Soegijapranata Catholic University

Unika Repository
Not a member yet
    12755 research outputs found

    CHALLENGES AS A SOCIAL MEDIA STAFF AT EDUHOUSE, SEMARANG

    Get PDF
    This concluding internship report outlines my experience as a Social Media Staff Intern at EduHouse, ranging from August 5 to December 22, 2024. The internship sought to offer hands-on experience in digital content creation and management, matching my educational background and goals in social media marketing. The main duties of the writer encompassed creating graphic materials, overseeing EduHouse’s social media channels, and leveraging trends from TikTok and Instagram, including popular sounds, hashtags, and challenges, to boost audience interaction and brand exposure. During the internship, the author needed to adhere to tight deadlines, maintain uniformity across various platforms, and create content that would captivate the target audience. We addressed these issues by preparing in advance, creating a comprehensive content calendar, and prioritizing tasks to ensure timely delivery. The creator of EduHouse's material frequently monitored trends to maintain its interest and relevance. This distinguished it in the highly competitive realm of the internet. Collaborating with the EduHouse Primary team enhanced my creativity by allowing me to concentrate on the finer details and improve the final outcomes. Putting together educational ideas with popular formats was one of the best things I did. This plan worked to get people more interested in EduHouse and show that the brand was new and approachable. It helped the material reach more people and made the company's relationship with its audience stronger. By improving my skills in graphic design, trend analysis, and social media strategy, this job has been a great way to learn. For my future job in digital marketing, it has given me useful information that I will use throughout my studies

    PENGAWASAN TERHADAP TOKO OBAT DALAM PRAKTIK JUAL BELI OBAT DALAM RANGKA PERLINDUNGAN KONSUMEN DI WILAYAH KERJA DINAS KESEHATAN KABUPATEN PATI

    Get PDF
    Saat ini di Negara berkembang mengalami kegagalan menyediakan pelayanan kesehatan, reformasi regulasi, privatisasi sehingga mendorong peningkatan masyarakat untuk mengakses obat ke pelayanan kefarmasian. Realita ini mendorong maladaptif dan disregulasi dari praktik kefarmasian. Di Indonesia ditemukan toko obat (TO) yang menjual obat label merah berupa antibiotika. Data laporan pelaksanaan program kerja pengendalian antimikroba Rumah Sakit Islam (RSI) Pati 2022 didapatkan 15,4% (4 dari 26 isolat) resisten terhadap antibiotika amoxicillin clavulanat, ciprofloxacin, levofloxacin dan cefoperazone sulbactam. Penggunaan antibiotika tidak sesuai indikasi memicu resistensi antibiotika yang akan merugikan konsumen sehingga dibutuhkan perlindungan bagi konsumen. Dinas Kesehatan Kabupaten Pati bekerjasama dengan BPOM perlu mengawasi dan mengatur peredaran obat di TO. Untuk mengetahui hal ini maka rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana pengaturan praktik jual beli obat, konsep pengawasan untuk melindungi konsumen, serta perlindungan konsumen TO di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Pati. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan yuridis sosiologis. Pengumpulan data primer melalui wawancara dan focus group discussion (FGD). Data sekunder melalui studi kepustakaan dari bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Kemudian data dianalisis secara deskriptif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan praktik jual beli obat di wilayah kerja Dinas Kesehatan sesuai sinkronisasi vertikal dan horizontal, meskipun ada ketidaklengkapan pengaturan di Kabupaten Pati. Pengawasan Dinas Kesehatan Kabupaten Pati kolaborasi dengan BBPOM Semarang melalui pengawasan langsung (direct control), preventif dan represif. Perlindungan konsumen dalam praktik jual beli obat dilaksanakan sesuai prinsip keamanan dan keselamatan konsumen, kepastian hukum dan keadilan

    BRANDING POLITIK PASLON PILBUP KABUPATEN SEMARANG NGESTI NUGRAHA-NUR ARIFAH MELALUI BAHAN KAMPANYE, APK, DAN INSTAGRAM @NGESTI.NUGRAHA PADA MASA KAMPANYE PILKADA 2024

