12755 research outputs found
Sort by
STRATEGI PENGEMBANGAN BISNIS KULINER ONLINE YUMMYLICIOUS
Pertumbuhan bisnis kuliner daring di Kota Semarang meningkat secara
signifikan seiring berkembangnya teknologi dan perubahan perilaku konsumen
pasca pandemi. Yummylicious, sebagai usaha kuliner online yang dirintis pada awal
2025, menjadi salah satu pelaku UMKM yang menunjukkan potensi pertumbuhan
menjanjikan melalui platform digital seperti ShopeeFood, GoFood, dan GrabFood.
Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan bisnis yang
tepat dan mengevaluasi implementasinya dalam meningkatkan daya saing dan
kinerja usaha.
Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik
purposive sampling terhadap 57 pelanggan loyal Yummylicious. Data dianalisis
melalui metode SWOT, IFAS, EFAS, dan Matriks IE untuk merumuskan strategi
yang relevan dengan kondisi aktual usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
kekuatan utama Yummylicious terletak pada harga terjangkau, variasi menu, dan
operasional berbasis digital. Sementara kelemahan utamanya meliputi keterbatasan
SDM dan kemasan menu berkuah yang kurang optimal. Peluang pengembangan
mencakup tren makanan viral, potensi perekrutan tenaga paruh waktu, dan promosi
digital. Ancaman yang dihadapi antara lain fluktuasi harga bahan baku dan
persaingan yang ketat.
Implementasi strategi dilakukan melalui penambahan menu baru, promosi
digital, dan evaluasi pelayanan. Hasilnya menunjukkan peningkatan omzet,
kepuasan pelanggan, serta efisiensi operasional. Penelitian ini memberikan
kontribusi praktis dalam pengembangan strategi bisnis kuliner online berbasis data
dan analisis kontekstual, serta menjadi acuan bagi pelaku UMKM sejenis dalam
menghadapi persaingan digital yang kompetitif.
Kata Kunci: strategi, pengembangan, bisnis kuliner online, swo
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL TEMAN KERJA DENGAN STRES KERJA KARYAWAN PERTAMBANGAN PT. X YANG MENJALANI PERNIKAHAN JARAK JAUH
Stres kerja merupakan masalah umum yang terjadi pada karyawan dan dapatberdampak pada karyawan tersebut, terutama pada karyawan yang menjalaniLong-Distance Marriage. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu hubunganantara dukungan sosial teman kerja dan stres kerja pada individu yang menjalaniLong-Distance Marriage. Dengan hipotesis terdapat hubungan negatif yangsignifikan antara dukungan sosial dengan stres kerja. Menggunakan metodekuantitatif korelasional dengan teknik purposive sampling dengan total 132responden. Analisis dilakukan dengan menggunakan uji Spearman Rho denganhasil menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antaradukungan sosial teman kerja dan stres kerja (ρ= -0,137; sig = 0,117 > 0,05).Namun, aspek dukungan penghargaan menunjukkan hubungan negatif signifikandengan stres kerja (ρ= -0,182; sig = 0,036 < 0,05). Artinya, semakin tinggidukungan penghargaan yang diterima karyawan semakin rendah tingkat streskerja.
Kata kunci: Dukungan sosial, stres kerja, Long-Distance Marriage, Karyawa
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA DENGAN PSYCHOLOGICAL WELLBEING PADA PEKERJA PERANTAU DI SEMARANG
Dukungan sosial keluarga adalah suatu bentuk dukungan,kasih sayang,dihargai, ditolong
dan membentuk penerimaan diri individu. Penelitian ini didasarkan pada pentingnya peran
dukungan keluarga dalam menjaga psychological wellbeing individu, terutama bagi
pekerja yang merantau dan jauh dari lingkungan daerah asalnya. Tujuan penelitian ini
mengetahui adanya hubungan antara dukungan sosial keluarga dengan psychological
wellbeing pekerja perantau di Semarang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif
korelasi. Responden dalam penelitian ini berjumlah 100 pekerja perantau dengan
menggunakan teknik snowball sampling. Hasil penelitian diperoleh adanya hubungan yang
signifikan dan positif antara dukungan sosial keluarga dengan psychological wellbeing
pada pekerja perantau di semarang (p= 0,001). Dukungan sosial dari keluarga merupakan
faktor penting yang dapat memperkuat ketahanan psikologis individu dalam menghadapi
tantangan kehidupan kerja dan perantauan.
