12755 research outputs found
Sort by
PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PENCIPTA TERHADAP PELANGGARAN ATAS PENGGUNAAN LAGU CIPTAANYA UNTUK KEPENTINGAN KOMERSIL TANPA IZIN (STUDI PUTUSAN 92/PDT.SUS-HKI/CIPTA/2024/PN NIAGA JKT.PST)
Perlindungan hukum terhadap pemegang hak cipta atas penggunaan lagu
tanpa izin untuk kepentingan komersial diatur dalam Undang-Undang Nomor 28
Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Lagu termasuk ciptaan yang dilindungi (Pasal 40
ayat (1) huruf d UUHC), dengan hak moral (Pasal 5) dan hak ekonomi (Pasal 8).
Jika terjadi pelanggaran, pemegang hak dapat menempuh jalur litigasi atau nonlitigasi
sesuai
Pasal
95
ayat
(1)
UUHC.
Secara
keseluruhan,
pengaturan
ini
sudah
cukup
memberikan
perlindungan
preventif
dan represif
bagi
pemegang
hak cipta.
Penulisan
skripsi ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan
yuridis normatif, dan spesifikasi penelitian bersifat deskriptif analitis. Elemen
yang dianalisis mencakup putusan Majelis Hakim, fakta hukum dalam
persidangan, relevansi peraturan perundang-undangan, serta pandangan informan
LMKN dan Kuasa Hukum Penggugat mengenai perkara tersebut. Teknik
pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui studi pustaka dan
wawancara dengan informan.
Peraturan mengenai Hak Cipta sepenuhnya telah diatur dalam UndangUndang
Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Kesesuaian dasar hukum
Putusan Nomor 92/Pdt.Sus-HKI/Hak Cipta/2024/PN Niaga Jkt.Pst dengan
peraturan perlindungan hak cipta menunjukkan bahwa meskipun pemegang hak
cipta secara yuridis sudah dilindungi melalui hak moral (Pasal 5 UUHC) dan hak
ekonomi (Pasal 8 UUHC), dalam praktiknya pemenuhan hak tersebut belum
optimal. Pemegang hak cipta telah menempuh jalur litigasi sesuai Pasal 97 UUHC
untuk memperoleh royalti, dan majelis hakim mengabulkan sebagian tuntutan
terkait kerugian hak ekonomi. Namun, tuntutan atas kerugian hak moral tidak
dikabulkan. Secara keseluruhan, UUHC sudah menyediakan landasan
perlindungan hukum, meski implementasinya belum sepenuhnya terpenuhi di
tingkat putusan.
Kata Kunci : Perlindungan hukum, pemegang hak cipta, Penggunaan lagu
tanpa izin, kepentingan komersil
PEMENUHAN HAK KETENAGAKERJAAN TENAGA MEDIS PADA PELAYANAN KESEHATAN DI KLINIK PT. PERTAMINA GEOTHERMAL ENERGY AREA LAHENDONG MANADO
Pembangunan ketenagakerjaan sebagai bagian integral dari pembangunan
nasional berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia
Tahun 1945, UU No. 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan dan bagi tenaga medis
diatur spesifik di dalam UU RI No. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Hak-hak tenaga
medis yang harus dilindungi, diantaranya yaitu hak atas pekerjaan, hak atas upah yang
adil, hak untuk berserikat dan berkumpul, hak atas perlindungan keamanan dan
kesehatan, hak untuk diproses hukum secara sah, hak untuk diperlakukan secara sama,
hak atas rahasia pribadi, hak atas kebebasan suara hati.
Pengaturan pemenuhan hak ketenagakerjaan tenaga medis dalam melakukan
pelayanan kesehatan di klinik perusahaan PT. Pertamina Geothermal Energy Area
Lahendong Manado. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode yuridis sosiologis
yang dianalisis secara kualitatif dengan menggunakan data primer dan data sekunder.
Data primer diperoleh langsung melalui wawancara dan data sekunder diperoleh dari
studi kepustakaan.
