Soegijapranata Catholic University

Unika Repository
Not a member yet
    12755 research outputs found

    PELINDUNGAN HUKUM BAGI DOKTER DALAM KONSULTASI MEDIS HINGGA DIAGNOSIS MELALUI PRAKTIK TELEMEDISIN DI INDONESIA

    Get PDF
    Latar Belakang: Telemedisin di Indonesia berkembang pesat terutama sejak pandemi Covid19, memberikan akses kesehatan lebih luas. Namun, pada pelaksanaannya menimbulkan tantangan, khususnya terkait kepastian hukum dan pelindungan hukum bagi dokter dalam konsultasi medis hingga diagnosis pada telemedisin yang berpotensi menghadapi tuntutan malpraktik dan sengketa medis. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peraturan konsultasi medis hingga diagnosis melalui telemedisin di Indonesia, mengetahui pelaksanaan konsultasi medis hingga diagnosis melalui telemedisin, serta mengetahui pelinfungan hukum bagi dokter dalam konsultasi medis hingga diagnosis melalui telemedisin di Indonesia. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis sosiologis dengan metode penelitian kualitatif. Data dikumpulkan melalui studi literatur, wawancara dengan narasumber ahli, serta Focus Group Discussion (FGD). Hasil: Penelitian menemukan bahwa masih terdapat kekurangan regulasi yang mengatur pelaksanaan telemedisin antara fasyankes dengan masyarakat secara langsung. Selain itu, belum adanya pembaharuan Standar Profesi terkait telemedisin juga meningkatkan risiko ketidakoptimalan konsultasi medis hingga diagnosis pada telemedisin yang berpotensi kesalahan pada terapi. Pemahaman tenaga medis terhadap regulasi telemedisin yang telah ada juga masih kurang, terlihat dari ketidaktepatan penggunaan SIP oleh dokter dalam pelayanan telemedisin. Selain itu, penulisan rekam medis pada konsultasi medis hingga diagnosis pada telemedisin belum sepenuhnya sesuai dengan Undang-Undang Kesehatan Nomor 17 Tahun 2023 yang mana mengharuskan adanya penyimpanan rekam medis pada fasyankes. Kesimpulan: Regulasi telemedisin di Indonesia secara umum diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan dan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024, yang membagi pelaksanaan telemedisin menjadi antar fasyankes dan antara fasyankes dengan pasien. Namun, regulasi untuk konsultasi medis hingga diagnosis melalui telemedisin antara fasyankes dengan pasien masih belum ada, serta belum ada pembaharuan Standar Profesi menciptakan ketidakpastian hukum, terlebih jika terjadi sengketa medis, maka dokter akan diadili berdasarkan standar yang belum jelas dan kurang adil. Dalam praktiknya, banyak dokter yang melakukan konsultasi medis hingga diagnosis melalui aplikasi pihak ketiga tanpa melibatkan fasyankes, yang melanggar aturan penggunaan SIP. Kurangnya pemahaman dokter terhadap regulasi dan etika telemedisin juga meningkatkan risiko sengketa medis. Pengawasan oleh pemerintah dan organisasi profesi masih belum optimal, meskipun IDI telah mengimbau dokter untuk tidak melakukan praktik telemedisin secara kuratif. Dari segi pelindungan hukum, dokter yang menjalankan telemedisin sesuai dengan regulasi mendapatkan pelindungan preventif dan represif berdasarkan Undang-Undang Kesehatan dan peraturan turunannya. Bagi dokter yang tidak mematuhi ketentuan Undang-Undang Kesehatan, pelindungan hukumnya terbatas pada pendampingan advokat dan organisasi profesi

    TANGGUNG JAWAB PROFESIONAL TENAGA TEKNIS KEFARMASIAN DALAM PENYEDIAAN PELAYANAN KESEHATAN DI KECAMATAN TAMALANREA KOTA MAKASSAR