Kata kunci: dukungan sosial keluarga, pekerja perantau, psychological wellbein
ANALISIS PENGARUH MANAJEMEN LABA RIIL, TAX SHIELD, DAN TATA KELOLA PERUSAHAAN TERHADAP STRUKTUR MODAL : STUDI KOMPARATIF SEBELUM DAN SAAT PANDEMI COVID-19
Ketidakstabilan kondisi ekonomi akibat pandemi Covid-19 mendorong perlunya peninjauan
ulang terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan struktur modal perusahaan.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan pengaruh manajemen laba riil, tax
shield, keberadaan komisaris independen, keberadaan komite audit yang berlatar belakang
akuntansi/keuangan, dan keberadaan komite manajemen risiko terhadap struktur modal pada
periode sebelum dan saat pandemi covid-19 dengan cara membandingkan hasil koefisien
regresi pada uji parsial t dari model yang dibangun secara terpisah untuk masing-masing
periode penelitian. Sampel penelitian terdiri dari perusahaan manufaktur yang terdaftar di
Bursa Efek Indonesia (BEI) selama tahun 2017–2022, yang diklasifikasikan ke dalam dua
periode: sebelum pandemi (2017–2019) dan saat pandemi (2020–2022).
Hasil penelitian menunjukkan pengaruh manajemen laba riil dan tax shield terhadap struktur
modal berubah antara periode sebelum dan saat pandemi Covid-19. Keberadaan komite audit
berlatar belakang akuntansi/keuangan dan komite manajemen risiko konsisten menunjukkan
pengaruh yang positif signifikan terhadap struktur modal pada kedua periode, dengan tingkat
kontribusi variabel yang berbeda. Sebaliknya, keberadaan komisaris independen tidak
berpengaruh signifikan terhadap struktur modal pada periode sebelum maupun saat pandemi
Covid-19.
Kata kunci: struktur modal, manajemen laba riil, tax shield, komisaris independen, komite
audit, manajemen risiko, pandemi Covid-19, teori agensi, teori trade off, teori ketergantungan
sumber daya
HUBUNGAN ANTARA SELF-EFFICACY DENGAN KESIAPAN KERJA PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR DI KOTA SEMARANG
Mahasiswa tingkat akhir adalah individu yang berada dalam tahap akhir
perkuliahan dan akan segera memasuki dunia kerja. Kesiapan kerja merupakan
faktor penting yang harus disiapkan sejak masih menempuh studi. Self-efficacy
adalah salah satu prediktor kesiapan kerja. Self-efficacy yang baik di setiap
individu diperlukan pada saat memasuki dan menghadapi dunia kerja agar paham
dengan keadaannya yang realistis. Penelitian ini dilakukan guna menguji
hubungan antara self-efficacy dengan kesiapan kerja pada mahasiswa tingkat
akhir di Kota Semarang. Karakteristik pada penelitian ini melibatkan mahasiswa
tingkat akhir di Kota Semarang, minimal sudah menempuh semester tujuh, dan
sedang menjalani skripsi. Dengan jenis penelitian kuantitatif dan teknik sampling
yaitu snowball sampling. Pengukuran menggunakan Work Readiness Scale
(WRS) dan General Self-Efficacy Scale (GSES). Uji hipotesis penelitian ini
menggunakan teknik korelasi Spearman’s Rho. Hasil koefisien korelasi sebesar
0,732 dengan nilai p adalah 0,000 (p < 0,01). Analisis korelasi menunjukkan bahwa
ada hubungan yang signifikan dan bersifat positif antara self-efficacy dengan
kesiapan kerja
STRATEGI COPING STRES KERJA PADA PENGUSAHA TRUK DI KUDUS
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengusaha truk dalam mengelola
stres kerja mereka, serta dampak yang ditimbulkan oleh stres tersebut terhadap
kinerja bisnis mereka. Pengambilan narasumber dilakukan menggunakan purposive
sampling sebanyak tiga narasumber dengan kriteria: memiliki dan mengelola armada
secara mandiri untuk distribusi barang, memiliki badan usaha resmi, serta telah
menjalankan usaha selama minimal lima tahun. Penelitian ini menggunakan
pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data menggunakan wawancara
semi terstruktur. Wawancara dilakukan secara langsung. Keabsahan data juga
dilakukan melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa ketiga narasumber mengalami stres kerja yang berasal dari
faktor lingkungan, organisasi, dan individu. Untuk mengelola stres, ketiga narasumber
menerapkan strategi problem-focused coping digunakan untuk menyelesaikan
tantangan bisnis secara langsung, seperti permasalahan operasional dan keuangan.
