12755 research outputs found
Sort by
Bukti korespondensi Jurnal Interaksi: Elements and types of advertising copywriting on instagram @batiksemarang16
PUSAT PELATIHAN SEPAK BOLA DI PONTIANAK
Pontianak memiliki potensi besar dalam pengembangan olahraga, khususnya sepak bola.
Namun, keterbatasan fasilitas pelatihan terpadu menjadi hambatan dalam pembinaan atlet
muda. Meski antusiasme masyarakat tinggi, kota ini masih memerlukan pusat pelatihan yang
memenuhi standar modern dan mencerminkan identitas lokal. Pusat pelatihan ini dirancang
tidak hanya sebagai sarana latihan, tetapi juga sebagai simbol budaya melalui pendekatan
arsitektur tropis dan neo-vernakular. Desain mengadaptasi iklim tropis dengan ventilasi silang,
pelindung matahari, dan material lokal, serta mengangkat bentuk rumah panjang Dayak dalam
wujud modern. Selain mendukung pelatihan teknik, fisik, dan mental secara menyeluruh,
bangunan ini juga diharapkan menjadi ikon kota yang mendukung pembangunan
berkelanjutan. Tata ruang difokuskan pada kenyamanan termal, efisiensi sirkulasi, dan
keterbukaan visual, sekaligus memperkuat keterikatan budaya masyarakat terhadap fasilitas
ini
PENERAPAN RESTORATIVE JUSTICE TERHADAP PENYELESAIAN TINDAK PIDANA PENCURIAN (STUDI KASUS NOMOR : PDM- 18/Semar/Eoh.2/02/2025 DI KEJAKSAAN NEGERI KOTA SEMARANG
Pencurian merupakan tindakan mengambil barang milik orang lain tanpa
persetujuan atau dilakukan secara melawan hukum. Penyelesaian terkait tindak
pencurian umumnya dilakukan melalui sistem pengadilan konvensional namun
terdapat alternatif penyelesaian yang lebih efektif dan efisien yaitu restorative
justice. Tujuan penelitian untuk mengetahui penerapan restorative justice terhadap
penyelesaian tindak pidana pencurian dalam Studi Nomor: PDM-
18/Semar/Eoh.2/02/2025 di Kejaksaan Negeri Kota Semarang dan hambatan yang
dihadapi Jaksa penuntut umum dalam penerapan restorative justice terhadap
penyelesaian tindak pidana pencurian di Kejaksaan Negeri Kota Semarang
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan spesifikasi penelitian
menggunakan pendekatan deskriptif analitis. Data yang digunakan dalam penelitian
yakni data primer dengan menghubungkan data sekunder melalui wawancara
dengan Jaksa Penuntut Umum di Kejaksaan Negeri Kota Semarang.
Berdasarkan hasil penelitian dengan Studi Nomor: PDM-18/Semar/Eoh.2/02/2025,
Kejaksaan Negeri Kota Semarang berhasil melaksanakan restorative justice
terhadap tindak pidana pencurian dengan berpedoman Peraturan Kejaksaan Nomor
15 Tahun 2020. Penerapan restorative justice dilaksanakan melalui upaya
perdamaian, proses perdamaian dan kesepakatan perdamaian yang dilakukan
melalui mediasi dan dialog antara Jaksa penuntut umum dengan para pihak dengan
menghasilkan perdamaian bagi korban dan pelaku serta memberikan
pertanggungjawab kepada pelaku untuk mengembalikan barang bukti pencurian
dan memberikan kompensasi kepada korban. Kejaksaan Negeri Kota Semarang
menemukan hambatan yakni dalam proses profiling dalam mencari latar belakang
pelaku dilingkungan tempat tinggal pelaku, Jaksa membutuhkan jarak dan waktu
yang lama dan proses ekspose yang dilakukan terhadap pelaksanaan restorative
justice membutuhkan waktu dan proses yang panjang sehingga para pihak tidak
dapat melaksanakan kewajibannya apabila proses ekspose belum berhasil
dilaksanakan dan Kejaksaan Negeri Kota Semarang belum menerbitkan SKPP.
