12755 research outputs found
Sort by
EVALUASI PELAKSANAAN PEMBANGUNAN RUMAH SUSUN PADA PENGADAAN BARANG DAN JASA PEMERINTAH PELELANGAN UMUM DAN EKATALOG DIUKUR DARI ASPEK KUALITAS, WAKTU, BIAYA, DAN MANFAAT Studi Kasus di Proyek Pembangunan Rumah Susun Pondok Pesantren Miftahul Ulum TA 2023 dan Proyek Pembangunan Rumah Susun Pondok Pesantren Insan Kamil di Kabupaten Karanganyar
Pelaksanaan lelang dengan menggunakan metode penawar terendah
sebagai pemenang telah menyebabkan banyak kegagalan performa kontraktor. Hasil
penelitian menunjukkan rata-rata kontraktor di Indonesia mengajukan penawaran
sebesar 86% dari Harga Perkiraan Sendiri (HPS). Akibatnya, berbagai masalah
finansial muncul selama pelaksanaan proyek. Kontraktor kesulitan mengatasi
ketidakpastian harga dan memenuhi persyaratan spesifikasi teknis. Perilaku
oportunis dalam persiapan penawaran oleh kontraktor sering terjadi. Kondisi pasar
dan jumlah kontraktor yang ikut dalam tender dapat berdampak negatif terhadap
estimasi biaya kontraktor. Hal tersebut juga disebabkan karena kriteria kualifikasi
kontraktor tidak menjadi penentu pemenang dari kontraktor. Penawar terendah
menjadi pemenang memiliki risiko mendapatkan kontraktor dengan perolehan nilai
yang lebih kecil untuk indikator lain apabila dibandingkan dengan pesaingnya.
Metode pemilihan tersebut mengabaikan perbedaan dalam kemampuan pelaksanaan
kontraktor. Kontraktor dengan kemampuan pelaksanaan yang rendah dapat
menyebabkan masalah dalam kualitas, jadwal, atau keselamatan proyek. Inovasi
untuk mendapatkan penyedia jasa melalui media elektronik merupakan alternatif
untuk pelelangan di sektor konstruksi. Penerapan proses pengadaan secara
elektronik / e-procurment / e-katalog sesuai dengan peraturan yang berlaku menjadi
salah satu solusi utama untuk meningkatkan efisiensi dalam Pengadaan Barang dan
Jasa (PBJ). Ada suatu argumen bahwa e-procurement dapat mengatasi tiga masalah
umum dalam praktik pengadaan yaitu, kurangnya akses informasi penawaran,
kolusi di antara pihak yang menawar, dan korupsi. Sukma (2017) menunjukkan
bahwa e-procurement atau e-katalog dapat mengurangi kemungkinan adanya
arogansi serta meningkatkan kompetensi melalui transparansi yang diperoleh dalam
penerapannya.
Penelitian ini mencari apa yang menyebabkan proses dalam metode pemilihan
pemenang tender berdasarkan harga terendah cenderung menghasilkan kegagalan
performa kontraktor. Dan bagaimana sistem e-procurement atau e-katalog dapat
diintegrasikan dalam proses pelelangan untuk meningkatkan efisiensi, transparansi,
dan mengurangi risiko kegagalan kontraktor dalam proyek konstruksi.
Metode penelitian yang digunakan adalah kombinasi (mixed methods) yaitu suatu
metode penelitian antara metode kuantitatif dengan metode kualitatif untuk
digunakan secara bersama-sama dalam suatu kegiatan penelitian, sehingga diperoleh
data yang lebih komprehensif, valid, reliable dan objektif. metode kuantitatif
berdasarkan data-data angka di proyek seperti progress, hasil uji, dan lain-lain,
sedangkan metode kualitatif dari persepsi dari pengamatan & observasi dan
wawancara pihak terkait.
