12755 research outputs found
Sort by
PERAN HUBUNGAN MASYARAKAT (HUMAS) SOEGIJAPRANATA CATHOLIC UNIVERSITY (SCU) DALAM MENGELOLA CITRA POSITIF MELALUI SCU NEWS
Penelitian ini memiliki judul Peran Hubungan Masyarakat (Humas) Soegijapranata
Catholic University (SCU) Dalam Mengelola Citra Positif Melalui SCU News dan
bertujuan untuk menganalisis peran Humas SCU dalam mengelola citra positif
institusi melalui SCU News. Hubungan Masyarakat atau yang biasa disebut dengan
humas merupakan sebuah bagian dalam sebuah manajemen yang pastinya
diperlukan oleh setiap instansi termasuk dalam sebuah perguruan tinggi sama
seperti Humas di Soegijapranata Catholic University (SCU) yang mengelola citra
positif dengan media SCU News. Metode yang digunakan dalam penelitian ini
adalah kualitatif deskriptif dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa
wawancara mendalam ke beberapa narasumber terkait, observasi dan juga
dilakukan triangulasi data. Wawancara dilakukan kepada Wakil Rektor Bidang
Kerjasama Bisnis dan juga kepada Humas SCU untuk mendapatkan data. Teori
yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Impression Management. Hasil
dari penelitian ini menunjukkan bahwa Humas SCU melakukan komunikasi dengan
stakeholder, pihak eksternal maupun internal melalui tulisan-tulisan yang ada dalam
SCU News. Hasil temuan lainnya adalah Humas SCU melakukan pengelolaan citra
positif dengan melalui back stage dan front stage sesuai dengan teori Impression
Management
PESAN POLITIK CALON LEGISLATIF PEREMPUAN PARTAI NASDEM SE-PULAU JAWA PADA KAMPANYE PEMILU 2024 DI INSTAGRAM
Pemilu 2024 menjadi momentum penting bagi demokrasi Indonesia, termasuk
dalam mendorong partisipasi perempuan di ranah politik. Meski kuota 30%
keterwakilan perempuan telah ditetapkan, tantangan dalam penyampaian pesan
politik masih menjadi hambatan. Penelitian ini mengkaji pesan politik disampaikan
oleh calon legislatif (caleg) perempuan Partai NasDem se-Pulau Jawa melalui
Instagram selama masa kampanye Pemilu 2024, serta mengkaji penggunaan bahasa
dan simbol yang responsif gender dalam pesan politik. Penelitian ini menggunakan
pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus dan dokumentasi unggahan
Instagram, serta wawancara tidak terstruktur dengan beberapa caleg perempuan
atau tim suksesnya. Teori utama yang digunakan adalah teori retorika Aristoteles
(ethos, pathos, logos) dan konsep komunikasi politik. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa caleg perempuan NasDem memanfaatkan Instagram untuk menyampaikan
pesan politik dengan pendekatan personal, menekankan kredibilitas (ethos), daya
tarik emosional (pathos), serta argumentasi logis (logos). Bentuk pesan yang
digunakan mencakup retorika, iklan politik, dan propaganda dalam berbagai
unggahan foto dan caption yang memuat simbol-simbol pemberdayaan perempuan
serta pilihan kata-kata yang inklusif dan mendukung kesetaraan gender. Media
sosial juga terbukti memperkuat kampanye dengan memperluas jangkauan audiens
dan mendekatkan caleg dengan pemilih, khususnya generasi muda. Kendati
demikian, tidak semua caleg perempuan aktif memanfaatkan Instagram secara
optimal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media sosial, khususnya Instagram,
menjadi sarana strategis bagi caleg perempuan untuk, menyampaikan visi-misi, dan
mengatasi keterbatasan akses politik, sekaligus sebagai ruang untuk menghadirkan
narasi politik yang responsif gender
CLASSIFICATION OF BRAIN TUMOR DISEASE TYPES BASED ON RADIOLOGICAL IMAGES USING CONVOLUTIONAL NEURAL NETWORK ALGORTIHM WITH VGG – 16 ARCHITECTURE
Brain tumors require quick and accurate diagnosis, as they are one of the highest risk
diseases. The limited ability of medical personnel to read radiological images accurately is one of
the challenges in classifying brain tumor disease types based on radiological images. The solution
that can be done to overcome this is to perform image classification using Convolutional Neural
Network with VGG – 16 architecture. The method that will be applied starts from collecting
radiology image datasets obtained from Kaggle with a total of 7153 images divided into three