    Get PDF
    Pengaturan tanggung jawab profesional tenaga teknis kefarmasian (TTK) merupakan upaya untuk memastikan pelayanan kefarmasian yang aman, efektif, dan sesuai standar yang berlaku berdasarkan Undang-Undang Kesehatan Nomor 17 Tahun 2023 yang mengatur tentang kefarmasian, sehingga sangat penting untuk lebih memperhatikan TTK agar lingkungan kefarmasian semakin baik . Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana pengaturan, pelaksanaan, dan hambatan dalam menjalankan tanggung jawab profesional Tenaga Teknis Kefarmasian dalam penyediaan pelayanan kesehatan di Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar? Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitis dengan menggunakan pendekatan yuridis sosiologis. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskriptifkan dan menganalisis tentang pengaturan, pelaksanaan dan hambatan yang dihadapi oleh Tenaga Teknis Kefarmasian dalam menjalankan tanggung jawab professional di Kecamatan Tamalanrea Kota Makassar. Pengumpulan data primer dilakukan dengan wawancara terhadap informan utama, informan pendukung dan responden. Data sekunder diperoleh melalui studi kepustakaan, kemudian semua data tersebut dianalisis secara deskriptif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Regulasi yang mengatur Tenaga kefarmasian khususnya Tenaga Teknis Kefarmasian tertuang pada Undang-Undang nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan 2) TTK bertugas dalam pelayanan kefarmasian, seperti penyediaan obat, skrining resep, dan pengelolaan stok. Meski peran mereka berjalan baik di berbagai fasilitas kesehatan, masih terdapat hambatan dalam pelaksanaannya; 3) Tenaga Teknis Kefarmasian menghadapi berbagai hambatan dalam menjalankan tanggung jawab profesional. Hambatan tersebut meliputi faktor yuridis, seperti proses pengurusan Surat Tanda Registrasi (STR) dan Surat Izin Kerja (SIK). Faktor teknis mencakup keterbatasan akses terhadap fasilitas dan dukungan teknis yang diperlukan, termasuk keterbatasan stok obat dan alat kesehatan. Sementara itu, faktor sumber daya manusia meliputi minimnya akses terhadap pengembangan kompetensi, rendahnya tingkat penghasilan, serta kesenjangan pengakuan profesional antara apoteker dan TTK. Hambatan-hambatan ini berdampak pada kualitas pelayanan kefarmasian yang diberikan kepada masyarakat

    FUNGSI REKAM MEDIS PADA ODONTOLOGI FORENSIK DALAM RANGKA MENJAMIN PERLINDUNGAN HUKUM PADA PROSES IDENTIFIKASI KORBAN BENCANA

    Get PDF
    Rekam medis merupakan catatan lengkap dan sistematis mengenai kondisi kesehatan, diagnosis, perawatan, dan riwayat medis pasien yang disusun oleh tenaga medis. Gigi, sebagai bagian tubuh yang memiliki kekuatan dan ketahanan luar biasa, menjadi fokus utama dalam proses identifikasi korban bencana. Secara das sollen Pasal 296 ayat (1) Undang-Undang No. 17 tahun 2023 tentang Kesehatan menyatakan bahwa “setiap tenaga medis dan Tenaga Kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan perseorangan wajib membuat rekam medis”. Namun secara implementasi tidak semua fasilitas layanan kesehatan mempunyai rekam medis gigi para pasiennya sehingga tentu regulasi yang ada tidak terimplementasi dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui menganalisa pengaturan tentang rekam medis pada odontologi forensik, pelaksanaan rekam medis odontologi forensik dan merumuskan pengaturan yang ideal terkait rekam medis pada odontologi forensik yang ideal dalam rangka proses identifikasi agar dapat memberikan perlindungan hukum bagi korban bencana. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode yuridis empiris dengan pengumpulan data dilakukan dengan cara studi pustaka untuk mencari data sekunder dan studi lapangan untuk mencari data primer melalui penyebaran kuisioner terhadap responden yang terdiri dari dokter gigi pada rumah sakit pemerintah (RS Bhayangkara Provinsi Bali), Klinik swasta/klinik pribadi di Provinsi Bali. Metode analisis dalam penelitian ini adalah kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan mengenai rekam medis dalam odontologi forensik di Indonesia memiliki dasar hukum yang kuat melalui Undang-Undang No. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, khususnya Pasal 296 Ayat (1) dan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 24 Tahun 2022 tentang Rekam Medis. Pelaksanaan rekam medis odontologi forensik di beberapa fasilitas layanan kesehatan sudah sesuai dengan standar internasional dalam hal identifikasi korban bencana. Namun, masih ada tantangan dalam hal ketersediaan data ante-mortem yang memadai, terutama di wilayah-wilayah dengan akses terbatas terhadap layanan kesehatan gigi.Pengaturan yang ideal terkait rekam medis dalam odontologi forensik memerlukan integrasi teknologi digital yang memastikan kelengkapan dan aksesibilitas data rekam medis