Hasil Penelitian menunjukkan dari sisi kualitas metode pemilihan pemenang
tender berdasarkan harga terendah cenderung menghasilkan kegagalan performa
kontraktor seperti kurang rapi dan cacat, dari sisi waktu lebih terlambat dan sulit
dikendalikan, dari sisi biaya tentu lebih besar, dan dari sisi manfaat tidak bisa
dimanfaatkan sesuai waktu yang diharapkan dan kurang optimal
PERAN JUSTICE COLABORATOR DALAM MENGUNGKAP KASUS TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN (STUDI KASUS PUTUSAN NOMOR 798/PID. B/2022/PN. JKT.SEL)
Penegakan hukum kasus tindak pidana pembunuhan sering kali mengalami berbagai
tantangan, terkhusus dalam pengidentifikasian pelaku utama dan motif kejahatannya.
Salah satu yang menjadi cara berkontribusi dalam pengungkapan kejahatan berat
adalah dengan menggunakan Justice Collaborator yaitu individu yang secara bersamasama
ikut
melakukan
tindak
pidana
namun
mau
bekerja
sama
dengan
aparat
penegak
hukum
guna
memberikan
keterangan
yang
selama
proses
pemeriksaan
dan
peradilan.
Tujuan
penelitian
ini
adalah
untuk
menganalisis
peran
dari
Justice
Collaborator
dalam
mengungkap
tindak pidana pembunuhan berdasarkan Putusan Nomor 798/Pid.
B/2022/PN.Jkt.Sel.
Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif
analitis. Pengumpulan data dilakukan dengan melalui studi kepustakaan dan
wawancara mendalam dengan narasumber ahli hukum yang berpengalaman dalam
penanganan kasus terkait Justice Collaborator.
Hasil penelitian mengungkapkan bahwa Justice Collaborator memiliki peran yang
signifikan dalam proses pengungkapan suatu kejahatan di mana keterangan yang
diberikan dapat mendukung alat bukti lainnya. Namun, penetapan status justice
collaborator masih menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait dengan
perlindungan hukum baginya, termasuk diberikannya penghargaan berupa keringanan
hukuman. Peran Justice Collaborator dalam sistem peradilan pidana di Indonesia
sangat krusial, terutama dalam pengungkapan tindak pidana pembunuhan yang di
dalamnya melibatkan lebih dari satu pihak, oleh karena itu, diperlukan perbaikan dalam
regulasi serta mekanisme pelindungan bagi Justice Collaborator supaya efektivitasnya
dapat semakin optimal dalam membantu proses penegakan hukum.
Saran Penulis adalah perlunya perbaikan dalam regulasi serta mekanisme perlindungan
bagi justice collaborator agar terdapat kepastian hukum guna terungkapnya suatu
kejahatan terutama kasus pembunuhan, namun di lain pihak tetap dapat memberikan
sutu keuntungan bagi Justice Collaborator yang telah membantu penegakan hukum
PENERAPAN KEADILAN RESTORATIF DALAM PENYELESAIAN KASUS TINDAK PIDANA PENCURIAN (STUDI KASUS DI KEJAKSAAN NEGERI GROBOGAN)
Keadilan restoratif merupakan metode penyelesaian alternatif dalam sistem
peradilan pidana yang menitikberatkan pada pemulihan kerugian korban, serta
pertanggungjawaban pelaku. Dalam kasus pencurian, pendekatan ini menawarkan
solusi yang lebih berorientasi pada pemulihan dibandingkan dengan hukuman
semata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan keadilan restoratif
dalam kasus pencurian, serta mengkaji efektivitas dan hambatan dalam proses
penerapannya khususnya di Kejaksaan Negeri Grobogan.
Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan spesifikasi
penelitian deskriptif analitis. Data yang digunakan oleh Peneliti adalah data
sekunder yang diperoleh dari studi kepustakaan dan data primer yang diperoleh dari
wawancara. Analisis dilakukan secara kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan keadilan restoratif dalam
penyelesaian tindak pidana pencurian di Kejaksaan Negeri Grobogan telah berjalan,
dimana sepanjang tahun 2024 terdapat 2 (dua) perkara yang diselesaikan dengan
menggunakan pendekatan keadilan restoratif. Faktor utama yang menjadi dasar
penerapan keadilan restoratif dalam penyelesaian perkara tindak pidana pencurian
adalah latar belakang dari dan motif tindak pidana pencurian yang dilakukan pelaku.