    Get PDF
    The candidate pair (paslon) Ngesti Nugraha-Nur Arifah is running for regent and deputy regent of Semarang Regency in the 2024 regional elections. During the campaign period, these candidate pairs need to introduce themselves and disseminate their vision, mission and programs to the community. This research analyzes the political branding strategy of the Ngesti-Arifah candidate pair during the 2024 Regional Head Election (Pilkada) campaign via the social media Instagram. This research uses a qualitative method with a descriptive approach. Data was collected through semi-structured interviews, participatory and frank observation, documentation of campaign materials, campaign props (APK), and Instagram posts, as well as data triangulation. Data analysis was carried out in three stages: data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The research results show that the Ngesti-Arifah candidate pair's political branding strategy uses five main concepts, namely logo, brand name, candidate pair visuals, mascot, and slogan/tagline and acronym. This candidate pair uses the branding "Mutiara," which is an abbreviation of "Winning for Ngesti-Arifah." Apart from that, the main slogan/tagline used is "Continue," which symbolizes the commitment to continue the vision and work program of Ngesti Nugraha from the previous period. From a visual perspective, the Ngesti-Arifah candidate pair displayed a photo of themselves wearing black and green jackets, which represented the identity of the candidate pair and their supporting party. Meanwhile, the mascot shown by Ngesti Nugraha is the image of a leader who likes to shake hands with the people. This describes a leader who is simple and close to the community. All campaign activities were uploaded via Ngesti Nugraha's personal Instagram account, @ngesti.nugraha. The Instagram features used are, profile and bio, uploading photos and videos, captions, comments, likes, hashtags and stories. The majority of uploads are videos documenting candidate candidate campaign activities during the campaign period. The conclusion of this research is that the Ngesti-Arifah candidate pair does not use political branding elements of thematic songs and jingles

    STRATEGI COMMUNITY RELATIONS DALAM MENINGKATKAN BRAND AWARENESS (STUDI KASUS SEVENHUB TRANS7)

    Get PDF
    The competition of content in the digital era drove the television industry to innovate and create in order to retain viewers. The rapid development of digital platforms forced traditional television media to adapt by creating innovations and increasing creativity to maintain their audience. Observations showed that most television media companies in Indonesia established relationships with communities to sustain their business. One such example is TRANS7, which had a dedicated platform for communities called Sevenhub. This study aimed to explore the community relations strategy implemented by Sevenhub TRANS7 to increase brand awareness. The research focused on three employees who worked in the Community Networking & Development and Platform Management teams between 2022 and 2024, namely Muhammad Kegi and Hanna Latumahina from Community Networking & Development, as well as Zasqia Putri Damayanti from Platform Management. This study adopted a qualitative case study approach, using interviews, observations, and documentation as methods of data collection. Based on the organization-public relationship (OPR) theory, communication is viewed as a means to stimulate the public to collaboratively create meaning and build relationships with stakeholders. The findings indicated that Sevenhub applied five dimensions of relationship management theory, including trust, openness, engagement, investment, and commitment in its community relations efforts. As a result, Sevenhub successfully doubled the number of its community members in 2024 compared to 2022. Based on these findings, it is recommended that TRANS7 establish regulations for Sevenhub's business partner program to facilitate its implementation, providing benefits for the company while meeting the community's need for material support in organizing their events

    INOVASI PRODUK MAKANAN SIAP SAJI J’OINK

    Get PDF
    Penelitian ini menganalisis inovasi kemasan vakum pada produk J’OINK, usaha makanan siap saji non-halal, untuk meningkatkan daya saing dan memperluas pasar. Inovasi ini diterapkan guna memperpanjang masa simpan, menjaga kualitas, dan meningkatkan kepraktisan produk. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan kuesioner dan wawancara terhadap 40 konsumen J’OINK dan non konsumen J’OINK. Proses inovasi mencakup ideasi, pengenalan peluang, evaluasi, pengembangan, komersialisasi, dan implementasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemasan vakum mampu memperpanjang masa simpan hingga satu bulan dalam kondisi beku dan mendapat respons positif dari konsumen, terutama terkait kemudahan penyimpanan dan ketahanan produk. Selain manfaat fungsional, inovasi ini juga mendukung strategi pemasaran digital melalui Instagram, WhatsApp, dan TikTok, yang efektif dalam menjangkau pasar lebih luas. Sebagai inovasi yang masih jarang diterapkan pada makanan non-halal, kemasan vakum meningkatkan daya tarik produk serta minat konsumen terhadap makanan siap saji yang lebih higienis dan tahan lama. Dengan demikian, inovasi ini menjadi strategi efektif dalam memperluas pasar dan meningkatkan daya saing J’OINK