Hasil penelitian menunjukkan Pengaturan pemenuhan hak ketenagakerjaan
tenaga medis dalam melakukan pelayanan kesehatan di klinik perusahaan haruslah
mengikuti aturan yang tersedia yang dikeluarkan oleh pemerintah maupun
profesi.Pelaksanaan pemenuhan hak ketenagakerjaan tenaga medis dalam melakukan
pelayanan kesehatan di klinik perusahaan PGE Lahendong telah terpenuhi sesuai
kontrak yang disetujui kedua belah pihak, namun perlu adanya pembaharuan di
beberapa aspek di dalam kontrak yang disetujui oleh kedua belah pihak. Faktor
penghambat pelaksanaan pemenuhan hak tenaga kerja antara lain terkait kontrak kerja
yang belum disempurnakan terkait hak ketenagakerjaan tenaga medis di dalam
peningkatan kompetensi yang dibutuhkan dan kurangnya SDM dengan kompetensi
yang sesuai.
Kata Kunci: pelayanan kesehatan, hak ketenagakerjaan, tenaga medi
PERBEDAAN RETURN SAHAM PERUSAHAAN PERBANKAN YANG TERDAFTAR DI BEI ANTARA SEBELUM DAN SESUDAH PEMILIHAN PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN 2024
Pilpres adalah peristiwa politik penting yang menimbulkan ketidakpastian di pasar modal.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan AR dan TVA
perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI antara sebelum dan sesudah pelaksanaan Pilpres 2024.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode event study dan data sekunder
berupa harga saham harian dan volume perdagangan. Sampel penelitian terdiri dari 44 saham
perbankan yang aktif diperdagangkan selama periode pengamatan. Periode waktu pengamatan
yang digunakan adalah 5 hari sebelum dan 5 hari sesudah pelaksanaan Pilpres. Perhitungan AR
dilakukan menggunakan metode market-adjusted model, sedangkan pengujian data dilakukan
menggunakan one-sample T test untuk Abnormal Return dan Wilcoxon Signed Rank test untuk
melihat perbedaan dari masing-masing variabel antara sebelum dan sesudah Pilpres 2024. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa pasar bereaksi secara nyata pada Average Abnormal Return
terhadap Pilpres 2024. Namun terdapat perbedaan yang tidak signifikan secara statistik pada
aktivitas perdagangan saham Average Trading Volume Activity, bahwa pelaku pasar cenderung
menunggu dan menahan diri dari aktivitas perdagangan hingga ada kepastian lebih lanjut.
Penelitian ini memberikan gambaran bahwa pasar saham di Indonesia, khususnya sektor
perbankan, menunjukkan efisiensi informasi yang relatif baik terhadap peristiwa politik seperti
Pilpres.
Kata Kunci: Pilpres 2024, AR, TVA, Studi Peristiwa, Market-adjusted Model, Perbanka
STRATEGI PENGEMBANGAN BISNIS TIGER NAILS
Tren nail art kini menjadi bagian dari gaya hidup dan ekspresi diri
perempuan modern. Perkembangan ini didukung oleh media sosial yang berperan
besar dalam membentuk preferensi konsumen, khususnya di industri kecantikan.
Tiger Nails merupakan usaha nail art rumahan yang menawarkan layanan nail art
kustom, press on nails, serta kelas nail art berbasis home service. Meskipun
memiliki potensi, usaha ini menghadapi kendala seperti belum memiliki studio
tetap, keterbatasan waktu operasional, dan promosi digital yang belum optimal.
Pemilik usaha ini adalah penulis sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan
strategi pengembangan usaha Tiger Nails dengan metode deskriptif kualitatif dan
pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara dan kuesioner terhadap
pemilik dan 36 konsumen. Analisis menggunakan SWOT, Matriks IFAS-EFAS, dan
IE. Hasil menunjukkan bahwa Tiger Nails berada pada posisi tumbuh dan
berkembang (kuadran I) dan memerlukan strategi agresif, seperti peningkatan
promosi digital, pengembangan press on nails, serta kelas nail art untuk memperluas
pasar.