Kedua kasus yang diselesaikan dengan pendekatan keadilan restoratif dilaksanakan
tanpa adanya keberatan maupun penolakan dari pihak manapun. Keberhasilan
tersebut tidak lepas dari tahapan yang dilalui meliputi tahap profiling yang
dilakukan untuk menentukan perkara yang dapat diproses melalui keadilan
restoratif, tahap pelaksanaan penerapan keadilan restoratif, hingga tahap selesainya
proses keadilan restoratif dengan dikekuarkannya Surat Ketetapan Pengentian
Perkara (SKP2) oleh Kejaksaan Negeri Grobogan. Adapun hambatan utama dalam
penyelesaian kasus dengan pendekatan keadilan restorative adalah paradigm yang
ada dalam masyarakat.
Kesimpulan dari penelitian yang dilakukan oleh penulis adalah penerapan keadilan
restoratif dalam penyelesaian tindak pidana pencurian dilakukan berdasarkan hasil
profiling latar belakang dari pelaku serta adanya kesepakatan dari pelaku, korban,
serta masyarakat. Saran yang diberikan oleh Penulis adalah Kejaksaan harus sering
memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai kelebihan keadilan restoratif
dibandingkan proses peradilan konvensional sehingga perlahan paradigma
masyarakat tersebut dapat berubah
PERLINDUNGAN HUKUM KERAHASIAAN MEDIK PASIEN PADA LAYANAN KEGAWATDARURATAN DI INSTALASI GAWAT DARURAT (IGD) RS KARIADI SEMARANG
Perlindungan hukum kerahasiaan medik pasien merupakan hak pasien yang
harus didapatkan setiap orang yang sedang menjalani pelayanan kesehatan baik di
rumah sakit maupun fasilitas pelayanan kesehatan yang lain. Perlindungan
kerahasiaan medik pasien ditujukan untuk melindungi hak perlindungan data
pribadi pasien, menjaga hubungan saling percaya antara pasien dan tenaga medis
dalam perjanjian terapeutik serta menjaga prinsip keselamatan pasien (patient
safety). Namun dinamika dalam pelayanan di IGD yang bersifat cepat dan
kompleks sering kali menjadi tantangan dalam menjaga kerahasiaan informasi
medis pasien terutama ketika terjadi lonjakan pasien yang melebihi kapasitas
ruangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaturan dan pelaksanaan
perlindungan hukum terhadap kerahasiaan medik pasien serta mengidentifikasi
faktor-faktor yang mempengaruhi perlindungan kerahasiaan medik pasien pada
layanan kegawatdaruratan di IGD RS. Kariadi Semarang.
Metode penelitian ini adalah Yuridis Empiris (social legal research), dengan
pendekatan deskriptif analitis. Pengumpulan data penelitian melalui studi Pustaka,
kuesioner kepada pasien atau keluarga pasien IGD RS. Kariadi Semarang,
wawancara dengan tenaga medis, tenaga kesehatan serta pihak manajemen IGD dan
Rumah Sakit Kariadi Semarang. Analisis penelitian didasarkan pada teori
perlindungan hukum oleh Satjipto Raharjo yang membagi aspek perlindungan
hukum secara preventif dan represif.
Pengaturan perlindungan kerahasiaan medik pasien pada layanan
kegawatdaruratan di IGD RS. Kariadi Semarang telah diatur secara lengkap pada
Undang-Undang Kesehatan, Peraturan pelaksana undang-undang sampai peraturan
kebijakan RS. Kariadi. Penerapan perlindungan kerahasiaan medik melibatkan
tenaga medis, tenaga kesehatan, manajemen rumah sakit, lembaga pengawas, serta
mahasiswa kedokteran dan profesi kesehatan lainnya. Bentuk perlindungan
dilakukan secara preventif melalui standar operasional prosedur (SOP), pelatihan
tenaga kesehatan, pembatasan akses informasi, serta edukasi pasien dan keluarga.