    STRATEGI PENGEMBANGAN BISNIS FM KITCHEN

    Get PDF
    Masalah yang timbul dari FM Kitchen adalah rata-rata omset pesanan per bulan dari FM Kitchen pada tahun 2021 adalah sebanyak 257 porsi pesanan, namun pada tahun 2022, jumlah rata-rata pesanan per bulan menurun hanya menjadi sebanyak 145 porsi pesanan saja. Hal ini dapat terjadi karena adanya penurunan permintaan dari konsumen dengan semakin dibukanya pembatasan beraktivitas, namun juga karena persaingan yang semakin ketat dimana semakin banyak pesaing yang masuk dalam bisnis katering. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah menyusun dan mengimplementasikan strategi pengembangan bisnis FM Kitchen dengan metode SWOT.r. Perumusan alternatif strategi pengembangan bisnis Davin Men’s Underwear dilakukan dengan menggunakan metode analisis Matriks SWOT. Sampel dalam penelitian ini adalah 1 orang pemilik, dan 2 orang karyawan Davin Men’s Underwear, 10 orang konsumen serta observasi langsung ke obyek penelitian. Berdasarkan nilai total IFAS yang menunjukkan angka 2,39 dan hasil total matriks EFAS yang menunjukkan angka 2,76, perpotongan antara total matriks IFAS dan matriks EFAS dalam Matriks Internal – Eksternal (I-E) berada pada kuadran 5, yang menunjukkan bahwa strategi yang tepat untuk FM Kitchen adalah strategi hold and maintain. Berdasarkan hasil analisis menggunakan matriks SWOT, dirumuskan sembilan strategi alternatif yang dapat dijalankan oleh FM Kitchen. Strategi-strategi tersebut meliputi: menciptakan menu makanan baru (Strategi S-O), direct selling kepada konsumen secara langsung (Strategi S-O), penggunaan media sosial lain seperti Facebook dan Twitter (Strategi S-O), membangun dapur baru untuk menambah kapasitas (Strategi W-O), membuat sistem member FM Kitchen (Strategi W-O), membuat produk baru khas FM Kitchen (Strategi S-T), kontrak jangka panjang dengan beberapa supplier (Strategi ST), ekspansi ke luar kota Semarang dengan sistem franchise (Strategi W-T), dan penambahan jumlah karyawan (Strategi W-T)

    ANALISIS STRATEGI PEMASARAN TERHADAP PERKEMBANGAN PARIWISATA PULAU MARATUA KABUPATEN BERAU KALIMANTAN TIMUR

    Get PDF
    Pulau Maratua terletak di Kabupaten Berau, Kecamatan Maratua Provinsi Kalimantan Timur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi promosi yang dilakukan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Berau dalam mengembangkan pariwisata di Pulau Maratua. Pulau Maratua merupakan salah satu destinasi wisata yang memiliki potensi alam yang indah dan unik, namun masih belum banyak dikunjungi oleh wisatawan. Penelitian ini berfokus pada Strategi promosi yang dilakukan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Berau. Penelitian ini menggunakan Teori Bauran Promosi yang terdiri dari Periklanan (Advertising), Promosi Penjualan (Sales Promotion), Hubungan Masyarakat (Public Relations), Penjualan Personal (Personal Selling), dan Pemasaran Langsung (Direct Marketing). Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dengan narasumber yang terkait dengan pengembangan pariwisata di Pulau Maratua. Penulis mendapatkan informasi pada penelitian ini menggunakan metode wawancara dengan Kepala Bidang Promosi dan Kepala Bidang Perencanaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Berau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi promosi yang dilakukan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Berau meliputi bauran promosi, yaitu periklanan, promosi penjualan, hubungan masyarakat, dan pemasaran langsung. Namun, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa strategi promosi yang dilakukan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Berau masih belum efektif dalam meningkatkan kunjungan wisatawan ke Pulau Maratua. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan beberapa strategi promosi yang dapat dilakukan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Berau untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Pulau Maratua, seperti meningkatkan promosi melalui media sosial, meningkatkan kerjasama dengan pelaku pariwisata lainnya, dan meningkatkan kualitas fasilitas dan infrastruktur pariwisata di Pulau Maratua. Penelitian ini dapat memberikan kontribusi pada pengembangan pariwisata di Pulau Maratua dan dapat menjadi acuan bagi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Berau dalam mengembangkan strategi promosi yang efektif. Selain itu, penelitian ini juga dapat menjadi referensi bagi penelitian lain yang terkait dengan pengembangan pariwisata di daerah lain

    STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN PADA PRODUK SEPATU BEAZT MELALUI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM @BEAZT.ID

