12755 research outputs found
Sort by
HOTEL RESORT DI PANTAI MENGANTI, KABUPATEN KEBUMEN
Pantai Menganti di Kabupaten Kebumen menyimpan potensi besar sebagai destinasi wisata
unggulan di selatan Jawa Tengah. Namun, kurangnya fasilitas akomodasi premium menjadi
tantangan dalam mendukung pertumbuhan sektor pariwisata lokal. Resort hotel ini dirancang
sebagai respons terhadap kebutuhan tersebut, dengan pendekatan arsitektur bioklimatik yang
mengutamakan kenyamanan termal dan efisiensi energi. Desain bangunan menyesuaikan
dengan karakter iklim tropis melalui pemanfaatan ventilasi silang, pencahayaan alami, serta
penggunaan material ramah lingkungan. Lokasi resort menghadap langsung ke Samudera
Hindia dan dikelilingi perbukitan, menciptakan pengalaman menginap yang menyatu dengan
alam. Selain menyediakan fasilitas rekreasi dan wellness, resort ini juga bertujuan mendukung
pelestarian budaya lokal serta pengembangan pariwisata berkelanjutan. Tata ruang dirancang
untuk menjaga privasi, memaksimalkan view pantai, serta merespon potensi bencana melalui
sistem mitigasi yang adaptif
PEMETAAN PONDASI DALAM UNTUK BANGUNAN GEDUNG BERTINGKAT DI WILAYAH KOTA SEMARANG
Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pemetaan zona-zona potensial
untuk aplikasi pondasi dalam, seperti tiang pancang dan bor pile di wilayah
Kota Semarang berdasarkan data penyelidikan tanah yang tersedia. Metode
penelitian ini melibatkan kompilasi dan analisis data sondir (CPT) dari
berbagai lokasi proyek pembangunan di Semarang. Hasil pemetaan disajikan
dalam bentuk peta yang mengindikasikan rekomendasi awal jenis pondasi
dalam beserta perkiraan kedalamannya untuk perencanaan awal bangunan
gedung bertingkat. Metode ini mengandalkan nilai rata-rata tahanan konus
(qc) dari data CPT, diambil dari rentang 8D di atas ujung tiang dan 4D di
bawah ujung tiang (di mana D adalah diameter tiang) dan nilai perhitungan
beban aksial kolom untuk bangunan gedung 3 lantai memiliki total beban
yang diterima sebesar 209,203 ton. Setelah itu dilakukan analisis pemetaan
pondasi di Semarang menunjukkan variasi daya dukung ultimit (Qu) dan daya
dukung izin (Qa) untuk tiang persegi berukuran 20 cm dan 30 cm, bergantung
pada wilayah. Rata-rata untuk Semarang Utara memiliki kedalaman tiang 15
meter, nilai (Qa) rata-rata 38,03 ton memiliki rata-rata jumlah tiang pile group
yang dapat ditampung sebanyak 6 batang. Rata-rata untuk Semarang Selatan
memiliki kedalaman 8 meter memiliki nilai Qa = 14,97, rata-rata jumlah tiang
pile group yang dapat ditampung sebanyak 7 batang . Semarang Barat dengan
rata-rata kedalaman 12,6 m, memiliki nilai rata-rata Qa = 21,5 ton rata-rata
jumlah tiang pile group yang dapat ditampung sebanyak 6 batang. Semarang
Timur dengan rata-rata kedalaman 15 m, rata-rata nilai Qa = 28,28 ton, ratarata
jumlah
tiang
pile
group
yang
dapat
ditampung
sebanyak
7
batang.
Variasi
nilai
daya
dukung
ultimit
dan
izin
ini
sangat
dipengaruhi
oleh
nilai
tahanan
konus
dan
tahanan
gesekan
selimut
pada
setiap
segmen
kedalaman
tanah
di
lokasi
pengujian
HUBUNGAN KONFORMITAS TEMAN SEBAYA DENGAN PERILAKU BERPACARAN PADA MAHASISWA UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA
Perilaku berpacaran menjadi hal umum di kalangan mahasiswa. Konformitas dari
teman sebaya memiliki pengaruh besar dalam perilaku berpacaran pada
mahasiswa. Interaksi mahasiswa dengan teman sebayanya dapat memengaruhi
cara berperilaku mahasiswa dalam berpacaran. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui hubungan antara konformitas teman sebaya dengan perilaku
berpacaran pada mahasiswa. Hipotesis penelitian ini adalah semakin tinggi tingkat
konformitas teman sebaya, maka semakin tinggi pula tingkat perilaku berpacaran
pada siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode
korelasional untuk mengukur hubungan antara kedua variabel tersebut. Partisipan
dalam penelitian ini adalah mahasiswa Universitas Katolik Soegijapranata
Semarang berusia 18–22 tahun yang memiliki pengalaman berpacaran.