Perlindungan represif dilakukan melalui pengaduan atau pelaporan pelanggaran,
pemberian sanksi administratif, hingga proses hukum perdata atau pidana. Faktor
yang mempengaruhi adanya faktor yuridis, faktor sosiologis dan faktor teknis
PENGARUH TEKANAN KETAATAN, SELF EFFICACY, KECAKAPAN EMOSIONAL, KOMPLEKSITAS TUGAS, KOMITMEN ORGANISASI, DAN PROFESIONALISME TERHADAP KINERJA AUDITOR
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tekanan ketaatan, selfefficacy,
kecakapan emosional, kompleksitas tugas, komitmen organisasi, dan
profesionalisme terhadap kinerja auditor. Auditor memiliki peran yang sangat
penting dalam menjamin keandalan laporan keuangan dan kredibilitas organisasi.
Faktor-faktor yang memengaruhi kinerja auditor perlu dikaji secara mendalam
untuk memastikan bahwa auditor dapat menjalankan tugasnya secara profesional
dan bertanggung jawab.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei.
Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada auditor yang bekerja
di Kantor Akuntan Publik (KAP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekanan
ketaatan berpengaruh negatif terhadap kinerja auditor, sementara self-efficacy,
kecakapan emosional, komitmen organisasi, dan profesionalisme memiliki
pengaruh positif terhadap kinerja auditor. Kompleksitas tugas juga ditemukan
memiliki pengaruh negatif terhadap kinerja auditor. Dengan demikian, penelitian
ini memberikan kontribusi bagi dunia akademik dan praktisi untuk memahami
faktor-faktor yang memengaruhi kinerja auditor serta implikasi dalam
meningkatkan profesionalisme auditor
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN KECEMASAN PADA MAHASISWA PERANTAU BATAK DI SOEGIJAPRANATA CATHOLIC UNIVERSITY
Sebagai mahasiswa perantau, tidak hanya harus menghadapi perbedaan
budaya, mereka juga mengalami tantangan dalam membangun jaringan sosial dan
mendukung diri mereka sendiri di lingkungan yang baru. Penelitian ini dilakukan
untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dengan kecemasan pada
mahasiswa perantau Batak di Soegijapranata Catholic University. Hipotesis yang
diajukan adalah adanya hubungan negatif yang signifikan antara dukungan sosial
dengan kecemasan. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan
korelasional. Subjek penelitian adalah 79 mahasiswa perantau Batak aktif angkatan
2019-2023 di Universitas Katolik Soegijapranata. Alat ukur yang digunakan berupa
skala kecemasan berdasarkan aspek Callhoun & Acocella dan skala dukungan
sosial berdasarkan aspek Sarafino. Analisis data dilakukan dengan korelasi
Spearman Rho. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang sangat
signifikan antara dukungan sosial dengan kecemasan (ρ = -0,705; p < 0,01).
Semakin tinggi dukungan sosial, semakin rendah kecemasan yang dialami
mahasiswa. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, diketahui bahwa
dukungan sosial memegang peran penting dalam menurunkan kecemasan pada
mahasiswa perantau Batak, sehingga dapat menjadi dasar untuk pengembangan
program pendampingan mahasiswa
SOCIAL MEDIA AS A TOOL FOR CONTENT MARKETING STRATEGY OF EDUHOUSE AFTERSCHOOL AND THIRFT SHOOP
This report details the internship experience at EduHouse Afterschool. Throughout the internship, various tasks
were assigned to the intern, showcasing various responsibilities. Key tasks included managing the WhatsApp
Business account by creating engaging posters, designing promotional materials, posting Instagram stories to
promote the thrift shop, and creating interesting posters. Additionally, the intern contributed to other tasks that
needed assistance. During the internship, one challenge encountered was task prioritization. At times, new tasks
were assigned while the current task was still in progress, so that the responsibilities overlapped. To solve the
problem, the intern communicated with the supervisor better. Overall, the internship at EduHouse Afterschool
provided new insights about task management, communication, and practical application of creative and
