanggan, Kualitas Pelayanan, Loyalitas Pelangga
PENCARIAN INFORMASI PARIWISATA GENERASI Z PADA MEDIA SOSIAL TIKTOK
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan mendeskripsikan
perilaku Generasi Z dalam pencarian informasi pariwisata melalui media sosial TikTok,
khususnya pada mahasiswa Soegijapranata Catholic University Semarang. Metode penelitian
yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner
kepada 96 responden.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konten yang lengkap dan menarik, jangkauan
lokasi wisata yang mudah diakses, jumlah followers akun, serta peran endorser berpengaruh
signifikan terhadap pencarian informasi pariwisata oleh Generasi Z. TikTok menjadi platform
utama dan efektif dalam memberikan informasi wisata bagi mahasiswa, dengan fitur antarmuka
yang mudah digunakan serta kolom komentar yang interaktif. Penelitian ini memberikan
implikasi penting bagi pengelola pariwisata untuk memanfaatkan TikTok sebagai media
promosi yang strategis.
Kata kunci: Pencarian Informasi, Pariwisata, Generasi Z, TikTok, Media Sosial
HUBUNGAN KECANDUAN GAME ONLINE DENGAN INTERAKSI SOSIAL PADA REMAJA AKHIR DI KOTA JAKARTA DAN TANGERANG SELATAN
Interaksi sosial yang baik merupakan hal penting bagi para remaja, tidak hanya
untuk memenuhi tugas perkembangannya, tetapi juga memudahkan mereka untuk
bersosialisasi dengan masyarakat. Suatu hubungan yang bersifat dinamis, dimana
dalam hubungan tersebut tersebut terjadi antara dua orang atau lebih yang saling
mempengaruhi dan adanya reaksi timbal balik dalam proses komunikasi disebut
sebagai interaksi sosial. Perkembangan teknologi yang begitu pesat juga dapat
mempengaruhi interaksi sosial seseorang, salah satunya game online yang dapat
mempengaruhi Interaksi sosial seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui hubungan antara kecanduan game online dengan interaksi sosial
pada remaja akhir. Hipotesis yang diajukan pada penelitian ini, yaitu terdapat
hubungan negatif antara kecanduan game online dengan interaksi sosial pada
remaja akhir. Penelitian ini melibatkan 171 remaja akhir yang berdomisili di kota
Jakarta dan Tangerang Selatan dan menggunakan metode kuantitatif korelasional
dengan skala The Gaming Addiction Scale (GAS) untuk variabel kecanduan game
online dan skala interaksi sosial (Sarwono). Data dikumpulkan melalui Google
Form dan dianalisis dengan uji korelasi Spearman. Hasil menunjukkan korelasi
sebesar -0,550 (sig = 0,000), sehingga hipotesis diterima. Aspek modifikasi
suasana hati memiliki korelasi tertinggi dengan variabel interaksi sosial (r = 0,574),
sedangkan
yang
paling
rendah,
yaitu
aspek
masalah
(r
=
-0,457).
Kata
kunci:
Kecanduan
game
online,
interaksi
sosial,
remaja
akhi
KONTROL DIRI MAHASISWI PENGGUNA AKUN ALTER BASE FWB DI MEDIA SOSIAL
Penggunaan akun alter pada media sosial terutama X (Twitter) menyoroti
fenomena baru dalam ekspresi diri dan relasi bebas pada kalangan mahasiswi,
khususnya dalam menjalin hubungan tanpa komitmen atau friends with benefits
(FWB). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kontrol diri
mahasiswi pengguna akun alter pada base FWB dalam menghadapi ajakan yang
mengarah pada perilaku seksual. Pendekatan kualitatif dengan metode
fenomenologi digunakan untuk menggali pengalaman tiga informan yang
merupakan mahasiswi di Semarang dan aktif menggunakan akun alter pada
platform X. Data diperoleh melalui wawancara mendalam yang fokus pada tiga
aspek kontrol diri menurut Averill, yaitu kontrol kognitif, kontrol perilaku, dan kontrol
keputusan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga subjek telah memiliki
kesadaran akan risiko (kontrol kognitif), tetapi tidak diiringi dengan pengambilan
keputusan dan perilaku yang terarah untuk menolak ajakan seksual. Faktor yang
memengaruhi lemahnya kontrol diri antara lain rasa kesepian, keinginan untuk
bebas, pola asuh orang tua yang permisif atau kurang pengawasan, serta
pengaruh lingkungan pertemanan yang menormalisasi perilaku seksual. Penelitian
ini menekankan pentingnya edukasi seksual, komunikasi terbuka dengan orang
tua, serta penguatan kontrol diri sebagai upaya pencegahan perilaku berisiko di
era digital.
Kata kunci : mahasiswi, kontrol diri, friends with benefits, media sosia
MOTIVASI PERSELINGKUHAN DALAM BERPACARAN PADA LAKI-LAKI DEWASA AWAL
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi mengenai motivasi perselingkuhan
dalam berpacaran pada laki-laki dewasa awal. Pendekatan penelitian
menggunakan metode kualitatif fenomenologis dengan teknik wawancara semi
terstruktur dan menggunakan Intentions Towards Infidelity Scale sebagai
panduan wawancara terhadap tiga subjek laki-laki berusia 21–24 tahun yang
pernah melakukan perselingkuhan. Analisis data dilakukan secara tematik untuk
mengungkap aspek emosional, seksual, dan kerahasiaan dalam perilaku
perselingkuhan, serta motivasi yang mendasarinya. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa motivasi perselingkuhan dipicu oleh faktor psikologis seperti luka harga
diri, kebutuhan validasi, kejenuhan emosional, dan dorongan membalas dendam.
Selain itu, motivasi fisiologis (hasrat seksual), motivasi sosial (pencarian
pengakuan), dan motivasi ekstrinsik (balas dendam dan pembuktian diri) juga
ditemukan dalam variasi yang berbeda pada masing-masing subjek.
Perselingkuhan berfungsi sebagai mekanisme kompensasi terhadap kegagalan
dalam membangun harga diri yang stabil di masa dewasa awal. Kesimpulan
penelitian ini menunjukkan bahwa perselingkuhan bukan sekadar pelanggaran
komitmen, tetapi juga refleksi dari konflik batin dan ketidakmatangan psikologis
individu. Diperlukan dukungan emosional dan pemahaman diri yang lebih baik
agar individu mampu membangun relasi yang sehat.
Kata kunci: perselingkuhan, laki-laki dewasa awal, harga diri, motivasi psikologi