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan membahas dan memahami tentang bagaimana strategi komunikasi pemasaran pada produk sepatu Beazt melalui media sosial Instagram @beazt.id. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulkan data dilakukan peneliti melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Narasumber yang dipilih untuk wawancara antara lain pemilik dan karyawan dari brand Beazt. Observasi dilakukan dengan mengamati media sosial Instagram @beazt.id dan berita-berita online yang membahas seputar brand Beazt. Dokumentasi dilakukan dengan mengambil gambar, mencatat, serta merekam selama penelitian lapangan berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi pemasaran pada produk sepatu Beazt di Instagram @beazt.id terdiri dari pendekatan terhadap komunitas musik underground dan komunitas skateboarding, melakukan campaign untuk tidak memakai barang palsu dan ajakan untuk menggunakan produk lokal, membuat konten-konten yang dapat relate dengan komunitas serta masyarakat umum, mengadakan event-event seperti konser musik underground, dan memberikan tawaran-tawaran khusus seperti potongan harga, pemberian free stuff, dan layanan kartu garansi selama 30 hari setiap pembelian produk. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa strategi komunikasi pemasaran Beazt di Instagram @beazt.id meliputi sasaran pasar yang dijangkau, peran humas untuk menjaga loyalitas konsumen, serta memberikan image yang baik bagi Beazt di mata konsumen. Penelitian ini disarankan bagi brand lokal khususnya di bidang pakaian seperti alas kaki atau sepatu untuk dapat terus meningkatkan tentang bagaimana cara untuk menyampaikan informasi tentang produk yang ditawarkan. Penelitian ini ke depannya dapat dikembangkan lebih jauh lagi bagi peneliti yang membahas strategi komunikasi pemasaran. Kata kunci: komunikasi pemasaran, strategi komunikasi pemasaran, media sosial, brand, campaign

    PENENTUAN FLOW LIMIT PADA MUDFLOW MENGGUNAKAN CYLINDER STRENGTH TEST (Studi Kasus di Desa Cibenda Kabupaten Bandung Barat)

    Get PDF
    Mudflow is a flow of fine-grained material transitioning from a solid phase to a plastic phase, which continues with increasing water content until it exceeds the liquid limit. When the water content surpasses the flow limit, the soil’s undrained shear strength becomes zero, as the soil exists in a suspended state. In this condition, the soil behaves as a viscous fluid. To determine the undrained shear strength (c u ), tests are conducted using the Fall Cone Penetrometer Test (FCT), Laboratory Miniature Vane Shear Test (VST), and Cylinder Strength Test (CST). The soil samples used were sourced from Cibenda Village, West Bandung Regency, and Kaolin was used as a reference. The results from the three testing methods showed a decreasing trend in undrained shear strength (c u ) with an increasing Liquidity Index (LI). In the FCT, the liquidity index ranged from LI = 1,63 to LI = 1,71, with undrained shear strength (c u ) values of 1,55 kN/m² to 1,70 kN/m² for the soil from Cibenda Village, while for Kaolin, LI ranged from 1,13 to 1,74, with c u values of 1,57 kN/m² to 3,57 kN/m². In the VST, the Cibenda Village soil exhibited an LI range from 1,63 to 2,03, with c u values of 0,46 kN/m² to 1,74 kN/m², while for Kaolin, LI ranged from 1,13 to 1,74, with c u values of 0,46 kN/m² to 2,38 kN/m². In the CST showed an LI range from 1,65 to 4,92, with c u values of 0,11 kN/m² to 0,59 kN/m² for the Cibenda Village soil, and for Kaolin, LI ranged from 1,09 to 5,39, with c u values of 0,11 kN/m² to 0,59 kN/m². The CST results for undrained shear strength (c u ) were up to 3 times higher compared to FCT and 2,6 times higher than VST. By extending the undrained shear strength (c u ) to zero using the CST, the flow limit was determined. The flow limit for both samples was obtained at approximately LI = 8,7, with a water content of 397,48 % for the Cibenda Village soil and 408,09% for Kaolin. This understanding is useful for establishing water content thresholds in classifying soil movements known as mudflow

    HUBUNGAN ANTARA OPTIMISME DENGAN KECENDERUNGAN POST POWER SYNDROME PADA PENSIUNAN

    Get PDF
    Kecenderungan sindrom purna kuasa banyak dialami orangorang yang baru saja memasuki masa lansia, menjalani masa pensiun, dan mereka yang diputus hubungan kerjanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara optimisme dengan sindrom purna kuasa pada pensiunan. Hipotesis yang diajukan adalah “Ada korelasi negatif yang signifikan antara optimisme dengan sindrom purna kuasa”. Pengambilan sampel dalam penelitian dilakukan dengan menggunakan teknik insidental dengan kriteria responden penelitian yaitu pensiunan yang berada di Kota Semarang. Jumlah keseluruhan responden penelitian adalah 65 orang. Alat ukur yang digunakan Skala Optimisme dan Skala Sindrom Purna Kuasa yang sudah teruji validitas dan reliabilitasnya. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji korelasi Spearman Rho. Hasil penelitian ini mendapatkan bahwa terdapat korelasi yang sangat signifikan (p= 0,00<0,01) dengan nilai koefisien korelasi negatif yang sangat kuat (r= -0,604; p= 0,01) antara optimisme dengan sindrom purna kuasa. Dengan demikian hipotesis yang diajukan diterima, sehingga disimpulkan bahwa ada korelasi negatif yang sangat kuat antara optimisme dengan sindrom purna kuasa

    9,811

    full texts

    12,755

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Unika Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