Kata kunci: nail art, strategi bisnis, promosi digital, pengembangan, SWOT
PENGARUH WORK LIFE BALANCE TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN PT. MARHUM RODAMAS ABADI LUBUK LINGGAU PROVINSI SUMATERA SELATAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari work life balance terhadap
kepuasan kerja karyawan di PT. Marhum Rodamas Abadi Lubuk Linggau Provinsi
Sumatera Selatan. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian
kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 63 karyawan PT. Marhum Rodamas
Abadi Lubuk Linggau dengan teknik sampling jenuh. Metode analisis data yang dipakai
berupa analisis deskriptif, analisis inferensial (regresi linier sederhana), serta uji T. Hasil
analisis regresi linier sederhana menyatakan work life balance berpengaruh positif dan
signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan. Uji T menunjukkan work life balance
berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja, dengan nilai signifikansi
(0,00) kurang dari 0,05. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa semakin baik
work life balance maka semakin tinggi pula kepuasan kerja karyawan. Untuk
meningkatkan work life balance, perusahaan dapat melakukan survei setiap bulan.
Penelitian selanjutnya diharapkan dapat menambahkan metode pengumpulan data serta
variabel lain terutama yang mempengaruhi kepuasan kerja.
Kata kunci: Work life balance, Kepuasan Kerj
RELIGIOSITAS DAN KONTROL DIRI DENGAN PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH PADA REMAJA DI SEMARANG
Masa remaja merupakan periode peralihan yang ditandai dengan perubahan fisik, emosional, dan
psikologis, termasuk dorongan seksual yang dapat mempengaruhi perilaku seksual pranikah. Perilaku
seksual pranikah pada remaja semakin meningkat dan berisiko menimbulkan dampak negatif, seperti
kehamilan tidak diinginkan, aborsi, masalah psikologis, serta gangguan pendidikan. Penelitian ini bertujuan
untuk menganalisis hubungan antara religiositas dan kontrol diri terhadap perilaku seksual pranikah pada
remaja di Semarang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif-korelasional.
Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan skala psikologi. Adapun skala psikologi yang
digunakan dalam penelitian ini adalah skala religiositas, skala kontrol diri, dan skala perilaku seksual
pranikah. Adapun total responden dalam penelitian ini berjumlah 156. Analisis data pada penelitian ini
menggunakan teknik korelasi berganda dan teknik korelasi Spearman Rho. Penelitian ini menunjukkan
bahwa religiositas memiliki hubungan positif yang signifikan dengan perilaku seksual yakni dengan nilai
rxy = 0,169 dan nilai p = 0,045 (p<0,05), artinya semakin tinggi religiositas seseorang semakin besar
kecenderungannya melakukan perilaku seksual pranikah. Sebaliknya, kontrol diri memiliki hubungan
negatif yang signifikan dengan nilai rxy = -0,142 dan nilai p = 0,038 (p>0,05), yang berarti semakin tinggi
kontrol diri, semakin rendah kecenderungan untuk terlibat dalam perilaku seksual pranikah. Namun,
religiositas dan kontrol diri secara bersama-sama tidak berkorelasi dengan perilaku seksual pranikah
pranikah dengan nilai R = 0,113 , R Square (R
2)
= 0,013, dan nilai p = 0,528 (p>0,05). Maka dari itu Ho
pada penelitian ini diterima dan H1 ditolak.
Kata kunci: Kontrol Diri; Perilaku Seksual Pranikah ; Religiositas; Remaj
EVALUASI UMUR SIMPAN READY TO EAT (RTE) VARIAN NASI GORENG SOSIS DALAM KEMASAN RETORT POUCH
Produk Ready To Eat (RTE) dan ready to cook (RTC) adalah produk yang tidak
memerlukan proses pengolahan dan mampu menyuplai kebutuhan gizi harian sehingga bisa
dikenal juga sebagai pangan darurat. Pendugaan umur simpan produk makanan terkemas
wajib dilakukan karena menurut Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan RI No. 31
Tahun 2018, produsen wajib mencantumkan informasi yang benar dan jelas tentang produk
pangan olahan termasuk tanggal kadaluarsa (expired date) pada kemasan produk. Oleh karena
itu, perlu dilakukan pembuktian keberhasilan sterilisasi dengan pendugaan umur simpan
produk RTE varian nasi goreng sosis dalam kemasan retort hasil sterilisasi menggunakan
metode Accelerated Shelf-Life Testing (ASLT) dengan pendekatan Arrhenius. Penelitian ini
bertujuan untuk mengoptimalkan parameter proses guna mencapai keseimbangan antara
keamanan mikrobiologis dan kualitas sensori produk serta melakukan pendugaan umur
simpan terhadap produk Ready To Eat (RTE) varian nasi goreng sosis dalam kemasan retort.