Pengumpulan data dilakukan dengan skala konformitas teman sebaya dan
perilaku berpacaran pada mahasiswa. Hasil uji hipotesis menggunakan analisis
korelansional spearman. Hasil dari uji hipotesis terdapat korelasi positif rho= 0,363
(p < 0,01). Hal ini dapat membuktikan bahwa adanya hubungan positif yang sangat
signifikan. Hipotesis dapat diterima
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA DENGAN KESIAPAN KERJA PADA SISWA SMK X KOTA SEMARANG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial
dengan kesiapan kerja pada siswa SMK X di Kota Semarang. Latar belakang
penelitian ini didasarkan pada tingginya tingkat pengangguran terbuka lulusan
SMK, yang menunjukkan adanya kesenjangan antara tujuan pendidikan kejuruan
dan realita dunia kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan
metode korelasional. Responden terdiri dari 98 siswa kelas XI yang dipilih
menggunakan teknik purposive sampling. Alat ukur yang digunakan adalah skala
dukungan sosial berdasarkan teori Sarafino dan Smith (2012) dan skala kesiapan
kerja berdasarkan teori Brady (2010). Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan
adanya hubungan positif dan signifikan antara dukungan sosial dengan kesiapan
kerja (r = 0,542, p < 0,01). Artinya, semakin tinggi dukungan sosial yang diterima
siswa, maka semakin tinggi pula kesiapan mereka untuk memasuki dunia kerja.
Mayoritas siswa berada dalam kategori sedang untuk kedua variabel. Temuan ini
menunjukkan pentingnya peran dukungan sosial dari keluarga, guru, dan teman
sebaya dalam membentuk kesiapan kerja siswa SMK
HUBUNGAN REGULASI EMOSI DENGAN RESILIENSI PADA WARGA BINAAN PEMASYARAKATAN (WBP) NARKOBA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS 1 SEMARANG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara regulasi emosidengan resiliensi pada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) narkoba diLembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Semarang. Hipotesis dalam penelitian inimenyatakan adanya hubungan positif antara regulasi emosi dengan resiliensi.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasionaldan teknik incidental sampling. Subjek penelitian berjumlah 80 WBP narkoba.Instrumen yang digunakan meliputi skala Emotion Regulation Questionnaire(ERQ) untuk mengukur regulasi emosi dan Connor-Davidson Resilience Scale(CD-RISC 25) untuk mengukur resiliensi. Analisis korelasi Spearman’s Rhodigunakan karena data tidak berdistribusi normal. Hasil analisis menunjukkanadanya hubungan positif yang sangat signifikan antara regulasi emosi dan
resiliensi dengan nilai koefisien korelasi Spearman ρ = 0,720, p < 0,01. Analisis
lanjutan menunjukkan bahwa aspek cognitive reappraisal memiliki korelasi yanglebih kuat terhadap resiliensi dibandingkan dengan expressive suppression.
Temuan ini menegaskan bahwa strategi regulasi emosi yang adaptif, khususnyacognitive reappraisal, memiliki peran penting dalam membangun resiliensipsikologis pada WBP narkoba. Hasil ini memberikan implikasi bagipengembangan intervensi psikologis di lembaga pemasyarakatan
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN HOMESICKNESS PADA MAHASISWA RANTAU YANG BERKULIAH DI KOTA SEMARANG
Homesickness merupakan reaksi yang mirip dengan kesedihan terhadap sejumlah
keadaan yang melibatkan perpisahan dan kerinduan dari orang-orang dan tempattempat
yang
dikenal
dan
dicintai,
terdapat
dua
aspek,
yaitu
ketidaksukaan
pada
Universitas
dan keterikatan pada rumah. Beberapa peneliti mengatakan bahwa
dukungan sosial menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi homesickness.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan teknik
accidental sampling yang kemudian disebar melalui google form dan terdapat 112
responden yang berpartisipasi. Alat ukur yang digunakan adalah the
Homesickness Questionnaire (HQ) oleh Archer dkk., (1998) dan the
Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) oleh Zimet dkk.,
(1988). Analisis data pada uji hipotesis menggunakan Pearson Correlation dan
mendapatkan koefisien korelasi 0.025 dengan Sig. 0.398 (p>0.05) yang artinya
tidak terdapat hubungan antara dukungan sosial dengan homesickness pada
mahasiswa rantau yang berkuliah di Kota Semarang
PERANCANGAN DESAIN VISUAL EDUKASI PENCEGAHAN HENTI JANTUNG SAAT BERMAIN BADMINTON
Henti jantung mendadak merupakan kondisi gawat darurat yang dapat terjadi
kapan saja, termasuk saat berolahraga seperti bermain badminton.
Sayangnya, kesadaran masyarakat, terutama kalangan muda, terhadap risiko
henti
jantung dan pentingnya pertolongan pertama seperti CPR
(Cardiopulmonary Resuscitation) masih tergolong rendah. Perancangan
tugas akhir ini bertujuan untuk menyampaikan edukasi pencegahan henti
jantung serta pengenalan langkah pertolongan pertama melalui media yang
dekat dengan keseharian Gen Z, yaitu video pendek berbasis Instagram
Reels.