Sementara itu, emotion-focused coping diterapkan untuk menjaga stabilitas
emosional melalui pendekatan spiritual, kegiatan rekreasi, dan dukungan sosial.
Secara keseluruhan, ketiga narasumber lebih dominan menggunakan problemfocused
coping
dalam
menghadapi
tekanan
kerja
ANALISIS PERAN INFLUENCER KAIN TRADISIONAL MELALUI #BERKAINBERSAMA DI INSTAGRAM
Media sosial sebagai salah satu bentuk perkembangan komunikasi yang berbentuk
wadah, dimanfaatkan oleh beberapa orang yang kini dikenal dengan istilah
“influencer” untuk mengubah dan mempengaruhi persepsi masyarakat mengenai
penggunaan kain tradisional sebagai pakaian sehari-hari. Penelitian ini membahas
seorang influencer dapat berperan dalam mengkampanyekan penggunaan kain
tradisional melalui #BerkainBersama di media sosial Instagram. Teori yang
digunakan adalah teori ekologi media milik Marshall McLuhan yang memiliki tiga
asumsi utama, yaitu media mempengaruhi hampir seluruh aspek dalam tindak
tanduk masyarakat, media mempengaruhi persepsi kita dan mengorganisasikan
pengalaman-pengalaman kita, dan media menyatukan dunia. Asumsi dalam ekologi
media ini menjadi indikator utama untuk menentukan hasil penelitian ini. Teori
ekologi media juga menegaskan bahwa pemilihan media tidak kalah penting dari
isi pesan yang akan disampaikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif
deskriptif. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini melalui wawancara,
observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa setiap
influencer memiliki gaya penyampaian masing-masing. Pemahaman mengenai kain
tradisional menjadi bekal penting untuk mengedukasi pengikut mereka, dan juga
sebagai salah satu bukti kredibilitas mereka dalam mengkampanyekan
#BerkainBersama di Instagram. Melalui kampanye ini, para influencer juga dapat
meningkatkan penjualan kain tradisional yang sedikit demi sedikit mulai
mengalami kepunahan karena dinilai mahal tanpa mereka tahu pembuatan
dibaliknya. Kehadiran influencer budaya ini merupakan salah satu cara agar budaya
Indonesia tetap bertahan di era modernisasi terutama pelestarian kain tradisional.
Kata kunci: Advokasi Budaya, Ekologi Media, Kampanye Digital, Influencer
Budaya, Kain Tradisiona
ANALISIS SEMIOTIKA CHARLES SANDERS PEIRCE TERHADAP TATO TRADISIONAL DESA SIMATALU
Modernisasi dan tekanan sosial telah membuat tradisi tato mulai ditinggalkan di
banyak wilayah Mentawai. Namun, Desa Simatalu tetap mempertahankan praktik
tato tradisional sebagai bagian penting dari kehidupan masyarakat. Penelitian ini
bertujuan menganalisis makna simbolik tato tradisional masyarakat Desa Simatalu,
Siberut Barat, Kepulauan Mentawai, menggunakan teori semiotika Charles Sanders
Peirce. Tato Mentawai (titi) bukan sekadar hiasan tubuh, melainkan bagian dari
sistem kepercayaan Arat Sabulungan yang mencerminkan nilai spiritual, identitas
budaya, dan relasi harmonis manusia dengan alam dan leluhur. Penelitian ini
memakai pendekatan kualitatif deskriptif dengan data dikumpulkan melalui
wawancara mendalam dan dokumentasi visual dari empat narasumber: sipatiti (ahli
tato), pemilik tato, tokoh adat, dan masyarakat umum. Hasil penelitian
mengungkap motif seperti daun dan kulit langsat yang sarat makna perlindungan,
kesuburan, dan keharmonisan hidup. Berdasarkan teori Peirce, tato dianalisis
sebagai representamen (wujud visual tato), objek (makna budaya dan spiritual),
serta interpretan (penafsiran masyarakat). Tato juga diklasifikasikan sebagai ikon
(kemiripan dengan alam), indeks (penanda status dan pengalaman hidup), dan
simbol (makna hasil kesepakatan budaya). Kebaruan penelitian ini terletak pada
fokus analisis di Desa Simatalu wilayah yang tetap menjaga tradisi di tengah
modernisasi dan kontribusi dalam memperkaya kajian komunikasi simbolik serta
mendukung pelestarian budaya Mentawai. Temuan menunjukkan tato dipercaya
sebagai identitas abadi yang tetap menyatu hingga kematian agar leluhur dapat
mengenali. Penelitian ini diharapkan memberikan perspektif baru tentang makna
tato sebagai media pewarisan identitas, spiritualitas, dan nilai budaya lokal
Mentawai.