Proses pembuatan produk ready meal varian nasi goreng sosis dengan berat bersih 250
g dikemas dalam retort pouch dengan perbedaan lama waktu sterilisasi T1=20 menit, T2= 25
menit dan T3=30 menit dan sampel disimpan selama 35 hari pada suhu 35°C, 45°C, dan 55°C
setiap selang 7 hari diuji. Pengamatan dilakukan secara berkala setiap 7 hari sekali mulai
hari ke-0 sampai hari ke-35 sehingga didapatkan 5 titik pengamatan. Parameter yang
dianalisis yaitu total mikroba dan uji organoleptik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu dan waktu penyimpanan merupakan faktor
utama yang secara signifikan mempengaruhi hasil organoleptik, sedangkan lama waktu
sterilisasi dan interaksi antar faktor lainnya cenderung memiliki pengaruh yang lebih terbatas
atau tidak signifikan. Sterilisasi 25 dan 30 menit terbukti lebih efektif dalam menekan total
mikrobiologi di bawah 10 CFU/g, sedangkan sterilisasi 20 menit masih menunjukkan
kontaminasi pada beberapa titik pengamatan. Estimasi umur simpan dengan metode ASLT
menunjukkan bahwa produk RTE nasi goreng sosis dapat bertahan hingga 6–24 bulan pada
suhu penyimpanan 35°C. Diketahui suhu tinggi sangat berpengaruh pada penurunan mutu
warna dan overall, jika dilihat dari penurunan mutu tekstur dan aroma produk RTE nasi goreng
sosis dapat bertahan hingga 10-24 bulan pada suhu penyimpanan 35°C
PENGARUH PENAMBAHAN SODIUM GLUCONATE TERHADAP PENINGKATAN KUAT TEKAN DAN KUAT LENTUR BETON
Perkembangan konstruksi di Indonesia mengalami kenaikan pesat, sehingga
kebutuhan akan beton segar meningkat signifikan, terutama di daerah yang tidak
memiliki tempat produksi ready mix. Beton merupakan struktur utama yang terdiri
dari campuran agregat halus, agregat kasar, air, dan semen, serta dapat ditambahkan
admixture untuk memperlambat atau mempercepat pengikatan. Salah satu
admixture tersebut adalah sodium gluconate, yang dapat memperlambat waktu
pengikatan beton. Penelitian ini memberikan informasi mengenai pengaruh
penambahan sodium gluconate pada persentase 0,30%, 0,50%, dan 0,85% terhadap
berat semen dalam pengujian kuat tekan dan kuat lentur beton. Hasil menunjukkan
bahwa kuat tekan beton tanpa sodium gluconate (0%) pada umur 28 hari mencapai
18,67 MPa, sedangkan dengan penambahan sodium gluconate 0,30%, 0,50%, dan
0,85% meningkat menjadi 21,22 MPa, 33,39 MPa, dan 40,93 MPa. Untuk kuat
lentur, beton tanpa sodium gluconate memiliki nilai 2,976 MPa, sedangkan
penambahan sodium gluconate menghasilkan kuat lentur sebesar 3,457 MPa, 3,838
MPa, dan 4,129 MPa. Hasil ini menunjukkan bahwa penambahan sodium gluconate
dapat meningkatkan kuat tekan dan kuat lentur beton secara signifikan, terutama
pada persentase yang lebih tinggi. Metode penelitian mencakup pengujian material,
pengujian kuat tekan dan lentur, serta analisis data untuk mengetahui pengaruh
penambahan sodium gluconate. Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi
penambahan persentase sodium gluconate yang lebih tinggi.
