Soegijapranata Catholic University

Unika Repository
Not a member yet
    12755 research outputs found

    HUBUNGAN KECERDASAN ADVERSITAS DENGAN KESEJAHTERAAN SEKOLAH PADA SISWA SMA NEGERI

    Full text link
    Kesejahteraan sekolah merupakan salah satu aspek psikologis yang menggambarkan bagaimana pengalaman positif siswa di sekolah. Lingkungan yang mendukung kebutuhan psikologis siswa memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran proses belajar. Ironisnya, institusi pendidikan sering kali menjadi sumber stres yang berpotensi memengaruhi kesejahteraan sekolah siswa. Maka dari itu untuk bertahan, menghadapi, dan mengatasi memerlukan kecerdasan adversitas. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan adversitas dengan kesejahteraan sekolah pada siswa kelas sepuluh SMA Negeri Z Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan rancangan kuantitatif korelasional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu accidental sampling. Dengan total populasi 280 siswa. Alat ukur yang digunakan adalah skala School Well-Being dan skala Adversity Quotient. Data dianalisis menggunakan teknik korelasi product moment Pearson. Hasil analisis menunjukkan nilai r sebesar 0,667 (p<0,01). Dengan demikian, bahwa terdapat korelasi positif dan signifikan secara statistik antara kecerdasan adversitas dengan kesejahteraan sekolah

    “I AM NOT A CRIMINAL”: PROSES PEMBENTUKAN IDENTITAS SEKSUAL PADA HOMOSEKSUAL

    Full text link
    Orientasi seksual yang seharusnya menjadi hak tiap individu masih menjadi tantangan tersendiri di Indonesia. Banyak individu dengan orientasi homoseksual mengalami kebingungan identitas, terutama karena orientasi mereka yang berbeda dari norma heteroseksual yang dominan di masyarakat. Pada proses pembentukan identitas seksual homoseksual di Indonesia perlu mempertimbangkan aspek-aspek sosial budaya, untuk memahami dinamika. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Proses pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam. Penelitian mendapatkan hasil bahwa proses pembentukan identitas homoseksual pada setiap partisipan dimulai dari fase aware akan ketertarikan seksual pada sesama jenis, diikuti fase penolakan, dilanjutkan dengan fase keterbukaan diri hingga akhirnya partisipan memilih mengakui dan menerima identitas seksualnya. Berdasar hasil juga ditemukan bahwa fase-fase tersebut tidak berjalan secara linier dan runtut, namun terkadang berputar-putar. Individu dapat melalui satu fase atau lebih sebelum melanjutkan pada fase berikutnya. Partisipan juga menunjukkan adanya perbedaan pola dalam proses pembentukan identitas seksual. Hasil pada penelitian ini diharapkan dapat membantu mengembangkan intervensi psikologis yang lebih adaptif dan mendukung individu homoseksual untuk membentuk identitas seksual yang sehat dan positif. Perbedaan pada penelitian ini diharapkan dapat membantu mengembangkan intervensi psikologis yang lebih adaptif dan mendukung individu homoseksual untuk membentuk identitas seksual yang sehat dan positif

    PERANCANGAN DESAIN EKSIBISI MENGENALKAN COTO MANGGALA KHAS KOTAWARINGIN BARAT KEPADA GENERASI MUDA

    Full text link
    Indonesia Kaya akan keberagaman Kuliner Tradisional, Salah satunya adalah Coto Manggala yang berasal dari Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Berbeda dari Coto umumnya yang disajikan dengan nasi atau lontong, tetapi pada coto manggala tidak menggunakan keduanya melainkan menggunakan singkong (manggala) sebagai penggantinya. Kuliner ini tidak sekedar makanan Tetapi juga menjadi simbol budaya Pangkalan Bun Yang harus di lestarikan dan diperkenalkan. Promosi untuk memperkenalkan coto mangga masih sangat jarang terutama untuk kalangan anak muda. Maka dari itu Penulis melakukan perancangan Desain Eksibisi yang memberikan informasi dan interaksi secara langsung kepada generasi muda. Dalam Perancangan ini diharapkan tercapainya tujuan dalam meningkatkan ketertarikan dan perhatian generasi muda untuk melestarikan coto manggala dan memberikan pengetahuan tentang coto manggala kepada Masyarakat yang lebih luas. Metode Pada perancangan ini menggunakan 5 tahapan Design Thinking Yaitu Emphatize, Define, ideate, prototype, test