Kata Kunci: Charles Sanders Peirce, Semiotika, Tato Tradisional Mentawai,
Simbolisme Budaya, Desa Simatal
PERLINDUNGAN HUKUM DOKTER INTERNSHIP DALAM PELAYANAN KESEHATAN DI RUMAH SAKIT PALANG BIRU GOMBONG
Dokter peserta Program Internsip Dokter Indonesia pada dasarnya
mendapatkan perlindungan sebagaimana diatur dalam Pasal 273 namun dokter
internsip masih kerap menghadapi risiko hukum dan polemik sengketa medis
dalam pelayanan dokter internship. Hal ini sering terjadi dan mempengaruhi
kepercayaan masyarakat terhadap profesi dokter.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan pengaturan dan pelaksanaan
serta kendala perlindungan hukum bagi dokter program internsip yang melakukan
pelayanan kesehatan di RS. Palang Biru Gombong. Penelitian ini merupakan
penelitian kualitatif, menggunakan metode analisis dengan pendekatan yuridis
empiris. Penelitian ini menggunakan data primer sebagai sumber hukumnya. Data
primer pada penelitian ini yaitu Kepala Dinas Kesehatan, Direktur rumah sakit,
Ketua Komite Medik rumah sakit dan Peserta Program Dokter Internship
Hasil penelitian ini yaitu pengaturan perlindungan hukum program dokter
internship RS. Palang Biru Gombong yaitu berdasarkan kepada UU Nomor 17
Tahun 2023 tentang Kesehatan, Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024
tentang Peraturan Pelaksanaan UU Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan dan
Permenkes Nomor 39 Tahun 2017 Penyelenggaraan Program Internsip Dokter
dan Dokter Gigi Indonesia. Pelaksanaan perlindungan hukum bagi dokter program
internsip RS. Palang Biru Gombong yaitu berkaitan dengan mekanisme
pelaksanaan dan bentuk pelaksanaan perlindungan hukum bagi dokter program
internsip. Kendala yang terjadi yaitu kendala teknis dan non teknis. Kendala
teknis mencakup peraturan yang berlaku kurang memadai dalam pengaturan
hukum dokter internship. Kendala non teknis mencakup kurangnya pengetahuan
pengaturan perlindungan hukum bagi mereka
Kata kunci : Perlindungan Hukum, Program Dokter Internship, Rumah Saki
ANALISIS PERBEDAAN KEPUASAN KONSUMEN DALAM MENGGUNAKAN APLIKASI SHOPEEFOOD DENGAN GOFOOD DI KOTA SEMARANG
Di Indonesia sendiri terdapat berbagai aplikasi yang menawarkan pemesanan
makanan secara online (online food delivery / OFD) sehingga masyarakat dapat
memesan makanan dengan mudah. Banyaknya aplikasi pemesanan makanan secara
online membuat masyarakat memiliki banyak alternative pilihan dalam
menggunakan aplikasi tersebut. Persaingan Shopeefood dan Gofood dapat menjadi
perhatian bagi kita, karena kedua aplikasi ini saling berlomba untuk mendapatkan
pelanggan dan kedua aplikasi ini juga sama-sama sering memberikan diskon dan
promosi bagi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan
kepuasan pelanggan yang menggunakan aplikasi Shopeefood dengan Gofood di kota
Semarang. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis Universitas Katolik Soegijapranata Semarang yang
menggunakan aplikasi Shopeefood dan Gofood. Teknik analisis data dalam
penelitian ini menggunakan metode uji beda untuk sampel yang berhubungan.
Penelitian yang dilakukan ditemukan hasil bahwa terdapat perbedaan kepuasan
pelanggan mahasiswa yang menggunakan aplikasi Shopeefood dan gofood. Hal ini
mengindikasikan bahwa kepuasan pelanggan yaitu kepuasan mahasiswa saat
menggunakan aplikasi Shopeefood dan Gofood tergantung pada penilaian masingmasing
mahasiswa.
Ada
yang
mempertimbangkan
dari
segi
promosi,
ada
pula
yang
mempertimbangkan
dari
kualitas
pelayanan
yang
didapatkan.
Kata
Kunci
:
Online
Food
Delivery,Kepuasan
Pelanggan,Promos