    IMPLEMENTASI INFORMED CONSENT ELEKTRONIK PADA RME DENGAN BRIDGING SATUSEHAT DI PUSKESMAS BRANGSONG II KENDAL

    Get PDF
    Tuntutan kemajuan zaman dan kecangggihan teknologi saat ini membuat Menteri Kesehatan memunculkan Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) No. 24 tahun 2022 tentang Rekam Medis Elektronik (RME), dimana semua Fasilitas Pelayanan Kesehatan wajib menyelenggarakan RME, termasuk informed consent elektronik. Pemerintah juga meluncurkan Platform SatuSehat yang mengintegrasikan data kesehatan dari seluruh Fasilitas Pelayanan Kesehatan ke dalam SatuSehat. Khusus informed consent elektronik ternyata secara regulasi masih belum sempurna dan banyak kendala lain di lapangan sehingga sampai saat ini Puskesmas Brangsong II belum menerapkan PMK ini secara terintegrasi. Berangkat dari permasalahan yang ada, peneliti kemudian ingin mengangkat masalah tersebut menjadi topik penelitian pada tesis ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis tentang pengaturan, pelaksanaan dan faktor-faktor yang menjadi kendala pelaksanaan informed consent elektronik pada RME dengan bridging SatuSehat di Puskesmas Brangsong II kendal. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitis dengan menggunakan pendekatan yuridis sosiologis Pengumpulan data primer dilakukan dengan wawancara terhadap narasumber dari Puskesmas dan dari berbagai OPD yang terkait serta melalui observasi langsung pelaksanaan informed consent elektronik pada RME dengan bridging SatuSehat di Puskesmas Brangsong II. Data sekunder diperoleh dari bahan-bahan hukum dan studi dokumenter di Puskesmas Brangsong II, kemudian semua data tersebut dianalisis secara deskriptif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Pengaturan secara umum RME sudah ada, namun mengenai teknis Informed Consent Elektronik yang merupakan bagian RME dengan bridging SatuSehat belum dijelaskan secara detail; 2) Implementasi informed consent elektronik di Puskesmas Brangsong II saat ini masih bersifat semi-manual, dimana lembar informed consent yang telah ditanda tangani secara manual oleh pihak dokter dan pihak pasien dilakukan proses scanning dan penggabungan dengan RME pasien dan setelah itu baru proses bridging dengan SatuSehat; 3) Faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi informed consent elektronik dengan bridging SatuSehat adalah faktor dari eksternal meliputi faktor regulasi yang belum lengkap, fitur informed consent belum ada dalam SatuSehat dan TTE pasien sulit diwujudkan serta faktor internal yaitu sarana prasarana dan faktor sumber daya manusia. Informed consent semi manual ini bisa menjadi pilihan solusi Puskesmas se Indonesia karena pengadaan TTE tersertifikasi semua masyarakat mustahil diwujudkan dan sebetulnya tidak ada aturan yang mengikatnya

    HUBUNGAN INTENSITAS SUARA DAN DURASI PENGGUNAAN EARPHONE TERHADAP GANGGUAN PENDENGARAN PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI TEKNOLOGI PANGAN UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA

    Get PDF
    Latar belakang : Earphone adalah alat modern yang digemari kalangan remaja khususnya mahasiswa untuk mendengarkan musik. Intensitas suara tinggi dan lamanya durasi penggunaan earphone menjadi salah satu pemicu timbulnya gangguan pendengaran. Gangguan pendengaran ini dapat bersifat permanen/irreversibel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan intensitas suara dan durasi penggunaan earphone terhadap gangguan pendengaran pada mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan Universitas Katolik Soegijapranata. Metode : Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantiatif-observasional dengan desain penelitian cross-sectional. Sampel yang di pilih sebanyak 152 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dengan teknik stratified random sampling. Variabel penelitian berupa intensitas suara dan durasi penggunaan earphone sebagai variabel bebas dan gangguan pendengaran sebagai variabel terikat. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Hasil Penelitian : Analisis statistik dengan menggunakan uji spearman menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara intensitas suara penggunaan earphone dengan gangguan pendengaran (p=0,402), tidak terdapat hubungan durasi penggunaan earphone dengan gangguan pendengaran yang dinyatakan dalam jam/hari (p=0,087), jam/minggu (p=0,158), dan tahunan (p=0,516). Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan antara intensitas suara dan durasi penggunaan earphone dengan gangguan pendengaran pada mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan Universitas Katolik Soegijapranata

    ANALISIS PESAN POLITIK DI AKUN INSTAGRAM CALEG PETAHANA DPR RI 2019-2024 DI JAWA TENGAH YANG TERPILIH KEMBALI PADA PEMILU 2024