    PERANCANGAN KOMUNIKASI VISUAL UPAYA MENGURANGI STUNTING UNTUK CALON IBU DI KELURAHAN BANDARHARJO

    Full text link
    Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat mengalami kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, terutama dalam 1.000 hari pertama kehidupan. Dampak stunting tidak hanya pada fisik anak yang akan lebih pendek dari anak seusianya, tetapi juga mempengaruhi perkembangan kognitif, produktivitas, dan kualitas hidup jangka panjang bagi anak. Oleh karena itu, pencegahan stunting perlu dilakukan sedini mungkin, bahkan sebelum seorang perempuan memasuki masa kehamilan. Perancangan ini difokuskan untuk para calon ibu di Kelurahan Bandarharjo, Kota Semarang, sebagai wilayah dengan kasus stunting tertinggi di kota tersebut. Target dari perancangan ini adalah calon ibu usia 18-24 tahun agar lebih sadar akan pentingnya pencegahan stunting sejak dini malalui edukasi gizi seimbang. Media utama yang digunakan adalah sebuah buku ilustrasi edukatif yang dirancang dengan pendekatan visual yang hangat, personal, dan menyenangkan agar dapat menjangkau target secara emosional dan informatif sehingga diharapkan hasil dari perancangan ini dapat menjadi media edukatif yang efektif untuk membantu calon ibu dalam mempersiapkan kehamilannya

    PERANCANGAN KAMPANYE GUNA MENINGKATKAN MINAT BERBUSANA WASTRA NUSANTARA DEWASA MUDA DI SEMARANG

    No full text
    Wastra Nusantara merupakan kain tradisional warisan budaya Indonesia yang memiliki makna dan identitas negara, namun saat ini menghadapi tantangan besar akibat menurunnya minat generasi muda, khususnya Generasi Z di Semarang. Persepsi bahwa wastra hanya cocok untuk acara formal menjadikannya kurang relevan dalam gaya hidup sehari-hari yang dinamis. Padahal, wastra memiliki potensi besar untuk diadaptasi dalam busana modern yang mencerminkan karakter anak muda masa kini. Melalui pendekatan Design Thinking, perancangan kampanye ini bertujuan untuk meningkatkan minat berbusana wastra di kalangan dewasa muda usia 20–25 tahun di Semarang, dengan menciptakan media yang kreatif, edukatif, dan relevan secara visual dan emosional. Penelitian dilakukan melalui wawancara, observasi, dan kuesioner untuk menggali insight mendalam mengenai persepsi, kebiasaan, serta preferensi media kampanye. Hasilnya digunakan untuk merancang strategi komunikasi visual yang engaging, dengan pendekatan digital dan interaktif, agar wastra dapat dilihat sebagai fashion yang fleksibel, membanggakan, dan penuh gaya. Kampanye ini diharapkan dapat menjadi langkah konkret dalam melestarikan budaya melalui ekspresi yang sesuai dengan semangat generasi muda

    PERENCANAAN PENGEMBANGAN BISNIS SATE BABI KAPURAN

    No full text
    Kondisi penurunan omset dari Sate Babi Kapuran menunjukkan adanya permasalahan dimana Sate Babi Kapuran saat ini belum memiliki strategi khusus dalam menjalankan bisnisnya sebab pemilik hanya mengandalkan nama besar Sate Babi Kapuran dalam membuka usahanya tersebut. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui perencanaan bisnis ditinjau dari aspek yuridis, aspek pemasaran, aspek operasi, aspek sumber daya manusia dan aspek keuangan untuk pengembangan bisnis Sate Babi Kapuran. Populasi penelitian ini adalah seluruh calon konsumen Sate Babi Kapuran, pemilik dan karyawan dari Sate Babi Kapuran. Sampel penelitian ini adalah 30 orang calon konsumen Sate Babi Kapuran yang akan dibagikan kuesioner. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan purposive sampling. Kriteria dalam pengambilan sampel adalah 30 orang konsumen Sate Babi Kapuran yang pernah melakukan pembelian lebih dari satu kali dalam dua bulan terakhir. Sampel dari pemilik dan karyawan adalah 1 orang pemilik serta 1 orang karyawan Sate Babi Kapuran. Sate Babi Kapuran merupakan usaha yang layak dijalankan karena menawarkan sate babi berkualitas dengan harga terjangkau, menyasar konsumen muda di Semarang yang mencari rasa otentik tanpa membebani anggaran. Didukung strategi pemasaran efektif melalui promosi mulut ke mulut dan media sosial, serta pelayanan cepat dan lokasi nyaman, usaha ini mampu menarik dan mempertahankan pelanggan. Secara finansial, proyeksi menunjukkan pertumbuhan positif, arus kas sehat, payback period hanya 7 bulan, dan IRR sebesar 195,23%, menjadikan bisnis ini menjanjikan dan berpotensi tinggi untuk berkembang