Kata kunci: beton, agregat, kuat tekan, kuat lentur, natrium glukonat, bahan
tamba
FENOMENA BURNOUT DI KALANGAN PAMONG ASRAMA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN
Pamong asrama memiliki peran vital dalam perkembangan
siswa di luar jam pelajaran formal, namun seringkali menghadapi
berbagai tekanan kerja yang dapat menyebabkan burnout.
Penelitian mengenai burnout di kalangan tenaga pendidik
umumnya berfokus pada guru, sementara penelitian tentang
pamong asrama masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan
untuk mendalami dimensi burnout pada pamong asrama di
sekolah menengah kejuruan, dengan fokus pada pengalaman
dan persepsi pamong terkait burnout. Partisipan penelitian terdiri
dari 3 kelompok: pamong asrama sebagai partisipan utama,
karyawan bagian dapur, dan murid asrama sebagai partisipan
pendukung untuk triangulasi data. Pengumpulan data dilakukan
melalui wawancara semi-terstruktur. Analisis data menggunakan
pendekatan tematik dengan lima tahapan: familiarisasi data,
pengkodean, pengembangan tema, peninjauan tema, serta
pemberian nama dan definisi tema. Kredibilitas penelitian dijaga
melalui triangulasi sumber dan metode, serta member checking
untuk memastikan akurasi
temuan. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa pamong asrama mengalami burnout dalam
tingkat yang bervariasi pada dimensi kelelahan emosional,
depersonalisasi, dan penurunan pencapaian diri. Faktor utama
yang berkontribusi terhadap burnout adalah tuntutan pekerjaan
yang tinggi (sistem kerja 24 jam, kompleksitas peran) dan
keterbatasan sumber daya (tidak adanya struktur formal,
kurangnya pengakuan, dan terbatasnya dukungan profesional).
Kata kunci: Burnout, Pamong asrama, Studi kasus, Triangulas
PERANCANGAN GAME EDUKASI MITIGASI GEMPA BUMI BERBASIS BOARD GAME MEKATRONIKA
Peningkatan risiko gempa bumi di Indonesia menuntut adanya pendekatan
edukasi mitigasi yang lebih efektif dan mudah dipahami oleh anak-anak. Metode
pembelajaran konvensional yang bersifat satu arah sering kali kurang menarik dan
sulit dipahami oleh peserta didik usia sekolah dasar. Untuk menjawab tantangan
tersebut, penelitian ini mengembangkan Quake Guard, sebuah media
pembelajaran berbasis board game mekatronika yang dirancang untuk
mengedukasi anak-anak mengenai mitigasi gempa bumi melalui pengalaman
bermain yang interaktif.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode
wawancara semi-terstruktur terhadap sepuluh anak berusia 8–12 tahun yang telah
memainkan Quake Guard. Wawancara dilakukan untuk menggali pemahaman,
pengalaman, serta perubahan pengetahuan anak-anak setelah bermain. Hasil
wawancara menunjukkan bahwa sebagian besar responden memahami langkahlangkah
mitigasi gempa, seperti tetap tenang, mencari tempat aman, dan
menghindari area berbahaya. Anak-anak juga menyatakan bahwa efek getaran,
suara, dan cahaya dalam permainan membantu mereka merasakan simulasi gempa
secara lebih nyata sehingga pembelajaran terasa menyenangkan dan berkesan.
Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa Quake Guard berhasil menjadi media
edukasi alternatif yang efektif dalam meningkatkan pemahaman anak-anak
tentang mitigasi gempa bumi. Kombinasi antara unsur permainan dan teknologi
mampu menciptakan suasana belajar yang interaktif, menarik, dan mendalam,
sehingga pesan kesiapsiagaan bencana dapat tersampaikan dengan cara yang lebih
mudah diterima dan diingat oleh anak-anak.
Kata Kunci:
Board game, edukasi, game-based learning, mekatronika, mitigasi bencana