Saran bagi Kejaksaan Negeri Kota Semarang, perlu melakukan monitoring
terhadap pelaksanaan kesepakatan perdamaian sehingga pelaku melaksanakan
kewajibannya dalam membayar kompensasi hingga lunas kepada korban serta
dalam proses profiling dan ekspose Kejaksaan Negeri Kota Semarang perlu
meningkatkan standarisasi prosedur dengan menetapkan batas waktu sehingga
pelaksanaan restorative justice berjalan dengan efektif dan efisien
PERBANDINGAN RISK, RETURN, DAN KINERJA INVESTASI BITCOIN, ETHEREUM, DAN IHSG PERIODE 2021 – 2024
Penelitian ini bertujuan untuk m embandingkan kinerja i nstrumen investasi Bitcoin, Ethereum, dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama periode 2021–2024 dengan menggunakan tiga indikator utama: return, risiko, dan indeks Sharpe. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode analisis statistik ANOVA untuk menguji perbedaan signifikan antar ketiga aset.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan dalam return antara Bitcoin, Ethereum, dan IHSG. Namun, terdapat perbedaan signifikan dalam hal risiko, di mana Ethereum memiliki tingkat volatilitas tertinggi, diikuti oleh Bitcoin dan IHSG. Demikian pula, perbedaan signifikan juga ditemukan pada indeks Sharpe, dengan Ethereum dan Bitcoin memiliki efisiensi risiko-return yang lebih tinggi dibanding IHSG, meskipun keduanya tidak berbeda signifikan satu sama lain.Analisis menunjukkan bahwa Ethereum merupakan aset yang paling efisien berdasarkan rasio return terhadap risiko, disusul Bitcoin, dan terakhir IHSG. Dari segi likuiditas, aset kripto unggul secara global, namun IHSG lebih stabil dan memiliki dasar valuasi yang lebih terukur. Oleh karena itu, pilihan investasi perlu disesuaikan dengan profil risiko dan tujuan investor
Modul Intervensi Expressive Writing Untuk Meningkatkan Keterampilan Mengelola Emosi Marah Pada Remaja
Modul dengan judul Intervensi Expressive Writing Untuk Meningkatkan Keterampilan Mengelola Emosi Marah Pada Remaja dikembangkan kolaborasi antara Suparmi dan Anastasia Tiara Putri, yang teah diterapkan pada seorang remaja di panti sosial di Magelang yang mengalami problem emos
ANALISIS JABATAN PIMPINAN ,BARISTA DAN RIDER DI KOPI MUBENG
Penelitian ini bertujuan untuk menyusun dan menganalisis deskripsi jabatan (job description) dan
spesifikasi jabatan (job specification) pada tiga posisi utama di Kopi Mubeng, yaitu Pimpinan, Barista,
dan Rider. Latar belakang penelitian ini adalah belum adanya dokumen resmi yang mendefinisikan
secara jelas tugas dan tanggung jawab pada setiap jabatan, yang menyebabkan konflik dan
ketidakefektifan dalam operasional harian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan kuesioner
terhadap tiga informan utama yang mewakili setiap jabatan di Kopi Mubeng. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa adanya perbedaan persepsi terhadap tugas operasional dapat diminimalisasi
melalui penyusunan dokumen job description dan job specification yang jelas dan terstruktur. Dokumen
ini juga menjadi syarat administratif dalam proses legalitas usaha serta dapat digunakan sebagai
panduan standar dalam rekrutmen, pelatihan, dan evaluasi kinerja karyawan. Dengan adanya analisis
jabatan ini, diharapkan karyawan kopi mubeng dapat mengetahui tugas dan tanggung jawab dan tidak
adanya perbedaan persepsi
ANALISIS FAKTOR – FAKTOR PENENTU KEBERHASILAN KINERJA SISTEM INFORMASI AKUNTANSI (STUDI PADA MIXUE INDONESIA)
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang membahas
mengenai analisis faktor-faktor penentu keberhasilan kinerja sistem
informasi akuntansi dalam studi pada Mixue Indonesia. Proses penelitian ini
dilakukan dengan cara wawancara kepada ketiga partisipan dari tiga tempat
yang berbeda yaitu Mixue Taman Palem Jakarta Barat, Mixue Holis Kota
Bandung, dan Mixue Batujajar Kabupaten Bandung Barat. Kemudian
setelah melakukan wawancara dengan partisipan, peneliti melakukan
analisis berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan. Adapun, hasil
dari penelitian ini adalah: (1) Faktor penggunaan yang mampu mengakses
halaman sistem melalui perangkat desktop maupun mobile dengan jaringan
internet. (2) Faktor kualitas sistem memiliki kualitas yang baik, mudah
dipelajari, dan digunakan dengan kecepatan akses data yang baik. (3) Faktor
kualitas informasi menghasilkan informasi yang lengkap, relevan, akurat,
dan tepat sesuai dengan kebutuhan toko. (4) Faktor kualitas layanan mampu
memberikan pelayanan yang baik sehingga sistem aman dari fraud. (5)
Faktor kompetensi sumber daya manusia, user mendapat pelatihan
penggunaan sistem dan mampu memahami pengoperasian system. (6)
Faktor dukungan manajemen dapat meningkatkan kualitas sistem,
efektivitas penggunaan sistem, dan keyakinan user terhadap sistem. (7)
Faktor kinerja sistem informasi akuntansi, yang mana user mendapat
manfaat, informasi yang sesuai, meningkatkan pengetahuan user, dan
mampu memberikan hasil efektif dengan adanya data dari sistem informasi
akuntansi yang cepat dan akurat
The Indirect Characterization of William Kamkwamba in The Boy Who Harnessed the Wind Film
he Boy Who Harnessed the Wind is a film featuring William Kamkwamba as the
main character and the one who becomes the subject of analysis in this study . This
thesis attempts to investigate the indirect characterization of William in the movie.