organizational skills in the work environment
MEMBANGUN RESILIENSI AKADEMIK MELALUI RELIGIUSITAS PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN
Resiliensi akademik adalah kemampuan mahasiswa untuk bertahan dalam
menghadapi tantangan akademik, terutama bagi mahasiswa kedokteran yang
memiliki beban studi tinggi. Penelitian terdahulu mengungkapkan religiusitas
berperan sebagai faktor yang mendukung resiliensi akademik. Penelitian ini
bertujuan untuk menguji secara empiris hubungan antara religiusitas dan resiliensi
akademik pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Katolik
Soegijapranata. Hipotesis pada penelitian ini yaitu terdapat hubungan positif
antara religiusitas dan resiliensi akademik pada mahasiswa fakultas kedokteran
Universitas Katolik Soegijapranata. Alat ukur penelitian terdiri dari skala resiliensi
akademik (16 item) dan skala religiusitas (17 item), dengan subjek penelitian
sebanyak 46 mahasiswa aktif semester 5 Fakultas Kedokteran Universitas Katolik
Soegijapranata. Teknik analisis data korelasi Pearson menunjukkan adanya
hubungan positif yang sangat signifikan antara religiusitas dan resiliensi akademik
dengan nilai rxy = 0,494, p<0,001. Religiusitas memberikan sumbangan efektif
sebesar 24,4% terhadap resiliensi akademik. Dengan demikian, hipotesis diterima
bahwa terdapat hubungan yang positif antara religiusitas dengan resiliensi
akademik
HUBUNGAN ANTARA DAYA JUANG DENGAN MOTIVASI BERPRESTASI PADA PEMAIN FUTSAL
Penelitian ini bertujuan untuk meneliti tentang hubungan antara daya juang
dengan otivasi berprestasi pada pemain futsal. Hipotesis penelitian yang diajukan
ialah ada hubungan positif antara daya juang dengan motivasi berprestasi pada
pemain futsal. Semakin tinggi tingkat daya juang pemain futsal, maka semakin
tinggi pula motivasi berprestasinya, dan sebaliknya. Penelitian ini menggunakan
pendekatan metode penelitian berupa kuantitatif korelasional dengan dua variabel
penelitian yaitu, motivasi berprestasi sebagai variabel dependen dan variabel daya
juang sebagai variabel independen. Populasi penelitian ini mencakup pemain
futsal yang tergabung dalam klub futsal Big Brother Valente Semarang, dengan
jumlah sampel sebanyak 40 pemain, diambil menggunakan incidental sampling.
Alat ukur yang digunakan ialah, skala motivasi berprestasi dan skala daya juang.
Analisis data yang digunakan ialah analisis korelasi Product Moment Pearson.
Hasil uji hipotesis menunjukkan adanya hubungan positif signifikan antara
daya juang dengan motivasi berjuang pada pemain futsal Big Brother Valente
Semarang, dengan nilai p ialah 0,002 dan nilai rxy ialah 0.457, artinya hipotesis
penelitian yang diajukan diterima. Semakin tinggi tingkat daya juang seseorang
maka semakin tinggi pula motivasi berprestasinya. Berdasarkan kategorisasi
tingkat, diketahui tingkat daya juang dan tingkat motivasi berprestasi pada
responden penelitian berada pada tingkat rendah cenderung tinggi. Besaran
pengaruh variabel daya juang sebesar 20,9%, yang mana 79,1% sisanya
dipengaruhi faktor lain dari motivasi berprestasi
ANALISIS PENGARUH KINERJA PERUSAHAAN TERHADAP RETURN SAHAM
This study aims to determine whether company performance has an effect on stock
returns. Company performance is measured through financial ratios, including
profitability ratio proxied by return on assets, liquidity ratio proxied by current
ratio, solvency ratio proxied by debt to equity ratio, market ratio proxied by
earnings per share, and activity ratio proxied by total asset turnover. The study
uses secondary data over a period of five (5) years, focusing on food and beverage
manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the
period 2018–2022. The results of this research show that return on assets, debt to
equity ratio, and earnings per share have a significant positive effect on stock
returns, while current ratio and total asset turnover do not have a significant effect
on stock returns