parts, namely training data, validation data, and test data in each part consisting of four classes,
namely glioma tumor, meningioma tumor, pituitary tumor, and no tumor. Next, the training data
will go through image preprocessing processes such as Gaussian Blur, Histogram Equalization,
Adaptive Histogram Equalization, and Contrast Limited Adaptive Histogram Equalization. The
model that has been built using the Convolutional Neural Network algorithm with VGG – 16
architecture will be trained using a variation of the number of epochs including 5, 10, 15, and 20,
the performance generated by the model will be evaluated using Confusion Matrix and
Classification Report which contains precision, recall, and f1 – score value. Based on the results
obtained, the classification of brain tumor disease types based on radiological images using the
Convolutional Neural Network with VGG – 16 architecture proved to be effective. This is
evidenced by the highest level of accuracy produced by the model on test data is 97.00% when
training using training data that goes through the Gaussian Blur preprocessing process with the
number of epochs 15. In addition, the preprocessing technique and the number of epochs used ca
THE RELATIONSHIP BETWEEN EXECUTIVE FUNCTION WITH LEARNING AGILITY IN POLICE OFFICERS
Background: Learning agility is the willingness to learn from experiences and apply those
learnings to new situations. Agile learning has a profound impact on performance, so several
companies are incorporating it in their learning strategy. While cognitive processes and behaviors
indicate learning agility. Learning agility has been used in many companies as an important
consideration for selecting high potential talent. Study aims: The purpose of this study was to
determine the relationship between executive function with learning agility in police officers.
Method: The research method used is correlational quantitative method with Spearman as a data
analysis technique. Research participants are 107 police officers. Data collection on learning
agility is using learning agility scale (17 items, α=0,922), and executive function is using a
neuropsychological test tool. Result: Based on the results of the analysis test between executive
function and learning agility on police officers with the Digit Span Backwards, Stroop Test, Trail
Making Test A & B, Ruff's Five point test, and the Verbal Fluency Test shows that there is no
significant negative relationship between executive function and learning agility Conclusion:
Based on the analysis of the data, it was found that there is a significant relationship between
executive function and learning agility in police officers
MEKANISME WORLD TRADE ORGANIZATION (WTO) DALAM PENGENAAN BEA MASUK ANTI DUMPING (STUDI KASUS DS480 TENTANG BIODIESEL UNI EROPA VS INDONESIA)
World Trade Organization (WTO) adalah organisasi perdagangan dunia,
Indonesia dan Uni Eropa termasuk salah satu anggota WTO. Kerangka hukum
WTO mencangkup tentang perdagangan Anti Dumping. Indonesia dituduh
melakukan dumping pada produk biodiesel yang diekspor ke Uni Eropa. Menurut
Pasal VI GATT 1994 dan Anti Dumping Agreement para anggota WTO berhak
untuk menerapkan tindakan-tindakan Anti Dumping. Uni Eropa telah mengenakan
Bea Masuk Anti Dumping (BMAD) atas dasar tuduhannya kepada Indonesia. Hal
itu membuat Indonesia mengajukan persoalan ini ke Badan. Penyelesaian
Sengketa WTO. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui bagaimana WTO
menyelesaikan sengketa Bea Masuk Anti Dumping dan bagaimana penerapannya
dalam kasus biodiesel antara Uni Eropa dan Indonesia. Ini adalah penelitian
kualitatif, dengan metode pendekatan yuridis sosiologis, yang dimana
menggunakan Pasal VI GATT dan Anti Dumping Agreement sebagai bahan
hukum. Hasil dari WTO dalam kasus pengenaan Bea Masuk Anti Dumping
biodiesel antara Indonesia dan Uni Eropa yaitu, WTO mengabulkan klaim
Indonesia dan Uni Eropa terbukti melakukan pengenaan Bea Masuk Anti
Dumping atas produk biodiesel Indonesia melampaui kerugian yang dideritanya.