This qualitive research is carried out by watching the movie thoroughly several
times and identifying and taking notes of the character presentations of William in
five elements of indirect characterization indicators covering the character’s look
or appearance, his actions, his environment and background, the dialogues, and how
other supporting characters perceive Williams. The findings are that William is a
determined and resilient young boy as portrayed in the dialogues and his actions.
His environment and background shapes him to develop a strong will to build a
windmill, which saves his family and the villages from drought and famine. The
supporting characters, his family members, and his close friends are very supportive
to encourage him to achieve her dreams. Other indirect characterization is that
William is poor and has not had much in his life. His appearance and his
surrounding, including home shows his poor life condition. Some parts of dialogues
also signify the financial issues faced by his family. William’s actions, for
examples, eating once a day describes about poverty. The undesirable environment
like flood and drought, the absence of running water, poor infrastructure speaks
volume about his family’s and the villagers’ conditions. The windmill, built as a
fruit of William’s strong determination, innovation, and intelligence, sparks a sense
of optimism for better life for William’s family and the people in his village
GEDUNG PERTUNJUKAN RAKYAT DI TEGAL
Indonesia memiliki keanekaragaman budaya yang tinggi, dipengaruhi oleh faktor
geografis, tradisi, kepercayaan, pengaruh budaya luar, serta kondisi sosial ekonomi. Kabupaten
Tegal, sebagai salah satu daerah dengan keberagaman budaya, memiliki kesenian lokal seperti
balo-balo dan Tari Topeng Endel. Kesenian ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan tetapi
juga media sosial dan pendidikan. Namun, globalisasi dan pengaruh media sosial membuat
generasi muda lebih tertarik pada budaya luar, sehingga pelestarian budaya lokal menjadi
tantangan.
Upaya pelestarian budaya memerlukan kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah,
seperti melalui gedung pertunjukan rakyat. Gedung ini dapat digunakan untuk pagelaran,
pelatihan, dan promosi seni budaya lokal, seperti tari dan wayang. Data menunjukkan bahwa
di Tegal terdapat 33 komunitas seni budaya aktif yang berperan dalam melestarikan seni
tradisional. Pemerintah juga mendukung melalui acara tahunan seperti Tegal Culture Summit
dan Festival Budaya Tegal, yang menjadi sarana edukasi, diskusi, dan promosi budaya.
Dengan potensi besar ini, gedung pertunjukan rakyat dapat menjadi wadah rekreasi dan
pendidikan, memperkuat keberlangsungan budaya lokal Tegal
HUBUNGAN ANTARA KOMUNIKASI INTERPERSONAL DENGAN KEPUASAN PERKAWINAN PADA IBU RUMAH TANGGA
Kepuasan perkawinan sangat dipengaruhi oleh komunikasi interpersonal yang
efektif, karena melalui komunikasi yang terbuka dan empatik, pasangan dapat
membangun kedekatan emosional dan menyelesaikan konflik dengan lebih sehat.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara kepuasan
pernikahan dan komunikasi interpersonal pada istri yang tidak bekerja. Hipotesis
yang diajukan menyatakan bahwa terdapat hubungan positif antara kepuasan
pernikahan dan komunikasi interpersonal berdasarkan persepsi pada ibu rumah
tangga. Responden dalam penelitian ini dikumpulkan menggunakan teknik
accidental sampling dengan kriteria, yaitu ibu rumah tangga yang tinggal di
Kecamatan Candisari, hidup bersama suami, dan berada dalam rentang usia
pernikahan 1 hingga 5 tahun, dengan total partisipan sebanyak 77 orang.
Pengambilan data menggunakan google form dengan instrumen yang digunakan
mencakup alat ukur komunikasi interpersonal dan kepuasan perkawinan.
Berdasarkan analisis menggunakan teknik Spearman, diperoleh nilai korelasi
koefisien (rho) = 0,680 dengan signifikansi p = 0,000 (p < 0,01), yang
mengindikasikan adanya hubungan positif yang sangat signifikan antara
komunikasi interpersonal dan kepuasan pernikahan pada ibu rumah tangga
sebesar 46,24%, sehingga hipotesis dinyatakan diterima