    HUBUNGAN EMPATI DENGAN PERILAKU PROSOSIAL SISWA PADA KORBAN PERUNDUNGAN DI SMA KATOLIK X SEMARANG

    No full text
    Perundungan masih menjadi masalah yang kerap terjadi di sekolah, termasuk di sekolah berbasis nilai religius, meskipun kepekaan sosial dan kepedulian menjadi nilai yang dijunjung. Salah satu faktor yang dapat mendorong tindakan menolong terhadap korban perundungan adalah empati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara empati dan perilaku prososial siswa pada korban perundungan di SMA Katolik X Semarang. Metode yang digunakan adalah kuantitatif korelasional dengan 132 siswa yang memenuhi kriteria pernah menyaksikan perundungan. Instrumen yang digunakan yaitu skala empati berdasarkan model Davis (1980) dan skala perilaku prososial dari Carlo dan Randall (2002). Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan positif signifikan antara empati dan perilaku prososial (r = 0,313; p = 0,000), dengan kontribusi empati sebesar 9,8% terhadap perilaku prososial (R² = 0,098). Bentuk prososial yang paling dominan adalah anonymous helping, dan aspek empati yang paling berperan adalah perspective taking dan empathic concern. Temuan ini menunjukkan bahwa empati penting dalam mendorong tindakan menolong, namun dipengaruhi pula oleh faktor kontekstual seperti tekanan sosial dan rasa aman. Penelitian ini merekomendasikan penguatan empati serta penciptaan iklim sekolah yang aman dan suportif untuk menumbuhkan budaya saling peduli di kalangan siswa

    PERBANDINGAN PENEGAKAN HUKUM TINDAK PIDANA PROSTITUSI ONLINE DI INDONESIA DENGAN SINGAPURA

    No full text
    Prostitusi adalah aktivitas yang dilarang karena tidak sesuai dengan norma dan aturan yang ada di Indonesia. Prostitusi juga semakin berkembang dengan adanya media online sebagai salah satu sarana untuk mempermudah hal tersebut. Dalam hal ini Indonesia dan Singapura memiliki pengaturan hukum terhadap kasus tersebut, kedua negara tersebut mengatur bagaimana cara mengatasi tindak pidana prostitusi online. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui perbandingan antara pengaturan hukum dan kontribusi diantara kedua negara tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Data dan analisis dilakukan secara kualitatif tanpa menggunakan suatu perhitungan secara matematis. Sumber data diperoleh dari hasil pencarian data di lapangan melalui teknik wawancara dan studi pustaka. Hasil penelitian pengaturan penegakan hukum tindak pidana prostitusi online di Indonesia dan Singapura telah mempunyai aturan atau larangan yang digunakan untuk menanggulangi prostitusi online, di Indonesia sendiri dalam melakukan penegakan hukumnya terhadap kasus tersebut mengacu pada beberapa UndangUndang seperti Pasal 506 KUHP dan Pasal 298 KUHP. Sedangkan Singapura mengacu pada Prevention of Human Trafficking Act 2014 yang menekankan upaya untuk memerangi perdagangan orang lewat berbagai macam cara, termasuk pencegahan, penuntutan, dan perlindungan terhadap korban dan Woman Charter 1961 mengatur berbagai aspek yang berkaitan dengan hak-hak dan perlindungan perempuan, serta pernikahan dan perceraian. Kesimpulan yang didapat yaitu Indonesia dan Singapura memiliki aturan penegakan hukum yang dilakukan untuk melakukan penanggulangan prostitusi online. Saran yang dapat diambil oleh Indonesia terhadap aturan yang ada di Singapura yaitu melakukan kerjasama antar lembaga pemerintah dan juga penyedia layanan komunikasi untuk melakukan penanggulangan prostitusi online yang ada di negaranya