Dapat disimpulkan bahwa WTO telah mengatur dan melakukan dengan baik serta
adil mengenai penyelesaian pengenaan Bea Masuk Anti Dumping biodiesel antara
Indonesia dan Uni Eropa, meskipun membutuhkan waktu yang sedikit lebih lama
ANALISIS WORK-LIFE BALANCE KARYAWAN KOFFNESS THE BISTRO SEMARANG
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis work-life balance karyawan
Koffness The Bistro Semarang berdasarkan empat dimensi utama, yaitu Work
Interference with Personal Life (WIPL), Personal Life Interference with Work
(PLIW), Personal Life Enhancement of Work (PLEW), dan Work Enhancement of
Personal Life (WEPL). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif
deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner skala Likert. Data
dikumpulkan melalui kuesioner berdasarkan empat dimensi work-life balance
menurut Fisher et al. Responden dalam penelitian ini berjumlah 20 orang karyawan.
Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik deskriptif, yang meliputi
perhitungan skor total dan rata-rata dari setiap dimensi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa work-life balance karyawan berada
dalam kategori seimbang, dengan rata-rata skor keseluruhan sebesar 3,95. Dimensi
PLIW memiliki rata-rata tertinggi sebesar 4,13 dan dikategorikan sangat seimbang,
diikuti oleh PLEW dengan rata-rata 4,03 (sangat seimbang), WEPL dengan ratarata
3,81 (seimbang),
serta
WIPL
dengan
rata-rata
3,83
(seimbang).
Keseluruhan
hasil
tersebut
menunjukkan
bahwa
karyawan
telah
mampu
menjaga
keseimbangan
antara
pekerjaan
dan
kehidupan
pribadi
mereka
dengan
baik,
meskipun
dimensi
WEPL
masih
dapat
ditingkatkan
HUBUNGAN KUALITAS PERSAHABATAN DENGAN KEBAHAGIAAN PADA DEWASA AWAL
Individu mengalami penurunan kebahagiaan seiring dengan bertambahnya usia,
penurunan kebahagiaan tersebut disebabkan karena berbagai macam persoalan
seperti tekanan ditempat kerja, tuntutan pekerjaan, dan berkurangnya jumlah
teman dekat, selain itu jam kerja yang panjang dan padat juga menjadi hambatan
utama untuk memiliki waktu luang, bersantai, atau melakukan aktivitas yang
mereka sukai. Kurangnya waktu dan intensitas untuk berinteraksi sosial membuat
mereka merasa kesepian dan tidak bahagia. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui apakah ada hubungan antara kualitas persahabatan dengan
kebahagiaan pada dewasa awal. Variabel tergantung pada penelitian ini adalah
kebahagiaan, sedangkan variabel bebas adalah kualitas persahabatan. Hipotesis
yang diajukan dalam penelitian ini adalah ada hubungan positif antara kualitas
persahabatan dengan kebahagiaan pada dewasa awal. Metode penelitian yang
digunakan adalah kuantitatif dan metode analisis data menggunakan metode
korelasional product moment. Subjek penelitian adalah orang dewasa awal
berusia 18 – 25 tahun dan berdomisili di Semarang. Penelitian ini dilakukan
terhadap 89 orang subjek. Alat ukur yang digunakan adalah The PERMA-Profiler
dan McGill Friendship Questionnaire-friend’s Functions (MFQ-SS). Hasil dari
penelitian ini diuji menggunakan uji korelasi Spearman dengan hasil ρ = 0,379 dan
p = 0,000 (p< 0,05). Dengan demikian hipotesis yang diajukan diterima dan dapat
disimpulkan bahwa ada hubungan positif dan signifikan antara kualitas
persahabatan dengan kebahagiaan pada dewasa awal
K-MEANS CLUSTERING OF IMPORTED PRODUCTS BASED ON HS CODE AND PRODUCT ATTRIBUTES
As Indonesia continues to engage in international trade agreements like AFTA, the
number of imported products has grown significantly—making it harder to manage import
data efficiently. Relying on manual classification using the HS (Harmonized System) Code is
no longer practical, especially when dealing with large datasets that include various brands,