    Get PDF
    Calon legislatif (caleg) petahana Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) mendominasi kursi DPR RI yang tersedia di 10 daerah pemilihan (dapil) Jawa Tengah pada Pemilihan umum (Pemilu) 2024. Dominasi terkesan sepihak karena dari 77 kursi DPR RI di 10 dapil Jawa Tengah, caleg petahana berhasil mendapatkan 61,04 persen kursi tersebut. Strategi pemenangan caleg petahana membutuhkan media penyampaian pesan, salah satu media yang marak digunakan oleh caleg petahana Jawa Tengah adalah media sosial. Kebanyakan caleg petahana DPR RI di Jawa Tengah menggunakan instagram sebagai media penyampaian pesan politik, sehingga peneliti memilih pesan politik caleg petahana DPR RI di Jawa Tengah yang memiliki akun instagram. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan penyajian data deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan dua jenis pesan politik yakni iklan politik dan propaganda. Pesan politik di masing-masing jenis disusun dengan bobot politik yang disesuaikan dengan keadaan masyarakat Indonesia. Agar bobot politik dapat dipahami oleh masyarakat, caleg petahana DPR RI Jawa Tengah menggunakan lima dari enam tahap makna menurut hierarki makna teori Coordinated Management of Meaning. Pesan yang telah disusun tersebut kemudian diunggah melalui media sosial dengan mempertimbangkan fungsi instagram yakni gambar, foto, dan video. Kesimpulan penelitian menemukan pesan politik bertujuan meningkatkan citra positif partai politiknya, citra positif dirinya, atau tujuan-tujuan non-politik. Pesan politik yang disampaikan melalui media sosial instagram dapat dipengaruhi oleh pemilihan fungsi atau format instagram, karena fungsi instagram dapat mempengaruhi visualisasi pesan. Kata kunci:Calon legislatif petahana Jawa Tengah, instagram, media sosial, Pemilu 2024, pesan politi

    HUBUNGAN JUMLAH TROMBOSIT DENGAN KEJADIAN PERDARAHAN DAN LAMA RAWAT INAP PADA PASIEN INFEKSI DENGUE DI CHARLIE HOSPITAL KENDAL

    Get PDF
    Latar Belakang: Infeksi dengue adalah penyakit yang disebabkan oleh salah satu dari empat virus dengue yaitu DENV-1, DENV-2, DENV-3 dan DENV-4.1. Trombositopenia merupakan penurunan trombosit secara cepat dengan nilai kurang dari 150.000 per mikroliter darah. Trombositopenia pada infeksi dengue menjadi salah satu indikator untuk menilai keparahan klinis dari infeksi dengue. Kasus infeksi dengue yang meningkat mengakibatkan kebutuhan akan pelayanan kesehatan seperti rawat inap menjadi meningkat. Kondisi ini menjadi penting bagi seorang dokter, untuk menentukan lama rawat pasien secara efektif dan efisien. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan jumlah trombosit dengan kejadian perdarahan dan lama rawat inap pada pasien infeksi dengue di Charlie Hospital Kendal pada bulan Januari 2023-Oktober 2024. Metode: Menggunakan observasional analitik dan desain cross-sectional. Sampel digunakan sebanyak 294 sampel dengan teknik probability sampling. Variabel penelitian adalah jumlah trombosit sebagai variabel bebas dan kejadian perdarahan serta lama rawat inap sebagai variabel terikat. Data yang digunakan berupa data sekunder yang diperoleh dari data rekam medis. Analisis data berupa analisis univariat dan bivariat. Hasil Penelitian: Analisis statistik menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara jumlah trombosit dengan kejadian perdarahan (p=0,001 dan r=0,220). Namun tidak terdapat hubungan signifikan antara jumlah trombosit dan lama rawat inap (p=0,082 dan r=0,102) berdasarkan uji Spearman. Kesimpulan: terdapat hubungan signifikan antara jumlah trombosit dengan kejadian perdarahan dengan arah positif lemah pada pasien infeksi dengue di Charlie Hospital Kendal dan tidak terdapat hubungan signifikan antara jumlah trombosit dengan lama rawat inap pada pasien infeksi dengue di Charlie Hospital Kendal