    PERPUSTAKAAN MODERN DI KOTA SEMARANG

    No full text
    Perkembangan zaman menuntut perpustakaan tidak hanya sebagai tempat penyimpanan buku, tapi juga sebagai ruang interaksi sosial dan pusat pembelajaran digital. Di Kota Semarankebutuhan ini semakin besar karena adanya pertumbuhan populasi dan semangat menuju kota pintar. Namun, fasilitas perpustakaan yang ada belum sepenuhnya menjawab tantangan ini, terutama dalam hal akses digital dan kenyamanan ruang. Melihat pentingnya peran literasi dan teknologi, perancangan perpustakaan modern menjadi kebutuhan mendesak. Oleh karena itu, proyek ini mencoba menjawab kebutuhan masyarakat dengan konsep desain yang inklusif dan fungsional. Perancangan perpustakaan modern ini mengangkat tema arsitektur modern dan berkelanjutan yang dapat menyesuaikan kebutuhan generasi muda. Desain dirancang fleksibel agar bisa mendukung berbagai kegiatan seperti belajar mandiri, diskusi kelompok, atau acara komunitas. Selain itu, fasilitas digital seperti ruang multimedia, e-library, dan coworking spacemenjadi fitur utama untuk mendorong literasi digital. Konsep keberlanjutan juga diterapkan melalui pencahayaan alami, ventilasi silang, serta pemilihan bahan bangunan ramah lingkungan. Tujuannya agar bangunan ini nyaman, hemat energi, dan tetap relevan dalam jangka panjang. Penempatan lokasi dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai aspek seperti aksesibilitas, kedekatan dengan kawasan pendidikan, dan potensi interaksi sosial. Tapak terpilih berada di Kecamatan Banyumanik, karena dinilai strategis untuk menjangkau masyarakat mudadan produktif. Lokasi ini menawarkan kemudahan transportasi, pemandangan menarik, serta lingkungan yang mendukung kegiatan belajar dan rekreasi. Dengan begitu, perpustakaan ini tidak hanya sekadar fasilitas publik, tetapi juga ruang tumbuh bagi komunitas. Perpustakaan diharapkan dapat menjadi simbol perubahan dalam cara masyarakat mengakses informasi dan membangun relasi. Secara keseluruhan, proyek ini membawa pendekatan baru dalam dunia arsitektur perpustakaan dengan menempatkan pengguna sebagai pusat perancangan. Fungsi sosial, kenyamanan, dan teknologi menjadi tiga pilar utama dalam desainnya. Penelitian dan analisis dilakukan secara mendalam untuk memastikan bahwa kebutuhan pengguna terpenuhi secara optimal. Selain menciptakan ruang baca, perpustakaan ini juga menjadi wadah kreativitas, diskusi, dan pertukaran ide. Harapannya, perpustakaan modern ini mampu meningkatkan literamasyarakat dan memperkuat keterhubungan sosial di Kota Semarang. Kata Kunci : Perpustakaan, Modern, Literasi Digital, Arsitektur Berkelanjuta

    STUDI SENSITIVITAS PARAMETER DEFLEKSI KEPALA TIANG SPUN PILE MENGGUNAKAN APLIKASI LPILE (Studi Kasus Proyek Pembangunan Gedung Fakultas Kedokteran Unika Soegijapranata Semarang) HALAMAN JUDUL

    No full text
    Defleksi kepala tiang merupakan salah satu faktor penting dalam evaluasi kinerja struktur pondasi, khususnya pada tiang pancang yang menerima beban lateral. Penelitian ini menganalisis sensitivitas parameter defleksi kepala tiang berdasarkan hasil uji beban lateral pada proyek pembangunan Gedung Fakultas Kedokteran Unika Soegijapranata Semarang. Penelitian diawali dengan pengumpulan data melalui penyelidikan tanah baik di lapangan (uji sondir dan borelog) maupun di laboratorium (uji indeks sifat fisik dan mekanik tanah). Selanjutnya dilakukan pemodelan defleksi kepala tiang Spun Pile dalam aplikasi LPile berdasarkan data uji beban lateral aktual dari lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa defleksi awal untuk tiang pancang P3 As C7 adalah 30,75 mm. Setelah dilakukan modifikasi parameter, defleksi berubah menjadi 76,87 mm untuk pengurangan ukuran diameter tiang pancang sebesar 20%, 46,91 mm untuk pengurangan ukuran diameter tiang pancang sebesar 10%, 20,87 mm untuk penambahan ukuran diameter tiang pancang sebesar 10% dan 14,53 mm untuk penambahan ukuran diameter tiang pancang sebesar 20%. Parameter lainnya juga menunjukkan perubahan defleksi, dengan berat isi tanah menghasilkan defleksi antara 31,43 mm (pengurangan berat isi tanah sebesar 20%) hingga 30,1 mm (peningkatan berat isi tanah sebesar 20%), kohesi antara 46,51 mm (pengurangan kohesi sebesar 20%) hingga 21,69 mm (peningkatan kohesi sebesar 20%), dan parameter ε50 antara 27,51 mm (pengurangan ε50 sebesar 20%) hingga 33,67 mm (peningkatan ε50 sebesar 20%). Persentase perubahan defleksi akibat variasi parameter menunjukkan bahwa diameter tiang pancang memiliki pengaruh paling signifikan terhadap defleksi lateral, dengan penurunan defleksi sebesar 52,75% hingga peningkatan defleksi sebesar 149,98%. Kohesi tanah (c) juga memberikan dampak besar terhadap defleksi lateral, dengan penurunan defleksi sebesar 29,63 % hingga peningkatan defleksi sebesar 51,91%. Sementara itu, variasi ε50 mempengaruhi defleksi dalam kisaran penurunan defleksi sebesar 10,63% hingga peningkatan defleksi sebesar 9,69%, sedangkan berat isi tanah (γ) memiliki dampak paling kecil, dengan penurunan defleksi sebesar 2,59% hingga peningkatan defleksi sebesar 2,43%. Kata kunci: sensitivitas parameter, defleksi kepala Spun Pile, beban lateral, LPil

    9,811

    full texts

    12,755

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Unika Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