Strategi komunikasi yang digunakan adalah RES (Relevance, Engagement,
Success) dengan pendekatan visual yang ringan, humoris, dan tetap
informatif. Konten disajikan dalam bentuk serial video pendek yang
menampilkan sketsa ringan dengan karakter Gen Z sebagai representasi
audiens. Perancangan juga dilengkapi dengan desain feed informatif untuk
memperkuat pemahaman secara visual.
Diharapkan perancangan ini dapat menjadi media alternatif yang efektif
dalam menyampaikan edukasi kesehatan jantung kepada kalangan muda,
sekaligus mendorong lahirnya kesadaran sosial sebagai penolong pertama
saat terjadi henti jantung di sekitar mereka
PERANCANGAN FESTIVAL KULINER SWIKE PURWODADI: UPAYA MEMPOPULERKAN WARISAN KULINER LOKAL KEPADA GEN-Z
Makanan daerah setiap tempat memiliki keunikannya masing-masing. Salah satunya swike,
swike merupakan makanan khas Purwodadi yang bahan dasarnya yakni daging kodok. Namun
dalam perkembangannya makanan ini masih awam untuk sebagian orang. Banyak anak muda
atau biasa kita kenal dengan gen-z kurang familiar dengan makanan ini. Maka dari itu, penulis
membuat Perancangan Festival Kuliner Swike Purwodadi dengan tujuan untuk mempopulerkan
Warisan Kuliner Lokal Kepada Gen-Z. Selain itu juga untuk memberikan wawasan tentang
makanan swike ini
PERANCANGAN DESAIN KEMASAN GUNA MENGENALKAN PRODUK KOPI BERAS 21 JOLLONG KHAS PATI
Indonesia merupakan salah satu penghasil kopi terbesar di dunia, Salah satu produk kopi
khas Pati yaitu kopi Jollong yang berasal dari lereng pegunungan Muria. Di Kabupaten Pati
sendiri banyak sekali produsen kopi salah satunya adalah produsen kopi Narti Bowo. Salah satu
produk unggulanya adalah KOPI BERAS 21 JOLLONG. KOPI BERAS 21 JOLLONG ini masih
kurang populer Dengan perancangan desain kemasan diharapkan dapat menjadi media
pengenalan untuk kopi lokal agar dapat lebih dikenal oleh masyarakat luas. Metode Pada
perancangan ini menggunakan 5 tahapan Design Thinking Yaitu Emphatize, Define, ideate,
prototype, test. Perancangan desain kemasaan ini agar produk KOPI BERAS 21 JOLLONG ini
dapat meningkatkan daya jual produk sehingga dapat meningkatkan keunggulan kompetitif
dalam persaingan pasar
PERANCANGAN EVENT MURAL SEBAGAI MEDIA ASPIRASI POSITIF SUPORTER MUDA PSIS
Pada era sekarang mural menjadi medium seni yang relevan dan efektif untuk
menyampaikan suatu pesan secara visual. Mural sendiri memiliki daya-gerak yang ampuh
selama masih terus diproduksi oleh para pelakunya. Tujuannya tak terbatas, mulai dari
kepuasan estetis pribadi, kampanye suatu kepentingan, hingga menyuarakan kritik.
Akhir-akhir ini, salah satu elemen yang paling sering beririsan dengan mural adalah,
sepak bola dan suporter. Koneksi ketiga elemen ini sangat kuat dan melekat, bagaimana
tidak? akan aneh ketika melihat suatu kompleks stadion suatu tim sepak bola yang tidak
ada muralnya. Salah satu yang melekat dan ikonik adalah Stadion Utama Jati Diri
Semarang yang menjadi markas tim kebanggan warga Kota Semarang yaitu, PSIS
Semarang. Mural bertuliskan “SEMANGAT INI UNTUKMU” pernah terpampang pada
dinding tribun selatan Stadion Utama Jati Diri Semarang. Tujuan dan fungsinya jelas
untuk membakar semangat para punggawa ‘Laskar Mahesa Jenar’. Namun, saat ini PSIS
Semarang sedang dalam tren dan kondisi yang buruk, turun ke kasta kedua dalam
piramida kompetisi sepak bola di Indonesia bukanlah suatu hal yang diharapkan oleh
seluruh pihak, dan salah satu elemen yang paling aktif dan masif dalam menyampaikan
suaranya adalah suporter. Berdasarkan kondisi tersebut, para suporter protes serta
melakukan demo terhadap manajemen PSIS yang dianggap tidak becus menangani tim
dengan salah satu cara, yakni mencoret-coret dinding Kota dengan kata yang tidak
senonoh yang justru malah terkesan merusak estetika dinding Kota, dan pesan tidak
tersampaikan dengan elegan. Oleh karena itu, mural dapat mengambil peran atas kasus
yang terjadi, event mural yang terancang dapat menjadi solusi dan medium yang paling
efisien atas kejadian tersebut, karena sifat mural yang to the point dan direct kepada target
sasarannya. Praktis, perancangan event mural ini akan dilaksanakan pada area Komplek