product categories, and countries of origin. This study offers a more practical approach by
using the K-Means clustering algorithm to group imported products based on their attributes
and HS Codes. The dataset includes product names, categories, subcategories, brands,
units, countries of origin, and HS Codes, and was processed using Orange Data Mining. The
data went through several steps including cleaning, selecting relevant columns,
normalization, and assigning cluster labels as a new target. To determine the best number of
clusters, silhouette scores were used as an evaluation metric. The results showed that
splitting the data into three clusters gave the clearest pattern, with silhouette scores ranging
between 0.48 and 0.58. Each cluster grouped products with similar traits, such as originating
from the same country or belonging to the same product group. In the end, this research
demonstrates that K-Means is a useful method for uncovering hidden patterns and improving
the classification of imported products
INTEGRASI AI PADA WEBSITE HYPERGYM
Di era digital ini, adopsi penggunaan teknologi Kecerdasan Buatan (AI) telah berkembang
pesat di sektor kebugaran, di antara sektor-sektor lainnya. Penelitian ini berupaya
mengembangkan dan menerapkan situs gym yang menampilkan chatbot cerdas AI, dengan
tujuan meningkatkan layanan pelanggan. Chatbot AI digunakan untuk menjawab pertanyaan
yang berkaitan dengan masalah pelanggan, membantu mendaftar ke gym, menyediakan
program latihan, dan melaporkan waktu kelas dan fasilitas yang tersedia di gym.
Metodologi penelitian mencakup fase desain, pengembangan, dan implementasi sistem.
Dalam proses desain, kebutuhan fungsional dan non-fungsional ditentukan dengan
menggunakan studi literatur. Beberapa bagian dari domain Natural Language Processing
(NLP) dan machine learning digunakan dalam membangun chatbot, sehingga
memungkinkan sistem untuk memahami maksud dari pertanyaan pengguna dan
menjawabnya dengan tepat. Sistem ini kemudian diuji untuk menilai tingkat akurasi
jawaban yang diberikan oleh chatbot dan tingkat kepuasan yang dialami oleh pengguna.
Studi ini berfokus bagaimana penggabungan chatbot AI ke dalam situs gym dapat
meningkatkan layanan pelanggan dengan memberikan jawaban yang sesuai dengan cepat.
Selain itu, chatbot berfungsi untuk mengurangi beban kerja pekerja gym dengan merespons
pertanyaan yang sering diajukan secara otomatis. Singkatnya, penelitian ini meneliti bahwa
chatbot berdasarkan teknologi AI memiliki prospek yang signifikan untuk meningkatkan
pengalaman pelanggan serta operasi entitas di pasar kebugaran.
Kata kunci: chatbot, kecerdasan buatan, layanan pelanggan, machine learning, Natural
Language Processing, situs web
PERANCANGAN KOMUNIKASI VISUAL MEMBERI AWARENESS KEPADA MASYARAKAT MENGENAI DISKRIMINASI TRANSPUAN DI SEMARANG
Indonesia merupakan Negara yang beragam. Adanya pemahaman keberagaman gender
pada zaman ini sudah lebih meluas, namun dengan kendala sebagai negara yang beragama,
mereka dianggap menyimpang dari norma dan moral masyarakat. Transpuan menjadi salah
satu kelompok marginal yang tersingkirkan serta mengalami banyak diskriminasi melalui
verbal maupun kekerasan fisik. Transpuan menjadi kelompok yang tertindas diakari oleh
konstruksi sosial patriarki dan toxic masculinity. Hal ini membuat transpuan dipandang oleh
masyarakat sebagai laki-laki yang berdandan seperti transpuan adalah hal yang sangat
menyimpang dan memperoleh banyak stigma negatif seperti penyakit moral yang menular.
Oleh karena itu, diperlukan jembatan antara masyarakat dan transpuan untuk mengurangi
diskriminasi dan stigma negatif terhadap transpuan.
Kata kunci: Diskriminasi, transpuan, dewasa muda, margina