    ANALISIS KONSEP AIDCA PADA COPYWRITING AKUN INSTAGRAM @DESAWISATA_TINGKIRLOR

    Get PDF
    Perkembangan teknologi digital seperti Instagram membuat peran copywriting semakin penting guna untuk memberikan informasi kepada masyarakat mengenai produk yang ditawarkan. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana analisis konsep AIDCA pada copywriting akun Instagram @desawisata_tingkirlor. Penelitian ini menggunakan konsep copywriting AIDCA dan media sosial Instagram dalam proses penerapannya. Penelitian ini juga menggunakan teori Elaboration Likelihood Model (ELM) dengan didukung adanya dua jalur yaitu Jalur Sentral dan Jalur Periferal. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif jenis analisis deskriptif bertujuan untuk menganalisis dan menafsirkan suatu fakta, gejala serta peristiwa berdasarkan apa yang terjadi sehingga menjadi bahan kajian untuk ditindaklanjuti (Nasution, 2023: iii). Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Pada penelitian ini objek dijadikan penelitian adalah Desa Wisata Tingkir Lor. Lalu objek untuk pelaksanaan penelitian terdapat 5 informan yaitu dua pengelola akun Instagram @desawisata_tingkirlor, ketua Desa Wisata Tingkir Lor, dan dua pengunjung Desa Wisata serta pengikut akun Instagram @desawisata_tingkirlor. Adapun batasan periode yang unggahan yang akan digunakan oleh peneliti yaitu tanggal 23 Desember 2023 sampai dengan 10 November 2024. Hasil penelitian menyatakan bahwa Desa Wisata Tingkir Lor menggunakan copywriting pada caption untuk menarik perhatian audiens, membangun minat berkunjung, membangun keinginan audiens, meyakinkan audiens, dan mempengaruhi audiens untuk melakukan tindakan. Caption pada unggahan lebih diproses menggunakan jalur sentral dibanding dengan jalur periferal oleh pengunjung. Kata kunci: AIDCA, copywriting, Instagram, informasi, pesan, dan audien

    PENGARUH KUALITAS PELAYANAN, LOKASI, DAN HARGA TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN DI SERIBU39 CELL SEMARANG

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayanan, lokasi,dan harga terhadap loyalitas pelanggan di Seribu39 Cell Semarang. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling, melibatkan 96 responden yang merupakan pelanggan Seribu39 Cell. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan dan lokasi tidakberpengaruh signifikan terhadap loyalitas pelanggan, sedangkan harga memilikipengaruh yang signifikan dan positif. Hal ini mengindikasikan bahwa pelangganSeribu39 Cell lebih mempertimbangkan faktor harga dalam keputusan pembelian merekadibandingkan kualitas pelayanan dan lokasi toko. Berdasarkan uji F, kualitas pelayanan,lokasi, dan harga secara simultan berpengaruh terhadap loyalitas pelanggan. Koefisiendeterminasi sebesar 49,9% menunjukkan bahwa variabel-variabel ini menjelaskan hampir setengah dari variasi loyalitas pelanggan, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa Seribu39 Cell perlu fokus padastrategi harga yang kompetitif untuk mempertahankan dan meningkatkan loyalitas pelanggan, serta mempertimbangkan aspek lain yang dapat memperkuat hubungandengan pelanggan

    PERENCANAAN BISNIS CLOTHINGLINE ELMARCH

    Get PDF
    Industri fashion terus berkembang pesat seiring dengan perubahan tren dan perilaku konsumen, terutama dengan hadirnya platform digital yang mempermudah pemasaran dan distribusi produk. Penelitian ini bertujuan untuk merancang perencanaan bisnis clothing line Elmarch, sebuah brand pakaian oversized yang berfokus pada kenyamanan dan desain minimalis. Perencanaan bisnis ini mencakup aspek pemasaran, operasional, sumber daya manusia, dan keuangan guna meningkatkan daya saing di industri fashion. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis kualitatif dan kuantitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, serta kuesioner kepada responden yang merupakan konsumen potensial dan pelaku bisnis fashion. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Elmarch memiliki peluang besar untuk berkembang dengan mengoptimalkan pemasaran digital melalui media sosial dan marketplace, serta mengadopsi strategi direct-to-consumer (D2C) guna meminimalkan biaya distribusi. Selain itu, tantangan utama yang dihadapi adalah persaingan ketat di industri fashion dan perubahan tren yang cepat, sehingga inovasi desain dan strategi pemasaran yang adaptif menjadi faktor kunci keberlanjutan bisnis. Dengan adanya perencanaan bisnis yang matang, Elmarch diharapkan mampu meningkatkan visibilitas merek, memperluas jangkauan pasar, serta mengoptimalkan efisiensi operasional dan keuangan. Penelitian ini juga memberikan rekomendasi bagi pelaku usaha fashion dalam mengembangkan stqrategi bisnis yang berkelanjutan dan berbasis digital

    9,811

    full texts

    12,755

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Unika Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